cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 650 Documents
Engklek dan Geometri dalam Studi Fenomenologi Interaksi Siswa Kelas 3 SD Dalam Menjelajahi Konsep Spasial Diana, Rizki; Mahmudah, Umi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3211

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar menghadapi tantangan mengkonkretkan konsep abstrak spasial. Siswa kelas 3 SD Islam Nusantara mengalami kesulitan memahami orientasi ruang, bentuk geometri, dan visualisasi spasial karena keterbatasan pengalaman konkret. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman fenomenologis siswa dalam memahami konsep spasial melalui permainan tradisional engklek sebagai medium pembelajaran geometri yang otentik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan 12 siswa kelas 3 SD Islam Nusantara Kota Pekalongan yang dipilih purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama 8 minggu dengan frekuensi 3 kali pertemuan per minggu. Aspek observasi difokuskan pada pola gerakan tubuh, interaksi dengan bentuk geometri petak engklek, strategi spasial lompatan, kolaborasi matematika, ekspresi pemahaman konsep, dan transfer pengetahuan geometri. Aspek wawancara meliputi persepsi bentuk geometri, pengalaman embodied orientasi ruang, strategi kognitif visualisasi spasial, makna personal pembelajaran geometri, refleksi perubahan pemahaman, dan kemampuan mengaitkan konsep dengan lingkungan sekitar. Analisis data menggunakan model Colaizzi dengan triangulasi melalui member checking dan peer debriefing. Hasil menunjukkan permainan engklek memfasilitasi pemahaman konsep spasial melalui tiga dimensi: orientasi spasial embodied melalui gerakan tubuh terstruktur, pemahaman geometri kontekstual melalui interaksi pola petak beragam, dan pengembangan visualisasi ruang kolaboratif melalui strategi lompatan dan diskusi kelompok. Siswa mengalami transformasi dari pemahaman abstrak menjadi embodied cognition bermakna dengan peningkatan akurasi identifikasi bentuk geometri 89%. Interaksi sosial memperkuat konstruksi pengetahuan spasial melalui collaborative learning. Simpulan mengungkapkan permainan engklek efektif sebagai medium pembelajaran geometri otentik, meningkatkan motivasi belajar, dan mengembangkan pemahaman spasial holistik dengan transfer pembelajaran ke kehidupan sehari-hari.
Analisis dan Rekonstruksi LKPD Uji Kandungan Urin: Kajian Kurikulum, Struktural, Kepraktisan, dan Konseptual Berbasis Diagram Vee Nasywa Putri Zahrani; Supriatno, Bambang; Purwianingsih, Widi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3237

Abstract

Praktikum biologi berperan penting dalam membangun keterampilan proses sains dan pemahaman konsep, namun pelaksanaannya kerap terkendala oleh penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang masih bersifat prosedural dan kurang mendukung keterkaitan antara konsep ilmiah dan kegiatan praktikum, sehingga menghambat konstruksi pengetahuan siswa. Salah satu topik yang penting namun sering kurang tergarap secara konseptual dalam praktikum adalah sistem ekskresi, khususnya uji kandungan urin. Topik ini juga memiliki keterkaitan langsung dengan konteks kesehatan dan kehidupan sehari-hari, sehingga ideal untuk mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah dan kemampuan menghubungkan data praktikum dengan konsep biologis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada materi sistem ekskresi manusia, khususnya uji kandungan urin, berdasarkan aspek keselarasan kurikulum, struktural, kepraktisan, dan konstruksi pengetahuan menggunakan pendekatan Diagram Vee. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ANCOR (Analisis, Coba, Rekonstruksi). Data dianalisis secara deskriptif dengan mengkategorikan skor ke dalam skala kualitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa LKPD yang dikaji berada dalam kategori kurang baik, kelemahan yang ditemukan ada pada kurangnya keselarasan tujuan dengan kurikulum, penyesuaian alat dan bahan dengan di sekolah, kejelasan langkah praktikum, dan kurangnya keselrasan antara aspek-aspek diagram vee. Oleh karena itu, dilakukan rekonstruksi keselrasan tujuan dengan kurikulum, penambahan alat bahan yang kurang, memperjelas langkah kerja, menambahkan focus question, melengkapi teori dan prinsip ilmiah, serta menyelaraskan pertanyaan dengan data hasil pengamatan untuk mendukung terbentuknya knowledge claim. Rekonstruksi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum biologi, dengan mendorong siswa membangun pemahaman ilmiah yang lebih utuh dan bermakna, khususnya pada praktikum uji kandungan urin manusia.
Resistensi Siswa dalam Pembelajaran Sosiologi di SMA: Studi Tentang Agensi dan Makna Belajar Indah, Putri Dwi Permata
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3331

