cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
STRATEGI BISNIS DENGAN PENDEKATAN ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GROUP PADA WISATA PANTAI SUNGAI BAKAU KABUPATEN SERUYAN Musdalipah, Febby; Helmi, Muhammad; Rianawati, Fonny
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17786

Abstract

Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasi dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis dalam pariwisata berbeda tergantung dari kondisi aktual lokasi serta permasalahan yang terjadi pada tempat wisata. Pantai Sungai Bakau merupakan salah satu wisata yang berada di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah yang pertama kali dibangun dan beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis kategori kuadran (posisi) berbasis matriks BCG wisata Pantai Sungai Bakau. (2) Membuat strategis bisnis pengembangan wisata Pantai Sungai Bakau. Metode pendekatan Matriks Boston Consulting Group berfokus pada produk atau divisi yang dapat menghasilkan uang lebih banyak atau mengeluarkan uang lebih banyak dengan menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis dipandang dari segi pertumbuhan pasar serta pangsa pasarnya, keempat kuadran atau kategori tersebut adalah : (1) Star. (2) Question Mark. (3) Cash Cow dan (4) Dogs. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan pasar wisata Pantai Sungai Bakau sebesar 18,3% dan pangsa pasar relatif sebesar 2,46 yang artinya masuk ke dalam kuadran Cash Cow (pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar relatifnya tinggi). Strategi bisnis yang dapat diterapkan oleh kuadran Cash Cow adalah pengembangan produk, diversifikasi, penciutan dan divestasi.
KECELAKAAN KERJA DAN BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB MENGGUNAKAN METODE HIRADC DI PT. SARIKAYA SEGA UTAMA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Ayuningtiyas, Ribka; Abidin, Zainal; Sari, Noor Mirad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17793

Abstract

PT Sarikaya Sega Utama Banjarbaru adalah perusahaan yang beroperasi dalam industri rotan hasil hutan di Indonesia dan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang. Kemajuan teknologi yang pesat juga meningkatkan jumlah peluang bahaya yang bisa memicu peristiwa kecelakaan di lokasi kerja. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis tingkat kecelakaan serta faktor-faktor yang memengaruhi kecelakaan di PT Sarikaya Sega Utama. Pendekatan analisis data yang digunakan adalah HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). HIRADC adalah metode untuk menemukan potensi risiko di setiap jenis aktivitas, yang mencakup proses identifikasi bahaya, pengukuran serta evaluasi risiko dari bahaya yang mungkin muncul selama kegiatan harian maupun kegiatan yang tidak terjadwal tetap di perusahaan, untuk selanjutnya mengevaluasi risiko yang terkait dengan bahaya yang dimaksud. Hasil dari penelitian ini didapatkan 14 jenis risiko (45%) tergolong risiko minor, 15 jenis risiko (48%) tergolong risiko moderat, 2 jenis risiko (7%) tergolong risiko signifikan, dan 0 jenis risiko (0%) tergolong risiko malapetaka.
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI PADA BERBAGAI TUTUPAN LAHAN DI TAMAN HUTAN RAYA SEBATUNG KABUPATEN KOTABARU Arum, Saskia; Kadir, Syarifuddin; Badaruddin, Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17782

Abstract

Aktivitas alih fungsi lahan dapat mempercepat laju erosi, terutama di kawasan konservasi seperti TAHURA Sebatung, Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan mengukur besarnya erosi dan mengidentifikasi tingkat bahaya erosi (TBE) pada berbagai jenis tutupan lahan. Metode yang digunakan adalah Universal Soil Loss Equation (USLE), dengan data diperoleh melalui purposive sampling di empat lokasi: Seratak, Mamake, Gunung Ulin, dan Meranti. Analisis mencakup faktor R, K, LS, C, dan P, dengan dukungan uji laboratorium terhadap tekstur, permeabilitas, dan bahan organik tanah. Hasil menunjukkan nilai erosi tertinggi terjadi pada kebun campuran (0,84 ton/ha/tahun), sedangkan terendah pada kebun karet (0,04 ton/ha/tahun). Seluruh unit lahan masuk dalam kategori TBE kelas II atau sedang. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengelolaan vegetasi dan konservasi lereng dalam mitigasi erosi untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis TAHURA Sebatung.
EFEKTIVITAS PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL SKEMA HUTAN KEMASYARAKATAN PADA KTH MANDIRI DAN KASIH SETIA DI KAWASAN HPT BIFEMNASI SONMAHOLE Tae, Arcilia Florida Enjel; Marimpan, Lusia Sulo; Sinaga, Pamona Silvia; Sipayung, Roni Haposan
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17798

Abstract

Perhutanan Sosial Skema HKm merupakan bentuk pemberian akses legal kepada masyarakat sekitar hutan bertujuan untuk melestarikan Kawasan hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program Perhutanan Sosial skema HKm pada KTH Mandiri dan Kasih Setia di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Bifemnasi Sonmahole dinilai dari aspek sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Aspek yang dianalisis meliputi kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha sebagai bagian dari aspek sosial, serta kontribusi ekonomi hasil HKm terhadap pendapatan anggota KTH sebagai bagian dari aspek ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas aspek sosial di KTH Mandiri dan Kasih Setia untuk kelola kelembagaan KTH Mandiri (76,05%) dan KTH Kasih Setia (81,75%) termasuk kategori efektif. Kelola Kawasan KTH Mandiri (63,89%) dan KTH Kasih Setia (70,61%) termasuk kategori cukup efektif. Selanjutnya kelola usaha KTH Mandiri (72,48%) dan KTH Kasih Setia (74,61%) termasuk kategori cukup efektif. Dalam aspek ekonomi, kontribusi hasil HKm terhadap pendapatan anggota cukup signifikan, yaitu KTH Mandiri sebesar Rp 77.740.000/tahun dan KTH Kasih Setia sebesar Rp 82.200.000/tahun, dengan komoditas unggulan Jambu mete (Anacardium occidentale) dan Kemiri (Aleurites moluccana).
ANALISIS GENDER DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) TANAH LAUT Putri, Mayada; Helmi, Muhammad; Asyari, Mufidah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17788

Abstract

Penelitian in bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dan faktor kesenjangan, menganalisis peran gender dalam pengambilan keputusan (decision making), dan membuat rencana aksi dalam saran kebijakan berdasar martiks Gender Analysis Pathway pengelolaan Hutan Kemasyarakatan yang responsif gender di KPH Tanah Laut. Pengumpulan data dilakukan di 3 KTH di Kabupaten Tanah Laut, yaitu KTH Gunung Birah kec Panyipatan, KTH Batu Kura kec Bajuin, dan Gapoktan Sumber Kahuripan kec Ujung Batu. Data primer diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur dengan menggunakan kuesioner kepada anggota KTH yang menjadi respoden sebanyak 59 orang. Selain itu, wawancara mendalam juga dilakukan terhadap Ketua masing-masing KTH. Hasil penelitian ini ditemukan kesenjangan gender yang terjadi di 3 KTH tersebut pada 4 faktor analisis kesenjangan yakni faktor akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Tidak diikutsertakannya perempuan dalam kepengurusan merupakan permasalahan pada faktor akses. Selain keterwakilan yang rendah, perempuan juga tidak memiliki kontrol yang signifikan, yang menyebabkan program pengelolaan Hutan Kemasyarakatan menjadi kurang peka terhadap gender. Ini menunjukkan bahwa rendahnya akses dan partisipasi dari kelompok perempuan akan berdampak pada kontrol dan manfaat yang diperoleh dari kegiatan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan tersebut. Rata-rata persentase laki-laki dalam pengambilan keputusan adalah 33,65%, perempuan 26,1%, dan seimbang 40,25%.
INVENTARISASI TUMBUHAN BAWAH BERPOTENSI OBAT DI BUKIT PULAU TANGKA DESA MANDIANGIN TIMUR KABUPATEN BANJAR Jahrah, Siti; Arifin, Yudi Firmanul; Pujawati, Eny Dwi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17794

Abstract

Pemanfaatan tumbuhan bawah berkhasiat obat oleh masyarakat pedesaan sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit, disamping harganya terjangkau juga tidak menimbulkan efek samping dibandingkan dengan obat – obatan dari produk farmasi yang berbahan baku kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan bawah yang berpotensi obat dan menganalisis indeks nilai penting, keanekaragaman jenis, indeks dominan, dan Indeks Kemerataan tumbuhan bawah yang berpotensi obat. Metode yang digunakan purposive sampling pada identifikasi tumbuhan bawah berpotensi obat dilakukan dengan menentukan starting point dilanjutkan dengan membuat jalur dengan Panjang 500m, lalu dibuat plot ukuran 20m x 20m dengan jarak antar plot 20 meter. Parameter yang diamati adalah jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat. Hasil yang didapat dari penelitian yang telah dilaksanakan mendapatkan 14 jenis tumbuhan bawah berpotensi obat berupa bilaran tapah, cambai atau sirih hutan, gadung, ilatung, kitolod, lempuyang emprit, litu, nanangkaan atau patikan kebo, manggarsih atau magatseh, sampiringan, dan terong pipit. Jenis Lygodium scandens memiliki indeks nilai penting tertinggi sebesar 45,43%, indeks keanekaragaman sebesar 2,145 termasuk dalam kategori sedang, indeks dominansi sebesar 0,1480 termasuk dalam kategori rendah, dan indeks kemerataan dengan nilai sebesar 0,813 kategori kemerataan sedang.
KUALITAS TEH DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis) DARI GUNUNG LANGKARAS KABUPATEN TANAH LAUT Nihayah, Sofia; Satriadi, Trisnu; Sari, Noor Mirad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17783

Abstract

Gaharu merupakan tanaman tahunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu pemanfaatan tanaman ini adalah sebagai bahan baku pembuatan teh herbal. Teh gaharu sendiri dibuat dari olahan pucuk daun gaharu yang diproses menjadi minuman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kualitas teh yang dihasilkan berdasarkan parameter pengujian kadar air, pengujian kadar abu total dan uji organoleptik, (2) menganalisis tingkat kesukaan responden terhadap warna, rasa, dan aroma teh daun gaharu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan yaitu pada daun yang terletak di bagian pucuk, tengah, dan pangkal ranting dengan ulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan A1 (daun bagian pucuk) : kadar air 8,69%, kadar abu total 5,63%, berwarna agak merah, tidak berasa dan tidak beraroma. A2 (daun bagian tengah) : kadar air 6,00%, kadar abu total 4,56%, berwarna merah, berasa khas gaharu dan tidak beraroma. A3 (daun bagian pangkal) : kadar air 7,15%, kadar abu total 3,66%, berwarna sangat merah, berasa khas gaharu dan tidak beraroma. Hasil pengujian tingkat kesukaan responden di ketahui bahwa teh daun gaharu daun bagian tengah adalah yang paling disukai oleh responden baik dari segi warna, rasa, dan aroma.
Identifikasi Hama dan Pola Sebarannya pada Tanaman Cendana (Santalum album Linn.) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Sisimeni Sanam, Kabupaten Kupang Dapa, Katarina M. R.; Mau, Astin E.; Sinaga, Pamona S.
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17799

Abstract

Cendana merupakan salah satu spesies endemik di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dikarenakan cendana yang dapat tumbuh secara alami di daerah beriklim kering seperti NTT. Cendana merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kayu terasnya. Eksploitasi besar-besaran tanpa diikuti penanaman kembali mengakibatkan cendana masuk kategori rentan terhadap kepunahan menurut IUCN dan kategori rawan yang beresiko kepunahan menurut CITES. Cendana kemudian dibudidayakan kembali dengan tujuan pelestarian. Adapun beberapa hambatan dalam teknik budidaya tanaman cendana, salah satunya serangan hama. Serangan hama mengakibatkan kerugian dari segi ekonomis dan fisiologis. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis hama yang menyerang tanaman cendana serta pola sebarannya, yang kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menetapkan strategi pengendalian hama yang efektif dan jangka panjang. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi jenis-jenis hama yang ditemukan menggunakan mikroskop dan referensi pendukung kemudian menganalisis pola sebarannya menggunakan indeks morisita terstandar. Hama yang ditemukan berjumlah 4 jenis. Hama ini menyerang batang dan daun cendana yakni: rayap (Nasutitermes sp.), bekicot (Achatina fulica), kutu putih (Ferrisia virgata), dan ulat bulu (Arctornis sp.). Kerusakan yang disebabkan oleh serangan hama-hama ini adalah batang berlubang, daun berbintil kuning, daun mengeriting, batang rapuh, batang mengering, dan daun gugur. Pola sebaran yang dimiliki oleh keempat jenis hama ini berdasarkan hasil analisis menggunakan indeks morisita menunjukkan pola sebaran mengelompok karena nilai derajat morisitanya lebih besar dari 0 dengan rincian sebagai berikut: rayap bernilai 1, kutu putih bernilai 0,05, bekicot bernilai 0,01, dan ulat bulu bernilai 1. Beberapa faktor yang mempengaruhi pola sebaran mengelompok pada hama-hama tersebut adalah ketersediaan makanan, heterogenitas habitat, perlindungan diri, dan faktor intrinsik tanaman inang.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN MADU KELULUT TERHADAP KADAR GULA PEREDUKSI DAN KADAR AIR Tangalobo, Merystica; Thamrin, Gusti Abdul Rahmat; Istikowati, Wiwin Tyas
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17789

Abstract

Madu merupakan hasil hutan bukan kayu yang banyak diminati karena manfaatnya bagi kesehatan dan kecantikan, serta keamanannya untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kadar gula dan kadar air pada madu kelulut, serta membandingkannya dengan standar SNI 8664:2018. Penelitian dilakukan di Laboratorium Madu PHLB ULM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama penyimpanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar gula, namun sangat berpengaruh terhadap kadar air. Kadar gula madu kelulut memenuhi standar SNI sebesar minimal 55%, tetapi kadar airnya melebihi standar SNI yaitu maksimal 27,5%.
ANALISIS ENERGI PERKANTORAN PT BARA PRAMULYA ABADI UNTUK MENCAPAI EFESISENSI ENERGI Regita, Anggi; Rahmadi, Adi; Yuniarti, Yuniarti
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i6.17778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan tagihan listrik berdasarkan data historis di PT Bara Pramulya Abadi. IKE dihitung berdasarkan jumlah energi listrik yang digunakan per unit luas area gedung dalam periode waktu tertentu. Berdasarkan hasil perhitungan, rata-rata nilai IKE selama enam bulan terakhir (Juli–Desember 2024) adalah sebesar 91,35 kWh/m², yang dikategorikan sebagai “Efisien” sesuai dengan standar SNI 03-6196 2000 dan SNI 03-6468-2000. Audit energi menunjukkan bahwa konsumsi listrik terbesar berasal dari perangkat AC, yaitu sekitar 28%–35% dari total konsumsi listrik bulanan, sedangkan lampu yang beroperasi selama 24 jam turut memberikan kontribusi signifikan. Konsumsi listrik tertinggi terjadi pada bulan September sebesar 9.102,79 kWh dengan biaya sekitar Rp 13.144.426, sedangkan konsumsi terendah tercatat pada bulan Desember sebesar 6.187,61 kWh dengan biaya sekitar Rp 8.934.911. Untuk meningkatkan efisiensi energi, direkomendasikan penerapan teknologi hemat energi seperti penggunaan lampu LED, pengaturan suhu AC pada 24°C, program kesadaran energi bagi karyawan, dan pemasangan timer otomatis untuk mematikan perangkat listrik di luar jam operasional.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue