cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
PEMANFAATAN ANALISIS SPASIAL SIG: PERENCANAAN LOKASI TPS 3R SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI KABUPATEN GORONTALO Paramata, Mulyani Zahra; Darwanto, Rindang Adhaini; Monoarfa, Zachra Putri Arfiani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6425

Abstract

A sustainable alternative strategy to prevent the overcapacity of final disposal sites (TPA) is to strengthen waste management systems at the upstream level, particularly through the establishment and optimization of Reduce-Reuse-Recycle Waste Processing Facilities (TPS 3R). The selection of appropriate locations is a critical initial step to ensure the operational effectiveness and long-term sustainability of TPS 3R facilities. This study aims to identify potential sites that meet spatial and environmental criteria for the development of TPS 3R across five subdistricts in Gorontalo Regency. Spatial analysis was conducted using Geographic Information System (GIS) tools, applying buffer, scoring, and overlay techniques in ArcGIS. The analysis identified five optimal locations for TPS 3R development: Hutuo Subdistrict, Limboto (0°37'33.3"N, 122°59'55.8"E); Yosonegoro Subdistrict, West Limboto (0°37'30.4"N, 122°55'24.6"E); Mongolato Subdistrict, Telaga (0°35'17.2"N, 123°01'56.8"E); Tinelo Subdistrict, Telaga Biru (0°36'24.0"N, 123°01'25.0"E); and Tolotio Subdistrict, Tibawa (0°38'33.9"N, 122°51'34.0"E). These findings are expected to serve as a strategic reference for improving regional waste management planning in a more effective and sustainable manner. ABSTRAKSalah satu strategi alternatif yang berkelanjutan untuk mengurangi tekanan terhadap kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) adalah dengan memperkuat sistem pengelolaan sampah di hulu, khususnya melalui pembangunan dan optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R). Penentuan lokasi yang tepat menjadi tahap krusial dalam pembangunan TPS 3R guna menjamin efektivitas dan keberlanjutan operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi potensial yang memenuhi kriteria spasial dan lingkungan untuk pembangunan TPS 3R di lima kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Analisis dilakukan dengan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), menggunakan teknik buffer, pemberian skor (scoring), dan overlay pada perangkat lunak ArcGIS. Hasil analisis menunjukkan lima lokasi potensial yang memenuhi kriteria sebagai calon lokasi TPS 3R, yaitu: Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto (0°37'33.3"N, 122°59'55.8"E); Kelurahan Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat (0°37'30.4"N, 122°55'24.6"E); Kelurahan Mongolato, Kecamatan Telaga (0°35'17.2"N, 123°01'56.8"E); Kelurahan Tinelo, Kecamatan Telaga Biru (0°36'24.0"N, 123°01'25.0"E); dan Kelurahan Tolotio, Kecamatan Tibawa (0°38'33.9"N, 122°51'34.0"E). Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat daerah.
ILMU KEISLAMAN DAN TANTANGAN SOSIAL DI ERA GLOBALISASI Oktarini, Dinda; Aliyah, Aliyah; Ayu, Citra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6426

