Articles
1,067 Documents
Uncovering the Richness of Local Culture: Utilizing Traditional Wisdom for Teaching Indonesian Language and Literature in the Vuca Era
Septiari, Wahyu Dini;
Muryati, Sri;
Pardyatmoko
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1372
The VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era presents its own challenges in teaching Indonesian language and literature. The utilization of local wisdom is a potential solution to enrich the learning process. This study aims to explore how to integrate local wisdom in teaching Indonesian language and literature in the VUCA era. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through in-depth interviews with experts in the field of Indonesian language and literature, as well as observation of teaching practices in several educational institutions. The data were analyzed thematically to identify patterns and trends in the use of local wisdom in teaching. The results show that there are various potentials of local wisdom that can be integrated in teaching Indonesian language and literature, such as the exploration of folklore, proverbs, and traditional cultural values. This integration can be done through the development of local wisdom-based teaching materials, the transformation of local wisdom-based literary works, as well as the development of local linguistics and innovation in learning Indonesian language and literature in the VUCA era. This study concludes that the utilization of local wisdom in teaching Indonesian language and literature in the VUCA era can strengthen cultural identity, increase the relevance of learning, and encourage students' creativity and critical thinking skills. This research is expected to provide insights for educational practitioners in developing Indonesian language and literature learning that is responsive to the challenges of the VUCA era.
Sastra Wayang sebagai Alternatif dalam Pengajaran Sastra Indonesia Berbasis Kearifan Lokal pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity)
Prasojo, Albertus
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1373
Tulisan ini membahas mengenai eksplorasi kearifan lokal pengajaran sastra Indonesia pada era VUCA melalui mata kuliah Sastra Wayang yang diterapkan di Prodi Sastra Indonesia, FIB Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Hadir dan berkembangnya trend VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) merupakan sebuh keniscayaan atas perkembangan teknologi dan budaya, sehingga memberikan pengaruh secara signifikan tak terkecuali dalam hal identitas. Tujuan dalam penulisan ini adalah; 1) menjabarkan konteks Sastra Wayang sebagai alternatif kearifan lokal khususnya di wilayah Jawa, sebagai modal dalam narasi lokalitas pada era VUCA; 2). Menjabarkan eksistensi Sastra Wayang sebagai bentuk lokalitas Jawa yang berkorelasi terhadap alternatif dalam menghadapi era VUCA. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dengan menggunakan teori lokalitas, berkenaan dengan prinsip yang mengatur organisasi dan pemrosesan struktur berdasarkan kedekatan atau keeratan element penyusunnya. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Berkaitan dengan konteks Wayang, terdapat relevansi antara sastra dan cerita pewayangan yang bersumber dari adaptasi baru atas cerita Epos ke dalam Wayang, yang dapat menghadirkan pemaknaan sebagai lokalitas di dalam cerita-cerita tersebut; 2). Eksistensi sastra Wayang sebagai bentuk lokalitas Jawa yang berkorelasi terhadap alternatif dalam menghadapi era VUCA, berkaitan dengan aspek kultural yang masih menjaga eksistensi pertunjukan Wayang, berikut dengan transformasi dalam bentuk lain seperti adaptasi dalam novel, sehingga menguatkan Wayang sebagai tuntunan hidup masyarakat Jawa pada umumnya.
Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Era Digital Berorientasi Multikultural
Kurniawan, Andriyanto;
Nugrahani, Farida;
Widayati, Mukti
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1374
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguatkan pemahaman siswa terkait nilai multikultur yang terkandung dalam film kartun Sopo Jarwo sebagai salah satu media pembelajaran sastra berbasis digital di sekolah dasar. (2) Mengimplementasikan nilai multikultur dalam film kartun Sopo Jarwo sebagai aksi nyata projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui kemampuan berbahasa dalam kurikulum merdeka pada siswa kelas V SD Negeri 1 Jati Gatak Sukoharjo Tahun Pelajaran 2024/2025. Data berupa frasa, kata, kalimat, dan wacana yang termasuk nilai-nilai multikultur dalam film kartun Sopo Jarwo episode 1-10 dan keterampilan berbahasa siswa di sekolah yang bersifat komunikatif. Sumber data diperoleh melalui kepala Sekolah, guru dan siswa serta tayangan film kartun Sopo Jarwo episode 1-10 yang diakses secara online melalui Youtube. Metode penelitian ialah kualitatif dengan pendekatan semiotik dan deskriptif interaktif Hasil penelitian menunjukkan (1) dengan adanya media pembelajaran sastra berbasis digital melalui film kartun Sopo Jarwo episode 1-10 di sekolah dasar dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dengan berorientasi multikultural. (2) Aspek pengetahuan, ketrampilan, dan sikap siswa dominan berorientasi pada bahasa yang mengandung makna multikultur dan relevan dengan konten profil pelajar Pancasila, serta (3) kemampuan berbahasa siswa lebih santun dan komunikatif ditandai perilaku maupun tuturan yang menunjukkan esensi nilai multikultur dalam film kartun Sopo Jarwo.
Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) berbasis Teks Multimodal dalam Membangun Atmosfer Pembelajaran Bermakna pada Keterampilan Menulis
Susilowati, Tintin;
Marwan, Iwan;
Rahmadhani, Anis
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1375
Terciptanya atmosfer pembelajaran bermakna merupakan satu indikasi keberhasilan sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran bermakna memberikan kontribusi untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa karena pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk melakukan eksplorasi keterampilan membaca dan menulis secara terintegrasi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan keragaman intake siswa maka penerapan TaRL berbasis multimodal teks menjadi suatu keniscayaan untuk bisa menghasilkan suatu pembelajaran yang berkualitas. Ini adalah tulisan dengan pendekatan kajian pustaka dengan menggunakan search – engine berupa http;//scholar.google.com, serta http://garuda .ristekbrin.go.id. untuk mendapatkan 20 artikel yang relevan dengan pembahasan. Perumusan kata kunci dilakukan menggunakan PICO(S) Frameworks. Pengumpulan data dilakukan secara dokumentasi, data di analisis dilakukan menggunakan Survey Literature. Penerapan TaRL berbasis multimodal teks memberikan zona belajar secara inklusif bagi seluruh pembelajar baik pembelajar cepat, pembelajar sedang, maupun pembelajar lambat, dilakukan dengan menggunakan beragam teks yang dekat dengan kehidupan siswa sesuai dengan kategori tingkat kecepatan pembelajar. Lebih lanjut untuk penguatan proses pembelajaran dalam menguasai materi dilaksanakan secara terintegrasi tidak hanya melibatkan proses membaca namun juga diikuti dengan proses menulis untuk memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa. Implikasi dari artikel ini adalah untuk memperkaya konsep tentang pentingnya melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa-siswi dalam kelas menggunakan materi yang beragam tingkat kesulitannya untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dengan cakupan materi yang dekat dengan pengalaman kehidupan siswa-siswi.
Alih Wahana Film ke Novel Sebagai Salah Satu Materi Ajar Bahasa Indonesia di Sekolah
Husna, Siti Asmaul;
Agustina, Eka Sofia
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1376
Alih wahana sebagai sebuah medium pengekspresi produk karya sastra saat ini menjadi sangat diperhatikan oleh para pencipta sastra, penggiat sastra, dan praktisi bahasa Indonesia. Alih wahana dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia ditujukan sebagai salah satu alternatif materi ajar yang bisa dibelajarkan kepada peserta didik. Alih wahana sebagai bahan ajar dalam Kurikulum Merdeka merupakan konsep yang mengacu pada penggunaan berbagai sumber dan media sebagai sarana pembelajaran untuk mendukung pendidikan yang lebih fleksibel dan relevan. Kurikulum Merdeka menekankan pada adaptasi dan inovasi dalam proses pembelajaran, sehingga alih wahana atau penggunaan sumber daya alternatif menjadi penting. Kajian ini berfokus mendeskripsikan konsep pembelajaran alih wahana film ke novel sebagai salah satu materi ajar bahasa Indonesia jenjang SMA yang merujuk pada Kurikulum Merdeka pada fase E. Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah dengan pendekatan kualitatif dan desain kajian pustaka (literature review) terkait penelitian alih wahana. Alih wahana film ke novel sebagai medium pengekspresi karya sastra memiliki peran penting dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia seperti materi digital, simulasi, dan pengalaman langsung, proses pembelajaran menjadi lebih dinamis, kontekstual, dan dapat memenuhi kebutuhan individu peserta didik. Konsep ini mendukung prinsip-prinsip kurikulum merdeka yang menekankan pada kemandirian dan kreativitas peserta didik serta keterkaitan antara teori dan praktik dalam pendidikan.
