cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Ă‚ yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Pembuatan dan Perancangan Standar Operasional Prosedur untuk Tenaga Administrasi Yayasan Al Hidayah Kunir Subang Rachmawati, Indira; Sary, Fetty Poerwita; Dudija, Nidya; Prasetio, Adhi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.776

Abstract

The Al Hidayah Kunir Subang Foundation is an institution that accommodates several schools and Islamic boarding schools which play an important role in forming the character and knowledge of the people. The foundation's operational success is highly dependent on its managerial abilities, especially in preparing Standard Operating Procedures (SOP). The main difficulties faced in creating SOPs include a lack of understanding by management and administrative staff about the benefits and objectives of SOPs, a lack of expertise in designing effective procedures, and a lack of resources and time to implement them. This training can help increase understanding of the importance of SOPs, provide technical skills in designing effective procedures, and provide guidance in implementing and maintaining SOPs on an ongoing basis. In this way, foundations can increase efficiency, transparency and accountability in their operations. The urgency of managerial training is also related to the increasingly complex demands of the times, both in terms of government regulations, community needs, and demands in resource management. By having good SOPs, foundations can be more responsive to change, improve the quality of Islamic education services, and build stakeholder trust. Managerial training was carried out offline on June 10, 2024, at the Darussalam Kunir Subang Islamic Boarding School with a total of 21 participants. The method used is the theory of introducing SOPs and the practice of making SOPs. The output of this training is that each institution creates SOPs according to its needs. Evaluation of training based on participant feedback shows that participants pay attention to ongoing training.ABSTRAKYayasan Al Hidayah Kunir Subang merupakan lembaga yang mewadahi beberapa sekolah dan pondok pesantren yang memegang peran penting dalam pembentukan karakter dan keilmuan umat. Keberhasilan operasional yayasan ini sangat tergantung pada kemampuan manajerialnya, khususnya dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kesulitan utama yang dihadapi dalam membuat SOP antara lain adalah masih kurangnya pemahaman manajemen dan tenaga administrasi tentang manfaat dan tujuan SOP, kurangnya keahlian dalam merancang prosedur yang efektif, serta kurangnya sumber daya dan waktu untuk mengimplementasikannya. Pelatihan ini dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya SOP, memberikan keterampilan teknis dalam merancang prosedur yang efektif, serta memberikan panduan dalam implementasi dan pemeliharaan SOP secara berkelanjutan. Dengan demikian, yayasan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam operasionalnya. Urgensi pelatihan manajerial ini juga terkait dengan tuntutan zaman yang semakin kompleks, baik dari segi regulasi pemerintah, kebutuhan masyarakat, maupun tuntutan dalam pengelolaan sumber daya. Dengan memiliki SOP yang baik, yayasan dapat lebih responsif terhadap perubahan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan Islam, dan membangun kepercayaan stakeholders. Pelatihan manajerial dilakukan secara luring pada tanggal 10 Juni 2024 bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Kunir Subang dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang. Metode yang digunakan adalah teori pengenalan SOP dan praktek pembuatan SOP. Luaran dari pelatihan ini adalah setiap lembaga dalam membuat SOP sesuai dengan kebutuhannya. Evaluasi pelatihan berdasarkan feedback peserta menunjukkan adanya atensi peserta terhadap pelatihan berkelanjutan.
Penerapan Teknologi IoT dan Energi Terbarukan untuk Meningkatkan Efisiensi Budidaya Ikan di Desa Kasegeran Aldo, Dasril; Ginting, Melinda Br; Tanjung, Nia Annisa Ferani; Yasin, Feri; Sulaeman, Gilang; Pangestu, Farhan Aryo
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.836

Abstract

This service activity aims to overcome the high energy costs due to the use of excavated wells by fish farmers in Kasegun Village. Solar panel technology and Internet of Things (IoT) systems are applied to reduce energy costs and monitor pond water quality in real-time. This program is carried out through a series of technical stages including situation analysis, Focus Group Discussion (FGD) to identify technology needs, installation of solar panels and IoT sensors, as well as training on the use and maintenance of equipment. The results of the application of technology show a reduction in energy costs by 80%, a reduction in energy waste of up to 85%, and an increase in operational efficiency from 50% to 90%. The fish mortality rate also dropped from 25% to 3.25%. The success of the program is supported by partners' active participation in FGDs and trainings, which increases their understanding and independence in utilizing technology. However, the sustainability of the program depends on ongoing technical assistance.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi tingginya biaya energi akibat penggunaan sumur galian oleh pembudidaya ikan di Desa Kasegeran. Teknologi panel surya dan sistem Internet of Things (IoT) diterapkan untuk mengurangi biaya energi serta memantau kualitas air tambak secara real-time. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan teknis meliputi analisis situasi, Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan teknologi, pemasangan panel surya dan sensor IoT, serta pelatihan penggunaan dan perawatan alat. Hasil penerapan teknologi menunjukkan penurunan biaya energi sebesar 80%, pengurangan pemborosan energi hingga 85%, dan peningkatan efisiensi operasional dari 50% menjadi 90%. Tingkat kematian ikan juga turun dari 25% menjadi 3,25%. Keberhasilan program ini didukung oleh partisipasi aktif mitra dalam FGD dan pelatihan, yang meningkatkan pemahaman dan kemandirian mereka dalam memanfaatkan teknologi. Namun, keberlanjutan program bergantung pada pendampingan teknis yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN IBU PKK DALAM PEMBUATAN SABUN MINYAK ZAITUN DI KELURAHAN JAGAKARSA Nopiyanti, Anita; Pusporini, Pusporini; Husniati, Renny; siswantini, Tri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.779

Abstract

PKK is Family Welfare Empowerment. It is a widely recognised term that is usually associated with an association of mothers who have positive activities. PKK is a community organisation to empower women and participate in the welfare development of Indonesia. PKK groups are groups under the village PKK Team that can be formed based on territoriality or activities. The Family Empowerment and Welfare Movement Team (TP PKK) is a partner of the government and community organisations, where the PKK functions as a facilitator, planner, implementer, controller, and activator at each level for the implementation of the PKK program. Family Welfare Empowerment (PKK) as an agent of the community development movement has PKK Principal Programmes. One of the main programmes, the development of cooperative life is a concern. To overcome this, Pengabdi as a team of lecturers and students from the Faculty of Economics and Business UPN Veteran Jakarta, identified opportunities to empower PKK mothers through the development of soap products that are not only environmentally friendly but also provide health and beauty benefits.ABSTRAKPKK adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Istilah ini telah dikenal luas yang biasanya diasosiasikan sebagai perkumpulan ibu-ibu yang memiliki kegiatan positif. PKK adalah organisasi kemasyarakatan untuk memberdayakan perempuan dan berpartisipasi dalam pembangunan kesejahteraan Indonesia. Kelompok PKK adalah kelompok-kelompok yang berada di bawah Tim Penggerak PKK desa/kelurahan yang dapat dibentuk berdasarkan kewilayahan atau kegiatan. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) adalah mitra kerja pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, dimana fungsi PKK sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali, dan penggerak di masing-masing jenjang untuk terlaksananya program PKK. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai agen gerakan pembangunan masyarakat mempunyai Program-Program Pokok PKK. Salah satu program pokok, Pengembangan kehidupan berkoperasi menjadi perhatian. Untuk mengatasi hal ini, Pengabdi selaku tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta, mengidentifikasi peluang pemberdayaan ibu-ibu pkk melalui pengembangan produk sabun yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat kesehatan dan kecantikan.
Pelatihan Edukasi Lebel Merk Pengemasan Jamur Tiram Bagi Petani Jamur Tiram Semesta Di Transmigrasi Gunung Kupang Cempaka Firdaus, Firdaus; Ambarwati, Riris; Herawati, Ana Sofia; Lusiana, Herlina; Fajrianti, Illisa; Mursanto, Mursanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i3.794

