DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial dengan e-ISSN: 2809-3593 dan p-ISSN: 2809-3585 merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan pemikiran pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Kajian dibidang pendidikan antara lain, kebijakan-kebijakan pendidikan, implementasi pendidikan di satuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kajian lainnya keterkaitannya dengan pendidikan. Kemudian kajian dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya, kehidupan masayarakat lokal suatu daerah, perkembangan jaman terhadap perubahan tingkah laku masayarakat, dan kajian-kajian lainnya terkait kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Diksi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu dan terbit 2 kali dalam setahun.
Articles
143 Documents
Tantangan dan Strategi Kompetensi Guru Pendidikan Islam dan Adaptasi Teknologi dalam Penguatan Nilai Spiritual
Izzah, Nadiva;
Nuraini, Shofi Hilda;
Abyan, Sulthan;
Syafi'i, Imam;
Ariyanti, Wahyuni Dwi;
Haq, Zidan Zulqornain
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1567
Di era digital, guru pendidikan Islam menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran. Transformasi digital menuntut guru untuk memiliki kompetensi literasi digital yang tinggi, tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan karakter peserta didik. Artikel ini mengkaji tantangan serta strategi peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan Islam, khususnya dalam menyeimbangkan adaptasi teknologi dan nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang relevan untuk mengkaji tantangan dan strategi peningkatan kompetensi guru dalam pendidikan Islam, terutama dalam konteks adaptasi teknologi dan penguatan nilai spiritual. data yang dikumpulkan dari berbagai sumber literatur yang mencakup buku-buku pendidikan Islam, serta artikel ilmiah yang membahas tentang teknologi pendidikan, nilai-nilai spiritual dan peran guru. Penelitian ini menemukan bahwa pemanfaatan platform seperti edukasi interaktif berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua dan masyarakat merupakan solusi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru. Dengan strategi yang tepat, pendidikan Islam akan tetap relevan dan berkontribusi dalam membentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Peran Pendidikan Nonformal dalam Mengurangi Angka Putus Sekolah di Wilayah Pedesaan
Imaniar, Mahrati;
Nurhidayatika, Nurhidayatika;
Roswati, Roswati
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1570
Putus sekolah di Indonesia merupakan suatu masalah yang perlu diselesaikan. Angka putus sekolah tertinggi terjadi pada daerah-daerah terpencil di pelosok negeri. Oleh sebab itu pendidikan di daerah terpencil dapat dikatakan belum mendapatkan pendidikan yang setara dengan pendidikan di perkotaan. Untuk itu perlu dilakukan kesungguhan untuk lebih cepat mengejar keterbelakangan yang sedang dirasakan oleh beberapa pihak masyarakat. Karena putus sekolah bisa mendatangkan efek yang serius untuk masa depan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Tingkat partisipasi Masyarakat pada Pendidikan non formal di Desa Talapiti Kabupaten Bima dan menganalisis serta mendeskripsikan program Pendidikan non formal yang tepat untuk diterapkan di desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyelenggara dan peserta program pendidikan nonformal, serta studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Talapiti Kabupaten Bima NTB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal, khususnya program pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C), memiliki kontribusi signifikan dalam menekan angka putus sekolah. Program-program tersebut tidak hanya memberikan kesempatan pendidikan kedua, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan hidup yang relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dan fleksibilitas waktu belajar menjadi faktor pendukung keberhasilan pelaksanaan program. Kesimpulan pendidikan nonformal memainkan peran penting sebagai alternatif pendidikan yang adaptif dan memberdayakan. Untuk itu, perlu adanya peningkatan dukungan dari pemerintah dan stakeholder lainnya dalam hal pendanaan, fasilitas, pelatihan tutor, serta integrasi program dengan pembangunan desa agar pendidikan non formal dapat lebih optimal dalam mengatasi persoalan putus sekolah di pedesaan
Evaluasi Pengaruh Dukungan Orang Tua dan Kondisi Ekonomi terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 2 Langgudu
Nurhijriah, Nurhijriah;
Irmansah, Irmansah
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1571
Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh dukungan orang tua dan kondisi ekonomi terhadap keinginan siswa untuk belajar di SMA Negeri 2 Langgudu. Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan akademik siswa adalah motivasi mereka untuk belajar. Kondisi ekonomi keluarga dan dukungan orang tua diduga sangat memengaruhi tingkat motivasi mereka untuk belajar. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan bersama dengan survei. Penelitian ini melibatkan semua siswa di SMA Negeri 2 Langgudu, dan sampel purposive sebanyak 100 siswa diambil. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk melihat pengaruh simultan dan parsial antara dukungan orang tua, kondisi ekonomi, dan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa (p < 0,05). Sementara itu, kondisi ekonomi juga memiliki pengaruh yang signifikan, meskipun lebih rendah dibandingkan dukungan orang tua (p < 0,05). Secara simultan, kedua variabel independen tersebut memberikan kontribusi sebesar 45% terhadap variasi motivasi belajar siswa. Temuan ini menekankan pentingnya peran keluarga, baik dalam aspek emosional maupun kesejahteraan ekonomi, dalam menjaga dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Rekomendasi penelitian menggarisbawahi perlunya program kolaboratif antara sekolah dan orang tua guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Hubungan Kontrol Diri dengan Perilaku Agresif pada Siswa yang Mempunyai Fenomena Praktek Buli di SMKN 1 Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima
Israfil, Israfil;
Fauzia, Erlina
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1610