Abstract

Globalization has brought fundamental changes to various aspects of life, which form the background to the fundamental problem of this research. Emerging social challenges, such as shifting values inconsistent with religious norms, the rapid flow of information through social media, and the potential for an identity crisis, demand a proactive response from Islamic scholars. The focus of this research is to analyze these social challenges in depth and formulate a framework for solutions based on Islamic values to strengthen Islamic identity in the contemporary era. This research method employed a library research method. Data were collected by reviewing and critically analyzing various relevant literature sources, including books, scientific journals, and articles discussing the intersection between Islam, society, and globalization. The main findings indicate that Islam offers comprehensive solutions that do not reject modernity but instead integrate it wisely. These solutions include strengthening character education based on faith and morals, the importance of digital literacy for filtering information, and the revitalization of Islamic social values such as justice, brotherhood (ukhuwah), and moderation (wasathiyah). The conclusion of this study confirms that with an adaptive and contextual approach, Islamic knowledge can serve as a solid foundation and relevant guide for the community in facing the challenges of the times. ABSTRAKGlobalisasi menghadirkan perubahan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan, yang menjadi latar belakang masalah mendasar dalam penelitian ini. Tantangan sosial yang muncul, seperti pergeseran nilai yang tidak sejalan dengan norma agama, derasnya arus informasi melalui media sosial, serta potensi krisis identitas, menuntut respons proaktif dari ilmu keislaman. Fokus masalah penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam berbagai tantangan sosial tersebut dan merumuskan kerangka solusi berbasis nilai-nilai Islam untuk memperkuat identitas keislaman di era kontemporer. Langkah penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dengan mengkaji dan menganalisis secara kritis berbagai sumber literatur yang relevan, termasuk buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang membahas persinggungan antara Islam, sosial, dan globalisasi. Temuan utama menunjukkan bahwa Islam menawarkan solusi komprehensif yang tidak menolak modernitas, melainkan mengintegrasikannya secara bijak. Solusi tersebut mencakup penguatan pendidikan karakter berlandaskan akidah dan akhlak, pentingnya literasi digital untuk menyaring informasi, serta revitalisasi nilai-nilai sosial Islam seperti keadilan, persaudaraan (ukhuwah), dan moderasi (wasathiyah). Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa dengan pendekatan adaptif dan kontekstual, ilmu keislaman mampu menjadi benteng kokoh sekaligus panduan relevan bagi umat dalam menghadapi tantangan zaman.
REVITALISASI MAKNA SIMBOLIK LAMIANG TURUS PELEK DALAM PERNIKAHAN ADAT DAYAK NGAJU PADA KAJIAN PUSTAKA BERBASIS ANTROPOLOGI SIMBOLIK Ruliyani, Ruliyani; Iswatiningsih, Daroe
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6428

Abstract

Lamiang Turus Pelek, a red stone bead included in the Dayak Ngaju traditional dowry, has historically held a crucial symbolic role. However, its sacred meaning has been significantly diminished, often considered merely a decorative ornament. The background to this problem is the intergenerational gap in understanding triggered by cultural commodification and modernization. The focus of this research is to revitalize this symbolic meaning to bridge the existing value gap. This study uses a qualitative literature review method with a symbolic anthropology approach as its analytical framework. Key stages included data collection from books, journal articles, and relevant traditional documents (published between 2015 and 2024), which were then analyzed thematically and interpretively. Key findings identified five consistent dimensions of meaning: loyalty, moral integrity, spiritual protection, communal solidarity, and identity preservation. However, this study also confirmed the phenomenon of heritage disconnection among the younger generation. In conclusion, Lamiang Turus Pelek still has the potential to anchor Dayak Ngaju identity. Revitalizing its meaning can be achieved by strategically integrating it into character education, through local content curricula and digital cultural narratives, to ensure the tradition's relevance and continuity in the contemporary era. ABSTRAKLamiang Turus Pelek, manik batu merah dalam mas kawin adat Dayak Ngaju, secara historis memegang peran simbolik yang krusial. Namun, pemaknaan sakralnya kini mengalami reduksi signifikan, sering kali hanya dianggap sebagai ornamen dekoratif. Latar belakang masalah ini adalah adanya kesenjangan pemahaman antar-generasi yang dipicu oleh komodifikasi budaya dan modernisasi. Fokus penelitian ini adalah merevitalisasi makna simbolik tersebut untuk menjembatani kesenjangan nilai yang ada. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan pendekatan antropologi simbolik sebagai kerangka analisis. Tahapan pentingnya meliputi pengumpulan data dari buku, artikel jurnal, dan dokumen adat yang relevan (terbitan 2015–2024), yang kemudian dianalisis secara tematik-interpretatif. Temuan utama mengidentifikasi lima dimensi makna yang konsisten: kesetiaan, integritas moral, perlindungan spiritual, solidaritas komunal, dan pelestarian identitas. Namun, studi ini juga mengonfirmasi adanya fenomena heritage disconnection di kalangan generasi muda. Kesimpulannya, Lamiang Turus Pelek tetap berpotensi menjadi jangkar identitas Dayak Ngaju. Revitalisasi maknanya dapat dicapai dengan mengintegrasikannya secara strategis ke dalam pendidikan karakter, melalui kurikulum muatan lokal dan narasi budaya digital, untuk memastikan relevansi dan kesinambungan tradisi di era kontemporer.
MENGGALI NILAI-NILAI HAKIKI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Noviani, Dwi; Destyaningsi, Rosalina; Yunika, Dhea; Rosalia, Meta
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6429

