cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Respon Fisiologis Sapi Friesian Holstein yang disuplementasi UMMB Mengandung Bahan Perekat Alami Utamy, Renny Fatmyah
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.222-230

Abstract

Urea molases multi-nutrien blok (UMMB) merupakan suplemen pakan untuk sapi perah yang terdiri atas bahan pengisi dan perekat. Perekat yang umum digunakan yakni semen. Namun, semen merupakan bahan anorganik yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan ternak. Sehingga penggunaannya harus disubtitusi dengan bahan organik seperti tepung tapioka karena memiliki sifat gelatinisasi yang baik. Pemanfaatannya sebagai substitusi semen perlu diuji melalui respon fisiologi, karena respon ini merupakan indikator tingkat kesehatan ternak. Tujuan penelitian ini adalah menguji respon fisiologis sapi perah Friesian Holstein (FH) yang disuplementasi UMMB mengandung perekat alami. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan Faktor A adalah waktu pengukuran: pagi (w1); siang (w2); dan sore (w3) dan Faktor B adalah level subtitusi semen:tepung tapioca: 100:0 (P0); 75:25 (P1); 50:50 (P2); 25:75 (P3); 0:100 (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor A berpengaruh (P<0,05) terhadap nilai fisiologis, dengan nilai tertinggi pada siang hari. Faktor B berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap frekuensi respirasi dan denyut jantung, dimana semakin tinggi level subtitusi, nilai fisiologis sapi perah semakin tinggi. Meskipun demikian, nilai fisiologis tersebut masih berada pada kisaran normal yakni suhu rektal (38,2–39,10°C), frekuensi respirasi (24-37 kali/menit), dan denyut jantung (58–84 kali/menit). Tidak ada interaksi antara Faktor A dan B menunjukkan bahwa waktu pengukuran dan substitusi tepung tapioka tidak berkaitan dalam mempengaruhi nilai fisiologi ternak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung tapioka untuk mensubstitusi seman sebagai bahan perekat alami hingga level 100%.
UJI TOKSISITAS AKUT dan PERKEMBANGAN LACTICASEIBACILLUS RHAMNOSUS MG5511 dari SUSU KUDA BIMA dalam USUS SERTA EFEKNYA TERHADAP MUKOSA USUS dari PRODUK UJI PROBIOTIK Subangkit, Mawar; Andriyanto, Andriyanto
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.211-221

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek kesehatan dengan menyeimbangkan mikroba positif usus, serta mengendalikan mikroba patogen pada saluran pencernaan. Probiotik genus Lactobacillus merupakan jenis probiotik yang paling banyak digunakan. Selain uji efektivitas, pengembangan dan penelitian mengenai probiotik perlu dilengkapi dengan bukti dari data klinis dan nonklinis. Penelitian ini bertujuan mengoleksi data nonklinis dengan menguji efektivitas dan toksisitas kandidat probiotik Lacticaseibacillus rhamnosus MG 5511 dari susu kuda BIma yang selanjutnya disingkat KRG dalam usus, serta efeknya terhadap mukosa usus. Penelitian di hewan dilakukan dengan memasukkan galur spesifik tersebut dalam kaldu MRS dengan konsentrasi 107 sampai 1010 CFU/mL ke mencit. Parameter yang diamati berupa pengamatan tanda toksik dan klinis, pengamatan berat badan secara harian, gross patologi organ, dan koleksi sampel isi usus untuk mengamati jumlah populasi bakteri yang tumbuh. Berdasarkan hasil penelitian, galur murni Lacticaseibacillus rhamnosus MG5511 mampu sintas sampai ke saluran pencernaan sampai 14 hari dan termasuk dalam kategori relatif tidak membahayakan berdasarkan hasil uji toksisitas.
Efek Aplikasi Komposit Pati Terhadap Kadar Glukosa Darah High Fat Diet Rattus novergicus Kawengian, Priska Rosalina; Gedoan, Sukmarayu Pieter; Rawung, Livana Dethris; Rahardiyan, Dino; Maliangkay, Hendra Pratama; Moko, Emma Mauren
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.263-270

Abstract

Beras, umbi-umbian, dan pangan olahan dari tepung-tepungan dan pati seperti mie, pasta dan bakery merupakan bahan pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman daluga berpotensi sebagai sumber pangan yang baik, mempunyai komposisi karbohidrat dengan kompisis amilosa dan amilopektin yang baik sehingga memberikan karakter pencernaan yang lebih sehat di pangan olahannya dengan mengurangi percepatan pembongkaran karbohidrat menjadi gula. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian komposit pati daluga, tepung jagung dan tepung beras terhadap kadar glukosa darah Rattus novergicus yang diinduksi high fat diet. Pengujian in vivo menggunakan 18 ekor Rattus novergicus jantan dengan modelling syndrom metabolic. Darah tikus dikoleksi melalui vena orbitalis mata pada hari ke-0, 7 dan 14 untuk pengujian kadar glukosa darah. Metode pengujian ex vivo dilakukan nekropsi setelah perlakuan 14 hari dengan pengambilan sampel usus bagian jejunum untuk pengamatan laju absorbsi glukosa pada usus. Data dianalisa menggunakan perangkat lunak R-Software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data yang diperoleh pada hari ke-14 terdapat perbedaan signifikan antara kelompok (p<0,05) sedangkan, pada hari ke-7 tidak adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Pemberian komposit pati daluga, tepung beras dan tepung jagung memiliki potensi yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi high fat diet.
Cemaran Escherichia coli pada daging ayam di Pasar Kota Tangerang Selatan Nurul Asila
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.3.257-262

Abstract

Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi. Masyarakat dengan mudah memperoleh daging ayam dari pasar. Kondisi pasar dapat memengaruhi tingkat kontaminasi bakteri. Bakteri yang sering ditemukan pada daging ayam adalah Escherichia coli (E. coli). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah E. coli pada daging ayam yang dijual di pasar di Kota Tangerang Selatan. Penelitian dilakukan di 6 pasar dengan sampel daging sebanyak 46 yang diperoleh dari masing-masing pedagang yang ada di setiap pasar. Sampel tersebut diuji menggunakan metode angka paling mungkin (most probable number/MPN) yang dilakukan berdasarkan SNI Nomor 2897 Tahun 2008 tentang Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, Telur dan Susu, serta Hasil Olahannya. Hasil yang didapatkan dari total 46 sampel memberikan hasil positif. Seluruh sampel memiliki nilai MPN >1×101 MPN/g. Standar ketentuan SNI 7388:2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan adalah 1×101 MPN/g sehingga level kontaminasi E. coli yang ditemukan pada daging ayam di pasar di Kota Tangerang Selatan melampaui batas SNI
Domestic Pigs as an Animal Model of Myocardial Infarction: a Comparison of Systolic and Diastolic Blood Flow Velocities of Cardiac Valves Fitri, Arni Diana; Subangkit, Mawar; Esfandiari, Anita; Gunanti; Noviana, Deni
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.8-15

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is still the leading cause of death according to WHO in 2021. CVD generally results in myocardial infarction (MI), which occurred after tissue ischemia. Echocardiography is most likely a diagnostic tool without invasive effects. This study aimed to compare the blood flow in pig research animals treated with ligases of the circumflex arteries. Measurements were made in the mitral valve (MV), tricuspid valve (TV), semilunar pulmonary valve (SLP), and semilunar aortic valve (AO) of velocity during systole (Vs), velocity during diastole (Vd), time average peak velocity (TAMAX), and blood flow pressure at three-time points: before ligase treatment, after acute infarction (60 min), and 8 weeks after ligase treatment. All parameters in MV group increased at 60 min and decreased at 8th weeks. On TV, TAMAX and pTAMAX decreased at 60 min and week 8. In SLP, VS, pVS, and Vd decreased at 60 min and increased at 8th week. The pVd and pTAMAX parameters decreased at 60 min and 8th week, while TAMAX increased at 60 min and decreased at 8th week. In AO, the TAMAX and pTAMAX parameters increased at 60 min and 8 weeks; the other parameters were similar to MV and TV patterns.
Diversity of Mites in Captured Rats and the Role of Rickettsiosis in Semarang City and Demak Regency Mulyani, Indah; Ristiyanto; ALMANFALUTHI, MUHAMMAD LUTHFI; Handayani, Farida; WARDANI, DITA PRATIWI KUSUMA
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.77-86

Abstract

Ricketssiosis ditularkan oleh tikus baik secara kontak langsung maupun gigitan ektoparasit. Ektoparasit merupakan parasit vector penularan penyakit rickettsia yang hidupnya pada permukaan tubuh atau di bagian luar inangnya. Ektoparasit yang sering ditemukan di tikus salah satunya tungau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks ekologi ektoparasit tungau pada tikus yang tertangkap di Kota Semarang dan Kabupaten Demak pada bulan Juni – Agustus 2023. Penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan metode yang digunakan survey rodent dengan teknik yaitu teknik accidental sampling. Jumlah tikus yang tertangkap sebanyak 218 ekor dengan jenis Rattus Norvegicus, Rattus Norvegicus javanus, Rattus Tanezumi, Rattus Argentiventer, Suncus Murinus, Mus Musculus. Hasil spesies tungau yang ditemukan yaitu Laelaps nutalli, Laelaps turkestanicus, Eulaelaps stabularis, Echinolaelaps echidninus, Dermanyssus gallinae, Ornithonyssus bacoti dengan total 2.116 individu. Rata-rata nilai indeks keanekaragaman adalah 1,00 (Semarang) dan 0,78 (Demak) termasuk kategori sedang dan tinggi. Banyaknya tikus yang tertangkap dan banyaknya tungau memengaruhi kesehatan lingkungan, terutama manusia. Kelimpahan tungau Laelaps nutalli perlu diwaspadai karena sebagai salah satu yang berpeluang menularkan murine typhus.
Enhancement of Ovarian Development in Striped Catfish (Pangasianodon Hypophthalmus) Through Supplementation of Katuk Extract (Sauropus Androgenus), Turmeric Powder (Curcuma Longa), and Vitamin C Awaludin; Manalu, Wasmen; Andriyanto; Sudrajat, Agus Oman; Haryadi, Joni
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.22-29

Abstract

Perkembangan ovarium ikan mempengaruhi kualitas anakan yang dihasilkan. Penelitian bertujuan mempercepat kematangan gonad ikan patin dengan suplemetasi ekstrak katuk (0,6 g/kg pakan), tepung kunyit (4,8 g/kg pakan), dan vitamin C (599 mg/kg pakan). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, 8 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu CON (Kontrol), SA (ekstrak katuk), TU (tepung kunyit), VC (vitamin C), SATU (ekstrak katuk dan tepung kunyit), SAVC (ekstrak katuk dan vitamin C), TUVC (tepung kunyit dan vitamin C), dan COM (ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C). Induk ikan dipelihara selama 2 bulan dengan pemberian pakan dosis 5% bobot tubuh. Parameter yang diamati adalah bobot induk, bobot gonad, gonadosomatik indeks (GSI), histologi ovarium, dan diameter oosit fase endogenous vitelogenesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C menghasilkan nilai GSI dan bobot gonad yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Perkembangan oosit dengan suplementasi ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C mencapai fase endogenous vitelogenesis, sedangkan pada perlakuan kontrol masih banyak oosit pada fase previtelogenesis. Ukuran oosit fase endogenous vitelogenesis tertinggi ditemukan pada perlakuan kombinasi (603.60±99.09 µm) dan terendah pada kontrol (412.60±39.76 µm). Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak katuk, tepung kunyit, dan vitamin C mampu mempercepat perkembangan dan kualitas oosit ikan patin.
Physiological and Productivity of Quail During The Egg-Laying Period with Supplementation of Senduduk (Melastoma Malabathricum L) Powder in Feed Fredi Kurniawan; Niken Ulupi; Hera Maheshwari
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.44-51

Abstract

Quail is a type of poultry that is easy to raise and is the second largest egg producer after laying hens. The benefits of quail include a relatively high production cycle, minimal land requirements, and low feed consumption. Quail are more susceptible to stress compared to other poultry, particularly stress induced by elevated ambient temperatures. This stress can be overcome by administering antioxidants. Melastoma malabathricum L (commonly known as senduduk) leaf is a natural antioxidant that can alleviate stress. This study aimed to evaluate the effectiveness of different doses of senduduk leaf powder on the physiological and performance of laying quails. This study used a Completely Randomized Design with four treatments and four replications. The doses of senduduk leaf powder administered were P0 (0%), P1 (1.5%), P2 (3%), and P3 (4.5%). A total of 160 female quails, aged 40 weeks, were maintained for four weeks. The variables observed comprised hematological values, stress indicators, and quail performance during the laying period. The study’s results on hematological values, stress indicators, and quail performance during the laying period showed an increase at a dose of 3% (P2). The optimal concentration was identified as the 3% dose of senduduk leaf powder in treatment P2.
Prevalence and Risk Factors of Lumpy Skin Disease in Pakem District, Yogyakarta Rahmi, Siwi Meylina; Salim, Devi Andreani; Primatika, Roza Azizah; Nugroho, Widagdo Sri; Susetya, Heru; Widiasih, Dyah Ayu; Bawono, Gigih
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.30-36

Abstract

Lumpy Skin Disease (LSD) is an infectious dermatological condition affecting ruminant animals, particularly cattle, and is caused by the Lumpy Skin Disease Virus (LSDV). This virus possesses DNA genetic material derived from the Capripoxvirus genus within the Poxviridae family. The World Organization for Animal Health (WOAH) states that LSD has a mortality of 1-5% and a morbidity of 10-20% and can spread quickly if not handled properly. This study aimed to determine the prevalence of LSD and to identify associated risk factors in Pakem District, Yogyakarta. This research used a cross-sectional study. Samples were taken using a double-stage sampling technique with a total sample of 262 cattle. The study employed primary data collected through interviews with farmers. Data was analyzed descriptively and analytically. Data in the form of frequencies and percentages were analyzed using univariate methods. The relationship between risk factors and the incidence of LSD was analyzed using bivariate Chi-Square methods. The results showed that the prevalence of LSD in the Pakem District was 7.6%. The presence of ticks was identified as a risk factor for LSD disease, with a probability value of p<0.05. The association’s strength was indicated by an odds ratio (OR) of 2.64, suggesting that ticks may elevate the risk of contracting LSD by a factor of 2.64. The prevalence of LSD in Pakem District was 7.6%, and the presence of ticks 2.64 times increases the risk of LSD incidents. Control measures can be improved by carrying out livestock management in handling vectors.
Anthelmintic Potential of Microherbal Formulation of Basil Leaves (Ocimum africanum) against Haemonchus contortus Anum, Tasya; Islami, Nurfara; arif, ridi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.1.87-93

Abstract

Haemonchus contortus merupakan salah satu parasit ruminansia yang patogen dan telah mengembangkan kemampuan resistensi terhadap pengobatan antelmintik sintetik. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas antelmintik ekstrak daun kemangi pada skala mikro meter secara in vitro terhadap telur, larva infektif (L3), dan cacing dewasa H. contortus. Efektivitas tiga macam konsentrasi mikroherbal (10, 5, dan 1%) diuji melalui egg hatch assay, larval motility inhibition test, and adult worm motility inhibition assay. Kelompok kontrol negatif menggunakan PBS 10% sementara kontrol positif menggunakan Albendazole 10 mg/ml. Data penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikroherbal konsentrasi tertinggi memiliki efek yang tidak berbeda nyata dengan Albendazole (p>0,05), baik terhadap telur, L3, maupun cacing dewasa. Penghambatan motilitas seluruh cacing dewasa terjadi pada 1-4 jam pertama paparan mikroherbal 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroherbal daun kemangi efektif dijadikan antelmintik terhadap berbagai stadium H. contortus.