cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM MENCEGAH DAN MENDETEKSI KEJADIAN STUNTING Pratiwi, Intan Gumilang; Suwanti, Suwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1564

Abstract

Masalah stunting merupakan masalah gizi global yang dihadapi oleh sebagian besar negara di belahan dunia, termasuk di negara maju sekalipun. Pada negara-negara berkembang, jumlah anak-anak di daerah pedesaan yang mengalami stunting lebih dari 50% atau hampir 1.5 kali lebih besar dibandingkan anak-anak di daerah perkotaan.Di wilayah kerja Puskesmas Sesela rekap kasus stunting Desa Jatisela tahun 2019-2020 terdapat jumlah balita 1971 dan sebanyak  69 balita atau sekitar 14.08 terkena stunting. Jumlah di Desa Jatisela kader 30  orang. Semua kader belum pernah dilakukan pelatihan deteksi stunting oleh kader.Penyuluhan pencegahan stunting sejak masa kehamilan bertujuan untuk memastikan ibu hamil minum tablet tambah darah serta aktif dalam kelas ibu hamil sehingga upgrade terhadap pengetahuan-pengetahuan bagaimana untuk kehamilan yang sehat termasuk pola asuh. Pelatihan deteksi kejadian stunting bertujuan untuk meningkatan hardskill kader posyandu untuk deteksi dini stunting berdasarkan indikator TB/U menggunakan Poster Pengukuran Tinggi Badan yang dimodifikasi agar mempermudah kader untuk mendeteksi kejadian stunting.Target luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISSN di Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, buku saku, HKI, video kegiatan PkM dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader.
EDUKASI DENGAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN TERKAIT PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN 3 M PLUS PADA REMAJA Firdaniansyah, Al Aminniati; Sulaiman, Lalu; Fathoni, Akhmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1573

Abstract

Infeksi virus dengue menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) yang merupakan penyakit akut.  Manifestasi klinisnya ditandai dengan perdarahan yang dapat mengakibatkan syok bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.  Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus demam berdarah, menyebarkan penyakit ini ke orang lain.  Di Indonesia, upaya pencegahan penyakit demam berdarah difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan kegiatan 3M Plus (Mengeringkan, Menutup dan Mengubur ditambah kegiatan tambahan lainnya).  Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penerapan metode 3M Plus untuk mengurangi risiko tertular penyakit demam berdarah.  Metode yang digunakan adalah pengukuran melalui pre-test dan post-test yang kemudian direkapitulasi dan diuji dengan menggunakan uji t berpasangan.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan.  Pada saat pre test tingkat pengetahuannya hanya 60%, namun setelah diberikan edukasi dan pelaksanaan post test tingkat pengetahuannya meningkat menjadi 91%.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan yang diberikan dengan peningkatan pengetahuan remaja dengan hasil p<0,005.  Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan yang diberikan kepada remaja sekolah efektif dalam meningkatkan pengetahuannya tentang pencegahan penyakit DBD melalui penerapan 3M Plus.
PENDAMPINGAN SANTRI DALAM MEWUJUDKAN PONDOK PESANTREN BEBAS SCABIES Narwati, Narwati; Rusmiati, Rusmiati; Thohari, Imam; Suryono, Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1637

Abstract

Islamic boarding schools represent a significant site for the educational process of students from diverse backgrounds. The condition of the pesantren does not meet the requisite hygiene standards, posing a significant health risk. Scabies is a dermatological condition that is frequently associated with poor standards of personal hygiene and a lack of access to clean and healthy living conditions. The prevalence of scabies among students at boarding school X is likely to be high, due to a lack of understanding of the importance of personal hygiene and sanitation. The environment exerts a profound influence on public health, particularly in the context of boarding schools. Therefore, it is imperative to consider and enhance the environment. This community service activity aims to provide students with an understanding of how to implement boarding school sanitation through clean and healthy living. Mentoring activities for the students are carried out with lectures related to boarding school sanitation and PHBS, discussions, and demonstrations of antiseptic soap making. The outcomes of the activity are antiseptic soap with coconut and palm oil as ingredients, increased knowledge of personal hygiene among students, PHBS leaflets, and publication in the National Journal.
PELATIHAN KADER POSYANDU UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWATAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Suseno, Mutiara Rachmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1699

