cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
DISIPLIN POSITIF PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI STRATEGI DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK MIFTAHUSALIMAH, PINGKAN LUTHFIYYAH; YULIZAH, YENY; ROSMALINA, EEN; SARI, FATMA; SAMITRA, DIAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4331

Abstract

The purpose of this research is to describe the positive discipline approach in the implementation of the Kurikulum Merdeka as a strategy to cultivate the character value of discipline, which is one of the universal virtues. The research method used is qualitative descriptive. The researcher used data collection techniques that involved observation, interviews, and documentation. The informants of this study are the vice principal and 3 class teachers from each school. The research results show that the implementation of positive discipline in the Kurikulum Merdeka can help foster a disciplined character in students without punishment. This is done, among other ways, through habituation, building positive relationships between teachers and students, and creating class agreements. The conclusion of this study shows that the positive discipline approach implemented at SMA Negeri 1 Lubuklinggau and SMA Negeri 8 Lubuklinggau can serve as a foundation for the formation of students' disciplined character. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendekatan disiplin positif dalam implementasi kurikulum merdeka sebagai strategi dalam menumbuhkan nilai karakter disiplin yang merupakan salah satu nilai-nilai kebajikan universal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah wakil kepala sekolah dan 3 guru kelas dari masing-masing sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan disiplin positif dalam Kurikulum Merdeka dapat membantu menumbuhkan karakter disiplin pada peserta didik tanpa hukuman. Hal ini dilakukan di antaranya dengan cara pembiasaan, membangun hubungan positif antar guru dan peserta didik, serta membuat kesepakatan kelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan disiplin positif yang diterapkan di SMA Negeri 1 Lubuklinggau dan SMA Negeri 8 Lubuklinggau dapat menjadi landasan terbentuknya karakter disiplin peserta didik.
EVALUASI PERILAKU BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII DITINJAU DARI SUDUT PANDANG TEORI BEHAVIORISME CAHYO, RIYAN DWI; ALLISSANTHI, MITHA PUTRI; SATHIA, MOHAMAD RASYA; WICAKSANA, MUHAMMAD AGUNG; RAYHAN, RAYHAN; SETIAWAN, BUDI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4332

Abstract

This study aims to analyze the learning behavior of students in Senior High School class XII using the behaviorism theory approach, in the context of implementing the Merdeka Curriculum, which has been going on for more than three years. The background of the problem includes the phenomenon of less than optimal preparation and participation of students in learning activities, which can affect the quality of learning and academic achievement. The research method used is quantitative with a CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation approach, involving 65 students as a randomly selected sample. Data were collected through observation and questionnaires measuring five indicators of learning behavior based on behaviorism theory. The results showed that learners' learning behavior was good, with an average score of 3.82 and a percentage of 76%, and showed a positive influence of the learning environment on motivation and learning outcomes. The main conclusion confirms the importance of understanding learning behavior in the context of the implemented curriculum to improve the quality of education at the secondary level. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku belajar peserta didik di Sekolah Menengah Atas kelas XII dengan menggunakan pendekatan teori behaviorisme, dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Latar belakang masalah mencakup fenomena kurang optimalnya persiapan dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar, yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan prestasi akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), melibatkan 65 peserta didik sebagai sampel yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner yang mengukur lima indikator perilaku belajar berdasarkan teori behaviorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku belajar peserta didik tergolong baik, dengan rata-rata skor 3.82 dan persentase 76%, serta menunjukkan pengaruh positif dari lingkungan belajar terhadap motivasi dan hasil belajar. Kesimpulan utama menegaskan pentingnya pemahaman tentang perilaku belajar dalam konteks kurikulum yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat menengah.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA MATERI PEMULASARAN JENAZAH DALAM PEMBELAJARAN FIKIH DI MA AL-HIDAYAH RAWADENOK DEPOK HALIZA, USMAYANTI NUR
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4334

