cover
Contact Name
Tabita Wahyu Triutami
Contact Email
tabita.triutami@unram.ac.id
Phone
+6281249208039
Journal Mail Official
journalgriya@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Griya Journal of Mathematics Education and Application
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27761258     EISSN : 2776124X     DOI : https://doi.org/10.29303/griya.v1i2
Core Subject : Education,
Griya Journal of Mathematics Education and Application adalah Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika yang dikelola oleh Program Studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Mataram. Fokus dan ruang lingkup dari jurnal ini adalah artikel ilmiah baik berupa hasil penelitian, review artikel maupun kajian pustaka khusus bidang Matematika dan Pendidikan Matematika.
Articles 453 Documents
Validity and Practicality of Manarang Module Based on Preservice Mathematics Teachers Wardani, Sri; Mira, Mira; Nurtaqiya, Nurtaqiya; Anaguna, Nursyam
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i3.864

Abstract

This research aims to develop and evaluate the validity and practicality of the Manarang module, an innovative digital teaching module based on ethnomathematics and Augmented Reality (AR) designed for prospective mathematics teacher students. This study employs the Borg and Gall model research and development methodology, which includes restricted trials, expert validation, initial product development, and planning. 32 students enrolled in the University of West Sulawesi's mathematics education studies program served as the study's subjects. Student response surveys to gauge practical features and validation sheets from media and material experts are among the research tools. The results of the study showed that the Manarang module was declared very valid with an average validation score of 90.67% for media experts and 90% for material experts. Furthermore, the practicality test resulted in an average score of 87.07 which falls into the category of very practical. These results show that the developed e-modules are valid, practical, and feasible to use as an innovative learning medium that not only presents mathematical concepts interactively and contextually through the integration of local cultures, but also utilizes AR technology to visualize abstract concepts to make them easier to understand. The Manarang module will help prospective teachers visualize geometric objects in geometric transformation learning.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 1 Mataram Tahun Ajaran 2024/2025 Alfianita, Aulia; Baidowi, Baidowi; M. Iwan Suntoko
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.814

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VIII C SMPN 1 Mataram, khususnya dalam pembelajaran materi lingkaran. Proses pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan keaktifan siswa menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hasil belajar siswa belum maksimal. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang mencakup empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar untuk mengetahui persentase ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar yang awalnya sebesar 60% pada siklus I meningkat menjadi 87,5% pada siklus II, dengan rata-rata nilai yang juga naik dari 69,65 menjadi 81,6. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Model ini juga dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif untuk menciptakan proses belajar yang lebih aktif dan bermakna di kelas.
Analisis Kesalahan Siswa SMP Berdasarkan Klasifikasi Kastolan pada Materi Aritmatika Sosial Ditinjau dari Gaya Belajar Zahrah, A'yuniatuz; Shalihah, Cahya Mar’a
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.815

Abstract

Banyak siswa SMP masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial, yang seringkali berujung pada berbagai jenis kesalahan. Namun, analisis kesalahan siswa jarang dikaitkan dengan gaya belajar yang dimiliki, padahal gaya belajar dapat memengaruhi cara siswa memahami dan menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial berdasarkan klasifikasi Kastolan, ditinjau dari gaya belajar. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis jenis kesalahan siswa berdasarkan tiga kategori kesalahan menurut Kastolan, yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan perhitungan, serta mengaitkannya dengan gaya belajar Visual, Auditori, Read/Writing, dan Kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-A SMP Terpadu Al Hidayah yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik dan angket gaya belajar. Empat subjek utama dianalisis secara mendalam, masing-masing mewakili satu gaya belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan read/write cenderung melakukan lebih dari satu jenis kesalahan. Siswa visual melakukan kesalahan konseptual dan perhitungan, siswa auditori banyak melakukan kesalahan prosedural dan konseptual, sedangkan siswa read/write mengalami kesalahan konseptual dan perhitungan. Sementara itu, siswa dengan gaya belajar kinestetik tidak menunjukkan kesalahan yang berarti. Dengan demikian, gaya belajar berpengaruh terhadap jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal aritmatika sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa.
Pengembangan soal tes numerasi berbasis hierarchical content untuk fase A elemen bilangan dan aljabar Hikmah Ramdhani Putri; Lalu Hamdian Affandi; Baiq Yuni Wahyuningsih; Iva Nurmawanti; Vivi Rachmatul Hidayati; Riska Wulandari
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.926

