cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 584 Documents
DARI LATIHAN KESEIMBANGAN KE PERFORMA OKUPASIONAL: PENGARUH LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP MOBILITAS FUNGSIONAL LANSIA Puspitosari, Aniek; Nurhidayah, Ninik
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10055

Abstract

ABSTRACT Decline in balance among older adults is one of the main factors that increases the risk of falls and reduces functional mobility as well as independence in activities of daily living. Balance training in the form of Square Stepping Exercise (SSE) is one of the exercise interventions that has the potential to improve balance and movement coordination in older adults. This study aimed to analyze the effect of SSE balance training on the functional mobility of older adults. The study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 24 older adults selected using a purposive sampling technique. Functional mobility, indicated by balance performance, was measured using the Berg Balance Scale (BBS) before and after the intervention. The SSE intervention was administered over 12 sessions within 6 weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. The results showed an improvement in balance scores after the intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of SSE balance training on the functional mobility of older adults. In conclusion, SSE balance training is effective in improving balance in older adults and has the potential to enhance functional mobility as well as independence in daily activities. ABSTRAK Penurunan keseimbangan pada lansia merupakan salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan mobilitas fungsional serta kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Latihan keseimbangan berupa Square Stepping Exercise (SSE) merupakan salah satu intervensi latihan yang berpotensi meningkatkan keseimbangan dan koordinasi gerak lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan keseimbangan SSE terhadap mobilitas fungsional lansia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 24 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran mobilitas fungsional lansia dengan indikator keseimbangan dilakukan menggunakan instrumen Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi SSE diberikan selama 12 sesi dalam 6 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor keseimbangan setelah intervensi dengan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian latihan keseimbangan SSE terhadap mobilitas fungsional lansia. Latihan keseimbangan SSE efektif dalam meningkatkan keseimbangan lansia dan berpotensi meningkatkan mobilitas fungsional serta kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
PENGARUH PRESENSI ONLINE, SISTEM REWARD, DAN SISTEM PUNISHMENT, TERHADAP DISIPLIN KERJA ASN DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PONOROGO Sari, Asti Diana; Pradana, Galih Wahyu; Ma’ruf, Muhammad Farid; Eprilianto, Deby Febriyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10125

Abstract

This study aims to analyze the effect of online attendance, reward systems, and punishment systems on the work discipline of Civil Servants (ASN) at the Regional Secretariat of Ponorogo Regency. The background of this research is based on the fact that disciplinary problems among civil servants are still found even though an online attendance system and reward and punishment policies have been implemented. This study uses a quantitative approach with a survey method through questionnaires distributed to 120 civil servants at the Regional Secretariat of Ponorogo Regency. The data were analyzed using the Partial Least Square (PLS) method with the assistance of the SmartPLS application.mThe results show that online attendance has a positive and significant effect on the work discipline of civil servants, with a path coefficient of 0.604, a T-statistic of 6.054, and a P-value of 0.000. The punishment system also has a positive and significant effect on work discipline, with a coefficient of 0.241, a T-statistic of 2.317, and a P-value of 0.021. In contrast, the reward system has a negative and significant effect on work discipline, with a coefficient of -0.198, a T-statistic of 2.102, and a P-value of 0.036. The R-square value of 0.598 indicates that the three variables explain 59.8% of the variance in civil servants’ work discipline, while the remaining 40.2% is influenced by other factors outside the research model. In conclusion, online attendance and punishment systems contribute to improving the work discipline of civil servants, while the reward system needs to be evaluated to ensure it is more objective and performance-based. Future research is recommended to include additional variables and expand the research scope to obtain more comprehensive results. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh presensi online, sistem reward, dan sistem punishment terhadap disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo. Permasalahan penelitian dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya tingkat kedisiplinan ASN yang belum optimal meskipun telah diterapkan sistem presensi Online serta kebijakan reward dan punishment. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 120 ASN di Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presensi online berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja ASN dengan koefisien jalur sebesar 0,604, T-Statistic 6,054, dan P-Values 0,000. Sistem punishment juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja dengan koefisien sebesar 0,241, T-Statistic 2,317, dan P-Values 0,021. Sebaliknya, sistem reward berpengaruh negatif dan signifikan terhadap disiplin kerja dengan koefisien sebesar -0,198, T-Statistic 2,102, dan P-Values 0,036. Nilai R-square sebesar 0,598 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 59,8% variasi disiplin kerja ASN, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa presensi online dan sistem punishment berperan dalam meningkatkan disiplin kerja ASN, sedangkan sistem reward perlu dievaluasi agar penerapannya lebih objektif dan berbasis kinerja. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain serta memperluas objek penelitian untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
PENGARUH KNOWLEDGE MANAGEMENT TERHADAP KINERJA BLUD PUSKESMAS DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (BSC) Asri, Muhammad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10227

