cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 33 Documents clear
PENINGKATAN LITERASI GURU SMA NEGERI PLUS SUKOWONO DENGAN PELATIHAN PENULISAN BUKU BER-ISBN Murtikusuma, Randi Pratama; Afifah, Ngizatul; Mutammam, Muhamad Badrul; Salim, Abdurrahman
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.6995

Abstract

The book writing training with an International Standard Book Number (ISBN) for teachers at SMA Negeri Plus Sukowono was carried out as an effort to improve literacy and writing productivity among educators. Teachers’ enthusiasm for writing was quite high, but most still faced difficulties in preparing systematic manuscripts and understanding the procedures for publishing ISBN books. This community service activity was implemented using a participatory approach through three main stages, namely needs identification, material delivery, and writing assistance. The training materials covered finding book ideas, understanding structures and types of books, and avoiding plagiarism in writing. The activity was conducted in the form of interactive lectures, hands-on drafting practice, and question-and-answer sessions. The final results showed a significant increase in participants’ understanding of the training materials. Some participants successfully compiled outlines and began writing their own book manuscripts. This activity served as an initial step in establishing a school literacy culture centered on teachers’ work, while also opening up opportunities for higher-quality publications in the future. ABSTRAK Kegiatan pelatihan penulisan buku dengan International Standard Book Number (ISBN) bagi guru SMA Negeri Plus Sukowono dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan produktivitas karya tulis di kalangan pendidik. Antusiasme guru dalam menulis cukup tinggi, tetapi sebagian besar masih menghadapi kendala dalam menyusun naskah yang sistematis dan memahami prosedur penerbitan buku ber-ISBN. Pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, dan pendampingan penulisan. Materi pelatihan mencakup menemukan ide penulisan buku, sistematika dan jenis-jenis buku, serta menghindari plagiarisme dalam penulisan buku. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk ceramah interaktif, praktik langsung penyusunan draf buku, serta sesi tanya jawab. Hasil akhir menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi pelatihan. Sebagian peserta berhasil menyusun kerangka dan mulai menulis naskah buku masing-masing. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi sekolah berbasis karya guru, sekaligus membuka peluang bagi lahirnya publikasi yang lebih berkualitas di masa mendatang.
PEMETAAN KEBUTUHAN DAN POTENSI DESA MEDALSARI DENGAN ANALISIS SWOT SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT Mursita, Rohmah Ageng; Asshidiqy, Ahmad Rifqy; Yuniarti, Puji; Nurmalinda, Rossa; Annur, Siti Ayu Jahrotun Nisa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7094

Abstract

ABSTRACT Medalsari Village, Pangkalan District, Karawang Regency, has great potential in social, economic, and cultural aspects that can be developed through community service based on real needs. The mapping identifies two main needs: child development education and strengthening creative economy through MSMEs. This program aims to enhance the capacity of village women in child care and household economic management, while also strengthening village self-reliance. The implementation method uses a participatory approach through stages of observation, interviews, Focus Group Discussions (FGD), training, mentoring and pre-test and post-test evaluation. Activities include parenting education (positive parenting, balanced nutrition, child development stimulation), MSME training (production based on local potential, business management, business legality through NIB, branding and packaging), and product exhibitions. A SWOT analysis was used to map strengths, weaknesses, opportunities, and threats, as well as to formulate sustainability strategies. The results show a significant increase in mothers' knowledge regarding child development, creative economic skills, and awareness of business legality. Village MSME products were successfully developed with more attractive branding and packaging, and promoted through local exhibitions. In addition, a need for higher education literacy was identified, particularly information on admission pathways and scholarships, to motivate mothers to encourage their children to pursue university studies. Overall, this community service program contributed to enhancing mothers’ capacity in child-rearing, creative economic empowerment, and awareness of higher education. The synergy of these three focuses is expected to create a holistic and sustainable community empowerment ecosystem in Medalsari Village, oriented toward improving quality of life and village self-reliance. ABSTRAK Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, memiliki potensi besar dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang dapat dikembangkan melalui pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan riil. Pemetaan mengidentifikasi dua kebutuhan utama: edukasi tumbuh kembang anak dan penguatan ekonomi kreatif berbasis UMKM. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu-ibu desa dalam pengasuhan anak dan pengelolaan ekonomi rumah tangga, sekaligus memperkuat kemandirian desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan meliputi edukasi parenting (pola asuh positif, gizi seimbang, stimulasi perkembangan anak), pelatihan UMKM (produksi berbasis potensi lokal, manajemen usaha, legalitas usaha melalui NIB, serta branding dan pengemasan), hingga pameran produk. Analisis SWOT digunakan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, sekaligus merumuskan strategi keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu-ibu mengenai tumbuh kembang anak, keterampilan ekonomi kreatif, serta kesadaran pentingnya legalitas usaha. Produk UMKM desa berhasil dikembangkan dengan merek dan kemasan lebih menarik serta dipromosikan melalui pameran lokal. Selain itu, teridentifikasi kebutuhan literasi pendidikan tinggi, terutama informasi jalur masuk dan beasiswa, untuk memotivasi ibu-ibu mendorong anak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas ibu-ibu dalam pengasuhan anak, pemberdayaan ekonomi kreatif, serta kesadaran pendidikan tinggi. Sinergi ketiga fokus tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem pemberdayaan masyarakat Desa Medalsari yang holistik, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup serta kemandirian desa.
MENINGKATKAN KAPASITAS LITERASI DIGITAL BAGI GENERASI MUDA DI KEC. PANAKKUKANG KOTA MAKASSAR Rijal, Muh; Dewi, Desi Ratna; Salma, Dini Kamilia; Hastharita, Rafiqa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7244

Abstract

The rapid development of digital technology demands that young people possess adequate digital literacy skills to participate productively, ethically, and safely in the digital environment. However, several studies indicate that many youths still have limited understanding of how to use technology wisely, particularly in the areas of data privacy and online ethics. This community service program aimed to enhance the digital literacy capacity of young people in Panakkukang District, Makassar City, through educational and participatory approaches. The implementation method consisted of lectures, interactive discussions, and case-based simulations focusing on two main topics: basic digital literacy and online ethics. Evaluation was conducted through pre-test and post-test instruments that measured eight indicators of digital literacy using true–false statements. The results showed an improvement in six of the eight indicators, with the most significant increase observed in the “types of digital literacy” indicator (nine-point increase), while two indicators “digital security” and “personal data management” remained unchanged. Furthermore, more than 80% of participants actively engaged in discussions and reflection sessions, indicating high enthusiasm and the effectiveness of interactive learning in fostering critical digital awareness. This program demonstrates that participatory-based digital literacy training can significantly improve young people’s understanding of responsible technology use. Strengthening digital security and data privacy content is recommended as the main focus for future program development. ABSTRAKPerkembangan teknologi digital yang pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu berpartisipasi secara produktif, etis, dan aman di ruang digital. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak, terutama dalam aspek keamanan data pribadi dan etika bermedia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital generasi muda di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi berbasis studi kasus yang difokuskan pada dua topik utama, yaitu literasi digital dasar dan etika berinternet. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang mengukur delapan indikator kemampuan literasi digital menggunakan instrumen berbentuk pernyataan benar–salah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada enam dari delapan indikator, dengan peningkatan paling signifikan pada indikator “jenis literasi digital” sebesar sembilan poin, sedangkan dua indikator yakni “keamanan digital” dan “pengelolaan data pribadi” belum menunjukkan perubahan berarti. Selain itu, lebih dari 80% peserta aktif dalam sesi diskusi dan refleksi, menandakan tingginya antusiasme serta efektivitas pendekatan interaktif dalam membangun kesadaran digital yang kritis. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan literasi digital berbasis partisipasi mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pemanfaatan teknologi secara positif. Ke depan, penguatan materi tentang keamanan digital dan privasi data menjadi rekomendasi utama dalam keberlanjutan program pengabdian ini.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA): TEMUAN DARI FGD KOLABORATIF UPI-UNY Nurjanah, Nunuy; Suherman, Agus; Hendrayana, Dian
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7318

