cover
Contact Name
E Sutandar
Contact Email
Erwin_sutandar@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
fanypuspabella@student.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Kalimantan Barat, Indonesia. E-mail: jmts@teknik.untan.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : https://dx.doi.org/10.26418/jelast.v9i1.53691
Core Subject : Engineering,
Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung, Kota Pontianak termasuk ke dalam daerah dengan gempa ringan. Setiap perancangan bangunan di Kota Pontianak saat ini harus memperhitungkan parameter gaya gempa. Sehingga dilakukan perhitungan struktur gedung 7 lantai Sekolah Santu Petrus untuk mendapatkan dimensi komponen struktur yang tahan terhadap beban gempa. Perancangan gedung ini merupakan struktur beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen dan dimodelkan dengan bantuan program analisis struktur. Struktur dianalisis terhadap beban yang bekerja pada gedung tersebut. Pada analisis pengaruh gempa, gedung ini termasuk kategori desain seismik KDS D, maka dalam analisisnya akan mengikuti persyaratan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil kontrol perilaku struktur terdapat ketidakberaturan struktur tipe 2 dan 3 serta ketidakberaturan vertikal struktur tipe 2. Dimensi struktur pelat lantai setebal 100 mm, balok induk 300/600 mm dan 450/800 mm, balok anak 300/600 mm dan 200/400 mm, serta kolom persegi 700/700 mm dan kolom bundar diameter 700 mm. Fondasi yang digunakan adalah fondasi dalam tiang pancang karena sesuai dengan kondisi tanah di Kota Pontianak.
Arjuna Subject : -
Articles 1,476 Documents
POLA PERMUKIMAN KAWASAN TEPIAN SUNGAI DI DESA MUNGGUK KECAMATAN SEKADAU HILIR Febri Talenta Agtha; Agustiah Wulandari; - Chairunnisa
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42688

Abstract

Kebutuhan ruang dan lahan untuk bermukim menjadi faktor pendorong tumbuhnya permukiman di tepian sungai. Adapun faktor lainnya seperti budaya, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi fisik lingkungan.  Desa Mungguk merupakan kawasan permukiman yang tumbuh berawal di tepian sungai. Hal ini ditandai dengan adanya Keraton Kusuma Negara serta Dermaga Sekadau. semakin bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan tempat tinggal tinggal bertambah yang mempengaruhi jenis bangunan, orientasi bangunan dan kualitas bangunan menjadi tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola permukiman kawasan tepian Sungai Sekadau di Desa Mungguk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan karakteristik objek permukiman. Teknik analisis menggunakan analisis tetangga terdekat  untuk memperoleh pola permukiman kawasan tepian sungai. Sebaran permukiman kawasan tepian sungai berdasarkan jenis bangunan didominasi panggung di atas tanah (57,2%), orientasi bangunan didominasi menghadap darat (59%), dan kualitas bangunan didominasi bangunan semipermanen (43%). Karakteristik permukiman beradaptasi terhadap kondisi fisik lingkungan yang ditunjukkan dari jenis bangunan. Orientasi bangunan dan perubahan konstruksi dari kayu menjadi beton merupakan bentuk adaptasi zaman. Hasil analisis pola permukiman berdasarkan jenis bangunan, yaitu bangunan di atas tanah, bangunan panggung di atas darat dan bangunan panggung di atas air menghasilkan pola clustered.Kata Kunci: Desa Mungguk, permukiman tepi sungai, tetangga terdekat
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS JALAN DAN KECEPATAN LALU LINTAS (STUDI KASUS JALAN ADI SUCIPTO PASAR PARIT BARU KABUPATEN KUBU RAYA) Doni, -; YM, Sutarto; Sumiyattinah, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.27087