Abstract

Program yang ingin dicapai dalam Sustainable Development Goal 3.2 pada tahun 2030 adalah angka kematian bayi ≤ 12 kasus per 100 kelahiran hidup. Akan tetapi pada kenyataannya didapatkan angka kesakitan dan kemaitian bayi di indonesia masih tinggi. Total kematian bayi di Indonesia sebanyak 21,447 sebagian besar kematian terjadi pada usia neonatal sebanyak 18.281, penyebab kematian terbanyak pada bayi disebabkan oleh BBLR sebanyak 28,2%. Provinsi NTB melaporkan jumlah kejadian BBLR sebanyak 3690 atau 12,36 % dari total jumlah bayi baru lahir. BBLR memerlukan penanganan yang khusus agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Salah satu metode penanganan sederhana dan terbukti efektif adalah dengan metode kanguru. Kesiapan ibu dan keluarga dalam memberingan asuhan pada bayi BBLR yang kurang sehingga membutuhkan bantuan selama perawatan BBLR. Kader Kesehatan sebagai garda terdepan dibutuhkan dalam memberikan bantuan bagi ibu dan keluarga dalam perawatab BBLR. Dalam menjalankan peran tersebut dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait dengan metode kanguru.Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam perawatan metode kanguru. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui ceramah tanya jawab dan demonstrasi perawatan metode kanguru, selanjutnya masing-masing kader langsung praktek perawatan metode kanguru. Evaluasi dilakukan selama 2 kali melihat pertama saat kader melakukan penyuluhan di posynadu pada ibu hamil, kedua saat kunjungan rumah pada keluarga yang memiliki BBLR. Hasil kegiatan pengabmas terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 48,27 meningkat menjadi 84,32 pada saat post test. Setelah dilakukan demonstrasi keterampilan dan masing-masing kader mencoba sebanyak 30 (100%) orang kader masuk dalam kelompok terampil dengan nilai rata-rata 87,48.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENINGKATAN PERAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN STIMULASI DAN DETEKSIDINI TUMBUH KEMBANG BALITA Faiqah, Syajaratuddur; Nur Cory'ah, Fitra Arsy; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1746

Abstract

Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10%, gangguan pertumbuhan yaitu stunting menduduki peringkat ke lima dari empat tertinggi di dunia. Data Propinsi NTB tahun 2022 didapatkan prevalensi Stunting sebesar 18,9%, di Kabupaten Lombok Barat prevalensi Stunting sebesar 20,9%, Sedangkan data Puskesmas Gunungsari untuk desa Jatisela terlaporkan dari dari tahun 2019 sd 2022 kasus stunting mengalami peningkatan yaitu di agustus 2019 dari total balita 498 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 14 ( 2,8 %), sedangkan di bulan Agustus 2020 dari total balita 480 balita usia 0 – 59 bulan yang mengalami gangguan pertumbuhan yaitu stunting sebanyak 25 ( 5,21 %), pada Bulan Agustus tahun 2021 dari 539 Balita yang mengalami stunting sebanyak 149 orang (27,6%) dan mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 22,7%. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga terutama ibu balita dalam melakukan stimulasi dan deteksi dini tumbuh kembang balita dalam upaya pencegahan stunting. Metode pengabdian Masyarakat dengan edukasi yang berpedoman pada booklet. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di kantor desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat, dengan peserta sebanyak 30 ibu balita. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat nilai pretest tertinggi yaitu tingkat pengetahuan dengan kategori cukup yaitu sebesar 12 (40%), setelah dilakukan posttest banyak responden yang berpengetahuan baik meningkat menjadi 23 (77%). Evaluasi pengetahuan meningkat dengan prosentase 50 %. Selanjutnya evaluasi akhir dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 bulan di posyandu Johar pelita, posyandu Ireng dan posyandu Mekarsari. 
PENGENALAN MAKANAN BERGIZI UNTUK MENURUNKAN ANGKA STUNTING DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) Laraeni, Yuli; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1747

Abstract

Stunting merupakan salah satu status gizi yang mengindikasikan terjadinya kekurangan zat gizi dan penyakit penyakit infeksi yang kronis dan berulang, Sebagian besar stunting  dimulai saat janin/bayi berada pada priode 1000 Hari Pertama Kehidupan  (1000 HPK) separuh dari periode ini terjadi saat di dalam kandungan. Data Riskesdas 2013 nenunjukkan bahwa mereka yang dilahirkan dengan BBLR mempunyai resiko stunting usia dibawah 2 tahun 2,5 kali lebih besar dibandingkan yang lahir dengan BB normal, indikasi bahwa kemungkinan besar stunting terjadi bersamaan dengan terjadinya proses penurunan kemampuan  kognitif dan meningkatnya risiko Penyakit Tidak Menular. Berdasarkan data Profil Puskesmas Selaparang  dan dialog dengan tokoh-tokoh yang bersangkutan, terdapat beberapa permasalahan kesehatan yang ada di lokasi, antara lain stunting yaitu terdapat 31 balita dengan indikator sangat pendek 11 balita dan pendek 20 balita, ibu hamil KEK di Kelurahan Sayang-Sayang pada bulan Januari-Maret 2024 sebanyak 2 ibu hamil, hipertensi satu tahun terakhiur mengalami peningkatan kasus sebanyak 364 kasus dan diabetes melitus pada satu tahun terakhir sebanyak 247 kasus. Tingginya presentase balita stunting, kasus hipertensi dan DM, ibu Hamil KEK. Tujuan Dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Ini Adalah Untuk Memberikan Edukasi Dan Pengenalan Makanan Bergizi Untuk Menurunkan Angka Stunting Dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
PEMBERDAYAAN POSYANDU DALAM PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Tatontos, Erlin Yustin; Urip; Kristinawati, Erna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v7i1.1728