Abstract

This community service activity aims to improve teachers’ capacity in designing local language learning models, particularly Sundanese and Javanese, based on local wisdom. The method employed was participatory training with a collaborative Focus Group Discussion (FGD) approach involving lecturers and teachers. The training participants consisted of local language teachers from various junior high schools (SMP) and Islamic junior high schools (MTs) in the Special Region of Yogyakarta. The results of the activity indicated that teachers showed high enthusiasm for developing more innovative and contextual learning models. The characteristics of the designed model emphasized the integration of local cultural values, the use of creative methods, and strategies for strengthening students’ character. Further analysis revealed that the model’s strengths lie in its relevance to the Kurikulum Merdeka and its appeal to students, but it also faces challenges such as limited implementation and varying levels of teacher readiness. The recommendations include school-based trials of the model, follow-up training, and the development of supporting modules with cross-institutional collaboration support. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun model pembelajaran bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda dan Jawa, yang berbasis pada kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif yang melibatkan dosen dan guru. Peserta pelatihan terdiri atas guru bahasa daerah dari berbagai sekolah SMP dan MTs di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Karakteristik model yang disusun menekankan integrasi nilai budaya lokal, penggunaan metode kreatif, serta strategi penguatan karakter siswa. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa model memiliki kekuatan pada aspek relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan daya tarik bagi siswa, tetapi juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan implementasi dan variasi kesiapan guru. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup uji coba model di sekolah, pelatihan lanjutan, serta pengembangan modul pendukung dengan dukungan kerja sama lintas institusi.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) BAGI GURU PENJAS Marsuki, Marsuki; Torano, Fazryani Mazita; Hidayah, Hidayah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7319

Abstract

This training is entitled “Training on Making Artificial Intelligence (AI)-Based Learning Videos for Physical Education Teachers” and is motivated by the digital literacy gap among physical education teachers in the digital 4.0 era, where 40% of teachers have a basic understanding of AI but almost none of them have implemented it in their teaching, while Generation Z and Alpha students need innovative and interactive learning approaches in line with technological developments. The objective of the training is to improve the digital competence of physical education teachers in creating AI-based learning videos, effectively integrating AI technology, and creating interactive learning media to improve the quality of physical education learning. The training was conducted over two days with a theoretical and practical approach by a team from Cenderawasih University, covering four main topics: an introduction to AI in learning, AI tools and applications (Pictory, Lumen5, Synthesia, Descript), steps for making videos, and editing using Kapwing with intensive guidance. The training results showed that 78% of teachers successfully produced at least 2 quality learning videos, 85% of teachers felt more confident in using AI technology, a sustainable learning community was formed with 24 active teachers collaborating, and an AI-based motion analysis system with a response time of 1.8 seconds and 95% cross-device compatibility. The training outcomes included an 83% increase in student engagement, a 12.5% increase in learning outcomes, a transformation of learning from a traditional paradigm to modern adaptive learning, the availability of digital resources in the form of modules, tutorials, and AI application guides, and scientific publications in Sinta-level community service journals. ABSTRAKPelatihan ini berjudul "Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Penjas" yang dilatarbelakangi oleh kesenjangan literasi digital guru Pendidikan Jasmani di era digital 4.0, dimana 40% guru memiliki pengenalan dasar AI namun hampir seluruhnya belum mengimplementasikannya dalam pembelajaran, sementara siswa generasi Z dan Alpha membutuhkan pendekatan pembelajaran inovatif dan interaktif sesuai perkembangan teknologi. Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kompetensi digital guru Penjas dalam membuat video pembelajaran berbasis AI, mengintegrasikan teknologi AI secara efektif, dan menciptakan media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Jasmani. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dengan pendekatan teoritis dan praktis oleh tim pengabdi Universitas Cenderawasih, mencakup empat materi utama yaitu pengantar AI dalam pembelajaran, alat dan aplikasi AI (Picstory, Lumen 5, Synthesia, Descript), langkah pembuatan video, dan pengeditan menggunakan Kapwing dengan pendampingan intensif. Hasil pelatihan menunjukkan 78% guru berhasil memproduksi minimal 2 video pembelajaran berkualitas, 85% guru merasa lebih percaya diri menggunakan teknologi AI, terbentuknya komunitas pembelajaran berkelanjutan dengan 24 guru aktif berkolaborasi, dan sistem analisis gerakan berbasis AI dengan waktu respons 1,8 detik serta kompatibilitas 95% lintas perangkat. Luaran pelatihan meliputi peningkatan keterlibatan siswa 83%, peningkatan hasil belajar 12,5%, transformasi pembelajaran dari paradigma tradisional menuju pembelajaran modern adaptif, tersedianya sumber daya digital berupa modul, tutorial dan panduan aplikasi AI, serta publikasi ilmiah di jurnal pengabdian kepada masyarakat level sinta.
INTEGRASI LOMBA CERDAS CERMAT SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN LITERASI MATEMATIKA, IPA, DAN BAHASA INGGRIS SMPK ADISUCIPTO Luon, Maria Adriani Pulo; Adur, Maria Felmiani Purnasari; Wonga, Anggerini Horlians Ina; Tefi, Serefina; Dewa, Egidius
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7320

Abstract

Improving student’s literacy, learning motivation, and collaboration can be achieved through innovative and competitive learning activities. This community service activity focused on enhancing literacy in Mathematics, Science, and English through the implementation of an Integrated Quiz Competition at SMPK Adisucipto Kupang. The program was part of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Off-Campus initiative of the Catholic University of Widya Mandira Kupang, designed to create active, collaborative, and meaningful learning experiences. Based on the questionnaire results, 97% of participants stated that the activity increased their learning enthusiasm, 95% agreed it fostered teamwork and sportsmanship, and 96% hoped similar activities would be conducted again. In addition, 93% of students rated the provided facilities as supportive, while 91% gave positive assessments of the organizing committee’s performance. Although there were slight variations in perceptions of question difficulty, most students still evaluated the competition very positively. These findings indicate that the Integrated Quiz Competition served as an enjoyable and effective learning medium to enhance learning motivation, critical thinking, and social collaboration. ABSTRAKPeningkatan literasi, motivasi belajar, dan kolaborasi siswa dapat diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif dan kompetitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan literasi Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris melalui pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Terpadu di SMPK Adisucipto Kupang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Luar Kelas Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada siswa, diperoleh data bahwa 97% peserta menyatakan kegiatan ini mampu meningkatkan semangat belajar, 95% menilai lomba melatih kerja sama dan sportivitas, serta 96% berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali. Selain itu, 93% siswa menilai fasilitas yang disediakan mendukung jalannya kegiatan, dan 91% memberikan penilaian positif terhadap kinerja panitia. Meskipun terdapat sedikit variasi dalam penilaian kesesuaian tingkat kesulitan soal, sebagian besar siswa tetap menilai kegiatan berlangsung sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa Lomba Cerdas Cermat Terpadu mampu menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi sosial siswa. Guru-guru juga menilai kegiatan ini relevan dengan program sekolah dalam penguatan literasi dan numerasi.
PEMBERDAYAAN WALI MURID TK DALAM EDUKASI PMT MELALUI MEDIA EDUKASI DI DESA DUKUHTENGAH KECAMATAN KRIAN SIDOARJO Suliati, Suliati; Museyaroh, Museyaroh; Yunita, Era Fitria; Istanto, Wisnu
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7321

Abstract

Stunting is still a big problem in Indonesia because it affects how kids grow and develop over time, especially if it isn't stopped early on. One reason for this is that parents, especially mothers, don't fully understand how to provide balanced nutritional supplementary feeding (PMT). This community service project is all about giving the guardians of Dharma Wanita Persatuan Kindergarten in Dukuhtengah the tools and information they need to do their jobs better. It will do this by making and using interactive educational media in Dukuhtengah Village, Buduran District, Sidoarjo Regency. The implementation method has many steps: working with the school, finding out what parents need to know, making educational materials like booklets and posters, giving advice and showing how to prepare PMT, and testing the students before and after. In total, 36 parents took part in this activity. The analysis results show that the participants' understanding has improved a lot. They scored an average of 54.86 on the pre-test and 86.39 on the post-test, which is an increase of 31.53 points. The paired t-test produced p<0.001, signifying a significant difference, and Cohen's d effect size of 3.79 indicates a substantial effect. This finding shows that the educational media that was created works to teach parents more about PMT and how to stop stunting. In conclusion, interactive educational empowerment activities that use media have been shown to help parents improve their ability to provide their children with the right extra food to meet their nutritional needs. The future goal is to repeat the activities at the Posyandu level and combine them with family-based public health programs to make stunting prevention more effective in the community. ABSTRAKStunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia karena berdampak pada tumbuh kembang anak jangka panjang, terutama bila tidak dicegah sejak dini. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurang optimalnya pemahaman orang tua, khususnya ibu, mengenai pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan dan edukasi wali murid TK Dharma Wanita Persatuan Dukuhtengah melalui pembuatan dan penggunaan media edukasi interaktif di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Metode pelaksanaan mencakup beberapa tahapan, yaitu koordinasi dengan pihak sekolah, identifikasi kebutuhan pengetahuan wali murid, penyusunan media edukasi berupa booklet dan poster, penyuluhan serta demonstrasi penyajian PMT, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Sebanyak 36 wali murid berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 54,86 dan post-test sebesar 86,39, sehingga terjadi peningkatan sebesar 31,53 poin. Uji t berpasangan menghasilkan p<0,001 yang menandakan perbedaan signifikan, sementara nilai effect size Cohen’s d sebesar 3,79 menunjukkan efek yang sangat besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa media edukasi yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan wali murid mengenai PMT dan pencegahan stunting. Kesimpulannya, kegiatan pemberdayaan berbasis media edukasi interaktif terbukti mampu meningkatkan kapasitas orang tua dalam memberikan PMT yang sesuai kebutuhan gizi anak. Prospek ke depan adalah replikasi kegiatan pada jenjang Posyandu, serta integrasi dengan program kesehatan masyarakat berbasis keluarga untuk memperluas dampak pencegahan stunting di tingkat komunitas..
PEMBERDAYAAN DAN EDUKASI WALI MURID TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA PERSATUAN TROPODO TENTANG PENCEGAHAN WEIGHT FALTERING PADA AWAL KEJADIAN STUNTING MELALUI PEMBUATAN MEDIA EDUKASI Istanto, Wisnu; Arifin, Syamsul; Nabilah, Musholli Himmatun
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7322

Abstract

Stunting and weight faltering remain public health challenges for Indonesia, including rural areas of the country. One of the most effective ways of helping people understand balanced and inexpensive supplementary feeding is by teaching parents. This community service project was carried out at Dharma Wanita Persatuan Dukuhtengah Kindergarten to assist and educate parents using educational materials such as booklets and videos. The methods of implementation consist of several components, including preparation of materials, design of educational media, implementation of a pre-test, interactive counseling, post-test, and statistical analysis. A total of 45 parents took part fully in the activity. Evaluation results indicated a significant improvement in knowledge from an average pre-test score of 54.2 to an average post-test score of 84.6. The t-test showed a t-value of t(44)=20.08, p<0.0001, indicating that there was a significant difference in the means between the pre-test and post-test scores. The effect size of the intervention was considered very large, with a Cohen's d value of 2.99. The post-test scores became more normally distributed, with a narrower range (70-95) than pre-test scores (40-75), suggesting that understanding was consistently improving. This finding supports the effectiveness of simple visual educational media in enhancing nutritional awareness among the parents. The resultant product of this activity is that PMT education using booklets and videos is a viable model for a sustainable school and posyandu-level intervention to strengthen a community-based stunting prevention program. ABSTRAKMasalah stunting dan weight faltering pada anak usia dini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Edukasi kepada wali murid menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan pemahaman tentang pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi seimbang dan terjangkau. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di TK Dharma Wanita Persatuan Dukuhtengah dengan fokus pada pemberdayaan dan edukasi wali murid melalui pemanfaatan media edukasi berupa booklet dan video. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan materi, desain media edukasi, pre-test, penyuluhan interaktif, post-test, serta analisis statistik. Jumlah peserta sebanyak 45 wali murid yang mengikuti kegiatan secara penuh. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan skor rata-rata pre-test 54,2 meningkat menjadi 84,6 pada post-test. Analisis paired t-test menghasilkan nilai t(44) = 20,08 dengan p < 0,0001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Efek intervensi sangat besar dengan nilai Cohen’s d = 2,99. Distribusi skor post-test lebih seragam dengan rentang yang lebih sempit (70–95) dibanding pre-test (40–75), menunjukkan peningkatan pemahaman yang konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa media edukasi visual sederhana efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi pada wali murid. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi PMT berbasis booklet dan video layak dijadikan model intervensi berkelanjutan di sekolah maupun posyandu untuk mendukung program pencegahan stunting di tingkat komunitas.
SINERGI EDUKASI DAN SENAM SEHAT DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP RISIKO DIABETES MELITUS Hardjito, Koekoeh; Suwoyo, Suwoyo; Yani, Erna Rahma
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7363

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases with a continuously increasing prevalence in Indonesia. Low levels of physical activity and limited public knowledge about diabetes prevention are major contributing factors to this rise. This community service activity aimed to increase public awareness and knowledge of diabetes mellitus risks through the synergy of health education and healthy exercise. The activity involved 35 participants aged 30–60 years. The methods included interactive health education on risk factors and diabetes prevention, pre- and post-tests to assess knowledge improvement, and a 45-minute healthy exercise session. The results showed an increase in participants’ knowledge from an average of 60% before the activity to 85% after the activity. In addition, 88% of participants expressed high motivation to continue exercising regularly. This program proved effective in improving public awareness and behavior toward a healthy lifestyle. The synergy between education and physical activity can serve as a sustainable strategy for preventing diabetes mellitus in the community. With increased knowledge and motivation to exercise, it is expected that the community will take preventive measures to maintain their health. ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Rendahnya tingkat aktivitas fisik dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DM menjadi faktor utama peningkatan kasus ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap risiko diabetes melitus melalui sinergi antara edukasi kesehatan dan senam sehat. Kegiatan melibatkan 35 peserta berusia 30–60 tahun. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan interaktif mengenai faktor risiko dan pencegahan DM, pre tes dan post tes edukasi, serta pelaksanaan senam sehat selama ±45 menit. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 60% sebelum kegiatan menjadi 85% sesudah kegiatan. Selain itu, 88% peserta menyatakan motivasi tinggi untuk melanjutkan senam secara rutin. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Sinergi edukasi dan aktivitas fisik dapat dijadikan strategi berkelanjutan dalam pencegahan diabetes melitus di masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi untuk berolahraga, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah preventif dalam menjaga kesehatan.
PEMANFAATAN LIMBAH FESES KAMBING DAN DOMBA MENJADI BIOBRIKET RAMAH LINGKUNGAN DI DUSUN 3 DESA SEI GLUGUR, KEC. PANCUR BATU, KAB. DELI SERDANG Yunilas, Yunilas; Adanan Purba, Mhd; Elimasni, Elimasni; Amran, Muhamad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.6879

Abstract

Goat and sheep fecal waste from livestock activities is often underutilized and contributes to environmental pollution. This program adopted a participatory approach based on Participatory Rural Appraisal (PRA), which distinguishes it from previous top-down initiatives. It aimed to apply appropriate technology to process feces into eco-friendly and economically viable biobriquettes. The activity was conducted with the KaPeDo Livestock Group in Dusun 3, Sei Glugur Village, Pancur Batu Subdistrict, through five stages: socialization, training, mentoring, monitoring, and evaluation. A total of 16 farmers actively participated. Training results showed that all participants understood the benefits of biobriquettes and were able to produce them independently. The initial trial yielded 120 briquettes with an average burning time of 25–30 minutes. Pre- and post-training evaluations showed significant improvement in environmental awareness and technical skills. This initiative has long-term implications for sustainable technology adoption, rural empowerment, and the development of renewable energy-based microenterprises. ABSTRAK Limbah feses kambing dan domba dari aktivitas peternakan sering kali tidak dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan. Program ini mengusung pendekatan partisipatif berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA), yang membedakannya dari studi sebelumnya yang bersifat top-down. Tujuannya adalah menerapkan teknologi tepat guna untuk mengolah feses menjadi biobriket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Ternak KaPeDo di Dusun 3, Desa Sei Glugur, Kecamatan Pancur Batu, melalui lima tahap: sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Sebanyak 16 peternak berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan. Pelatihan menunjukkan seluruh peserta memahami manfaat briket dan mampu memproduksinya secara mandiri. Uji coba awal menghasilkan 120 briket dengan rata-rata waktu nyala 25–30 menit. Evaluasi pra dan pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran lingkungan dan keterampilan teknis. Kegiatan ini berimplikasi jangka panjang terhadap adopsi teknologi tepat guna di tingkat desa, pemberdayaan peternak, dan pembukaan peluang usaha energi terbarukan secara berkelanjutan.

Page 1 of 4 | Total Record : 33