cover
Contact Name
Muhammad Muzaini
Contact Email
ucha.2610@gmail.com
Phone
+628114408260
Journal Mail Official
redaksi.jrip@gmail.com
Editorial Address
Education and Talent Development Center of Indonesi (ETDC Indonesia) Office Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran
ISSN : 27761959     EISSN : 27768872     DOI : https://doi.org/10.51574
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran (JRIP) adalah jurnal penelitian dan pengembangan kependidikan yang diterbitkan oleh Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia). Tujuan artikel ini adalah untuk mempublikasikan penelitian atau kajian kritis dibidang kependidikan dengan kualitas terbaik. Fokus Kajian & Ruang Lingkup Inovasi Pembelajaran Riset Pembelajaran Lesson Study Evaluasi Pembelajaran STE(A)M (Science, Technology, Enginering, Art, And Mathematics) Kemampuan Berpikir Siswa Learning Disability
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 650 Documents
Membaca Pola Berpikir Matematis Siswa: Pemahaman Konsep Dasar Perbandingan di Sekolah Dasar Hidaya, Azakri Rama; Fuadiah, Nyiayu Fahriza; Surmilasari, Nora
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3479

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan keterampilan fundamental yang memengaruhi kemampuan siswa dalam berpikir kritis, logis, dan sistematis, serta berdampak langsung pada hasil belajar. Namun, pada praktiknya banyak siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep matematika, termasuk pada materi perbandingan yang menjadi salah satu topik penting dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep dasar matematis siswa kelas V pada materi perbandingan di SD Negeri 27 Talang Kelapa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 22 siswa kelas V.A tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes tertulis sebanyak 15 soal (10 pilihan ganda dan 5 esai) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, berdasarkan dua indikator pemahaman konsep yaitu menjelaskan hubungan antar konsep dan menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa adalah 67,59 yang termasuk kategori cukup, dengan distribusi 9,1% sangat baik, 40,9% baik, 40,9% cukup, dan 9,1% rendah. Berdasarkan indikator, pemahaman siswa dalam menjelaskan hubungan antar konsep berada pada kategori cukup (58,4%), sedangkan kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis termasuk kategori baik (81,4%). Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang kecil dan hanya menggunakan instrumen tes tertulis. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang menekankan keterkaitan antar konsep, serta dasar bagi sekolah untuk menyediakan program remedial. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada fokus analisis dua indikator pemahaman konsep secara spesifik pada materi perbandingan dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Model Pembelajaran Learning Community: Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Kolaborasi Siswa Sekolah Dasar Pratiwi, Siska; Noviati, Noviati; Selegi, Susanti Faipri
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3516

Abstract

Rendahnya kemampuan kolaborasi siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran, terutama ketika guru lebih banyak menggunakan metode ceramah yang membuat siswa pasif dan kurang termotivasi. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya keterampilan abad 21 yang menuntut siswa aktif berkomunikasi, berpikir kritis, dan bekerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Learning Community dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa sekolah dasar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Pre-Experimental Intact Group Comparison dengan dua kelas: IV A sebagai eksperimen (25 siswa) dan IV B sebagai kontrol (23 siswa) di SDN 42 Palembang. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (65,60) lebih tinggi daripada kelas kontrol (60,04), dengan selisih 5,56. Uji-t menghasilkan signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Indikator kolaborasi seperti kontribusi, manajemen waktu, pemecahan masalah, dan kerjasama meningkat lebih baik pada kelas eksperimen, meskipun aspek pemecahan masalah masih tergolong rendah. Penelitian ini terbatas pada desain pra-eksperimen sehingga generalisasi masih terbatas; studi lebih lanjut dengan desain eksperimen murni dan sampel lebih besar diperlukan. Model Learning Community dapat dijadikan strategi alternatif bagi guru dalam menciptakan pembelajaran kolaboratif dan interaktif. Penelitian ini menegaskan peran Learning Community sebagai pendekatan efektif untuk memperkuat keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Kabatar Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Amaruddin, Wahyu; Ermawati, Diana; Riswari, Lovika Ardana
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025): May-August 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i2.3726

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar sering disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran, sehingga siswa kurang aktif dan hasil belajar belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan dukungan media konkret agar keterlibatan dan pemahaman meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Discovery Learning berbantuan media Kabatar (kartu belajar bangun datar) terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest, melibatkan 34 siswa kelas IV SDN 1 Bulungcangkring. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis dengan uji normalitas, uji paired sample t-test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata pretest 46 menjadi 79 pada posttest. Uji paired sample t-test memperoleh signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,64 menunjukkan efektivitas kategori sedang. Hampir semua indikator pemahaman konsep mengalami peningkatan, meskipun keterampilan mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata masih rendah. Penelitian hanya menggunakan satu kelompok tanpa kontrol sehingga generalisasi terbatas, dan disarankan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih luas. Integrasi model Discovery Learning dengan media Kabatar memberikan alternatif strategi pembelajaran bagi guru untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai integrasi media kartu interaktif dengan pembelajaran berbasis penemuan, sehingga berkontribusi pada inovasi pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Implikasi Pendidikan Humanis dalam Penguatan Pedagogik: Studi Kasus Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Hamsa, Hamsa; Marwiyah, St.; RN, Bustanul Iman; Yusuf, Munir; Zainuddin, Fauziah
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i3.3835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan pendidikan humanis melalui penguatan pedagogik pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana IAIN Palopo serta menganalisis implikasinya terhadap kualitas pembelajaran dan partisipasi mahasiswa. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif multidisiplin dengan metode penelitian lapangan, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan dukungan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan humanis diintegrasikan dalam empat aspek utama, yaitu penguasaan teori, pengembangan pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan proses pembelajaran. Dosen menerapkan model PAKEM, memanfaatkan media digital dan aplikasi pembelajaran, serta menekankan evaluasi berbasis pengalaman dan soft skills, yang berdampak pada peningkatan partisipasi aktif, penguatan karakter, dan pengembangan kognitif, emosional, sosial, dan moral mahasiswa. Keterbatasan penelitian ini adalah konteks yang terbatas pada Pascasarjana IAIN Palopo sehingga generalisasi masih perlu diperluas, dan penelitian lanjutan disarankan menguji model pedagogik humanis pada konteks lebih luas dengan pendekatan kuantitatif. Implikasi praktis dari temuan ini adalah perlunya penguatan pedagogik berbasis humanis, integrasi teknologi pembelajaran, serta evaluasi keterampilan non-akademik mahasiswa untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam. Artikel ini memberikan kontribusi baru melalui pengungkapan peran pendidikan humanis dalam penguatan pedagogik PAI, khususnya penerapan model PAKEM dan evaluasi berbasis pengalaman, yang memperkaya literatur pendidikan Islam dengan pendekatan holistik yang memadukan teori, karakter, dan keterampilan hidup mahasiswa.
THE ROLE OF SOCIOLINGUISTIC COMPETENCE IN SHAPING EFL LEARNERS’ COMMUNICATIVE ENGAGEMENT Burhanuddin, Wildhan
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2023): September-December 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v3i3.3872

Abstract

This study investigates the relationship between sociolinguistic competence and communicative engagement among Indonesian EFL learners. Using a mixed-methods design, the research combined quantitative analysis of scenario-based questionnaire responses with interpretive commentary of learners’ written answers. Descriptive results showed that students demonstrated strong pragmatic awareness in authority-related contexts but more variability in informal and ambiguous situations. Reliability analysis indicated that sociolinguistic competence is multidimensional rather than uniform. Inferential statistics revealed a moderate positive correlation between sociolinguistic competence and communicative engagement, while qualitative analysis highlighted the influence of cultural scripts of deference, harmony, and accountability on learners’ communicative choices. These findings underscore that willingness to communicate is not determined solely by linguistic ability but is shaped by sociocultural orientations and identity negotiations. Pedagogically, the study calls for greater integration of pragmatic and sociolinguistic instruction in EFL classrooms, emphasizing both authority-based and peer-oriented interactions. The study concludes that fostering pragmatic awareness within cultural contexts can enhance learners’ confidence and participation, supporting their development as contextually responsive communicators.
Development of GEM (Go Explore Malang) to Enhance Understanding of Natural Tourism Potential in Board Game Based Social Studies Learning Efendi, Bintang Muhammad Sahara; Wati, Arista; Pratama, Bima Wahyu; Mutia, Tuti; Prasad, Ravinesh Rohit
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3782

