cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnal.diksi01@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
ISSN : 28093585     EISSN : 28093593     DOI : https://doi.org/10.53299/diksi.v2i1
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial dengan e-ISSN: 2809-3593 dan p-ISSN: 2809-3585 merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan pemikiran pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Kajian dibidang pendidikan antara lain, kebijakan-kebijakan pendidikan, implementasi pendidikan di satuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kajian lainnya keterkaitannya dengan pendidikan. Kemudian kajian dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya, kehidupan masayarakat lokal suatu daerah, perkembangan jaman terhadap perubahan tingkah laku masayarakat, dan kajian-kajian lainnya terkait kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Diksi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu dan terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
Pengaruh Extensive Reading dalam Meningkatkan Kemampuan Reading Comprehension Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Suryani Suryani; Bella Puspita; Wahyuddin Wahyuddin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan extensive reading terhadap kemampuan reading comprehension mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre experimental tipe one group pretest posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 33 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Al Amin Dompu yang ditentukan melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes reading comprehension yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selanjutnya, data dianalisis dengan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mahasiswa mengalami perubahan dari 73,67 pada pretest menjadi 87,06 pada posttest. Analisis paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh skor rata-rata sebesar 0,5854 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penerapan extensive reading berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan reading comprehension mahasiswa. Oleh karena itu, pendekatan extensive reading dapat dipertimbangkan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan kemampuan membaca mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Efektivitas Penggunaan Video Youtube “Gromore Studio Series” Sebagai Media Pembelajaran Menulis Naskah Drama di SMA Kelas XI Ni Luh Wahyuni Dewi; I Nyoman Yasa; I Nengah Martha
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur drama, kaidah kebahasaan, dan struktur drama dalam video pada kanal YouTube “Gromore Studio Series”, menganalisis efektivitas kanal YouTube “Gromore Studio Series” sebagai media pembelajaran menulis naskah drama di SMA kelas XI, serta mengetahui hasil dan respons peserta didik terhadap penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui analisis isi video, observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pada kanal YouTube “Gromore Studio Series” memuat unsur-unsur drama, kaidah kebahasaan, dan struktur drama yang sesuai dengan materi pembelajaran menulis naskah drama. Penggunaan kanal YouTube “Gromore Studio Series” juga terbukti efektif ditinjau dari proses pembelajaran, hasil kemampuan menulis naskah drama, aspek kegunaan, aspek ketepatan, dan aspek ruang lingkup media pembelajaran. Selain itu, peserta didik memberikan respons positif terhadap penggunaan media tersebut. Dengan demikian, kanal YouTube “Gromore Studio Series” dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dan inovatif dalam pembelajaran menulis naskah drama di SMA kelas XI. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penggunaan kanal YouTube sebagai media pembelajaran pada materi Bahasa Indonesia lainnya atau pada jenjang pendidikan yang berbeda guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Kajian Literatur: Peran Media Digital dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Nusantara pada Siswa Sekolah Dasar Puji Destiani; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4688

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menyebabkan siswa sekolah dasar lebih banyak terpapar budaya global dibandingkan budaya lokal, sehingga pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Nusantara cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan karena sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan identitas budaya dan karakter bangsa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media digital dalam menanamkan nilai-nilai budaya Nusantara pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan menganalisis 11 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 dan diperoleh melalui database Google Scholar, Garuda, Crossref, dan Scopus menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, ekstraksi data, sintesis, dan interpretasi temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti video pembelajaran, animasi, aplikasi edukasi, e-book interaktif, permainan edukatif, dan augmented reality, berperan efektif dalam memperkenalkan serta menanamkan nilai-nilai budaya Nusantara kepada siswa sekolah dasar. Nilai budaya yang paling banyak dikembangkan meliputi gotong royong, toleransi, cinta tanah air, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Penggunaan media digital mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media digital dan pendidikan budaya dapat menjadi strategi yang relevan untuk mendukung pelestarian budaya Nusantara di era digital sekaligus memperkuat karakter siswa sekolah dasar.
Filsafat Ilmu dan Integritas Akademik dalam Penggunaan Generative Artificial Intelligence di Pendidikan Tinggi: Analisis Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Siti Hamidah; Anggia Pratiwi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4757

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi. Kehadiran teknologi seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot memberikan kemudahan dalam pencarian informasi, penyusunan karya ilmiah, serta pengembangan proses pembelajaran. Namun demikian, penggunaan GenAI juga menimbulkan berbagai persoalan terkait integritas akademik, orisinalitas karya ilmiah, dan validitas pengetahuan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan Generative AI dalam pendidikan tinggi melalui perspektif filsafat ilmu yang mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan terbit pada periode 2021–2026. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis Generative AI merupakan instrumen teknologi yang berfungsi sebagai alat bantu konstruksi pengetahuan, bukan pengganti manusia sebagai subjek utama ilmu pengetahuan. Secara epistemologis, GenAI mampu mempercepat proses pencarian dan pengolahan informasi, namun tetap memerlukan kemampuan berpikir kritis dalam memverifikasi kebenaran informasi. Secara aksiologis, penggunaan GenAI harus diarahkan pada pemanfaatan yang bertanggung jawab, etis, dan menjunjung tinggi integritas akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa filsafat ilmu memiliki peran penting dalam membangun kerangka berpikir kritis terhadap penggunaan Generative AI sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan nilai-nilai akademik. Penelitian mendatang diharapkan tidak hanya mengkaji Generative Artificial Intelligence sebagai fenomena teknologi, tetapi juga sebagai fenomena epistemologi, ontologis, dan aksiologis yang memengaruhi cara manusia memperoleh pengetahuan, membangun kebenaran ilmiah, serta mempertahankan nilai – nilai integritas akademik di pendidikan tinggi. Dengan demikian, pengembangan pemanfaatan GenAI dapat berlangsung secara inovatif sekaligus tetap berlandaskan etika dan tanggung jawab akademik.
Layar ke Sajadah: Optimalisasi Kualitas Ibadah melalui Program Muslim Cerdas Digital (MCD) dalam Mengatasi Ketergantungan Media Sosial (Instagram dan TikTok) Rida Farida; Salma Musyaffa; Astri Damaianti; Registifa Annizar; Adel Aulia Putri; Indah Sari
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4772

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, khususnya di kalangan mahasiswa, termasuk pada aspek keagamaan dan kualitas ibadah. Media sosial berupa Instagram dan TikTok menjadi platform yang paling sering digunakan karena mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan mahasiswa terhadap penggunaan media sosial, faktor penyebab ketergantungan hingga menurunnya kualitas ibadah, serta potensi program Muslim Cerdas Digital (MCD) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas ibadah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Uji tersebut dipilih karena data berasal dari dua pengukuran berpasangan pada responden yang sama dan berskala ordinal, dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada mahasiswa PGSD FIP UPI angkatan 2024 dan 2025 yang beragama Islam serta menggunakan media sosial. Populasi penelitian berjumlah 416 orang dengan sampel sebanyak 10%, yaitu 41 responden. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 responden (79,59%) menyatakan kesediaannya mengikuti program MCD. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,201, yang berarti lebih besar dari 0,05 (0,201 > 0,05), sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas penggunaan media sosial mahasiswa sebelum dan sesudah mengikuti program MCD. Meskipun demikian, program MCD tetap memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran mahasiswa untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak. Penelitian berikutnya diharapkan menggunakan pendekatan mixed method (kualitatif dan kuantitatif) serta teknik korelasi untuk menganalisis hubungan antara tingkat ketergantungan media sosial dan kualitas ibadah mahasiswa.
Pemanfaatan Media Digital untuk Mengenalkan Kearifan Lokal pada Siswa Sekolah Dasar Febrilla Puspita Sari; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital dalam mengenalkan budaya lokal pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memastikan proses pencarian, seleksi, dan analisis literatur dilakukan secara sistematis dan transparan. Artikel diperoleh melalui aplikasi Publish or Perish yang terhubung dengan Google Scholar dan Crossref. Setelah melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh 12 artikel yang relevan untuk dianalisis. Data dari artikel terpilih kemudian disintesis secara deskriptif guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai topik penelitian yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai media digital telah digunakan untuk mengenalkan budaya lokal, seperti komik digital, video pembelajaran, video animasi, media interaktif berbasis Android, etnomedia, scrapbook digital, media audiovisual, dan media karikatur. Komik digital menjadi media yang paling banyak digunakan karena dianggap sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, hasil belajar, serta pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Kajian ini juga menemukan bahwa penelitian mengenai media digital berbasis budaya lokal mengalami peningkatan pada periode 2021–2026. Namun, penerapan media digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan berbagai jenis media digital berbasis budaya lokal yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada wilayah dan jumlah responden yang lebih luas agar diperoleh hasil yang lebih beragam. Peneliti berikutnya juga dapat mengkaji dampak media digital terhadap aspek lain, seperti karakter, kreativitas, dan keterampilan berpikir siswa, serta menelaah berbagai kendala yang dihadapi guru dalam penerapannya di sekolah dasar. Dengan demikian, kajian mengenai media digital berbasis budaya lokal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar pemanfaatan media digital berbasis budaya lokal dapat dilakukan secara optimal untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Penerapan Metode Matematika Diskrit dalam Penentuan Jalur Terpendek Menggunakan Teori Graf Fathurrahman Fathurrahman; Syarifuddin Syarifuddin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode matematika diskrit dalam menentukan jalur terpendek menggunakan teori graf berbobot. Penentuan jalur terpendek merupakan permasalahan fundamental dalam berbagai bidang, seperti transportasi, jaringan komputer, dan sistem logistik. Permasalahan ini dapat dimodelkan secara matematis menggunakan konsep graf dalam cabang matematika diskrit. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pemodelan graf, di mana simpul merepresentasikan lokasi dan sisi merepresentasikan jalur dengan bobot tertentu. Proses penentuan jalur terpendek dilakukan dengan menerapkan algoritma jalur terpendek yang sesuai pada graf berbobot non-negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori graf mampu memberikan solusi jalur terpendek secara optimal dan sistematis berdasarkan total bobot lintasan minimum. Selain itu, pendekatan ini mempermudah analisis serta pengambilan keputusan dalam permasalahan yang melibatkan banyak alternatif jalur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode matematika diskrit berbasis teori graf efektif dan efisien dalam menyelesaikan permasalahan penentuan jalur terpendek dan dapat diaplikasikan pada berbagai permasalahan nyata.
Integrasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Inovasi Teknologi Pembelajaran: Strategi Penguatan Karakter Siswa di Era Digital Putri Aulia; Peni Susapti; Muhammad Syaiful Munir
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.4863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam inovasi teknologi pembelajaran sebagai upaya penguatan karakter siswa di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data mencakup 10 artikel jurnal nasional terbaru yang diterbitkan pada rentang tahun 2024 hingga 2025, yang dipilih melalui seleksi ketat berdasarkan kriteria aktualitas dan relevansi substansi. Teknik analisis data menggunakan content analysis untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai dalam berbagai platform teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyatuan nilai Islam dan teknologi telah berevolusi dari sekadar digitalisasi materi menjadi transformasi ekosistem pendidikan karakter. Temuan utama meliputi: (1) Efektivitas media visual naratif, seperti animasi "Nussa dan Rara", dalam menanamkan nilai akhlak abstrak menjadi konkret melalui proses social learning; (2) Pergeseran epistemologi di mana teknologi diposisikan sebagai wasilah (perantara) nilai melalui desain aplikasi dan multimedia interaktif yang etis; serta (3) Pentingnya strategi kelembagaan di madrasah dan pesantren digital yang mensinergikan infrastruktur teknologi dengan keteladanan guru (uswah hasanah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi pembelajaran di era digital harus didesain sebagai instrumen humanis yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga memperkokoh fondasi spiritual siswa melalui kolaborasi Tri Pusat Pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat). Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi empiris terapan guna menguji efektivitas rancangan prototipe teknologi pembelajaran berbasis Value-Sensitive Design (VSD), serta mengeksplorasi model pengawasan digital kolaboratif antara pihak madrasah dan orang tua.
Penerapan Media Pembelajaran Kreatif untuk Mengembangkan Motorik Halus Anak Usia Dini Josimoni Rilina Leba; Noldiana Natonis; Venia Fanggidae; Delti Fallo
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4895

Abstract

Penelitian ini bertujuan mereview dan mensintesis hasil-hasil penelitian mengenai penerapan media pembelajaran kreatif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Kemampuan motorik halus merupakan aspek perkembangan penting yang memerlukan stimulasi terstruktur melalui media yang tepat dan menyenangkan Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai media kreatif meliputi loose parts, busy book, finger painting, kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel), dan origami terbukti efektif secara konsisten dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Faktor keberhasilan utama mencakup pemilihan bahan sesuai usia, bimbingan guru yang terstruktur dan konsisten, dukungan orang tua, serta integrasi media dalam rencana pembelajaran harian. Kajian ini mengidentifikasi celah penelitian pada pendekatan multimodal yang mengintegrasikan beberapa media secara bersamaan. Penelitian lanjutan menggunakan desain eksperimental dengan sampel lebih besar sangat direkomendasikan.
Problem Based Learning dalam Pembelajaran Ekonomi sebagai Upaya Penguatan Literasi Keuangan di Era Digital Prafiti Syafitri; Taat Wulandari
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.4898

Abstract

Pesatnya digitalisasi keuangan memberikan kemudahan transaksi melalui e-wallet dan fitur paylater, namun di sisi lain memicu peningkatan perilaku konsumtif di kalangan generasi muda akibat rendahnya indeks literasi keuangan. Pembelajaran ekonomi konvensional sering kali terjebak pada aspek teoretis dan gagal membekali peserta didik dengan kemampuan pengambilan keputusan yang kritis di dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran ekonomi sebagai strategi penguatan literasi keuangan digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 17 artikel yang diperoleh dari google scholar dan DOA, penelitian yang relevan dengan fokus pada determinan perilaku keuangan dan inovasi model pembelajaran. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengevaluasi risiko dan pilihan konsumsi digital. Literasi keuangan digital teridentifikasi berperan sebagai mediator krusial yang memperkuat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kualitas keputusan ekonomi. Integrasi media inovatif dan pengalaman nyata dalam struktur PBL terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teoretis dan praktik manajemen dana pribadi. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan di era digital memerlukan pergeseran paradigma menuju pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah untuk membentuk karakter finansial yang mandiri dan adaptif. Temuan ini dapat menjadi rekomendasi bagi pendidik dalam merancang pembelajaran ekonomi yang lebih relevan dengan tantangan era digital.