cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua, Kota Padangsidimpuan.
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
ISSN : -     EISSN : 27150178     DOI : https://doi.org/10.51933/jpma.v6i1
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Humaniora.
Articles 504 Documents
Hari Bakti Dokter Indonesia ke 116 : Sinergi Kolaborasi Untuk Negeri” bersama IDI cabang Kota Padangsidimpuan Rahayu, Lydia Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i3.1822

Abstract

Donor darah merupakan suatu proses pengambilan sekian persen darah yang kita miliki. Banyak kebaikan yang didapatkan oleh individu jika individu tersebut memberikan darahnya untuk individu lainnya yang membutuhkan, dengan catatan individu yang mendonorkan darah harus sesuai dengan persyaratan donor yang telah ditentukan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan salah satu tujuannya yaitu memberikan pemberdayaan bagi masyarakat luas. Selain memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-116, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas antar manusia untuk saling membantu dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 Juni 2024 di Alaman Bolak Padangsidimpuan. Kegiatan yang dilaksanakan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, donor darah dan diakhiri dengan pembagian voucher belanja. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode model partisipatif. Hasil dari kegiatan ini diperoleh sebanyak 30 partisipan donor darah secara suka rela yang terdiri dari usia remaja hingga orang dewasa dan kemudian diperolah 15 kantong produk darah. Pengabdian ini diharapkan sebagai media promosi kesehatan mandiri pada masyarakat sehingga minat masyarakat untuk melakukan donor darah meningkat.
Penyuluhan Etika Batuk Yang Benar Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit TB Paru Di SDN 03 Kamcar Nasution, Dina Rahmi Solihad; Lubis, Yuni Aflah; Liana; Nina Nazlina; Dalimunthe, Maharani; Nasution, Izmi Fadhilah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays,Tuberculosis is still a global health problem, especially in developing countries including Indonesia. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis which attacks the lungs. Although it is contagious, TB disease can be prevented by giving an explanation to the patient to cover the mouth with a handkerchief if coughing and not to spit or discharge phlegm in any place and provide a place to spit that is given recommended materials. The purpose of this community service activity is to provide education to Elementary School pupils and increase knowledge about good and correct cough etiquette as an effort to prevent pulmonary TB disease. The implementation method was carried out by giving lectures and brochure and banner media, the participant of this community service is the students of Elementary School Kamcar 03 Padangsidimpuan. The result of this activity is classified by the level of knowledge of elementary school students about the correct cough ethics. Before being given counseling, participant who classified as lack of those knowledge are 12 participants (70.6%), sufficient knowledge are 2 participants (11.8%) and good knowledge are 3 participants (17.6%). Students' knowledge increased after being given education to sufficient knowledge: 5 participants (29.4%), good knowledge:10 participants (58.8%) and lack of knowledge: 2 participants (11.8%). It can be concluded that there is an increase in the knowledge of elementary school pupils after being given education on the correct cough etiquette.
PENYULUHAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK Harahap, Mei Adelina; Simamora, Febrina Angraini; Rangkuti, Juni Andriani; Ritonga, Nefonavratilova; Gintings, Akhyar Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan indicator kekurangan gizi kronis akibat ketidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama, kualitas pangan yang buruk, meningkatnya morbiditas serta terjadi peningkatan tinggi badan yang tidak sesuai umurnya.Pada umumnya, masalah pertumbuhan linier pada balita sering diabaikan karena masih dianggap normal asalkan berat badan anak telah memenuhi standar. Menurut beberapa penelitian, stunting berkaitan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan kemampuan motorik dan mental.Metode yang di gunakan adalah berupa penyuluhan . Pelaksanaan di lakukan di Desa Kayu Laut dan diikuti oleh ibu mempunyai anak usia dibawah 5 tahun . Kegiatan ini terlaksana dengan dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan diharapkan perlu ada penyuluhan lanjutan terkait stunting. Hal tersebut perlu dilakukan untuk melihat dan mengukur sejauh mana kesadaran dan implementasi dari pencegahan stunting masyarakat Stunting is an indicator of chronic malnutrition due to inadequate food intake over a long period of time, poor food quality, increased morbidity and an increase in height that is not appropriate for their age. In general, the problem of linear growth in toddlers is often ignored because it is still considered normal as long as the child's weight meets the standards. According to several studies, stunting is associated with an increased risk of illness and death and stunted growth and mental abilities. The method used is in the form of counseling. The implementation was carried out in Kayu Laut Village and was attended by mothers who had children under 5 years of age. This activity was carried out well, even the participants looked enthusiastic and it is hoped that there will be further counseling related to stunting. This needs to be done to see and measure the extent of awareness and implementation of community stunting prevention
Penyuluhan tentang Tips dan Trik mencegah Diabetes Melitus pada Usia Dewasa Awal dan Madya Di Desa Kayu Laut Kecamatan Panyabungan Selatan Simamora, Febrina Angraini; Harahap, Mei Adelina; Manurung, Dina Mariana; Rangkuti, Juni Andriani; Simamora, Asnil Adli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan suatu penyakit yang menyebabkan gangguan Kesehatan global yang menimpa jutaan orang di seluruh dunia dengan kasus yang terus meningkat setiap tahunnya. Gaya hidup yang salah, seperti malas atau kurang bergerak, minum-minuman keras, sering bergadang atau kurang istirahat, makan berlebihan terutama mengandung karbohidrat tinggi memudahkan timbulnya penyakit diabetes mellitus. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang pencegahan diabetes melitus pada usia dewasa awal dan madya di desa Kayu Laut. Sebelum dilakukan penyuluhan, mayoritas peserta sebanyak 23 peserta (65,7%) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pencegahan diabetes melitus, namun setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan peserta yaitu mayoritas peserta sebanyak 28 peserta (80%) memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan diabetes melitus. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengetahuan Masyarakat tentang perilaku hidup sehat setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan. Melalui kegiatan ini diharapkan Masyarakat dapat menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan tindakan-tindakan pencegahan diabetes melitus pada usia dewasa awal dan madya.
PELATIHAN PEMBUATAN MASKER CLAY PADA NNB DI DESA SIALOGO KECAMATAN ANGKOLA BARAT: PELATIHAN PEMBUATAN MASKER CLAY PADA NNB DI DESA SIALOGO KECAMATAN ANGKOLA BARAT elmi, Hasibuan elmi; Ulma Sintia; Dini Mayasari; Susi Yanti; Yulia Vera; Afrinadewi Lubis; Mhd E Arsyad Rambe
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dry skin occurs when the skin lacks moisture. One practical solution to overcome this problem is to use a clay mask formulated with carrot extract and rice flour. This research aims to develop a clay mask containing carrot extract and rice flour. Carrot extract is rich in beta-carotene which functions to protect the skin from exposure to UV rays, and contains vitamin A and antioxidants which help brighten the skin. Aging in general is a natural process that no one can put down. The carotenoid content in carrots can be seen from the intensity of the color, namely the more orange the color of the carrot, the more carotenoid it contains. Almost everyone wants to have perfect facial skin, especially young women. Teenagers, especially young women, are familiar with skincare.
Memberikan Edukasi Pola Pemberian Makan Pada Anak Rangkuti, Juni Andriani; Nugraeny, Lolita; Rangkuti, Nur Aliyah; Diningsih, Ayus; Dewi, Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i3.1865

Abstract

Masalah stunting pada balita menjadi isu global kesehatan yang signifikan. Pola pemberian makan dalam lingkungan keluarga sangat terkait dengan nilai-nilai budaya dan gaya hidup sehat keluarga. Edukasi bertujuan memberikan pemahaman kepada orangtua tentang stunting dan konsekuensinya jika nutrisi anak tidak sesuai dengan standar gizi. Stunting adalah dampak buruk pada gizi yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya orangtua, tentang pentingnya memberikan makanan seimbang dan bergizi kepada anak-anak. Upaya ini telah meningkatkan kesadaran dan praktik makan yang lebih baik, dengan harapan mengurangi risiko stunting. Selain menciptakan generasi muda yang lebih sehat, ini juga memberikan dasar kuat bagi perkembangan intelektual anak-anak, yang akan membawa dampak positif pada masa depan mereka. Kata kunci : Anak stunting, Pola pemberian makan, Menu bergizi. ABSTRAK The issue of stunting in toddlers has become a significant global health concern. The feeding patterns within the family environment are closely linked to cultural values and the healthy lifestyle of the family. Education aims to provide parents with an understanding of stunting and its consequences if a child's nutrition does not meet the nutritional standards. Stunting is an adverse effect on nutrition that hinders optimal growth and development in children. This activity aims to impart understanding and knowledge to the community, especially parents, about the importance of providing balanced and nutritious meals to children. These efforts have increased awareness and improved eating practices, with the hope of reducing the risk of stunting. In addition to creating a healthier younger generation, this also provides a strong foundation for the intellectual development of children, which will have a positive impact on their future.
Edukasi Kesehatan Mengurangi Gejala Hot Flashes Pada Masa Menopause Soedjarwo, Fazar Kumaladewi; Apreliasari, Helmy; Risnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i3.1867

Abstract

Periode menopause merupakan tahapan normal dalam tahapan fisiologis yaitu menuanya ovarium yang mengakibatkan menurunnya produksi hormon esterogen. Estrogen yang berkurang berakibat timbulnya hot flashes (semburan panas). Keluhan hot flashes yang dirasakan wanita menopause yaitu merasakan panas pada tubuh, dari gejala tersebut membuat wanita menopause merasakan panas yang esktrim yang menyebabkan wanita tersebut tidak nyaman dan panas akan menyebar ke atas dari dada, belakang leher, dan wajah. Hal ini dapat menyebabkan keringat berlebihan dan kemerahan, beberapa wanita menopause juga mengalami kelemahan, jantung berdebar, dan cemas sehingga menyebabkan gangguan tidur. Salah satu terapi gizi saat menopause untuk mengurangi hot flashes adalah mengkonsumsi makanan yang kaya akan fitoestrogen dimana dapat meningkatkan kembali produksi hormon estrogen dalam tubuh. Makanan yang kaya fitoestrogen tersebut di antaranya adalah makanan olahan kedelai salah satunya adalah minuman sari kedelai atau susu kedelai. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Patra Regency Kelurahan Rawakalong Kecamatan Gunung Sindur Bogor yang diikuti oleh 10 orang ibu yang berusia 40 – 48 tahun dengan hasil yang didapatkan adalah semua ibu belum mengetahui manfaat sari kedelai untuk mengurangi gejala hot flashes. Kegiatan edukasi ini meningkatkan pengetahuan ibu tentang gejala menopause yang terjadi dan dapat mengurangi gejala hot flashes dengan terapi gizi susu kedelai. Kata kunci : Sari Kedelai, Menopause, Hot Flashes ABSTRACT Menopause is a normal stage in the physiological stage, namely the aging of the ovaries which results in decreased production of the hormone estrogen. Reduced estrogen results in hot flashes. Complaints of hot flashes felt by menopausal women are feeling hot in the body, from these symptoms make menopausal women feel extreme heat that causes the woman to be uncomfortable and the heat will spread upwards from the chest, back of the neck, and face. This can cause excessive sweating and redness, some menopausal women also experience weakness, palpitations, and anxiety which causes sleep disorders. One of the nutritional therapies during menopause to reduce hot flashes is to consume foods rich in phytoestrogens which can increase the production of the hormone estrogen in the body. Foods rich in phytoestrogens include processed soy foods, one of which is soy juice or soy milk. This community service activity was carried out at Patra Regency, Rawakalong Village, Gunung Sindur District, Bogor, which was attended by 10 mothers aged 40-48 years with the results obtained being that all mothers did not know the benefits of soy juice to reduce symptoms of hot flashes. This educational activity increases mothers' knowledge about the symptoms of menopause that occur and can reduce hot flashes symptoms with soy milk nutritional therapy.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASYARAKAT DESA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN NAPA KECAMATAN ANGKOLA SELATAN Simatupang, Dedi Firdaus; Daulay, Nanda Masraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan hidup sehat sebenarnya sangatlah mudah serta murah, apabila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal. Hidup sehat merupakan hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan– kegiatan kesehatan di masyarakat.
PENTINGNYA MEMBERIKAN PEMBELAJARAN MENYENANGKAN KEPADA ANAK USIA DINI Yulia, Yulia Pratiwi Siregar; Nurlaila; Hasibuan, Masnilam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1910

Abstract

Learning in early childhood can be carried out by implementing fun learning, namely by using the play while learning learning model so that learning objectives can be achieved optimally. This community service activity aims to increase knowledge and insight regarding fun learning models that can be used by teachers so that learning objectives can be achieved optimally. The data collection technique in this community service activity uses unstructured interviews. This method is used to see the extent of children's knowledge and the obstacles they face during the learning process. This community service activity shows that fun learning is effective in increasing children's knowledge and that learning is effective in developing creativity and increasing educators' motivation in providing material so that learning objectives can be achieved. Based on the results of these activities, it can be concluded that fun learning can be applied to early childhood so that these learning activities can increase the feeling of comfort for students, especially in early childhood
PENYULUHAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER I DI KELURAHAN PULUTAN KOTA SALATIGA Mufidaturrosida, Ana; Silviana Elfan Nicky Matrasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1911

Abstract

Kehamilan dapat menghadirkan tantangan atau komplikasi pada tahap apa pun. Sekarang secara luas diakui bahwa setiap tahap kehamilan menimbulkan risiko bagi ibu. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa sekitar 15% dari semua wanita hamil akan mengalami komplikasi yang terkait dengan kehamilan mereka, yang mungkin mengancam jiwa. Penyuluhan ini bertujuan untuk menginformasikan kepada ibu hamil di Desa Pulutan, Kota Salatiga, tentang indikasi peringatan kehamilan selama trimester I dan untuk mendorong konsultasi segera dengan profesional kesehatan jika indikator tersebut terjadi. Penyuluhan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan selama trimester I dilakukan untuk ibu hamil di Desa Pulutan, Kota Salatiga. Kelompok penyuluhan terdiri dari 10 wanita hamil. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah dan format tanya jawab, memanfaatkan presentasi PowerPoint dan pamflet. Sesi penyuluhan mengenai tanda-tanda risiko kehamilan diterima dengan baik; ibu hamil diberitahu tentang tanda-tanda peringatan selama trimester I.