cover
Contact Name
Rachmad Surya Muhandy
Contact Email
muhandy.rachmads@gmail.com
Phone
+6281248733789
Journal Mail Official
journal.porosonim@gmail.com
Editorial Address
Jalan Merah Putih Buper Waena, Jayapura, Provinsi Papua, 99351
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Poros Onim
ISSN : 27980073     EISSN : 27764532     DOI : https://doi.org/10.53491/porosonim
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan merupakan jurnal akademis yang berfokus pada kajian ilmu sosial, agama, dan kearifan lokal, yang mengelaborasi perdebatan dan perselisihan tentang keragaman agama dan kearifan lokal dalam kehidupan nyata masyarakat modern dan tradisional. Jurnal ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan hasil penelitian dan isu-isu terkini tentang subjek tersebut, yang meliputi bidang-bidang seperti filsafat, budaya, sejarah, politik, pendidikan, hukum, seni, teologi, tasawuf, ekologi, bahasa, kesehatan, dan lain sebagainya. Hadir perdana di tahun 2020, diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia. Dengan frekuensi terbitan 2 kali issues pertahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Articles 56 Documents
Foto Prewedding di Kalangan Masyarakat Jayapura dalam Sudut Pandang Sosial Keagamaan Faisal, Faisal; Hairani, Debby Riana; Zulihi, Zulihi
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 4 No 1 (2023): Pancasila, Tradisi Lokal, dan Etika Dakwah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v4i1.772

Abstract

The purpose of this research is to find out: The community practices pre-wedding photos and the factors that influence the practice of pre-wedding photos among Muslim communities in Regency and Jayapura City. This is a qualitative research, using the social phenomenology paradigm. Research results: People think that pre-wedding photos in invitations or displayed in front of the wedding building as identity the bride and groom. Pre-wedding photos used on invitation cards or as decoration for wedding party decorations. The pose of the bride and groom are dominant aspects of making pre-wedding photos which are symbols consisting of concepts. Imitation and modification in the practice of pre-wedding photos both through media which is sometimes without a filter from the community to counteract. Pre-wedding photos are due to trends that occur in modern society. The issue of photography becomes clear when mapped that the law can be mubah or permissible if it does not violate religious provisions. Conversely, it can become haram if the photo is against religious law. In Islamic perspective, making out before muhrim even though they have made an engagement is not justified. It is forbidden to take photos with men and women who are not muhrim, ikhtilat (mixing of men and women), khalwat (being alone together) and kasyfulaurat (opening the aurat). The work of prewedding photographers is forbidden because it is considered to show a willing attitude to sin.
Motto Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased: Contextualization Religious Moderation in Port Numbay (Jayapura City) Jakiyudin, Ahmad Havid
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 4 No 2 (2023): Moderasi Beragama, Legalisasi Poligami, dan Kontroversi Al-Zaytun
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v4i2.787

Abstract

Hen Tecahi Yo Onomi T'mar Ni Hanased is a motto that describes Port Numbay (Jayapura City). The contextualization of the motto is not only a symbol of writing, but also has implications for the values of religious moderation in Jayapura City. The purpose of this study is to provide an analysis of the implications of the contextualization of the Jayapura city motto on the values of religious moderation. The qualitative content analysis method is used as an approach in this study. The results showed that the motto Hen Tecahi Yo Onomi T'mar Ni Hanased is a form of representation of local wisdom of Port Numbay.  The motto has been attached to the community in Jayapura City, even textually the motto is written in many office agencies, government agencies, road balio, and school agencies. The contextualization of the motto contains religious moderation values that describe the life of the people of Jayapura City. The values of religious moderation reflected in the motto are the values of tolerance, unity, accommodating local culture, and creating religious harmony. Given that Jayapura City is known as a multi-ethnic area. So that the strengthening of the contextualization of the motto makes Port Numbay a peaceful city.
TINJAUAN KRITIS KEBERAGAMAAN GEN- Z DITENGAH ARUS INFORMASI DIGITAL Tohari, Achmad
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.944

