cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnalbimaabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27979407     EISSN : 27979423     DOI : https://doi.org/10.53299/bajpm.v1i1
Core Subject : Education,
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat terdaftar dengan e-ISSN: 2797-9423 dan p-ISSN: 2797-9407 menerbitkan artikel dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun metode pengabdian yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan dapat diterapkan dalam mengembangkan dan membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. Bima Abdi menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan dan panduan yang ada dalam template yang sudah disediakan oleh pengelola dalam website ini. Bima Abdi dibawah naungan Publisher Yayassan Pendidikan Bima Berilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
Sosialisasi Tipe-Tipe Anak Berkebutuhan Khusus pada Sekolah Inklusi di Kelurahan Pakal Surabaya Mira Pradipta Aryanti; Indri Dwi Isnaini; Denok Julianingsih; Aprilia Dharmayanti; Nabila Irsalina
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.251

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk menambah pengetahuan bagi guru KB, PAUD, dan TK tentang tipe-tipe anak berkebutuhan khusus. Tipe anak berkebutuhan khusus bermacam-macam dengan penyebutan yang sesuai dengan bagian diri anak yang mengalami hambatan baik telah ada sejak lahir maupun karena kegagalan atau kecelakaan pada masa tumbuh-kembangnya. Langkah-langkah pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan yaitu yang pertama perencanaan, kedua pelaksanaan, dan yang ketiga evaluasi kegiatan. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini, banyak hal positif yang didapatkan oleh para pendidik di sekolah inklusi Kelurahan Pakal khususnya pendidik kelompok bermain, PAUD dan TK. Salah satunya yaitu pendidik merasa lebih paham dengan materi yang diberikan oleh narasumber yaitu dengan ulasan materi dari narasumber yang disertai dengan berbagai kejadian konkrit tentang tipe-tipe anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut dibuktikan dengan antusiasnya para pendidik ketika berdiskusi dengan narasumber sehingga mereka dapat mengklasifikasikan tentang tipe-tipe anak berkebutuhan khusus di lembaganya masing-masing.
Pelatihan Pengembangan Skill Bahasa Inggris melalui Kegiatan School Camp di SMA Sederajat Kecamatan Woha Ramli Ramli; Fitri Ningsi; Zuriatin Zuriatin; Nurhidayat Nurhidayat; Fitria Sarnita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.259

Abstract

Permasalahan pada proses pembelajaran bahasa Ingris bukan hanya dijumpai pada penguasaan bahasa namun juga pada aplokasi dari setiap detail bahasa yang merupakan pengejewantahan dari Bahasa Inggris itu sendiri. hal tersebut dapt dilator belakangi oleh berbagai hal salah satunya adalah kurang maksimalanya evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh pengajar terhadap materi kebahasaan yang telah diajarkan. Karena Bahasa inggris adalah bahasa internasional yang harus diberi perhatian khusus terhadapa pemahaaman dan pengunaaannya, banyak Guru yang hanya menjelaskan penggunaaan namun tidak mengevaluasi pengguanaan dari masing-masing skill tersebut dalam hal aplikatif. Kegiatan Peletihan dan pengembangan skill tersebut akan menjadi langkah yang sangat strategis dalam penguatan skill bahasa inggris yang telah diajarkan didalam ruang kelas, kegiatan-kegiatan Ekstrakurikuler kebahahasaan akan menjadi solusi dari masalah tersebut, peserta didik yang ditatar dan dilatih dalam konsep penggunaan bahasa dalam kondisi yang telah disetting dalm konsep School Camp adalah solusi terbaik yang akan menjadi wadah pengembangan skill kebahasaan yang dimilki oleh peserta didik, Karen apeserta didik akan diarahkan pada realita penggunaan bahasa, mengaktifkan 4 skill bahasa inggris yang dimilki, dan digunakan secara aktif dalam kurun waktu pelaksanaan school camp tersebut, yang akan dihandle oleh para mentor untuk menguatkan skill-skill tersebut. disamping penguatan skill tersebut seluruh peserta didik yang tergabung dalam kegiatan school camp akan dapat memiliki skill yang mereka senangi sehingga proses school camp yang dilakukan akan lebih terarah. pola kegiatan school camp dilakukan secara berkala dalam kurun waktu 1 tahun, dan dilakukan secara berkala ditiap weekend sebagai bentuk evaluasi konsep yang telah ditanamkan oleh pengajar dalam ruang kelas. sehingga materi yang telah ditanamkan tersebut dalam dievaluasi dan ditibdaklajuti oleh para mentor dalm kegiatan school Camp.
Pelatihan Pembuatan Ecobrick Sebagai Upaya dalam Penanggulangan Sampah Plastik di SMKN 2 Sumbawa Besar Fauzi Widyawati; Syamsul Bahtiar; Rita Desiasni; Lalu Suhaimi; Emsal Yanuar; I Putu Widiantara
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.262

Abstract

Sampah plastik merupakan sampah yang paling sering dijumpai, salah satunya di lingkungan sekolah, bahkan terkadang keberadaannnya tidak dihiraukan. Sehingga, menyebabkan jumlah sampah plastik meningkat setiap harinya. Peningkatan jumlah sampah plastik disebabkan proses pengelolaan sampah yang rumit dan biaya investasi yang mahal. Permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda. Sehingga, pengenalaan pengelolaan sampah pada siswa-siswa sangat penting, karena akan menumbuhkan karakter yang peduli akan linkungannya. Salah satu metode dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan yaitu dengan pembuatan batu bata ramah lingkungan (ecobrick). Program Studi Teknik metalurgi dan mahasiswa Program MBKM UTS Mengajar bekerjasama dengan SMKN 2 Sumbawa Besar untuk mengolah limbah sampah plastik. SMKN 2 Sumbawa Besar memiliki tempat pembuangan sampah induk yang didominasi oleh sampah anorganik dari botol plastik dan bungkusan makanan ringan.  Dalam kegiatan pengabdian ini, metode yang digunakan yaitu diawali dengan observasi lapangan metode diskusi, pelatihan dan praktek langsung pembuatan ecobrick. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bahaya sampah anorganik bagi Kesehatan dan lingkungan, serta dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas para siswa SMKN 2 Sumbawa Besar untuk mengelola sampah anorganik. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, menunjukkan para siswa-siswi memiliki keinginan dan kemauan yang tinggi dalam mempelajari proses pengelolaan sampah dari limbah sampah plastik, yang ditandai dengan partisipasi aktif para siswa mengikuti setiap proses-proses dalam pembuatan bata ramah lingkungan (ecobrick).
Sosialisasi Pola Asuh Anak yang Tepat dan Hak Kebebasannya di Taman Pendidikan Al-Qur’an Sabilil Huda Desa Purworejo Ngantang Kabupaten Malang Benny Afwadzi; Moh. Heri Susanto; Moch. Al Ihza Dwi Kurniawan; Fatin Mas Ulatifa; Alfiyatul Hasanah; Nadiyah Darissalamah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.264

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi ini bertujuan supaya bisa menambah pengetahuan kepada para wali santri mengenai pola pengasuhan anak yang tepat dan juga hak kebabasan anak. Pengasuhan yang tepat ialah pengasuhan yang dilakukan atas kasih sayang serta rasa saling menghargai antara orang tua dan anak. Adapun pola asuh sendiri terdiri atas tiga macam yaitu jenis pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Berdasarkan ketiga jenis pola asuh di atas, maka orang tua harus belajar banyak hal tentang karakteristik anak. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan di TPQ Sabilil Huda, Dusun Jeruk, Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Metode dalam pelaksanaan sosialisasi parenting ini adalah observasi, wawancara, dan pemberian materi. Pengabdian ini menghasilkan temuan bahwa berdasarkan telaah awal di TPQ ini ditemukan bahwa di masih banyak orang tua yang minim pengetahuan mengenai pengasuhan anak yang tepat. Hal ini mengacu terhadap cerita ibu-ibu sendiri yang kadang mereka suka memarahi, membentak, bahkan main tangan terhadap anaknya. Salah satu dari mereka mengatakan dengan jujur bahwa ia terkadang main tangan kepada anaknya, dikarenakan emosi yang sudah tidak bisa dibendung lagi. Setelah mengikuti kegiatan ini, wali santri mulai menyadari bahwa jenis pola asuh yang paling representatif adalah pola asuh demokratis atau otoritatif yang berada pada posisi pertengahan.
Pendampingan dan Konseling terhadap Masyarakat dalam Upaya Penurunan Stunting di Desa Wambuloli Sulawesi Tenggara Nastia Nastia; L.M. Azhar Sa’ban; Anwar Sadat; Irman Irman; Djays Djays; Ilwan Ilwan
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.269

Abstract

Generasi emas Indonesia kedepan dicerminkan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang produktif dan memiliki performa kerja yang tinggi, namun saat ini Bangsa Indonesia dihadapkan pada masalah kekurangan gizi pada bayi dan balita sehingga berdampak pada munculnya stunting dalam masyarakat, Indonesia menjadi salah satu negara yang masih tinggi angka stuntingnya untuk propinsi sulawesi tenggara sendiri masih berada diposisi 30,2% stunting, kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dalam rangka membantu tugas pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memberikan konseling, informasi dan edukasi terkait stunting yang dianggap sesuatu yang biasa bagi sebagian masyarakat di Desa Wambuloli. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan berupa penjelasan materi dan metode survey terkait pengetahuan peserta melalui questioner, hasil kegiatan ini menunjukkan 80% calon pengantin maupun wanita subur di Desa Wambuloli memiliki pengetahuan yang kurang tentang stunting. Solusi yang diberikan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Pemerintah Desa Wambuloli berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Buton yaitu dengan melakukan pendampingan dan penguatan masyarakat, rencana aksi pencegahan stunting, membuat media komunikasi, edukasi dalam rangka campaign pencegahan stunting.
Upaya Peningkatan Penjualan pada UMKM Tahu Sumedang Putri Deli Medan melalui Kemasan Ramah Lingkungan dan Strategi Digital Marketing Martha KN Pasaribu; Adinda Nadira Larasati; Daniel Fernando Siahaan; Berliana Manik
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.275

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah pelaku utama perekonomian Indonesia yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, dan menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, UMKM harus terus didukung dan dikembangkan. Salah satu pendekatan strategis yang dapat diambil oleh para pemilik UMKM adalah membuat konsep kemasan ramah lingkungan dan terlibat dalam pengembangan pemasaran produk melalui digital marketing. Hal ini menjadi fokus yang menarik bagi kami dalam melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu pelaku usaha UMKM Tahu Sumedang Putri Seli Medan dalam rangka meningkatkan penjualan melalui penerapan laporan keuangan berbasis digital dan penerapan kemasan ramah lingkungan dan melalui digital marketing. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi metode penyuluhan dan pelatihan. Sasaran program adalah pemilik dan karyawan UMKM Tahu Sumedang Putri Deli Medan yang beralamat di Perumnas Putri Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program yang dilakukan meliputi: 1). Tahap Survey lapangan, 2) Memberikan penyuluhan tentang kemasan ramah lingkungan dan penerapan strategi marketing melalui digital marketing, 3) Membuka jaringan pasar dengan membuat kegiatan promosi untuk meningkatkan penjualan. Kesimpulan hasil akhir kegiatan ini menunjukkan, penggunaan kemasan ramah lingkungan sangat membantu pelaku UMKM Tahu Sumedang Putri Deli Medan dalam mengembangkan nilai jual produknya menjadi lebih menarik perhatian pelanggan dengan penggunaan besek yang terbuat dari anyaman bambu/rotan dan membantu desain juga cetak stiker brand di kemasan, juga terbentuknya jaringan pasar yang lebih luas melalui kegiatan promosi yang dilakukan melalui digital marketing, juga para pelaku UMKM mendapatkan peningkatan kemampuan dalam melakukan promosi serta pemahaman akan strategi marketing.
Pelatihan Komunikasi Krisis Terkait pengelolaan Homestay pada Masyarakat Lokal di Desa Lumban Sui Susi Toruan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Faustyna Faustyna
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.288

Abstract

Pengabdian komunikasi krisis terkait pengembangan homestay ini bertujuan untuk memberikan pelatihan komunikasi krisis pada masyarakat untuk menangani keluhan wisatawan sebagai edukasi dan berdampak pada ekonomi masyarakat di Desa Lumban Sui Sui toruan. Tahapan-tahapan dalam kegiatan ini adalah (1) pemberian materi; (2) Pendampingan komunikasi krisis pokus pada saat pelaksanaan menangani keluhan pelanggan; (3) Evaluasi saat kegiatan dilakukan.  Kegiatan ini dilakukan untuk membantu dan mengenalkan komunikasi krisis masyarakat dalam menangani keluhan para wisatawan yang menggunakan fasilitas Homestay di desa agar para pelaku usaha wisata di lokasi memiliki ketrampilan dalam hal menangani keluhan wisatawan sehingga dapat berkontribusi untuk pengembangan homestay yang terkait sistemik pada destinasi wisata yang dapat meningkatkan reputasidi desa Lumban Sui Sui Toruan di Samosir. Luaran yang didapat dalam Pengabdian Kemitraan Masyarakat ini adalah menghasilkan suatu pola Teknik menangani keluhan wisatawan secara effectively. Pelatihan ini memberikan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman bagi mengelola homestay dengan sukses, memberikan pengalaman yang baik bagi tamu, dan memberikan dampak positif pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.
Workshop Penyusunan Internet Based Test (IBT) Menggunakan Metode Gamification Learning untuk Guru SMK Ita Fitriati; Nur Fitrianingsih; Ahyar Ahyar; Ramdani Purnamasari; Fitri Ningsi; Ika Irawati; Wahyudin Wahyudin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i2.324

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMK Pelita Harapan Bima. Kegiatan ini dikonsepkan dalam bentuk workshop penguatan pemahaman dan penyusunan Internet Based Test (IBT) dengan menggunakan metode gemification learning. Metode workshop ini terdiri dari beberapa tahapan yakni persiapan (analisis kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi mitra, menawarkan solusi, menyusun perangkat workshop), pelaksanaan (penyampaian materi dan penyusunan IBT), pasca pelatihan (pelatihan dan pendampingan lebih lanjut bagi guru yang masih mengalami kesulitan dalam menyusun IBT). Hasil pre test menunjukkan bahwa presentasi peserta yang tidak mengetahui gamefication lebih tinggi yaitu sekitar 58%, peserta tidak memiliki pengalaman mengikuti kegiatan pelatihan literasi teknologi sebelumnya sekitar 83% dan tidak pernah menerapkan teknologi sekitar 58%. Setelah dilakukan pelatihan dari 3 platform yang digunakan 91% berpendapatan platform kahoot paling sulit digunakan, namun 72% menunjukkan bahwa peserta berminat untuk memperlajari semua aplikasi gamification. Hasil workshop ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan minat peserta dalam menggunakan teknologi untuk kebutuhan evaluasi pembelajaran.
Implementasi Kampus Mengajar Angkatan IV dalam Meningkatkan Keterampilan Literasi dan Numerasi Siswa Kelas V SDN Inpres Kalate Nur Rizkiyah; Adi Apriadi Adiansha; Muhammad Yusuf; Fatmah Fatmah; Syarifuddin Syarifuddin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i2.325

Abstract

Program kampus mengajar merupakan salah satu program pemerintah untuk mewujudkan kegiatan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Program ini diperuntukan mahasiswa dari seluruh program studi di perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan dasar terutama di daerah 3T. Adapun kegiatan kampus mengajar ini meliputi: kegiatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah melihat perkembangan keterampilan literasi numerasi siswa kelas V di sekolah SDN Inpres Kalate yang berada di Desa Riamau, Kecematan Wawo Kabupaten Bima yang terdapat hambatan dan tantangan tersendiri dalam proses meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi. Metode kegiatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan peneliti bertindak sebagai observer. Hasil kegiatan menunjukan bahwa siswa kelas V sangat tertarik dengan pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok membuat pembelajaran sangat efektif sehingga perkembangan keterampilan dan numerasi terdapat peningkatan pada kelompok siswa belum fasih membaca dan semakin baik pada kelompok siswa yang sudah fasih membaca.
Pendampingan Kegiatan Literasi dalam Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Doko Umi Nahdiyah; Nanang Zamroji; Abd. Charis Fauzan
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i2.334

Abstract

Di Indonesia, gerakan literasi telah diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan minat baca siswa yang rendah, namun program literasi tidak keseluruhan bisa diterapkan sekolah. SMPN 2 Doko adalah satu sekolah negeri di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar yang belum bisa mengimplementasikan gerakan literasi sekolah dikarenakan terbatasnya sarana yang dimiliki, seperti kurangnya buku bacaan yang ada di perpustakaan dan kurangnya kesadaran siswa dalam belajar. Permasalahan lain adalah faktor ekonomi keluarga siswa yang rata-rata rendah sehingga berpengaruh terhadap minat baca siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, maka keterampilan literasi pemula menjadi fokus dalam kegiatan literasi ini dengan literasi baca tulis. Kegiatan literasi dilaksanakan di perpustakaan dalam waktu 20 menit dengan membaca buku non-akademik dan oleh guru. Kegiatan berlangsung seminggu 1 kali pada siswa kelas 7. Pada kegiatan literasi ini, kepala sekolah menunjuk beberapa guru pendamping yang selalu mendampingi siswa-siswinya.  Pendampingan kegiatan literasi mendapatkan penerimaan yang baik dari siswa-siswi SMPN 2 Doko, hal ini dapat ditinjau dari keaktifan hingga 85% dari siswa-siswi dalam mengisi jurnal kegiatan dan menyerahkannya kepada masing-masing guru pendamping.

Page 6 of 24 | Total Record : 233