cover
Contact Name
Bambang Budi Santoso
Contact Email
bambang.bs@unram.ac.id
Phone
+6283129672890
Journal Mail Official
siarilmuwantani@unram.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram-NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27225488     EISSN : 27225496     DOI : https://doi.org/10.29303/jsit
Core Subject : Agriculture,
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI (JSIT), Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram). Artikel yang dimuat pada jurnal ini meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari hasil kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS yang berhubungan dengan ilmu-ilmu pengetahuan terkait pengembangan dan pembangunan pertanian dalam arti luas (agrokomplek). FOCUS AND SCOPE Artikel yang dimuat di JSIT meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan agrokomplek baik pada aspek budidaya, sain, dan sosial-ekonomi yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor. Adapun bidang tersebut meliputi: pembangunan manusia dan daya saing bangsa; pembangunan pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan; pengentasan kemiskinan; pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir; pengembangan ekonomi dan kewirausahaan; dan pengembangan teknologi berwawasan lingkungan.
Articles 159 Documents
Pendampingan Pengolahan Keripik Jamur Tiram pada KWT Keselet Karya Febrilia, Baiq Rika Ayu; Mulyawati, Sri; Usman, Abdullah; Maulana, Salman Murod; Apriliya, Baiq Neny Rafika
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.140

Abstract

Masyarakat di Desa Pringgajurang Utara sebagian besar berprofesi sebagai petani dan peternak. Mereka menggantungkan perekonomiannya dengan memanfaatkan hasil bumi yang ada dan membudidayakan jamur tiram. Salah satu pelaku usaha kecil yang fokus pada budidaya jamur tiram adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Keselet Karya. KWT ini sudah membudidayakan jamur tiram selama dua tahun terakhir dan belum melakukan pengembangan diversifikasi produk olahan jamur tiram. Masalah yang dihadapi KWT ini adalah kurangnya keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman mengenai pengolahan jamur tiram. Mereka menjual jamur tiram dalam kondisi basah dengan harga jual yang rendah, sedangkan daya tahan dalam kondisi basah sangat singkat. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendampingi KWT Keselet Karya dalam keripik jamur tiram. Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengabdian ini adalah partisipatif interaktif di mana peserta dilibatkan secara langsung dan didampingi secara intensif. Tahapan pelaksanaan pengabdian terdiri atas tahap survei dan persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan telah diikuti oleh seluruh peserta. Peserta telah diberikan pendampingan dalam mengolah keripik jamur tiram oleh tim pengabdian, sehingga KWT Keselet Karya diharapkan telah mampu memproduksi keripik jamur tiram secara mandiri. Hasil lembar survei awal dan akhir menunjukkan adanya perbedaan pemahaman peserta setelah mengikuti pendampingan ini. Peserta telah memiliki pemahaman mengenai pengolahan keripik jamur tiram dan telah memiliki keterampilan dalam pengolahannya. Peserta juga telah dibekali resep dan langkah-langkah pembuatan keripik jamur tiram agar mereka tidak kawatir apabila resep dan langkah-langkahnya terlupa.
Pelatihan dan Pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman tanaman Hortikultura di Dusun Ngolang, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah Suprayanti Martia Dewi; Aluh Nikmatullah; Muhammad Sarjan; Hery Haryanto; Kisman; Amrul Jihadi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.141

Abstract

Pelatihan dan dukungan budidaya sayuran bagi masyarakat desa penyangga KEK perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan pemanfatan lahan pekarangan dilaksanakan di Dusun Ngolang. Tanaman hortikultura ini diharapkan tidak hanya menjamin ketahanan pangan keluarga di masa depan, namun juga memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat jika dirawat dan dikelola dengan baik. Kegiatan diawali dengan melakukan survey lokasi untuk menentukan potensi wilayah dan diskusi dengan penduduk dan local champion setempat. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan pekarangan dalam pengembangan budidaya hortikultura melibatkan warga sasaran di Dusun Ngolang. Setelah semua kegiatan dilaksanakan maka dilakukan monitoring dan publikasi melalui jurnal. Universitas Mataram dan ITDC melakukan pelatihan dan pendampingan pengelolaan pekarangan dengan menanam sayuran. Pelatihan telah dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2023. Progres budidaya pekarangan di Dusun Ngolang sudah mulai terlihat pada saat pendampingan yang dilakukan pada Bulan November dan Desember 2023. Warga memanfaatkan banyak sekali tidak hanya lahan pekarangan, namun juga lahan-lahan yang tidak termanfaatkan di sekitar rumah mereka.
Penyuluhan dan PendampinganTentang Budidaya Sayur-syuran di Luar Musim Anggota Kelompok Tani Gelogor-2 Desa Pesanggrahan Montong Gading Lombok Timur NTB I Ketut Ngawit; Akhmad Zubaidi; Nihla Farida; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.142

