cover
Contact Name
LA ODE ALIFARIKI
Contact Email
ners_riki@yahoo.co.id
Phone
+6285145272116
Journal Mail Official
ners_riki@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Pelangi Residence no D18, Kelurahan Anduonohu, Kota Kendari Prov.Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
ISSN : -     EISSN : 2798107X     DOI : -
Core Subject : Health,
Nursing Area, Environmental Health, Public Health, Epidemiology, Occupational Health, and Other aspect of health
Articles 190 Documents
Analisis Potensi Interaksi Obat pada Pasien Geriatri Hipertensi Rawat Inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi Hagia Wati; Ririn Anjelin; Novi Erviana Harahap; Nadia Raihana
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.244

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia (geriatri) dan sering kali memerlukan terapi dengan beberapa jenis obat secara bersamaan (polifarmasi). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi maupun menimbulkan efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Jambi tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien. Data dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25.0, sedangkan identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan Medscape Drug Interaction Checker, Drugs.com, dan Stockley’s Drug Interactions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (43.28%), diikuti ACE Inhibitor (25,37%), Beta Blocker (13.34%), Diuretik (10.45%), dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) (7.46%). Ditemukan 28 kasus interaksi obat yang terdiri atas 17.86% tingkat minor, 67.86% moderat, dan 14.29% mayor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa potensi interaksi obat pada pasien geriatri hipertensi masih cukup tinggi, sehingga diperlukan pemantauan penggunaan obat yang lebih ketat serta peran aktif tenaga farmasi dalam mengidentifikasi dan mencegah interaksi yang dapat menimbulkan risiko klinis.  
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi dengan Penyakit Jantung terhadap Penggunaan Obat Hipertensi Wili; Ririn Anjelin; Hary Saputra; Fefri Ferianty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.245

Abstract

Ketidakpatuhan dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi serta mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasien hipertensi dengan penyakit jantung yang telah menjalani terapi antihipertensi rutin minimal selama tiga bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) dan telaah rekam medis. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan distribusi karakteristik responden dan tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat antihipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki tingkat kepatuhan sedang hingga rendah terhadap penggunaan obat antihipertensi. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan jenis obat rutin yang digunakan tampak berhubungan dengan variasi tingkat kepatuhan pasien. Pasien yang berusia lanjut, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta menggunakan kombinasi dua hingga tiga jenis obat cenderung memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Kesimpulannya, tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan penyakit jantung terhadap penggunaan obat antihipertensi di Rumah Sakit Royal Prima Jambi masih tergolong sedang hingga rendah. Faktor demografi dan regimen pengobatan berpengaruh terhadap pola kepatuhan pasien.
Dampak Penerapan Continuity of Care terhadap Kesehatan Ibu dan Anak pada Periode Pascapersalinan: Scoping Review Novita Damayanti; Eni Yati; Eti Suhaeti; Restu Octasila
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.247

Abstract

Continuity of Care (CoC) dipandang sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal melalui hubungan yang berkesinambungan antara ibu dan tenaga kesehatan. Tujuan tinjauan literatur ini adalah meninjau secara sistematis bukti ilmiah mengenai dampak penerapan Continuity of Care terhadap kesehatan ibu dan anak pada periode pascapersalinan. Metode yang digunakan adalah scoping review ini menggunakan kerangka kerja Arksey dan O’Malley dan pedoman Joanna Briggs Institute. Pencarian literatur dilakukan pada lima basis data PubMed, EBSCO (CINAHL), ERIC, Wiley Online Library, dan Google Scholar dengan periode publikasi 2010–2025. Dari 1.779 artikel yang ditemukan, 29 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif-tematik berdasarkan jenis intervensi, populasi, dan luaran penelitian. Hasil menunjukan bahwa sebagian besar studi menunjukkan bahwa penerapan CoC memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan bayi. Dari aspek klinis, CoC menurunkan komplikasi obstetri, meningkatkan keberhasilan persalinan normal, keberhasilan inisiasi menyusu dini, serta menurunkan mortalitas maternal dan neonatal. Dari aspek psikologis, CoC berkontribusi menurunkan depresi postpartum, stres pengasuhan, dan meningkatkan bonding attachment ibu–bayi serta kepuasan ibu terhadap pelayanan. Dari aspek sistem, CoC terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan, memperluas akses pada kelompok rentan, serta memperkuat pendidikan kebidanan melalui pembelajaran berbasis praktik berkelanjutan. Kesimpulan tinjauan literatur adalah Continuity of Care merupakan model pelayanan kebidanan yang efektif, efisien, dan humanistik, terbukti meningkatkan kesehatan fisik, psikologis, dan sosial ibu serta bayi pada masa pascapersalinan.
Surveilans Potensial Penyakit Menular Pada Bencana Banjir di Desa Sipange Siunjam Kecamatan Sayurmatinggi Raja Akbar; Lestari Hasibuan; Amalia Kartika; Hasyim Sholeh Harahap; Naser Hamed Tambunan; Vincent Agustinus Mendrofa; Claudia Renata Nababan; Wilda Zahara; Anni Holila Harahap; Nefonavratilova Ritonga; Arinil Hidayah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.248

Abstract

Bencana banjir sering kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di daerah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penyakit menular seperti diare, demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan penyakit kulit campak selama dan setelah bencana banjir di Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayurmatinggi, serta mengevaluasi sistem surveilans kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Studi ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan menggunakan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu dengan case study. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang terpapar pasca banjir yang dipilih secara purposive sampling sebanyak 22 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat ukur kuesioner pada Kamis, 19 Desember 2024, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi survei lapangan dan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penyakit pasca-banjir yaitu diare memiliki jumlah kasus tertinggi dengan 11 (50%) dari total kasus, menunjukkan bahwa penyakit ini paling dominan dalam data yang disajikan. Demam berdarah dengue menempati urutan kedua dengan 5 (22.3%) kasus, yang masih cukup signifikan dibandingkan penyakit lainnya. Malaria berada di posisi ketiga dengan 4 (18.18%) kasus, sementara campak memiliki jumlah kasus paling sedikit, yaitu 2 (9.09%) kasus.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Glaukoma Primer di Kota Kendari: Usia, Tekanan Intraokular, dan Riwayat Hipertensi Dewi Nugrahwati Putri; Wa Ode Siti Rahma Abdullah
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.249

Abstract

Terdapat peningkatan jumlah penderita glaukoma di RSUD Kota Kendari, namun belum ada penelitian tentang faktor resiko dengan populasi masyarakat Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko usia, tekanan intraokular, dan riwayat hipertensi terhadap kejadian glaukoma di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan case control dengan pengambilan data dari rekam medis pasien di RSUD Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kelompok kasus adalah pasien yang didiagnosis glaukoma dan kelompok kontrol adalah pasien yang tidak terdiagnosis glaukoma. Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi-square kemudian dilanjutkan dengan menentukan Odds Ratio (OR). Dari hasil penelitian didapatkan 96 sampel yang terdiri dari 48 kelompok kasus dan 48 kelompok kontrol. Rata-rata usia pada kelompok kasus adalah 53.0 tahun sedangkan pada kelompok kontrol 39.6 tahun. Rata-rata TIO pada kelompok kasus adalah 24.6 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol 13.3 mmHg. Rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok kasus adalah 144.7 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol 127.4 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik pada kelompok kasus 85.2 mmHg sedangkan pada kelompok kontrol 74.7 mmHg. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ? 40 tahun (p = 0.013; OR = 3.122; 95% CI 1.342–7.263), tekanan intraokular > 21 mmHg (p = 0.001; OR = 3.824; 95% CI 2.541–5.753), dan riwayat hipertensi (p = 0.014; OR = 3.053; 95% CI 1.326–7.025) merupakan faktor risiko terhadap kejadian glaukoma di RSUD Kota Kendari. Kesimpulan penelitian bahwa usia ? 40 tahun, tekanan intraokular > 21 mmHg, dan adanya riwayat hipertensi merupakan faktor risiko kejadian glaukoma di RSUD Kota Kendari.
Hubungan Siklus Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Emas Siti Yuli Utami Desrin; Dwi Gustin Franciska; Donna Harriya Novidha
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.251

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri dan dapat berdampak pada kemampuan belajar, kebugaran, serta kesehatan reproduksi. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan status hemoglobin adalah siklus menstruasi, namun bukti pada tingkat layanan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Emas Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 35 remaja putri yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat Hb meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki siklus menstruasi normal (80%), namun mayoritas mengalami anemia (62.9%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara siklus menstruasi dengan kadar hemoglobin (p = 0.097). Kesimpulannya, anemia pada remaja di wilayah ini tidak hanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi, tetapi kemungkinan lebih dominan disebabkan oleh faktor gizi dan kebiasaan hidup lainnya.
Gambaran Sanitasi Pasar Rakyat Bungur Kabupaten Bungo Sondang Siahaan; Rina Fauziah; Suparmi
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.252

Abstract

Sanitasi pasar merupakan salah satu komponen penting dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan di tempat umum. Pasar yang tidak memenuhi standar sanitasi berpotensi menjadi sumber pencemaran, tempat berkembangnya vektor penyakit, serta risiko kontaminasi pangan. Kondisi ini terlihat pada Pasar Rakyat Bungur Kabupaten Bungo yang masih menghadapi berbagai permasalahan sanitasi pada beberapa fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi sanitasi Pasar Rakyat Bungur Tahun 2023 berdasarkan standar Permenkes No. 17 Tahun 2020. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan observasional, melibatkan pengelola pasar, pedagang, dan petugas kebersihan melalui observasi lapangan, wawancara, dan checklist penilaian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 47.3% komponen sanitasi yang memenuhi syarat, sementara 52.7% tidak memenuhi standar, terutama pada aspek pengelolaan sampah, sarana pembuangan air limbah, pengendalian vektor, dan fasilitas cuci tangan. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa Pasar Rakyat Bungur masih tergolong sebagai pasar tidak sehat sehingga memerlukan perbaikan sarana sanitasi, peningkatan pemeliharaan lingkungan, serta penguatan perilaku higiene bagi pedagang dan pengunjung.
Pengaruh Layanan Pesan Pengingat Jadwal Kontrol terhadap Tekanan Darah, Kepatuhan Minum Obat dan Quality of Life Pasien Hipertensi di Puskesmas Baloi Permai Sisca Pratiwi; Yunisa Friscia Yusri; Habibie Deswilyaz Ghiffari
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.253

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang sering kali tidak terkontrol akibat rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan jadwal kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan pesan pengingat jadwal kontrol terhadap tekanan darah, kepatuhan minum obat, dan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Baloi Permai. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pre-test post-test control group. Sampel berjumlah 186 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dengan diberi pesan pengingat melalui WhatsApp dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kepatuhan minum obat (p<0.05) serta penurunan tekanan darah yang bermakna pada kelompok intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan skor kualitas hidup setelah intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, layanan pesan pengingat jadwal kontrol terbukti efektif meningkatkan kepatuhan pengobatan, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki kualitas hidup pasien hipertensi. Intervensi berbasis teknologi ini dapat diimplementasikan sebagai strategi inovatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Gambaran Metode Diagnosis Infeksi Saluran Kemih di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok Anandani, Adinta; Ferdiana, Fita; Intan Keumala Dewi
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.255

Abstract

Diagnosis ISK umumnya ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan urinalisis, dan kultur urin, namun keterbatasan fasilitas di layanan primer sering menyebabkan diagnosis hanya berpedoman pada keluhan klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinis serta metode diagnosis ISK yang digunakan di Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan data sekunder dari rekam medis pasien ISK tahun 2024–2025. Data dari 284 rekam medis dianalisis secara kuantitatif dan disajikan dalam bentuk table distribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ISK lebih banyak terjadi pada perempuan (70%) dibanding laki-laki (30%), dengan kelompok usia terbanyak 26–35 tahun (29%). Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah nyeri saat berkemih (80%), diikuti nyeri pinggang (21%) dan nyeri perut bawah (19%), sementara demam hanya muncul pada 15% pasien. Pemeriksaan laboratorium urinalisis hanya dilakukan pada 10% pasien, dan hanya sebagian kecil parameter yang tercatat, seperti mikroskopik (71%), nitrit (50%), dan leukosit esterase (21%). Minimnya pemeriksaan penunjang menunjukkan bahwa penegakan diagnosis lebih banyak bergantung pada gejala klinis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya optimalisasi pemeriksaan urinalisis dan pencatatan medis yang lebih lengkap untuk meningkatkan akurasi diagnosis ISK di layanan primer.
Analisis Klinis Berbagai Kelainan Jaringan Lunak Oral pada Anak: Seri Kasus dan Tinjauan Terapi Putu Gyzca Pradypta; Indah Lestari Vidyahayati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.256

Abstract

Kelainan jaringan lunak rongga mulut merupakan kondisi yang sering dijumpai pada anak dan dapat muncul akibat infeksi, gangguan sistemik, trauma mekanis, efek obat, maupun kebersihan mulut yang kurang optimal. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat mengganggu fungsi makan, bicara, serta kualitas hidup anak. Oleh karena itu, pemahaman mengenai variasi klinis dan penatalaksanaannya menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai jenis kelainan jaringan lunak oral pada anak berdasarkan laporan delapan kasus klinis serta mengevaluasi efektivitas terapi yang diberikan. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan laporan kasus, di mana delapan pasien anak dipilih secara purposive sampling dengan kelainan jaringan lunak dianalisis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, etiologi, penatalaksanaan, dan respons terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien memberikan perbaikan klinis yang signifikan setelah dilakukan penatalaksanaan yang meliputi edukasi kebersihan mulut, pemberian Aloe vera gel, nistatin, vitamin, serta tindakan eksisi pada kasus tertentu. Terapi topikal dan edukasi terbukti membantu mempercepat penyembuhan serta mencegah kekambuhan. Kesimpulannya, pendekatan individual berdasarkan etiologi dan kondisi klinis anak merupakan kunci keberhasilan penanganan kelainan jaringan lunak oral. Deteksi dini, terapi topikal yang tepat, serta peran aktif orang tua sangat berpengaruh dalam mempercepat pemulihan.