Abstract

Generasi muda memasuki era dimana arus informasi digital ada dalam setiap kehidupan, penyebaran berita-berita keagamaan yang ekstrim di media berdampak pada pemahaman generasi muda dalam beragama, gen Z sebagai generasi muda yang dalam keseharianya sudah dilingkupi teknologi dengan segala kelebihannya belum bisa memilah informasi dan cenderung mengesampingkan nilai moral dan etika dalam menyebarkan informasi, dalam sosial mereka juga terkesan individualis dan ambisius, hal ini berdampak pada keberagamaan mereka dalam kehidupan keseharian. Penelitian ini akan menjelaskan mengenai bagaimana keberagamaan gen Z ditengah kemajuan arus informasi digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan dalam pengumpulan data memakai metode literatur atau studi pustaka. Dalam penelitian ini membahas mengenai bagaimana keberagamaan gen Z dalam melaksanakan kehidupan beragama di tengah arus informasi. Penelitian ini berimplikasi pada pemahaman mengenai keberagamaan, penguatan dan upaya dalam meningkatkan kesadaran beragama gen Z di tengah arus informasi. Dari penelitian ini tersimpulkan bahwa keberagamaan gen Z sebagai pemuda yang berada pada perkembanagn teknologi belum mencapai pemahaman yang baik atas kesadaran beragama, gen Z termasuk generasi yang individualis dan susah dalam bersosialisasi, mereka lebih menganggap persoalan agama sebagai formalitas belaka. berbagai upaya perlu dilakukan seperti penanaman nilai-nilai moderasi beragama dalam pendidikan yang dilakukan oleh guru, peningkatan keterlibatan generasi muda dalam beberapa program nasional yang inovatif, pemerataan gerakan moderasi di kampus maupun sekolah. Tentu dari upaya tesebut harus didasari dengan penguatan hubungan individu kepada Tuhan, menciptakan lingkungan yang baik, pentingnya bijak dalam berteknologi dan kecerdasan spiritual sebagai dorongan agar lebih bermakna dalam beragama
HAHIWANG: DINAMIKA DAN PERKEMBANGAN TRADISI LISAN MASYARAKAT PESISIR BARAT LAMPUNG Karsiwan, Karsiwan; Retno Sari, Lisa
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.978

Abstract

Hahiwang merupakan ungkapan suasana hati maupun jiwa dan perasaan kaum perempuan pada masyarakat Lampung Pesisir terhadap peristiwa yang terjadi, dialami dan memberikan kesan yang amat mendalam sehingga diaktualisasikan dalam bentuk ungkapan syair. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil kajian ditemukan beberapa kesimpulan tentang hahiwang sebagai tradisi lisan masyarakat Pesisir Barat, antara lain; 1) tradisi lisan hahiwang merupakan hasil produk budaya lisan masyarakat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam perkembangan masyarakat Saibatin khususnya yang mendiami wilayah Pesisir Barat Lampung termasuk Krui. Hal ini tentu berdasarkan pengalaman hidup dan perkembangan masyarakatnya dalam mewariskan nilai tradisi dan budaya termasuk nilai ajaran ajaran agama, yang telah lebih dahulu tumbuh dan berkembang dalam masyarakat; 2) hahiwang memiliki beberapa fungsi dalam masyarakat seperti ungkapan ekspresi suasana hati kaum perempuan dalam menyikapi perubahan, hahiwang sebagai penjaga dan pewarisan nilai adat, hahiwang sebagai media syiar agama dan hahiwang sebagai bahasa komunikasi pada kontestasi pemilukada di wilayah Krui, Pesisir Barat Lampung.
KAMPUNG MODERASI BERAGAMA POLAGAN: STRATEGI MEWUJUDKAN MASYARAKAT MODERAT DI PAMEKASAN Fahmi, Ach. Syafiq; Al Humaidy, Mohammad Ali; Romadhon, Sahrul; Maimun, Maimun
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.1198

Abstract

Kampung Moderasi Beragama Polagan merupakan sebuah inisiatif strategis dan program nasional yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang moderat agar terhindar dari munculnya sikap radikal, ekstrem, dan tindakan terorisme yang dilakukan oleh umat beragama di Indonesia secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kampung moderasi beragama Polagan dalam mewujudkan masyarakat moderat di Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi yang digunakan Kampung Moderasi Beragama Polagan dalam merealisasikan masyarakat moderat di Pamekasan, yaitu dialog interaktif agama, majelis ta’lim, dan santunan anak yatim. dari 3 kegiatan tersebut terdapat nilai-nilai moderasi beragama, diantaranya, tawasuth, I’tidal, tasamuh, syura, ishlah, qudwah, muwathonah, al-la unf, I’tiraf bil-urf selain nilai-nilai juga terdapat indikator moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Melalui penelitian ini diharapkan tercipta kampung-kampung moderasi beragama lain yang mengandung nilai-nilai moderasi beragama sehingga terbentuk masyarakat yang moderat dan inklusif.
Etos Kerja Islami dalam Perspektif Hadis Nabi: Panduan untuk Kehidupan Modern Ansharullah
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 2 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i2.1224

Abstract

Islamic work ethic plays an important role in shaping the behaviour of Muslims in facing modern challenges. The culture of laziness and low productivity has also become a significant issue among the people. This study aims to analyse the motivation to work based on the Prophet Muhammad's hadith with a tahlili approach. The results show that working hard is not only to fulfil material needs, but also has the value of worship if done sincerely, even though the results are small. The 21 sahih transmission routes listed in Kutub al-Tis'ah were analysed to ensure the validity of the hadith. The study highlights the importance of Islamic work ethic as a solution to address social problems such as unemployment and low productivity in society. As a recommendation, the study encourages the integration of Islamic work ethic values in education and job training programmes to enhance social resilience and build a productive workforce in Muslim communities.
Makna dan Tradisi Seserahan Kue Jaddah dalam Perspektif Masyarakat Jawa Amri, Amri; Masitho, Nadia
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 2 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i2.1300

Abstract

The tradition of seserahan is an integral part of wedding ceremonies in various regions of Indonesia, including among the Javanese community, which is rich in cultural rituals. One unique aspect of this tradition is the presentation of Kue Jaddah by the groom to the bride during the seserahan procession. This study aims to explore the significance of the Kue Jaddah tradition in Javanese wedding seserahan and analyze it from an Islamic perspective. The research employs a qualitative descriptive method, collecting data through observations and in-depth interviews with purposively selected informants. The findings reveal that Kue Jaddah, made from glutinous rice and requiring a lengthy preparation process, symbolizes patience and harmony in marriage. Its sticky texture is believed by the Javanese community to represent the strong bond between husband and wife. From an Islamic perspective, this tradition falls into the category of (‘Urf Shahih) as it does not involve elements of polytheism, and Kue Jaddah is not a prohibited food. The tradition reflects cultural values that strengthen family ties and remains relevant within an Islamic context. This study is expected to provide insights into how local traditions can be preserved and harmonized with religious values to enrich social life.
RELEVANSI NILAI HADIS TENTANG MENJAGA LISAN DAN TANGAN DI ERA DIGITAL Munirah; Suherman, La Ode Achmad
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.1312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai hadis Rasulullah SAW tentang menjaga lisan dan tangan dalam konteks modern, khususnya di era digital. Fokus penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan sosial di Indonesia, seperti penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan konflik sosial. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, berdasarkan kajian literatur, data empiris, dan relevansi nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan musyawarah mufakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital menjadi faktor utama dalam tingginya pelanggaran etika komunikasi di media sosial. Pendidikan etika komunikasi berbasis nilai Islam dan kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lisan dan tindakan. Di sisi lain, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengelola konten negatif, namun memerlukan sensitivitas terhadap konteks budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pendidikan, teknologi, dan nilai-nilai lokal dapat menjadi solusi untuk memperkuat harmoni sosial dan implementasi nilai-nilai hadis di era digital.
Resolusi Konflik Perebutan Mayat: Negosiasi Antaragama di Sentani, Papua Faisal, Faisal; Zulfadli, Zulfadli; Puarada, Fajrul Ramadan
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 2 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i2.1317

Abstract

This study examines the social dynamics of the muallaf community in Sentani, focusing on religious and familial conflicts during funeral processes. The aim is to explore how family disputes arising from differing religious beliefs can be mitigated through power-sharing negotiation strategies. Employing a qualitative methodology with a phenomenological approach, the research utilizes Jackman's negotiation theory as an analytical framework. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving religious leaders and family members. Findings indicate that effective mediation and open communication are key strategies in alleviating tensions. Additionally, the roles of government and religious organizations are critical in maintaining order, mediating disputes, and formulating inclusive policies. Religious leaders contribute by enforcing ethical norms, providing counseling, and facilitating negotiations. Collaborative efforts between government and religious institutions can yield fair solutions that respect various traditions. By fostering inclusivity and mutual respect for diverse customs, communities can create a more harmonious environment. This study recommends enhancing conflict resolution knowledge and developing innovative strategies to address future challenges effectively.
PENGARUH PELATIHAN BERSYUKUR UNTUK MENINGKATKAN QUALITY OF LIFE REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Mutahharah, Mutahharah; Aliza, Novia Fetri
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5 No 1 (2024): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v5i1.1330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan bersyukur dalam meningkatkan kualitas hidup (quality of life) pada remaja. Quality of life yang rendah pada remaja sering kali disebabkan oleh tantangan psikologis, fisik, sosial, dan lingkungan yang mereka hadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Subjek adalah lima siswa SMA Muhammadiyah 1 Bantul yang dipilih berdasarkan kriteria quality of life rendah hingga sedang. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas hidup siswa setelah pelatihan bersyukur. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan bersyukur dapat menjadi intervensi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, dan hubungan lingkungan pada remaja.