Abstract

Mengusahakan sayur-sayuran di luar musim menguntungkan karena petani mendapatkan harga mahal. Masalahnya kesuburan tanah menurun akibat mengalami jenuh air sehingga aerasinya buruk, struktur pejal dan pH tanah rendah. Oleh sebab itu maka, dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengusahakan tanaman sayur-sayuran di luar musim. Metode kegiatan tindak partisipatif yang dilaksanakan selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat, terbukti tingginya partisipasi dan antusias mereka mengusahakan sayur-sayuran di luar musim. Aplikasi tindak agronomi seperti penggunaan mulsa plastik, pupuk organik 15- 20 ton ha-1 dan NPK Ponska 75-150 kg ha-1, memberikan hasil sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih tinggi dibandingken dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1 tanpa pupuk organik dan mulsa. Pendapatan dan keuntungan dengan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam, kacang panjang dan jagung manis, karena nilai jualnya lebih mahal dan stabil dengan harga masing-masing, pakcoy Rp 12.500,- kg-1, tomat Rp 8.500,- kg-1, cabe Rp 20.000,- kg-1, dan bawang merah Rp 30.000,- kg-1.
Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Budidaya Sayur-sayuran di Lahan Pekarangan Masyarakat Desa Obel-obel Lombok Timur NTB I Ketut Ngawit; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.143

Abstract

Potensi lahan pekarangan dan tenaga kerja keluarga di Desa Obel-obel Lombok Timur tidak produktif secara ekonomi karena keterbatasan akses pengetahuan dan keterampilan penduduknya. Karena itu, dilaksanakan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kerja keluarga mengusahakan tanaman sayur-sayuran di lahan pekarangannya. Metode kegiatan tindak partisipatif yang dilaksanakan selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dan demplot tentang pengusahaan tanaman sayur-sayuran di lahan pekarangan berlangsung dengan aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan mengusahakan sayur-sayuran meningkat, terbukti tingkat partisipasi dan antusiasme para peserta tinggi. Aplikasi beberapa tindak agronomi secara intensif seperti penggunaan mulsa, aplikasi pupuk organik 15 - 20 ton ha-1 dan pupuk NPK Ponska 75 - 150 kg ha-1, memberikan hasil tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1, tanpa pupuk organik dan tanpa mulsa. Pendapatan dan keuntungan dengan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah di lahan pekarangan lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam. Dosis aplikasi pupuk organik padat untuk tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabai rawit dan cabai merah di lahan pekarangan, 20 - 25 ton ha-1 dengan waktu aplikasi setelah pengolahan tanah.
Penyuluhan Budidaya Lebah Madu Trigona di Dusun Ngolang, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah Suprayanti Martia Dewi; Aluh Nikmatullah; Muhammad Sarjan; Hery Haryanto; Kisman; Amrul Jihadi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.144

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar lingkungan terdampak alih fungsi lahan untuk pembangunan KEK Mandalika, dengan cara peningkatan keterampilan ibu-ibu melalui pelatihan mengenai pemanfaatan lahan dengan memanfaatkan lahan tersebut untuk peternakan lebah Trigona sp. Kegiatan produktif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu setempat dalam memisahkan dan memelihara koloni lebah Trigona sp. Sehingga diharapkan kedepannya, tidak hanya meningkatkan gizi keluarga dan melestarikan lingkungan tetapi juga mendatangkan penghasilan tambahan jika dipelihara dan dikelola dengan baik. Kegiatan diawali dengan melakukan peninjauan lokasi untuk menentukan potensi wilayah dan diskusi dengan penduduk dan tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya dilakukan koordinasi terkait pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Di akhir kegiatan dilaksanakan monitoring dan evaluasi. Ibu-ibu sangat semangat belajar bagaimana memecah koloni lebah trigona dan memindahkannya ke rumah atau tempat baru. Progres budidaya lebah madu di Dusun Ngolang sudah mulai terlihat pada saat pendampingan yang dilakukan pada Bulan Desember 2023. Dari 3 buah setup madu dihasilkan sekitar 300 ml madu trigona.
Sosialisasi dan Pendampingan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Desa Keru, Lombok Barat Afifah Farida Jufri; Dwi Ratna Anugrahwati; Dwi Noorma Putri; Anjar Pranggawan Azhari; Vera Yulandasari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.146

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang mulai hilang karena mengonsumsi obat sintetik sudah menjadi pilihan untuk menyembuhkan penyakit dalam waktu yang cukup cepat dan murah. Melihat peluang dalam pemanfaatan tanaman-tanaman yang masih mudah ditemukan di desa Keru sebagai obat keluarga, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mensosialisasikan pemanfaaatan tanaman obat keluarga dan melakukan pendampingan dalam mengolah tanaman-tanaman tersebut agar dapat dikonsumsi masyarakat untuk menjaga stamina tubuh dan mencegah terserang penyakit. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga dilakukan di kantor Desa Keru pada tanggal 13 Juli 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, kepala dusun, ibu-ibu kader posyandu, mahasiswa dan masyarakat umum. Sosilaisasi dilakukan secara interaktif antara pemateri dan peserta. Materi sosialisasi meliputi pengertian tanaman-tanaman obat keluarga (TOGA), teknik budidadya TOGA, khasiat dan cara pengolahan TOGA sebagai obat. Secara umum, peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi tanaman obat keluarga ini sangat antusias dan tertarik dalam mendengarkan penjelasan dari pemateri. Informasi-informasi yang dipaparkan selama kegiatan sosialisasi memantik inisiatif peserta untuk membuat TOGA bersama di lahan kosong sebelah kantor Desa Keru selain menanam di rumah masing-masing. Peserta mengharapkan adanya buku panduan terkait TOGA tersebut, tidak hanya tentang budidayanya tetapi juga khasiat dan cara pengolahannya.
Pentingnya Kemitraan Usaha Untuk Mencapai Keberhasilan Pemasaran Antar Wilayah Bagi Kwt Al-Ummahat Di Desa Lendang Nangka Idiatul Fitri Danasari; Sri Mulyawati; Amuddin; Dewi Anjani; Baiq Neny Rafika Aprilia
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.147

Abstract

Aspek pemasaran kerap menjadi permasalahan bagi pelaku UMKM di Indonesia. Salah satu strategi dalam mengatasi permasalahan pemasaran yang terjadi yaitu melalui penjalinan kemitraan dengan pihak tertentu. Kemitraan dapat menjadi salah satu strategi bisnis dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan keuntungan bersama dengan prinsip membutuhkan, memperkuat, dan menguntungkan. KWT Al-Ummahat sebagai salah satu KWT Produktif di Desa Lendang Nangka juga mengalami permasalahan pada aspek pemasaran yang masih mencakup konsumen lokal sehingga dilakukan sosialisasi penjalinan kemitraan untuk mencapai keberhasilan pemasaran antar wilayah/kabupaten. Kegiatan pengabdian sosialisasi kemitraan usaha dilaksanakan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, serta monitoring dan evaluasi dengan kelompok sasaran KWT Al-Ummahat sebanyak 20 orang yang merupakan pelaku usaha VCO di Desa Lendang Nangka. Hasil pelaksanaan dan evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan motivasi peserta untuk menjalin skema kemitraan usaha atau dagang dengan mitra NTB Mall. Melalui skema kemitraan ini diharapkan dapat mencapai keberhasilan pemasaran produk VCO KWT Al-Ummahat hingga antar wilayah/kabupaten. Dalam rangka menjadi mitra dagang NTB Mall Provinsi NTB, pihak KWT Al-Ummahat masih perlu memenuhi syarat administrasi yang telah ditetapkan oleh pihak NTB Mall.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pemupukan Organik untuk Peningkatan Produksi Cabai Merah di Sembalun Lombok Timur Siska Ita Selvia; Lalu Arifin Aria Bakti; Sukartono; Suwardji; Bambang Hari Kusumo; Firda Salzabilla Syehan; Nopiana Fitri
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.149

Abstract

Usaha tani cabai merah di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur layak untuk dikembangkan lebih lanjut dari segi finansial. Lombok Timur juga menjadi sentra aktivitas cabai Indonesia, karena memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional (Syahrul, 2023). Dibanding tanaman lain, cabai sangat menjanjikan karena dari hasil panen 60 ton per ha dapat menghasilkan Rp30 juta per panen. Selain itu cabai bisa ditanam dan dipanen empat kali dalam satu tahun. Selain itu, Pemerintah juga telah bermitra dengan 11 Champion Cabai yang tersebar di 10 kabupaten di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Lombok Timur. Komitmen Champion Cabai pada tahun 2023 untuk Kabupaten Lombok Timur agar dapat menyediakan lahan kurang lebih 200 hektar. Tentunya komitmen ini mendapat sambutan baik dari Ditjen Hortikultura untuk memfasilitasi saprodi berupa pupuk. Untuk meningkatkan produktivitas produk dapat memanfaatkan teknologi pemupukan dalam budidaya cabai yang ramah lingkungan. Pupuk organik merupakan pupuk yang ramah lingkungan dan dapat mengembalikan kesuburan tanah yang telah menurun. Menurut (Musnawar, 2007), pupuk organik menjadi pilihan untuk memaksimalkan produksi pertanian dan juga menjadikan lahan pertanian sehat. Permasalahan dan kendala yang sering dialami masyarakat di produktivitas tanaman cabai per hektarnya masih dibawah standar. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan petani dalam melakukan evaluasi dari setiap kendala yang dihadapi khususnya pada saat melakukan budidaya cabai merah. Target yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya kemampuan dari petani untuk melakukan budidaya cabai merah melalui pemupukan organik.
Pengenalan Paket Teknologi Budidaya Jagung pada Kelompok Tani Karya Tani Dusun Batu Gembung Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; Ni Wayan Sri Suliartini; I Gusti Made Kusnarta
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.150

Abstract

Kelompok tani Karya Tani dusun Batu Gembung memiliki masalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik budidaya menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan pupuk organik serta saat pemupukan anorganik. Oleh karenanya, pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang karakteristik tanaman jagung umur super genjah dan sifat stay-green, teknik budidaya jagung lahan kering dengan menggunakan benih jagung komposit Sinta Unram dan teknik pembuatan benih jagung komposit. dan mengetahui perbedaan hasil jagung dengan paket yang diperkenalkan dibanding hasil jagung cara petani. Metode pendidikan orang dewasa dengan teknik partisipatif digunakan dalam pengabdian ini, yakni melalui demplot. Dalam demplot diterapkan dua paket, yaitu paket I (teknologi yang diperkenalkan) dan paket II (cara petani). Data yang diamati pada demplot, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah tongkol per plot, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen per plot, dan hasil (bobot biji kering pipil per plot. Uji t digunakan untuk pengujian kedua paket tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang karakteristik tanaman jagung umur super genjah dan sifat stay-green, teknik budidaya jagung lahan kering dengan menggunakan benih jagung komposit Sinta Unram dan teknik pembuatan benih jagung komposit sebesar 32,23 persen. Petani telah mengenal paket teknologi budidaya tanaman jagung lahan kering akibat adanya demplot. Hasil tanaman jagung lebih tinggi dengan teknologi yang diperkenalkan dibanding cara petani berturut-turut sebesar 4,202 kg per plot (7,503 t/ha) dan 2,182 kg per plot (3,896 t/ha) dengan peningkatan sebesar 92,59 persen. Teknik ini perlu diperkenalkan di kelompok tani lain yang memiliki lahan kering.
Pendampingan Sertifikasi Halal Produk Keripik KWT Nine Seru di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah Sri Mulyawati; Baiq Rika Ayu Febrilia; Rosyid Ridho; Jihan Dita Faradila; Isna Juliana Kurnia
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.151

Abstract

Pertumbuhan umat muslim di dunia diiringi pertumbuhan kesadaran konsumen terhadap kehalalan suatu produk, termasuk di Indonesia. Pengertian halal dewasa ini telah berkembang menjadi sebuah gaya hidup konsumen muslim, dan diterima dengan baik oleh konsumen non-muslim. Menanggapi perkembangan tersebut, pemerintah membuat regulasi wajib halal Oktober 2024 bagi pelaku usaha dan diperpanjang hingga tahun 2026. Hal tersebut adalah upaya pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas produk. Dengan demikian produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah memiliki daya saing dan mampu memperoleh kepercayaan konsumen. Namun tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk dari segi kehalalan produk tersebut. KWT Nine Seru yang terletak di pelosok desa di Kabupaten Lombok Tengah belum memiliki sertifikat halal karena keterbatasan informasi yang dimiliki untuk memperoleh jaminan halal. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mendampingi KWT Nine Seru memperoleh sertifikat halal, dengan luaran berupa adanya sertifikat halal bagi produk keripik KWT Nine Seru. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua kegiatan utama, yaitu tutorial pembuatan akun SIHALAL dan pendampingan pengajuan sertifikat halal. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu KWT Nine Seru telah memiliki akun SIHALAL dan status pengajuan sertifikat halal telah terbit.

Page 10 of 16 | Total Record : 159