cover
Contact Name
Elan Jaelani
Contact Email
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Phone
+628157000699
Journal Mail Official
redaksi.penerbitwidina@gmail.com
Editorial Address
CV. Widina Media Utama Komp. Puri Melia Asri Blok C3 No. 17 Kec. Solokan Jeruk Kab. Bandung.
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Published by CV Widina Media Utama
ISSN : -     EISSN : 28083407     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan adalah jurnal dengan ISSN (2808-3407)Â yang dikelola oleh penerbit widina di bawah badan hukum CV. Widina Media Utama. Mempublikasikan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, sosial, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, Hukum, teknologi tepat guna, Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan dan UMKM.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 599 Documents
Pelatihan Penjadwalan Proyek Konstruksi dengan Microsoft Project untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Teknik Sipil nurjanah, nurjanah; Prima, hangga; Hazairin, Nikmatul.L
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i4.765

Abstract

This community service activity aims to provide skills to students majoring in civil engineering in scheduling construction projects using Microsoft Project. The activity methods include: 1) initial survey through observation and interviews, 2) team coordination to determine the place and schedule of implementation, 3) preparation of training materials and modules, 4) implementation of training with mentoring, 5) evaluation as a form of feedback from participants, and 6) monitoring. The results of the activity showed that the training took place well, orderly, and smoothly, according to the planned number of participants. Participants felt happy and enthusiastic, and gained additional insight and skills in preparing project schedules and calculating cost budget plans using Microsoft Project. A total of 87.47% of participants expressed satisfaction with the training and mentoring. The conclusion of this activity is that the training was carried out well, participants gained knowledgeABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada mahasiswa jurusan teknik sipil dalam penjadwalan proyek konstruksi menggunakan Microsoft Project. Metode kegiatan meliputi: 1) survei awal melalui observasi dan wawancara, 2) koordinasi tim untuk menentukan tempat dan jadwal pelaksanaan, 3) penyusunan materi dan modul pelatihan, 4) pelaksanaan pelatihan dengan pendampingan, 5) evaluasi sebagai bentuk umpan balik dari peserta, dan 6) monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar, sesuai dengan jumlah peserta yang direncanakan. Peserta merasa senang dan antusias, serta mendapatkan tambahan wawasan dan keterampilan dalam penyusunan jadwal proyek dan perhitungan rencana anggaran biaya menggunakan Microsoft Project. Sebanyak 87,47% peserta menyatakan puas dengan pelatihan dan pendampingan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan terlaksana dengan baik, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan
Revitalisasi Bisnis UMKM di Desa Waluyo Melalui Inovasi Digital Aziezy, Enrico; Pahlevi, Akbar; Ramadhan, Sandi; Saputra, Achmad Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i3.761

Abstract

The management of SMEs in Waluyo Village focuses on economic improvement through the adoption of digital technology. We carried out a community service activity themed "Digital-Based SME Business Management" to empower SME owners with digital knowledge and skills. A total of 50 participants, consisting of local SME owners and managers, took part in this training. The results showed a significant increase in participants' understanding and skills related to the benefits of digitalization. Many SMEs succeeded in expanding their markets, streamlining operations, and opening online businesses. However, challenges such as limited access to technological infrastructure and digital security issues still exist. The novelty of this activity lies in its holistic approach, combining training, mentoring, and counseling to enhance understanding and application of digital marketing, digital management, and digital security.ABSTRAKPengelolaan UMKM di Desa Waluyo berfokus pada peningkatan ekonomi melalui adopsi teknologi digital. Kami melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Pengelolaan Bisnis UMKM Berbasis Digital" untuk memberdayakan pemilik UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan digital. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemilik dan pengelola UMKM lokal mengikuti pelatihan ini. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait manfaat digitalisasi. Banyak UMKM berhasil memperluas pasar, menyederhanakan operasional, dan membuka bisnis online. Namun, tantangan seperti akses terbatas ke infrastruktur teknologi dan masalah keamanan digital masih ada. Nilai kebaruan kegiatan ini terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan pelatihan, pendampingan, dan konseling untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan digital marketing, manajemen digital, dan keamanan digital.
Edukasi dan Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMK Negeri 1 Anggana Erawaty, Rika
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.832