Abstract

This study analyzes the implementation of the Merdeka Curriculum in Fiqh learning, specifically focusing on the subject of funeral rites at MA Al-Hidayah. Employing a qualitative research method with a case study approach, data was collected through interviews, documentation, and observation. The research revealed that Project-Based Learning (PBL) is crucial for improving students' understanding and practical skills. Students actively participated in simulated practice sessions covering the procedures for bathing, shrouding, praying over, and burying the deceased. The integration of digital media, such as video tutorials, e-modules, and PowerPoint presentations, effectively supported learning by providing flexible access to materials and enhancing communication skills through presentation tasks. Furthermore, the integration of the Strengthening of the Rahmatan lil Alamin Student Profile Project (P5RA) with a sustainability theme enriched the learning experience by instilling values of cleanliness and environmental responsibility through activities like creating recycled waste bins. A comprehensive learning evaluation approach, focusing on cognitive, affective, and psychomotor competencies, ensured that students not only grasped the theoretical concepts but also could apply them in real-life contexts. Constructive feedback from teachers further facilitated students' continuous competency development. The study concludes that implementing the Merdeka Curriculum, supported by innovative learning methods and the integration of sustainability values, successfully created a meaningful, contextual, and holistic learning environment. These findings offer valuable recommendations for other madrasas seeking to adopt similar strategies for enhancing competency-based learning. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Fiqih, khususnya pada mata kuliah tata cara kematian di MA Al-Hidayah. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktik siswa. Siswa secara aktif mengikuti sesi simulasi praktik yang mencakup tata cara memandikan, mengkafani, mendoakan, dan menguburkan jenazah. Integrasi media digital, seperti video tutorial, e-modul, dan presentasi PowerPoint, secara efektif mendukung pembelajaran dengan menyediakan akses materi yang fleksibel dan meningkatkan keterampilan komunikasi melalui tugas presentasi. Lebih lanjut, integrasi Proyek Penguatan Profil Siswa Rahmatan lil Alamin (P5RA) dengan tema keberlanjutan memperkaya pengalaman belajar dengan menanamkan nilai-nilai kebersihan dan tanggung jawab lingkungan melalui kegiatan seperti membuat tempat sampah daur ulang. Pendekatan evaluasi pembelajaran yang komprehensif, dengan fokus pada kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik, memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep teoritis tetapi juga dapat menerapkannya dalam konteks kehidupan nyata. Umpan balik yang membangun dari guru semakin memfasilitasi pengembangan kompetensi berkelanjutan siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka, didukung oleh metode pembelajaran yang inovatif dan integrasi nilai-nilai keberlanjutan, berhasil menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, kontekstual, dan holistik. Temuan ini menawarkan rekomendasi yang berharga bagi madrasah lain yang ingin mengadopsi strategi serupa untuk meningkatkan pembelajaran berbasis kompetensi.
PERAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MUTU PEMBELAJARAN DI SD NEGERI TONJONG 01 KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREES PURWANTI, SRI; MIYONO, NOOR; WURYANDINI, ENDANG
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4335

Abstract

This study aims to analyze the managerial role of the principal in the quality of learning at SD Negeri Tonjong 01, Tonjong District, Brebes Regency. This study uses a qualitative approach method. The subjects of the study were the principal and teachers of SD Negeri Tonjong 01, Tonjong District, Brebes Regency. The data collection method used interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used qualitative data analysis from Miles and Huberman. The results of this study explain the managerial role of the principal, namely the role in planning the quality of learning at SD Negeri Tonjong 01, namely the principal makes a comfortable school environment plan, fosters and assists in the preparation of learning tools, and prepares teacher competency development programs. The role in organizing includes: forming a school environment management team, forming a learning tool development team, and forming a learning community. The role in implementation includes: the principal is responsible for creating a comfortable and conducive school environment, both physically and psychologically, and managing the school ecosystem to be harmonious. Implementation of learning, class management, assessment The role in supervision includes supervising the school environment, supervising teaching and learning activities (KBM), and supervising the sustainability of the learning community. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajerial kepala sekolah dalam mutu pembelajaran di SD Negeri Tonjong 01 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah dan guru SD Negeri Tonjong 01 Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dari Miles dan Huberman Hasil penelitian ini menjelaskan peran manajerial kepala sekolah yaitu peran dalam perencanaan mutu pembelajaran di SD Negeri Tonjong 01 yaitu kepala sekolah  membuat perencanaan lingkungan sekolah yang nyaman, membina dan mendampingi penyusunan perangkat pembelajaran, dan menyusun program  pengembangan kompetensi guru. Peran dalam pengorganisasian meliputi: membentuk Tim pengelola lingkungan sekolah, membentuk  tim pengembang perangkat pembelajaran, dan membentuk komunitas belajar. Peran dalam pelaksanaan meliputi: kepala sekolah bertanggung jawab menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif, baik secara fisik maupun psikologis, serta mengelola ekosistem sekolah agar harmonis. Pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penilaian Peran dalam pengawasan meliputi pengawaan lingkungan sekolah, pengawasan kegiatan belajar mengajar (KBM), dan pengawasan keberlanjutan komunitas belajar.
MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DAN MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG KONDUSIF WULANDARI, YENNY NURUL; ASLAMIAH, ASLAMIAH; NOORHAFIZAH, NOORHAFIZAH; NOVITAWATI, NOVITAWATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4336