Abstract

Dalam pembelajaran, perilaku siswa yang sering dianggap sebagai hambatan kerap dikategorikan sebagai masalah disiplin, padahal dalam perspektif sosiologis dapat dimaknai sebagai bentuk agensi, yakni kemampuan individu untuk bertindak secara reflektif, strategis, dan proyektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk resistensi siswa dalam pembelajaran sosiologi, menggali makna subjektif yang melatarbelakanginya, dan menjelaskan resistensi tersebut sebagai ekspresi agensi dalam konteks struktur pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SMA Al Azhar Gresik, penelitian ini melibatkan 10 siswa kelas XI yang dipilih secara purposive dan dua guru sosiologi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama empat pertemuan dan wawancara semi-terstruktur, dengan validitas dijamin melalui triangulasi sumber, pilot interview, konsultasi pakar, serta penerapan prinsip etika penelitian. Analisis dilakukan melalui reduksi data, koding, dan pengelompokan tema hingga mencapai saturasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk resistensi siswa, yaitu resistensi pasif (absensi mental, diam, bermain ponsel), resistensi ekspresif (kritik verbal terhadap materi atau metode pembelajaran), dan resistensi simbolik (tidak atau asal mengerjakan tugas). Ketiga bentuk resistensi ini dapat dipahami melalui teori agensi, hidden transcript, dan resistensi kultural, yang menunjukkan bahwa resistensi merupakan respons kritis terhadap materi dan metode pembelajaran yang dianggap kurang relevan. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dengan jumlah partisipan yang relatif sedikit, namun temuan menegaskan pentingnya pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan reflektif guna mengakomodasi suara siswa, sekaligus menawarkan pembacaan baru terhadap resistensi sebagai ekspresi agensi, bukan sekadar pelanggaran disiplin.
Penerapan Metode Orton-Gillingham untuk Mengatasi Permasalahan Membaca Permulaan Pada Anak SD dengan Specific Learning Disorder Florencia, Dian Elanie; Paramita, Pramesti Pradna
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3374

Abstract

Anak dengan Specific Learning Disorder (SLD) kerap menghadapi hambatan signifikan dalam membaca permulaan yang berdampak pada prestasi akademik, perkembangan sosial-emosional, dan perilaku, termasuk keterlambatan mengenali huruf, membaca kata sederhana, hingga memahami teks, sehingga diperlukan intervensi berbasis pendekatan multisensori seperti metode Orton-Gillingham yang terbukti efektif di berbagai konteks namun belum banyak diterapkan pada anak SLD di Indonesia dengan kombinasi masalah membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas metode Orton-Gillingham dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak SD dengan SLD melalui desain eksperimen single-case teknik A-B pada satu siswa kelas 3 SD berusia sembilan tahun. Intervensi terdiri dari delapan sesi metode Orton-Gillingham dan satu sesi psikoedukasi kepada guru serta orang tua, dengan pengukuran menggunakan tes membaca berbasis Informal Reading Inventory (IRI), wawancara, observasi, studi dokumen, dan tes WISC. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca di seluruh subtes, termasuk huruf kapital (76,92% menjadi 92,30%), huruf kecil (69,23% menjadi 92,30%), serta vokal rangkap (0% menjadi 100%), dengan nilai Percentage of Non-Overlapping Data (PND) sebesar 85,71% yang masuk kategori moderate effectiveness. Keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah subjek tunggal dan durasi intervensi yang singkat, sehingga penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan periode lebih panjang diperlukan. Secara praktis, metode Orton-Gillingham dapat diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah dasar untuk membantu siswa SLD, dengan dukungan media multisensori di rumah maupun sekolah. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada perluasan penerapan metode Orton-Gillingham tidak hanya pada anak disleksia, tetapi juga pada anak SLD yang mengalami kesulitan membaca dan menulis secara bersamaan.
Integrasi Metode WACANA dan Google Docs Dalam Pembelajaran Menulis Artikel Ilmiah di Perguruan Tinggi Hidayat, Faruq; Suyono, Suyono; Taufiqurrahman, Febri
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3262