Abstract

Islamic education plays a fundamental role in shaping individuals who are not only intellectually superior but also spiritually and morally strong. This study begins with the importance of rediscovering the essential values within the Islamic education system, whose meaning is often diminished. The primary focus of this research is to investigate essential values such as the nature of life as worship, the goal of education to achieve happiness in this world and the hereafter, and self-purification (tazkiyah) and the attainment of perfection (ihsan). Using library research methods, this study collected and analyzed data from various scientific journals to explore these key concepts. Key findings indicate that core values such as faith, piety, noble character, and humanity are integral foundations of the Islamic education process. Furthermore, this study found that the Quran, Hadith, and scholarly traditions such as madrasas and Islamic boarding schools (pesantren) are the primary foundations for shaping character and morals. In conclusion, the holistic integration of these essential values is key to improving the quality of Islamic education and producing a generation of noble character capable of fulfilling their role as caliphs on earth. ABSTRAKPendidikan Islam memegang peranan fundamental dalam membentuk individu yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral. Studi ini berangkat dari latar belakang pentingnya penggalian kembali nilai-nilai hakiki dalam sistem pendidikan Islam yang seringkali tereduksi maknanya. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menginvestigasi nilai-nilai esensial seperti hakikat kehidupan sebagai ibadah, tujuan pendidikan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, serta penyucian diri (tazkiyah) dan pencapaian kesempurnaan (ihsan). Menggunakan metode penelitian pustaka, studi ini mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai jurnal ilmiah untuk mendalami konsep-konsep kunci tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa nilai-nilai inti seperti keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan kemanusiaan adalah fondasi yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan Islam. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa Al-Qur'an, Hadis, serta tradisi keilmuan seperti madrasah dan pesantren merupakan dasar utama yang membentuk karakter dan moral. Kesimpulannya, pengintegrasian nilai-nilai hakiki ini secara holistik merupakan kunci untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan mencetak generasi berakhlak mulia yang mampu menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi.
AKAL DALAM PERSPEKTIF HADITS TARBAWI SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM Maslani, Maslani; Fitriya, Erma; Rosulina, Desi; Munawaroh, A.H. Eviyani; Koswara, Ujang
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6430