Abstract

Numeracy is an essential skill that students must master. The government administers the Minimum Competency Assessment (AKM) for Numeracy to map students’ numeracy abilities in Indonesia. However, in practice, the results of AKM have not fully guided teachers in determining appropriate instructional follow-up, as they only provide information on students’ proficiency levels without indicating which specific content has not yet been mastered. This study aims to develop a valid and reliable numeracy test instrument based on hierarchical content for primary school students. The development process followed several stages: defining the test, selecting a scaling method, constructing test items, conducting item trials, revising items, and preparing the final product. The instrument was tested on Grade 3 students at some Elementary School. Analysis of the learning outcomes produced five hierarchical content areas within the Numbers and Algebra element of Phase A, which were developed into ten test items. Rasch Model analysis indicated high reliability, and seven items were found to be valid (items 1, 3, 4, 7, 8, 9, and 10). This instrument is expected to help teachers identify not only students’ numeracy levels but also the prerequisite content that has not been mastered, thereby supporting more effective formative assessment.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis ditinjau dari Self-efficacy pada model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) Hilda, Eufrasia; Dewi (Nino Adhi), Nuriana Rachmani; Hendikawati, Putriaji
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.958

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik sangat diperlukan untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan atau soal matematika yang menuntut penalaran, analisis, evaluasi, dan interpretasi yang mendalam. Namun kenyataannya kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik masih tergolong rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik; mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik ditinjau dari self-efficacy pada pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL). Penelitian ini menggunakan mixed methods. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Cibal Manggarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) berkualitas baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik ditinjau dari tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Deskripsi kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik ditinjau dari self-efficacy adalah terdapat keberagaman kemampuan berpikir kritis matematis pada setiap kategori self-efficacy peserta didik.
Penggunaan Model Make A Match Berbantuan Media Kadoh Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa SD Nengsih, Melina; Ermawati , Diana; Zuliana, Eka
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.781

Abstract

Penelitian ini, yang menggunakan One Group Pretest-Posttest Design dan dilakukan di SD 4 Karangbener dengan 27 anak kelas dua sebagai peserta penelitian, berupaya untuk mengukur kesenjangan dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik matematika. Menggunakan ujian tertulis yang terdiri dari Pretest dan Posttest, data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji normalitas SPSS versi 22, Paired Sample T-Test, dan uji N-Gain. Karena nilai signifikansi temuan (berekor 2) lebih kecil dari kriteria signifikansi 0,05 (0,000), h maka ditolak dan h diterima. Skor Posttest siswa meningkat menjadi 91, sedangkan skor Pretest mereka rata-rata 60. Hasil uji N-Gain juga menunjukkan nilai sebesar 76,52%, yang termasuk dalam kelompok kenaikan tinggi dan berada dalam kisaran lebih besar dari 0,70. maka, penggunaan model Make A Match dengan bantuan media Kadoh berhasil meningkatkan tingkat pemahaman konsep matematika pada siswa Kelas II SD 4 Karangbener, menunjukkan pengaruh substansial dari model pembelajaran ini terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD Digital terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Dayulia, Hilmayana Irma; Hikmah, Nurul; Junaidi, Junaidi
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.820

