cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 257 Documents
Pemahaman dan Tantangan Guru dalam Implementasi Pembelajaran Etnomatematika-STEM di Sekolah Dasar Kabupaten Bima Mawaddah, Sukma; Ahyansyah, Ahyansyah; Daut, Daut
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2711

Abstract

Etnomatematika hadir dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman dan makna pembelajaran matematika di sekolah. Kerangka pembelajaran Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) diterapkan untuk meningkatkan kualitas siswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini mengeksplorasi pemahaman guru tentang kerangka kerja STEM dan etnomatematika, desain pembelajaran dan implementasinya, serta kendala yang dihadapi di sekolah dasar di Kabupaten Bima. Penelitian ini bersifat kualitatif, menggunakan tipe penelitian deskriptif eksploratif. Partisipan penelitian terdiri dari 12 guru sekolah dasar di wilayah Kabupaten Bima dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan pendekatan Bogdan dan Biklen. Temuan penelitian ini adalah bahwa implementasi pembelajaran STEM dan etnomatematika masih belum maksimal. Masih banyak guru yang belum menerapkan langkah-langkah pembelajaran STEM dengan baik. Pemahaman guru terhadap implementasi etnomatematika-STEM masih rendah. Pelatihan dan lokakarya STEM-Etnomatematika untuk guru sekolah dasar belum diadakan di Kabupaten Bima, padahal pelatihan atau lokakarya tersebut akan mendukung kompetensi guru. Akibatnya, guru kesulitan untuk menyusun rencana pembelajaran STEM terlebih lagi jika diintegrasikan dengan kearifan lokal budaya Mbojo Bima. Tantangan yang dihadapi adalah lemahnya kemampuan prasyarat siswa dalam kemampuan awal matematika yang menyebabkan siswa sulit untuk berpartisipasi dalam pembelajaran STEM terintegrasi Etnomatematika. Tantangan lainnya adalah kecemasan dan kurangnya kepercayaan diri guru tentang keberhasilan pembelajaran STEM terintegrasi etnomatematika, kurangnya dukungan media pembelajaran yang disediakan sekolah atau dibuat oleh guru, dan rendahnya partisipasi orang tua.
Pengembangan Modul Flipbook Digital dengan Pendekatan STEAM pada Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan dalam Meningkatkan Pemahaman dan Sikap Peduli Lingkungan Mahasiswa Awaluddin, Rizka; Firmansyah, Edi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2722

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul flipbook digital dengan pendekatan STEAM pada mata kuliah Pengetahuan Lingkungan serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan sikap peduli lingkungan mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli materi, angket respon mahasiswa, tes pemahaman konsep, serta angket sikap peduli lingkungan. Subjek penelitian terdiri atas uji coba terbatas pada 8 mahasiswa dan uji coba lapangan pada 25 mahasiswa. Hasil validasi menunjukkan modul flipbook digital berbasis STEAM dinyatakan sangat layak, dengan skor 89,3% dari ahli media dan 90,6% dari ahli materi. Respon mahasiswa juga positif dengan skor 90% pada aspek kejelasan materi, kemudahan penggunaan, dan daya tarik. Implementasi modul pada kelompok besar memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pemahaman konsep mahasiswa, dengan perbedaan skor pretest dan posttest dengan nilai (sig. 0,000 < 0,05), selisih rata-rata -25,00, serta nilai N-Gain 57,98 pada kategori sedang. Selain itu, sikap peduli lingkungan mahasiswa juga meningkat secara signifikan, ditunjukkan oleh perbedaan skor pre-angket dan post-angket (sig. 0,000 < 0,05), selisih rata-rata -29,72, dengan nilai N-Gain 80,86 pada kategori tinggi. Dengan demikian, modul flipbook digital dengan pendekatan STEAM terbukti layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Pengetahuan Lingkungan karena mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan sikap peduli lingkungan mahasiswa.
Mathematical Anxiety, Learning Motivation, and Mathematical Creative Thinking in Junior High School Kristiarta, Yosafat Ardian; Saputro, Totok Victor Didik; Nugraha, Adhi Surya; Marsigit, Marsigit; Wulanningtyas, Melania Eva
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.2748

Abstract

This study contains the effect of mathematical anxiety on the motivation to learn mathematics and the mathematical creative thinking abilities of junior high school students. Mathematics learning also needs to understand the psychological aspects of students, including about mathematical anxiety and motivation to learn mathematics. Mathematical anxiety and motivation to learn mathematics that are not immediately addressed properly and correctly will affect students' creative thinking skills in mathematics. The purpose of this study was to determine the effect of mathematical anxiety on learning motivation and mathematical creative thinking abilities of junior high school students. This study uses the literature review method with publication limitations of the last 5 years. Exploration of publication results using an open-access website taken from Google Scholar with research results published in Reputable National Journals at least Sinta 4 and Reputable International Journals at least Q3. Publication results are limited to searches using the keywords “Math Anxiety”, “Learning Motivation”, “Creative Thinking Skills”, “Junior High School Mathematics Learning”, “Math Anxiety”, “Learning Motivation”, “Creative Thinking Skills”, and “Mathematics Learning in Junior High School”. Exploration results of publications were analyzed using PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis) syntax. The results showed that mathematical anxiety had an effect on motivation to learn mathematics and students' mathematical thinking abilities. Students who have excessive mathematical anxiety tend to have low motivation to learn mathematics. Low motivation to learn mathematics will affect the way students think, especially with regard to the ability to think creatively mathematically. Therefore, teachers must be alert and communicative in order to overcome these problems and students become more comfortable when learning mathematics.
Argumentasi Kolektif Siswa Kelas VIII dalam Memecahkan Masalah Geometri Rofiki, Imam; Darmawan, Puguh; Mutia, Tuti; Rahayuningsih, Sri; Andini, Fahrany Wahyu; Khasanah, Kholitdatul; Agustina, Leyna Dwi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2805

Abstract

Pembelajaran matematika masih cenderung berfokus pada hasil akhir, sehingga kesempatan siswa untuk berargumentasi dan membangun pemahaman konsep dan bernalar secara kolaboratif belum optimal. Padahal, argumentasi kolektif berperan penting dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif melalui proses negosiasi makna dan pembenaran berbasis bukti. Oleh karena itu, diperlukan kajian untuk mengetahui bagaimana bentuk dan tingkat kemampuan argumentasi kolektif siswa dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji argumentasi kolektif siswa dalam menyelesaikan masalah geometri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM. Subjek dalam penelitian ini adalah 9 siswa kelas VIII B SMP Laboratorium UM yang terbagi menjadi 3 kelompok. Teknik yang digunakan dalam pemilihan subjek adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah Peneliti itu sendiri. Selain itu, instrumen pendukung meliputi soal tes terkait masalah geometri, pedoman wawancara semi terstruktur, alat perekam audio/audiovisual, dan catatan lapangan (observasi). Pengumpulan data penelitian ini menggunakan tiga teknik utama, yaitu (1) observasi (catatan lapangan), (2) wawancara semi terstruktur, dan (3) dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis interaktif yang meliputi empat tahapan, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) kondensasi (reduksi) data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah memiliki kemampuan awal dalam membangun argumen matematis secara kolaboratif. Namun, justifikasi dan alasan yang diberikan masih bersifat prosedural dan belum memperkuat argumen secara optimal. Diperlukan pembelajaran yang menekankan penguatan aspek warrant dan backing untuk meningkatkan kualitas argumentasi.
Enhancing Learning Autonomy through Heutagogical Flipped Learning: A Three-Semester Longitudinal Study in Indonesian Higher Education Nurhajarurahmah, St. Zulaiha
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2807

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing Heutagogical Flipped Learning (HFL) on students’ learning autonomy in Indonesian higher education. The research employed a quasi-experimental longitudinal approach with a one-group pretest–posttest design, conducted over three consecutive semesters in the same course within a postgraduate mathematics education program. A total of 93 students as participated in the study. The research instruments consisted of the HFL Implementation Scale and the Learning Autonomy Scale, each comprising 20 items with content validity (Aiken’s V) ranging from 0.84 to 0.94 and reliability coefficients (α) above 0.88. Data were analyzed using descriptive statistics, paired-sample t-tests, simple linear regression, and thematic analysis of reflective interview data. The findings revealed that the implementation of HFL had a positive and significant effect on improving students’ learning autonomy, with an R² value of 0.46 (p < 0.001). The learning effect increased from a medium to a large level across semesters (Cohen’s d = 0.49 → 0.91). The longitudinal trend analysis showed an average increase of 0.22 points in learning autonomy per semester. The interview results supported the quantitative findings, showing that 83% of students expressed satisfaction with the learning process, particularly regarding learning flexibility, responsibility, and peer collaboration, although some faced technical and time-management challenges. Overall, this study confirms that HFL is effective in enhancing students’ learning autonomy and satisfaction in higher education. Its sustained implementation has the potential to foster a culture of self-directed and reflective learning aligned with Indonesia’s digital education transformation agenda.
Evaluation of Independent Curriculum Implementation in Student-Centered Mathematics Learning at SMPN 1 Cikidang Sukabumi Rosida, Rani Nurhayati; Prasetyono, Hendro
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2847

Abstract

The Independent Curriculum emphasizes student-centered learning; therefore, its implementation in Mathematics subjects at SMPN 1 Cikidang, Sukabumu needs to be evaluated. This study aims to examine how teachers design and implement Mathematics learning based on the Independent Curriculum and to reveal how students perceive its benefits and challenges. In addition, this research aims to assess the extent to which the implementation aligns with the core principles of the Independent Curriculum. The research employed a qualitative method with a field study approach, using in-depth interviews with teachers and students of SMPN 1 Cikidang. Data analysis was conducted descriptively through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that teachers are fairly adaptive in designing contextual learning despite facing facility constraints, while students feel more motivated but require intensive guidance. The study concludes that teacher training and adequate facilities are essential to optimize Mathematics learning based on the Independent Curriculum.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa pada Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Sudarsono, Sudarsono; Mawaddah, Ida
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i2.1532

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa terhadap pembelajaran matematika melaui model pembelajaran Discovery Learning. Dalam penelitian ini peneliti menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Responden pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-1 SMA Negeri Kabupaten Bima, dengan dua kelas yang dipilih secara purposive sampling sebagai kelompok eksperimen (n=32) dan kelompok kontrol (n=32). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan koneksi matematis dalam bentuk soal uraian yang mengukur tiga dimensi: hubungan antar konsep matematika, keterkaitan matematika dengan bidang ilmu lain, dan penerapan matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Analisis Data menggunakan pendekatan statistik inferensial, seperti uji-t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan model Discovery Learning (rerata post-test=76,84) berbeda dengan metode pembelajaran konvensional (rerata post-test=64,25), dengan nilai t=6,173 dan signifikansi 0,000 (p<0,05). Peningkatan kemampuan koneksi matematis pada kelompok eksperimen berada pada kategori sedang (N-Gain=0,55), sedangkan pada kelompok kontrol berada pada kategori rendah (N-Gain=0,30). Analisis berdasarkan dimensi kemampuan koneksi matematis menunjukkan bahwa model Discovery Learning memberikan pengaruh positif pada semua dimensi, dengan pengaruh terbesar pada dimensi penerapan matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari (selisih 14,29%). Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk membangun hubungan antar konsep matematika, mengaitkan matematika dengan bidang ilmu lain, serta menerapkan konsep matematika dalam kehidupan nyata. Penelitian ini menyarankan penerapan model Discovery Learning sebagai alternatif pembelajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan koneksi matematis siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran E-Tata Surya Berbantuan Smart Apps Creator (SAC) pada Materi Sistem Tata Surya Hadju, Asrawati; Ntobuo, Nova Elysia; Uloli, Ritin; Mursalin, Mursalin; Paramata, Dewi Diana; Nurhayati, Nurhayati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1577

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran e-tata surya berbantuan Smart Apps Creator pada materi sistem tata surya yang memenuhi kriteria kualitas dari segi Validitas, Kepraktisan, dan Keefektifan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Development, Disseminate). Subjek penelitian adalah 9 orang peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Kabila Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) hasil validasi media pembelajaran e-tata surya berbantuan Smart Apps Creator oleh dua validator memperoleh nilai rata-rata 96.88% memenuhi kriteria Valid dan bisa digunakan; (2) Aspek kepraktisan menunjukan bahwa observasi keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rata-rata presentase 84% dengan kriteria “Baik” ; dan (3) Aspek keefektifan ditentukan melalui aktivitas siswa yang mencapai 84.66% dengan kriteria sangat baik dan hasil belajar untuk ranah kognitif pada materi sistem tata surya  mencapai nilai N-gain sebesar 0,63 termasuk dalam kategori sedang Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan media pembelajaran e-tata surya berbantuan Smart Apps Creator pada materi sistem tata surya di SMP Negeri 2 Kabila telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif sehingga dapat dikatakan bahwa media pembelajaran e-tata surya berbantuan Smart Apps Creator ini layak untuk digunakan dan diimplementasikan.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTs Negeri Sibolga pada Materi Getaran dan Gelombang Hasibuan, Siti Fathia Azhar; Nainggolan, Bajoka
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1857

Abstract

Peneliti melaksanakan studi ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing pada kreativitas dan hasil belajar siswa kelas VIII MTs Negeri Sibolga untuk materi Getaran dan Gelombang. Studi ini memakai metode quasi experimental design dengan dua kelas sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII-1 dijadikan kelas eksperimen mempergunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan kelas VIII-2 dijadikan kelas kontrol mempergunakan model pembelajaran konvensional. Sehubungan dengan studi ini desain penelitian melibatkan post-test dan pre-test sebagai pengukuran kreativitas dan hasil belajar siswa. Kreativitas siswa diukur menggunakan empat soal uraian yang telah divalidasi dan disusun berdasarkan indikator kreativitas yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Sementara itu, hasil belajar diukur menggunakan 25 soal yang terdiri atas 21 soal pilihan ganda dan 4 soal uraian, disusun berdasarkan indikator taksonomi Bloom. Hasilnya memperlihatkan meningkatnya kreativitas dan hasil belajar siswa secara signifikan. Rata-rata skor kreativitas siswa di kelas eksperimen naik dari 39,20 menjadi 79,83, sedangkan di kelas kontrol mengalami peningkatan dari 38,10 menjadi 69,17. Rata-rata hasil belajar di kelas eksperimen meningkat dari 42,47 menjadi 81,87, sedangkan di kelas kontrol dari 41,23 menjadi 71,93. Uji hipotesis mempergunakan uji-t satu pihak menunjukkan bahwa thitung > ttabel, baik pada variabel kreativitas (4,381 > 1,672) maupun hasil belajar (6,981 > 1,672). Dapat disimpulkan bahwa ditemukan pengaruh secara signifikan dari model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam membuat kreativitas serta hasil belajar siswa meningkat.
Hubungan Resiliensi Matematis dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII Nurkhodijah, Siti; Abadi, Agung Prasetyo
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i3.1873

Abstract

Resiliensi matematis adalah perilaku positif yang membantu siswa mengatasi kesulitan dan tekanan ketika menghadapi masalah matematika yang sulit dipecahkan. Untuk dapat memecahkan masalah matematika dengan baik, diperlukan sikap mental yang positif. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji adanya keterkaitan antara resiliensi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode korelasional. Seluruh siswa kelas VIII di salah satu SMP di Kabupaten Karawang menjadi populasi pada penelitian ini, sedangkan sebanyak 62 siswa dijadikan sampel melalui teknik cluster random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui angket resiliensi matematis dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Data angket diubah melalui teknik Method of Successive Intervals (MSI) sebelum diuji normalitasnya. Uji Rank Spearman digunakan untuk melakukan analisis korelasi karena data tidak memenuhi asumsi normalitas. Penelitian ini memberikan hasil bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara resiliensi matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dengan nilai korelasi 0,268 dan signifikansi 0,035 (p < 0,05). Artinya, peningkatan resiliensi matematis sejalan dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, begitupun sebaliknya. Kesimpulannya, siswa dengan tingkat resiliensi matematis yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, meskipun tingkat korelasinya tergolong lemah.