cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Potensi Penyebaran Infeksi Trichinella sp Akibat Konsumsi Daging Babi Hutan pada Karnivora Liar di Taman Margasatwa Ragunan Murtini, Sri; Satrija, Esdinawan Carakantara; Hendriana, Okta; Nugrahaeni, Mutiara; Edward, Syafri; Prasetyaningtyas, Wahono Esthi; Estuningsih, Sri; Satrija, Fadjar
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.%p

Abstract

Trichinellosis merupakan penyakit zoonotik yang disebarkan oleh konsumsi daging mentah atau kurang matang yang mengandung larva cacing Trichinella sp. Keberadaan Trichinella spiralis di Indonesia telah teridentifikasi sejak masa kolonial Belanda, tetapi informasi mengenai kejadian trichinellosis pada manusia dan hewan di negara ini masih sangat terbatas. Sejumlah penelitian terkini mengindikasikan terjadinya peningkatan kasus trichinellosis pada hewan, khususnya babi dan babi hutan. Hal ini tidak hanya berpotensi mengancam kesehatan manusia, tetapi juga satwa liar karnivora yang mengonsumsi daging tersebut, termasuk satwa yang berada dalam penangkaran ex situ. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan larva Trichinella sp. pada daging babi hutan hasil buruan di Provinsi Bengkulu yang dimanfaatkan sebagai sumber pakan satwa liar karnivora di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Sebanyak 44 sampel daging babi hutan asal Bengkulu serta serum dari empat Harimau Bengala, dua Jaguar, dan satu Singa Afrika asal Taman Margasatwa Ragunan diperiksa menggunakan teknik Indirect Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap Trichinella sp. Dari seluruh sampel daging yang diuji, tujuh (15,9%) menunjukkan hasil positif, 35 (79,5%) negatif, dan dua (4,5%) dubius. Pengujian serum Harimau Bengala menunjukkan satu (25%) seropositif, sedangkan sisanya dubious. Adapun pengujian pada serum Jaguar dan Singa Afrika menunjukkan hasil seronegatif. Harimau Bengala yang diuji merupakan individu yang lahir di Taman Margasatwa Ragunan dan hanya mendapat pasokan pakan berupa babi hutan asal Bengkulu. Oleh sebab itu, terdapat indikasi kuat bahwa infeksi Trichinella sp. pada babi hutan di Bengkulu dapat berpotensi memengaruhi kesehatan satwa liar karnivora yang ditangkarkan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.
K Kadar 17β-estradiol, Vitellogenin, dan Diameter Telur Selama Siklus Reproduksi Oreochromis niloticus Manalu, Wasmen; Andriyanto, Andriyanto; Sudrajat, Agus Oman; Kapelle, Imanuel Berly D.; Gunadi, Bambang; Mainassy, Meillisa Carlen
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.%p

Abstract

Estradiol, vitellogenin levels, and egg diameter are indicators of oocyte quality in aquaculture. This study evaluated the performance of 17β-estradiol (E2) and vitellogenin (Vtg) concentrations in eggs and oocyte diameter during the reproductive period of Oreochromis niloticus at the Fish Breeding Research Center, Sukamandi, Subang, West Java. Sixmonth- old female fish were fed a diet supplemented with varying doses of curcumin analog in the morning and evening for six weeks. The study used a completely randomized design with seven treatments and three replicates. E2 and Vtg concentrations in eggs were analyzed using the enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) Fish kit. The results indicated that the supplementation of curcumin analog in female broodfish of red tilapia increased the concentration of E2, which in turn stimulated Vtg synthesis in the liver, subsequently stored in developing follicles during gonadal maturation. The group supplemented with 2.4 mg of curcumin analog per 100 g of feed exhibited the highest concentrations of E2 (114.46 ng/mL) and egg Vtg (55.63 mg/mL). This study provides valuable insights for enhancing reproductive performance by incorporating curcumin analogs into the feed for commercial tilapia farming. 
DINAMIKA POPULASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER Vibrio spp. PADA AIR PEMELIHARAAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI Turtle Conservation and Education Center (TCEC) SERANGAN BALI: Bahasa Indonesia Ni Kadek Wini Ewintiani; I Wayan Rosiana; Wiradana, Putu Angga Wiradana; I Gede Widhiantara; Muhammad Khaliim Jati Kusala; Mochammad Aqilah Herdiansyah; Putu Angga
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.157–166

Abstract

Salah satu bakteri yang dapat mencemari air kolam penyu yaitu bakteri dari Genus Vibrio yang termasuk dalam patogen oportunistik biota perairan. Penyu lekang yang merupakan hasil penyelamatan di alam liar memiliki kerentanan terinfeksi bakteri patogen karena munculnya perlukaan pada permukaan tubuhnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika populasi dan identifikasi molekuler Vibrio spp pada air pemeliharaan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di TCEC Serangan Bali. Pengambilan sampel air dilakukan secara komposit pada tiga kolam yang berbeda. Pengukuran kelimpahan bakteri meliputi total bacaterial count (TBC), Total Vibrio Count (TVC), Total yellow colony (TYC), dan total green colony (TGC) pada mdia pemeliharaan penyu lekang yang dilakukan tiga kali (hari ke-0, 15, dan 30) dengan pengenceran berseri metode cawan sebar untuk dihitung koloni yang tumbuh. Isolat bakteri Vibrio spp. yang berhasil tumbuh dikonfirmasi jenisnya secara molekuler dengan metode PCR. Hasil penelitian menunjukkan nilai TBC pada air kolam pemeliharaan penyu lekang selama penelitian berfluktuasi. TBC tertinggi yaitu 63,02 log CFU/ml pada hari ke-15 di kolam 2 dan TBC terendah yaitu 4,30 log CFU/ml pada hari ke-30 di kolam 3. Nilai TVC tertinggi yaitu 43,27 log CFU/ml pada hari ke-15 di kolam 2 dan terendah yaitu 9,37 log CFU/ ml pada hari ke-0 di kolam 2. Hasil TGC tertinggi yaitu 7,64 log CFU/ml pada kolam 1 hari ke-0 dan terendah yaitu 4,77 log CFU/ ml pada kolam 3 hari ke-30. Hasil TYC tertinggi yaitu 38,08 log CFU/ml pada kolam 2 hari ke-15 dan terendah yaitu 4,39 log CFU/ ml pada kolam 1 hari ke-0. Hasil elektroforesis menunjukkan bahwa gen 16S rRNA pada DNA bakteri Vibrio berhasil diamplifikasi dan ditunjukkan dengan pita yang berukuran kurang lebih 1416 bp. Teridentifikasi satu isolat bakteri Vibrio parahaemolyticus dari hasil penelitian ini.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata) pada Tikus (Rattus norvegicus) Ramadhan, Maharani Kartika; Fadholly, Amaq
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.%p

Abstract

The leaves of Cassia alata exhibit potential properties as antioxidants, immunostimulants, antimicrobials, anti-dengue agents, and laxatives. This study aimed to determine the LD50 value of the administration of Cassia alata leaves extract using the Thompson-Weil method. A total of 25 rats (Rattus norvegicus) were utilized in the study, divided into five dose groups. One group served as the control (P0), receiving only distilled water, while the four treatment groups were administered doses of 500 (P1), 1000 (P2), 1500 (P3), and 2000 (P4) mg/kg BW. Toxic symptoms and changes in body weight were observed for 14 days. The results showed that there was one death at a dose of 1500 mg/kg BW and two deaths at a dose of 2000 mg/kg BW. The administration of Cassia alata leaf extract resulted in toxic symptoms, including reduced motor activity, respiratory difficulties, and weight loss. The LD50 value obtained was 1.9 g/kg BW. The extract of Cassia alata leaves exhibit a toxic effect on rats.
Antitumor activity of Typhonium flagelliforme Ethanol Extract Nanoemulsion in DMBA-Induced Sprague Dawley Rats Rini, Dian Cipta; Priosoeryanto, Bambang Pontjo; Riki Siswandi; Sutardi, Lina Noviyanti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.167-174

Abstract

Tumors are a leading cause of disease-related deaths in humans and companion animals, including dogs and cats. Typhonium flagelliforme, recognized in Indonesian traditional medicine, exhibits notable antitumor properties, such as inhibiting tumor cell proliferation and enhancing immune response. This study aimed to formulate T. flagelliforme into a nanoemulsion to improve its antitumor eflects and assess its efficacy in Sprague Dawley rats induced with the carcinogen 7,12-dimethylbenz (a) anthracene (DMBA). The nanoemulsion was formulated using the inversion phase method, and its particle size and stability were analyzed using SEM. Phytochemical screening identified active compounds, and toxicity was assessed using the brine shrimp lethality test. In vivo experiments involved five rat groups: untreated (NTC), nanoemulsion solvent (Solv), and three treatment groups receiving 25 μg/kg (TF25), 50 μg/kg (TF50), and 100 μg/kg (TF100) doses of the nanoemulsion, administered via intralesional injection. Results showed significant tumor size reduction in treatment groups compared to controls (p<0.05), with TF25 exhibiting the most eflective antiproliferative activity. Increased body weight across groups indicated low toxicity. The study concludes that T. flagelliforme nanoemulsion eflectively reduces tumor size and angiogenesis, demonstrating its potential as an antitumor agent. 
Kriopreservasi Semen Kambing Peranakan Boer dengan Pengencer Andromed dan Ekstrak Daun Kelor Riyadhi, Muhammad; Syarifuddin, Nursyam Andi; Sumantri, Ika; Wahdi, Anis; Rizal, Muhammad; Rizqiana, Sista; Bahtiyar, Saiul; Rifani, Muhammad Ade
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.%p

Abstract

The nutrients contained in Moringa leaves can protect spermatozoa from damage during semen cryopreservation. This study investigated the effectiveness of Moringa leaf extract in Andromed extender on the quality of frozen semen from Boer crossbreed goats. Fresh semen was divided into four tubes in equal volume and diluted with Andromed (control), 98% Andromed + 2% Moringa leaf extract (ME-2), 96% Andromed + 4% Moringa leaf extract (ME-4), and 94% Andromed + 6% Moringa leaf extract (ME-6), respectively. Diluted semen was placed in a mini-straw (0.25 mL), equilibrated in a refrigerator at 5°C for 4 hours, and then frozen by positioning the straw 10 cm above the surface of liquid nitrogen for 15 minutes. Variables were evaluated after diluting and thawing, including percentage of spermatozoa motility, live, and intact plasma membrane (IPM). Results of this study showed that the percentage of spermatozoa motility, live, and IPM for ME-4 (56.25, 67.5, and 65.75%) were significantly (p<0.05) higher than control (47.5, 56.75, and 53%), ME-2 (51.25, 59.5, and 56.25%), and ME-6 (51.25, 62.25, and 56%). This study’s findings indicate that adding 4% Moringa leaf extract to Andromed extender is optimal for enhancing the quality of frozen semen in Boer crossbreed goats. 
Pengujian Efektivitas Levamisol terhadap Cacing Gastrointestinal pada Ayam Kampung asal Yogya-karta secara in Vitro Wijayanti, Agustina Dwi; Irawan, Aisha Pasha
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.%p

Abstract

Levamisole is a broad-spectrum anthelmintic from the imidazothiazole derivative group for mammals and poultry. This study aims to evaluate the anthelmintic effectiveness of levamisole against gastrointestinal worms in domestic chickens in Yogyakarta. The findings of this study could potentially lead to the development of more effective strategies for controlling helminthiasis in poultry, thereby improving the health and productivity of domestic chickens. This study is an in vitro laboratory experiment that uses Ascaridia galli (AG) and Raillietina spp. (RL), in a petri dish with ten treatment groups (n=3). The groups consisted of two negative controls, 0.9% sodium chloride AG and RL (G1, G2), two groups of AG and RL in Carboxymethylcellulose Sodium (G3, G4), and levamisole treatment groups with doses of 0.02, 0.1, and 0.2% for three groups of AG (G5-G7) and three groups of RL (G8-G10), respectively. The worm’s mortality time was observed for 24 hours, while descriptive analyses were conducted between treatments with the scoring method. The 0.2% levamisole solution showed anthelmintic efficacy toward AG and RL of a domestic chicken, which in RL has the fastest time to die, 30 minutes of mortality time.
Laserpuncture Treatment for Cat Fractures at Airlangga University Veterinary Teaching Hospital Sofyan, Miyayu Soneta; Yudaniayanti, Ira Sari
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.2.94-99