Abstract

This activity aims to improve the knowledge and skills of the community of UD. Semesta Jamur business actors in Gunung Kupang Cempaka Transmigration in mushroom packaging and mushroom brand labeling. The activity was carried out at the home of Gunung Kupang Cempaka transmigration business actors, on March 20, 2024, involving 8 Gunung Kupang transmigration community members as targets. The method used The method used for this research activity is descriptive qualitative research By using this method as a complement to data with interview and observation techniques through the process of collecting data and information, which includes collecting primary and secondary data. The method used to improve the knowledge and skills of the target is interactive counseling in oyster mushroom packaging education training. oyster mushroom packaging brand label education training activities for Semesta oyster mushroom farmers in Gunung Kupang Cempaka to increase sales volume from packaging results and brand labeling with various gram content sizes can attract buyers. So that it can increase sustainable business competitiveness. With the assistance in the form of packaging materials and tools, printed brand label stickers and financial assistance for oyster mushroom businesses submitted by the community service lecturer team to partners to increase oyster mushroom sales volume and increase partner income. This training activity has gone well and can increase target knowledge in making good oyster mushroom food packaging brand labels that meet the requirements. All participants have the desire to follow up on the results of this training and hope that the training activities can be continued in a more technical form and a more conducive atmosphere.ABSTRAKKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pelaku usaha UD. Semesta Jamur di Transmigrasi Gunung Kupang Cempaka dalam pengemasan jamur dan pemberian label merk jamur. Kegiatan dilaksanakan di rumah pelaku usaha transmigrasi gunung kupang cempaka, pada tanggal 20 maret 2024 dengan melibatkan 8 orang masyarkat transmigrasi gunung kupang sebagai sasaran. Metode yang digunakan Metode yang digunakan untuk kegiatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif Dengan menggunakan metode ini sebagai pelengkap data dengan teknik wawancara dan observasi melalui proses pengumpulan data dan informasi, yang meliputi pengumpulan data primer dan sekunder. Metode yang digunakan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampiran sasaran adalah penyuluhan interaktif dalam pelatihan edukasi pengemasan jamur tiram.kegiatan pelatihan edukasi label merk pengemasan  jamur tiram bagi petani jmaur tiram semesta di gunung kupang cempaka untuk meningkatkan volume penjualan dari hasil pengemasan dan pemberian label merk dengan berbagai ukuran isi gram dapat menarik minta pembeli. Sehingga dapat meningkatkan daya saing usaha yang berkelanjutan. Dengan adanya bantuan berupa bahan dan alat pengemasan, stiker label merek yang sudah dicetak dan bantuan dana untuk usaha jamur tiram yang diserahkan tim dosen pengabdian masyarakat kepada mitra untuk meningkatkan volume penjualan jamur tiram dan meningkatkan pendapatan mitra. Kegiatan pelatihan ini telah berlangsung dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan sasaran dalam membuat label merk pengemasan jamur tiram makanan yang baik dan memenuhi persyaratan. Seluruh peserta memiliki keinginan untuk menindaklanjuti hasil pelatihan ini dan berharap agar kegiatan pelatihan dapat dilanjutkan dalam bentuk yang lebih teknis dan suasana yang lebih kondusif.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Jus Semangka untuk Menurunkan Hipertensi Pada Masyarakat di Dusun Nglarangan Desa Kebak Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Nugroho, Yohanes Wahyu; Paningrum, Fatihah Hari
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.752

Abstract

Hypertension is a disease that has received the attention of many people who are watching the productive age and is the third largest risk factor that causes premature death. This service aims to increase public knowledge about watermelon juice to reduce hypertension in the community. This method of community service is carried out through counseling and demonstrations. The results of the counseling showed that the participants were quite enthusiastic during the session, both during the delivery of material and demonstrations, and it was proven to increase their insight and knowledge about watermelon juice to reduce hypertension.ABSTRAKHipertensi merupakan penyakit yang mendapat perhatian banyak kalangan masyarakat yang mengintai usia produktif dan menjadi faktor risiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jus semangka untuk menurunkan hipertensi pada masyarakat. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi. Hasil penyuluhan menunjukkan peserta cukup antusias selama sesi, baik saat penyampaian materi maupun demonstrasi, dan terbukti menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang jus semangka untuk menurunkan hipertensi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MANAJEMEN SDM PADA UMKM DESA MATTIROULENG KECAMATAN LIUKANG TUPABBIRING UTARA KABUPATEN PANGKEP Haeruddin, M. Ikhwan Maulaha; Haeruddin, Muhammad Ilham Wardhana; Riu, Isma Aziz; Mustafa, Muh. Yushar; Hiromi, Hikmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.835

Abstract

This community service activity aims to improve knowledge and skills of human resource management (HRM) among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) actors in Mattirouleng Village, North Liukang Tupabbiring District, Pangkep Regency. Although MSMEs play an important role in the local economy, many business actors still lack an understanding of the principles of effective HR management. This activity was carried out through a series of socialization, training, and interactive discussions involving a number of MSME actors and the local community. Evaluation results showed a 75% increase in participants' knowledge of HR management, as well as a better understanding of the importance of HR management in increasing business productivity. Constraints, including lack of access to further training and resources, were identified as key challenges. Recommendations were provided for the development of ongoing training programs to support the sustainability and competitiveness of MSMEs in the village. This activity is expected to contribute significantly to improving MSME performance and the local economy.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen sumber daya manusia (SDM) di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mattirouleng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep. Meskipun UMKM berperan penting dalam perekonomian lokal, banyak pelaku usaha yang masih kurang memahami prinsip-prinsip manajemen SDM yang efektif. Kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif yang melibatkan sejumlah pelaku UMKM serta masyarakat setempat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang manajemen SDM sekitar 75%, serta pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pengelolaan SDM dalam meningkatkan produktivitas usaha. Kendala yang dihadapi, termasuk minimnya akses terhadap pelatihan lanjutan dan sumber daya, diidentifikasi sebagai tantangan utama. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan program pelatihan berkelanjutan guna mendukung keberlanjutan dan daya saing UMKM di desa ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM dan perekonomian lokal.
Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumbernya Bersama Masyarakat Kejambon Kidul Murti, Aliya Nugrafitra; Adira, Azzukhruf Nisa; Kanti, Dewi Sri; Fitria, Dhiya' Salsabila; Lathif, Nur Hidayat; Bethesda, Ribka Odelia
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.585

Abstract

Background: Community Service Program (KKN) is a form of Teaching and Learning Process (PBM) that is carried out directly in the community. The target community in KKN activities is the community in an area that has environmental health problems. Objective: To identify problems and develop work programs according to the problems in Kejambon Kidul hamlet.Methods: This community service program uses counseling, discussion and simple practice methods.Results: Based on the results of the utilization of organic and inorganic waste, the activities of making wallets and distributing sellable waste bags, making ecobrick chairs, making pots from used fabrics, making flower vases from bottle caps, making woven plates from glass rings have been carried out. Conclusion: Based on the activities carried out, counseling and simple practices by utilizing household organic and inorganic waste aim to reduce waste generated by the community and of course have a selling value.ABSTRAKLatar Belakang: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk Proses Belajar Mengajar (PBM) yang dilaksanakan secara langsung di masyarakat. Masyarakat sasaran dalam kegiatan KKN adalah masyarakat pada suatu wilayah yang memiliki masalah kesehatan lingkungan.Tujuan: Dapat mengidentifikasi masalah dan menyusun program kerja sesuai dengan masalah yang ada di Padukuhan Kejambon Kidul.Metode: Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini menggunakan metode penyuluhan, diskusi dan praktik sederhana.Hasil: Berdasarkan hasil pemanfaatan sampah organik dan anorganik, telah terlaksananya kegiatan pembuatan dompet dan pembagian bagor sampah layak jual, pembuatan kursi ecobrick, pembuatan pot dari kain bekas, pembuatan vas bunga dari tutup botol, pembuatan piring anyam dari cincin gelas. Kesimpulan: Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, penyuluhan dan praktik sederhana dengan memanfaatkan sampah organik dan anorganik rumah tangga bertujuan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan tentunya memiliki nilai jual.
PEMANFAATAN BUAH LERAK MENJADI SABUN RAMAH LINGKUNGAN PADA UMKM JAGAKARSA Handayani, Tati; Resti, Anggi Angga; Rahmi, Mira; Suharyati, Suharyati; HS, Sufyati; Anggraeni, Putri; Ramadhani, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.719

Abstract

Household waste has become a serious global problem. However, the environmental impact of household waste is in the form of detergent waste, where the use of detergent sometimes exceeds the dosage, causing much more foam. The Lerak fruit is a natural ingredient that can be used as raw material for environmentally friendly soap. This community service aims to analyze the potential of lerak fruit as a raw material for environmentally friendly soap for Jagakarsa MSMEs. This PKM activity was carried out by providing outreach to the community in the Jagakarsa area with 13 participants. Therefore, the main aim of this community service activity is to provide knowledge and provide training on the use of environmentally friendly lerak soap to encourage the entrepreneurial spirit and skills of Jagakarsa MSME members. This activity is a real contribution to the independence and empowerment of Jagakarsa MSMEs. This community service also has a questionnaire and provides positive feedback for Jagakarsa MSMEs.ABSTRAKLimbah rumah tangga telah menjadi permasalahan global yang serius. Namun dampak lingkungan dari limbah rumah tangga berupa limbah detergen yang dimana penggunaan detergen terkadang melebihi takaran menimbulkan buih yang jauh lebih banyak. Adapun Buah Lerak yang merupakan bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sabun ramah lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis potensi buah lerak sebagai bahan baku sabun ramah lingkungan pada UMKM Jagakarsa. Dalam kegiatan PKM ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat di daerah Jagakarsa dengan peserta sebanyak 13 Orang. Oleh karena itu, tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan mengadakan pelatihan pemanfaatan sabun lerak ramah lingkungan untuk mendorong jiwa berwirausaha dan keterampilan para anggota UMKM Jagakarsa. Kegiatan ini sebagai kontribusi nyata dalam memandirikan dan memberdayakan para UMKM Jagakarsa. Pengabdian masyarakat ini juga memiliki kuesioner dan memberikan feedback yang positif bagi para UMKM Jagakarsa.
PENDAMPINGAN EFEKTIF UNTUK MENGOPTIMALKAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN HARGA POKOK PRODUK SAMPINGAN PADA UD. AGUS SITAH KIKIL LEMBU DI SAHKUDA BAYU sinaga, junedi oloan; Wijaya, Irna Kusuma; Wahyudi, Zikri; Girsang, Valentino; Posmaida Damanik, Elfina Okto
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.723

Abstract

UD. Agus Sitah Kikil Lembu in Huta III Sahkuda Bayu, Simalungun is a business that operates in the field of utilizing the processing of ox kikil and ox fat, where these ingredients are ingredients for traditional Indonesian food products that use cattle. This business has its own characteristics, namely traditional processing of cow skin and fat. Businesses need to record profits and losses during production to see business conditions. The obstacle found in this business is in processing the recording of a simple profit and loss report without entering supporting data in recording a good profit and loss report, such as the results of recording the determination of the cost of joint products and by-products. The cost price of a joint product is the basic price given to each unit of a joint product in the production process. Cost of By-Products is one or more products collected together with main production costs. The income statement is financial data that includes income and expenses for a company. This assistance aims to optimize the cost of joint and side products in the profit and loss report. Here we use the interview method, qualitative as primary data, sales data as secondary. The stages in implementing this activity that we carry out are: Planning Stage, Observation Stage, Mentoring Training Stage, Reporting Stage. The assistance method used is managing the correct recording of the cost of joint and side products to be included in the profit and loss report, so that this business can manage its financial data effectively and efficientlyABSTRAKUD. Agus Sitah Kikil Lembu di Huta III Sahkuda Bayu, Simalungun merupakan Usaha yang bergerak dibidang pemanfaatan pengolahan kikil lembu dan lemak lembu, dimana bahan ini merupakan bahan untuk produk makanan tradisional Indonesia yang memanfaatkan ternak lembu. usaha ini memiliki ciri khasnya tersendiri dimana pengolahan kulit dan lemak lembu secara tradisonal. Pada usaha perlu mencatat laba dan rugi selama produksi untuk melihat kondisi usaha. Adapun kendala yang ditemukan pada usaha ini yaitu didalam pengolahan pencatatan laporan laba rugi sederhana tanpa memasukan data pendukung didalam pencatatan Laporan laba rugi yang baik seperti hasil pencatatan penentuan harga pokok produk bersama dan produk sampingan. Harga pokok produk bersama adalah Harga pokok yang diberikan kepada setiap unit produk bersama dalam proses produksi. Harga Pokok Produk Sampingan adalah satu produk atau lebih yang dikumpulkan bersama dengan biaya produksi utama. Laporan laba rugi merupakan data keuangan yang mencakup pendapatan dan pengeluaran pada satu perusahaan. Pendampingan ini bertujuan untuk mengoptimalkan harga pokok produk Bersama dan sampingan pada Laporan laba rugi. Disini kami menggunakan metode Wawancara, kualitatif sebagai data primer, laporan keuangan sebagai data sekunder. Adapun tahapan dalam pelaksanaan kegiatan ini yang kami lakukan seperti: Tahapan Perencanaan, Tahapan Pengamatan, Tahapan Pelatihan Pendampingan, Tahapan Pelaporan. Metode Pendampingan yang dilakukan yaitu mengelola pencatatan Harga pokok produk bersama dan sampingan yang benar untuk dicantumkan di laporan laba rugi, Sehingga usaha ini dapat mengelola data keuangannya dengan efektif dan efisien.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PRODUK WISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BUMIWANGI, KECAMATAN CIPARAY, KEBUPATEN BANDUNG Sastika, Widya; Zakiah, Siti; Mardiyana, Eva
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.748

Abstract

The Bumiwangi tourist village is a tourist village located in the Ciparay District, Bandung Regency, West Java. This tourist village has attractive natural potential, with tourist attractions such as Bukit Cula and being used as a venue for paragliding activities, which is the only one in Bandung Regency. Being a village that is still in the pioneering status, there are many challenges that this village must face, ranging from the development of attractions, amenities, accessibility, to the development of human resources capacity in the village. One of the obstacles and challenges faced by the Bumiwangi tourist village is the lack of maximization in creating tourist products. In developing tourist products, the management needs to develop tourist products focusing on attraction aspects, accessibility aspects, and amenities aspects. Tourist products in Bumiwangi village are still not fully available, such as tour packages that can be offered to the public, as well as the lack of integrated accommodation and compliance with homestay standards in a tourist village. This community service program will be carried out through training focused on creating tour packages, managing homestay accommodations, and providing guidance so that the management of the tourist village can directly implement what they have learned from the training conducted. The community service activities are conducted in three stages: preparation, by conducting initial surveys and identifying tourist products; implementation, by providing training and guidance in creating and implementing tour packages; and finally, evaluation. The training session was held on Tuesday, December 12, 2023, and the guidance took place on Saturday, December 16, 2023.ABSTRAKDesa wisata Bumiwangi merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desa wisata ini memiliki potensi yang alam yang menarik, dimana desa ini memiliki potensi wisata Bukit Cula dan juga digunakan sebagai venue dari aktivitas paralayang yang menjadi satu-satu nya yang ada di Kabupaten Bandung. Sebagai desa wisata yang masih berstatus rintisan, tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi oleh desa ini, dari mulai pengembangan atraksi, amenitas, aksesibilitas, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang terdapat di desa tersebut. Salah satu hambatan dan juga tantangan yang dihadapi oleh desa wisata bumiwangi ini yaitu belum maksimalnya dalam pembuatan produk wisata. Dalam pengembangan produk wisata pihak pengelola perlu mengembangkan produk wisata dari aspek atraksi, aspek aksesibilitas dan aspek amenitas. Produk wisata yang terdapat di desa bumiwangi ini masih belum tersedia secara maksimal, salah satu nya seperti paket wisata yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, selain itu penyediaan akomodasi yang belum terintegrasi dan disesuaikan dengan standarisasi homestay yang terdapat di suatu desa wisata. Program pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan yang terfokus pada pembuatan paket wisata dan pengelolaan akomodasi homestay dan juga pendampingan agar pengelola desa wisata dapat mengaplikasikan secara langsung dari pelatihan yang dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, dengan melakukan survei-survei awal dan Identifikasi produk wisata; pelaksanaan, dengan melakukan pelatihan dan pendampingan dalam membuat dan mengaplikasikan paket wisata; terakhir adalah evaluasi. Untuk kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada hari selasa 12 Desember 2023 dan pendampingan dilakukan pada hari sabtu 16 Desember 2023.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue