cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,284 Documents
Pengaruh Pengetahuan Akuntansi Dan Kemampuan Akademik Terhadap Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Akuntansi Di Universitas Tadulako Dengan Financial Literacy Sebagai Variabel Mediasi: The Effect Of Accounting Knowledge And Academic Ability On The Financial Management Behavior Of Accounting Students At Tadulako University With Financial Literacy As A Mediation Variable Sitti Fadila Haedar; Andi Zahra; Jezzika Tumampa; Erwinsyah; Andi Mattulada Amir
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9563

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan kemampuan akademik terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa akuntansi di Universitas Tadulako, dengan Financial Literacy sebagai variabel mediasi. Dengan menerapkan pendekatan kuantitatif dan analisis jalur, temuan menunjukkan bahwa kemampuan akademik dan Financial Literacy memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Pengetahuan akuntansi tidak memiliki dampak langsung terhadap perilaku pengelolaan keuangan, tetapi memiliki pengaruh yang signifikan melalui Financial Literacy. Selain itu, Financial Literacy tidak memediasi hubungan antara kemampuan akademik dan perilaku keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa Financial Literacy memainkan peran krusial dalam menghubungkan pemahaman teoritis dengan penerapan praktis manajemen keuangan mahasiswa.
Penerapan Standar Profesi Kedokteran Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di Rumah Sakit di Jakarta: Implementation of Medical Professional Standards Based on Law No. 17 of 2023 concerning Health in Hospitals in Jakarta Jojor Lamsihar Manalu; Rospita Adelina Siregar
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9564

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi dampak penerapan standar profesi medis terhadap kualitas layanan kesehatan di rumah sakit di Jakarta. Dengan meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan kompleksitas prosedur medis yang semakin tinggi, memastikan bahwa para profesional kesehatan mematuhi standar yang telah ditetapkan sangat penting untuk meningkatkan hasil perawatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana penerapan standar ini di rumah sakit berkontribusi dalam mengurangi kesalahan medis, meningkatkan kepuasan pasien, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga kesehatan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji literatur yang ada, praktik rumah sakit, dan wawancara dengan para profesional kesehatan di Jakarta. Temuan menunjukkan bahwa rumah sakit dengan kepatuhan ketat terhadap standar profesi medis secara signifikan mengurangi terjadinya kesalahan medis dan meningkatkan kualitas perawatan. Selain itu, pasien melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi, yang menghasilkan peningkatan kepercayaan pada penyedia layanan kesehatan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, implementasi yang tidak konsisten di berbagai jenis rumah sakit, dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan tetap menjadi hambatan yang signifikan. Studi ini menyimpulkan dengan menyarankan agar rumah sakit di Jakarta meningkatkan pemantauan internal, meningkatkan akses pelatihan, dan mendorong komunikasi yang lebih kuat antara para profesional kesehatan dan pasien untuk lebih meningkatkan kualitas perawatan yang diberikan.
Urgensi Kriminalisasi Perundungan (Bullying) Di Sekolah Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak: The Urgency of Criminalizing Bullying in Schools in the Juvenile Criminal Justice System Hendrikus Haipon; Bustomi; Anna Veronica Pont; Mohamad Fadli Dg Patompo; Stelvia W. Noya
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9566

Abstract

Kasus perundungan di lingkungan sekolah menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan konsekuensi serius bagi perkembangan fisik maupun psikologis anak. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi yang mengatur perlindungan anak, seperti UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, perundungan belum diatur secara eksplisit sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, terutama ketika aparat penegak hukum harus menafsirkan tindakan perundungan melalui pasal-pasal kekerasan umum yang tidak sepenuhnya menggambarkan sifat perundungan yang berulang, terstruktur, dan melibatkan ketimpangan relasi kuasa. Artikel ini mengkaji urgensi kriminalisasi perundungan sebagai upaya preventif dan represif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta menjamin perlindungan maksimal bagi anak, baik sebagai korban maupun pelaku. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis kualitatif, penelitian ini menelaah kekosongan norma dalam peraturan yang ada, dampaknya terhadap penanganan kasus, serta kebutuhan pembaruan kebijakan hukum yang lebih responsif terhadap dinamika sosial di sekolah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kriminalisasi perundungan secara jelas dalam sistem peradilan pidana anak diperlukan untuk memberikan kepastian hukum, mendorong penanganan yang lebih terukur, serta memastikan penerapan keadilan restoratif yang tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
Pengaruh Paparan Konten TikTok terhadap Pembentukan Pola Pikir Instan pada Kalangan Mahasiswa: The Influence of TikTok Content Exposure on the Formation of Instant Mindsets among College Students Thalytha Majma Tsaqifa Taftazani; Khosyi Anindya Chotimah; Viona Christina Anatasya Lumbanraja; Dwiky Nurfauzi; Hafiziani Eka Putri
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan konten TikTok terhadap pembentukan pola pikir instan pada kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto atau korelasional, melibatkan 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif pengguna TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring berbasis skala Likert lima poin. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen pada variabel paparan TikTok (? = 0,903) dan pola pikir instan (? = 0,886) memiliki konsistensi internal yang sangat baik. Analisis data menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara paparan konten TikTok dan pola pikir instan mahasiswa dengan nilai korelasi Pearson r = 0,654 dan p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas paparan TikTok, semakin tinggi kecenderungan mahasiswa memiliki pola pikir instan. Penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai dampak media sosial, khususnya platform video pendek, terhadap proses kognitif mahasiswa serta implikasinya terhadap pola belajar di era digital
Tinjauan Literatur: Peran Sentral Distribusi Ukuran Partikel (DAP) Dalam Memodulasi Kualitas Fisik, Kinerja Pelepasan Obat, Dan Farmakokinetik Sediaan Tablet: Literature review: the central role of particle size distribution (DAP) in modulating physical quality, drug release performance, and pharmacokinetics of tablet preparations Ines Septiani Pratiwi; Ika Lismayani Ilyas; Retno Wahyuningrum; Nur Hafshah Mardhiyyah; Sri Agustini; Dian Sridevi; Sitti Rafifah. R.; Nurul Izzah; Jeslianti Samenna; Vivi Wulandari; Amelia Putri; Melisa Tahang; Nur Elisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9569

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh ukuran partikel secara komprehensif mensintesis temuan-temuan dari studi kritis dalam formulasi farmasi padat, dengan fokus pada peran fundamental Critical Material Attributes (CMA), khususnya distribusi ukuran partikel (DAP) dan morfologi dalam memengaruhi kualitas fisik, kinerja pelepasan obat, dan farmakokinetik sediaan tablet. Hasil studi menunjukkan bahwa DAP merupakan faktor determinan dalam modulasi disolusi, di mana pengurangan ukuran partikel Metronidazol (melalui penggilingan) secara langsung meningkatkan laju disolusinya. Dampak ini meluas ke sistem pelepasan terkontrol; laju pelepasan Karvedilol dari tablet matriks yang diproduksi melalui roller compaction sangat dipengaruhi oleh DAP granul, di mana kecepatan roll yang lebih lambat dan DAP yang lebih besar cenderung memperlambat pelepasan. Secara biofarmasi, ukuran partikel serbuk tablet Oksikodon Extended-Release Abuse-Deterrent (ER-AD) yang digiling terbukti menjadi penentu farmakokinetik (PK) setelah insuflasi nasal, di mana partikel yang lebih halus meningkatkan konsentrasi plasma puncak (Cmax) dan paparan sistemik total. Selain itu, pada mini-tablet, DAP eksipien meskipun memiliki efek terbatas pada sifat fisik umum, namun menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai kekuatan hancur (crushing strength). Untuk memfasilitasi pengendalian mutu ini, studi menunjukkan bahwa teknik in-situ seperti pencitraan hiperspektral Raman berbasis fiber-array adalah alat yang efektif dan selektif secara kimiawi untuk memantau ukuran, bentuk, dan distribusi API dalam matriks tablet. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengendalian yang ketat terhadap DAP dan CMA adalah prasyarat penting untuk memastikan kualitas fisik dan performa terapeutik yang konsisten pada berbagai jenis formulasi tablet.
Rekonstruksi Historis Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah: Historical Reconstruction of the Main Principles of Ahmadiyya Teachings Ratna; Indo Santalia; Agus Masykur
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9570

Abstract

urnal ini mengkaji tentang asal usul gerakan Ahmadiyah dan ajaran intinya dari perspektif historis-teologis. Ahmadiyah muncul di India pada akhir abad ke-19, periode kritis di mana umat Muslim mengalami kemunduran politik setelah runtuhnya Kekaisaran Mughal, menghadapi tekanan dari aktivitas misionaris Kristen, dan bergulat dengan modernitas kolonial. Konteks sosial-politik yang rapuh ini membentuk respons Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, yang menawarkan pembaharuan spiritual dan intelektual. Studi ini berpendapat bahwa doktrin inti Ahmadiyah terkait erat dengan kondisi zamannya. Melalui analisis isi dari sumber primer dan sekunder, artikel ini mengidentifikasi dua aspek kunci: pertama, analisis kontekstual latar belakang munculnya Ahmadiyah sebagai reaksi terhadap kolonialisme, Kristenisasi, dan fragmentasi internal umat Muslim di India; Kedua, studi ini meneliti tujuh ajaran teologisnya yang paling kontroversial, terutama interpretasi tentang Nabi Penutup, klaim Mirza Ghulam Ahmad sebagai Mesias dan Mahdi yang Dijanjikan, konsep jihad damai, dan kepercayaan pada kematian Yesus (saw). Studi ini menyimpulkan bahwa Ahmadiyah merupakan upaya untuk menafsirkan kembali Islam secara radikal untuk mengatasi tantangan zaman modern, tetapi sekaligus menciptakan perdebatan teologis yang mendalam tentang makna dengan Islam arus utama, menjadikannya salah satu gerakan paling kontroversial dalam sejarah Islam modern.
Analisis Historis: Akar-Akar Kemunculan dan Konsolidasi Syiah dalam Sejarah Islam Awal: Historical Analysis: The Roots of the Emergence and Consolidation of Shi'ism in Early Islamic History Afifah Amatullah; Indo Santalia; Agus Masykur
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9571

Abstract

Jurnal ini mengkaji sejarah kemunculan dan perkembangan mazhab Syiah dalam dunia Islam melalui pendekatan penelitian historis. Kajian ini menyimpulkan bahwa akar kemunculan Syiah bersifat politis, bermula dari peristiwa Saqifah Bani Sa'idah dan klaim hak kepemimpinan (imamah) Ali bin Abi Thalib beserta keturunannya. Konsolidasi identitas Syiah semakin mengkristal pasca-tragedi politik Tahkim dan terutama setelah peristiwa tragis pembunuhan Husain bin Ali di Karbala, yang menjadi momentum pembentukan doktrin teologis dan solidaritas kolektif. Perkembangannya ditandai oleh dinamika konflik dan resistensi, mulai dari penindasan di masa Bani Umayyah dan awal Abbasiyah, fragmentasi internal menjadi berbagai sekte seperti Zaidiyah, Imamiyah, dan Ismailiyah, hingga upaya bertahan dan berekspansi melalui pendirian dinasti-dinasti seperti Idrisiyah, Fatimiyah, dan kekuasaan Bani Buwaihi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa Syiah berevolusi dari sekadar dukungan politik personal menjadi mazhab teologis-politis yang kompleks, yang formasi dan perkembangannya tak terpisahkan dari narasi konflik, penindasan, dan legitimasi keturunan Nabi Muhammad SAW.
Masyarakat Islam Jawa Dalam Pandangan Mark R. Woodward: Javanese Islamic Society in the View of Mark R. Woodward M. Sifa Fauzi Yulianis; Widia Ari Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9574

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai pandangan Mark R.Woodward tentang tipologi masyarakat Islam Jawa. Mark R. Woodward meneliti tentang tipologi masyarakat Islam Jawa yang ada di kota Yogyakarta. Menurut Woodward, Yogyakarta adalah pusat budaya masyarakat Jawa dan dianggap mampu mengkolaborasikan Islam dan budaya lokal. Tulisan ini menyimpulkan bahwa berbeda dengan peneliti sebelumnya, yakni Clifford Geertz, yang membagi masyarakat Jawa menjadi abangan, santri dan priyayi, Woodward justru membagi masyarakat Jawa menjadi masyarakat Islam Mistis dan masyarakat Islam Normatif. Jika menurut Geertz Islam Jawa (dalam hal ini adalah abangan dan priyayi) sebagai bid’ah karena jauh melenceng dari ajaran Islam, namun justru menurut Woodward, Islam Jawa adalah merupakan manifestasi dari Islam mistis (sufisme Islam). Perspektif sufisme Islam ini dipergunakan Woodward untuk mempertemukan titik simpul antara Islam Jawa dengan praktek sufisme Islam. Menurut Woodward varian keagamaan itu tidak bisa dinilai dari siapa menganut apa, namun pada pola hubungan antara varian-varian tersebut dengan Tuhan. Adanya paradigma Islam Jawa ini menggugah penulis untuk mengenal lebih jauh tentang Islam Jawa dengan menelaah pemikiran Woodward sebagai obyek penelitian. Oleh karenanya, yang menjadi fokus kajian adalah bagaimana Islam Jawa dalam pandangan Woordward. Penulis menggunakan pendekatan deskriptis analisis dalam menggali pemikiran Woodward ini. Tujuan yang hendak dicapai penulis adalah memahami pemikiran Woodward tentang karakteristik Islam Jawa dari kaca mata sufisme Islam, karena menurut Woodward, sufisme Islam dipandang sebagai metode yang paling pas ketika mempertemukan agama dan budaya. Dalam tradisi sufisme, pencapaian puncak tertinggi seorang hamba adalah menjadi manusia sempurna (insan kamil) atau dikenal dengan manunggaling kawulo gusti dalam istilah Jawa dan wahdatul wujud (dalam ajaran Islam). Tesis dari tulisan ini adalah bahwa Woodward membagi empat ciri atau karakteristik Islam Jawa yakni : Pertama, konsep tentang ke-Esa-an Tuhan. Kedua, konsep makna lahir dan batin. Ketiga, konsep mengenai hubungan antara hamba (kawulo) dan Gusti (Tuhan). Keempat adalah soal konsep mengenai penyamaan mikrokosmos dan makrokosmos. Dari sinilah kemudian Woodward menyimpulkan bahwa pada dasarnya kebatinan-kebatinan yang ada di Jawa semuanya sejalan dengan Islam. Islam Jawa merupakan bentuk lain atau tafsir tersendiri atas ajaran Islam ala masyarakat Jawa. Berjalannya waktu, Woodward pada akhirnya, juga membagi masyarakat Islam Jawa menjadi beberapa kelompok berdasarkan doktrin dan akar sosial masyarakat Islam, diantaranya adalah kelompok Indigenized Islam (ekspresi Islam yang sifatnya lokal), kelompok Tradisional Islam (Nahdlatul Ulama), kelompok Islam Modernis (Muhammadiyah), dan Islamisme (Islamis) serta Neo-Modernisme Islam.
Praktik Akuntansi Pajak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Era Digitalisasi: Studi Kasus di Kabupaten Bangka: Tax Accounting Practices of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the Digitalization Era: A Case Study in Bangka Regency Erwandy
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9576

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi perpajakan telah menjadi agenda penting pemerintah Indonesia melalui penerapan sistem e-filing, e-billing, dan aplikasi pajak daring. Namun, kesiapan usaha mikro kecil dan menengah UMKM sebagai salah satu sektor strategis perekonomian masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik akuntansi pajak (UMKM) di Kabupaten Bangka, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, menganalisis strategi adaptasi terhadap kebijakan digitalisasi pajak, serta menilai peran literasi digital dalam meningkatkan kepatuhan pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM di sektor perdagangan, kuliner, dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik akuntansi pajak UMKM masih didominasi pencatatan manual sederhana, dengan sebagian kecil pelaku usaha mulai mencoba sistem digital. Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, keterbatasan akses teknologi, dan minimnya pemahaman regulasi perpajakan. Strategi adaptasi dilakukan melalui bantuan pihak ketiga (relawan pajak, konsultan), sosialisasi dari DJP, serta metode hybrid antara pencatatan manual dan digital. Temuan penelitian menegaskan bahwa literasi digital berperan signifikan dalam kepatuhan pajak UMKM. Pelaku usaha dengan literasi digital lebih baik menunjukkan kepatuhan lebih tinggi, sementara yang terbatas cenderung menunda atau mengabaikan kewajiban pajak. Konteks lokal Kabupaten Bangka juga memperlihatkan bahwa aplikasi SEDULANG sebagai inovasi pajak daerah belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh UMKM karena keterbatasan keterampilan dan kepercayaan pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi akademisi dalam pengembangan literatur akuntansi pajak berbasis digital, bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pajak yang lebih inklusif, serta bagi UMKM sebagai refleksi untuk meningkatkan literasi digital dan kepatuhan pajak.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Mabelopura, Palu: The Relationship between Family Support and Medication Compliance in Hypertension Patients at the Mabelopura Community Health Center, Palu Andi Galang Mitrahman
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9581

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia, dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Meskipun berbagai jenis obat antihipertensi telah tersedia, tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan masih rendah. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan tersebut adalah dukungan keluarga, baik dalam bentuk dukungan emosional, informasional, maupun instrumental, yang membantu pasien menjalani terapi secara teratur dan berkelanjutan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Mabelopura Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 37 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat dukungan keluarga dan kepatuhan pasien terhadap terapi obat antihipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Sebanyak 90% pasien dengan dukungan keluarga menunjukkan kepatuhan yang tinggi, sedangkan 94,1% pasien tanpa dukungan keluarga cenderung tidak patuh dalam menjalankan pengobatan. Kesimpulan: Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi terhadap terapi pengobatan. Keterlibatan keluarga perlu diperkuat melalui edukasi dan konseling kesehatan untuk mendukung keberhasilan terapi serta mencegah komplikasi akibat hipertensi. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis keluarga secara longitudinal.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue