cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
PROMOTING INCLUSIVE ENGLISH LANGUAGE LEARNING AT TAUFIQUL MUBAROK ORPHANAGE IN MUARA ANGKE, NORTH JAKARTA Recard, Michael Recard; Cendana, Wiputra; Shoreamanis, Meicky; Sativa, Riza; Winardi, Yonathan; Agustin, Atalya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2319

Abstract

Taufiqul Mubarok, an orphanage in North Jakarta, is home to numerous orphans who attend school ranging from Kindergarten to Senior High School. These children, who are the primary residents of the orphanage, face significant educational challenges, particularly in English, due to limited access to quality education exacerbated by the high poverty levels in the area. In response, the Faculty of Education at Universitas Pelita Harapan (FIP UPH) and the Sunda Kelapa Sectoral Police (Polsek) initiated an English Learning Program to foster inclusive language education. The program aimed to provide these children with opportunities for educational advancement and, ultimately, a better quality of life than their parents. The English Learning Program, conducted from March to June 2024, adopted a holistic approach to support the comprehensive development of the orphanage residents. The program's methodology encompassed problem identification, preparation, implementation utilizing various teaching methods, appreciation, and evaluation. A competition was held at the program's conclusion to assess the participants' progress. The results demonstrated significant improvements in the children's English skills, highlighting the program's success.
PENDIDIKAN KETERAMPILAN PERDAMAIAN DAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK SISWA SMP DAN SMA SEKOLAH LENTERA HARAPAN LABUAN BAJO Pandjaitan XIV, Qanszelir GB; Pratikno, Roy Vincentius; Marthin, Ruth Sabrina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2325

Abstract

Sebagai suatu bangsa yang penuh dengan keberagaman dalam berbagai hal, Indonesia tidak pernah berhenti berupaya untuk menjaga perdamaian di tengah masyarakat. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mewujudkan perdamaian selain melalui pendidikan. Tanpa melihat rendah kelompok umur yang lain di dalam lapisan masyarakat, kelompok umur remaja adalah kelompok masyarakat yang paling membutuhkan pendidikan berbasis pengetahuan dan keterampilan perdamaian mengingat kelompok umur remaja akan mengemban tanggung jawab besar sebagai harapan bangsa di masa yang akan datang. Sekolah Lentera Harapan (SLH) Labuan Bajo adalah sekolah yang terletak di kawasan pariwisata super prioritas dan memiliki demografi penduduk yang penuh dengan perbedaan. Angka wisatawan dan pendatang yang tinggi di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya turut meningkatkan potensi terjadinya konflik akibat beragam perbedaan, khususnya dengan masyarakat setempat. Dengan menimbang hal tersebut, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) SLH Labuan Bajo perlu untuk mendapatkan pembekalan pendidikan keterampilan perdamaian yang baik. Dalam waktu dekat, para siswa akan melanjutkan jenjang pendidikan yang mengharuskan mereka untuk berada di tengah situasi yang semakin rawan memicu terjadinya konflik akibat perbedaan. Kegiatan pengabdian masyarakat dijalankan melalui berbagai macam kegiatan interaktif dan partisipatoris yang dijalani oleh seluruh siswa. Kegiatan ditunjang dengan pendekatan Konstruktivisme yang diimplementasikan dalam serangkaian metode aktivitas, seperti dinamika kelompok, studi kasus, visualisasi, dan sebagainya. Pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari sembilan modul sistematis yang dilaksanakan secara bertahap. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan dengan sangat lancar dan tujuan kegiatan ini diadakan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta. Hal ini tercermin dari hasil lembar pre-test, lembar post-test, evaluasi peserta, dan evaluasi fasilitator yang diisi di awal dan akhir kegiatan.
PENGEMBANGAN WAWASAN SENSITIVITAS KONFLIK BAGI PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT Tambunan, Edwin M.B.; Jemaduu, Aleksius; Nasution, Elyzabeth Bonethe; Lung, Firman Daud Lenjau
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2327

