cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnal.diksi01@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
ISSN : 28093585     EISSN : 28093593     DOI : https://doi.org/10.53299/diksi.v2i1
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial dengan e-ISSN: 2809-3593 dan p-ISSN: 2809-3585 merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan pemikiran pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Kajian dibidang pendidikan antara lain, kebijakan-kebijakan pendidikan, implementasi pendidikan di satuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kajian lainnya keterkaitannya dengan pendidikan. Kemudian kajian dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya, kehidupan masayarakat lokal suatu daerah, perkembangan jaman terhadap perubahan tingkah laku masayarakat, dan kajian-kajian lainnya terkait kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Diksi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu dan terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
Kajian Literatur: Strategi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan pada Anak Usia Dini Putri Sulistiawati Tanesib; Prety J. E. Kulis Tamelab; Ledi Agriana Bulla; Irma Nubatonis; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5082

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan periode emas yang memerlukan stimulasi optimal, namun praktiknya di lapangan sering kali masih bersifat konvensional, monoton, dan terlalu bertumpu pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) berbasis lingkungan pada anak usia dini guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai implementasi, manfaat, serta solusi atas tantangan pendidikan yang ramah anak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menyintesis artikel ilmiah primer bereputasi dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir (2016–2026) dari pangkalan data Google Scholar, Garuda, ScienceDirect, dan ERIC. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan berhasil mengubah paradigma belajar menjadi berpusat pada anak (student-centered) melalui eksplorasi objek konkret dan fenomena alam sekitar. Pendekatan ini secara simultan mendongkrak kemampuan berpikir sains-kognitif, mempercepat kecerdasan literasi membaca permulaan, serta mengokohkan kemandirian dan kecerdasan sosial-emosional anak. Selain itu, pemanfaatan bahan alam terbukti menjadi solusi sumber belajar (learning resources by utilization) yang adaptif dan ekonomis bagi lembaga PAUD. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan merupakan jembatan efektif dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara holistik dan merealisasikan prinsip merdeka bermain. Pendidik didorong untuk mereformasi ruang belajar dengan mengoptimalkan ekosistem lingkungan sekitar secara kreatif.
Strategi Pembelajaran Bermain Peran dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Implementasi dan Implikasi) Admesri Seo; Delila Plaikol; Demarlin Talan; Seferianti Tanaem; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis implementasi strategi bermain peran, (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta (3) mendeskripsikan dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di Taman Kanak-Kanak (TK). Penelitian menggunakan metode literature review dengan menganalisis 19 artikel dan buku rujukan yang diterbitkan pada rentang tahun 1952–2023, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi bermain peran yang efektif memerlukan tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan dengan pijakan (scaffolding) yang memadai, dan evaluasi autentik, serta didukung oleh ketersediaan media yang tepat, kreativitas pendidik, dan kemampuan mengelola tantangan seperti egosentrisme, kurangnya disiplin, dan sikap pemalu pada anak. Bermain peran ditemukan berdampak positif terhadap keberanian dan kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan komunikasi, keterampilan interaksi sosial, serta regulasi emosi anak. Temuan ini menegaskan bahwa bermain peran merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak di TK dan perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum PAUD.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Berbasis PBL pada Materi Keberagaman Agama Kartika Aprillia Nur Fahma Kartika; Abdul Aziz Hunaifi; Nara Setya Wiratama
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5101

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memahami materi keberagaman agama secara optimal. Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada materi keberagaman agama di sekolah dasar masih didominasi oleh penggunaan buku paket dan metode ceramah sehingga peserta didik kurang aktif, mudah merasa bosan, serta mengalami kesulitan dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media KERAG (Kincir Keberagaman Agama) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi keberagaman agama di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri Burengan 1 Kota Kediri dengan melibatkan satu guru kelas V dan 28 peserta didik kelas V sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan media pembelajaran yang konkret, interaktif, dan mampu membantu peserta didik memahami materi keberagaman agama. Hasil angket menunjukkan bahwa 85% peserta didik mengalami kesulitan memahami materi melalui buku paket, 80% merasa bosan selama pembelajaran, 95% antusias terhadap media visual, 90% aktif dalam diskusi, dan 90% tertarik menggunakan media KERAG. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa media KERAG berbasis Problem Based Learning berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman, minat belajar, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran keberagaman agama, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitasnya pada cakupan subjek dan jenjang pendidikan yang lebih beragam guna memperoleh bukti keberlakuan yang lebih luas, serta mengembangkan media melalui integrasi teknologi digital atau fitur interaktif dan mengkaji pengaruh penggunaannya terhadap kemampuan berpikir kritis, sikap toleransi, serta hasil belajar peserta didik.
Analisis Kebutuhan Media Komik Edukatif Berbasis Problem Bassed Learning pada Materi Kebutuhan dan Keinginan Siswa Sekolah Dasar Annisa Nur Rohmah; Abdul Aziz Hunaifi; Nara Setya Wiratama
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5106

Abstract

Pembelajaran materi kebutuhan dan keinginan siswa di sekolah dasar dilatarbelakangi oleh masih berpusatnya pada guru yang menggunakan buku paket dan metode ceramah sebagai media utamanya sehingga siswa merasa kesulitan sekaligus merasa bosan dalam memahami materi. Kondisi tersebut menyatakan bahwa pentingnya media pembelajaran yang lebih menarik dan menyesuaikan karakteristik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media komik edukatif pada materi kebutuhan dan keinginan di kelas IV SDN 1 Sukorejo. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kebutuhan (need assessment). Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Sukorejo dengan subjek 1 guru kelas IV dan 21 siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuisoner, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa 85% peserta didik kesulitan memahami materi dari buku paket dan 80% merasa bosan saat pembelajaran. Sebaliknya, 95% lebih tertarik pada media bergambar, 90% aktif berdiskusi, dan 90% telah mengenal komik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa sangat membutuhkan media pembelajaran yang cukup menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa, serta tidak membuat bosan tentunya, sehingga media komik edukatif dianggap sesuai untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan materi, kerja sama antar siswa, dan memotivasi belajar agar lebih semangat lagi.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan Berdasarkan Tahapan Polya Siska Dwi Astiati; Ilham Ilham
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5111

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan masih menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar sehingga perlu dianalisis sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IV SDN Inpres Desa Sai yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil tes, siswa dikelompokkan ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Selanjutnya, satu siswa dari setiap kategori dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam melalui wawancara. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (2014) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 siswa (28%) berada pada kategori tinggi, 8 siswa (32%) kategori sedang, dan 10 siswa (40%) kategori rendah. Siswa berkategori tinggi mampu memenuhi seluruh tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Siswa berkategori sedang mampu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, dan melaksanakan rencana, tetapi belum melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil. Sementara itu, siswa berkategori rendah hanya mampu memenuhi tahap memahami masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berbeda pada setiap kategori kemampuan berdasarkan tahapan Polya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis tahapan Polya serta melibatkan subjek penelitian yang lebih luas sehingga diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Model Think Talk Write Berbantuan Media Gambar Berseri dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Siswa di MI At-Taqwa Wawonduru Muh. Irfan; Yeni Rahmawati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Think Talk Write berbantuan media gambar berseri terhadap peningkatan kemampuan menulis karangan narasi siswa di MI At-Taqwa Wawonduru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen berdesain One Group Pretest–Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MI At-Taqwa Wawonduru. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa kelas V yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes unjuk kerja menulis karangan narasi yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji hipotesis (uji paired sample t-test), serta uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan kemampuan menulis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Think Talk Write berbantuan media gambar berseri mampu meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa. Hal tersebut ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata posttest sebesar 83.1154 dibandingkan dengan nilai rata-rata pretest yaitu 70.2692. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil uji N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan menulis siswa berada pada kategori sedang yaitu sebesar 0.4319. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Think Talk Write berbantuan media gambar berseri efektif untuk diterapkan dan berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa di MI At-Taqwa Wawonduru. Model ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis, keaktifan, kreativitas, dan motivasi belajar siswa.
Implementasi Program Education Learning Support (ELS) dalam Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa di SMP Negeri 1 Hiliserangkai Elwin Piarawan Zebua; Wiselyman Octobless Gulo; Irene Netalis Mawati Zai; Bijaksana Telaumbanua; Lely Marselina Waruwu; Hironimus Zalukhu; Arni Lafau; Febten Putri Dwijayanti Halawa; Cahaya Permata Gulo; Ayu Febriana Hulu
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5159

Abstract

Rendahnya minat belajar, kurangnya rasa ingin tahu, serta belum optimalnya kemampuan literasi dan numerasi siswa menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Hiliserangkai. Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan Program Education Learning Support (ELS) sebagai program pendampingan belajar yang bertujuan membantu siswa meningkatkan pemahaman materi, menumbuhkan minat belajar, serta memperkuat kemampuan literasi dan numerasi melalui kegiatan belajar tambahan di luar jam pelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Education Learning Support (ELS) serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan literasi dan numerasi siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan selama pelaksanaan program dengan melibatkan 25 siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 1 Hiliserangkai yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keikutsertaan aktif dalam Program Education Learning Support (ELS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Education Learning Support (ELS) mampu meningkatkan minat belajar, rasa ingin tahu, partisipasi aktif, serta kemampuan siswa dalam memahami bacaan, mengidentifikasi informasi penting, menggunakan kosakata bahasa Inggris, dan menyelesaikan permasalahan numerasi secara lebih sistematis. Pembelajaran yang memadukan diskusi kelompok, latihan kontekstual, permainan edukatif, role play, presentasi, dan pemberian umpan balik secara langsung menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, Program Education Learning Support (ELS) dapat menjadi salah satu strategi pendampingan belajar yang efektif dalam mendukung penguatan literasi dan numerasi serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas Program Education Learning Support (ELS) pada jumlah partisipan yang lebih besar, jenjang pendidikan yang berbeda, atau menggunakan pendekatan kuantitatif maupun metode campuran (mixed methods) sehingga diperoleh bukti empiris yang lebih komprehensif mengenai dampak program terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa.
Faktor Penyebab Kurangnya Minat Belajar pada Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar Negeri 25 Dompu Lita Sasmita; Fifi Fitriana Sari; Mahdin Mahdin; Hidayat Hidayat; Angga Putra
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5201