Post-Realitas dalam Perspektif Lokalitas Naratif Serta Mulia dan Catatan Tentang Ayah
Mukafi, Muhammad Hamdan;
Bela, Sofi Esa
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1378
Karya sastra nyatanya tidak bisa lepas dari usaha untuk mempersepsikan pengetahun realitas ke dalam susunan narasinya. Hanya saja, usaha menarasikan ini kemudian menciptakan ruang ilusi yang muncul karena disebabkan oleh konstruksi imajinatif dari karya sastra itu sendiri. Adanya percepatan teknologi informasi yang membersamai proses dan publikasi kreatif kemudian menjadi awal kemunculan kompleksitas tentang bagaimana sastra mendefinisikan ulang suatu realitas untuk melahirkan konstruksi realitas baru. Kelahiran baru ini bersinggungan dengan ilusi yang kemudian melahirkan sebuah perspektif yang mempertanyakan kebenaran realitas kolektif, situasi post dalam narasi. Penelitian ini secara teoritis dan metodologis bermula pada pandangan Piliang tentang potret dunia yang dilahirkan oleh pengalaman manusia. Nietzcshe juga memandangnya sebagai kelahiran perspektif ilusi melalui narasi-narasinya. Temuan-temuan itu bermula dari usaha memandang post-realitas dalam lagu berjudul Serta Mulia karya Sal Priadi dan sebuah narasi puitik di kanal TikTok Ank dengan judul Catatan Tentang Ayah. Dengan melakukan observasi kontekstual, karya-karya tersebut mengindikasikan adanya konstruksi realita dari pengetahuan religius dan lokalitas yang dipercaya masyarakat secara kolektif. Karya-karya tersebut juga mengindikasikan adanya penciptaan realitas dari pengalaman imajinatif dan rangkaian ilusi. Kedua kelahiran baru ini sama-sama bertemu di sebuah persimpangan penciptaan kreasi sastra yang merefleksikan perspektif lokalitas melalui sarana penciptaan dan publikasi digital.
Transformasi Legenda Desa Limbasari sebagai Kearifan Lokal di Era VUCA
Wismanto, Agus;
Ulumuddin, Arisul;
Murywantobroto
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1379
Transformasi legenda Desa Limbasari sebagai kearifan lokal di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) merupakan kajian yang penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai tradisional dapat bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan global yang cepat dan tidak menentu. Legenda Ki Gede Limbasari, yang menjadi inti identitas budaya Desa Limbasari di Kabupaten Purbalingga, mengandung berbagai unsur kebijaksanaan, kepemimpinan, dan spiritualitas yang relevan hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi legenda ini dalam konteks modernisasi dan digitalisasi, serta bagaimana legenda tersebut diinterpretasikan ulang dan diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat modern. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengkaji perubahan yang terjadi dalam narasi, ritual, dan fungsi sosial dari legenda ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda Desa Limbasari mengalami adaptasi yang signifikan dalam cara penyampaian dan peran sosialnya, terutama melalui media digital dan pendidikan formal. Transformasi ini memungkinkan legenda tersebut tetap relevan dan berfungsi sebagai sarana penguatan identitas lokal di tengah tantangan era VUCA. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa ada risiko komodifikasi budaya yang dapat mengurangi nilai intrinsik dari legenda tersebut jika tidak dikelola dengan bijak.