Abstract

Salah satu tanggung jawab dari penyelenggara negara, khususnya di lingkungan eksekutif dan legislatif, adalah merumuskan kebijakan publik. Bagi pemerintah, kebijakan publik merupakan instrumen dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, sedangkan bagi masyarakat, kebijakan publik adalah jaminan untuk mengakses hak politik, ekonomi, sosial, dan hukum sebagai warga negara. Salah satu indikator kebijakan publik yang baik adalah apabila kebijakan tersebut dapat diimplementasikan tanpa penolakan dari masyarakat, baik berupa perdebatan, demonstrasi, bahkan konflik. Peluang penolakan sebuah kebijakan publik semakin tinggi di daerah dengan keragaman suku, agama, dan ras yang berlapis dengan perbedaan status sosial ekonomi. Risiko konflik semakin besar jika daerah tersebut menjadi daerah terbuka bagi pendatang sehubungan dengan pengembangan industri pariwisata, seperti Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Untuk itulah Lokakarya Pengembangan Wawasan Sensitivitas Konflik dilaksanakan dengan menargetkan penyelenggara Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan berlangsung pada Jumat, 1 Maret 2024, bertempat di Kantor Bupati Manggarai Barat, dan dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat beserta perwakilan Perangkat Daerah. Pada lokakarya, peserta mendapat pemahaman mengenai potensi konflik di Kabupaten Manggarai Barat, wawasan konflik dan perdamaian, serta wawasan sensitivitas konflik. Hasil lokalarya kemudian diukur pada sesi praktik di mana para peserta berhasil mengaplikasikan pemahamannya pada tiga studi kasus yang disediakan berkisar perumusan kebijakan publik.
DISEMINASI TEKNOLOGI PERAKITAN DAN PENGEMBANGAN PLANT GROWTH PROMOTION RHIZOBACTERIA (PGPR) SEBAGAI BIOFERTILZER, BIOSTIMULANT DAN BIOPROTECTANT lasmini, Sri Anjar; Sulaeman, Sulaeman; Nasir, Burhanuddin; Toana, Moh. Hibban; Idham, Idham; Pasaru, Flora; Khasanah, Nur; Yudana, I Kadek
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2351

Abstract

UPT Lembah Palu merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dan sayuran lainnya di Kabupaten Sigi. Para petani UPT Lembah Palu tersebut sangat mengandalkan pestisida dan pupuk kimia dalam kegiatan pertanian mereka. Bahkan residu pestisida pada ubi bawang yang mereka hasilkan sudah melebihi ambang yang dapat di toleransi. Perilaku para petani tersebut tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam hal budidaya dan pengendalian hama yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk menyebarluaskan informasi teknologi perakitan dan aplikasi PGPR sebagai biofertilizer, biostimulant dan bioprotectant agar dapat membantu petani dalam menyediakan saprodi yang murah dan ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah pelatihan, demplot aplikasi teknologi, dan pendampingan. Dalam Program pengabdian kepada masyarakat ini, kelompok masyarakat yang menjadi mitra yaitu kelompok tani “Usaha Bersama” dibekali pengetahuan dan keterampilan tentang teknologi perakitan PGPR dan selanjutnya dilakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani mitra tersebut dalam mengaplikasikan PGPR pada pertanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya. Hasil pelaksanaan program pengabdian menunjukkan terjadinya ditransfer teknologi kepada petani anggota kelompok mitra, ditandai dengan kemampuan mengembangkan PGPR tersebut dan trampil mengaplikasikan ke lahan pertanaman bawang merah dan tanaman sayuran lainnya. Dengan produk PGPR yang dikembangkan tersebut, petani dapat melepaskan ketergantungan terhadap input bahan kimia sintetis dalam berusaha tani sehingga pendapatan dapat meningkat. Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat membantu petani menghasilkan bawang merah dan tanaman sayuran lainnya yang berkualitas, bebas residu pestisida sehingga meningkatkan daya saing produk pertanian.
PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS DALAM HOSPITALITI BAGI MASYARAKAT DESA WISATA KERANGGAN – TANGERANG SELATAN Maleachi, Sandra; Wowor, Wulan Meiaya; Juliana, Juliana; Pramono, Rudy
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2352

Abstract

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangatlah penting dalam mempermudah komunikasi khususnya di era globalisasi ini. Penting bagi mereka yang bekerja di dunia hospitaliti dan berhubungan langsung dengan tamu untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Memiliki tenaga kerja dengan kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan karena turis asing semakin banyak di Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris dasar sangat dibutuhkan bagi para pelaku pariwisata di Desa Keranggan – Tangerang Selatan agar mereka dapat berkomunikasi dan memberikan pelayanan keramahtamahan yang baik dan dapat lebih mudah dimengerti oleh para tamu asing.Pelatihan percakapan bahasa Inggris hospitaliti tingkat dasar bagi masyarakat Desa Keranggan bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas dalam Bahasa Inggris, serta cara berbicara dalam Bahasa Inggris di bidang hospitaliti. Pelaksanaan dilakukan secara luring di Balai Desa Keranggan sebagai penunjang kegiatan yang bisa diakses dengan mudah oleh setiap orang.Terdapat tahap persiapan dan tahap pelaksanaan (pelatihan luring). Kegiatan ini berjalan dengan baik dan sistematis sesuai dengan susunan acara yang sudah dibuat.Sesi pre-test dan post-test memiliki pertanyaan yang sama. Pre-test digunakan untuk melihat pemahaman masyarakat Desa Keranggan mengenai materi pernyataan bahasa Inggris sederhana. Post-test digunakan untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan pemahaman warga Desa Keranggan setelah materi dipaparkan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman warga dari sebelum dan sesudah pemaparan materi dengan hasil cukup signifikan.Berdasarkan hal tersebut, di masa yang akan datang pelatihan seperti ini bisa dilakukan secara berkala.Kata Kunci: Bahasa Inggris, percakapan, hospitaliti
PKM KEMANDIRIAN EKONOMI KELOMPOK USAHA BERSAMA BERBASIS DIGITAL ECONOMY KOTA SURABAYA Indriastuty, Dwi Elok; Priyambudi, Surya; Indrawati, Trisa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2353

Abstract

Mitra pada program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini adalah UMKM Kelurahan Babat Jerawat Kecamatan Pakal Kota Surabaya. Berdasarkan latar belakang masalah, yaitu:1) Mitra belum memahami keamanan pangan; 2) Dalam pengemasan produk masih belum tepat dan sesuai; 3) Penggunaan peralatan produksi masih terbilang kurang dan tradisional; 4) Produk olahan kue hanya terbatas karena kurangnya pengetahuan mitra; 5) Mitra tidak melakukan pencatatan keuangan dengan baik dan berkala; 6) Dalam melakukan pemasaran produk tidak menggunakan sosial media dan eCommerce; dan 7) Kurang menariknya desain foto produk untuk pemasaran. Tujuan program ini: 1)Meningkatkan jumlah kapasitas, kualitas, dan higienitas produk; 2)Meningkatkan omzet penjualan produk; 3)Meningkatkan manajemen dalam pengelolaan keuangan dan usaha; 4)Meningkatkan inovasi untuk menghasilkan suatu produk yang baru; dan 5)Memperluas area pemasaran produk. Metode pelaksanaan mulai dari 1) sosialisasi tim kepada mitra UMKM; 2) Pelaksanaan pelatihan pada bidang produksi, manajemen usaha, dan pemasaran; 3) Penerapan teknologi tepat guna kepada mitra UMKM; 4) Pendampingan dan evaluasi kepada mitra UMKM; dan 5) Keberlanjutan program. Hasil kegiatan yang diperoleh, yaitu: 1) Mitra mempunyai sertifikat penyuluhan pangan; 2) Mitra mempunyai peralatan yang higienis (celemek, penutup kepala, sarung tangan, dan penjepit makanan); dan 3) Mitra mempunyai sertifikat NIB, halal, merk dagang, kemasan yang kuat, mixer, mesin penggiling, dan oven.
PELATIHAN PENGELOLAAN USAHA RUMAHAN BAGI PELAKU UMKM DI DESA BANYU ASIH KECAMATAN MAUK Gozali, Ahmad; Kamar, Karnawi; Winanti, Winanti; Basuki, Sucipto; Karyono, Karyono; Nurasiah, Nurasiah; Kumoro, Ferdiyatmoko Cahya; Himmy’azz, Istajib Kulla; Adiyanto, Adiyanto; Hasna, Shofwatun
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2355