Abstract

This study aims to analyze the effect of knowledge management on the performance of BLUD community health centers (Puskesmas) using the Balanced Scorecard (BSC) approach, covering financial, customer, internal business process, and learning and growth perspectives. This research employed a quantitative approach using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The sample consisted of 40 respondents, including healthcare personnel and managerial staff at BLUD Puskesmas in Ternate City, selected through purposive sampling. The results indicate that knowledge management has a positive and significant effect on organizational performance, with a path coefficient of 0.987 and a significance level of p < 0.05, demonstrating a strong contribution to performance improvement. Effective implementation of knowledge management enhances operational efficiency, service quality, and organizational adaptability. Furthermore, the BSC approach provides a comprehensive and integrated framework for evaluating both financial and non-financial performance. The findings imply that strengthening knowledge management practices, particularly in fostering knowledge-sharing culture and optimizing information technology, is essential for improving healthcare service performance. Theoretically, this study contributes to the development of knowledge management literature in the public health sector. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh knowledge management terhadap kinerja BLUD Puskesmas menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC) yang mencakup perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang merupakan tenaga kesehatan dan staf manajerial di BLUD Puskesmas Kota Ternate, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa knowledge management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi dengan nilai koefisien sebesar 0,987 dan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan bahwa peningkatan pengelolaan pengetahuan berkontribusi secara kuat terhadap peningkatan kinerja Puskesmas. Implementasi knowledge management terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta kapasitas adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan. Selain itu, pendekatan BSC memberikan gambaran kinerja yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan aspek finansial dan nonfinansial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan sistem knowledge management, terutama dalam pengembangan budaya berbagi pengetahuan dan pemanfaatan teknologi informasi, menjadi strategi penting dalam meningkatkan kinerja layanan kesehatan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian manajemen pengetahuan di sektor publik, khususnya layanan kesehatan berbasis BLUD.
ANALISIS FAKTOR SOSIAL PENYEBAB RENDAHNYA KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA Handayani, Febby Rahmah; Ramadani, Oktapia; Anjuani, Cantika Aprilin; Romiaty, Romiaty
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10305

Abstract

Self-confidence is a fundamental psychological aspect that determines the quality of adolescents’ social, emotional, and academic development. Low self-confidence among adolescents has become a serious concern in the guidance and counseling literature due to its broad impact on long-term psychological well-being. This study aims to systematically analyze social factors contributing to low self-confidence in adolescents based on a review of relevant and recent scientific literature. The study focuses on five main social factors: peer environment, family dynamics, experiences of bullying, social media exposure, and school interactions. This research employs a systematic literature review method following the PRISMA guidelines. Literature sources were obtained from Google Scholar, GARUDA, and SINTA databases, covering publications from 2020 to 2026. The findings indicate that these five social factors consistently contribute to low self-confidence in adolescents through interconnected psychological mechanisms. Bullying experiences have the most intense and long-lasting psychological impact, while family dynamics serve as the most fundamental foundation in shaping self-confidence. This study concludes that ecological and integrated intervention approaches involving families, schools, and communities are essential to sustainably enhance adolescents’ self-confidence. ABSTRAK Kepercayaan diri merupakan aspek psikologis fundamental yang menentukan kualitas perkembangan sosial, emosional, dan akademik remaja. Rendahnya kepercayaan diri pada remaja telah menjadi perhatian serius dalam literatur bimbingan dan konseling karena dampaknya yang luas terhadap kesejahteraan psikologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis faktor-faktor sosial yang menjadi penyebab rendahnya kepercayaan diri pada remaja berdasarkan kajian terhadap literatur ilmiah yang relevan dan mutakhir. Kajian difokuskan pada lima faktor sosial utama, yaitu: lingkungan pertemanan, dinamika keluarga, pengalaman bullying, paparan media sosial, dan interaksi di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur sistematis (systematic literature review) dengan mengacu pada panduan PRISMA. Sumber literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, GARUDA, dan SINTA dengan rentang tahun publikasi 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima faktor sosial tersebut secara konsisten terbukti berkontribusi terhadap rendahnya kepercayaan diri remaja melalui mekanisme psikologis yang saling berkaitan. Pengalaman bullying menghasilkan dampak psikologis paling intens dan bertahan lama, sementara dinamika keluarga merupakan fondasi akar yang paling mendasar dalam pembentukan kepercayaan diri. Simpulan kajian ini menegaskan perlunya pendekatan intervensi yang bersifat ekologis dan terpadu yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja secara berkelanjutan.
REKONSTRUKSI HAK KONSTITUSIONAL MASYARAKAT ADAT ATAS WILAYAH KELOLA RAKYAT DALAM PARADIGMA UU CIPTA KERJA: DIALEKTIKA INVESTASI DAN KEDAULATAN RUANG HIDUP Hertanto, Yudhi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10444