Abstract

Tempos Village is one of 11 villages/sub-districts in Gerung District, West Lombok Regency with the highest number of dengue fever cases and some have even died. The number of dengue fever cases in the Gerung Community Health Center working area in 2022 was 43 people with a Larvae Free Rate (ABJ) of 91.1%. The number of dengue fever cases in Tempos village in 2022 is 6 cases with an ABJ of 89%. At the beginning of January 2023, there was 1 case of death in Tempos village. The problem in Tempos village is the lack of knowledge and skills as well as motivation of the target audience, namely Posyandu women and health cadres in Tempos village regarding dengue fever, prevention efforts as well as early treatment of infected residents and vector control with natural ingredients and ABJ < 95%. The solution offered in the implementation of the Community Service (PKM) Community Partnership Program (PKM) for empowering Posyandu in preventing dengue fever in Tempos village in the working area of the Gerung Health Center, West Lombok Regency is with promotive and preventive efforts. The results that have been achieved are the implementation of PKM starting from obtaining permits and observations, socialization and counseling in Tempos village and training at the Gerung Community Health Center. Health cadres can campaign for the use of anti-mosquito plants and larvae-eating fish among mothers at Posyandu. Every Friday village officials together with health cadres and the community carry out 3 M plus activities and the 1 house 1 jumantik movement. To ensure the continuity of the program, anti-mosquito plant seeds have been handed over along with pots, larvae-eating fish seeds and flashlights to be used in larvae surveys to the village which are then handed over to health cadres from Posyandu representatives in each hamlet.
EDUKASI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR MELALUI KELAS PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA KADER Suseno, Mutiara Rachmawati; Baiq Yuni Fitri hamidiyanti; Ati Sulianty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v7i1.1918

Abstract

Abstrak Desa Taman Ayu di Kabupaten Lombok Barat merupakan lokus stunting yang menunjukkan penurunan signifikan sejak 2022. Data Puskesmas Gerung mencatat 105 anak stunting pada 2022 (19,9%), turun menjadi 88 pada 2023, dan 57 anak pada Juli 2023, dengan capaian lebih dari 50%. Tahun 2022 juga terdapat 142 ibu hamil dan 110 kelahiran, menandakan tingginya risiko stunting. Edukasi perawatan bayi baru lahir (BBL) menjadi strategi penting dalam mencegah stunting, karena 1000 hari pertama kehidupan menentukan tumbuh kembang anak. Kegiatan ini terintegrasi dalam Kelas Ibu Hamil yang membahas kehamilan, persalinan, nutrisi, perawatan BBL, serta pencegahan penyakit.Peran kader kesehatan sangat krusial melalui kunjungan rumah, promosi kesehatan, konseling, dan deteksi tanda bahaya. Pendidikan berulang terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu, membentuk perilaku positif, dan mencegah komplikasi. Sinergi edukasi, kelas ibu hamil, dan kader menjadi kunci percepatan penurunan stunting di Desa Taman Ayu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan  pengetahuan bagi kelompok kader posyandu baik secara teori maupun praktik mengenai perawatan bayi baru lahir yang terdiri dari memandikan bayi baru lahir, perawatan tali pusat, dan pemberian ASI, menjaga kehangatan bayi, tanda bahaya bayi baru lahir dalam bentuk pelatihan dalam kelas edukasi. Sebanyak 20 perwakilan kader masing-masing dusun menjadi sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat.  Pelaksanaan meliputi sosialisasi tujuan, persetujuan peserta, pre-test, edukasi perawatan BBL, post-test, serta praktik dengan pendampingan mahasiswa. Evaluasi dilakukan dua kali pada ibu hamil trimester III dan kunjungan neonatal I bersama bidan desa. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk pengetahuan dan keterampilan para kader meningkat, rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 66 ke 90,25, terdapat peningkatan nila rata-rata keterampilan  kader dari 57,5 ke 83, 5. Jumlah kader dengan kategori terampil sebelum dilakukan edukasi dan pendampingan sebanyak 5 orang dans sesudah dilakukan pelatihan sebanyak 20 orang.    Kata Kunci: Kader ;BBL;Pengetahuan;Keterampilan;Kader     Abstract Taman Ayu Village in West Lombok Regency is a stunting locus that has shown a significant decline since 2022. Data from the Gerung Community Health Center recorded  105 stunted children in 2022 (19.9%), decreased to 88 children in 2023, and 57 children in July 2023, with an achievement of more than 50%. In 2022, there were also 142 pregnant women and 110 births, indicating a high risk of stunting. Education on newborn care is a crucial strategy in preventing stunting, as the first 1,000 days of life significantly influence a child's growth and development. This activity is integrated into the Pregnant Women's Class, which covers topics such as pregnancy, childbirth, nutrition, newborn care, and disease prevention. The role of community health workers is crucial through home visits, health promotion, counseling, and detection of danger signs. Repeated education has proven effective in increasing mothers' understanding, shaping positive behavior, and preventing complications. The synergy of education, prenatal classes, and community health workers is key to accelerating the reduction of stunting in Taman Ayu Village. The purpose of this community service activity is to provide information and knowledge to the Posyandu community health workers group, both theoretically and practically, regarding newborn care, which consists of bathing newborns, umbilical cord care, breastfeeding, keeping babies warm, and danger signs in newborns, in the form of training in educational classes. A total of 20 community health worker representatives from each hamlet were targeted for this community service activity.  The implementation included socialization of the objectives, participant approval, pre-test, newborn care education, post-test, and practice with student assistance. Evaluations were conducted twice: on pregnant women in their third trimester and during the first neonatal visit with the village midwife. The results of the community service activity showed an increase in the knowledge and skills of community health workers, with their average knowledge score rising from 66 to 90.25.  
PEMBERDAYAAN REMAJA GAMPONG DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI Abdurrahman; Mutiah, Cut; Bustami; Amiruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v7i1.1919

Abstract

Hypertension is the “Silent Killer” and a chronic diseases affecting not only the elderly but also adolescents. High blood pressure in adolescents is influenced by numerous factors, including age, height, gender, obesity, genetic predisposition, physical inactivity, smoking, and alcohol consumption. Hypertension control is a crucial aspect of Non-Communicable Diseases (NCDs) prevention and control. This community service initiative aims to train the “Remaja Gampong Peduli Hypertensi” as part of community empowerment effort within the Hypertension Prevention and Control Program in Karang Anyar Village, Langsa Baro Subdistrict, Langsa City. The implemented methods included team formation, adolescent health screening, training, mentoring, and monitoring and evaluation. The target audience comprises 20 adolescents aged 15–18 years. The implementation stages began with the formation on the RGPH team, followed bya pretest, education and training on the 6 Healthy Lifestyle Practices which form part of comprehensive hypertension management, and mentoring for the hypertension control program. The results showed a significant increase in respondent’s knowledge before and after education about adolescent hypertension and its prevention. During the pretest, only 25% of adolescents had good knowledge category, which increased to 85% after the educational sessions. Furthermore, 20% of adolescents had blood pressure >130/90mmHg, Body Mass Index data revealed that 30% of adolescents were obese, while 10% were categorized as overweight.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN DAN GIZI PADA BALITA Magfirah; Nora Veri; Emilda AS; Idwar; Keumalahayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v7i1.1920

Abstract

Cases of child growth retardation generally occur in around 5-10% of children. In addition to growth, malnutrition in toddlers is also a problem that must be addressed. Screening the development of toddlers is very important and must be carried out regularly. Nutrition and development are closely related. Malnutrition can cause developmental disorders. The aim of this community service activity is to improve knowledge and skills, as well as to assist cadres in monitoring the development and nutritional needs of toddlers. This activity will be carried out through training and assistance involving 10 posyandu cadres from partner villages. The partners in this activity are the Head of Paya Bujok Tunong Village, Langsa Baro District, Langsa City, and the target group is the cadres. The activity was held from 20 to 29 August 2025. The location of the activity was at the Geucik Gampong Paya Bujok Tunong office, Langsa Baro District, Langsa City. The activity included lectures, question and answer sessions, and simulations of child development monitoring using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) form. The community service activity method involved education, simulation, and mentoring. The areas of development assessed were gross motor skills, fine motor skills, speech/language, and socialisation/independence. The target group's knowledge of how to prevent malnutrition in toddlers was also assessed. The training activity lasted 2 days, and the mentoring lasted 1 week.  Posyandu cadres who had received training showed increased knowledge of developmental monitoring and malnutrition prevention. The pre-test knowledge category was 60%. After the cadres were trained, their knowledge increased to 80%. The cadres' skills in monitoring toddler development before training were in the good category for 3 people (30%). After training, the good category increased to 80%.