Abstract

Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Kota Pontianak sehingga. Kabupaten Kubu Raya juga mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar sehingga akan kebutuhan transportasi sangat tinggi karena ini yang menunjang akan perekonomian masyarakat. Hambatan samping merupakan interaksi langsung antara arus lalu lintas dengan aktivitas yang ada di pinggir jalan yang berkaitan dengan tata guna lahan pada kawasan di sepanjang jalan dan berupa, pejalan kaki, kendaraan berhenti dan parkir, kendaraan yang keluar masuk, dan kendaraan yang berjalan lambat di sepanjang jalan.Lokasi penelitian ini di jalan Adi Sucipto depan Pasar Parit Baru Kabupaten Kubu Raya sepanjang 200 meter. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan cara melakukan pengolahaan data primer dengan cara survey lapangan yang dilakukan selama tiga (3) hari lamanya guna untuk mengumpulkan beberapa informasi yang diburuhkan sebagai data sekunder, untuk menganalisa volume kendaraan, hambatan samping, karakteristik lalu lintas dan kapasitas jalan dalam penelitian ini menggunakan metode MKJI 1997.Hasil pengolahaan data diperoleh bahwa volume lalu lintas maksimum terjadi pada hari senin pukul 16:00-17:00 WIB pada kedua arah pada ketiga zona waktu per 4 jamnya, untuk hambatan samping tertinggi rata-rata pada hari minggu 4 jam pertama, kapasitas jalan Adi Sucipto di kawasan Pasar Parit Baru 4 jam pertama cukup besar yakni 2644.22 smp/jam sehingga tingkat pelayanan tipe B, dan 4 jam kedua kapasitasnya yakni 2344.36 smp/jam sehingg tingkat pelayanan masih tipe B dan 4 jam ketiga kapasitasnya yakni 2344.36 smp/jam pada jam ke tiga ini volume kendaraan besar sehingga tingkat pelayanan tipe C, sebagian besar pengurangan kecepatan dikarenakan oleh hambatan samping baik parkir di badan jalan maupun pejalan kaki yang menyeberangi jalan dan untuk parkir pada badan jalan jumlah total selama pengamatan membutuhkan ruang pakir untuk sepeda motor sebesar 269 ruang dan untuk mobil 40 ruang dengan total 309 ruang parkir dan ditambah dengan ruang parkir yang telah tersedia 393 ruang parkir maka jumlah total sebesar 702 ruang parkir. Solusi alternatif yang direncanakan adalah pengaturan lalu lintas oleh pihak yang berwajib pada jam puncak, adanya marka ditepi jalan sebagai lebar efektif jalan untuk penyeberangan dibuatkan jalur khusus atau zebra cross, adanya penertiban pedagang kaki lima dan penataan parkir dan adanya tempat khusus untuk penurunan atau naiknya penumpang angkutan dengan demikian diharapkan kinerja jalan Adi Sucipto kawasan Pasar Parit Baru dapat menjadi lebih baik.Kata kunci: Volume, Hambatan Samping, Kecepatan, Parkir, Pasar Parit Baru
ANALISIS KOMBINASI PRE-LOADING MEKANIS DAN ELEKTROKINETIK TERHADAP KUAT GESER TANAH LUNAK PONTIANAK Jhon Ulik Siahaan; R. M. Rustamaji; Eka Priadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.49054

Abstract

Melakukan Uji geser kipas pada tanah disekitar tiang baja yang di pancang dengan perlakuan elektroosmosis arus konstan dipancang dengan dengan variabel kuat arus 5 A, 20 A, 20 A + air garam dengan waktu tunggu hingga tanah mencapai konsolidasi maksimal 90% pada kedalaman 50 - 400 cm di titik anoda. Kuat geser undrained (cu) pada tanah setelah perlakuan elektrokinetik pada zona anoda memiliki nilai yang lebih besar daripada nilai kuat geser undrained (cu) tanah pada kondisi awal. Hasil kuat geser arus konstan terbesar ada pada kedalaman 4 meter pada perlakuan Kondisi awal sebesar 0,641 Kg/cm2, Preloading 1 ton/1,49 m2 sebesar 0,686 Kg/cm2, Preloading + arus konstan 5A (titik 1) sebesar  0,714 Kg/cm2, Preloading + arus konstan 5A (titik 2) sebesar 0,692 Kg/cm2, Preloading + arus konstan 20A (titik 1) sebesar 0,763 Kg/cm2, Preloading + arus konstan 20A (titik 2) sebesar 0,776 Kg/cm2, Preloading + arus konstan 20A dengan air garam (titik 1) sebesar 0,808 Kg/cm2, Preloading + arus konstan 20A dengan air garam (titik 2) sebesar 0,801 Kg/cm2. Dari hasil pengujian ini menunjukan bahwa semakin besar kuat arus konstan yang diberikan, semakin besar juga nilai kuat geser undrainded pada titik anoda di lapangan, menunjukkan bahwa proses electroosmosis terjadi di lapangan.Kata kunci: elektrokinetik, kuat geser undrained, sifat fisis tanah, vane shear test
KAJIAN JARINGAN DAERAH IRIGASI MEROWI KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU Ricky Setiawan; Kartini -; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.43151

Abstract

Daerah irigasi Merowi merupakan irigasi terbesar di Kalimantan barat yang terlertak di Desa Semayang, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. D.I Merowi saat perencanaannya memiliki luas lahan potensial 1.660 Hektare mengalami perubahan fungsi lahan produktif hanya tersisa tersisa 499,88 Hektare. Tujuan penelitian mengetahui luasan lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian dan mengetahui penyebab air dari Bendung Merowi tidak dapat mengaliri jaringan D.I Merowi. Hasil Analisis kondisi saluran menunjukan kondisi Saluran mengalami kerusakan parah dengan indeks kerusakan 48 % dan hasil analisis elevasi dasar saluran menunjukan saluran mengalami kenaikan elevasi pada saluran yang berjarak 1898,2 m dari intake dengan elevasi 43,846 mengalami kenaikan sebesar 2,158 m pada saluran yang berjarak 1981,2 m dari intake dengan elevasi 46,004. Kenaikan elevasi terjadi pada pengukuran saluran terakhir, kenaikan elevasi berpengaruh dengan kondisi elevasi mercu 47,000 dan posisi muka air pada elevasi 46,892 sedangkan elevasi dasar saluran tertinggi terjadi pada saluran yang berjarak 2558,2 m dari intake dengan elevasi 50,798 yang dimana posisi ini berada diatas mercu dengan beda tinggi 3,798 m dan berada diatas elevasi muka air, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap aliran air dikarenakan posisi dasar saluran berada diatas elevasi mercu bendung. Hasil analisis pengukuran luas lahan yang berfungsi sebagai lahan pertanian seluas 80,10 Hektare. Kata Kunci: Bendung Merowi, Kondisi Jaringan, Elevasi dasar saluran, Luas lahan fungsional.
ANALISIS KINERJA JALAN DAN KEBUTUHAN PARKIR DIKAWASAN VIHARA TRI DHARMA SINGKAWANG Nerilius Sarnando; Slamet Widodo; Heri Azwansyah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.50498

Abstract

Kawasan Vihara Tri Dharma yang terletak Kota Singkawang. Hambatan samping merupakan interaksi langsung antara arus lalu lintas dengan aktivitas yang ada di pinggir jalan yang berkaitan dengan tata guna lahan pada kawasan Vihara Tri Dharma di sepanjang jalan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat mengidentifikasi sistem perparkiran, menganalisis karakteristik kedatangan dan keberangkatan kendaraan, menganalisis kebutuhan dan kapasitas ruang parkir serta menganalisis kinerja jaringan jalan, dan dapat memberikan rekomendasi dari data hasil analisis yang didapat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi atau survei langsung di lapangan. Studi ini menghasilkan bahwa jumlah petak parkir yang dibutuhkan untuk kendaraan roda 2 sebanyak 265 petak parkir, sedangkan untuk kendaraan roda 4 sebanyak 92 petak parkir. Jumlah petak parkir yang dapat disediakan untuk roda 2 sebanyak 100 petak parkir dengan luas lahan 150 m2 dan jumlah petak parkir yang dapat disediakan untuk roda 4 sebanyak 32 petak parkir dengan luas lahan 400 m2. Kinerja jalan untuk Jalan Mardeka dan Jalan Budi Utomo pada kondisi eksisting dalam kondisi stabil dengan derajat kejenuhan (DS) Jalan Mardeka 0,43 dan (DS) Jalan Budi Utomo 0,58. Kata kunci : Derajat Kejenuhan Kawasan, Hambatan Samping, Kebutuhan Parkir.
PENERAPAN METODE RESIPROCAL UNTUK PENGISIAN DATA HUJAN HILANG DI SUB DAS DELTA KAPUAS Apon, Hari Nur; Nurhayati, -; Umar, -
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42215

Abstract

Kelengkapan data curah hujan merupakan salah satu faktor yang umumnya biasa ditemukan dalam penggunaan data curah hujan seperti kosong atau hilangnya data curah hujan. Hal ini biasa disebabkan oleh kerusakan pada alat pengukur hujan atau tidak mencatat data hujan saat hujan terjadi oleh pencatat hujan, sehingga data tersebut dianggap hilang. Untuk itu perlu dilakukan pengisian data curah hujan sebelum data digunakan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji data curah hujan dari enam Stasiun hujan, yaitu Stasiun Pontianak (PTK 11), Stasiun Sungai Kakap (PTK 12), Stasiun tikar Padang (PTK 16), Stasiun Ambawang (PTK 22), Stasiun Teluk batang (KTP 03) dan Stasiun Supadio BMKG. Dari hasil pengumpulan data masih terdapat data yang kosong atau hilang. Metode yang digunakan dalam mengisi data curah hujan adalah metode reciprocal data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum disetiap bulannya. Dari hasil pengisian data curah hujan yang hilang data telah terlengkap dan dapat dipergunakan. Sehingga dalam menyelesaikan data curah hujan dapat digunakan metode reciprocal.Keywords: rainfall data, filling of lost rain data, reciprocal method
PERBANDINGAN ASPAL SHELL & ASPAL KARET MELALUI SISTEM PENGUJIAN MARSHALL PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE (AC-WC) Zaiv Fathan Tamatra Ajie; Komala Erwan; Ferry Juniardi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.45009

Abstract

Salah satu aspal yang biasa digunakan ialah aspal shell. Aspal shell merupakan aspal yang diproduksi oleh perusahaan Shell, aspal tersebut terbentuk dari hasil akhir penyulingan minyak bumi. Kerusakan jalan aspal yang umum terjadi adalah adanya keretakan dan bergelombang. Salah satu cara yang pernah dilakukan untuk memperbaiki kinerja agregat aspal yaitu dengan memodifikasi sifat-sifat fisik aspal khususnya pada penetrasi dan titik lembeknya dengan menggunakan bahan tambahan sehingga bisa mengurangi kepekaan aspal terhadap temperatur dan keelastisannya. Salah satunya bahan tambahan tersebut adalah karet alam pada aspal karet. Melalui uji Marshall dapat diketahui perbandingan antara aspal shell dan aspal karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum yang didapatkan yaitu 6,25% untuk aspal shell dari hasil rata-rata 6% dan 6,5%, lalu 6,75% untuk aspal karet dari hasil rata-rata 6,5% dan 7%. Nilai stabilitas (1282,65 kg dan 1356,43 kg) dan flow (3,50 mm dan 3,63 mm) pada aspal shell lebih baik dibandingkan nilai stabilitas (1371,79 kg dan 1420,93 kg) dan flow (3,20 mm dan 3,38 mm) pada aspal karet, karena semakin tinggi nilai flow dengan stabilitas yang rendah cenderung plastis dan mudah berubah bentuk apabila mendapatkan beban lalu lintas. Kata Kunci : Aspal Karet, Aspal Shell, Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC), Uji Marshall.
STUDI TENTANG ALAT PENGENDALI KECEPATAN PADA KAWASAN ZOSS DI KOTA PONTIANAK Ermansyah, Derry; Widodo, Slamet; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v4i4.21832

Abstract

Sehubungan dengan keselamatan lalu lintas di jalan raya pada Kawasan Sekolah/Pendidikan sangat diharapkan bahwa anak-anak dapat datang dan pergi ke/dari sekolah dalam keadaan selamat melalui Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Dimana salah satu alat pengendali kecepatan yang mendukung ZoSS adalah pita penggaduh (Rumble Strips) yang bertujuan menurunkan kecepatan kendaraan dengan memberikan efek getaran pada daerah yang dikendalikan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pengemudi dan mengurangi angka kecelakaan yang ada.Pengumpulan data dilakukan pada kawasan ZoSS di Kota Pontianak sebanyak 4 (empat) lokasi. Data yang diambil berupa bentuk dan ukuran pita penggaduh, kecepatan kendaraan, data geometri jalan, kelengkapan fasilitas pendukung jalan. Data kecepatan kendaraan yang disurvey adalah sepeda motor yang melintasi kawasan ZoSS pada pagi hingga sore hari (10.00 "“ 15.00 WIB) untuk 1 (satu) hari 1 (satu) lokasi, pada setiap lokasi dibagi menjadi 3 (tiga) area. selanjutnya data dianalisis kecepatan kendaraannya pada setiap area untuk masing "“ masing lokasi, sehingga didapat kefektifitasan pita penggaduh sebagai alat pengendali kecepatan pada kawasan ZoSS. Dari analisis diketahui dimensi pita penggaduh mengacu pada "Surat Dirjen Perhubungan Darat No. AJ.003/5/9/DRJD/2011" yang mana berdasarkan "Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan". Dan juga diketahui tingkat keefektifitasan pita penggaduh pada kawasan ZoSS, Dari hasil grafik persentil yang telah dibuat dapat diambil presentase keefektifitasan Pita Penggaduh, dimana untuk area 2a pada Jalan K.H. Ahmad Dahlan sebesar 85% dari jumlah sepeda motor yang diharuskan melintas dengan kecepatan 20 km/jam dan pada Jalan Putri Candramidi sebesar 94%, dan pada area 2b keduanya mencapai 100%. Sedangkan pada Jalan Pangeran Natakusuma dan Jalan Danau Sentarum yang hanya memiliki 1 (satu) presentase keefektifitasan yaitu sebesar 100%.  Kata Kunci : Pita Penggaduh, Alat Pengendali Kecepatan
PERLAWANAN ALIRAN PADA SALURAN ALAMI STUDI KASUS SUNGAI KAPUAS KECIL Veronika Ristanti; Hari Wibowo; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.47026

Abstract

Perlawanan terhadap aliran pada perubahan saluran aluvial dengan kondisi aliran dan sedimen dapat menyebabkan bentuk konfigurasi dasar sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perlawanan aliran berdasarkan bentuk dasar dan bentuk dasar yang terjadi di Sungai Kapuas Kecil, cara menghitung perlawanan aliran akibat bentuk dasar pada sungai alami dengan menggunakan rumusan empiris, Serta membandingkan rumusan Manning di lapangan akibat bentuk dasar terhadap rumusan Manning penelitian yang ada. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder dan primer.Perlawanan aliran akibat unsur kekasaran butiran dan perlawanan bentuk dasar berpengaruh terhadap nilai koefisien kekasaran Manning. Tanpa adanya bentuk dasar maka nilai koefisien kekasaran Manning akan menurun. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, bentuk perlawanan dasar saluran dinyatakan dengan koefisien kekasaran dasar Manning pada material non kohesif di saluran aluvial. Bentuk dasar yang terjadi di sungai Kapuas Kecil berupa dunes dengan tinggi gelombang pasir rata-rata 16,7 cm, terjadi di regime aliran rendah dan memiliki bilangan Froude pada ukuran butiran rata-rata 0,205 kurang dari 1. Nilai n pengukuran dilapangan akibat bentuk dasar diperoleh dengan nilai rata-rata sebesar 0,058, sedangkan untuk nilai n pengukuran  Manning berdasarkan penelitian yang ada didapat rata-rata sebesar 0,0384
PENATAAN MANAJEMEN LALU LINTAS JALAN SUPADIO DAN JALAN MAYOR ALIANYANG KUBU RAYA AKIBAT PEMBANGUNAN KAWASAN KOMERSIAL TERPADU BUMI RAYA CITY Rezyantara Adekmas Senna; Elsa Tri Mukti; Rudi S. Suyono
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i2.42516

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun alternatif  dari penataan manajemen pada ruas jalan Supadio dan Mayor Aliayang berdasarkan tahapan yang akan dilakukan dari kondisi sekarang (eksisting). Analisa yang akan dikaji yaitu pada saat kondisi oprasi 2023 dan proyeksi 7 tahun pada tahun 2030 yaitu dengan perencanaan pembangunan kawasan Bumi Raya City, Dengan strategi penanganan untuk kedepannya dilakukan penataan manajemen dan langkah yang dilakukan berupa: 1) Penataan Manajemen Kapasitas; 2) Penataan Manajemen Prioritas; 3) Penataan Manajemen Demand; Sedangkan metode analisa yang digunakan untuk menganalisa dari kondisi sekarang, kondisi oprasional kawasan dan kondisi dilakukannya penataan manajemen pada tahun 2030 dengan tujuan menentukan hasil derajat kejenuhan (DS) pada ruas jalan tersebut. Dengan analisa  menggunakan metode MKJI 1997 dan mensimulasikan hasil analisa MKJI ke kesofwer PTV VISSIM. Menurut hasil analisa yang sudah dilakukan dari metode manual hingga simulasi sofwer didapat bahwa perlunya penataan manajemen ruas jalan pada kawasan tersebut yang diakibatkan oleh pembangunan kawasan terpadu Bumi Raya City, dengan penanganan tiga strategi manajemen tersebut yang sudah dilakukan dengan hasil yang didapat dengan nilai DS < 0,75 atau dengan Los C. Kata kunci: Analisis MAT; Kinerja Ruas Jalan; Penataan Manajemen; PTV VISSIM.

Page 69 of 148 | Total Record : 1476


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026 Vol 12, No 4 (2025): JeLAST Edisi Desember 2025 Vol 12, No 3 (2025): JeLAST Edisi Agustus 2025 Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025 Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025 Vol 11, No 4 (2024): JeLAST Edisi Desember 2024 Vol 11, No 3 (2024): JeLAST Edisi Agustus 2024 Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024 Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024 Vol 10, No 4 (2023): JeLAST Edisi Desember 2023 Vol 10, No 3 (2023): JeLAST Edisi Agustus 2023 Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023 Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023 Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022 Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022 Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022 Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022 Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021 Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021 Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 7, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 7, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2020 Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019 Vol 5, No 3 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2017 Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016 Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016 Vol 1, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI FEBRUARI 2016 Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015 Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015 Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014 Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Edisi Februari 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan More Issue