cover
Contact Name
DEWI YULIASARI
Contact Email
dewiys52@yahoo.co.id
Phone
+6285279526789
Journal Mail Official
dewiys52@yahoo.co.id
Editorial Address
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/PERAKMALAHAYATI/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2685547X     EISSN : 26848899     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
jurnal perak malahayati adalah jurnal pengabdian kesehatan masyarakat(PKM) Khusus untuk bidang kesehatan.
Articles 254 Documents
PEMANFAATAN MEDIA DIGITALISASI KELAS REPRODUKSI DALAM RANGKA EDUKASI PERSIAPAN PRAKONSEPI BAGI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 4 KOTA METRO Fibrila, Firda -; -, Herlina -; Ridwan, M. -
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18024

Abstract

Pendahuluan: Upaya percepatan penurunan AKI saat ini masih terfokus pada permasalahan yang berada di hilir. Bertolak dari berbagai permasalahan yang ada pada remaja putri, penting untuk memulai mengurai akar permasalahan penyebab kematian ibu berawal dari hulu. Pendidikan persiapan prakonsepsi bagi remaja menjadi salah satu upaya persiapan prakonsepsi yang mampu mendukung meningkatkan kesejahteraan calon ibu. Tujuan : kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi persiapan prakonsepsi pada remaja putri melalui pemanfaatan media digitalisasi dalam kelas reproduksi remaja. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan cara memahami materi melalui aplikasi kelas reproduksi bagi 60 remaja yang berpartisipasi, dan sesi diskusi. Evaluasi dinilai berdasarkan hasil pretest dan posttest yang dilaksanakan sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran. Indikator keberhasilan peserta dengan mendapatkan sertifikat kelulusan yang disediakan pada aplikasi melalui email masing-masing remaja putri. Manfaat: kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang persiapan prakonsepsi. Selain itu kegiatan pengabdian ini menjadi sarana diseminasi hasil penelitian Dosen Prodi Kebidanan Metro dalam upaya meningkatkan kesehatan remaja putri. Hasil: Diperoleh nilai rata–rata pretest sebesar 66,78 poin dan nilai rata–rata posttest sebesar 81,78 poin. Kesimpulan: Adanya peningkatan pengetahuan tentang persiapan prakonsepsi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja putri sebesar 15,0 poin berdasarkan nilai rata-rata. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin bagi siswi yang dapat dilanjutkan oleh bagian kemahasiswaan, guru BP serta UKS di masa mendatang.Introduction: Efforts to accelerate the reduction of maternal mortality are currently focused on downstream problems. Starting from the various problems that exist in adolescent girls, it is important to start unravelling the root causes of maternal mortality from upstream. Preconception preparation education for adolescents is one of the preconception preparation efforts that can support the welfare of prospective mothers. Objective: This activity aims to provide preconception preparation education for adolescent girls through the use of digital media in adolescent reproductive classes. Methods: The activity was carried out by understanding the material through the reproductive class application for 60 participating teenagers and discussion sessions. Evaluation was assessed based on the results of pretests and post-tests conducted before and after learning activities. The indicator of success for the participants is obtaining a certificate of completion provided in the application through the email of each young woman. Benefits: This activity is expected to increase the knowledge of adolescent girls about reproductive health, especially about preconception preparation. In addition, this service activity is a means of disseminating the research results of Metro Midwifery Study Program lecturers in an effort to improve the health of adolescent girls. Results: The average pretest score was 66.78 points and the average post-test score was 81.78 points. Conclusion: There is an increase in knowledge about preconception preparation related to adolescent girls' reproductive health by 15.0 points based on the average score. It is hoped that this activity can become a routine agenda for female students that can be continued by the student affairs department, BP teachers, and UKS in the future.
GERAKAN SERENTAK PEMANFAATAN KELOR DALAM UPAYA MENCEGAH STUNTING Parina, Febriyantina; Fitria, Fitria; Hamzah, Zarma; Hatta, Muhammad
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18522