Konsep Dasar Postmemory Marianne Hirsch untuk Kajian Sastra
Santoso, Joko
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1380
Tulisan ini berusaha menjelajahi, mengabstraksi, dan menyimpulkan konsep-konsep dasar postmemory Marianne Hirsch dan kemudian menawarkan sebagai kajian sastra. Konsep-konsep dasar itu didasarkan pada dua bukunya yaitu Family Frames: Photography Narrative and Postmemory (2012), dan The Generation of Postmemory: Writing and Visual Culture After the Holocaust (2012). Penjelajahan itu juga merupakan upaya memahami kerangka teori/paradigma postmemory. Dari upaya pengabtraksian dapat ditemukan beberapa hal penting; postmemory selalu adalah mengenai memori trauma, sehingga kajiannya juga mengenai trauma; memori traumatis dapat ditransmisikan; memori traumatis tidak hanya yang terjadi dalam lingkup keluarga tetapi juga afiliatif (di luar keluarga); karya sastra yang dapat dikaji adalah karya sastra yang ditulis oleh generasi kedua pewaris trauma; yang diperlukan dari generasi kedua tersebut adalah investasi imajinasinya atas trauma (bukan fakta sejarahnya).
Nilai Kearifan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Kolonialisme dalam Novel Sang Pangeran: Kajian Poskolonial
Saputri, Pratiwi Yulia;
Wahyudi, Agus Budi
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1381
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mimikri pribumi dan kolonial penjajah Belanda dalam novel Sang Pangeran karya Salim A. Fillah. Metode penelitian yang digunakan bentuk deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tahap awal dalam kegiatan penelitian dilakukan pengumpulan data dari sumber data, setelah data terkumpul dianalisis dengan teori Postkolonialisme. Postkolonial adalah menelusuri jejak-jejak kolonial dalam teks sastra. Penelitian ini menggambarkan bagaimana ketimpangan kekuasaan yang menyebabkan penindasan terhadap golongan yang lebih rendah yang kemudian melakukan peniruan atau mimikri untuk melakukan perlawanan atau pertahanan melalui kearifan lokal. Pangeran Diponegoro melakukan mimikri untuk melawan hegemoni kekuasaan penjajah Belanda untuk mempertahankan nilai dan adat-istiadat leluhurnya.
Pandangan Dunia dalam Cerpen "Pada Titik Kulminasi" Karya Satyagraha Hoerip: Perspektif L. Goldmann
Portier, Stephani Angelica Brigitta;
Taum, Yoseph Yapi;
Purnomo, Christina Astrilinda
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/pssh.v20i.1382
Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang ide penulisannya muncul dari realitas kehidupan. Penokohan dalam cerpen merupakan salah satu gambaran realitas yang diwujudkan dalam bentuk karakter seseorang. Soesetio adalah tokoh utama dalam cerpen "Pada Titik Kulminasi" karya Satyagraha Hoerip. Karakter Soesetio menunjukkan kompleksitas ketika dihadapkan pada dilema harus membunuh adik iparnya sendiri. Karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis cerpen menggunakan teori Struktur Genetik milik Lucien Goldmann, yakni teori yang menitikberatkan unsur karya. Teori ini akan menghasilkan pandangan dunia penulis melalui analisis tragic vision, subjek kolektif, fakta kemanusiaan, dan homologi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan mimetik M. H. Abrams, yakni pendekatan yang memandang karya sastra sebagai tiruan. Berdasarkan hasil analisis ini, Soesetio mengalami ambivalensi moral (tragic vision) ketika harus mengambil nyawa dan akhirnya memilih akomodasi sebagai resolusi. Karakter ini mencerminkan pandangan dunia humanistik yang ditandai dengan pemikiran rasional dalam pengambilan keputusan.