Articles
134 Documents
Pendampingan Kader PKK Kota Surabaya Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pengenalan dan Penggunaan Obat yang Efektif dan Aman
Hendradi, Esti
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.40
Kesehatan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia. Salah satu upaya peningkatan kesehatan masyarakat adalah melalui pemberian kesadaran tentang pemahaman masyarakat terhadap obat yaitu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat (DAGUSIBU). Surabaya merupakan kota besar dengan penduduk yang banyak sehingga diperlukan suatu cara yang tepat untuk pemahaman DAGUSIBU. Pemberdayaan kader PKK Kota Surabaya dan kader PKK kecamatan merupakan aset yang sangat berperan dalam keberhasilan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan pendampingan penyuluhan ini adalah untuk mengefektifkan pemahaman masyarakat tentang DAGUSIBU di wilayah Surabaya. Pelaksanaan penyuluhan DAGUSIBU dilakukan secara berjenjang melalui PKK Kota Surabaya. Pendampingan penyuluhan dimulai dari kader PKK Kota Surabaya di Kantor PKK Kota Surabaya, kemudian kader PKK Kota Surabaya meneruskan ke kader di kecamatan masing-masing. Metode penyuluhan ini menggunakan metode ABCD sebab sebelum penyuluhan masyarakat sudah memahami tentang DAGUSIBU. Hal ini terbukti pada saat pre-test yaitu PKK Kota Surabaya pemahamannya sebesar 62,39%, PKK Kecamatan Rungkut 75%, dan Kecamatan Pabean Cantian 68,75%. Berdasarkan hasil post-test peserta penyuluhan, didapatkan hasil post-test penyuluhan kader PKK di Kecamatan Rungkut dan Pabean Cantian lebih bagus dibandingkan dengan yang di PKK Kota Surabaya. Peningkatan pemahaman di PKK Kota Surabaya setelah penyuluhan adalah 88,70% sedangkan kader PKK Kecamatan Rungkut 90,91% dan Kecamatan Pabean Cantian adalah 93%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penyuluhan yang berjenjang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang DAGUSIBU. Metode pendampingan pemahaman DAGUSIBU secara berjenjang menunjukkan hasil peningkatan yang baik sehingga metode ini dapat diterapkan di kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia.
Upaya Pencegahan Infeksi Melalui Peningkatan Pengetahuan Petugas Kebersihan Tentang Penggunaan Disinfektan yang Aman
Sari, Retno;
Isadiartuti, Dewi;
Rijal, M. Agus Syamsur;
Retnowati, Dini
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.20
Disinfeksi perlu dilakukan di lingkungan yang rawan atau berpotensi sebagai sumber penyebab infeksi atau sumber penularan infeksi untuk mencegah penularan penyakit. Disinfektan atau antiseptik yang digunakan merupakan senyawa kimia yang dapat membunuh mikroorganisme, namun beberapa bahan memiliki efek samping yang dapat merugikan kesehatan antara lain menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi kulit, bahkan bersifat karsinogenik. Petugas kebersihan merupakan salah satu profesi yang rentan terpapar bahan tersebut sehingga keselamatan kerja saat menggunakan bahan pembersih dan disinfektan perlu mendapatkan perhatian. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta pemahaman, keterampilan, dan kesadaran peserta tentang penggunaan bahan disinfektan agar terhindar dari efek yang merugikan. Pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 25 orang petugas kebersihan serta personil tenaga sarana-prasarana di lingkungan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dan sekitarnya. Setelah mendapatkan materi mengenai disinfektan dan antiseptik, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan cairan disinfektan dan hand sanitizer. Dari hasil kuesioner diketahui sebanyak 71% peserta sering menggunakan bahan disinfektan dalam bekerja, namun lebih dari 70% peserta tidak mengenal dengan baik macam-macam dan jenis bahan yang digunakan sebagai disinfektan. Sebanyak 50% peserta belum mengetahui bahaya dari penggunaan bahan disinfektan, serta sebanyak 30% peserta belum pernah mendapatkan informasi tentang cara penyiapan larutan disinfektan maupun pembersih. Dari hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan peserta mengenai materi yang disampaikan meningkat setelah pelatihan. Pengetahuan mengenai bahaya bahan disinfektan terhadap kesehatan manusia dapat membantu para petugas kebersihan dalam menyiapkan serta menggunakannya.
Penguatan Kelompok Kader dan Produksi Produk Sabun dan Hand sanitizer Homemade di Dusun Gondang, Singosari
Puspita, Oktavia Eka;
Adianingsih, Oktavia Rahayu;
Ihsan, Bachtiar Rifai Pratita;
Yurina, Valentina;
Ebtavanny, Tamara Gusti
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.30
Kegiatan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol merupakan bagian dari protokol kesehatan sebagai upaya yang dilakukan untuk mencegah penyebaran virus penyebab COVID-19. Untuk menanggapi kebutuhan masyarakat mengenai ketersediaan sabun dan hand sanitizer, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memproduksi sabun dan hand sanitizer secara mandiri. Kegiatan ini dilakukan selama bulan Juni hingga Oktober 2021 dengan target sasaran yaitu kelompok Karang Taruna Ketup4t dan PKK di Dusun Gondang, Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode pelaksanaan kegiatan adalah participation action research dengan cara pemberian edukasi pembuatan produk dan pendampingan anggota kelompok kader dalam proses pembuatan produk. Hasil utama kegiatan ini adalah kader mampu memproduksi sabun dan hand sanitizer homemade. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah Kelompok Kader di Dusun Gondang mampu memproduksi sabun dan hand sanitizer homemade.
Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Lansia Melalui Edukasi dan Pelatihan Senam Osteoporosis
Achmad, Anisyah;
Huwae, Thomas Erwin C. J.;
Yunita, Ema Pristi;
Harti, Leny Budi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.52
Osteoporosis adalah ketidakmampuan tubuh dalam mengatur kandungan mineral tulang yang disebabkan oleh penurunan absorpsi kalsium dan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan tulang mudah patah sehingga menurunkan kualitas hidup. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk pola hidup sehat melalui senam osteoporosis pada kader posyandu lansia dan masyarakat lansia Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tentang osteoporosis. Metode kegiatan dilakukan secara penyuluhan dan pelatihan senam osteoporosis langsung oleh instruktur di Balai Desa Sumbersekar. Peserta diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan terkait osteoporosis (pre- dan post-test) serta kuesioner untuk menilai sikap senam osteoporosis. Hasil yang didapatkan yaitu peserta terbanyak adalah perempuan dengan umur 51-55 tahun sebanyak 9 orang (kelompok kader) dan 61-65 tahun sebanyak 10 orang (kelompok lansia). Hasil rata-rata nilai pre-post test tingkat pengetahuan kader dan lansia berturut-turut sebagai berikut 34,48; 59,31; 18,97; dan 25,19 sedangkan kuesioner sikap senam osteoporosis untuk kader dan lansia adalah baik sekali. Kesimpulannya adalah edukasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sasaran. Sementara itu, pelatihan senam osteoporosis dapat dijadikan sebagai wadah upaya preventif dan promotif osteoporosis.
Peningkatan Nilai Ekonomi Tanaman Adas (Foeniculum vulgare) Melalui Penyulingan Minyak Atsiri
Khasanah, Uswatun;
Shalas, Alvan Febrian;
Ihsan, Bachtiar Rifai Pratita
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.63
Desa Ngadas merupakan salah satu wilayah yang dihuni oleh Suku Tengger di area Gunung Bromo. Penduduk Ngadas masih menggunakan beberapa tanaman sebagai bahan obat tradisional. Salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Desa Ngadas adalah adas atau Foeniculum vulgare. Di Desa Ngadas, biji tanaman adas digunakan sebagai bahan makanan atau bumbu masakan tanpa proses pengolahan lebih yang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dibagi menjadi 2 tahap yaitu penyulingan biji adas pada tanggal 25–26 Oktober 2021 serta penyuluhan tentang pengolahan pascapanen dan pemanfaatan tanaman adas pada tanggal 21 November 2021. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diaplikasikan adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Keberhasilan kegiatan diukur melalui kuesioner pada pre- dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji-T berpasangan. Proses penyulingan 5 kg biji adas menghasilkan minyak sebanyak 29 g. Penyuluhan tentang manfaat dan penyulingan minyak adas diikuti oleh pengurus PokdarWis, pengurus BUMDES, pengurus PKK, pemilik homestay, dan anggota karang taruna. Total peserta yang mengikuti kegiatan adalah 18 orang. Dari hasil penyuluhan didapatkan peningkatan rerata skor pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pemberian materi yaitu 33,7 dan 65,0 (p < 0,05). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan dan pengolahan tanaman adas sebagai salah satu stimulasi untuk mengoptimalisasi nilai ekonomi tanaman adas.
Edukasi Covid-19, Pembuatan Hand Sanitizer, dan Sosialisasi Cuci Tangan yang Baik dan Benar dalam Rangka Pemberdayaan Siswa Sebagai Apoteker Cilik di UPT SDN 060796 Medan
Rudang, Singgar Ni;
Nasution, Embun Suci;
Aini, Nurul;
Murobbi, Murobbi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.98
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa sebagai apoteker cilik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan karena pada umumnya siswa sekolah dasar masih kurang mengenal profesi apoteker dan belum mengetahui cara penggunaan obat yang tepat terutama pada masa pandemi seperti saat ini. Selain itu, siswa sekolah dasar masih kurang mengetahui tentang cara pencegahan dari Covid-19. Oleh sebab itu, tim pengabdi memberikan edukasi tentang profesi apoteker, cara penggunaan obat yang tepat, pencegahan Covid-19, serta sosialisasi cuci tangan yang baik dan benar. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pengembangan metode berbasis keaktifan siswa yaitu modifikasi Cara Belajar Insan Aktif (CBIA). Untuk meningkatkan keterampilan siswa, tim pengabdi juga memberikan penyuluhan pembuatan hand sanitizer alami. Kegiatan ini dievaluasi melalui hasil pre-test dan post-test. Dari hasil analisis pre-test dan post-test diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai profesi apoteker, cara penggunaan obat yang tepat, gejala Covid-19, cara Covid-19 menginfeksi tubuh, dan cara pencegahannya. Selain itu, terdapat peningkatan keterampilan siswa-siswi dalam membuat hand sanitizer alami.
Pengenalan Media Pembelajaran Kreatif bagi Siswa Sekolah Dasar untuk Menunjang Pariwisata Lombok Utara
Satriaji, Kukuh Rizki;
Santosa, Imam;
Syarief, Achmad;
Wibisono, Andriyanto
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.79
Pendidikan dasar merupakan salah satu hal penting yang berperan besar dalam proses perkembangan karakter dan perilaku seseorang. Sekolah merupakan sebuah lingkungan belajar yang dapat memfasilitasi kegiatan pembelajaran berbasis kreatif diharapkan memiliki fleksibilitas yang mampu mengakomodir perkembangan skenario pembelajaran di dalam kelas. Perbaikan di bidang pendidikan sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals yang telah dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa pada poin keempat, yaitu pendidikan yang berkualitas. Beragamnya kondisi fisik bangunan dan lingkungan alam sekitar sekolah di Indonesia dapat dijadikan potensi yang bermanfaat untuk menunjang pariwisata setempat. Salah satunya adalah Pulau Lombok yang sudah dikenal sebagai kawasan ekowisata dengan kondisi alamnya yang sangat kaya mulai dari gunung, hutan, hingga pantai. Salah satu Sekolah Dasar di Lombok yang berlokasi di dekat kawasan wisata adalah SD Filial Semokan Ruak, Bayan Utara, Lombok yang berdekatan dengan Kawasan Gunung Rinjani. Hal ini yang menjadi latar belakang pentingnya konteks pariwisata dikenalkan kepada siswa sejak dini melalui aktivitas-aktivitas kreatif yang mengacu pada dimensi Standar Kompetensi Lulusan Sekolah Dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah mencari bentuk pembelajaran yang dapat mengenalkan materi dalam konteks pariwisata sehingga dapat digunakan oleh para guru dan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif melalui lokakarya dan diskusi bersama dengan para siswa SD dan guru di mana para siswa diajak untuk melakukan kegiatan seperti menggambar, bercerita sambil mengikuti gerakan, serta mengenal potensi alam di sekitar sekolah mereka yang dapat menunjang pengetahuan yang berkaitan dengan pariwisata di Lombok Utara. Hasil utama dari kegiatan ini berupa media aktivitas pembelajaran kreatif.