Abstract

This study examines the significant impact of effective instructional leadership and management by school principals on classroom learning climate and teacher performance, which in turn supports effective teaching practices.  Instructional leadership encompasses not only coordinating learning aspects, including management processes, direction, and empowering teachers as human resources, but also leveraging other resources to achieve learning objectives. As instructional leaders, principals are challenged to continuously enhance their effectiveness to improve educational quality and achieve school and educational goals, while staying abreast of evolving information to conduct visionary leadership aligned with current needs. The study explores the components of instructional leadership, encompassing curriculum management, teaching and learning processes, assessment, and the coordination of school learning communities, all of which influence teacher performance. Given the intricate relationship between effective instructional leadership and productive teacher performance in the classroom, this study investigates the correlation between strong instructional leadership and teacher productivity in implementing effective instruction.   ABSTRAK Penelitian ini meneliti dampak signifikan kepemimpinan dan manajemen instruksional yang efektif oleh kepala sekolah terhadap iklim pembelajaran di kelas dan kinerja guru, yang pada gilirannya mendukung praktik pengajaran yang efektif. Kepemimpinan instruksional tidak hanya mencakup koordinasi aspek pembelajaran, termasuk proses manajemen, arahan, dan pemberdayaan guru sebagai sumber daya manusia, tetapi juga memanfaatkan sumber daya lain untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai pemimpin instruksional, kepala sekolah ditantang untuk terus meningkatkan efektivitas mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mencapai tujuan sekolah dan pendidikan, sambil tetap mengikuti perkembangan informasi untuk melakukan kepemimpinan visioner yang selaras dengan kebutuhan saat ini. Penelitian ini mengeksplorasi komponen kepemimpinan instruksional, yang mencakup manajemen kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian, dan koordinasi komunitas pembelajaran sekolah, yang semuanya memengaruhi kinerja guru. Mengingat hubungan yang rumit antara kepemimpinan instruksional yang efektif dan kinerja guru yang produktif di kelas, penelitian ini menyelidiki korelasi antara kepemimpinan instruksional yang kuat dan produktivitas guru dalam menerapkan instruksi yang efektif.
IMPLEMENTASI PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DI SEKOLAH DASAR: SEBUAH KAJIAN LITERATUR SUPARTI, SRI; ZAHRO, NURUL HIDAYATI; SUTOPO, ANAM; NARIMO, SABAR
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4337

Abstract

This research examines the implementation of educational supervision programs to enhance teacher professionalism in primary schools through a literature review. The background of the issue raised is the importance of developing teacher professionalism to improve the quality of primary education, where educational supervision plays a central role in supporting this. The methodology used is a systematic analysis of various studies that discuss the effectiveness of educational supervision in the context of primary schools. The findings indicate that structured and collaborative supervision can improve pedagogical skills, curriculum understanding, and teacher motivation. However, its implementation faces challenges such as resource shortages and differing perceptions between supervisors and teachers. The discussion highlights the importance of adequate training for both supervisors and teachers, as well as the need for policies that support resource allocation for more effective supervision. The conclusion of this research states that appropriate educational supervision can significantly contribute to improving teacher professionalism, and it is important for educational policies to support the implementation of more effective supervision programs in primary schools. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji implementasi program supervisi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di sekolah dasar melalui kajian literatur. Latar belakang masalah yang diangkat adalah pentingnya pengembangan profesionalisme guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, di mana supervisi pendidikan memainkan peran sentral dalam mendukung hal tersebut. Metodologi yang digunakan adalah analisis sistematis dari berbagai studi yang membahas efektivitas supervisi pendidikan dalam konteks sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi yang terstruktur dan berbasis kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan pedagogik, pemahaman kurikulum, serta motivasi guru, namun pelaksanaannya dihadapkan pada tantangan seperti kekurangan sumber daya dan perbedaan persepsi antara pengawas dan guru. Pembahasan menyoroti pentingnya pelatihan yang memadai bagi pengawas dan guru, serta perlunya kebijakan yang mendukung pengalokasian sumber daya untuk supervisi yang lebih efektif. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa supervisi pendidikan yang tepat dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan profesionalisme guru, dan penting bagi kebijakan pendidikan untuk mendukung implementasi program supervisi yang lebih efektif di sekolah dasar.
STUDI LITERATURE REVIEW PERAN KEPEMIMPINAN DAN STRATEGI MANAJEMAN MUTU UNTUK KINERJA DAN KUALITAS PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK HARTINI, YAYUK; NOORHAFIZAH, NOORHAFIZAH; NOVITAWATI, NOVITAWATI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4339

Abstract

Educational quality management is a sustainable system that aims to improve the capacity and ability of educational institutions to meet the demands of students and society in the era of globalization. Principals and teachers are required to improve the effectiveness of their performance in order to improve the quality of education and achieve school goals. Continuous information updates are needed so that visionary and adaptive leadership functions to changes in the times can be realized. The functions of school management and leadership have a significant impact on the learning climate in the classroom, so that it is expected to create a positive and productive learning environment. This study examines in depth the role of principal leadership and quality management strategies in improving the quality of education. A comprehensive literature study from various sources, including scientific journals and books, was used to analyze and synthesize related findings. The results of the study indicate that transformational leadership and total quality management are two key factors that are interrelated and equally important in achieving optimal education quality. Strong and visionary leadership can inspire and motivate all members of the school community to actively participate in quality improvement efforts. Quality management, with a focus on customers and continuous improvement, provides the framework and tools needed to achieve these goals. ABSTRAKManajemen mutu pendidikan merupakan sistem berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan lembaga pendidikan agar mampu memenuhi tuntutan peserta didik dan masyarakat di era globalisasi. Kepala sekolah dan guru dituntut untuk meningkatkan efektivitas kinerja mereka demi peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian tujuan sekolah. Pembaruan informasi secara terus-menerus diperlukan agar fungsi kepemimpinan yang visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman dapat diwujudkan. Fungsi manajemen dan kepemimpinan sekolah memiliki dampak signifikan pada iklim pembelajaran di kelas, sehingga diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan produktif. Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran kepemimpinan kepala sekolah dan strategi manajemen mutu dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Studi literatur yang komprehensif dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah dan buku, digunakan untuk menganalisis dan mensintesis temuan-temuan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan manajemen mutu total merupakan dua faktor kunci yang saling terkait dan sama-sama penting dalam mencapai mutu pendidikan yang optimal. Kepemimpinan yang kuat dan visioner mampu menginspirasi dan memotivasi seluruh anggota komunitas sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam upaya perbaikan mutu. Manajemen mutu, dengan fokus pada pelanggan dan perbaikan berkelanjutan, menyediakan kerangka kerja dan alat yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
REVITALISASI BAHASA, SASTRA, DAN BUDAYA SUNDA MELALUI LEARNINGSUNDANESE.COM SEBAGAI MEDIA DIGITAL PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL NURJANAH, NUNUY; SRIHILMAWATI, ROSTIKA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4436

Abstract

Indonesia's cultural diversity encompasses the richness of languages, literature, and local traditions, representing invaluable national heritage. However, the digital era poses significant challenges to preserving traditional culture, including the Sundanese language, literature, and traditions, which face a decline in speakers among younger generations. This study employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques involving literature review and digital content analysis of the learningsundanese.com platform to examine its role in revitalizing Sundanese culture. The article aims to highlight the role of the digital platform learningsundanese.com in supporting Sundanese cultural revitalization through interactive, technology-based learning. The platform integrates digital technology with preserving Sundanese language, literature, and traditions, making it an effective educational tool for the broader community, particularly the younger generation. Findings from this study confirm that cultural digitization can serve as a strategic solution to preserving local cultural heritage amidst globalization. However, technical and non-technical challenges, such as infrastructure limitations and digital literacy, must be addressed to ensure the program's sustainability. This article contributes significantly to the literature on cultural revitalization through digital media by offering an innovative model that can be adapted to preserve other cultures in Indonesia. Collaboration between the government, academics, and local communities is crucial to strengthening these efforts sustainably. ABSTRAKKeberagaman budaya Indonesia mencakup kekayaan bahasa, sastra, dan tradisi lokal yang merupakan warisan berharga bangsa. Namun, era digital membawa tantangan serius bagi pelestarian budaya tradisional, termasuk bahasa, sastra, dan budaya Sunda, yang menghadapi penurunan jumlah penutur di kalangan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan analisis konten digital pada platform learningsundanese.com untuk menganalisis perannya dalam revitalisasi budaya Sunda. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan peran platform digital learningsundanese.com dalam mendukung revitalisasi budaya Sunda melalui pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pelestarian bahasa, sastra, dan tradisi Sunda, menjadikannya alat edukasi yang efektif bagi masyarakat luas, terutama generasi muda. Temuan pada tulisan ini menegaskan bahwa digitalisasi budaya dapat menjadi solusi strategis dalam melestarikan warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Namun, tantangan teknis dan nonteknis, seperti keterbatasan infrastruktur dan literasi digital, perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan program ini. Artikel ini memberikan kontribusi signifikan dalam literatur terkait revitalisasi budaya melalui media digital dengan menawarkan model inovatif yang dapat diadaptasi untuk pelestarian budaya lain di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal sangat diperlukan untuk memperkuat upaya ini secara berkelanjutan.
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK, GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MUTU SEKOLAH DI MTs Sutarsih, Wiji; Kusumaningsih, Widya; Ginting, Rosalina Br
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4499

Abstract

This study examines the influence of academic supervision, transformational leadership style, and organizational culture on school quality at MTs Swasta Sub Rayon Batang Timur. The population of the study was all teachers of MTs Swasta Sub Rayon Batang Timur totaling 246 people with a sample of 152 respondents. Data collection used questionnaires and documentation, while data analysis used data description analysis, requirement testing, and hypothesis testing which included simple regression analysis and multiple regression with the help of SPSS for Windows version 26. The results showed that academic supervision, transformational leadership style, and organizational culture had a positive effect on school quality. The simple regression equation for the influence of academic supervision is ???? = 66.318 + 0.351????1, transformational leadership style is ???? = 62.295 + 0.431????2, and organizational culture is ???? = 69.927 + 0.339????3. The multiple regression equation for the joint influence of the three variables is Y = 50.980 + 0.190X1 + 0.295X2 + 0.356X3. This study recommends that principals reflect and evaluate the implementation of supervision by improving preparation in supervision planning, arranging a structured supervision schedule, individual attention to teacher problems, and opening open communication channels. Principals are also expected to implement the rules that have been set so that they are obeyed and implemented properly by all school residents. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh supervisi akademik, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi terhadap mutu sekolah di MTs Swasta Sub Rayon Batang Timur. Populasi penelitian adalah seluruh guru MTs Swasta Sub Rayon Batang Timur yang berjumlah 246 orang dengan sampel sebanyak 152 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskripsi data, uji persyaratan, serta uji hipotesis yang meliputi analisis regresi sederhana dan regresi berganda dengan bantuan SPSS for Windows versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap mutu sekolah. Persamaan regresi sederhana untuk pengaruh supervisi akademik adalah ???? = 66,318 + 0,351????1, gaya kepemimpinan transformasional adalah ???? = 62,295 + 0,431????2, dan budaya organisasi adalah ???? = 69,927 + 0,339????3. Persamaan regresi berganda untuk pengaruh bersama-sama ketiga variabel tersebut adalah Y = 50,980+ 0,190X1 + 0,295X2+ 0,356X3. Penelitian ini merekomendasikan kepada kepala sekolah untuk merefleksi dan mengevaluasi pelaksanaan supervisi dengan meningkatkan persiapan dalam perencanaan supervisi, pengaturan jadwal supervisi secara terstruktur, perhatian individual terhadap masalah guru, serta membuka saluran komunikasi yang terbuka. Kepala sekolah juga diharapkan menerapkan aturan yang telah ditetapkan agar dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh warga sekolah.
IMPLEMENTATION OF KOKURIKULER LEARNING IN THE INDEPENDENT CURRICULUM AT THE DRIVING SCHOOL OF SMA NEGERI 2 BATU CITY Rofiq, Ahmad Ainur; Z, Riza Arif M; Ikhwan, Ari Afiful; Ali, M. Makhrus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i1.4500

Abstract

Kokurikuler learning is a learning activity in the independent curriculum, this learning is carried out with an interdisciplinary learning strategy, namely by combining several knowledge groups in a learning project. The aim of this kokurikuler learning activity is to develop the potential of students, therefore this learning activity is carried out through the Strengthening Pancasila Student Profile Project activity. This research was carried out at SMA Negeri 2 Batu City driving school using a qualitative approach, this type of research is a case study. This research aims to understand the procedures for implementing co-curricular learning at SMA Negeri 2 Batu City which includes aspects of planning, implementation and evaluation of co-curricular learning. The results of this research are 6 stages in learning planning and are carried out with interdisciplinary learning, assessment and formative assessments are carried out to see the extent of students' development, this assessment is carried out with the facilitation team having provided a rubric called the observation rubric.