cover
Contact Name
Elan Jaelan
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Published by Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28073878     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi adalah jurnal peer-review yang memiliki ISSN (2807-3878) yang diterbitkan oleh Penerbit Widina di bawah Badan Hukum CV. Widina Media Utama sejak tahun 2021. JPI merupakan media terintegrasi untuk komunikasi berkelanjutan terkait dengan temuan penelitian baru yang signifikan terkait dengan pendidikan, termasuk: bidang penelitian pendidikan dalam pengajaran, pembelajaran dan pengajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan belajar, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 258 Documents
Search results for , issue "Vol 5" : 258 Documents clear
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kemandirian Mencuci Tangan Anak Berkebutuhan Khusus Di Kecamatan Pandeglang Mahargyani, Gea Esika; Pratama, Toni Yudha; Sidik, Sistriadini Alamsyah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2150

Abstract

Parents are the lifeblood of a family who provide good things in educating children, including children with special needs. This study aims to describe the parenting patterns of parents in shaping the independence of children with special needs in Pandeglang District, especially children with conditions of tunagrahita, tunadaksa, and autism. Children with special needs often face obstacles in social development and independent abilities, so the parenting patterns applied by parents have a very crucial role. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, documentation and participatory field notes to a number of parents who have children with special needs. The results showed that there were variations in the parenting patterns used, ranging from authoritarian, permissive, to democratic parenting. The parenting patterns applied by each parent to the independence of hand washing activities for children with special needs in Pandeglang District, namely parents L and F apply a combination of authoritarian, democratic and permissive parenting patterns. This democratic parenting is applied by parents A, D, R, RB, L and F. The six parents apply democratic parenting, namely a clear boundary and an expectation in monitoring children's behavior.  Parents always use reasons and rules as achievements or give warnings related to children's behavior. The application of parenting patterns with good and positive children makes effective application, both for the development of children's independence and vice versa.ABSTRAK Orang tua adalah pelengkap hidup di dalam suatu keluarga yang memberikan hal-hal baik dalam mendidik anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam membentuk kemandirian anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pandeglang, khususnya anak dengan kondisi tunagrahita, tunadaksa, dan autisme. Anak berkebutuhan khusus seringkali menghadapi hambatan dalam perkembangan sosial dan kemampuan mandiri, sehingga pola asuh yang diterapkan oleh orang tua memiliki peran yang sangat krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi serta catatan lapangan partisipatif terhadap sejumlah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pola asuh yang digunakan, mulai dari pola asuh otoriter, permisif, hingga demokratis. Pola asuh yang diterapkan masing-masing orang tua terhadap kegiatan kemandirian mencuci tangan anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pandeglang yakni orang tua L dan F menerapkan pola asuh kombinasi antara otoriter, demokratis dan permisif.  Pola asuh demokratis ini diterapkan oleh orang tua A, D, R, RB, L dan F keenam orang tua menerapkan pola asuh demokratis yaitu sebuah batasan dan sebuah harapan yang jelas dalam memantau perilaku anak.  Orang tua selalu menggunakan alasan dan aturan sebagai pencapaian atau memberikan peringatan yang berhubungan dengan perilaku anak. Penerapan pola asuh dengan pembawaan yang baik dan positif anak menjadikan penerapan yang efektif, baik terhadap perkembangan kemandirian anak begitupun sebaliknya.
Studi Kualitatif Naratif tentang Perilaku Bullying Siswa Kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang Luan, Maria Egabriela; Lio, Stefanus
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2238

Abstract

Bullying among junior high school students remains a significant issue that disrupts adolescents’ social and emotional development. This study employed a qualitative narrative design to explore the forms, causes, and impacts of bullying among seventh-grade students at SMPK St. Theresia Kupang. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving ten students and one guidance and counseling teacher. The findings reveal that verbal and social bullying are most prevalent, driven by peer pressure and the need for social recognition; while victims experience emotional stress, decreased learning motivation, and impaired social relationships. The study recommends empathy-based prevention strategies and the integration of religious character values into the curriculum. This research contributes to strengthening school intervention models to foster a safe and inclusive learning environment.ABSTRAKFenomena bullying di kalangan siswa SMP masih menjadi tantangan serius yang menghambat perkembangan sosial-emosional remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain naratif untuk menggali bentuk, faktor penyebab, dan dampak perilaku bullying pada siswa kelas VII di SMPK St. Theresia Kupang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan lima siswa serta seorang guru BK. Hasil penelitian menunjukkan dominasi bullying verbal dan sosial yang dipengaruhi oleh teman sebaya dan kebutuhan akan pengakuan; sementara korban mengalami stres emosional, penurunan motivasi belajar, dan gangguan relasi sosial. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya strategi pencegahan berbasis empati serta integrasi nilai karakter religius dalam kurikulum. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan model intervensi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
PROFIL MANAJEMEN WAKTU SISWA KELAS 7 SMP NEGERI 11 KOTA KUPANG Kosat, Maria Klavarita; Erlinda, Maria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2244

Abstract

Effective time management is an essential skill that students must possess to achieve a balance between academic, social, and personal activities. This study aims to describe how seventh-grade students at SMP Negeri 11 Kota Kupang manage their time and the challenges they face in that process. Based on interviews with thirteen students a sample selection intended to achieve the richness and depth of case description it was found that good time management correlates positively with academic results, and contributes to a reduction in stress and confusion levels. Specifically, good time management was directly associated with better academic outcomes, as well as reduced stress and confusion. However, students also face various challenges, such as distractions from family, a packed extracurricular schedule, and a lack of supervision in time management. The research highlights the importance of parental support in helping students build disciplined habits in time management. The results of this study are expected to serve as material for consideration in improving student time management both at school and at home, and to provide insight into the crucial role of the family in supporting students' academic success.ABSTRAKManajemen waktu yang efektif merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh siswa untuk mencapai keseimbangan antara kegiatan akademik, sosial, dan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana siswa kelas 7 SMP Negeri 11 Kota Kupang mengelola waktu mereka dan tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Berdasarkan wawancara dengan tiga belas siswa, Pemilihan sampel ini bertujuan untuk mencapai kekayaan dan kedalaman deskripsi kasus. Ditemukan bahwa pengelolaan waktu yang baik berkorelasi positif dengan hasil akademik, serta berkontribusi pada penurunan tingkat stres dan kebingungan. ditemukan bahwa pengelolaan waktu yang baik berhubungan langsung dengan hasil akademik yang lebih baik, serta mengurangi stres dan kebingungan. Namun, siswa juga menghadapi berbagai tantangan, seperti gangguan dari keluarga, kegiatan ekstrakurikuler yang padat, serta kurangnya pengawasan dalam pengelolaan waktu. Penelitian ini menunjukkan pentingnya dukungan orang tua dalam membantu siswa untuk membangun kebiasaan disiplin dalam manajemen waktu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan pengelolaan waktu siswa di sekolah dan dirumah, serta memberikan wawasan mengenai peran pentingnya keluarga dalam mendukung keberhasilan akademik siswa.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Disiplin Diri Siswa di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Longge, Agustina Irawati; Erlinda, Maria
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2250

Abstract

Low self-discipline among junior high school students remains a significant challenge that affects the quality of learning. This study aims to identify the factors contributing to the low level of self-discipline among seventh-grade students at UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang by examining daily habits, family supervision, peer influence, school regulations, and technology use. This descriptive qualitative research employed semi-structured interviews with five purposively selected students considered representative of low-discipline cases. The results reveal that irregular study habits, limited parental supervision, peer dynamics, inconsistent enforcement of school rules, and excessive use of digital devices interact and collectively reduce students’ self-discipline. The study offers new insights within the Kupang context by highlighting how the combination of weak external control and high exposure to digital technology intensifies students’ disciplinary issues.ABSTRAKTingkat disiplin diri siswa yang masih rendah menjadi persoalan yang berdampak pada efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya disiplin diri siswa kelas VII K di UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang, dengan memberi perhatian khusus pada aspek kebiasaan harian, peran keluarga, pengaruh teman sebaya, penerapan aturan sekolah, serta pemanfaatan teknologi. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara terhadap lima siswa yang dipilih secara purposive sebagai contoh kasus khas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakteraturan kebiasaan belajar, lemahnya pengawasan keluarga, pengaruh kelompok teman, penerapan tata tertib yang belum optimal di sekolah, serta penggunaan gawai yang berlebihan saling berkaitan dan memperkuat perilaku tidak disiplin. Temuan ini memberikan kontribusi baru dalam konteks Kota Kupang dengan menegaskan bahwa perpaduan antara teknologi dan lemahnya pengawasan lingkungan turut memperbesar tantangan kedisiplinan siswa.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN TARBIYAH BIL-‘ADAH UNTUK MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMP IP AL BANJARI Istianah, Nadia Durotul; Azis, Achmad Abdul; Rizal, Ahmad Saiful
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2156

Abstract

The development of digital technology and the rapid flow of information pose challenges for Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping students' religious character. This study aims to examine the strategies of PAI teachers in implementing the tarbiyah bil-'adah approach to foster religious character at SMP IP Al-Banjari. The study used a descriptive qualitative approach with data collection through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation. The research subjects included PAI teachers, students, parents, and the principal selected using purposive and snowball sampling techniques. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and verification of conclusions, complemented by triangulation of sources and methods. The results of the study show that PAI teachers consistently apply tarbiyah bil-'adah through five main strategies: role modelling, habituation, motivation, value integration, and social control. The Islamic boarding school environment supports the internalization of values through routine worship practices, Quranic recitation, collective prayer, and social supervision, while parental involvement strengthens the application of Islamic values. This tarbiyah bil-'adah strategy has proven effective in fostering disciplined worship, politeness, a love of the Quran, and tolerance in students. The research findings provide practical and theoretical contributions to the development of Islamic education-based character education and Islamic boarding school culture, and can serve as a model for other Islamic schools in developing a religious, adaptive, and tolerant generation.ABSTRAKPerkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi memberikan hambatan yang dihadapi pendidik PAI dalam menanamkan sifat keberagamaan pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menelaah strategi guru PAI dalam menerapkan pendekatan tarbiyah bil-‘adah untuk menumbuhkan karakter religius di SMP IP Al-Banjari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup guru PAI, siswa, orang tua, dan kepala sekolah yang dipilih dengan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan melalui pengurangan, penyajian, dan verifikasi kesimpulan, dilengkapi triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan guru PAI secara konsisten menerapkan tarbiyah bil-‘adah melalui lima strategi utama keteladanan, pembiasaan, motivasi, integrasi nilai, dan kontrol sosial. Lingkungan pesantren mendukung internalisasi nilai melalui praktik ibadah rutin, tadarus Al-Qur’an, doa bersama, serta pengawasan sosial, sementara keterlibatan orang tua memperkuat penerapan nilai Islami. Strategi tarbiyah bil-‘adah ini terbukti efektif menumbuhkan kedisiplinan beribadah, kesantunan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan sikap toleran pada siswa. Hasil studi menyumbangkan peran praktis dan teoritis terhadap kemajuan ranah pendidikan karakter berbasis PAI dan kultur pesantren, serta berpotensi menjadi model bagi satuan pendidikan Islam lain dalam membentuk generasi yang religius, adaptif, dan toleran.
HATI PIKIRAN PROAKTIF DAN ANALOGI SEBAGAI FILSAFAT BAHASA DALAM LKTD PADA MAHASIWA PAPUA BINAAN YAYASAN BINTERBUSIH Meku, Andir; Baehaqie, Imam
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2237

Abstract

This study aims to analyze the integration of the concepts of proactive mind and heart and analogy as the philosophy of language within the Basic Leadership Training (LKTD) program for Papuan students under the guidance of the Binterbusih Foundation. Employing a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews and participatory observation of both trainees and instructors. Thematic analysis was used to identify the symbolic and reflective meanings embedded in the application of these concepts during the training process. The findings reveal that the proactive mind and heart serve as a foundation for developing self-awareness, responsibility, and autonomous action among students. Meanwhile, the use of analogy as a linguistic-philosophical tool effectively bridges abstract leadership concepts with the participants’ concrete experiences. The synergy between these two approaches fosters reflective leadership characterized by spiritual awareness, social empathy, and intrinsic motivation. Moreover, the study highlights that Papuan culture, rich in symbolism and metaphor, provides a fertile ground for character and leadership education rooted in local wisdom. Thus, integrating proactive thinking and analogical reasoning not only enhances the cognitive and affective dimensions of leadership learning but also enriches the ethnolinguistic and spiritual aspects of higher education in Papua. This model is recommended as a foundation for developing culturally responsive leadership curricula within Indonesia’s multicultural context.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi konsep hati pikiran proaktif dan analogi sebagai filsafat bahasa dalam materi Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) bagi mahasiswa Papua binaan Yayasan Binterbusih. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap peserta dan instruktur pelatihan. Analisis data dilakukan dengan metode tematik untuk mengidentifikasi makna simbolik dan reflektif dari penerapan kedua konsep tersebut dalam proses pembelajaran kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hati pikiran proaktif menjadi landasan kesadaran diri mahasiswa untuk bertindak secara reflektif, bertanggung jawab, dan mandiri. Sementara itu, penggunaan analogi sebagai filsafat bahasa terbukti efektif dalam menjembatani pemahaman konsep abstrak dengan pengalaman konkret peserta. Kedua pendekatan ini berinteraksi secara sinergis dalam membentuk pola kepemimpinan reflektif yang menumbuhkan kesadaran spiritual, empati sosial, dan motivasi internal. Penelitian ini juga menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Papua yang sarat simbol dan perumpamaan memiliki potensi besar dalam mendukung pendidikan karakter dan kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, integrasi hati pikiran proaktif dan analogi tidak hanya memperkuat dimensi kognitif dan afektif peserta, tetapi juga memperkaya ranah etnolinguistik dan spiritual pendidikan tinggi di Papua. Model ini direkomendasikan sebagai dasar pengembangan kurikulum kepemimpinan kontekstual di lingkungan multikultural Indonesia.
Lacak Jambi sebagai Media Pendidikan Karakter: Strategi Pelestarian Budaya Lokal di Kalangan Generasi Muda di Desa Teluk, Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Abd. Rahman, Abd. Rahman
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2310

Abstract

Lacak is a local wisdom of the Malay community in Jambi that functions as a head covering for men in traditional clothing. This cultural heritage has a philosophical meaning that reflects noble values such as responsibility, honor, and determination. However, in Teluk Village, Batang Hari Regency, the interest and understanding of the younger generation towards Lacak has declined due to the influence of globalization and low local cultural literacy. This study aims to (1) identify the character values contained in the shape, folds, and function of Lacak according to the local wisdom of the Teluk Village community, and (2) formulate strategies for preserving Lacak as a medium for character education for the younger generation. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, interviews with traditional leaders and educators, and review of traditional documents. The analysis was conducted using a symbolic-philosophical approach to interpret the meaning of character values in Lacak. The results of the study show that Lacak Melayu Jambi contains three main values, namely craftsmanship (neatness), authority (honor), and determination (responsibility). Effective preservation strategies include integrating Lacak values into school extracurricular activities, establishing youth clubs, and fostering collaboration between schools and local Malay Customary Institutions. In this way, Lacak can serve as a medium for character education that fosters pride in cultural identity and strengthens the character of the younger generation in Jambi;ABSTRAKLacak merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi yang berfungsi sebagai penutup kepala pria dalam pakaian adat. Warisan budaya ini memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti tanggung jawab, kehormatan, dan keteguhan. Namun, di Desa Teluk, Kabupaten Batang Hari, minat dan pemahaman generasi muda terhadap Lacak menurun akibat pengaruh globalisasi dan rendahnya literasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam bentuk, lipatan, dan fungsi Lacak menurut kearifan lokal masyarakat Desa Teluk, serta (2) merumuskan strategi pelestarian Lacak sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara dengan tokoh adat dan pendidik, serta telaah dokumen adat. Analisis dilakukan dengan pendekatan simbolik-filosofis untuk menafsirkan makna nilai karakter dalam Lacak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lacak Melayu Jambi mengandung tiga nilai utama, yaitu kerajinan (kerapian), kewibawaan (kehormatan), dan keteguhan (tanggung jawab). Strategi pelestarian yang efektif meliputi integrasi nilai Lacak dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, pembentukan sanggar oleh pemuda, dan kolaborasi antara sekolah dengan Lembaga Adat Melayu setempat. Dengan demikian, Lacak dapat berperan sebagai media pendidikan karakter yang mampu menumbuhkan kebanggaan identitas budaya dan memperkuat karakter generasi muda di Jambi.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membangun Sikap Toleransi di Lingkungan Sekolah Azzahra, Isnaini Septa; Zahira, Inayah Junika; Kurnia, Heri
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2288

Abstract

Due to Indonesia's diversity, the values of Pancasila foster a harmonious and respectful environment. Therefore, Pancasila education plays a crucial role in fostering tolerance and harmony among students in schools. This article uses a library research method to collect data. The data sources used include books, articles, literature, and documents related to Pancasila education and efforts to improve tolerance and harmony among students in schools. The results of this study indicate that teachers play a crucial role in instilling values of tolerance in the school environment for students. The values contained in Pancasila education are also highly relevant. However, due to Indonesia's diversity, teachers face challenges in fostering an attitude of tolerance in the school environment.ABSTRAKKarena keragaman Indonesia, nilai-nilai Pancasila membangun lingkungan yang harmonis dan saling menghargai. Sehingga pendidikan Pancasila mempunyai peran krusial dalam membangun toleransi serta kerukunan peserta didik di sekolah. artikel ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan data. Sumber data yang digunakan termasuk buku, artikel, literatur, dan dokumen yang berkaitan dengan pendidikan pancasila dan upaya untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan antar peserta didik di sekolah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi di lingkungan sekolah bagi peserta didik. Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan pancasila juga sangat relevan. Namun karena keberagaman yang ada di Indonesia, guru menghadapi tantangan untuk membangun sikap toleransi di lingkungan sekolah.
PENGEMBANGAN MODUL INTEGRATIF PADA MATERI PUASA DI MTS NEGERI 11 TANAH DATAR Daswati, Daswati; Trisoni, Ridwal; Roza, Yanti Mulia; Fadriati, Fadriati; Gustina, Gustina; Munir, Sirajul
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2276

Abstract

Students at MTs Negeri 11 Tanah Datar had difficulty understanding the fasting material because the textbook used had complex language, long sentences, and uninteresting presentation, consisting only of text with few pictures. This caused students to be less enthusiastic about learning, and their learning outcomes only reached 50% of the mastery level, indicating a problem in the effectiveness of learning. This study used the research and development (RD) method with the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate) to develop an integrative module on fasting material at MTs Negeri 11 Tanah Datar. The aim was to produce an effective, interesting learning module that suited the students' needs, particularly in improving their understanding of fasting material. The results of this study indicate that this research has produced an integrative module on fasting material for eighth-grade students at MTs Negeri 11 Tanah Datar. The module was developed using the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate) with a focus on an integrative approach that combines aspects of fiqh, health, social, and environmental issues. Expert validation results show that the module is highly valid (85%) with aspects of presentation, language, and content that meet standards. Practicality tests by students also show that the module is highly practical (88%) with an appearance, content, language, and usage that are easy to understand. This module is expected to improve student understanding and become an interesting and effective learning solution. The module is disseminated digitally through platforms such as Google Drive and WhatsApp to ensure wide and easy access.ABSTRAKSiswa di MTs Negeri 11 Tanah Datar mengalami kesulitan dalam memahami materi puasa karena buku paket yang digunakan memiliki bahasa yang kompleks, kalimat yang panjang, dan penyajian yang tidak menarik, hanya berupa tulisan dengan sedikit gambar. Hal ini menyebabkan siswa kurang antusias dalam belajar, dan hasil belajar mereka hanya mencapai 50% tingkat ketuntasan, menandakan adanya masalah dalam efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode research and development (RD) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) untuk mengembangkan modul integratif pada materi puasa di MTs Negeri 11 Tanah Datar. Tujuannya adalah menghasilkan modul pembelajaran yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman materi puasa. Hasil penelitian menjukkan, bahwa penelitian ini menghasilkan modul integratif pada materi puasa untuk siswa kelas VIII MTs Negeri 11 Tanah Datar. Modul dikembangkan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan fokus pada pendekatan integratif yang menggabungkan aspek fikih, kesehatan, sosial, dan lingkungan. Hasil validasi ahli menunjukkan modul sangat valid (85%) dengan aspek penyajian, bahasa, dan isi yang memenuhi standar. Uji praktikalitas oleh siswa juga menunjukkan modul sangat praktis (88%) dengan tampilan, isi, bahasa, dan penggunaan yang mudah dipahami. Modul ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dan menjadi solusi pembelajaran yang menarik serta efektif. Penyebaran modul dilakukan secara digital melalui platform seperti Google Drive dan WhatsApp untuk memastikan akses yang luas dan mudah.
Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa PGSD dalam Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum: Analisis Deskriptif Kuantitatif Menggunakan Weighted Mean Score Rifmasari, Yessi
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2330

Abstract

Collaborative skills are an important 21st-century competency that elementary school teacher education (PGSD) students must possess, especially in curriculum development courses that require group analysis and curriculum design skills. This study aims to analyze the level of collaborative skills of PGSD students using a quantitative descriptive approach with the Weighted Mean Score (WMS) technique. The research subjects consisted of 55 students, while the instruments were developed based on five dimensions of collaboration according to Johnson and Johnson, namely effective communication, collaborative responsibility, promotive interaction, decision making, and collaborative presentation. The results showed that collaboration skills were in the good category (WMS = 3.54), but did not reach the ideal standard of 75%. The dimension of promotive interaction had the highest achievement (74%), while collaborative presentation was the lowest aspect (64%). These findings indicate the need to strengthen individual accountability and integrate group work results, especially at the final presentation stage. This study confirms that social interdependence-based cooperative learning has great potential to improve the collaboration skills of PGSD students.ABSTRAKKeterampilan kolaborasi merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang harus dimiliki mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), terutama dalam mata kuliah Pengembangan Kurikulum yang menuntut kemampuan analisis dan perancangan kurikulum secara kelompok. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keterampilan kolaborasi mahasiswa PGSD menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik Weighted Mean Score (WMS). Subjek penelitian terdiri dari 55 mahasiswa, sedangkan instrumen dikembangkan berdasarkan lima dimensi kolaborasi menurut Johnson dan Johnson, yaitu komunikasi efektif, tanggung jawab kolaboratif, interaksi promotif, pengambilan keputusan, dan presentasi kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi berada pada kategori baik (WMS = 3,54), namun belum mencapai standar ideal 75%. Dimensi interaksi promotif memiliki capaian tertinggi (74%), sedangkan presentasi kolaboratif merupakan aspek terendah (64%). Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan akuntabilitas individual serta integrasi hasil kerja kelompok, khususnya pada tahap penyajian akhir. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kooperatif berbasis interdependensi sosial memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi mahasiswa PGSD.

Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 1 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 6 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 5 (2024): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 5 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 4 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 3 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 5 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 4 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 3 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 1, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian dan Inovasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi More Issue