Abstract

Bullying is an act that is not commendable and can affect the psychological health of its victims. Currently, bullying cases are often found in schools. School age is vulnerable to the impact of bullying so what should be done to minimize and prevent bullying in the school environment? And how is bullying regulated under Indonesian law? The purpose of this article is to provide education and socialization to school students about the dangers of bullying. The method used is Participatory Action Research (PAR) by conducting a survey of the problems faced by students of SMK Negeri 1 Anggana, Kutai Kartanegara Regency. Education and socialization are given to students so that they understand and understand the dangers of bullying and at the end of the activity a questionnaire is distributed to measure students' understanding of the dangers of bullying.ABSTRAKBullying merupakan suatu perbuatan yang tidak terpuji dan dapat mempengaruhi kesehatan psikis korbannya. Saat ini kasus bullying kerap dijumpai di sekolah. Usia sekolah rentan dengan dampak dari bullying sehingga apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah? Serta bagaimana pengaturan tentang bullying berdasarkan hukum negara Indonesia? Tujuan dari artikel ini adalah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada siswa sekolah tentang bahaya bullying, Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melakukan survey terhadap permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMK Negeri 1 Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Edukasi dan sosialisasi diberikan kepada siswa agar mereka memahami dan mengerti bahaya akan perbuatan bullying serta diakhir kegiatan dilakukan penyebaran kuisioner untuk mengukur pemahaman siswa terhadap bahaya bullying.
Psikoedukasi Pencegahan Dan Penanganan Perilaku Bullying Berbasis Ekologi Pada Guru Sekolah Dasar Muhibbin, Maulana Arif; Suharsono, Riyanto Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1012

Abstract

The following bullying behaviors are prevalent in primary schools: relationship bullying, physical bullying, and verbal bullying. Bullying has a detrimental effect on the mental health of witnesses, offenders, and victims. Issues occur when educators lack a thorough understanding of how to deal with and stop bullying in the classroom. Therefore, a comprehensive strategy is required to end the cycle of bullying in schools. Training in managing and preventing bullying incidents based on Bronfenbrenner's ecological theory for teachers is the suggested remedy for the issue. The idea of ecology is highly applicable to combating bullying by getting involved in many facets of the school environment. Teachers at SD Muhammadiyah 1 Jember are the service's target audience. The planned activities carried out are teacher training and mentoring. Activities are carried out using workshop methods, pre-test and post-test, focus group discussions using learning technology media. Through this activity, it is hoped that teachers can understand and implement case prevention and handling in schools. The results of the service post test showed an increase in teachers' understanding of the implementation of Bronfenbrenner's ecology to build a bullying-free school ecosystem. Furthermore, ongoing assistance is needed to form an anti-bullying task force in Bronfrenbrenner ecological-based schools.ABSTRAKTrend perilaku bullying yang sering terjadi di Sekolah Dasar adalah bullying verbal, bullying fisik dan bullying relasi. Perilaku bullying berdampak buruk bagi kesejahteraan psikologis korban, pelaku dan saksi. Permasalahan muncul ketika guru belum sepenuhnya mengetahui mekanisme penanganan dan pencegahan perilaku bullying di sekolah. Dengan demikian perlu adanya pendekatan holistik untuk memutus mata rantai perilaku bullying di sekolah. Solusi permasalahan yang ditawarkan adalah pelatihan penanganan dan pencegahan kasus bullying berbasis teori ekologi Bronfenbrenner pada guru. Konsep ekologi cukup relevan untuk mengatasi bullying melalui partisipasi seluruh tingkatan ekosistem sekolah. Target sasaran dalam pengabdian ini adalah guru SD Muhammadiyah 1 Jember. Rencana kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan Guru. Kegiatan dilaksanakan dengan metode workshop, pre test dan post test, focus group discussion dengan memanfaatkan media teknologi pembelajaran. Melalui kegiatan ini diharapkan guru dapat memahami dan mengimplementasikan pencegahan dan penanganan kasus di sekolah. Hasil post test pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang implementasi ekologi Bronfenbrenner untuk membangun ekosistem sekolah bebas bullying. Selanjutnya, perlu dilakukan pendampingan yang berkelanjutan untuk membentuk satgas anti perundungan di sekolah berbasis ekologi Bronfrenbrenner.
Edukasi dan Pemberian Face Massage For Anti Aging Untuk Memberikan Pemahaman Bagi Siswa Tentang Fisioterapi Integument Serta Membantu Pengarahan Pada Minat Dan Bakat Setelah Lulus SMA Ismaningsih, Ismaningsih; Zein, Renni Hidayati; Marlita, Lora; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.896

Abstract

This service aims to provide education about face massage as an anti-aging technique to high school students, as well as introducing the basics of integument physiotherapy. This activity is expected to increase students' understanding of the benefits and techniques of facial massage as well as the field of physiotherapy, which is a branch of health science that focuses on skin and soft tissue care. Apart from that, this program also plays a role in helping students identify their interests and talents, as well as providing career guidance after graduating from high school, especially in the health and beauty fields. The methods used include counseling, demonstrations of facial massage practice, and interactive discussions. The results of the activity showed an increase in students' understanding of integument physiotherapy and a significant interest in careers in the health and beauty sector.ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai face massage sebagai teknik anti-aging kepada siswa SMA, sekaligus memperkenalkan dasar- dasar fisioterapi integument. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang manfaat dan teknik face massage serta bidang fisioterapi, yang merupakan cabang ilmu kesehatan yang berfokus pada perawatan kulit dan jaringan lunak. Selain itu, program ini juga berperan dalam membantu siswa mengidentifikasi minat dan bakat mereka, serta memberikan pengarahan karir setelah lulus SMA, khususnya dalam bidang kesehatan dan kecantikan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik face massage, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang fisioterapi integument dan adanya minat yang signifikan terhadap karir di bidang kesehatan dan kecantikan.
PENYULUHAN HUKUM TENTANG SISTEM INFORMASI TRANSAKSI JUAL BELI TANAH YANG TIDAK TRANSPARAN YANG DILAKUKAN MASYARAKAT ADAT SIMALUNGUN DI NAGORI DOLOK Saragih, Dikki Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.941

Abstract

The community service activities carried out aim to provide legal education regarding the information system for non-transparent land sale and purchase transactions carried out by the Simalungun Indigenous Community in Nagori Dolok. The problem faced is that most of the participants still do not really understand legal responsibilities in the land buying and selling transaction information system. In terms of legal liability in the information system for land buying and selling transactions, there are still many people who are not responsible for civil actions against other people, which has resulted in the number of victims increasing so that many people feel that they have suffered a lot of losses related to the non-transparent processing of land buying and selling transactions. As a result of this activity, participants can know and understand the legal responsibilities of a good and correct land buying and selling transaction information system. Increased legal awareness and legal understanding of participants in understanding the importance of land ownership rights and the importance of legal accountability for an open land sale and purchase transaction information system so that they are aware of their actions.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan Penyuluhan Hukum Tentang Sistem Informasi Transaksi Jual Beli Tanah Yang Tidak Transparan Yang Dilakukan Masyarakat Adat Simalungun Di Nagori Dolok. Permasalahan yang dihadapi adalah dimana para peserta sebagian besar masih sangat belum memahami pertanggungjawaban hukum dalam sistem informasi transaksi jual beli tanah. Dalam hal pertanggungjawaban hukum dalam sistem informasi transaksi jual beli tanah masih banyaknya tidak bertanggungjawab dalam hal perbuatan perdata kepada orang lain yang dimana mengakibatkan banyaknya para korban semakin bertambah sehingga banyak masyarakat yang merasa dirugikan banyak sekali terkait dalam pengurusan transaksi jual beli tanah yang tidak transparan. Hasil dari kegiatan ini, peserta dapat mengetahui dan memahami pertanggungjawaban hukum sistem informasi transaksi jual beli tanah yang baik dan benar. Meningkatnya kesadaran hukum dan pemahaman hukum peserta dalam memahami pentingnya hak milik atas tanah dan pentingya pertanggungjawaban hukum system informasi transaksi jual beli tanah yang terbuka supaya sadar dalam hal perbuatan. 
Pemanfaatan Terapi Komplementer Sebagai Upaya Penanganan Kesehatan Reproduksi Dan Edukasi Seks Pada Remaja Putri Sartika, Wiwi; Yusmaharani, Yusmaharani; Nasution, Azlaini Yus; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.890

Abstract

Understanding and awareness of reproductive health and rights among adolescents is still low, and some of these understandings are even incorrect. This is because society and families are still reluctant to discuss reproductive issues openly within the family and community. Discussion of reproductive health from the perspective of traditional, cultural and religious values which consider adolescent reproductive health issues as taboo is actually more popular compared to understanding the importance of knowing and properly discussing adolescent reproductive health issues. Accurate and correct knowledge of adolescents about reproductive health issues is very important to support efforts to improve the reproductive health status of adolescents and control birth rates through regulating the marriage age rate. This service to the community is providing education and counseling related to reproductive health and sex education for adolescent girls by complementary approach at Pekanabru Muhammadiyah High School so that young women know how to handle reproductive health problems using a complementary approach. In this community service, Stage I Preparation is handling Reproductive Health and sex education, Stage II Implementation is delivering material about handling Reproductive Health and sex education.  From the results of the presentation of material and questions and answers from 84 young women, there were still many who did not understand reproductive health. Conclusion: There is still a lack of information related to reproductive health which affects the knowledge of young women.ABSTRAKPemahaman dan kesadaran tentang hak dan kesehatan reproduksi pada remaja masih rendah, bahkan beberapa diantaranya pemahaman tersebut tidak tepat. Hal ini dikarenakan masyarakat dan keluarga masih enggan untuk membicarakan masalah reproduksi secara terbuka dalam keluarga dan masyarakat. Pembahasan kesehatan reproduksi dari sudut nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang menganggap masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai hal yang tabu justru lebih popular dibanding dengan pemahaman pentingnya untuk mengetahui dan mendiskusikan secara benar tentang masalah kesehatan reproduksi remaja. Pengetahuan remaja yang secara tepat dan benar tentang masalah kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung upaya meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja dan pengendalian angka kelahiran melalui pengaturan angka usia kawin. pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi dan edukasi seks pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMA Muhammadiyah Pekanabaru sehingga remaja puteri mengetahui bagaimana cara penanganan jika mengalami permasalahan kesehatan Reproduksi dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks, Tahapan II Pelaksanaan yaitu penyampaian materi tentang penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks.  Dari hasil penyampaian materi dan tanya jawab dari 84 remaja puteri masih banyak yang kurang memahami tentang kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Masih kurangnya informasi terkait kesehatan reproduksi sehingga mempengaruhi pengetahuan remaja puteri.
Pelatihan Pembuatan Hijab Batik Ecoprint Bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga Desa Branti Raya Lampung Selatan Isabella, Astrid Aprica; Sari, Pipit Novila; Oktaria, Eka Travilta; Bakti, Umar; Yusda, Desi Derina; Safitri, Febri Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.974

Abstract

The purpose of ecoprint batik training is to improve the family economy by utilizing leaves, flowers, and other plants to become goods that have selling value and are useful and have high economic value. Batik ecoprint can be a sustainable business considering its location adjacent to Radin Inten II Airport, can be one of the alternatives in product marketing, the marketing method can be entrusted to the airport or open an outlet in front of the airport entrance as a typical Lampung souvenir/souvenir. The service participants totaled 20 people. Community service activities have been carried out starting from socialization, education, and the practice of making ecoprint batik hijab. The education began with a pre-test which resulted in most of the participants having never received information about ecoprint batik. After socialization, education, and practice, there was an increase in knowledge about how to make ecoprint batik and the importance of utilizing/recycling leaves known from the post-test results. Later the evaluation will be carried out continuously so that ecoprint batik will have economic value for the mothers of the trainees.ABSTRAKTujuan dari pelatihan batik ecoprint adalah untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan pemanfaatan daun, bunga, dan tumbuhan lainnya untuk menjadi barang yang bernilai jual dan bermanfaat serta bernilai ekonomi tinggi. Batik ecoprint dapat menjadi usaha berkelanjutan mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Radin Inten II, dapat menjadi salah satu alternatif dalam pemasaran produknya, cara pemasarannya bisa dititipkan ke Bandara maupun membuka gerai di depan pintu masuk Bandara sebagai buah tangan/oleh-oleh khas Lampung. Peserta pengabdian berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan yang dimulai dari sosialisasi, edukasi, dan praktek pembuatan hijab batik ecoprint. Edukasi diawali dengan pre-test yang menghasilkan sebagian besar peserta belum pernah mendapatkan informasi tentang batik ecoprint. Setelah dilakukan sosialisasi, edukasi, dan praktek terdapat peningkatan pengetahuan tentang cara pembuatan batik ecoprint dan pentingnya pemanfaatan/daur ulang dedaunan yang diketahui dari hasil post-test. Nantinya akan dilakukan evaluasi secara continue sehingga batik ecoprint akan bernilai ekonomis bagi ibu-ibu peserta pelatihan.
Bimtek Modul Ajar Bagi Guru MTS dan MA Tuban Selatan Damayanti, Rini; ardiansyah, roely; Hadi, Sueb; kaswadi, kaswadi; Pranoto, Agung; Safitri, Adellia Novisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.919

Abstract

The Merdeka Curriculum will be implemented simultaneously at the secondary education level in 2024. Even at the junior high school level, especially grade VII, in the 2023/2024 school year, the Merdeka Curriculum has been implemented. The implementation of the Merdeka Curriculum requires teachers' understanding and readiness of the Merdeka Curriculum with its various components and applications. Realistic conditions in the field show that junior high school teachers do not fully understand the Merdeka Curriculum, especially regarding Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their modifications. The purpose of the service activity is to increase teachers' knowledge, understanding of the Merdeka Curriculum and produce learning tools. The method used in this service is training assistance in the form of workshops. The results of the activity show that the teachers have understood the concept of the Merdeka Curriculum, especially Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and Teaching Modules and their applications. This can be seen from the work of the teachers in embodying these concepts in the flow of learning objectives and teaching modules as lesson plans to be implemented. In other words, junior high school teachers in the South Tuban Indonesian Language MGMP are not ready to implement the Merdeka Curriculum.ABSTRAKBeberapa kendala yang dihadapi oleh Mitra yang harus dicarikan solusi agar penerapan Kurikulum Merdeka dapat berjalan secara baik, sehingga diharapkan kurikulum ini sebagai pelengkap dan jawaban terhadap kekurangan dari kurikulum sebelumnya yaitu (1) Perubahan mindset guru agar siap dalam menghadapi dan menerapkan Kurikulum Merdeka, (2) Digitalisasi sekolah yang masih rendah, dan (3) Pembelajaran belum berpusat pada siswa. Solusi yang ditawarkan kepada mitra yaitu melaksanakan pelatihan tentang Kurikulum Merdeka agar pengetahuan guru meningkat dan tidak terjadi kebingungan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan pelatihan ini meliputi (1) Perubahan Mindset Guru untuk mampu berpikir dengan paradigma baru, (2) Penerapan kurikulum Merdeka dapat berjalan secara optimal, (3) Dihasilkannya Modul Ajar, yang mampu menjawab kebutuhan siswa, (4) Artikel yang diterbitkan pada jurnal Nasional. Metode pelaksanaan Pengabdian Kemitraan Masyarakat meliputi (1) perencanaan dan perancangan, (2) pelatihan, (3) Monitoring dan Evaluasi, (4) Publikasi dan Pelaporan, dan (5) Tindak Lanjut Pasca Program. Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang ada di Indonesia. Kurikulum merdeka ini dianjurkan untuk diterapkan di sekolah-sekolah yang di Indonesia dengan beberapa kategori yaitu Mandiri belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri berbagi. Melalui pelatihan yang dilakukan pemahaman guru terkait kurikulum merdeka meningkat.
Peningkatan Keberdayaan Usaha Budidaya Jamur Tiram Melalui Implementasi Penyiraman Otomatis Berbasis IoT di Panjallingan, Bontoa, Kabupaten Maros Nildayanti, Nildayanti; Budi Prastiyo, Yulius; Munir, Nur Faidah; Kadir, Muhammad; Ashan, Muh Dzulkifly; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.881