Abstract

This study analyzes the tension between accelerated investment through National Strategic Projects (PSN) in Law Number 6 of 2023 (the Job Creation Law) and the constitutional rights of indigenous peoples (MHA). Following Constitutional Court Decision No. 35/PUU-X/2012, customary forests have been normatively separated from state forests. However, the Job Creation Law introduces a centralized risk-based licensing and land acquisition mechanism that has the potential to marginalize local living space sovereignty. Using a juridical-normative research method through legislative and conceptual approaches, this study finds normative inconsistencies between the spirit of constitutional recognition and administrative formalism in the derivative regulations of the Omnibus Law. The study recommends legal reconstruction through the adoption of substantive Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) principles and the zoning of indigenous territories (Red, Yellow, and Green Zones) to balance national development interests with the protection of traditional rights. A paradigm shift from state-centric to community-based protection is essential to avoid the escalation of structural agrarian conflicts. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis ketegangan antara percepatan investasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 (UU Cipta Kerja) dengan hak konstitusional masyarakat hukum adat (MHA). Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012, status hutan adat secara normatif telah dipisahkan dari hutan negara. Namun, UU Cipta Kerja memperkenalkan mekanisme sentralisasi perizinan berbasis risiko dan pengadaan tanah yang berpotensi memarginalkan kedaulatan ruang hidup lokal. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis-normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan adanya inkonsistensi normatif, antara semangat pengakuan konstitusional dengan formalisme administratif dalam regulasi turunan Omnibus Law. Hasil penelitian merekomendasikan rekonstruksi hukum melalui pengadopsian prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) yang substantif dan pembagian zonasi wilayah adat (Zona Merah, Kuning, Hijau) untuk menyeimbangkan kepentingan pembangunan nasional dengan perlindungan hak tradisional. Transformasi paradigma dari state-centric menuju community-based protection menjadi prasyarat mutlak guna menghindari eskalasi konflik agraria struktural.  
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SEPAK SILA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KETERAMPILAN SEPAK SILA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER SEPAK TAKRAW DI SMA Maulana, Rahmat; Subakti, Subakti; Zainuddin, Fadli
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10464

Abstract

ABSTRACT The problem addressed in this study stems from the suboptimal sepak sila skills of students participating in the sepak takraw extracurricular program at SMAN 4 Sumbawa, which is presumed to be related to the training methods applied. This study aims to analyze the differences in the effects of direct and indirect sepak sila training methods on improving students’ sepak sila skills. The research employed an experimental approach using a matched by subject design, involving 14 students who were divided into two treatment groups through a total sampling technique. The instrument used was a sepak sila skill test, and the data were analyzed using parametric statistical tests to examine the differences in the effects of the training methods. The results indicate that both training methods significantly improved students’ skills; however, the indirect sepak sila training method resulted in a greater improvement compared to the direct method. These findings suggest that training involving gradual control and movement adjustment processes is more effective in enhancing basic technical skills. Therefore, the indirect training method can be recommended as a more effective approach in sepak takraw learning, particularly in improving students’ sepak sila skills. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari belum optimalnya keterampilan sepak sila siswa pada kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw di SMAN 4 Sumbawa, yang diduga berkaitan dengan metode latihan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara latihan sepak sila langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan keterampilan sepak sila siswa. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan matched by subject design, melibatkan 14 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan sepak sila, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik untuk melihat perbedaan pengaruh antar metode latihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang signifikan terhadap keterampilan siswa, namun metode latihan sepak sila tidak langsung memberikan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan metode langsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan yang melibatkan proses kontrol dan penyesuaian gerak secara bertahap lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar. Dengan demikian, metode latihan tidak langsung dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam pembelajaran sepak takraw, khususnya dalam meningkatkan keterampilan sepak sila siswa.
PENGARUH LATIHAN PASSING DIAMOND TERHADAP KEMAMPUAN PASSING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PERSISAM FC TALIWANG KAB SUMBAWA BARAT TAHUN 2023 Fanzuri, Izam; Musrifin, Arif Yanuar; Bausad, Andi Anshari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10468

Abstract

ABSTRACT Football requires optimal mastery of basic techniques, particularly passing ability as a key element in building effective gameplay patterns. This study aims to examine the effectiveness of diamond passing training in improving the passing ability of football players at Persisam FC Taliwang, West Sumbawa Regency. The study employed an experimental approach using a one group pretest-posttest design, involving 15 players selected through a purposive sampling technique. Data were collected using a passing-stopping test, and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement after the treatment, indicated by a t-value of 4.773, which exceeded the t-table value of 1.761 at a 5% significance level. Quantitatively, there was an average increase of 1.60 points, or approximately 20.5% compared to the initial condition. These findings indicate that the applied training method was effective in enhancing passing accuracy, movement coordination, and decision-making speed in dynamic game situations. Based on these findings, it can be concluded that diamond passing training is an effective strategy for improving players’ passing ability. This method has the potential to serve as an alternative, more varied and contextual training approach for coaches in designing training programs, particularly in the development of players’ fundamental technical skills. ABSTRAK Sepak bola menuntut penguasaan teknik dasar yang optimal, khususnya kemampuan passing sebagai elemen kunci dalam membangun pola permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas latihan passing diamond dalam meningkatkan kemampuan passing pemain sepak bola Persisam FC Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 15 pemain yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes passing-stopping, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah perlakuan diberikan, ditunjukkan oleh nilai t-hitung sebesar 4,773 yang melampaui t-tabel 1,761 pada taraf signifikansi 5%. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 1,60 poin atau sekitar 20,5% dibandingkan kondisi awal. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan yang diterapkan mampu meningkatkan ketepatan operan, koordinasi gerak, serta kecepatan pengambilan keputusan pemain dalam situasi permainan yang dinamis. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan passing diamond efektif digunakan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan passing pemain sepak bola. Metode ini berpotensi menjadi alternatif pendekatan latihan yang lebih variatif dan kontekstual bagi pelatih dalam menyusun program latihan, khususnya dalam pengembangan keterampilan teknik dasar pemain.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KECEMASAN BERTANDING TERHADAP MENTAL TOUGHNESS PEMAIN FUTSAL Anugrah, Rendi Diski; Kesumah, Dadang Warta Chanra Wira; Muliyani, Sri Erny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10470

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between self-confidence and competitive anxiety with mental toughness among school-level futsal players. Mental toughness is considered a crucial factor that determines an athlete’s ability to cope with competitive pressure and maintain performance consistency. The study employed a quantitative approach with a correlational design involving 20 futsal players as the research sample. Data were collected using psychological scales and analyzed through multiple linear regression to examine the relationships among variables. The results indicate that, simultaneously, self-confidence and competitive anxiety have a significant relationship with mental toughness. However, partially, both variables do not show a significant relationship, suggesting that psychological factors influencing mental toughness do not operate independently but interact with one another. These findings reveal that relationships among psychological variables in sports contexts are complex and not always linear. This study emphasizes that athletes’ mental toughness is better understood through a multidimensional approach that considers the interaction of various psychological factors simultaneously. The practical implication of these findings highlights the need for integrated mental training strategies, such as strengthening self-confidence while managing competitive anxiety in game situations. Therefore, this study contributes to enriching the field of sport psychology, particularly in understanding the dynamics of psychological factors among school-level futsal athletes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kepercayaan diri dan kecemasan bertanding dengan mental toughness pada pemain futsal tingkat sekolah. Ketangguhan mental dipandang sebagai faktor penting yang menentukan kemampuan atlet dalam menghadapi tekanan kompetitif dan menjaga konsistensi performa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 20 pemain futsal yang dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui skala psikologis dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kepercayaan diri dan kecemasan bertanding memiliki hubungan yang signifikan dengan mental toughness. Namun, secara parsial kedua variabel tersebut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa pengaruh faktor psikologis terhadap ketangguhan mental bersifat tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi. Temuan ini memperlihatkan bahwa hubungan antarvariabel psikologis dalam konteks olahraga bersifat kompleks dan tidak selalu linear. Penelitian ini menegaskan bahwa mental toughness atlet lebih tepat dipahami melalui pendekatan multidimensional yang mempertimbangkan interaksi berbagai faktor psikologis secara bersamaan. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya strategi pembinaan mental yang bersifat terpadu, seperti penguatan kepercayaan diri sekaligus pengelolaan kecemasan dalam situasi kompetitif. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian psikologi olahraga, khususnya terkait dinamika faktor psikologis pada atlet futsal usia sekolah.
PENGARUH LATIHAN SHOOTING PASS BACK PASS DAN LATIHAN SHOOTING AFTER DRIBLE TERHADAP AKURASI SHOOTING KLUB MARS PRAYA LOMBOK TENGAH TAHUN 2023 Prayitno, Teguh Dwi; Syah, Herman; Imran, Ali
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10471