Abstract

Usaha rumahan yang dijalankan oleh pelaku UMKM di Desa Banyu Asih banyak yang belum dikelola dengan baik sehingga usaha yang dijalankan sering sekali mengalami kerugian atau berakhir dengan kebangkutan. Pengelolaan usaha harus dilakukan dengan baik agar usaha dapat berlangsung terus menerus dan berkesinambungan. Pengelolaan tidak hanya dari bahan mentah dan penjualan tetapi harus dilakukan dari mulai perencanaan, proses, keuangan sampai dengan penjualan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan ceramah secara langsung dengan para pelaku usaha dan masyarakat Banyu Asih yang dipandu dengan seorang pembawa acara sekaligus moderator. Peserta kegiatan sebanyak 80 orang peserta baik laki-laki maupun perempuan. Kegiatan dapat menambah pengetahuan dan wawasan pelaku usaha dan masyarakat mengenai pengelolaan usaha agar usaha dapat dilaksanakan secara kontinyu. Monitoring dan evaluasi dilakukan setelah kegiatan berakhir dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada sebagian peserta dan semua menjawab bahwa kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat sekali untuk memajukan usaha. Beberapa saran dari peserta agar kegiatan kampus ke depannya membahas mengenai sosiaslisasi mengenai pembuatan laporan keuangan sederhana untuk para pelaku UMKM sehingga uang pribadi dan uang usaha tidak tercampur yang sering menyebabkan usaha menjadi berhenti karena keuangan yang tidak jelas. Saran tersebut ditampung dan akan diakomodir di kegiatan PkM semester berikutnya.
PEMBERDAYAAN REMAJA DAN PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL DI PONDOK BENOWO INDAH RW 08 Probowati, Yeni; Kuswahono, Deny
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2356

Abstract

Kegiatan ini mendukung salah satu bidang unggulan Pengabdian kepada Masyarakat yaitu Pembangunan Daerah dan Desa. Mitra dalam kegiatan ini adalah Remaja Pondok Benowo Indah RW 08. Remaja Pondok Benowo Indah RW 08 merupakan sekumpulan anak usia milenial yaitu 13 – 25 tahun yang berasal dari latar belakang pendidikan dan keluarga yang beragam dan kerap duduk sambil berbincang-bincang serta tidak lupa memegang gadgetnya. Masing-masing remaja memiliki alasan yang berbeda mengapa ia menggunakan gadgetnya, ada yang ingin mencari kesenangan atau hiburan, ada yang ingin memenuhi kebutuhan akan informasi dan ada juga yang sekedar memenuhi hasrat sosial mereka dengan berinteraksi di media sosial dan tentunya tidak luput dari game online. Hal-hal yang menyenangkan inilah yang memicu terjadinya seseorang dapat kecanduan dalam mengkonsumsi internet terutama media sosial dan game online.Tujuan kegiatan ini yaitu: 1)Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja akan literasi digital; 2)Meningkatkan kualitas remaja dalam menggunakan internet sehat;3) Pembentukan dan pemberdayaan kader remaja guna melanjutkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan tentang literasi digital. Berdasarkan dari analisis situasi, dapat teridentifikasi tiga permasalahan prioritas : 1) Kurangnya pengetahuan dan keterampilan remaja akan literasi digital. 2) Rendahnya kualitas remaja dalam penggunaan internet sehat. 3) Belum terbentuk kader remaja sebagai agen penggerak literasi digital. Metode pelaksanaan program pemberdayaan remaja dilakukan untuk menyelesaikan masalah mitra adalah dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan mitra untuk pemenuhan permasalahan prioritas.Solusi yang ditawarkan antara lain penyuluhan tentang internet sehat, pelatihan tentang literasi digital, dan simulasi tentang pembentukan kader penggerak literasi digital.
PELATIHAN PEMBUATAN MAKANAN PENUTUP ASAL EROPA BARAT DI KAMPUNG GERENDENG PULO C. Nathalia, Theodosia; Burianto, Etlivia; Indrawan, Nity; Jusan, Putri Cicilia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2390

Abstract

Kampung Gerendeng Pulo merupakan salah satu kampung yang mengusung program Kampung PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di wilayahnya. Berlokasi di wilayah RT02/09 Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Kampung Gerendeng merupakan salah satu kampung tematik yang memiliki penduduk sebanyak 758 jiwa. Dengan bantuan pemerintah, Kampung Grendeng pulo berhasil merubah berbagai lahan kosong menjadi perkebunan hidroponik, tempat pengolahan sampah, balai desa, sarana berolahraga, gazebo, pertenakan ikan, sarana berjualan dan mulai menarik berbagai perhatian warga lain dengan mengadakan event budaya berskala kampung seperti festival cap go meh dan festival kuliner. Permasalahan yang dihadapi oleh warga lokal adalah dengan maraknya kunjungan ke kampung ini kebutuhan akan pengetahuan produk-produk makanan demi berkontribusi terhadap festival dan wisatawan. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan mengenai produk-produk makanan penutup dari Eropa Barat karena harga dari bahan yang masih terjangkau, makanan penutup ini dikemas menarik dan dinikmati oleh semua jenis kalangan sehingga dapat meningkatkan penjualan terutama pada saat kegiatan festival. Metode yang digunakan pada pelatihan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena dapat meningkatkan pendapatan. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi mengenaji berbagai jenis makanan penutup asal Eropa Barat, pelatihan dan pembuatan serta evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi mitra karena hasil dari kreasi makanan dapat langsung terlihat dan dinikmati. Luaran dari pelatihan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan Masyarakat terhadap kreasi makanan penutup asal Eropa Barat dengan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat
PELATIHAN PEMBUATAN PEPES IKAN MAS DAN PATIN PUCUNG KEPADA MURID SMK GEMA GAWITA Hubner, Ira; Andara, Pascalis; Hafidz, Syauqi; Christofano, Raphael
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2402

Abstract

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki sekitar 8.500 spesies ikan laut dan 1.193 spesies ikan tawar, yang menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga terkaya akan jenis ikan di dunia. Ikan sendiri memiliki kandungan protein, mineral dan lemak baik yang sangat bermanfaat dalam menunjang kesehatan. Jumlah spesies yang beragam serta produksi yang cukup tinggi ternyata tidak serta merta membuat penduduk Indonesia mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang cukup. Konsumsi ikan perkapita penduduk Indonesia terbilang cukup rendah dibandingkan sesama negara Asia maupun ASEAN. Hal ini banyak disebabkan oleh persepsi masyarakat yang merasa tidak menyukai bentuknya, bau yang amis, bahkan ada kepercayaan di masyarakat yang mengatakan bahwa banyak makan ikan akan menyebabkan cacingan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berupaya untuk membagikan pengetahuan atau ketrampilan kepada masyarakat. Tujuan dari pelaksanaan PKM Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan kali ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi ikan serta pelatihan tentang pengolahan ikan kepada sejumlah siswa Jurusan Kuliner di Sekolah Kejuruan SMK Gema Gawita Tangerang. Dari sini diharapkan siswa dapat mengenal hidangan khas Indonesia berbahan dasar ikan yaitu Pepes Ikan Mas dan Patin Pucung, sehingga siswa memiliki ketrampilan memasak ikan, lebih menggemari konsumsi ikan dan dapat menjadikan ketrampilan ini sebagai peluang usaha di kemudian hari. Metode yang dipakai adalah lokakarya di mana pelatih akan mengajarkan cara pembuatannya kemudian diikuti dengan siswa mengolah bersama-sama. Sebelum dan sesudah pelatihan, akan diberikan tes untuk mengetahui bagaimana pengetahuan siswa terhadap proses pengolahan ikan, serta evaluasi terhadap jalannya Pengabdian kepada Masyarakat. Luaran dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah publikasi pada jurnal atau prosiding.