Abstract

This study aims to develop an innovative learning medium called GEM (Go Explore Malang), a board game designed to enhance students’ understanding of natural tourism potential in the Greater Malang area. The research seeks to improve contextual and engaging Social Studies learning by integrating local content with a game-based approach. The development employed the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The product was validated by material and media experts and tested on sixteen ninth-grade students at SMP Negeri 13 Malang. Data were collected using expert validation sheets, student response questionnaires, and learning achievement tests, and analyzed using descriptive statistics. The validation results indicated that GEM achieved 95.71% feasibility from material experts and 81.33% from media experts, categorized as “highly feasible.” Field implementation showed active student participation, increased motivation, and a perfect learning mastery rate. The game effectively enhanced geographical literacy, collaboration, and critical thinking skills through enjoyable play-based interaction. The study was limited to a small sample from one school; future research should expand the testing scope and explore digital adaptations of GEM for wider implementation. GEM can be used as an alternative learning medium that contextualizes Social Studies content, strengthens local awareness, and promotes 21st-century competencies such as collaboration and problem-solving. This research introduces a novel integration of local tourism content into a board game framework, providing a “glocal” innovation that bridges local identity with global learning strategies in Social Studies education.pertama.
Problem Posing Berbantuan Card Sort: Strategi Alternatif dalam Pengembangan Keterampilan Kolaborasi Siswa Vokasi Nur Sabrina, Risye; Sukadi, Sukadi; Rahayu, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3826

Abstract

Dunia industri menuntut tenaga kerja tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga keterampilan kolaborasi seperti kemampuan bekerja dalam tim, komunikasi efektif, dan pemecahan masalah. Keterampilan tersebut semakin penting seiring dengan perubahan kebutuhan kerja yang menekankan produktivitas berbasis kerja sama. Namun, pembelajaran di sekolah vokasi masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berfokus pada individu, sehingga perkembangan keterampilan kolaborasi siswa kurang optimal. Tujuan studi ini untuk menganalisis sejauh mana keterampilan kolaborasi siswa meningkat melalui pembelajaran dengan model problem posing berbantuan card sort dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional. Metode yang diterapkan dalam studi ini yaitu kuasi eksperimen rancangan non-equivalent control group dengan Subjek penelitian adalah 65 siswa kelas XI DPIB SMKN 6 Bandung yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu 34 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol. Alat ukur penelitian menggunakan pre non test serta post non test berupa self-assessment yang dirancang untuk mengukur keterampilan kolaborasi siswa. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pre non test serta post non test antara kedua kelas. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan model problem posing dengan card sort memberikan peningkatan keterampilan kolaborasi yang lebih tinggi pada kelas eksperimen dengan skor N-Gain 70% dibandingkan kelas kontrol hanya mencapai 25%. Dengan demikian, integrasi pembelajaran berbasis problem posing dan aktivitas kolaboratif melalui card sort dapat menjadi strategi alternatif dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi siswa vokasi, serta mendukung terciptanya pembelajaran interaktif yang relevan dengan tuntutan dunia industri.
Penggunaan Video Tutorial Penyelesaian Garis Leher: Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Dasar-Dasar Busana Siswa SMK Meilina, Eighteen; Puspaneli, Puspaneli; Novrita, Sri Zulfia; Mahniza, Melda
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3864