Abstract

Pembelajaran menulis artikel ilmiah di perguruan tinggi sering kali masih bersifat monoton, berpusat pada dosen, dan kurang memanfaatkan teknologi kolaboratif, sehingga mahasiswa belum terfasilitasi untuk berlatih menulis secara interaktif, reflektif, dan kontekstual. Padahal, keterampilan menulis ilmiah sangat penting untuk pengembangan akademik, publikasi karya, dan kesiapan berkompetisi di dunia akademis global. Pemanfaatan platform digital seperti Google Docs yang terintegrasi dalam model pembelajaran inovatif berpotensi mengatasi keterbatasan tersebut. Artikel ini bertujuan menawarkan kerangka konseptual pembelajaran menulis artikel ilmiah melalui integrasi metode WACANA (Wawancara, Analisis, Baca, Narasi) dengan Google Docs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif konseptual berbasis studi literatur untuk merumuskan tahapan pembelajaran mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup kegiatan wawancara sebagai pengumpulan data, analisis untuk mengolah temuan, membaca literatur pendukung, dan menulis narasi artikel secara kolaboratif di Google Docs, yang memungkinkan dosen memberikan umpan balik real-time. Model ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif mahasiswa, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan kualitas tulisan akademik. Keterbatasan artikel ini adalah belum adanya uji coba empiris, sehingga efektivitas model masih perlu dibuktikan melalui penelitian tindakan kelas atau eksperimen. Secara praktis, kerangka ini dapat diadaptasi di berbagai mata kuliah yang membutuhkan produk tulisan akademik, sementara nilai kebaruannya terletak pada integrasi metode pedagogis spesifik dengan teknologi kolaboratif berbasis cloud yang mendukung pembelajaran abad ke-21.
Inovasi Desain Kegiatan Laboratorium: Analisis dan Rekonstruksi Percobaan Ingenhousz untuk Pembelajaran Fotosintesis yang Bermakna di SMA Rohmatika, Vyna; Amprasto, Amprasto; Kusnadi, Kusnadi
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3342

Abstract

Fotosintesis merupakan proses fundamental dalam ekosistem yang menjadi basis kehidupan di bumi, sehingga penguasaan konsep ini beserta keterampilan berpikir ilmiah peserta didik sangat penting dalam pendidikan biologi. Namun, pembelajaran fotosintesis di sekolah masih kerap mengandalkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang bersifat verifikatif dan kurang mendorong eksplorasi, integrasi teori–praktik, serta refleksi ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan merekonstruksi LKPD praktikum Ingenhousz menggunakan model ANCOR (Analisis, Uji Coba, Rekonstruksi) untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan berbasis proses sains. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling terhadap LKPD dari sumber resmi Kemendikbud, diikuti uji coba laboratorium dan evaluasi berbasis Diagram Vee. Analisis awal menunjukkan LKPD berada pada kategori “kurang baik” (55%) dengan kelemahan pada keselarasan teori–fenomena, kejelasan prosedur, kelengkapan alat–bahan, dan minimnya transformasi data. Rekonstruksi dilakukan melalui penambahan komponen investigatif, penggunaan terarium sebagai miniatur ekosistem dengan representasi tumbuhan C3, C4, dan CAM, pengukuran variabel abiotik, serta penyediaan format transformasi data dan pertanyaan reflektif. Hasil rekonstruksi menunjukkan peningkatan kejelasan prosedur, keterpaduan teori–praktik, dan potensi pembelajaran bermakna, serta penguatan keterampilan berpikir ilmiah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya desain LKPD yang mengintegrasikan konteks ekosistem, eksplorasi variabel lingkungan, dan pendekatan konstruktivistik untuk membangun literasi sains yang relevan dengan isu global seperti perubahan iklim.
Fihsbone Analysis: Challenges and Strategies for Implementing Merdeka Curriculum in Vocational High Schools Azahar, Ridho; Hilhamsyah, Hilhamsyah; Alim, Maulina Idami; Hartati, Hartati; Dirmayani, Tiya; Nasir, Farah Damia Mohd; Ariani, Nina
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3361

Abstract

The curriculum serves as a vital foundation for educational institutions. However, the transition from the previous curriculum to the Merdeka Curriculum presents various challenges, especially at the vocational high school level. This study aims to identify the challenges and strategies in implementing the Merdeka Curriculum at SMK Negeri 2 Depok Sleman using fishbone analysis. A qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews involving vocational teachers who implement the Merdeka Curriculum, selected purposively, along with documentation as supporting evidence. Data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, display, and conclusion drawing. The findings indicate that the main challenges lie in human resource preparedness, curriculum transition, and the misalignment of school programs with current industry demands. In response, the school has implemented several strategic steps, including curriculum socialization, teacher training, and industry collaboration. This research provides insights for educational institutions to develop curriculum policies and programs that meet industry needs and respond to the demands of the digital era.
Penerapan Model CTL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Makna NKRI Pada Siswa SD Mahardhika, Arfad Ficky; Wiratsiwi, Wendri
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3515

Abstract

Hasil belajar siswa sekolah dasar pada materi Makna Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sering kali rendah karena pembelajaran cenderung bersifat pasif, didominasi metode ceramah, dan minim media kontekstual, sehingga siswa kesulitan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata mereka. Kondisi ini juga terjadi di kelas IV SDN Sumurgung 1 Tuban, di mana pra-siklus menunjukkan ketuntasan klasikal hanya 35,7% dengan nilai rata-rata 60,71. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila materi Makna NKRI melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart dalam dua siklus, melibatkan 14 siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: siklus I mencapai ketuntasan klasikal 57,14% dengan rata-rata nilai 73,57, sedangkan siklus II meningkat menjadi 85,71% dengan rata-rata nilai 83,5. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penggunaan media PowerPoint berbasis Canva, pembagian siswa ke dalam kelompok diskusi, lembar kerja peserta didik (LKPD), dan penerapan ice breaking yang meningkatkan motivasi dan partisipasi. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah subjek yang kecil dan fokus pada satu materi di satu sekolah, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi. Secara praktis, penerapan CTL mendorong keterlibatan aktif siswa, memperkuat pemahaman konsep, dan meningkatkan hasil belajar. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan media digital berbasis Canva dalam kerangka CTL untuk memperkuat pembelajaran Pendidikan Pancasila materi Makna NKRI di sekolah dasar.
Guru Baru Vs Guru Senior: Siapa Lebih Efektif Dalam Menerapkan Pembelajaran STEAM? Ie, Johanes Juan Yutama Putra; Keliat, Natalia Rosa
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3551

Abstract

Hasil belajar matematika siswa pada materi Perbandingan di tingkat SMP kerap rendah karena pembelajaran yang monoton, minim variasi media, dan kurang mendorong keterlibatan aktif peserta didik, sehingga diperlukan inovasi strategi pembelajaran yang interaktif dan menarik. Model pembelajaran Make a Match yang dipadukan dengan media digital Wordwall berpotensi meningkatkan partisipasi siswa melalui aktivitas mencocokkan kartu soal–jawaban secara kooperatif dalam suasana kompetitif yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Make a Match berbantu media Wordwall terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi Perbandingan. Penelitian menggunakan desain Pretest–Posttest Control Group dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kanor, dan sampel dua kelas yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran Make a Match berbantu Wordwall, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang divalidasi, dengan analisis data meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (85,42) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (77,50), dengan uji t menghasilkan nilai signifikansi < 0,05 yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model terhadap hasil belajar. Keterbatasan penelitian ini mencakup ruang lingkup materi yang terbatas dan penerapan pada satu sekolah, sehingga disarankan penelitian lanjutan mencakup materi lain dan sampel lebih luas. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan alternatif strategi pembelajaran matematika yang efektif dan menyenangkan. Nilai kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan media digital Wordwall untuk memperkuat model Make a Match dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP.
Studi Fenomenologis tentang Hambatan dan Dukungan Pembelajaran Siswa Disabilitas Netra di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif Taufan, Johandri; Abnar, Jessica
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3584

Abstract

Siswa dengan disabilitas netra di sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusif masih menghadapi tantangan signifikan dalam proses belajar akibat keterbatasan akses terhadap media pembelajaran, metode yang belum terdiferensiasi, dan penilaian yang kurang adaptif, meskipun kebijakan pendidikan inklusif telah lama diimplementasikan di Indonesia. Hal ini berdampak pada kesetaraan peluang belajar, perkembangan akademik, dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hambatan dan dukungan yang dialami siswa disabilitas netra dalam pembelajaran di sekolah dasar inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan model analisis Colaizzi, melibatkan tiga siswa disabilitas netra (satu low vision dan dua tunanetra total) sebagai partisipan utama, serta guru kelas, guru pendamping khusus, dan orang tua sebagai informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa hambatan meliputi dominasi penggunaan media visual tanpa alternatif non-visual, keterbatasan media taktil atau audio, metode pembelajaran yang belum mempertimbangkan diferensiasi, dan penilaian yang tidak adaptif. Dukungan yang ditemukan mencakup keberadaan guru pendamping khusus, bantuan teman sebaya, kreativitas guru dalam adaptasi materi, serta keterlibatan aktif keluarga dalam proses belajar di rumah. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah partisipan yang terbatas dan lokasi penelitian yang terfokus di satu wilayah, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan perlunya pelatihan guru, pengadaan media pembelajaran aksesibel, dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Nilai kebaruan penelitian ini adalah memberikan gambaran empiris yang komprehensif mengenai faktor penghambat dan pendukung pembelajaran siswa disabilitas netra dalam konteks pendidikan inklusif sekolah dasar di Indonesia.