Pemberdayaan Kelompok Ibu PKK Desa dalam Penyuluhan Menu Nutrisi Sehat Berbasis Produk Lokal di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang
Fatchiyah, Fatchiyah;
Suyanto, Eko;
Wijayanti, Ernanin Dyah;
Husnah, Yeni Avidhatul
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.70
Berdasarkan hasil penelitian riset kesehatan dasar, konsumsi pangan masyarakat Indonesia saat ini sebagian besar belum sesuai nutrisi sehat dan seimbang khususnya konsumsi sayuran dan buah-buahan. Hal ini menimbulkan kurangnya implementasi konsumsi pangan sehat masyarakat desa. Penyuluhan dan edukasi menu nutrisi sehat berbasis produk lokal menjadi penting dilakukan untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta pemanfaatan pangan lokal yang bernutrisi sehat. Salah satu desa dengan potensi sumber daya lokal yang melimpah sebagai produk lokal pangan nutrisi sehat adalah Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kegiatan penyuluhan ini merupakan upaya pemenuhan program pengabdian kepada masyarakat DPP/SPP Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Tahun 2022 untuk memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya ibu-ibu PKK sebagai penggerak pertama dalam keluarga. Metode pelaksanaan dilakukan dengan 5 tahap yaitu kerangka pemecahan masalah; diskusi; sosialisasi penyuluhan; khalayak sasaran yakni perangkat desa, ketua pokja sandang dan kesehatan, ibu-ibu PKK; serta pelaksanaan kegiatan. Bentuk penyuluhan berupa edukasi pangan sehat, praktik menu sehat dan pengolahannya, serta pemaparan materi. Kegiatan penyuluhan dan edukasi menu sehat berjalan sukses dengan ibu-ibu kader PKK desa yang sangat antusias. Hasil kegiatan pre-test menunjukkan nilai 65–70 sebanyak 33%. Hasil post-test terdapat peningkatan menjadi 91–100 sebanyak 45%. Pendampingan dan pemantauan dilakukan oleh kader PKK kesehatan dan tim pengabdi di masyarakat secara door to door untuk mendukung keberhasilan program.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat pada Webinar Tentang Peran Makanan untuk Meningkatkan Sistem Imun di Masa Pandemi Covid-19
Harti, Leny Budhi;
Cempaka, Anggun Rindang;
Maulidiana, Annisa Rizky;
Dini, Cleonara Yanuar;
Fahmi, Ilmia;
Wani, Yudi Arimba
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.02.92
Kasus positif Covid-19 mulai mengalami peningkatan pada bulan Juli 2020. Salah satu upaya untuk mencegah terinfeksi virus adalah dengan meningkatkan sistem imun melalui konsumsi makanan yang mengandung zat gizi seimbang. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi gizi kepada masyarakat terkait peran makanan dalam meningkatkan sistem imun pada masa pandemi Covid-19. Tujuan dari kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran makanan dalam meningkatkan sistem imun melalui webinar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk webinar dengan sasaran masyarakat umum, mahasiswa, dan ahli gizi sejumlah 188 orang. Webinar dilakukan menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan kapasitas peserta 300 orang. Pengetahuan peserta webinar diukur menggunakan soal pre- dan post-test masing-masing sebanyak 10 soal. Perbedaan nilai pre- dan post-test dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil webinar menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna (p < 0,001) dari nilai rerata pre-test (57,90 ± 16,91) menjadi nilai rerata post-test (77,37 ± 18,72). Peningkatan pengetahuan peserta webinar mencapai 33,63%. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait peran makan dalam meningkatkan sistem imun dapat dilakukan melalui webinar.