cover
Contact Name
https://journal.uny.ac.id/index.php/epistema
Contact Email
monika.sidabutar@uny.ac.id
Phone
+62274586168
Journal Mail Official
epistema_ktpfip@uny.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Epistema
ISSN : -     EISSN : 27238199     DOI : https://doi.org/10.21831/ep.v2i1
Core Subject : Education,
Epistema is a showcase of original and scrupulously conducted research in educational technology. The scope includes curriculum development & course design, innovation in learning, technology in learning, digital technology in education, evaluation of technology application in education and etc. in addition, other studies that related to Educational Technology can also be published in this journal.
Articles 88 Documents
Penerapan Model Pembelajaran (PBM) Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA di Kelas V SD Katolik 1 Woloan Chrisnanda Y.Y. Kasenda; Widdy H.F. Rorimpandey; Amiana M. Mogot
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61346

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan peneliti di SD Katolik 1 Woloan khususnya kelas V yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 17 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan model pembelajaran berbasis masalah pada pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD KATOLIK 1 WOLOAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA bagi Siswa Kelas V SD KATOLIK 1 WOLOAN. PBM (pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga peserta didik dapat ,mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah dan sekaligus memiliki ketrampilan memecahkan masalah Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), menurut Kemmis dan Mc. Taggart (dalam Zainal Aqib, 2006:31) dengan empat tahap yaitu: perencanaan, pelasanaan tindakan, pengamatan, serta refleksi yang diterapkan dalam II siklus. Teknik Pengumpulan Data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Teknik Pengamatan (Observasi) dan Tes. Pengumpulan data dengan Teknik Pengamatan menggunakan Instrument Pengamatan. Sedangkan Tes dengan cara memberikan sejumlah Pertanyaan atau Evaluasi. Hasil pada siklus I diperoleh hasil belajar siswa 63,8% dari jumlah siswa 26 orang hanya 8 orang yang berhasil menerima materi dengan baik dan 12 orang siswa yang tidak berhasil. Dengan demikian setelah memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I maka penelitian pada siklus II memperoleh hasil belajar dengan presentase 92,3% atau dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di kelas V SD Katolik 1 Woloan maka dapat di simpulkan bahwa: penerapan model pembelajaran (pbm) dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang Perpindahan Panas Disekitar Kita di kelas V SD Katolik 1 Woloan dengan capaian siklus I sebesar 63,8% dan siklus II sebesar 92,3%.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SD Negeri 2 Tomohon Anggia Murni Liatahi; Mersty E. Rindengan; Fientje J. Oentoe; Risal Marentek
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III di SD Negeri 2 Tomohon dengan penerapan model pembelajaran talking stick. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan II siklus. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SD Negeri 2 Tomohon. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri II Tomohon yang berjumlah 28 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument penilaian dan tes hasil belajar dari siswa itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I setelah tindakan terlihat peningkatan tidak terlalu signifikan. Hasil yang diperoleh pada siklus I adalah 55,7% dikatakan belum mencapai ketuntasan klasikal dan hasil yang diperoleh pada siklus II adalah 85%. Dengan demikian hasil yang diperoleh pada siklus II mengalami peningkatan sehingga pelaksanaan tindakan dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas III SD Negeri 2 Tomohon.
Client Artwork to Understand Anxiety Difficulties: A Case Study Natri Sutanti; Yang Peng; Luky Kurniawan
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61802

Abstract

The case study aims to demonstrate a systematic reflective narration of a practice from a trainee person-centred therapist working with a client experiencing some anxiety difficulties through exploring the client’s artwork. The client, named ‘Jack’ for the purposes of this case study, was a white male aged 25 years old living with his parents. The therapist was the author of this case study and worked with Jack in 35 sessions. The researchers of this case study were Jack’s therapist, a fellow therapist and one of the outside counsellors. There were some important findings in this study 1) understanding the artwork could open the experience of client about his anxiety; 2) acknowledging the genuine intention when working with him was considerably effective to limit the expectation of making a perfect therapy and only focused on understanding his frame of reference; 3) unconditional positive regard took the most important part when working with Jack who experienced several anxiety difficulties; 4) acknowledging the different of the cultural background was also important to avoid the unintentional transfer of value which can interfere with the client process; and 5) the last is that being honest with the therapist in the reflective process in supervision and personal therapy was the best way to deal with practical issues in the placement.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Tomohon Eunike G.M. Mangundap; Deitje A. Katuuk; Non Norma Monigir; Deddy Kumolontang
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif CIRC. Model CIRC merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap anggota 4 sampai 5 orang siswa secara heterogen. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari beberapa tahapan diantaranya perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Tomohon yang berjumlah 18 siswa. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa metode yaitu observasi guru, observasi siswa dan tes. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I mendapat nilai rata-rata 60,83 dan pada siklus II mendapat nilai rata-rata 90,83 dan telah mencapai angka KKM. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC cocok digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Tomohon.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tematik bagi Siswa Kelas III SD Negeri 2 Tomohon Chabelita Kaat; Widdy H.F. Rorimpandey; Mayske R. Liando; Deddy Kumolontang
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Tematik melalui penerapan model pembelajaran Problem Solving pada siswa kelas III SD Negeri 2 Tomohon  Metode penelitian menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahap (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas III SD Negeri 2 Tomohon berjumlah 28 orang yang terdiri dari 15 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki.  Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar. Hasil belajar diperoleh melalui tes saat dilakukan tindakan mengalami peningkatan. Hasil yang diperoleh pada siklus I adalah 63,57 % dikatakan belum berhasil sedangkan hasil yang diperoleh pada siklus II adalah 86,42%. Dengan demikian hasil yang diperoleh mengalami penigkatan sehingga pelaksanaan tindakan dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran tematik menggunakan model pembelajaran Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa dikelas kelas III SD Negeri 2 Tomohon. Berdasarkan kesimpulan tersebut sangat diharapkan guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran dalam proses pembelajaran, dan diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar.
Hubungan Antara Interaksi Sosial dengan Konsep Diri Siswa Pasca Pandemi di SMA Negeri 1 Sewon Lintang Waskita Puri; Chici Pratiwi; Moh. Farozin; Budi Astuti; Martono Martono
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61336

Abstract

Konsep diri terdiri atas bagaimana cara kita melihat diri sendiri sebagai pribadi dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana yang kita harapkan. Setiap individu memiliki harapan untuk menjadi diri yang ideal. Siswa yang menilai dirinya secara negatif terbentuk melalui bentuk interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara individu atau lebih, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Apabila siswa mampu berinteraksi sosial dengan baik, maka akan mengarah pada suatu kerjasama dengan orang lain. Namun apabila siswa tidak bisa berinteraksi sosial dengan baik akan mengarah pada pertentangan atau pertikaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui“hubungan antara interaksi sosial dengan konsep diri siswa pasca pandemic di SMA Negeri 1 Sewon. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 282 siswa, sampel penelitian sejumlah 142 siswa dengan teknik proportionate stratified random sampling. Metode analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan nilai analisis koefisien korelasi (r) sebesar 0,652 dengan p value 0.000. Jika nilai (r) = 0,652 0,165 (r tabel) dengan p value 0,000 α = 0,05 maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dan teruji kebenarannya. Nilai determinan (r2) sebesar 0,425 memiliki arti bahwa besarnya interaksi sosial yang dapat diterangkan oleh konsep diri sebesar 42,5% dan sisanya sebesar 57,5% disebabkan oleh variabel lain di luar interaksi sosial. Demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara interaksi sosial dengan konsep diri siswa pasca pandemi di SMA Negeri 1 Sewon.
Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Ular Tangga Berkelompok pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Diah Ambarumi Munawaroh; Sisca Rahmadonna
Epistema Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i1.61344

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan implementasi metode pembelajaran ular tangga berkelompok sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar IPS materi Pluralisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan tingkah laku, tanggapan, tindakan individu dan kelompok dalam bentuk kata-kata dan bahasa, secara alamiah (natural). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII F MTs Negeri Kota Batu. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dimana semua data yang diperoleh akan dikelompokkan untuk selanjutkan direduksi dan disajikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran ular tangga berkelompok dapat : 1) memotivasi dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran; 2)  melatih keterampilan siswa dalam komunikasi, kolaborasi dan berfikir kreatif; 3) memunculkan kreativitas melalui kegiatan saling berbagi, bertukar pikiran dan mendapatkan manfaat dari berbagai ide; 4) digunakan dalam berbagai mata pelajaran dengan melakukan modifikasi dan penyesuaian pada karakteristik siswa dan karakteristik kelas.
Fenomena Pemanfaatan Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran Homeschooling Athayya Surabaya untuk Diversi Anak Anak Korban Kekerasan KDRT dan Kekerasan Bullying Kurnianti Herdiandari; Muhajir Muhajir; Sri Wahjuningtyas
Epistema Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v3i2.64014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran homeschooling Athayya Surabaya untuk diversi anak-anak korban kekerasan KDRT/kekerasan bullying. Latar belakang penelitian ini melibatkan isu serius yang dihadapi oleh anak-anak korban kekerasan, di mana mereka sering mengalami gangguan dalam pendidikan mereka akibat lingkungan yang tidak aman dan kurangnya interaksi sosial yang positif. Oleh karena itu, penelitian ini menggali potensi teknologi pendidikan dalam membantu anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying dalam mendapatkan pendidikan yang aman dan berdampak positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Kajian literatur terdahulu digunakan sebagai dasar pernyataan kebaruan ilmiah dari artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan dalam homeschooling Athayya Surabaya memberikan kontribusi yang signifikan dalam diversi anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying. Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam homeschooling menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak, meningkatkan motivasi belajar, memfasilitasi interaksi sosial, dan mendukung perkembangan akademik mereka. Temuan penelitian ini mendukung hipotesis yang diajukan. Namun, tantangan seperti aksesibilitas teknologi yang tidak merata dan kurangnya pemahaman teknologi dari guru dan orang tua/wali perlu diatasi agar pemanfaatan teknologi pendidikan dapat mencapai potensinya secara maksimal. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam diversi anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang efektif dalam memanfaatkan teknologi pendidikan untuk membantu anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan mendukung. Kolaborasi antara guru, orang tua/wali, dan pihak terkait juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi anak-anak tersebut.
Aplikasi Ethno-edugames (Bebentengan) Sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Meilani Fitri; Iwan Setia Kurniawan; Fitri Aryanti
Epistema Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i2.63733

Abstract

Penelitian dengan menggunakan media aplikasi ethno-edugames dalam proses pembelajaran dimaksudkan agar memperoleh informasi mengenai peningkatan hasil belajar siswa, karena secara umum anak-anak seusia pelajar sangat erat sekali dengan gawai dan games, dan oleh sebab itu peneliti melaksanakan penelitian melalui pemanfaatan kemajuan teknologi melalui aplikasi pembelajaran dengan mengadopsi konsep permainan tradisional bebentengan dari Indonesia yang secara umum metode pembelajaran semacam ini baru dilakukan dalam dunia pendidikan. Metode yang digunakan pada penelitian ini quasi eksperimental dengan desain nonequivalen kontrol grup, penelitian yang dilakukan menggunakan dua kelompok sampel siswa kelas 8. Perolehan dari hasil penelitian ini terjadi peningkatan pada setiap kelompok, namun kelompok eksperimen memiliki peningkatan hasil belajar lebih tinggi dengan n-gain 0,30 dan kelompok kontrol memperoleh nilai n-gain 0,10 dan berdasarkan hasil kuesioner persentase rata-rata kelompok kelas kontrol tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kelas eksperimen begitu pula dengan kuesioner respon siswa kelompok eksperimen terhadap penggunaan aplikasi ethno-edugames memperoleh rata-rata nilai baik dan sangat baik dari keempat indikator. Maka dari itu dapat diambil kesimpulan penggunaan aplikasi ethno-edugames dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 8.
The Influence of Technostress on Cyberslacking Among Emerging Adults University Students: An Indonesian Context Vania Ardelia
Epistema Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v4i2.63668

Abstract

The rapid development of technology implementation in the educational processes has brought benefits and challenges, especially for university students. These challenges would then cause students to experience technostress, which might lead to cyberslacking behavior in the classroom. Meanwhile, study on technostress and cyberslacking still needs to be expanded, especially among emerging adults. The emerging adult developmental stage requires tasks that could also lead to stress. Therefore, this research aimed to investigate the influence of technostress on cyberslacking among emerging adult university students. The current study surveyed 121 emerging adult university students using an online questionnaire. Participants completed the demographic scale, the Technostress scale, and the Cyberslacking scale. Data were analyzed using the Structural Equation Modelling (SEM) technique. Results showed a slight trend toward the significance of technostress in predicting cyberslacking behavior among emerging adult university students. Nevertheless, this study contributes to the currently limited studies on technostress and cyberslacking. Further suggestions include operationalizing the technostress definition and involving additional possible mediator variables.