Abstract

ABSTRACT This study aims to evaluate the effectiveness of two training methods, namely shooting pass back pass and shooting after dribble, in improving the shooting accuracy of SSB Mars Praya U-15 players. The background of this research is based on the relatively low accuracy of shots on goal, which is associated with suboptimal ball contact technique. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a one group pretest–posttest design. All 20 players were involved as research subjects, and shooting ability was measured using a relevant skill test instrument. The results of the analysis indicate that both training methods significantly improved shooting accuracy. The shooting pass back pass training contributed more prominently to the initial improvement, while the shooting after dribble training played a role in strengthening individual skill consistency. Statistical testing revealed a significant difference between pretest and posttest results with a significance level of < 0.05. Based on these findings, it can be concluded that the combination of team-based and individual-based training methods is an effective strategy for improving the shooting accuracy of young soccer players. This study implies that structured and contextual training variations should be implemented in coaching programs to optimize the development of players’ technical skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua bentuk latihan, yaitu shooting pass back pass dan shooting after dribble, dalam meningkatkan ketepatan shooting pemain SSB Mars Praya U-15. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya akurasi tendangan ke arah gawang yang berkaitan dengan kurang optimalnya teknik perkenaan bola. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest–posttest. Seluruh pemain yang berjumlah 20 orang dilibatkan sebagai subjek penelitian, dengan pengukuran kemampuan shooting menggunakan instrumen tes keterampilan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang bermakna terhadap akurasi shooting. Latihan shooting pass back pass memberikan kontribusi peningkatan yang lebih menonjol pada tahap awal, sedangkan latihan shooting after dribble berperan dalam memperkuat konsistensi keterampilan individu. Pengujian statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan dengan tingkat signifikansi < 0,05. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kombinasi latihan berbasis kerja sama tim dan kemampuan individu merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan akurasi shooting pemain sepak bola usia muda. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa variasi metode latihan yang terstruktur dan kontekstual perlu diterapkan dalam program pembinaan untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan teknik pemain.
PENGARUH PROGRAM LATIHAN TERHADAP ASPEK FISIK KECEPATAN, KELINCAHAN DAN DAYA TAHAN: STUDI KASUS PADA TIM MAEH FC Marhaban, Lalu Yayan; Satrianingsih, Baiq; Syobri, Nazalus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10472

Abstract

ABSTRACT Futsal requires a high level of physical preparedness due to its fast-paced and dynamic nature, making the development of physical fitness components a crucial aspect of athlete training. This study aims to analyze the effect of a structured training program on improving the speed, agility, and endurance of MAEH FC futsal athletes. A quantitative approach was employed using a one group pretest-posttest design involving 11 athletes over a five-week training period. Measurements were conducted using a 30-meter sprint test, the Illinois Agility Test, and the Beep Test to evaluate changes in physical performance before and after the intervention. The results indicated significant improvements across all variables, as reflected by reduced time in speed and agility tests and increased VO₂max capacity in endurance. These findings suggest that a systematically designed training program can effectively enhance athletes’ physical performance. This study provides practical contributions as a reference for developing more effective and measurable training programs in futsal coaching at both club and educational levels. ABSTRAK Futsal menuntut kesiapan fisik yang tinggi karena karakter permainan yang cepat dan dinamis, sehingga peningkatan komponen kondisi fisik menjadi aspek penting dalam pembinaan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program latihan terstruktur terhadap peningkatan kecepatan, kelincahan, dan daya tahan atlet futsal MAEH FC. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 11 atlet sebagai subjek penelitian selama lima minggu pelatihan. Pengukuran dilakukan melalui tes lari 30 meter, Illinois Agility Test, dan Beep Test untuk mengevaluasi perubahan performa fisik sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan performa yang signifikan pada seluruh variabel, yang ditandai dengan penurunan waktu pada aspek kecepatan dan kelincahan serta peningkatan kapasitas VO₂max pada aspek daya tahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa program latihan yang dirancang secara sistematis mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan kondisi fisik atlet. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis sebagai dasar penyusunan program latihan yang lebih efektif dan terukur dalam konteks pembinaan futsal di tingkat klub maupun pendidikan.