cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PENGEMBANGAN BIG BOOK BERBASIS MODEL PAIRED STORY TELLING PADA MATERI BAHASA INGGRIS A.R, Christi Parnamita; Rufi’i , Rufi’i; Sitompul , Catherine
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4613

Abstract

This study aims to develop and produce learning products in the form of Big Book media based on the Paired Story Telling model on valid, practical, and effective English material. This development research uses the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) design. The subjects of the study were 26 students of grade 5 of SDN Jagalan 5 Kediri. The data collection instruments used included: (1) student response questionnaires to measure the practicality of the media, (2) validation questionnaires for material experts and design experts to assess the validity of the media, and (3) learning outcome tests to measure the effectiveness of the media. The results of the analysis of the student response questionnaire showed that the Big Book media obtained a validity score of 90% with the category "Very Eligible", based on 10 assessed indicators. The validation of material experts produced an average score of 3.7, and the validation of design experts obtained an average score of 3.6, both indicating that the media is valid in terms of content and appearance. The learning test results showed that 23 out of 26 students (88.8%) achieved learning completion, with an average class score of 82.8%, exceeding the minimum completion limit of 75%. Although there were 3 students (11.2%) who had not completed it, these results indicate that the Big Book media based on Paired Story Telling is effective in improving student learning outcomes. Overall, this study concludes that the developed learning media is feasible, practical, and effective for use in learning English at the elementary school level. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk pembelajaran berupa media Big Book berbasis model Paired Story Telling pada materi Bahasa Inggris yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian pengembangan ini menggunakan desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Jagalan 5 Kediri, yang berjumlah 26 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) angket respon siswa untuk mengukur kepraktisan media, (2) angket validasi untuk ahli materi dan ahli desain guna menilai validitas media, dan (3) tes hasil belajar untuk mengukur efektivitas media. Hasil analisis angket respon siswa menunjukkan bahwa media Big Book memperoleh skor validitas sebesar 90% dengan kategori "Sangat Layak", berdasarkan 10 indikator yang dinilai. Validasi ahli materi menghasilkan skor rata-rata 3,7, dan validasi ahli desain memperoleh skor rata-rata 3,6, keduanya menunjukkan bahwa media valid dari segi isi dan tampilan. Hasil tes belajar menunjukkan bahwa 23 dari 26 siswa (88,8%) mencapai ketuntasan belajar, dengan nilai rata-rata kelas 82,8%, melampaui batas ketuntasan minimal 75%. Meskipun terdapat 3 siswa (11,2%) yang belum tuntas, hasil ini mengindikasikan bahwa media Big Book berbasis Paired Story Telling efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
NILAI- NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEARIFAN LOKAL PULAU PAJENEKANG (STUDI TRADISI TAMMU TAUNG DALAM PEMBENTUKAN SIKAP SOSIAL DAN RELIGIUS MASYARAKAT) Akin, M. Aris; Mardiah, Radiatan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4614