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana, khususnya materi penyelesaian garis leher, menjadi permasalahan yang dihadapi di SMKN 8 Padang. Lebih dari 60% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) karena metode pembelajaran yang masih konvensional menggunakan powerpoint dan fragmen, sehingga siswa kesulitan memahami detail langkah pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan video tutorial sebagai media pembelajaran yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar lebih interaktif, fleksibel, dan dapat diulang sesuai kebutuhan siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi Experiment menggunakan desain Posttest-Only Design with Nonequivalent Groups. Subjek penelitian adalah 48 siswa kelas X Busana SMKN 8 Padang tahun ajaran 2025/2026 yang terbagi menjadi 24 siswa kelas eksperimen dan 24 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan perhitungan effect size.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 79,13 dengan ketuntasan 58%, sedangkan kelas kontrol 65,58 dengan ketuntasan 25%. Uji-t menghasilkan Sig. (2-tailed) < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan video tutorial terhadap hasil belajar siswa. Nilai effect size sebesar 1,1 termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, video tutorial efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa pada materi busana.
Efektivitas Video Tutorial Ecoprint Teknik Iron Blanket Dalam Meningkatkan Pemahaman Praktik Siswa SMK Tata Busana Oktarizaldi, Nada; Novrita, Sri Zulfia; Puspaneli, Puspaneli; Pradana, Samuel Martin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3873

Abstract

Pembelajaran praktik di bidang Tata Busana menuntut media yang mampu menampilkan prosedur kerja secara visual dan sistematis. Materi Ecoprint teknik Iron Blanket merupakan keterampilan yang memerlukan ketelitian tinggi dan urutan langkah yang runtut. Namun, penggunaan media berbasis teks seperti jobsheet belum mampu membantu siswa memahami setiap prosedur secara mendalam. Kondisi ini menegaskan perlunya media pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan video tutorial Ecoprint teknik Iron Blanketdalam meningkatkan pemahaman praktik siswa SMK Tata Busana dibandingkan metode demonstrasi langsung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian melibatkan 44 siswa, terdiri atas 24 siswa kelas eksperimen yang belajar dengan video tutorial dan 20 siswa kelas kontrol yang belajar melalui demonstrasi langsung. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman praktik dan dianalisis dengan uji-t independen menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dari rata-rata 56,69 menjadi 79,75, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 50,17 menjadi 60,21. Nilai tₕᵢₜᵤₙg 10,530 > tₜₐᵦₑₗ 2,018 menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Penelitian terbatas pada satu sekolah dan satu teknik Ecoprint, sehingga perlu diperluas pada konteks keterampilan lain. Guru dapat menggunakan video tutorial sebagai media efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa dalam praktik vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris baru mengenai efektivitas media video dalam pembelajaran praktik berbasis keterampilan Ecoprint teknik Iron Blanket.
Development of a Psychometric Instrument for Creativity Potential and Art Appreciation Pratamawati, E.W Suprihatin Dyah; Rahayuningsih, Sri; Nasir, Farah Damia Mohd
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3899

Abstract

This study aims to develop a valid and reliable instrument to measure creativity potential and art appreciation among students enrolled in the Arts and Culture Teacher Professional Education Program (PPG). The research was driven by the limited availability of assessment tools that comprehensively measure non-technical competencies, particularly creative thinking and aesthetic responsiveness, which are essential components in arts education. Employing a Research and Development (R&D) approach, this study adopted a modified Borg and Gall model consisting of seven stages, including needs analysis, blueprint formulation, item development, expert judgment for content validation, pilot testing, revisions, and large-scale field testing. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and performance-based assessment tasks. Content validity was analyzed using Aiken’s V, while construct validity was tested through Exploratory Factor Analysis (EFA) and Confirmatory Factor Analysis (CFA). Reliability was established using Cronbach’s Alpha, McDonald’s Omega, and Intraclass Correlation Coefficient (ICC). The findings confirmed that the developed instrument met strong psychometric standards, with factor loadings aligned with theories of creativity and contemporary aesthetics. The instrument effectively captures five dimensions of creativity (fluency, flexibility, originality, elaboration, and creative self-efficacy) and five dimensions of art appreciation (formal perception, interpretation, evaluation, transformational reflection, and tolerance of ambiguity). This instrument can serve as a diagnostic and evaluative tool and provide pedagogical insights for enhancing creative and reflective learning in arts education.