cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
renjana@prospek.unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya No.22, Cakranegara Selatan, Kec. Cakranegara, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Renjana Pendidikan Dasar
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27470725     EISSN : 27757838     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Renjana Pendidikan Dasar merupakan wadah publikasi artikel-artikel hasil penelitian mahasiswa dan kajian studi literatur dalam bidang pendidikan dasar. Bidang pendidikan dasar ini mencakup model pembelajaran pendidikan dasar, evaluasi pembelajaran pada pendidikan dasar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, pendidikan karakter pada pendidikan dasar, pembelajaran tematik, pendidikan inklusi dan pendidikan mata pelajaran utama pada jenjang pendidikan dasar (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Matematika, serta Seni Budaya).
Articles 219 Documents
IMPLEMENTASI MODEL FRAGMENTED DALAM KURIKULUM MERDEKA DI KELAS 2 DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI 41 CAKRANEGARA Olivia, Gisca; Salsabila, Salsabila; Shakila, Shakila; Ermiana, Ida
Renjana Pendidikan Dasar Vol 4 No 4 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Banyak model pembelajaran terpadu yang biasanya digunakan oleh pendidik, salah satunya adalah model fragmented. Model fragmented (terpisah) merupakan model pembelajaran yang dimana kurikulum bahan pelajaran disajikan dalam bentuk subjek atau mata pelajaran yang utuh tanpa ada keterkaitan dengan mata pelajaran lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melengkapi penelitia-penelitian sebelumnya mengenai “Implementasi Model pembelajaran Fragmented” dan mendapatkan informasi mengenai bagaimana pengimplementasian model pembelajaran fragmented di kelas 2 pada mata pelajaran matematika. Metedologi penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pada penelitian yang dilakukan di SD Negeri 41 Cakranegara model pembelajaran fragmented ini sangat cocok digunakan dengan kurikulum merdeka terutama pada kelas 2 dalam mata pelajaran Matematika Sekolah Dasar, namun juga terdapat beberapa hambatan baik dalam proses perencanaan maupun dalam proses pelaksanaan pembelajaran.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN IMMERSED KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI 6 AMPENAN Fannisa, Anggi Amalia; Jumhari, Sutrisna; Gheniefa, Windani; Ermiana, Ida
Renjana Pendidikan Dasar Vol 4 No 4 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan pembelajaran terpadu memiliki beberapa jenis atau model, salah satu dari model tersebut adalah model immersed. Model pembelajaran immersed merupakan salah satu model yang berupaya untuk memadukan konsep pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik untuk membuat pembelajaran menjadi lebih relevan bagi peserta didik dan meminimalisir keterlibatan guru dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran immersed pada kelas V di SD Negeri 6 Ampenan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk mengidentifikasi fenomena yang dideskripsikan oleh partisipan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi dengan menggabungkan observasi partisipatif pasif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan sumber data adalah wali kelas V. Teknik analisis data mempergunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran immersed di SD Negeri 6 Ampenan telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi.
LABORATORY MANAGEMENT UPT SFT SMP NEGERI 27 MAKASSAR Samputri, Salma; Arif, Rifda Nur Hikmahwati; Lilianty, Yuni; Ramadhani, Reski
Renjana Pendidikan Dasar Vol 4 No 4 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to: 1) To find out the management of science laboratories at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar in the planning aspect. 2) To find out the management of science laboratories at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar in the aspect of implementation.3) To find out the management of science laboratories at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar in the evaluation aspect. The type of research in this article is descriptive using a quantitative approach at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar. The population in this study was UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar and the sample selected was the laboratory using the saturated sampling method. The research instruments and data collection techniques used were observation sheets. Descriptive statistical analysis is the analysis technique used in this study. The results showed that: on planning indicators, science laboratory management at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar was in the very poor category with a score of 24.24. Meanwhile, the implementation indicator shows that the science laboratory management at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar is in the insufficient category with a score of 35.29. Then, on evaluation indicators, science laboratory management at UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar is in the insufficient category with a score of 25.92.
MANAJEMEN LABORATORIUM UPT SPF SMP NEGERI 24 MAKASSAR Samputri, Salma; Arif, Rifda Nur Hikmahwati; Utari, Agnesia; Ramadhani, Rezki
Renjana Pendidikan Dasar Vol 4 No 4 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen laboratorium dengan indicator perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi di UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan instrumen non-test yaitu lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar. Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pada tahap perencanaan dilakukan kegiatan seperti membuat surat izin penelitian, menyiapkan rencana penelitian dan peralatan. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pengamatan langsung pada laboratorium dengan menggunakan isntrumen atau lembar observasi yang telah disiapkan. Pada tahap akhir dilakukan pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, pembahasan dan penyusunan hasil. Teknik analisis yang digunakan statistik deskriptif untuk mengukur persentase skor setiap aspek manajemen laboratorium. Hasil penelitian manajemen laboratorium di UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar dikategorikan pada kategori kurang dengan skor rata-rata 28,84. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa semua indikator, yaitu perencanaan yaitu 27,27 berada pada kategori kurang, pelaksanaan 33,33 berada pada kategeri kurang, dan evaluasi 25,92 berada pada kategori kurang. UPT SPF SMP Negeri 24 Makassar memperoleh skor rata-rata pada kategori kurang yang menunjukkan manajemen laboratorium kurang memenuhi standar.
KURIKULUM MERDEKA: KATALISATOR KREATIVITAS MELALUI PERAN VITAL GURU Wijaya, Tatag Punta
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran penting guru dalam proses pengembangan Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang mandiri dan kreatif. Dalam konteks pendidikan yang terus berkembang, guru berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran dengan tanggung jawab yang besar dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum yang mendorong kemandirian siswa. Melalui pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan potensi unik setiap siswa, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keterampilan, pengetahuan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pemimpin masa depan. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran guru dalam mengadaptasi metode pengajaran yang inovatif dan responsif terhadap dinamika kelas, sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses belajar. Dengan demikian, guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas. Artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana peran guru dapat dioptimalkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global.
ANALISIS PENERAPAN MODEL FRAGMENTED PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS III SDN 29 CAKRANEGARA Septi, Widya; Ermiana, Ida; Putri, Widiya Restu; Aini, Lizatul
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan model pembelajaran fragmented dalam mata pelajaran matematika di kelas III SDN 29 Cakranegara. Model fragmented merupakan pendekatan yang memecah materi menjadi segmen-segmen kecil yang disajikan secara bertahap, dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika yang abstrak. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Subjek penelitian meliputi guru yang mengajar matematika di kelas III dan siswa yang mengikuti pembelajaran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model fragmented efektif dalam membantu siswa memahami konsep dasar matematika, terutama pada topik yang kompleks seperti operasi hitung perkalian. Guru juga merasakan bahwa model ini mampu mengurangi beban kognitif siswa dan meningkatkan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran. Namun, perlu perencanaan yang lebih mendalam dan alokasi waktu yang lebih lama untuk setiap sesi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model fragmented merupakan pilihan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman matematika di tingkat sekolah dasar, asalkan didukung oleh perencanaan yang cermat dan penggunaan media pembelajaran yang memadai.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU MODEL INTEGRATED PADA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN 26 CAKRANEGARA Khaikal, Fiqril; Shofa, Sebrina Anggia; Azkia, Shalasul; Ermiana, Ida
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu model yang saat ini sedang dikembangkan dan diimplementasikan adalah Model Integrated. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran tematik terpadu model integrated pada mata pelajaran pendidikan pancasila khususnya di kelas IV di SDN 26 Cakranegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penggunaan teknik dalam pengumpulan data adalah dengan melakukan observasi dan wawancara. Data tersebut kemudian dianalisis untuk menggambarkan keberhasilan, kendala, serta solusi yang diperlukan dalam meningkatkan efektivitas penerapan model integrated di kelas IV SDN 26 Cakranegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran tematik terpadu model integrated di kelas IV SDN 26 Cakranegara berjalan dengan baik dalam hal keterlibatan siswa dan pencapaian tujuan pembelajaran, namun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh guru seperti kesulitan dalam mengelola kelas agar tetap kondusif, seperti adanya gangguan dari siswa yang kurang fokus dan berkelompok, serta tantangan dalam menyatukan berbagai topik dari mata pelajaran yang berbeda agar tetap relevan dengan tema yang sedang dibahas. Maka dari itu, untuk mengatasi kendala tersebut perlu adanya solusi yang harus dilakukan oleh guru tersebut, salah satunya adalah guru harus mampu membangkitkan perhatian peserta didik terhadap materi yang diajarkan, serta memanfaatkan berbagai media, model pembelajaran, dan sumber belajar yang bervariasi untuk menarik minat peserta didik.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK TIPE CONNECTED DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN 22 CAKRANEGARA Aulia, Rizka; Mafada, Triana Adela; Agisna, Ulya; Ermiana, Ida
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran tematik tipe connected atau keterhubungan, yaitu model pembelajaran yang mengaitkan antara satu konsep dengan konsep yang lain, satu topik dengan topik yang lain, satu keterampilan dengan keterampilan yang lain, tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan hari berikutnya, bahkan ide-ide di dalam satu disiplin ilmu. Model pembelajaan tipe connected ini diterapkan dengan tujuan agar peserta didik dapat lebih cepat memahami materi yang diajarkan oleh guru dengan memadukan beberapa keterampilan. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran terpadu tipe connected dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas 1 SD Negeri 22 Cakranegara. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik triangulasi atau gabungan dengan melaksanakan observasi partisipasi pasif, wawancara semiterstrukur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunaan model pembelajaran terpadu tipe connected digunakan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam pembalajaran Pendidikan Pancasila dengan mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dibahas pada saat itu, dengan tujuan agar peserta didik selalu mengingat materi pembelajaran yang pernah dibahas sebelumnya. Namun masih terdapat kendala dalam menerapkan model pembelajaran tersebut, seperti perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kesesuaian antara perencanaan yang dirancang oleh guru dalam modul ajar dengan pelaksanaan pembelajaran di kelas, yaitu dengan menggunakan model pembelejaran terpadu tipe connected (keterhubungan).
ANALISIS MODEL NESTED PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI LAMBANG DAN NAMA BILANGAN Mutasalsilah, Ameliah; Sulistiani, Selpi; Rahmi, Sevia; Firdauzi, Warda Hilya; Ermiana, Ida
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran terpadu tipe nested dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi lambang dan nama bilangan di Sekolah Dasar. Model nested merupakan pendekatan yang mengintegrasikan berbagai keterampilan belajar seperti keterampilan berpikir, sosial, dan mengorganisir dalam satu unit pembelajaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model nested dalam pembelajaran matematika materi lambang dan nama bilangan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bilangan. Siswa mampu menghubungkan simbol dan nama bilangan dengan lebih baik, serta menerapkannya dalam situasi nyata, seperti kegiatan berbelanja atau membaca waktu pada jam dinding. Namun, keberhasilan model ini sangat bergantung pada perencanaan yang matang dan penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan efektif. Dengan demikian, model nested dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran matematika di Sekolah Dasar, khususnya untuk materi lambang dan nama bilangan.
ANALISIS NILAI KEARIFAN LOKAL TAPSILA, KRAMA DAN GAMA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER SISWA Hadi , Ahmad Abdul; Maulida, Saskia; Widiawati, Ulfa; Fadlullah, Muhammad; Riskianingsih, Anisa; Sobri, Muhammad
Renjana Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Edisi Februari 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai kearifan lokal, yaitu tapsila, krama, dan gama, dalam pendidikan di SDN 7 Bentek, Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan 16 subjek, termasuk siswa, guru, dan tokoh adat. Metode dan instrumen pengumpulan data terdiri dari wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan subjek mengenai nilai-nilai kearifan lokal yang diterapkan di sekolah, sedangkan observasi digunakan untuk melihat langsung praktik-praktik pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai tersebut. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, di mana data yang diperoleh dari wawancara dan observasi untuk menemukan nilai-nilai yang muncul terkait penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tapsila berfungsi sebagai pedoman etika dalam interaksi sosial, krama memberikan struktur dalam hubungan antar individu, dan gama mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penerapan nilai-nilai ini di SDN 7 Bentek menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong perilaku positif di kalangan siswa.