Abstract

Preserving the nation's cultural heritage is the duty of every individual as part of the society that inherits it. The cultural values passed down by our ancestors are not only a source of pride but also a symbol of a nation's identity on the global stage. Therefore, research on traditional culture, especially regarding the educational values contained within it, is crucial to continue exploring and developing. This research focuses primarily on the Islamic educational values within the local wisdom of the people of Pajenekang Island, Pangkep, through the Tammu Taung ritual tradition in Pajenekang Island, Pangkep Regency. The research method applied is qualitative with a phenomenological approach to delve into the experiences and meanings contained in these practices. The results show that: (1) The Tammu Taung ritual tradition on Pajenekang Island is a cultural heritage that encompasses historical, spiritual, social, and educational values. This ritual is performed annually to commemorate the struggles of key figures such as Syekh Naiman Petta Rabbu and Gallarang Bantang Harun Rasyid in fighting against the Dutch colonialists. (2) Behind this celebration, there are Islamic educational values embedded in every aspect of the ritual. Divine values, social values, patriotism, and moral education are taught through togetherness, mutual cooperation, and respect for Islamic teachings and historical struggles. ABSTRAKMelestarikan warisan budaya bangsa adalah kewajiban setiap individu sebagai bagian dari masyarakat yang mewarisinya. Nilai-nilai budaya yang diturunkan oleh nenek moyang kita bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga simbol identitas suatu bangsa di kancah global. Oleh karena itu, penelitian mengenai kebudayaan tradisional, khususnya dalam aspek nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya, sangat penting untuk terus digali dan dikembangkan. Penelitian ini memiliki fokus utama pada Nilai-nilai pendidikan Islam Dalam Kearifan Lokal Warga Pulau Pajenekang Pangkep Melalui Tradisi Ritual Tammu Taung di Pulau Pajenekang, Kabupaten Pangkep. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk mendalami pengalaman serta makna yang terkandung dalam praktik tersebut. Hasil penelitian menunujukkan bahwa: (1) Tradisi ritual Tammu Taung di Pulau Pajenekang merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai sejarah, spiritual, sosial, dan pendidikan. Ritual ini dilakukan setiap tahun untuk mengenang perjuangan tokoh-tokoh penting seperti Syekh Naiman Petta Rabbu dan Gallarang Bantang Harun Rasyid dalam melawan penjajahan Belanda. (2) Di balik perayaan ini, terdapat nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam setiap aspek ritualnya. Nilai Ilahiyah, sosial, patriotisme, dan pendidikan moral diajarkan melalui kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap ajaran Islam dan perjuangan sejarah.
PENERAPAN FILSAFAT HUMANISME DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Fauziyah, Cicik; Nursalim, Mochamad; Susarno, Lamijan Hadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4242

Abstract

This research abstract discusses the application of the philosophy of humanism in early childhood learning (ECD). The purpose of the study is to explore how the principles of humanism are applied in the context of children's education, emphasizing respect for human dignity and the development of children's full potential. The method used is qualitative research with a literature study approach, where data is collected through searching relevant sources such as journals, books and scientific articles. Data analysis was conducted through theme reduction and clustering, with triangulation techniques to ensure the validity of the information. The results show that the application of the philosophy of humanism in ECD involves child-centered learning, with attention to individual needs, both emotionally, socially, and intellectually. The learning process in PAUD focuses not only on cognitive development, but also on character building and moral values, such as honesty and empathy. Educators play an important role in creating an environment that supports children's holistic development, as well as providing freedom to explore according to their individual potential. In conclusion, the philosophy of humanism makes an important contribution to ECD learning that is inclusive and democratic, supports character building, and facilitates children's optimal personal development. ABSTRAKAbstrak penelitian ini membahas penerapan filsafat humanisme dalam pembelajaran anak usia dini (PAUD). Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip humanisme diterapkan dalam konteks pendidikan anak, dengan menekankan penghargaan terhadap martabat manusia dan pengembangan potensi anak secara menyeluruh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, di mana data dikumpulkan melalui pencarian sumber-sumber relevan seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Analisis data dilakukan melalui reduksi dan pengelompokkan tema, dengan teknik triangulasi untuk memastikan validitas informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan filsafat humanisme dalam PAUD melibatkan pembelajaran yang berpusat pada anak, dengan memperhatikan kebutuhan individu, baik secara emosional, sosial, maupun intelektual. Proses pembelajaran di PAUD tidak hanya berfokus pada perkembangan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai moral, seperti kejujuran dan empati. Pendidik berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan holistik anak, serta memberi kebebasan untuk bereksplorasi sesuai dengan potensi masing-masing. Kesimpulannya, filsafat humanisme memberikan kontribusi penting dalam pembelajaran PAUD yang inklusif dan demokratis, mendukung pembentukan karakter, dan memfasilitasi perkembangan pribadi anak secara optimal.
KETERAMPILAN ASERTIF: UPAYA MEREDUKSI PERILAKU AGRESIF SISWA Zuyina, Risna; Saputra, Wahyu Nanda Eka; Santosa, Hardi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4349

Abstract

School play a crucial role in shaping Indonesia’s younger generation to become competent and excel in various fields. A peaceful and conducive school environment significantly contibutes to the optimal development of students, both academically and non-academically. However, various educational phenomena frequently reported in the media or observed firsthand indicate that the current condotions in Indonesian educational intitutions remain far from the desired standards. Aggressive behviors, manifesting in phenomena such as bullying, violence, and hostility, represent one of the primary challenge in creating a conducive learning atmosphere in schools. This article aims to analyze the role of assertive behavior skills in reducing aggressiveness. The method employed is a literature review of 14 accredites jornals published between 2017 and 2023, which serve as the primary data sources for this study. Key findings from this analysis include: (1) assertive skills play a critical role in reducing student’s aggressive behavior; (2) assertive skills foster positive communication among students; and (3) the assist students in resolving conflicts constructively. ABSTRAKSekolah memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda Indonesia menjadi berkualitas dan unggul dalam berbagai bidang. Sekolah yang memiliki lingkungan damai dan kondusif akan berdampak pada optimalnya perkembangan peserta didik baik secara akademis maupun non akademis. Namun berbagai fenomena pendidikan yang sering kita dengar melalui media maupun yang kita tahu secara langsung memberikan informasi bahwa fakta dan realita saat ini masih jauh apa yang kita harapkan pada satuan pendidikan di Indonesia. Perilaku agresi yang menimbulkan berbagai fenomena seperti perundungan, kekerasan, permusuhan, menjadi salah satu tantangan utaa dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan perilaku asertif dalam mereduksi agresifitas. Metode yang digunakan berupa literature review pada 14 jurnal terakreditasi yang terbit pada rentang tahun 2017 hingga tahun 2023 ,  terdapat 14 artikel yang dijadikan sumber data pada penelitian ini. Beberapa temuan penting dari kajian ini yakni bahwa : (1) keterampilan asertif berperan penting dalam mereduksi perilaku agresi siswa; (2) keterampilan asertif dapat membangun komunikasi positif siswa; serta (3) membantu siswa menyelesaikan konflik secara konstruktif.
BEYOND THE DIVORCE: MEMBANGUN STRATEGI KOPING YANG KUAT PADA REMAJA MELALUI CBT Afriyani, Afriyani; Saputra, Wahyu Nanda Eka
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4351

Abstract

Parental divorce is a traumatic event that can have a significant impact on adolescent psychological development. One of the consequences that often arises is difficulty in managing emotions and stress, which manifests itself in various adjustment problems. Cognitive behavioral therapy (CBT) has been shown to be effective in treating various psychological problems, including in adolescents who experience difficulties due to parental divorce. This study aims to comprehensively review the existing literature on the effectiveness of CBT in improving coping strategies in adolescents after divorce. Through an in-depth literature review, this study analyzed various empirical studies that have tested the application of CBT in the relevant adolescent population. The results of the study indicate a consensus among researchers that CBT is a promising intervention in helping adolescents develop more adaptive coping skills. Previous studies have shown that CBT can help adolescents reduce symptoms of depression, anxiety, and anger that often arise due to parental divorce. In addition, CBT can also improve self-esteem, the quality of social relationships, and the ability of adolescents to face life challenges. However, further research is needed to identify moderating and mediating factors that may influence the effectiveness of CBT in a heterogeneous adolescent population. Overall, the results of this literature review provide strong evidence for the potential of CBT in helping adolescents develop healthier and more effective coping strategies in dealing with the negative impacts of parental divorce. The implication of these findings is the importance of integrating CBT into psychological health services for adolescents experiencing difficulties due to divorce. ABSTRAKPerceraian orang tua merupakan peristiwa traumatis yang dapat memberikan dampak signifikan pada perkembangan psikologis remaja. Salah satu konsekuensi yang sering muncul adalah kesulitan dalam mengelola emosi dan stres, yang bermanifestasi dalam berbagai masalah penyesuaian. Terapi perilaku kognitif (CBT) telah terbukti efektif dalam mengatasi berbagai masalah psikologis, termasuk pada remaja yang mengalami kesulitan akibat perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur yang ada mengenai efektivitas CBT dalam meningkatkan strategi koping pada remaja pasca perceraian.Melalui tinjauan pustaka yang mendalam, penelitian ini menganalisis berbagai studi empiris yang telah menguji penerapan CBT pada populasi remaja yang bersangkutan. Hasil kajian menunjukkan adanya konsensus di antara para peneliti bahwa CBT merupakan intervensi yang menjanjikan dalam membantu remaja mengembangkan keterampilan koping yang lebih adaptif. Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa CBT dapat membantu remaja mengurangi gejala depresi, kecemasan, dan marah yang seringkali muncul akibat perceraian orang tua. Selain itu, CBT juga dapat meningkatkan harga diri, kualitas hubungan sosial, dan kemampuan remaja dalam menghadapi tantangan hidup. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor moderasi dan mediasi yang dapat mempengaruhi efektivitas CBT pada populasi remaja yang heterogen. Secara keseluruhan, hasil kajian pustaka ini memberikan bukti kuat mengenai potensi CBT dalam membantu remaja membangun strategi koping yang lebih sehat dan efektif dalam menghadapi dampak negatif dari perceraian orang tua. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya mengintegrasikan CBT dalam layanan kesehatan psikologis bagi remaja yang mengalami kesulitan akibat perceraian.
TRANSFORMASI DIRI: MENGUBAH SELF-CONCEPT NEGATIF SISWA DENGAN SENTUHAN PERSON-CENTERED COUNSELINGU Prasetyo, Ahmad Arif; Saputra, Wahyu Nanda Eka
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4352

Abstract

The objective of this research is to determine whether Person-Centered Counseling can change students' negative self-concept. Each individual has a different way of accepting themselves and accepting others' opinions about themselves; therefore, the resulting self-concept will be different, and the characteristics of that self-concept will not be the same. Several experts have stated that there are types of self-concept, such as high, medium, and low, as well as positive and negative self-concepts. This research uses a literature review of previous studies. The research subjects are the results of several previous studies that are relevant to the variables discussed in this research. The results of research on Person-Centered Counseling can be used to improve students' positive self-concept, as evidenced by changes in subjects after counseling (previous literature review). The results of research on Person-Centered Counseling can be used to improve students' positive self-concept. This is evidenced by changes in subjects after counseling (previous literature review). The conclusion of this research is that Person-Centered Counseling can be used to improve students' positive self-concept or change it from negative to positive ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekhnik Person Centered Counseling dalam mengubah self Concept Negatif siswa. Setiap individu memiliki perbedaan dalam menerima dirinya sendiri maupun menerima apa pendapat orang lain terhadap dirinya sendiri., maka konsep diri yang akan muncul pasti akan berbeda dan karakteristik dari konsep diri tersebut tidaklah sama. Beberapa ahli menyatakan terdapat beberapa jenis konsep diri, yakni konsep diri positif dan konsep diri negative. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur dari penelitian terdahulu. Terdaat 6 artikel yang di analisis dalam penelitian ini. Artikel tererbut terbit dari tahun 2019 sampai 2024 dengan pengindeks sinta. Hasil penelitian terhadap konseling Person centered dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa, hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan subjek setelah pelaksanaan konseling (kajian literatur terdahulu). Hasil penelitian konseling Person Centered Counseling dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa atau mengubah konsep diri negatif menjadi positif. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan subjek setelah pelaksanaan konseling (kajian literatur terdahulu). Simpulan penelitian ini adalah Person Centered Coaunseling yang dapat digunakan dalam meningkatkan konsep diri positif siswa atau mengubah dari konsep diri negatif menjadi positif
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU CERITA SEBAGAI MEDIA BIBLIOEDUKASI DALAM MENANAMKAN NILAI ANTIBULLYING PADA SISWA Egajaya, Amalia Nur; Barida, Muya; Kumara, Agus Ria
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4384

Abstract

This study examines in depth the effectiveness of using story books as a biblioeducational medium in an effort to instill antibullying values ??in students. The background of the problem underlying this study is the rampant bullying behavior in the school environment, which highlights the urgency of instilling attitudes of tolerance, empathy, and respect for diversity from an early age to prevent it. The focus of the problem in the study is to measure the extent to which the effectiveness of biblioeducation, delivered through story books specifically designed with antibullying content, is able to provide a positive impact on students. The important steps of this study used an experimental method with a pretest-posttest design on grade XI students of SMK Negeri 16 Samarinda who were selected purposively. The crucial stages include administering a questionnaire to measure understanding of antibullying values ??before the intervention, followed by a session of reading relevant story books as a form of intervention, and ending with administering the same questionnaire after the intervention. The research findings show significant evidence that the use of story books as a biblioeducational medium has succeeded in substantially increasing students' understanding of the concept and importance of antibullying values. Furthermore, observations showed changes in student behavior towards a more positive direction in their daily social interactions, reflecting the internalization of the values ??taught. The main conclusion of this study is that storybook-based biblioeducational media is an effective and interesting intervention alternative to instill essential moral values ??and proactively prevent bullying behavior in the school environment, thereby creating a safer and more supportive learning atmosphere. ABSTRAKPenelitian ini secara mendalam mengkaji efektivitas penggunaan buku cerita sebagai media biblioedukasi dalam upaya menanamkan nilai-nilai antibullying pada siswa. Latar belakang masalah yang mendasari penelitian ini adalah maraknya perilaku bullying di lingkungan sekolah, yang menyoroti urgensi penanaman sikap toleransi, empati, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak dini untuk mencegahnya. Fokus masalah dalam penelitian adalah untuk mengukur sejauh mana efektivitas biblioedukasi, yang disampaikan melalui buku cerita yang dirancang secara khusus dengan konten antibullying, mampu memberikan dampak positif terhadap siswa. Langkah penting penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest pada siswa kelas XI SMK Negeri 16 Samarinda yang dipilih secara purposif. Tahapan krusial meliputi pemberian kuesioner untuk mengukur pemahaman nilai-nilai antibullying sebelum intervensi, dilanjutkan dengan sesi pembacaan buku cerita yang relevan sebagai bentuk intervensi, dan diakhiri dengan pemberian kuesioner yang sama setelah intervensi. Temuan penelitian menunjukkan bukti signifikan bahwa penggunaan buku cerita sebagai media biblioedukasi berhasil meningkatkan pemahaman siswa secara substansial mengenai konsep dan pentingnya nilai-nilai antibullying. Lebih lanjut, observasi menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif dalam interaksi sosial mereka sehari-hari, mencerminkan internalisasi nilai-nilai yang diajarkan. Simpulan utama dari penelitian ini adalah media biblioedukasi berbasis buku cerita merupakan alternatif intervensi yang efektif dan menarik untuk menanamkan nilai moral esensial dan secara proaktif mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih aman dan suportif.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN DENGAN METODE GBL (GAME BASED LEARNING) Noviyanti, Noviyanti; Sari, Kanthi Pamungkas
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4479

Abstract

The purpose of this study was to determine the learning outcomes of grade 1 students at MI Muhammadiyah Sidorejo Bandongan Magelang by applying the GBL (Game Based Learning) method on the material of Rights and Obligations. This research is a classroom action research conducted in two cycles through the steps of planning, implementation, observation, and reflection. By using qualitative and quantitative description approaches and data collection methods including interviews, observations, pre-tests, and post-tests to measure the learning outcomes of students. The results showed that the GBL method succeeded in improving students' learning outcomes. Cycle I was carried out with an average score of 74, while in Cycle II, there was a significant increase to 89. The learning outcomes of students in cycle I showed an average pre-test score of 66 with 3 students who were complete and 7 students who were not complete, while the average score of the post-test was 74 with 4 students who were complete and 6 students who were not complete. In cycle II, the average value of the post-test increased to 89 with 9 learners who were complete and 1 learner who was not complete. These results represent the success of the application of class action in improving student learning outcomes. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil belajar peserta didik kelas 1 di MI Muhammadiyah Sidorejo Bandongan Magelang dengan menerapkan Metode GBL (Game Based Learning) pada materi Hak dan Kewajiban. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dan kuantitatif serta metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pre-tes, serta post-test untuk mengukur hasil belajar dari peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GBL berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik. Siklus I dilaksanakan dengan hasil perolehan nilai rata-rata sebesar 74, sedangkan pada Siklus II, terjadi sebuah peningkatan yang signifikan menjadi 89. Hasil belajar peserta didik pada siklus I menujukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 66 dengan 3 peserta didik yang tuntas dan 7 peserta didik yang belum tuntas, sementara nilai rata-rata dari post-test sebesar 74 dengan 4 peserta didik yang tuntas dan 6 peserta didik yang belum tuntas. Pada siklus II nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 89 dengan 9 peserta didik yang tuntas dan 1 peserta didik yang belum tuntas. Hasil tersebut merepesentasikan keberhasilan penerapan tindakan kelas dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
STRATEGI PEMBELAJARAN DRUM UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR DI GEREJA JEMAAT KRISTUS INDONESIA BANDUNG RAYA Sembiring, Piter; Maulana, Marsel Ridky; Surya, Dhea Elvionita
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4481

Abstract

Learning is defined as the process of acquiring knowledge, skills, attitudes or behaviors through experience or formal learning. In the context of music education, drum learning for elementary school-aged children requires effective learning strategies to support the development of students' technical, cognitive, and social skills. This study aims to describe the application of drumming learning strategies at GJKI Bandung Raya, including demonstration, verbal and nonverbal instructional, and drill methods. The research used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of four students who participated in drum lessons. The results showed that the demonstration method helped students understand basic techniques such as sticking and rudiment patterns through direct visualization. The verbal and nonverbal instructional methods make it easier for students to connect physical movements with the sound of the instrument, while the drill method improves coordination, speed, and tempo stability through repeated practice. The main obstacle related to tempo stability was overcome through a gradual approach. ABSTRAKBelajar didefinisikan sebagai proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, atau perilaku melalui pengalaman atau pembelajaran formal. Dalam konteks pendidikan musik, pembelajaran drum bagi anak usia sekolah dasar memerlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan keterampilan teknis, kognitif, dan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran drum di GJKI Bandung Raya, meliputi metode demonstrasi, instruksional verbal dan nonverbal, serta drill. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa yang mengikuti pembelajaran drum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi membantu siswa memahami teknik dasar seperti sticking dan pola rudiment melalui visualisasi langsung. Metode instruksional verbal dan nonverbal mempermudah siswa menghubungkan gerakan fisik dengan bunyi instrumen, sementara metode drill meningkatkan koordinasi, kecepatan, dan kestabilan tempo melalui latihan berulang. Kendala utama terkait kestabilan tempo berhasil diatasi melalui pendekatan bertahap.
STRATEGI INOVATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA SUNDA: DIGITALISASI MATERI AJAR UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Nurjanah, Nunuy; Koswara, Dedi; Nugraha, Haris Santosa; Rukmanah, Hani Siti; Ruslan, Ujang
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i2.4724

Abstract

Sundanese language, as part of the richness of local culture, plays an important role in shaping the identity and character of the younger generation, especially in the West Java region. However, its existence now faces serious challenges due to declining student interest and limitations of conventional learning resources. This study aims to analyze innovative strategies in Sundanese language learning through the digitalization of teaching materials in elementary schools. Digitalization is considered a modern approach capable of increasing student engagement, enriching methods of delivering material, and preserving local cultural values through interactive media. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through literature studies and interviews with elementary school teachers. The results show that the use of technology—such as learning applications, audio-visual media, and gamification—can increase students' motivation and understanding of the Sundanese language. However, obstacles such as limited infrastructure, lack of teachers' digital competence, and the scarcity of digital learning resources remain major barriers. Therefore, intensive training for teachers, the development of culturally relevant digital content, and policy support from schools and the government are needed. The digitalization of teaching materials is not only a learning solution but also a strategic means of preserving and actualizing Sundanese culture in the digital era. ABSTRAKBahasa Sunda sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan karakter generasi muda, khususnya di wilayah Jawa Barat. Namun, eksistensinya kini menghadapi tantangan serius seiring menurunnya minat siswa dan keterbatasan sumber belajar konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi inovatif dalam pembelajaran Bahasa Sunda melalui digitalisasi materi ajar di sekolah dasar. Digitalisasi dianggap sebagai pendekatan modern yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkaya metode penyampaian materi, serta menjaga nilai-nilai budaya lokal melalui media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara dengan guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi—seperti aplikasi pembelajaran, media audio-visual, dan gamifikasi—dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap Bahasa Sunda. Namun, kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya kompetensi digital guru, dan minimnya sumber belajar digital masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan intensif bagi guru, pengembangan konten digital yang relevan secara budaya, serta dukungan kebijakan dari sekolah dan pemerintah. Digitalisasi materi ajar tidak hanya menjadi solusi pembelajaran, tetapi juga sarana strategis dalam melestarikan dan mengaktualisasikan budaya Sunda di era digital.