Abstract

 Malnutrisi pada anak di bawah usia 5 tahun telah lama menjadi masalah kesehatan masyarakat. Masalah gizi seringkali disebabkan oleh dua faktor utama yaitu penyakit infeksi dan rendahnya asupan gizi akibat kurangnya makanan dalam rumah tangga atau orang tua yang miskin. Masalah gizi buruk dan gizi buruk pada anak di bawah 5 tahun merupakan masalah yang perlu dipecahkan . Salah satu cara untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada balita perlu diselanggarakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pemberian PMT merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi balita . PMT ini untuk anak usia 6- 59 bulan.Tujuan dari inovasi ini adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkhusus para Ibu memiliki balita BGT  tentang upaya mencegah stunting.Metode kegiatan ini dilaksanakan di Desa Rawa Selapan kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan cara mengundang bidan kelurahan, kader, ibu memiliki balita BGT dengan cara memberi penjelasan berupa penyuluhan tentang stunting dan mendemonstrasikan cara membuat olahan makanan puding Kelor pada tanggal 01 Juli 2024 di Desa Rawa Selapan Candipuro  Kabupaten Lampung Selatan.Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang upaya pencegahan stunting dan manfaat daun kelor untuk pencegahan stunting dan peningkatan keterampilan ibu balita BGT  membuat pudding daun kelor ditandai dengan adanya ibu balita BGT  yang membuat pudding daun kelor untuk anak baduta dan untuk mereka konsumsi.Diharakan tenaga kesehatan dapat melakukan sosialisasi tentang makanan tambahan yang baik bagi bayi balita sejak masa kehamilan sehingga ibu dapat terus membrikan makanan yang baik untuk anak. Kata kunci : Ibu balita BGT, Stunting, Kelor, Pemberdayaan Kader.
INOVASI CETING GETELOR (CEGAH STUNTING DENGAN NUGET TEMPE KELOR) DI DESA PEMANGGILAN KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2024 Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani; Velinda, Veronika Heni
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17880

Abstract

Stunting merupakan suatu kasus kurangnya gizi untuk masa pertumbuhan pada anak yang bersifat kronik. Stunting menjadi masalah bagi negara-negara berkembang yang sangat beresiko karena berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit dan kematian. Asian Development Bank menunjukkan bahwa kasus stunting mencapai 31,8 % pada tahun 2020. Stunting dapat menurunkan kecerdasan yang disebabkan oleh kurangnya asupan bergizi. Permasalah kurang gizi juga dapat berdampak menurunkan kualitas sumber daya manusia.Tujuan dari inovasi ini adalah pembentukan dan peningkatan ketrampilan kader pendamping ibu balita dengan pemanfaatan tempe dan kelor untuk meningkatkan gizi balita.Metode kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan cara mengundang tenaga kesehatan setempat, tokoh masyarakat setempat (kepala desa, kepala RT ,RW, kader) dengan cara memberi penjelasan berupa penyuluhan tentang pencegahan stunting dengan terus memberikan makanan yang baik bagi anak pada tanggal 26 Juni 2024 di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya demonstrasi membuat olahan nugget tempe kelor, serta pembagian leaflet.Terdapat peningkatan pengetahuan setelah di berikan pendidikan kesehatan dan telah di lakukan pelaksanaan dengan hasil semua ibu memiliki balita BGM mendapatkan porsi Nugget  serta leaflet cara pembuatan  nugget agar di praktikan dirumah.Pemberdayaan kader memiliki dampak positif terhadap pemanfaatan tempe kelor sebagai untuk membantu dalam pemberian makanan tambahan pada balita merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan berat badan anak.Kata kunci : Balita, Stunting, Tempe, Kelor, Pemberdayaan Kader. 
PENGOLAHAN DAUN KELOR UNTUK MENGATASI ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DESA AGUNG DALAM KECAMATAN BANJAR MARGO KABUPATEN TULANG BAWANG Lathifah, Neneng Siti; Sunarsih, Sunarsih; Rahayu, Aris Tri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18535

Abstract

Kehamilan merupakan kondisi fisiologis, namun kenyataannya dapat timbul masalah selama proses kehamilan, salah satunya berkaitan dengan gizi. Masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia. Anemia merupakan kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko terhadap ibu dan bayi. Suplementasi merupakan strategi penting dalam menanggulangi defisiensi zat gizi mikro pada wanita, sedangkan anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar Hb <11gr% pada trimester 1 dan trimester 3 atau kadar Hb < 10,5gram% pada trimester 2 karena terjadinya hemodilusi pada trimester II. Anemia pada masa kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran premature dan infeksi ibu post partum, bayi lahir sebelum waktunya, risiko perdarahan postpartum, hipertensi dan gagal jantung saat kehamilan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Nutrisi yang baik dapat mencegah terjadinya anemia pada kehamilan, makan makanan yang tinggi kandungan zat besi seperti sayuran berdaun hijau, daging merah sereal, telur dan kacang tanah.Kesehatan lbu dan Anak menjadi fokus utama dalam kegiatan Praktek Klinik Komunitas MMD. Dengan hal ini diharapkan dapat lebih memotivasi masyarakat untuk berperan serta  dalam mengatasi Anemia pada Ibu hamil. Salah satu inovasi kegiatan yang telah dilakukan adalah dengan memberikan makanan tambahan berbahan utama daun kelor. Manfaat daun kelor antara lain : salah satunya memperkuat daya tahan tubuh,mencegah anemia, mendukung perkembangan organ janin, mengatasi morning sickness.Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan power point dan bahan peraga untuk pembuatan puding daun kelor. Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2024 di PMB Imelda, S.ST Desa Agung Dalam, kecamatan banjar Margo kabupaten Tulang Bawang. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 25 orang. Peserta mendapatkan edukasi tentang ibu hamil Anemia dan manfaat daun kelor. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat memotivasi ibu hamil untuk keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungannya. Kegiatan pendampingan kesehatan berupa penyuluhan dan praktik mengenai pemanfaatan daun kelor. Kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang ibu hamil Anemia dan manfaat daun kelor dalam rangka upaya mengatasi anemia pada ibu hamil. Kata kunci : ibu hamil Anemia, manfaat daun kelor mengatasi Anemia.
Implementasi Prenatal Yoga menggunakan Gym Ball untuk Mengurangi Low Back Pain Pada Kehamilan Ermasari, Anissa; Evrianasari, Nita; Winarno, Rudi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18421

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tingginya prevalensi Low Back Pain (LBP) pada kehamilan berkisar antara 24% hingga 90%. LBP merupakan salah satu ketidaknyamanan akibat perubahan fisiologis pada kehamilan, rasa nyeri akan semangkin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal tersebut dapat berdampak pada penurunan mobilitas fisik, penurunan kualitas tidur, isolasi sosial dan reaksi emosional, serta peningkatan stress psikologis. Prenatal yoga merupakan salah satu penangan non farmakologi yang dapat diberikan untuk mengurangi LBP dengan cara memperkuat otot punggung, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, dan membantu tubuh lebih relaks, serta minim efek samping bagi kehamilan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan prenatal yoga sebagai upaya untuk menangani LBP pada kehamilan. Metode yang digunakan melibatkan pretest dan postest mengenai persepsi nyeri, penyuluhan dengan penyampaian materi LBP dan prenatal yoga, serta diikuti dengan demonstrasi gerakan prenatal yoga yang dipandu instruktur berlisensi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu hamil mengalami penurunan intensitas nyeri punggung bawah setelah mengikuti sesi prenatal yoga dengan gymball, yang membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki postur tubuh. Kesimpulan: Prenatal yoga dengan gymball efektif mengurangi LBP pada ibu hamil, sekaligus meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kesejahteraan psikologis, menjadikannya alternatif aman dan holistik untuk manajemen nyeri.
PELAYANAN SAFARI KB : PEMASANGAN DAN PELEPASAN IUD DISERTAI PEMERIKSAAN IVA TEST Stellata, Alyxia Gita; Winengsih, Ecih; Mulyani, Yanyan; Kartikawati, Sri Lestari; Rofiasari, Linda
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18247

Abstract

Metode  Kontrasepsi  Jangka  Panjang (MKJP) yang terdiri dari AKDR atau Intra Uterine Device (IUD), AKBK berupa implan (susuk), dan sterilisasi berupa metode operasi Wanita (MOW) merupakan metode  medis  teknis  keluarga  berencana  yang dicanangkan oleh pemerintah dalam perencanaan Keluarga Berencana yang sudah dapat diterima oleh hampir seluruh masyarakat.  Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan dan untuk menjarangkan kehamilan. Program Pengabdian Masyarakat merupakan bentuk  wujud penerapan Ipteks bagi masyarakat terutama bertujuan tercapainya cakupan akseptor KB dan menjadi salah satu pelayanan dalam rangka wujud kegiatan Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasama dengan IBI, BKKBN, dan PKLBkabupaten Bandung di Klinik PMB Yanyan Mulyani dalam rangka perayaan HUT IBI ke-72 dan International Day of The Midwife pada tanggal 14 Juni 2023. Kegiatan ini berupa safari  KB  dengan memberikan pelayanan kontasepsi AKDR (IUD) berupa pemasangan dan pelepasan IUD disertai pemeriksaan IVA Test. Hasil dari kegiatan ini adalah sebanyak 22 peserta dengan rincian 19 orang ibu bersedia untuk dipasang IUD, 2 orang dilakukan pelepasan IUD, dan 1 orang hasil IVA testnya positif sehingga tidak dilanjutkan pemasangan tetapi dianjurkan untuk dirujuk ke fasyankes yang lebih tinggi untuk diperiksa lebih lanjut. Diharapkan melalui kegiatan safari KB bagi masyarakat danakseptor KB khususnya  dengan  Metode  MKJP AKDR sehingga  cakupannya  bisa meningkat. 
PENYEGARAN KADER TENTANG POSYANDU TERINTEGRASI DALAM RANGKA TRANSFORMASI LAYANAN PRIMER DAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI DESA LIMAN BENAWI KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Rosmadewi, Rosmadewi; Hartati, Ani; Arianto, Arianto; Gultom, Tati Baina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18523

Abstract

Abstrak: Transformasi layanan primer merupakan pilar pertama dalam transformasi kesehatan Indonesia, dimana dalam penerapannya memiliki fokus memperkuat aktivitas promotif dan preventif untuk menciptakan lebih banyak orang sehat, memperbaiki skrining kesehatan serta meningkatkan kapasitas layanan primer. Salah satu pelayanan  kesehatan yang bertujuan untuk memperbaiki skrining kesehatan dan meningkatkan kapasitas layanan primer, Kementerian Kesehatan melaunching tentang Posyandu Terintegrasi. Posyandu terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar  keluarga yang dilakukan secara terintegrasi dan koordinatif, serta saling memperkuat antar program. Posyandu terintegrasi bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar yang mudah diakses oleh masyarakat.Sampah merupakan produk yang dihasilkan dari kegiatan manusia berupa material tidak berguna yang akan bertambah setiap hari selama manusia masih melakukan aktivitasnya. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka yang terjadi adalah material sisa tersebut akan bertumpuk dan menimbulkan masalah serius. Sampah dapat dipilah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman dan juga dapat dijual sehingga dapat menambah pemasukan masyarakat.Kampung Liman Benawi merupakan salah satu kampung yang berada di wilayah Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki permasalahan tentang kurang optimalnya peran kader dalam membantu tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesehatan di masyarakat dan masyarakat belum tahu tentang pengelolaan sampah.Oleh karenanya, tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyegaran kader posyandu tentang Posyandu Terintegrasi dan praktik pengolahan sampah rumah tangga menjadi  pupuk kompos. Berkaitan dengan kegiatan pengabdian masyarakat, masyarakat cukup antusias dalam mengikuti kegiatan pengabmas yang sudah disepakati dengan pamong dan masyarakat. Sebagian besar masyarakat yang diundang untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di kampung Liman Benawi pada hadir. Disarankan, perangkat kampung dan masyarakat memprogramkan kegiatan dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakatnya berupa mengoptimalkan peran kader kesehatan dalam kegiatan posyandu terintegrasi dan memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan sampah non organik. Selanjutnya sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sendiri sebagai pupuk tanaman dan juga bisa dijual seehingga menjadi sumber pemasukan bagi masyarakat kampung Liman Benawi. Kata kunci: Penyegaran Kader, Posyadu Terintegrasi, Pembuatan Pupuk Kompos.
PEMBERDAYAAN KADER SEBAGAI UPAYA PENANGANAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN PEMANFAATAN BAYAM MERAH DI KAMPUNG BIMA SAKTI KABUPATEN WAY KANAN Evrianasari, Nita; Anggraini, Anggraini; Zulaikha, Siti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17961

Abstract

Anemia adalah penurunan jumlah sel darah merah atau penurunan konsentrasi hemoglobin didalam sirkulasi darah. Kadar hemoglobin kurang dari 12 gram/dl untuk wanita tidak hamil dan kurang dari 11 gram/dl untuk wanita hamil. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5 gr % pada trimester 2, nilai batas tersebut dan perbedaannya dengan kondisi wanita tidak hamil adalah terjadi karena hemodilusi, terutama pada trimester.Tujuan dari inovasi ini adalah pembentukan dan peningkatan ketrampilan kader pendamping ibu hamil anemia dengan pemanfaatan bayam merah untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil.Metode kegiatan ini dilaksanakan di kampung Bima Sakti kecamatan Negeri Besar kabupaten Way Kanan. Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan cara mengundang ibu kader kelas ibu hamil dengan cara memberi penjelasan berupa penyuluhan tentang anemia dan mendemonstrasikan cara membuat olahan bayam merah dan pemberian BUKUPENA (buku saku penanganan anemia) pada tanggal 20 Juni 2024 di Balai Kampung Bima Sakti.Terdapat peningkatan pengetahuan kader kelas ibu hamil sebagai pendamping ibu hamil anemia. Sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan peserta menjawab kuestioner rata-rata 60 % dari 10 soal yang diberikan setelah diberikan penyuluhan menjadi 85%.Pemberdayaan kader memiliki dampak positif terhadap pemanfaatan bayam merah sebagai untuk membantu dalam penanganan ibu hamil yang mengalami anemia dengan pemanfaatan bayam merah untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Kata kunci     : Ibu Hamil, Anemia, Bayam Merah, Pemberdayaan Kader. 
SOSIALISASI INOVASI GARDU BUMITA ( GERAKAN DAUN KELOR UNTUK IBU HAMIL TANPA ANEMIA) DI DESA SRIMULYO KECAMATAN BANDAR NEGERI SUOH KABUPATEN LAMPUNG BARAT Yuviska, ike Ate; Yuliasari, Dewi; Fauziah, Nikmatul
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18539

Abstract

Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya. Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin dalam darah dibawah normal. Kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr% pada trimester II. Penyebabnya karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, seperti zat besi, asam folat, atau vitamin B12. kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kebutuhan gizi ibu hamil adalah dengan pemberian suplemen zat besi. Salah satu tanaman herbal yang dapat meningkatkan gizi ibu hamil dan kadar Hb adalah daun kelor. Daun kelor mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, zat besi, dan protein dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna oleh tubuh manusia, hal ini dibuktikan pada penelitian yang menunjukkan perubahan peningkatan kadar hemoglobin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pembuatn puding daun kelor sebagai upaya dalam meningkatkan kadar hemoglobin ibu. Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan puding daun kelor yang ditujukan kepada ibu hamil. Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2024 di PMB Desi Sumiati, S.Tr.Keb desa Sri Mulyo. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 8 ibu hamil. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi olahan daun kelor. Diharapkan hasil inovasi ini dapat digunakan sebagai masukan bagi ibu hamil agar dapat mengetahui bagaimana cara membantu meningkatkan HB dalam darah dengan cara non farmakologi salah satunya dengan menggunakan puding daun kelor.Kata kunci : Anemia, Ibu hamil, daun kelor. 
PENYULUHAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI RSPBA BANDAR LAMPUNG Yulendasari, Rika; Affandi, Muhammad; Soimah, Fitri; Prasetya, Bustamil Ibnu; Ulandari, Putri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18519

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) merupakan komplikasi umum kehamilan dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas ibu dan perinatal global, mencakup hipertensi kronis, hipertensi gestasional, preeklampsia/eklampsia, dan superimpose preeklampsia pada hipertensi kronis. Tujuan : Mengevaluasi dampak pengobatan hipertensi selama kehamilan terhadap risiko hipertensi berat ibu dan komplikasi terkait. Metode Penelitian : Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan leaflet dan benner yang nantinya untuk mempermudah klien memahami materi, kegiatan berjalan dengtan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2024 di RSPBA, jumlah klien yang mengikuti penyuluhan ini berjumlah 20 orang termasuk pasien,keluarga dan yang menjenguk pasien. Peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang penyakit hipertensi pada ibu hamil.. Hasil : Pengobatan hipertensi pada kehamilan dapat menurunkan risiko hipertensi berat tanpa meningkatkan risiko keguguran, perawatan neonatal tingkat tinggi, atau komplikasi ibu. Kesimpulan : Perlunya pendekatan yang lebih baik dalam mengenali dan mengobati hipertensi selama kehamilan. Kata Kunci : Hipertensi, kehamilan, preeklamsi, pedoman, risiko