Abstract

Cats are pets that are often found and commonly kept in Indonesia. Cats themselves are among the pets where many cases of bone fractures are found, which is one of the musculoskeletal disorders. Reports of these fracture cases are reviewed from a domestic female cat named Titi, with three colors of fur: orange, black, and white, aged 4 months, weighing 1.2 kg, and showing pain in her back and extremities when handled. The method of treatment in this case is to perform an X-ray to confirm the cat’s diagnosis. Then, laser puncture treatment is given as an alternative treatment provided for medical care due to the low costs required for the cat. Post-treatment care for the cat includes administering supportive medication such as multivitamins and minerals.
A Pengamatan Kadar BUN dan Kreatinin Pada Kucing Yang Mengalami FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) Djazuli, Palestin; Palestin, Palestin; Hermawan, Intan Permatasari; Yunani, Retina
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.3.191-198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Blood Urea Nitrogen (BUN) dan kreatinin pada kucing penderita Feline Urinary Tract Disease (FLUTD). Kucing dengan FLUTD seringkali mengalami gangguan ginjal seperti azotemia dan kelainan ginjal kronis yang disebut Chronic Kidney Disease (CKD) . Kedua kondisi tersebut terlihat dari tingginya kadar BUN dan Kreatinin dalam darah. Kadar BUN dan Kreatinin diperiksa dengan mengambil serum darah kucing penderita FLUTD menggunakan spuit sekali pakai berukuran 3 cc dan ditampung dalam tabung kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 10 menit. Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan BUN dan kreatinin adalah alat pemeriksaan kimia darah VetTest Idexx Laboratory®. Hasil pemeriksaan pada 25 ekor kucing terdapat 64% (16/25) mengalami peningkatan nilai BUN dan 36% (25/9) mengalami peningkatan nilai kreatinin. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kucing dengan FLUTD juga akan mengalami gangguan ginjal, sehingga diperlukan terapi tambahan untuk menurunkan kadar BUN dan kreatinin.
Praktik Kesejahteraan Hewan di Tempat Pemotongan Itik di Pasar Tradisional di Kota Bogor Farrah Nadhira, Ivania Farrah Nadhira; Purnawarman, Trioso; Basri, Chaerul
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.3.199-208

Abstract

Kesejahteraan hewan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam pemotongan hewan ternak, termasuk pemotongan pada itik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat praktik kesejahteraan hewan pada proses penyembelihan itik di pasar tradisional di Kota Bogor. Pemotongan itik di Kota Bogor hanya dilakukan di tiga pasar dengan total keseluruhan terdapat tujuh pemotongan sehingga seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan penilaian terhadap praktik kesejahteraan hewan dengan menggunakan checklist yang terdapat dalam Pedoman Pembinaan Kesrawan Pada Unit Usaha Produk Hewan Tahun 2023. Aspek kesejahteraan hewan yang dinilai meliputi aspek kedatangan, istirahat, pra-penyembelihan, penyembelihan, sumber daya manusia, dan rencana darurat. Kategori penilaian tingkat praktik kesejahteraan hewan dikategorikan menjadi baik, sedang, dan buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71% pemotongan itik di pasar tradisional di Kota Bogor berkategori sedang, sementara 29% berkategori buruk, dan tidak ada pemotongan berkategori baik. Penyimpangan ini banyak terjadi pada aspek kedatangan, pr-penyembelihan, sumber daya manusia, dan rencana darurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan praktik kesejahteraan melalui program Edukasi, Informasi, dan Komunikasi serta perlu dilakukan pemantauan pemotongan itik secara berkala oleh instansi terkait.