Abstract

This paper discusses the education of reason in the Islamic perspective, focusing on the concept of education of reason as taught in the hadiths of the Prophet Muhammad. The objectives of this study are to understand the meaning of education of reason, to analyse the hadiths related to education of reason, and to explore the relationship between education of reason and character development in the context of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students and the Profile of Rahmatan lil Alamin Students (P5-PPRA). This study uses a qualitative approach with a literature study method, in which an analysis is carried out on various literature, hadiths, and opinions of scholars related to education of the mind. The results show that education of the mind in Islam includes the development of intellectual and spiritual abilities. Education of the mind not only aims to improve rational and critical thinking abilities, but also to shape individuals who are faithful, have good character, and have a balance between worldly and spiritual knowledge. In the context of P5-PPRA, education of the mind plays a role in producing students who are not only intelligent but also capable of behaving well and contributing positively to society. This study confirms that an education of the mind based on Islamic principles has a significant impact on developing children's intellect and character. ABSTRAKArtikel ini membahas tentang pendidikan akal dalam perspektif Islam, dengan fokus pada konsep pendidikan akal yang diajarkan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami makna pendidikan akal, menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan pendidikan akal, dan mengeksplorasi hubungan antara pendidikan akal dan pengembangan karakter dalam konteks Proyek Penguatan Profil Mahasiswa Pancasila dan Profil Mahasiswa Rahmatan lil Alamin (P5-PPRA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana dilakukan analisis terhadap berbagai literatur, hadis, dan pendapat para ulama yang berkaitan dengan pendidikan akal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akal dalam Islam mencakup pengembangan kemampuan intelektual dan spiritual. Pendidikan akal tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir rasional dan kritis, tetapi juga untuk membentuk individu yang beriman, berakhlakul karimah, dan memiliki keseimbangan antara pengetahuan duniawi dan ukhrawi. Dalam konteks P5-PPRA, pendidikan budi berperan untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu berperilaku baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan akal yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam memiliki dampak yang signifikan dalam mengembangkan kecerdasan dan karakter anak.
MENGENAL STUDI ISLAM DI DUNIA (GLOBAL) Yunika, Dhea; Rosalia, Meta
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6431

Abstract

Islamic studies, as a global academic discipline, exhibits significant diversity of approaches, influenced by the cultural, historical, and political contexts of each region. This background to the problem prompts the need for comparative analysis to understand the landscape of Islamic scholarship as a whole. Therefore, the focus of this research is to map and compare the practice of Islamic studies in several representative countries, such as Indonesia, Turkey, Egypt, and the Western region (the United States and the United Kingdom). The primary research method used is library research, collecting data from various scientific journals and relevant literature. The data was then analyzed descriptively and comparatively to identify the distinctive characteristics of each region. Key findings demonstrate clear differences in approach: Indonesia emphasizes the pesantren tradition and moderation, Turkey integrates Islamic studies with the modern education system, Egypt excels in classical studies, while the West tends to be more critical, interdisciplinary, and focuses on contemporary issues such as pluralism. The main conclusion of this research emphasizes that this diversity of approaches constitutes an intellectual wealth. Thus, academic collaboration and intercultural dialogue are crucial for building a more holistic, inclusive understanding of Islam that is able to respond to the challenges of the global era. ABSTRAKStudi Islam sebagai disiplin akademis global menunjukkan keragaman pendekatan yang signifikan, dipengaruhi oleh konteks budaya, sejarah, dan politik di setiap wilayah. Latar belakang masalah ini mendorong perlunya analisis komparatif untuk memahami lanskap keilmuan Islam secara utuh. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah memetakan dan membandingkan praktik Studi Islam di beberapa negara representatif seperti Indonesia, Turki, Mesir, serta kawasan Barat (Amerika Serikat dan Inggris). Sebagai langkah penelitian utama, metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan data dari berbagai jurnal ilmiah dan literatur relevan. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi karakteristik khas di setiap kawasan. Temuan utama menunjukkan perbedaan pendekatan yang jelas: Indonesia menekankan tradisi pesantren dan moderasi, Turki mengintegrasikan studi Islam dengan sistem pendidikan modern, Mesir unggul dalam kajian klasik, sedangkan Barat cenderung lebih kritis, interdisipliner, dan fokus pada isu kontemporer seperti pluralisme. Simpulan utama dari penelitian ini menegaskan bahwa keragaman pendekatan tersebut merupakan sebuah kekayaan intelektual. Dengan demikian, kolaborasi akademis dan dialog antarbudaya menjadi sangat krusial untuk membangun pemahaman tentang Islam yang lebih holistik, inklusif, dan mampu merespons tantangan zaman secara global.
ANALISIS PENGARUH VARIASI STARTER EM4 TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI KOTORAN TERNAK DAN LIMBAH BUAH SEMANGKA Gilang, Aditya; Kosjoko, Kosjoko; Mufarida, Nely Ana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6434

Abstract

Indonesia is an archipelagic country rich in natural resources and has abundant potential for fossil energy sources that can be used as gas production materials. The community's dependence on gas fuel (LPG) with increasing population growth can result in an energy crisis for the community, so they are looking for a solution by using biomass as a gas production material. The biomass used in this study is agricultural waste, one of which is watermelon and livestock manure, namely cows and goats. In making biogas, a fairly long fermentation is needed, usually the most common for 36 days to produce optimal methane gas, but there are materials to accelerate the fermentation process, namely EM4. The formulation of the problem in this study is how the effect of EM4 concentration of 10%, 15% and 20% on biogas production and fermentation time efficiency of a mixture of cow, goat and fruit waste manure. The purpose of this study is to analyze how the effect of EM4 concentration of 10%, 15% and 20% on biogas production and fermentation time efficiency of a mixture of cow, goat and fruit waste manure. The research method is an experiment by collecting data that has been tested or analyzed. The results of this study are that watermelon waste, cow dung, goat dung and 10% EM4 are superior to the mixture of 15% and 20% EM4 because they contain the ideal pH value of 6.8, mesophilic temperature of 34°C, O2 gas composition of 20.9%, the smallest H2S of 2 ppm, the smallest CO2 of 2 ppm, the highest CH4 of 766 ppm and the highest volume of 7,536 cm3. ABSTRAKIndonesia merupakan negara kepulauan yang kaya sumber daya alam dan memiliki potensi sumber energi fosil melimpah yang dapat di buat bahan pembuatan gas. Ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar gas (LPG) dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dapat mengakibatkan krisis energi bagi masyarakat sehingga mencari solusi dengan menggunakan biomassa sebagai bahan pembuatan gas. Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu limbah pertanian salah satunya semangka dan kotoran hewna ternak yaitu sapi serta kambing. Pada pembuatan biogas diperlukan fermantasi yang cukup lama biasanya paling umum selama 36 hari untuk menghasilkan gas metana yang optimal, namun terdapat bahan untuk mempercepat proses fermentasi yaitu EM4. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh konsentrasi EM4 10%, 15% dan 20% terhadap produksi biogas dan efisiensi waktu fermentasi dari campuran kotoran ternak sapi, kambing dan limbah buah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisi bagaimana pengaruh konsentrasi EM4 10%, 15% dan 20% terhadap produksi biogas dan efisiensi waktu fermentasi dari campuran kotoran ternak sapi, kambing dan limbah buah. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan mengumpulkan data-data yang sudah di lakukakan pengujian atau analisis. Hasil dari penelitian ini yaitu limbah semangka, kotoran sapi, kambing dan EM4 10% lebih unggul dari pada campuran EM4 15% serta 20% karena mengandung nilai pH ideal yaitu 6,8, suhu mesofilik 34°C, komposisi gas O2  20,9%, H2S terkecil 2 ppm, CO2 terkecil 2 ppm, CH4 tertinggi yaitu 766 ppm dan volume tertinggi 7.536 cm3.
REPRESENTASI WISATA BUDAYA PENTI MANGGARAI DALAM LUKISAN TANPA BINGKAI: SEBUAH KAJIAN TRAVEL LITERATURE Sarwoyo, Ventianus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6435

Abstract

Amidst the challenges of globalization that threaten the preservation of local culture, literary works, particularly the travel literature genre, have emerged as an important medium for documentation. This background has motivated the research on Ugi Agustono's novel Lukisan Tanpa Bingkai (Painting Without a Frame). This research focuses on examining how the novel represents the cultural tourism of the traditional penti ceremony in Manggarai, East Nusa Tenggara. This research step uses a qualitative approach with a descriptive analysis method to identify the series of rituals and the noble values contained therein. The main findings of the study successfully outlined four important stages in the penti tradition: (1) reke penti or determining the time, (2) prayer rituals at three sacred locations, (3) caci dance performances, and (4) thanksgiving ceremonies for the kilo holiday. In addition, seven fundamental values ??that serve as guidelines for community life are identified, including the values ??of education, kinship, mutual cooperation, spirituality, normative, democracy, and justice. It is concluded that this novel effectively represents the local wisdom of penti, and the findings provide a significant contribution to efforts to preserve Indonesian culture through a literary perspective. ABSTRAKDi tengah tantangan globalisasi yang mengancam kelestarian budaya lokal, karya sastra, khususnya genre travel literature, muncul sebagai medium penting untuk pendokumentasian. Latar belakang inilah yang mendorong penelitian terhadap novel Lukisan Tanpa Bingkai karya Ugi Agustono. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji bagaimana novel tersebut merepresentasikan wisata budaya upacara adat penti di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Langkah penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk mengidentifikasi rangkaian ritual dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Temuan utama penelitian berhasil menguraikan empat tahapan penting dalam tradisi penti: (1) reke penti atau penentuan waktu, (2) ritual doa di tiga lokasi sakral, (3) pementasan tarian caci, dan (4) upacara syukuran libur kilo. Selain itu, diidentifikasi pula tujuh nilai fundamental yang menjadi pedoman hidup masyarakat, mencakup nilai pendidikan, kekeluargaan, gotong royong, spiritual, normatif, demokrasi, dan keadilan. Disimpulkan bahwa novel ini secara efektif merepresentasikan kearifan lokal penti, dan temuannya memberikan kontribusi signifikan bagi upaya pelestarian budaya Indonesia melalui perspektif sastra.
TINJAUAN ARTIKEL PENGARUH DIABETES MELLITUS TERHADAP KEBERHASILAN DAN STABILITAS IMPLANT GIGI Halim, Susanna; Susanto, Susanto; Arianto, Muhammad Wandy; Al-Furqa’an, Muhammad; Pang, Vincent
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6436

Abstract

Dental implants are the latest and most effective restorative solution for replacing missing teeth. However, their success rate can be significantly affected by the patient's systemic conditions, particularly diabetes mellitus, which can inhibit bone osseointegration if blood glucose levels are uncontrolled. This background encourages the need for in-depth investigation of strategies to improve implant survival in this at-risk population. This study, structured as a literature review, specifically focuses on analyzing methods and techniques that can optimize the success of dental implants in people with diabetes. The research phase involved a systematic review of scientific articles from the PubMed and Google Scholar databases published between 2019 and 2024, analyzing cases of diabetic patients who received immediate post-extraction implant treatment. The main findings indicate that good osseointegration can be achieved through the technique of placing implants directly into the new extraction socket, particularly in the anterior mandible. This success is significantly supported by the use of advanced regenerative materials, such as the combination of freeze-dried bone allograft (FDBA) with injectable platelet-rich fibrin (i-PRF), which has been shown to effectively stimulate bone and periodontal tissue regeneration even in cases of aggressive periodontitis. Furthermore, the use of longer implants, a collagen membrane in the posterior area, and supportive protocols such as prophylactic antibiotics and 0.12% chlorhexidine mouthwash play a significant role in minimizing the risk of inflammation. In conclusion, although diabetic patients have a higher risk of implant failure, the application of appropriate and personalized treatment methods—including surgical techniques, regenerative materials, and long-term maintenance—can achieve very high success rates of up to 97.6%. These results underscore the importance of comprehensive individualized treatment planning and careful evaluation of the patient's systemic condition to ensure the long-term success of implant restorations. ABSTRAKImplan gigi merupakan solusi restoratif terkini dan paling efektif untuk menggantikan gigi yang hilang, namun tingkat keberhasilannya dapat sangat dipengaruhi oleh kondisi sistemik pasien, terutama diabetes mellitus, yang dapat menghambat proses osseointegrasi tulang jika kadar glukosa darah tidak terkendali. Latar belakang ini mendorong perlunya investigasi mendalam terhadap strategi untuk meningkatkan ketahanan implan pada populasi berisiko ini. Penelitian ini, yang disusun sebagai studi literatur, secara spesifik berfokus pada analisis metode dan teknik yang dapat mengoptimalkan keberhasilan implan gigi pada penderita diabetes. Tahapan penelitian melibatkan peninjauan sistematis terhadap artikel ilmiah dari database PubMed dan Google Scholar yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024, menganalisis kasus-kasus pasien diabetes yang menerima perawatan implan segera pasca-ekstraksi. Temuan utama menunjukkan bahwa osseointegrasi yang baik dapat dicapai melalui teknik pemasangan implan secara langsung pada soket ekstraksi baru, terutama di area anterior mandibula. Keberhasilan ini didukung secara signifikan oleh penggunaan material regeneratif canggih, seperti kombinasi freeze-dried bone allograft (FDBA) dengan injectable platelet-rich fibrin (i-PRF), yang terbukti efektif merangsang regenerasi tulang dan jaringan periodontal bahkan pada kasus periodontitis agresif. Selain itu, penggunaan implan yang lebih panjang, membran kolagen pada area posterior, serta protokol pendukung seperti pemberian antibiotik profilaksis dan obat kumur klorheksidin 0,12% turut berperan penting dalam meminimalkan risiko inflamasi. Kesimpulannya, meskipun pasien diabetes memiliki risiko kegagalan implan yang lebih tinggi, penerapan metode perawatan yang tepat dan terpersonalisasi—mencakup teknik bedah, material regeneratif, dan pemeliharaan jangka panjang—dapat mencapai tingkat keberhasilan yang sangat tinggi hingga 97,6%. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya perencanaan perawatan individual yang komprehensif dan evaluasi kondisi sistemik pasien secara cermat untuk memastikan kesuksesan jangka panjang restorasi implan.
FISHBONE ANALYSIS TERHADAP KELOLOSAN DEFECT FABRIC STRATEGI PERBAIKAN PADA MANAJEMEN GUDANG TEKSTIL Hanafi, Andhi Sukma; Amaras, Aaron Dias; Istikowati, Rita; Pradifta, Reski Alya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6506

Abstract

The occurrence of undetected fabric defects during storage and sorting processes in the warehouse is a significant issue in the textile industry, as it can degrade product quality and negatively impact customer satisfaction. This study aims to identify the root causes of defect fabric passing through quality control using the Fishbone Analysis approach and to formulate effective improvement strategies within warehouse management. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The observation results revealed a total of 106 defect cases (primarily stains and holes) that went undetected during two days of inspection. Fishbone analysis identified four dominant categories of root causes: man (lack of SOP comprehension), method (inaccurate point grade calculation), machine (unstable machine performance and insufficient lighting), and environment (dusty and unclean work areas). Recommended improvement strategies include employee training, providing calculation tools, implementing scheduled cleaning routines, and enhancing machine setup and lighting. These findings are expected to support the development of a more effective and preventive quality control system in textile warehouse operations. ABSTRAKKelolosan kain cacat (defect fabric) pada proses penyimpanan dan sortir di gudang merupakan salah satu permasalahan serius dalam industri tekstil, karena dapat menurunkan kualitas produk dan berdampak negatif terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kelolosan defect fabric menggunakan pendekatan Fishbone Analysis, serta merumuskan strategi perbaikan yang tepat dalam konteks manajemen gudang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 106 defect fabric yang lolos dari proses inspeksi selama dua hari pengamatan, dengan jenis cacat dominan berupa noda (stain) dan lubang (hole). Hasil analisis Fishbone mengidentifikasi penyebab utama berasal dari empat kategori dominan: manusia (kurangnya pemahaman SOP), metode (ketidaktepatan perhitungan point grade), mesin (mesin tidak stabil dan pencahayaan kurang), dan lingkungan (area kerja kotor dan berdebu). Strategi perbaikan yang disarankan meliputi pelatihan operator, penyediaan alat bantu hitung, penjadwalan pembersihan rutin, serta perbaikan pencahayaan dan performa mesin. Temuan ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam membangun sistem kontrol mutu yang lebih efektif dan preventif terhadap kelolosan cacat.