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of the Problem Based Learning model assisted by digital LKPD on the learning outcomes of eighth-grade students. The method used in this study is a quasi-experimental design with a posttest-only control nonequivalent group design. The population in this study was 113 students with a sample of 45 students. In the experimental group, the Problem Based Learning model was used, while in the control group, the direct learning model was used. The research instruments included observation sheets and mathematics learning outcome tests. The results of data analysis using the t-test showed that the value of , so was rejected. This means that there is a difference in the average student learning outcomes between the experimental group and the control group, where the average posttest score in the experimental group was 70.22 which was higher than the control group of 55.00. Thus, it can be concluded that there is an effect of the Problem Based Learning model assisted by digital LKPD on the learning outcomes of eighth-grade students.
Studi Psikometrik pada Skala Pengukuran Mathematical Resilience Calon Guru: Confirmatory Factor Analysis Maulyda, Mohammad Archi; Hidayati, Vivi Rachmatul
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.872

Abstract

This study aims to test an instrument measuring the mathematical resilience of prospective elementary school teachers using a psychometric approach. The primary goal of this research is to evaluate the validity and reliability of the instrument using Confirmatory Factor Analysis (CFA), focusing on four key dimensions: value, struggle, growth, and culture. Data were collected from 204 prospective elementary school teachers at higher education institutions in Indonesia. The analysis results, using JASP with the Maximum Likelihood estimator, show that the instrument has good convergent validity with an Average Variance Extracted (AVE) value greater than 0.50 for most dimensions, as well as adequate reliability with omega and alpha coefficients above 0.70. The Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) test also demonstrates good discrimination between dimensions. These findings provide significant contributions to the development of a valid and reliable instrument for measuring mathematical resilience in prospective teachers, which in turn can help improve mathematics teaching at the elementary education level.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa Kelas VIII SMP zulhijri; Nani Kurniati; Nourma Pramestie Wulandari
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Mataram ditinjau dari minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 60 siswa, dengan analisis mendalam pada 9 siswa terpilih dari kategori Minat Belajar Tinggi, Sedang, dan Rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar, tes kemampuan pemecahan masalah materi Statistika, dan wawancara semi-terstruktur, dianalisis berdasarkan empat tahapan Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan Minat Belajar Tinggi umumnya sudah mampu melaksanakan semua tahapan Polya dengan baik, dari memahami masalah hingga melakukan pemeriksaan kembali. Namun, masih terdapat siswa dalam kelompok ini yang mengalami kesulitan pada langkah pemeriksaan akhir. Siswa dengan Minat Belajar Sedang hanya mampu melaksanakan dua tahapan Polya, yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana, tetapi gagal menyusun strategi lengkap (hanya menulis rumus) dan tidak melakukan pengecekan kembali. Sementara itu, kemampuan siswa dengan Minat Belajar Rendah sangat terbatas, hanya mampu melaksanakan satu tahapan Polya (memahami masalah), dengan kecenderungan menyalin data, menyelesaikan dengan menebak, dan mengabaikan pengecekan ulang atau penarikan kesimpulan. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya pelatihan sistematis dalam penyusunan strategi dan keterampilan reflektif untuk peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan LKPD Digital Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi SPLDV Ernawati, Ernawati; Prayitno, Sudi; Kertiyani, Ni Made Intan
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 5 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v5i4.897

Abstract

This study was motivated by the low problem-solving skills of students, which were caused by the use of conventional learning models that were ineffective and the lack of innovative learning media. This study aims to determine the effectiveness of the problem-based learning model assisted by digital worksheets on the problem-solving skills of ninth-grade students at SMPN 19 Mataram in the 2025/2026 academic year. This study was a quasi-experimental design with a posttest-only control design. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The sample in this study consisted of students in class IX A as the experimental class who received treatment using the PBL model assisted by digital worksheets and students in class IX D as the control class who used the conventional model. The calculation results showed that the average score of the experimental class (78.25) was higher than that of the control class (60.61). Then, the results of the independent sample t-test with a significance of 5% obtained a sig. value (2-tailed) = 0.001 < 0.05. Furthermore, the value . The effect size test results showed a value of 1.344, which, based on the criteria, has a high effect. Therefore, the application of the PBL model assisted by digital LKPD is able to increase students' active involvement in constructing knowledge to solve problems. Thus, it can be concluded that the use of the PBL model assisted by digital worksheets is effective in improving the problem-solving skills of ninth-grade students at SMPN 19 Mataram in the 2025/2026 academic year.