Abstract

Oyster mushroom cultivation has increased along with the increasing consumption of oyster mushrooms, so that oyster mushroom businesses including those in the Panjallingan district of Bontoa in Maros village are trying to increase their yield. The problem faced in an effort to increase mushroom yield is the micro-climate for mushroom cultivation needed. Uncontrolled temperature and humidity will cause the mushroom micellium to fail to grow optimally. To maintain optimal conditions from drought and increased temperatures that inhibit mushroom growth, special attention is needed, including a routine and appropriate watering process to maintain temperature and humidity. The efficiency of time and energy for watering cannot be done manually watering, so appropriate technology is needed to determine automatic watering based on IoT through smartphones that have been implemented in oyster mushroom barns. This activity is carried out with training and practical installation methods which ultimately allow watering in the barn to be carried out at any time automatically and can be controlled remotely so that you do not have to come to the barn to do watering. This automatic watering system works based on air humidity conditions in the barn that are read by sensors. The results of the activity show that the IoT- based automatic watering technology installed in mushroom barns runs well and makes the mushroom harvest successfully increase from an average of only 5 kg per day in harvest period to 8 - 10 kg. Automatic Watering Installation increases Number of Good Baglogs from 637 to 957 every 1000 baglogs.ABSTRAKBudidaya Jamur tiram mengalami peningkatan seiring meningkatnya konsumsi Jamur Tiram, sehingga usaha-usaha jamur Tiram termasuk yang ada di Lingkungan Panjallingan, Kelurahan Bontoa Maros berupaya meningkatkan produksinya. Permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan produksi Jamur yaitu iklim mikro yang dibutuhkan budidaya jamur. Suhu dan kelembaban yang tidak terkontrol akan mengakibatkan micellium jamur gagal untuk tumbuh maksimal. Untuk menjaga kondisi optimal dari kekeringan dan peningkatan suhu yang menghambat pertumbuhan jamur, diperlukan perhatian khusus, diantaranya adalah proses penyiraman yang rutin dan sesuai untuk menjaga suhu dan kelembaban. Efisiensi waktu dan tenaga penyiraman tidak dapat dilakukan secara manual, maka diperlukan teknologi tepat guna untuk membantu penyiraman secara otomatis yang berbasis IoT melalui smartphone yang telah diimplementasikan pada kumbung jamur tiram. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dan praktek Instalasi yang akhirnya memungkinkan penyiraman dalam kumbung dapat dilakukan setiap saat secara otomatis dan dapat dikontrol dari jarak jauh sehingga tidak harus datang ke kumbung untuk melakukan penyiraman. Sistem penyiraman otomatis ini bekerja berdasarkan kondisi kelembaban udara pada kumbung yang terbaca oleh sensor. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi penyiraman otomatis berbasis IoT yang terpasang pada kumbung jamur berjalan baik dan membuat panen jamur berhasil meningkatkan dari rata-rata hanya 5 Kg per hari saat masa panen menjadi 8– 10 Kg. Instalasi Penyiraman Otomatis meningkatkan Jumlah Baglog Baik dari 637 menjadi 957 setiap 1000 baglog.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 1 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 4 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 4 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 3 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 2 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 6 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 5 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 4 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 2 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 1 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 6 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 5 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 4 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 3 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 2 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 2, No 1 (2022): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 2 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 1, No 1 (2021): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan More Issue