cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : https://doi.org/10.51933/jpma.v6i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Humaniora.
Articles 504 Documents
Implementasi Program Bapak Asuh Anak Stunting untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tapanuli Utara MAISYAROH, YUSNINA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1913

Abstract

Strategi dan upaya percepatan pencapaian target penurunan angka stunting di angka 14% ditahun 2024 adalah dibentuknya program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). BAAS merupakan gerakan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat yang memiliki ekonomi menengah ke atas dengan berperan memberikan bantuan pemenuhan gizi bagi anak stunting dan anak dari keluarga berisiko stunting kategori kurang mampu. Luaran yang diharapkan adalah masyarakat berperan sebagai BAAS untuk percepatan penurunan stunting. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2025 di Kabupaten Tapanuli Utara. Sasaran pelaksanaan program ini adalah masyarakat menengah ke atas yaitu pemilik panglong, pejabat daerah, dan pengusaha. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi serta kerjasama. Hasil pengabdian diperoleh peningkatan peran serta masyarakat menengah ke atas untuk membantu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tapanuli Utara.
A EMPOWERMENT OF MOTHERS IN CARE OF CHILDREN WITH STUNTING IN PERCUT SEI TUAN VILLAGE: STUNTING Triwibowo, Cecep Triwibowo; Lestari; Juliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1929

Abstract

Stunting events that have occurred since childhood are associated with slower motor development and lower intelligence levels (Martorell et al. 2010). Several studies show that children who experience stunting during their toddler years have low cognitive levels, poor learning and psychosocial achievement (Achadi 2012). The incidence of stunting in toddlers is one of the global nutritional problems. Based on UNICEF data from 2000-2007, it shows that the prevalence of stunting in the world reached 28%, in South Asia it was 38% and in eastern and southern Africa it was 40%. When compared with the "non-public health problem" limit according to WHO for stunting problems of 20%, almost all countries in the world experience public health problems. This is proven by the prevalence of stunting among children under five in developing countries of 30% (UNICEF Report 2009). The target for achieving this activity is toddlers who experience stunting in Percut Sei Tuan village, so that the community can know how to: 1) Mothers know the importance of nutrition during pregnancy, exclusive breastfeeding, MPASI and toddler growth and development. 2) Mother knows about stunting, how to overcome and prevent stunting. 3) Mothers know the nutritional needs of their toddlers. 4) Reducing the number of stunting in Percut Sei Tuan village. And 5) Increasing public knowledge regarding PHBS to prevent stunting. The outputs and achievement targets of the activities are as follows: 1) Scientific publications in journals. 2) IPR 3) Booklet 4) Increased understanding and skills of mothers and 5) Improved public health/education (general community partners). Implementation methodology: 1) Preparation Stage, 2) Implementation stage, 3) Providing Health Education Materials and 4) Monitoring and evaluation. As a result of community service, the majority of knowledge of mothers with stunted children before receiving counseling was less knowledgeable, as many as 9 respondents (50.0%) and the majority of health cadres' knowledge after receiving counseling with good knowledge was 10 respondents (55.6%). The outputs and targets that have been achieved from the activities are as follows: 1) Manuscript, 2) Booklet and 3) Leaflet.
STUNTING DIBERBAGAI NEGARA: PERBANDINGAN GLOBAL Debby Ratno Kustanto; Indah Putri Ramadhanti; Masya Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1932

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di berbagai belahan dunia, khususnya negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan prevalensi, faktor penyebab, serta upaya penanggulangan stunting di beberapa negara secara global, dengan fokus khusus pada konteks Indonesia. Kegiatan utama dari penelitian ini adalah wawancara langsung yang disiarkan melalui program RRI Pro 4 Bukittinggi. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data yang diperoleh dianalisis untuk menemukan persamaan dan perbedaan kebijakan serta strategi yang diterapkan di berbagai negara dalam mengatasi stunting. Hasil wawancara mengungkap bahwa meskipun penyebab stunting relatif serupa, seperti kurangnya asupan gizi dan sanitasi yang buruk, pendekatan kebijakan sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masing-masing negara. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengambil kebijakan di tingkat lokal maupun nasional dalam merumuskan strategi yang lebih efektif dan kontekstual dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
PENYULUHAN PENCEGAHAN SEKS BEBAS PADA REMAJA DI ERA DIGITALISASI Nasution, Nur Arfah; Lubis, Arisa Harfa Said; Mutia, Fatma; Ritonga, Nefonavratilova; Ritonga, Sukhri Herianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1934

Abstract

Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan di luar perkawinan, baik suka sama suka maupun dalam dunia prostitusi, seperti kencan mesra, pacaran, hubungan seksual, tetapi perilaku dianggap tidak sesuai dengan norma karena belum dilakukan oleh remaja. adalah pengalaman seksualitas. Di Indonesia, ada sekitar 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan usia 15- 19 tahun yang berterus terang pernah melakukan seks pranikah. Di antara anak muda berusia 15-19 tahun, kencan pertama adalah berusia 15-17 tahun. Sekitar 33,3% anak perempuan dan 34,5% anak laki- laki yang berusia 15-19 tahun mulai berpacaran sebelum berusia 15 tahun. Catatan angka komulatif penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) hingga tahun 2020 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumatera Utara 126 penderita. Terdiri dari 93 HIV, 33 AIDS dan 26 di antaranya meninggal dunia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan memberikan penyuluhan kesehatan terkait pentingnya bahaya seks bebas pada remaja serta pencegahan seks bebas di era digitalisasi ini. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa/i Pondok Pesantren Mardhatillah. Metode yang digunakan yaitu teknik ceramah dan diskusi bersama. Hasil pengukuran sebelum dan setelah diberikannya sosialisasi di dapatkan bahwa sekitar 95% dari peserta sudah mengerti tentang pencegahan seks bebas pada remaja di era digitalisasi.
LANSIA HEBAT: TEPAT DAN CERMAT MENGGUNAKAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN ANTIKOLESTEROL Harahap, Cory
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1939

Abstract

ABSTRAK Berbagai permasalahan terkait obat dapat dikarenakan masyarakat kurang paham tentang penggunaan dan penanganan obat dengan benar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah dengan menerapkan program DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang). Penyakit yang paling banyak dideriat oleh lansia adalah hipertensi dan kolesterol.Berdasarkan informasi yang diperoleh, masyarakat di Kelurahan Napa belum pernah mendapatkan informasi tentang DAGUSIBU sehingga perlu dilakukan sosialisasi tentang DAGUSIBU. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan informasi kepada masyarakat khususnya Lansia tentang tepat dan cermat menggunaan obat antihipertensi dan antikolesterol yang rasional. Pemberian Informasi Obat, tepat dan cermat dalam menggunakan obat antihipertensi dan antikolesterol. Metode kegiatan ini melibatkan masayarakat di Kelurahan Napa, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pengabdian Ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah disajikan dalam bentuk powerpoint, pembagian leaflet, dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini adalah Masyarakat terutama Lansia di Kelurahan Napa Kepling 1 Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, memahami serta tepat dan cermat dalam mengkonsumsi obat terkhususnya obat antihipertensi dan antikolesterol pada lansia. Kata Kunci : Lansia, Cermat, Obat, Antihipertensi, Antikolesterol ABSTRAC Various problems related to drugs can be caused by people not understanding about the correct use and handling of drugs. One way to manage medicines properly and correctly is to implement the DAGUSIBU program (GET, USE, SAVE, DISCARD). The diseases most frequently suffered by the elderly are hypertension and cholesterol. Based on the information obtained, the people in Napa Village have never received information about DAGUSIBU so it is necessary to provide outreach about DAGUSIBU. The aim of this service activity is to provide outreach and information to the public, especially the elderly, about the appropriate and careful use of antihypertensive and anticholesterol drugs rationally. Providing drug information, being precise and careful in using antihypertensive and anticholesterol drugs. This activity method involves the community in Napa Village, South Angkola District, South Tapanuli Regency. This service is carried out in the form of lectures presented in powerpoint form, distribution of leaflets, and questions and answers. The result of this service is that the community, especially the elderly in Napa Kepling 1 Subdistrict, South Angkola District, South Tapanuli Regency, understands and is appropriate and careful in consuming medication, especially antihypertensive and anticholesterol medication in the elderly.
PDKK PENGARUH PEMBERIAN TEH KETUMBAR DAN MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CEMPAKA PUTIH: ERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Hasanah, Nur; Satria, Beny Maulana; Ismaya, Nurwulan Adi; Puji, Lela Kania Rahsa; Hakim, Amelia Nurul; lestari, R. Tri Rahyuning; Betty; Handayani, Putri Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1942

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat di Desa Cempaka Putih. Penyakit ini sering disebut sebagai the silent killer karena terjadi tanpa gejala yang jelas dan baru diketahui setelah muncul komplikasi serius. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang upaya pengendalian hipertensi secara alami menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian ini.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan alternatif pengobatan nonfarmakologis melalui pemanfaatan ramuan teh ketumbar dan madu murni Nusantara dalam menurunkan tekanan darah masyarakat di Desa Cempaka Putih. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan ramuan teh ketumbar madu, serta pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah konsumsi ramuan. Sebanyak 32 warga berpartisipasi, terdiri dari 16 orang kelompok intervensi dan 16 orang kelompok kontrol. Kelompok intervensi mengonsumsi teh ketumbar madu setiap pagi selama 14 hari. Sebelum intervensi, rata-rata tekanan darah kelompok intervensi sebesar 158/95 mmHg dan kelompok kontrol 151/89 mmHg. Setelah 14 hari, tekanan darah kelompok intervensi menurun menjadi 139/85 mmHg, sedangkan kelompok kontrol menjadi 141/86 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value:0,00 (p < 0,05), menandakan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menunjukkan bahwa konsumsi teh ketumbar dan madu dapat menjadi alternatif upaya pengendalian hipertensi secara alami di Desa Cempaka Putih
Penerapan Senam Ling Tien Kung Dalam Menurunkan Hipertensi Pada Lansia Wahyuni, Iin; Utaminingtyas, Farida; Aditia, Dita Selvia; Safitri, Oktaria; Xanda, Adhesty Novita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1943

Abstract

Application of Ling Tien Kung Movement Technique in Reducing Hypertension in the Elderly. Ling Tien Kung is an energy therapy movement technique that activates natural healing energy (Swee, 2015). The healing process in energy therapy is by restoring energy that has become weak, disturbed or unbalanced (Eden, 2018). Hypertension or high blood pressure is a disorder of the blood vessels that will result in the supply of oxygen and nutrients transported by the blood being blocked to the body's tissues that need it. With increasing age, the condition and function of the body decline, it is not surprising that the elderly have more complaints because the body's system no longer works as well as when they were young. The method used is direct application, application of Ling Tien Kung gymnastics. The materials used are counseling materials and doing Ling Tien Kung gymnastics. Participants in the elderly mother activity in Gunung Sari Village, Way Khilau District, Pesawaran Regency were 25 people. There was enthusiasm from the participants during the activity. Participants know the benefits and Ling Tien Kung gymnastics. Elderly mothers need to apply Ling Tien Kung gymnastics correctly in order to implement healthy living behaviors.
Penimbangan Berat Badan Balita di Posyandu Kelurahan Simarpinggan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Aswan, Yulinda; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1944

Abstract

ABSTRAK Masa balita (bawah lima tahun) merupakan periode emas (golden period) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak dan juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berat badan balita merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan atau gangguan gizi yang dialami oleh anak balita. Penimbangan berat badan balita di Posyandu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya untuk mendeteksi dini adanya gangguan pertumbuhan atau stunting. Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin, biasanya setiap bulan, mulai dari bayi baru lahir hingga usia 5 tahun. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Posyandu Simarpinggan terkait dengan Penimbangan Berat Badan Balita dilaksanakan dengan Kondusif dan dihadiri oleh 39 orang Balita dengan Masing-masing orangtuanya. Hasil dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat 7,7% balita dengan BB Lebih dan 5,1% balita dengan BB sangat kurang. Oleh karena itu, orangtua diberikan konseling gizi lanjutan untuk dapat mengelola gizi anak di rumah, dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke Puskesmas untuk dilakukan evaluasi lanjutan dan pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Kata kunci : Penimbangan, Berat Badan, Posyandu, Balita ABSTRACT Toddlerhood (under five years old) is a golden period that greatly determines the quality of children's growth and development and also determines the quality of human resources in the future. Toddler weight is one indicator that can indicate health problems or nutritional disorders experienced by toddlers. Weighing toddlers at the Integrated Health Post is a routine activity carried out to monitor the growth and development of children, especially to detect early growth disorders or stunting. This activity is usually carried out routinely, usually every month, starting from newborns to 5 years of age. Community Service Activities carried out at the Simarpinggan Integrated Health Post related to Toddler Weight Weighing were carried out conducively and accompanied by 39 toddlers with their respective parents. The results of this Community Service Activity showed that there were 7.7% of toddlers with Overweight and 5.1% of toddlers with very low Weight. Therefore, parents are given further nutritional counseling to be able to manage their children's nutrition at home, it is recommended to visit the Health Center to carry out further evaluations and provide PMT (Supplementary Food Provision). Keywords : Weighing, Weight, Integrated Health Post, Toddlerhood
PENDAMPINGAN WISATA RAMAH LINGKUNGAN MELALUI PENERAPAN ECO TOURISM DI PANTAI TANJUNG PINGGIR Lubis, Arina Luthfini; Wardani, Yudha; Wibowo, Andri; Fatimah, Zahara; Supardi; Pristiwasa, I Wayan Thariqy Kawakibi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1945

Abstract

Pantai Tanjung Pinggir sebagai salah satu destinasi wisata potensial di Kota Batam masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan kebersihan lingkungan akibat rendahnya kesadaran wisatawan dan terbatasnya fasilitas pengelolaan sampah. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa serta mendukung pengelolaan pantai berbasis eco tourism. Program dilaksanakan pada 2 Mei 2025 di Pantai Tanjung Pinggir dengan melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Divisi Kamar, dosen pembimbing, dan mitra pengelola pantai. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi konsep eco tourism, praktik langsung bersih pantai, lomba pengumpulan sampah, refleksi hasil kegiatan, serta evaluasi keberhasilan berdasarkan partisipasi mahasiswa dan umpan balik mitra. Observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep eco tourism, keterampilan teknis pengelolaan sampah, dan kesadaran pentingnya keberlanjutan wisata, dengan tingkat keberhasilan di atas 85% untuk seluruh aspek yang dinilai. Mitra memberikan tanggapan positif dan berkomitmen untuk menerapkan rekomendasi hasil kegiatan, seperti sistem pengelolaan sampah terpilah dan penguatan edukasi kepada wisatawan. Kegiatan PKM ini efektif dalam mendukung perbaikan kondisi kebersihan pantai sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang peduli terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan.
SOSIALISASI GEMA CERMAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM PADANGSIDIMPUAN: SOSIALISASI GEMA CERMAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM PADANGSIDIMPUAN Insan, hafni nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1947

Abstract

Pelaksanaan Gema Cermat perlu diterapkan agar tidak terjadi kesalahan penggunaan obat yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuh. Lebih dari 50% obat di dunia diresepkan dan digunakan secara tidak tepat/rasional. Tujuan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien rawat jalan pasien DI Rumah Sakit Umum Kota Padangsidimpuan dengan sosialisai dan memberikan pengetahuan mengenai penggunaan obat rasional sebagai wujud dari Program Gema Cermat di sekolah. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen jurusan farmasi Universitas Ayfa Royhan pada tahun 2024. Metode yang akan digunakan dalam meningkatkan pengetahuan adalah sosialisasi/ workshop dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan bimbingan. tentang macam-macam obat, bentuk sediaan obat, cara penggunaan obat, cara menyimpan dan membuang obat yang sudah tidak dipakai serta mampu menerapkan dan mendampingi masyarakat terutama tentang bagaimana Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan dan Membuang Obat dengan Baik dan Benar. Melalui Gema Cermat ini, dapat pasien rawat jalan pasien mengetahui macam-macam obat, cara penggunaan, penyimpanan serta pembuangan obat dengan baik dan benar. Hasil dan kesimpulan kegiatan pegabdian ini telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respon yang baik serta sangat antusias mengikuti penyuluhan dari para peserta dengan memberikan pertanyaan tentang penggunaan obat yang rasional.