cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
KETIDAKPASTIAN PDSS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KURIKULUM 2025 Nabila, Aisyah; Dwiyanti, Agustina; Permana, Dzaki; Mariyah, Siti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4749

Abstract

This study examines the implementation of inclusive education within the Merdeka Curriculum framework and the challenges of implementing the 2025 Curriculum, using a descriptive qualitative method based on literature studies. The main findings identify the uncertainty of the School and Student Database (PDSS) system as a serious obstacle to the 2025 Curriculum, including issues of validity, input, and data updates that hinder accountability and data-based decision making, including university selection. The implication is that the goal of the 2025 Curriculum to realize flexible, differentiated, and inclusive learning is threatened to fail to be achieved optimally without the support of strong and reliable data infrastructure. It is concluded that education data reform is a crucial urgency. Recommendations are emphasized on strengthening the PDSS system through integrated technology, operator training, periodic data monitoring, and aligning data policies with curriculum policies to ensure the success of the proposed education reform. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji implementasi pendidikan inklusif dalam kerangka Kurikulum Merdeka serta tantangan implementasi Kurikulum 2025, menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Temuan utama mengidentifikasi ketidakpastian sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai kendala serius bagi Kurikulum 2025, mencakup masalah validitas, input, dan pembaruan data yang menghambat akuntabilitas serta pengambilan keputusan berbasis data, termasuk seleksi perguruan tinggi. Implikasinya, tujuan Kurikulum 2025 untuk mewujudkan pembelajaran yang fleksibel, terdiferensiasi, dan inklusif terancam gagal tercapai secara optimal tanpa dukungan infrastruktur data yang kuat dan terpercaya. Disimpulkan bahwa reformasi data pendidikan menjadi urgensi krusial. Rekomendasi ditekankan pada penguatan sistem PDSS melalui teknologi terintegrasi, pelatihan operator, pemantauan data secara berkala, serta penyelarasan kebijakan data dengan kebijakan kurikulum untuk menjamin keberhasilan reformasi pendidikan yang diusung.
EDUCATION, ETHNICITY, AND WELFARE KEY FACTORS AFFECTING FIRST AGE MARRIAGE Iqbal, Muhammad; Garnika, Eneng; Najwa, Lu'luin; Suhardi, Muhamad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6018

Abstract

Salah satu target kinerja utama BKKBN pada tahun 2019 adalah median usia perkawinan pertama (MUKP) sebesar 21 tahun. Data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) BKKBN tahun 2019 menunjukkan MUKP sebesar 19,2 tahun. Data BPS menunjukkan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat usia perkawinan pertama pada tahun 2019 sebesar 20,21 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana beberapa faktor mempengaruhi usia perkawinan pertama di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Faktor-faktor yang diteliti adalah suku bangsa, status daerah, tingkat kesejahteraan, pendidikan, dan pekerjaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil SKAP tahun 2019 yang berjumlah 1292 responden sebagai sampel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap usia perkawinan pertama adalah suku bangsa, pendidikan, dan status kesejahteraan; dan 2) Keberagaman status daerah yang terbagi menjadi perkotaan dan pedesaan, serta lapangan pekerjaan, tidak mampu menjelaskan keberagaman usia perkawinan pertama. Pencapaian target MUKP 21 tahun memerlukan koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan antar berbagai pihak, seperti optimalisasi peran tokoh agama dan tokoh masyarakat, komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, dari tingkat desa hingga provinsi, yang dilakukan secara sistematis dan terencana, dan terakhir, peningkatan pemahaman dan penerapan 8 fungsi keluarga dapat ditingkatkan melalui pendidikan keluarga yang dilakukan secara terprogram. ABSTRACTOne of the main performance targets of the BKKBN in 2019 is the median age of first marriage (MUKP) of 21 years. Data from the 2019 BKKBN Program Performance and Accountability Survey (SKAP) shows the MUKP is 19.2 years. BPS data shows that West Nusa Tenggara Province recorded the age of first marriage in 2019 at 20.21 years. This study aimed at revealing how some factors effect the age of first marriage in West Nusa Tenggara Province. The factors studied are ethnicity, regional status, level of welfare, education, and employment. The research was carried out using a quantitative approach with secondary data from the 2019 SKAP results, totaling 1292 respondents as samples. The data analyzed using descriptive statistics and binary logistic regression analysis. The results shows that 1) Variables that have a significant effect on the age at first marriage are ethnicity, education, and welfare status; and 2) The diversity of regional status, which is divided into urban and rural areas, and employment are unable to explain the diversity at the age of first marriage. Achieving the 21-year MUKP target requires sustained coordination and cooperation among various parties, such as through optimizing the role of religious and community leaders, communication and coordination among stakeholders, from the village to the provincial level, which is carried out in a systematic and planned manner, and lastly, increasing understanding and application of the 8 family functions can be improved through family education which is carried out in a programmed manner.
HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z Novendra, Ilham; Sarajar, Dewita Karema
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6110

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and the intensity of social media use in Generation Z. The method used is a quantitative research method with a correlational design to determine the relationship between FoMO (independent variable) and the Intensity of Social Media Use in Generation Z (dependent variable). The sampling technique applied is nonprobability sampling with the sampling technique method used is purposive sampling. The subjects in this study were Generation Z individuals aged 18–27 years who actively use social media for at least more than three hours per day, with a total of 104 respondents. The data collection method used a questionnaire with a Likert scale with four answer options. Data analysis was carried out using the Spearman's rho correlation method via SPSS version 21.0. The results of the correlation test showed a coefficient value of 0.796 with a significance of 0.000, indicating a very strong and positive relationship between FoMO and the intensity of social media use. This finding indicates that the higher the level of FoMO, the higher the intensity of social media use. ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan intensitas penggunaan media sosial pada Generasi Z. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional guna mengetahui hubungan antara FoMO (variabel independent) dengan Intensitas Penggunaan Media Sosial pada  Generasi Z (variabel dependent). Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah nonprobability sampling dengan metode teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Subjek dalam penelitian ini adalah individu Generasi Z berusia 18–27 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal lebih dari tiga jam per hari, dengan jumlah responden sebanyak 104 orang. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dengan empat opsi pilihan jawaban. Analisis data dilakukan menggunakan metode korelasi Spearman’s rho melalui SPSS versi 21.0. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,796 dengan signifikansi 0,000, menandakan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara FoMO dan intensitas penggunaan media sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi pula intensitas penggunaan media sosial.
PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (MSDM) “SISTEM REKRUTMEN, SELEKSI, KOMPETENSI DAN PELATIHAN” TERHADAP KEUNGGULAN KOMPETITIF Anwar, Chairul; Bunga, Sri; Repal, Joni; Harahap, Amin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6111

Abstract

In the era of globalization and increasingly fierce business competition, organizations are required to manage their human resources strategically to achieve competitive advantage. This study aims to analyze the role of recruitment, selection, competency development, and training systems within Human Resource Management (HRM) in enhancing organizational competitiveness. The research method used is a literature review with a descriptive and exploratory approach, analyzing ten relevant scientific articles from both national and international journals. The findings indicate that an effective, objective, and competency-based recruitment and selection system helps organizations acquire suitable candidates aligned with their values and needs. Furthermore, structured and continuous training and competency development significantly improve employee productivity, loyalty, and adaptability. These findings are supported by various national and international studies consistently showing a positive correlation between effective HRM practices and increased organizational competitiveness. An integrated HRM strategy not only enhances individual performance but also creates organizational value that is difficult for competitors to replicate. Therefore, recruitment, selection, training, and competency development systems should not merely be seen as administrative functions, but as strategic investments that play a vital role in achieving long-term competitive advantage. This study provides theoretical and practical contributions for organizations in designing adaptive and result-oriented HRM policies and practices. ABSTRAK Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, organisasi dituntut untuk mengelola sumber daya manusianya secara strategis guna mencapai keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem rekrutmen, seleksi, pengembangan kompetensi, dan pelatihan dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM) terhadap pencapaian keunggulan kompetitif organisasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif terhadap sepuluh artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem rekrutmen dan seleksi yang efektif, objektif, dan berbasis kompetensi mampu menjaring kandidat yang tepat sesuai kebutuhan organisasi. Selanjutnya, pelatihan yang berkelanjutan serta pengembangan kompetensi yang terstruktur terbukti meningkatkan produktivitas, loyalitas, dan adaptabilitas karyawan. Temuan ini diperkuat oleh berbagai penelitian, baik nasional maupun internasional, yang secara konsisten menunjukkan adanya korelasi positif antara praktik MSDM yang efektif dan peningkatan daya saing perusahaan. Strategi MSDM yang terintegrasi tidak hanya meningkatkan kinerja individu, tetapi juga menciptakan nilai tambah organisasi yang sulit ditiru pesaing. Oleh karena itu, sistem rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan pengembangan kompetensi bukan sekadar fungsi administratif, melainkan merupakan investasi strategis yang berperan penting dalam pencapaian keunggulan kompetitif jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan dan implementasi MSDM yang adaptif dan berorientasi hasil.
KOPI DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL: SIMBOLISME DAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT ACEH Chairiyani, Rina Patriana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6134

Abstract

Coffee and Acehnese society are two inseparable entities. Coffee has become an integral part of the social and cultural life of the local community. This study aims to reveal the meaning of coffee in the context of local wisdom in Acehnese society through a qualitative approach using descriptive analysis methods. Data collection was conducted through a systematic literature review, including a review of textbooks, academic journals, and previous studies relevant to the research topic. The data obtained were then analyzed in depth to identify the philosophical values embedded in Aceh's coffee traditions. The results of the study show that coffee in Acehnese society is not merely a beverage (kuphi/kopi), but also encompasses the practices of serving and consuming it (jeumpet kuphi/ngopi) as well as the social spaces where these interactions take place (keude kuphi/kedai kopi). These three dimensions reflect the local wisdom of Acehnese society, which emphasizes traditional values, hospitality, friendliness, and social solidarity. These findings reinforce the argument that coffee is not merely a commodity but also a medium that strengthens social cohesion and cultural identity in the daily lives of Acehnese society. ABSTRAK Kopi dan masyarakat Aceh merupakan dua entitas yang tidak terpisahkan. Kopi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kopi dalam konteks kearifan lokal masyarakat Aceh melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur sistematis yang mencakup studi pustaka terhadap buku-buku teks, jurnal akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi kopi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dalam masyarakat Aceh tidak sekadar berfungsi sebagai minuman (kuphi/kopi), melainkan juga mencakup praktik penyajian dan konsumsinya (jeumpet kuphi/ngopi) serta ruang sosial tempat interaksi tersebut berlangsung (keude kuphi/kedai kopi). Ketiga dimensi ini merefleksikan kearifan lokal masyarakat Aceh yang mengedepankan nilai-nilai tradisi, kedermawanan (hospitality), keramahan (friendliness), dan solidaritas sosial (social solidarity). Temuan ini memperkuat argumen bahwa kopi bukan hanya sebagai komoditas, melainkan juga sebagai medium yang memperkuat kohesi sosial dan identitas kultural masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari.
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT PEMBABATAN HUTAN SECARA LIAR DI KABUPATEN DOMPU (STUDI PADA BALAI KESATUAN PENGELOLAN HUTAN TOFFO PAJO SOROMANDI) Astuti, Puja; Mustamin, Mustamin; Dermawan S, M. Ariy
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6151

Abstract

This study aims to analyze the role of local governments in preventing environmental damage due to illegal logging in Dompu Regency, with a focus on policy implementation through the Toffo Pajo Soromandi Forest Management Unit (BKPH). Using a descriptive qualitative approach and the Van Meter and Van Horn policy implementation model, this study evaluates six main variables: policy standards and objectives, resources, inter-organizational communication, implementer characteristics, implementer attitudes, and social, economic, and political environmental conditions. The results show that local governments have implemented various preventive and repressive strategies, such as forest patrols, counseling, area rehabilitation, and the formation of Forest Police Partners. However, limited human resources and logistics, low public awareness, and geographical challenges are the main obstacles in policy implementation. Even so, cross-sector synergy and participatory approaches show great potential in strengthening forest protection. Therefore, strengthening the aspects of resources, institutional collaboration, and community economic empowerment is needed to realize sustainable forest management at the regional level. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah daerah dalam mencegah kerusakan lingkungan akibat pembabatan hutan secara liar di Kabupaten Dompu, dengan fokus pada implementasi kebijakan melalui Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Toffo Pajo Soromandi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, penelitian ini mengevaluasi enam variabel utama: standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik pelaksana, sikap pelaksana, serta kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan berbagai strategi preventif dan represif, seperti patroli hutan, penyuluhan, rehabilitasi kawasan, dan pembentukan Mitra Polisi Kehutanan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, rendahnya kesadaran masyarakat, serta tantangan geografis menjadi kendala utama dalam pelaksanaan kebijakan. Meski begitu, sinergi lintas sektor dan pendekatan partisipatif menunjukkan potensi besar dalam memperkuat perlindungan hutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada aspek sumber daya, kolaborasi kelembagaan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan di tingkat daerah.
PENGARUH VARIASI ARUS LAS SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK & BENDING PADA MATERIAL BAJA ST 42 Romadhon, Muhammad Firly; Mufarida, Nely Ana; Kosjoko, Kosjoko
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6312

Abstract

Shielded Metal Arc Welding (SMAW) is an essential metal joining process in the manufacturing and construction industries. The background of this research is the importance of knowing the correct welding parameters to ensure joint quality. The focus of this study is to analyze the effect of variations in electrical current on the tensile and bending strength of ST 42 steel. The research phase involved welding specimens using E6013 electrodes at three different current variations: 95 A, 105 A, and 115 A. The specimens were then tested for strength through tensile testing to obtain strength, stress, and strain data. The main findings indicate that current variation significantly affects the material's mechanical properties. The highest tensile test results were achieved using a current of 105 A, with an average maximum stress of 229.083 MPa and a strain of 4.99%. On the other hand, the lowest strength was produced by a current of 95 A. Thus, it can be concluded that a current of 105 A is the most optimal parameter among the variations tested to obtain a welded joint with the highest tensile strength in ST 42 steel. ABSTRAKPengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan proses penyambungan logam yang esensial dalam industri manufaktur dan konstruksi. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya mengetahui parameter pengelasan yang tepat untuk menjamin kualitas sambungan. Fokus masalah dalam studi ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi arus listrik terhadap kekuatan tarik dan *bending* pada material baja ST 42. Tahapan penelitian dilakukan dengan mengelas spesimen menggunakan elektroda E6013 pada tiga variasi arus berbeda, yaitu 95 A, 105 A, dan 115 A. Selanjutnya, spesimen tersebut diuji kekuatannya melalui pengujian tarik untuk memperoleh data kekuatan, tegangan, dan regangan. Temuan utama menunjukkan bahwa variasi arus berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik material. Hasil uji tarik tertinggi dicapai pada penggunaan arus 105 A, dengan rata-rata tegangan maksimal sebesar 229,083 MPa dan regangan 4,99%. Sebaliknya, kekuatan terendah dihasilkan oleh arus 95 A. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa arus 105 A merupakan parameter paling optimal di antara variasi yang diuji untuk mendapatkan sambungan las dengan kekuatan tarik tertinggi pada baja ST 42.
MULTILINGUALISME PADA GENERASI Z DAN UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA Herdiani, Rizki; Amir, Johar; Satriani, Irma; Candra Dewi, Anita; Fitri, Sakinah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6331

Abstract

Multilingualism is becoming increasingly prominent among Generation Z, who are growing up amid globalization and digital technological advancement. While many studies have separately examined language shift or language maintenance, few have specifically explored the relationship between multilingual practices among Generation Z and the preservation of regional languages, particularly in linguistically diverse areas such as South Sulawesi. This study aims to describe the patterns of first, second, and third language use among Generation Z and explore their connection to language maintenance efforts. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, questionnaires, and interviews with 60 respondents aged 18–20 from various regions in South Sulawesi. The findings reveal that 63.3% of respondents use Indonesian as their first language, followed by Bugis (18.3%), Makassarese (15%), and others. For the second language, respondents tend to use regional languages, while English dominates as the third language (65%). These results indicate a shift in regional languages from the position of mother tongue to second or third language. However, there is still evidence of preservation efforts through the use of regional languages within family and social settings. These findings provide a foundation for the formulation of linguistic and educational policies that promote regional language revitalization, and they enrich theoretical understanding of multilingual dynamics in the digital era. ABSTRAK Multilingualisme merupakan fenomena yang semakin menonjol di kalangan Generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Meskipun banyak penelitian membahas pergeseran bahasa atau pemertahanan bahasa secara terpisah, masih sedikit yang mengkaji hubungan antara praktik multilingualisme Generasi Z dan pelestarian bahasa daerah, khususnya di wilayah dengan keragaman bahasa seperti Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan bahasa pertama, kedua, dan ketiga di kalangan Generasi Z serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan upaya pemertahanan bahasa daerah. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, angket, dan wawancara terhadap 60 responden usia 18–20 tahun dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, disusul Bugis (18,3%), Makassar (15%), dan lainnya. Sebagai bahasa kedua, responden cenderung menggunakan bahasa daerah, sementara bahasa Inggris dominan sebagai bahasa ketiga (65%). Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran bahasa daerah dari posisi bahasa ibu menjadi bahasa kedua atau ketiga. Namun, tetap terdapat indikasi upaya pelestarian melalui penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan keluarga dan sosial. Temuan ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan linguistik dan pendidikan yang mendorong revitalisasi bahasa daerah, serta memperkaya pemahaman teoretis tentang dinamika multilingualisme di era digital.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN AKADEMIK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA UNTUK MEREKOMENDASIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Samsudin, Widi; Fardah, Fagar Pertiwi; Rahman, RZ; Syahril, M.; Sahri, Yulian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6383

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the influence of academic service quality and promotion on student satisfaction, as well as its implications for students’ intention to recommend Universitas Muhammadiyah Palembang. The primary focus of this research is to determine the extent to which service quality and promotion contribute to shaping students’ positive perceptions of the institution, which ultimately affects their loyalty through the intention to recommend. This research employs a quantitative method with an associative approach to examine the relationships between variables within a single model framework. The study uses a survey method by distributing closed-ended questionnaires to respondents using a 5-point Likert scale. The population consists of all active students at Universitas Muhammadiyah Palembang, with a sample of 120 students selected through purposive sampling. Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS version 26. The regression test results indicate that academic service quality and promotion have a positive and significant effect on student satisfaction. Furthermore, student satisfaction also has a proven positive and significant effect on their intention to recommend the university. These findings suggest that improving academic service quality and implementing effective promotional strategies are key factors in fostering student satisfaction and loyalty as campus ambassadors. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan akademik dan promosi terhadap kepuasan mahasiswa, serta implikasinya terhadap niat mahasiswa untuk merekomendasikan Universitas Muhammadiyah Palembang. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kualitas layanan dan promosi dalam membentuk persepsi positif mahasiswa terhadap institusi, yang pada akhirnya memengaruhi loyalitas mereka melalui niat merekomendasikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, yaitu untuk melihat hubungan antarvariabel dalam satu kerangka model. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner tertutup kepada responden menggunakan skala Likert 1–5. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Palembang, dengan jumlah sampel sebanyak 120 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa kualitas layanan akademik dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Selanjutnya, kepuasan mahasiswa juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat mahasiswa untuk merekomendasikan universitas. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan akademik dan strategi promosi yang efektif menjadi kunci penting dalam membangun kepuasan dan loyalitas mahasiswa sebagai duta kampus.
DIMENSI-DIMENSI ISLAM: AKIDAH, ISLAM, DAN IHSAN DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS Shera, Shera; Destyaningsi, Rosalina; Noviani, Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i3.6389

Abstract

At this time, the value of spirituality in a person is still considered lacking and vulnerable, through the main dimensions in Islam, namely the dimensions of faith, Islam and ihsan, which have their respective roles are needed because they can increase individual spirituality which can help bring closer to God, strengthen faith, and provide peace of mind. This journal analyzes the main dimensions of Islam, namely creed, Islam, and ihsan, and their relationship in the perspective of spirituality in a person. In the Islamic view, belief is related to faith, which is a sincere belief in al-arkan al-iman. Islam itself means obedience to Allah SWT and following His laws sourced from the Qur'an and as-sunnah. Meanwhile, the ihsan dimension in Islamic teachings includes various actions such as helping each other, cooperating, giving alms, upholding justice and truth, and showing other positive attitudes that involve interactions between individuals. This study aims to explore the relationship between these three dimensions and how they influence the formation of a Muslim's spiritual personality. Using a desk research approach, this study shows that the incorporation of these three dimensions not only strengthens faith, but also deepens spiritual experiences that can improve one's quality of life.  The result of this study is that the dimensions of Islam which include ABSTRAKPada saat ini, nilai spiritualitas dalam diri seseorang masih dianggap kurang dan rentan, melalui dimensi-dimensi utama dalam islam yaitu dimensi akidah, islam dan ihsan yang memiliki peran masing-masing sangat diperlukan karena dapat menambah kespirtiualitasan individu yang dapat membantu mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat iman, dan memberikan ketenangan jiwa. Jurnal ini menganalisis dimensi-dimensi utama dalam Islam, yaitu akidah, Islam, dan ihsan, serta keterkaitannya dalam perspektif spiritualitas pada diri seseorang. Dalam pandangan Islam, akidah berkaitan dengan iman, yang merupakan keyakinan tulus terhadap al-arkan al-iman. Islam sendiri berarti ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti hukum-Nya yang bersumber dari Al-Qur’an dan as-sunnah. Sementara itu, dimensi ihsan dalam ajaran Islam mencakup berbagai tindakan seperti saling membantu, bekerja sama, memberi sedekah, menegakkan keadilan dan kebenaran, serta menunjukkan sikap positif lainnya yang melibatkan interaksi di antara individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ketiga dimensi tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian spiritual seorang muslim. Dengan menggunakan pendekatan penelitian pustaka, studi ini menunjukkan bahwa penggabungan ketiga dimensi ini tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga memperdalam pengalaman spiritual yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.  Hasil dari penelitian ini menghasilkan yaitu dimensi-dimensi Islam yang meliputi akidah, Islam, dan ihsan merupakan aspek yang sangat penting dalam konteks spiritualitas, yang mencakup elemen-elemen seperti pikiran, nafsu, jiwa, dan hati. Tujuan utamanya adalah untuk membangun fondasi iman dan keyakinan seseorang kepada Allah SWT yang memainkan peran penting dalam menjalin hubungan antara manusia dan pencipta mereka.