Fenomena bullying di lingkungan sekolah merupakan isu sosial yang sangat serius, terutama di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kontrol diri dengan perilaku agresif pada siswa di SMKN 1 Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima, dengan penekanan pada bagaimana kontrol diri dapat mempengaruhi tindakan bullying. Metode penelitian menggunakan teknik pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian ini berjumlah 200 siswa dari populasi 373 siswa di SMKN 1 Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Pengumpulan data dengan skala kontrol diri dan skala perilaku agresi. Analisis data menggunakan regresi berganda. Berdasarkan laporan KPAI (2025), terdapat peningkatan yang signifikan dalam jumlah kasus bullying di Indonesia, di mana sekitar 70% siswa melaporkan pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku agresif, termasuk pengalaman buruk di masa lalu, pengaruh teman sebaya, serta dukungan keluarga yang terbatas. Hasil analisis korelasi diperoleh hubungan yang negatif antar kontrol diri dengan perilaku agresi menunjukan hubungan negatif yang signifikan (r = -0,718, p<0,01). Dengan memahami peran kontrol diri, diharapkan dapat ditemukan strategi yang efektif untuk mengurangi perilaku agresif di kalangan siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Kecemasan pada Mahasiswa Semester Akhir STIKES Yahya Bima
Fauzia, Erlina;
Israfil, Israfil
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1626
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara regulasi emosi dengan kecemasan di kalangan mahasiswa semester akhir di STIKES Yahya Bima. Mahasiswa berada pada tahap transisi yang penting, di mana mereka menghadapi tekanan akademik dan sosial yang signifikan. Regulasi emosi dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengelola dan mengarahkan emosi mereka dalam berbagai situasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik cenderung mengalami tingkat kecemasan yang lebih rendah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 150 mahasiswa semester akhir melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur tingkat regulasi emosi dan kecemasan. Hasil analisis korelasi terdapat hubungan negatif yang signifikan antara regulasi emosi dan kecemasan. mahasiswa semester akhir (β = -0.133, p = 0.045), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kemampuan regulasi emosi dapat berpengaruh pada pengurangan tingkat kecemasan di kalangan mahasiswa. Temuan ini memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan program dukungan psikologis di lingkungan akademik, guna membantu mahasiswa dalam mengelola emosi mereka dan mengurangi kecemasan.
Analisis Keterampilan Mengajar Mahasiswa PGSD STKIP Yapis Dompu
Mahdin, Mahdin;
Pujiarti, Titi;
Sasmita, Lita;
Damayanti, Putri Surya;
Putra, Angga
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1770
Keterampilan mengajar merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dipahami dan dikuasai oleh mahasiswa sebagai calon seorang pendidik. Oleh karena itu, sebelum menjadi pendidik yang sebenarnya harus dipastikan kemampuan mengajarnya. Proses pembelajaran akan kondusif jika pendidik menguasai keterampilan mengajar. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Fokus dari penelitian ini adalah kepada 31 mahasiswa Semester III Program Studi PGSD di STKIP Yapis Dompu, yang mengikuti Mata Kuliah Interaksi Pembelajaran di SD. Data diperoleh dengan metode observasi pada praktek keterampilan mengajar mahasiswa di dalam kelas, sebagai tugas dari Mata Kuliah Interaksi Pembelajaran di SD. Tujuh keterampilan mengajar mahasiswa yang diamati dan dianalisis meliputi 1). Keterampilan Membuka Pembelajaran, 2). Sikap didalam Proses Pembelajaran, 3). Penguasaan Bahan Pembelajaran, 4). Proses Pembelajaran, 5). Alokasi waktu, 6). Evaluasi Pembelajaran, dan 7). Keterampilan Menutup pembelajaran. Adapun hasil dari penelitian bahwa Keterampilan Mengajar Mahasiswa PGSD pada kegiatan praktek keterampilan mengajar secara keseluruhan berada pada kriteria penialain Cukup dangan persentase penilaian mencapai 78,11% dan berada pada rentang skor 75,16 < X < 81,07. Ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa telah memahami dan bisa mempraktekan ketermpilan mengajar dengan cukup baik, dan sebagian kecil mahasiswa yang mengikuti praktek mengajar masih perlu bimbingan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas V SDN 03 Bengkayang
Elita;
Torimtubun, Hendrikus
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1602
Tujuan dari penelitian yakni untuk memberikan penjelasan hasil belajar Matematika di SDN 03 Bengkayang melalui model pembelajaran yang diterapkan adalah kooperatif tipe STAD, dengan metode penelitian yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan sebagai solusi terhadap permasalahan dalam belajar mengajar yang ada di kelas tersebut. Terdapat empat tahapan dalam studi yang dilaksanakan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi tindakan. Siklus tersebut berulang jika hasil siklus sebelumnya belum mencapai target yang diharapkan dengan mengikuti langkah-langkah yang serupa, dengan penekanan pada pembelajaran melalui model pembelajarannya kooperatif tipe STAD. Analisa data yang digunakan, yakni analisa deskriptif dengan teknik statistika sederhana. Dari hasil penelitian dilaksanakan selama proses pembelajaran, ditemukan bahwa pada siklus pertama, terdapat 14 orang (42%) dari total 33 peserta didik menunjukan kemajuan dalam hasil belajar Matematika pada materi luas bangun datar, dan berhasil memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang sudah ditentukan yakni 69. Pada siklus kedua, persentase tersebut meningkat menjadi 26 peserta didik (79%), dari 33 peserta didik yang berhasil mencapai KKTP. Nilai rata-rata postes peserta didik pada siklus pertama yakni 56,97 meningkat menjadi 82,42 pada siklus kedua. Hal ini menunjukan bahwa Sebagian peserta didik sudah memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditentukan peneliti yakni 70% untuk ketuntasan peserta didik secara keseluruhan. Kemudian untuk kegiatan guru dengan peserta didik dari 95 menjadi 100 selama proses pembelajaran dan memengaruhi hasil belajar. Analisis peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tentang luas bangun datar mata pelajaran Matematika mampu memberikan peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik.
Efektivitas Model Project-Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
Andini, Nur Halizsah;
Muhammad, Muhammad
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1612
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V di SDN Inpres Kananga 1. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi persoalan kompleks, serta terbatasnya penerapan model pembelajaran yang mampu menstimulasi cara berpikir tingkat tinggi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu berbentuk one group pretest-posttest design, yang melibatkan satu kelas beranggotakan 15 siswa. Instrumen utama berupa tes uraian disusun sesuai dengan indikator berpikir kritis dari Ennis, serta dilengkapi dengan lembar observasi guna memperkuat validitas proses penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 56,6 pada pre-test menjadi 82,7 pada post-test. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, yang menandakan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara nilai sebelum dan sesudah perlakuan. Peningkatan tersebut juga diperkuat oleh perhitungan N-Gain sebesar 0,6042, dengan simpangan baku 0,04619. Temuan ini menunjukkan bahwa model PjBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui aktivitas kolaboratif, pemecahan masalah, dan eksplorasi proyek. Temuan ini tidak hanya memperlihatkan peningkatan skor secara signifikan dari pre-test ke post-test dan N-Gain yang berada pada kategori sedang serta penelitian ini memberikan bukti nyata bahwa model PjBL tidak hanya berhasil diterapkan di jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, model PjBL relevan untuk diterapkan secara sistematis dalam pembelajaran sekolah dasar guna mengembangkan kompetensi abad 21 secara menyeluruh.
Problematika Pendidikan Agama di Pondok Pesantren
Larasati, Zu’ama Anggun;
Ishaki, Subhi Nur;
Saputra, Rikky Triolin;
Anwar, Chairul;
Anwar, Syaiful;
Wasehudin, Wasehudin
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1620
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas umat Islam di Indonesia. Namun, dalam menghadapi tantangan zaman modern, pesantren tidak terlepas dari berbagai problematika, terutama dalam hal pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pendidikan agama di pesantren, khususnya dalam hal metode pengajaran dan respons santri terhadap materi yang disampaikan. Menggunakan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah berbagai sumber literatur yang relevan untuk menggali akar permasalahan dan kemungkinan solusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya pengajar, metode pembelajaran yang kurang variatif, tradisi Pesantren yang masih memegang erat kiaisentris, serta problem manajemen kelembagaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan langkah-langkah pembaruan yang mencakup penguatan kapasitas tenaga pengajar melalui pelatihan yang berkelanjutan, penerapan metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual, serta reformasi manajemen kelembagaan agar lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, penting pula untuk mendorong keterlibatan aktif santri dalam proses pembelajaran agar mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek pendidikan. Dengan demikian, pesantren dapat terus berperan sebagai lembaga pendidikan Islam yang otentik sekaligus relevan dalam menjawab tantangan era modern.
Efektivitas Pelaksanaan Literasi Baca Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN 06 Belangko
Helviana Wisda
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/diksi.v6i2.1689
Membaca merupakan bagian utama dalam kegiatan literasi. Literasi adalah bagian integral dalam pendidikan hal ini dikarenakan informasi dan pengetahuan didapatkan melalui aktivitas membaca. Melalui aktivitas membaca tentu menjadi penunjang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, dan kegiatan lainnya seperti, menulis dan berbicara. Dengan begitu penulis melakukan penelitian dengan judul Efektivitas Pelaksanaan Literasi Baca Dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas IV SDN 06 Belangko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pelaksanaan literasi baca dalam meningkatkan kemmapuan berbahasa siswa di SDN 06 Belangko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil yang diperoleh bahwa siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berbahasa Indonesia, baik dalam aspek membaca pemahaman maupun keterampilan berbicara melalui pembiasaan membaca 15 menit dan didukung dengan kegiatan, membaca bersama, diskusi kelompok, dan faktor dukungan sekolah serta orangtua. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan literasi baca di kelas IV berjalan efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.