Abstract

Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini Adalah kurangnya minat belajar siswa terhadap mata Pelajaran IPS. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ditingkat sekolah dasar biasanya diperhadapkan dengan tantangan rendahnya keterlibatan siswa yang diakibatkan dari pola pikir bahwa materi yang padat dan bersifat hafalan sehingga membuat siswa merasa sangat bosan dan tidak minat untuk mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya minat belajar pada siswa kelas VI pada mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mendekatan deskriptif. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi langsung di kelas, wawancara mendalam dengan 1 orang guru mata Pelajaran IPS dan 5 orang siswa kelas VI sebagai informan utama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kurangnya minat belajar IPS terbagi menjadi dua faktor. Pertama faktor internal, meliputi stigma negatif siswa terhadap pembelajaran IPS, rendahnya konsentrasi belajar dan kurangnya motivasi belajar dari dalam diri siswa. Kedua, faktor eksternal yaitu berasal dari cara guru yang masih menggunakan metode konvensional, pengaruh lingkungan sebaya dan kurangnya media visual dan digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran interaktif berbasis media visual atau digital dalam meningkatkan minat belajar IPS siswa sekolah dasar.
Hambatan Inovasi Pendidikan di Indonesia: Analisis Kasus pada Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Teknologi, dan Aspek Budaya Organisasi Ricky Kana Darmawan; Siti Hamidah; Aprizon Dika Putra; Retno Wahyu Ningsih; Muhammad Ali Basroh
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5205

Abstract

Inovasi pendidikan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing sumber daya manusia di era digital. Namun, implementasi inovasi pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang berasal dari aspek sumber daya manusia, teknologi, dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai hambatan inovasi pendidikan di Indonesia berdasarkan kajian literatur dari tahun 2020–2026. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, DOAJ, ERIC, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan pada aspek sumber daya manusia meliputi rendahnya literasi digital pendidik, keterbatasan kompetensi inovatif, dan kurangnya pelatihan berkelanjutan. Pada aspek teknologi, hambatan utama berupa kesenjangan infrastruktur digital, keterbatasan akses internet, dan rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran. Sementara itu, pada aspek budaya organisasi ditemukan adanya resistensi terhadap perubahan, lemahnya kepemimpinan inovatif, serta budaya kerja yang belum mendukung kolaborasi dan kreativitas. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kompetensi SDM, pemerataan teknologi pendidikan, serta pengembangan budaya organisasi yang adaptif untuk mendukung keberhasilan inovasi pendidikan di Indonesia. Penelitian mendatang dapat mengembangkan model konseptual yang menjelaskan bagaimana kompetensi dan kesiapan sumber daya manusia berinteraksi dengan ketersediaan teknologi serta budaya organisasi dalam menentukan keberhasilan implementasi inovasi pendidikan. Hal ini penting karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kompetensi manusia, dukungan manajemen, serta budaya organisasi yang mendukung perubahan. Secara keseluruhan, penelitian masa depan sebaiknya bergerak dari sekadar mengidentifikasi “apa saja hambatan inovasi pendidikan” menuju kajian yang lebih mendalam mengenai “bagaimana hambatan tersebut dapat diatasi dan bagaimana inovasi dapat dipertahankan secara berkelanjutan.” Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga menghasilkan model intervensi dan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik sekolah dan konteks daerah di Indonesia.
Integrasi Program SAMADATA dan SEHATI dalam Pembelajaran Matematika untuk Membentuk Karakter Sopan Santun, Religius, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SDIT Sahabat Al-Qur'an Dompu Fifi Fitriana Sari; Lita Sasmita
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5228

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Program SAMADATA dan SEHATI dalam pembelajaran matematika untuk membentuk karakter sopan santun, religius, dan kemampuan pemecahan masalah siswa di SDIT Sahabat Al-Qur'an Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Program SAMADATA dan SEHATI dalam pembelajaran matematika mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter sekaligus peningkatan kemampuan berpikir matematis. Program SAMADATA membiasakan siswa berkomunikasi secara santun, menghargai pendapat teman, dan bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Program SEHATI menanamkan nilai religius melalui pembiasaan berdoa, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketekunan selama proses pembelajaran. Integrasi kedua program tersebut mendorong siswa lebih percaya diri dalam berdiskusi, sistematis dalam menyelesaikan soal, serta mampu menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah secara lebih efektif. Keberhasilan implementasi program didukung oleh keteladanan guru, budaya sekolah, dan keterlibatan orang tua. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa integrasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai-nilai religius dalam pembelajaran matematika dapat menjadi model pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan karakter sekaligus meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar.