cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 491 Documents
Analisis Frasa Eksosentris Dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata Dan Implikasinya Terhadap Pemahaman Pembelajaran Teks Ulasan Bahasa Indonesia Di Kelas Vlll SMP Negeri 4 Medan Saragi, Novani; Panggabean, Sarma; Br.Sianipar, Vina Merina
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v4i2.880

Abstract

The aim of this research is to describe: (1) exocentric phrases in Guru Aini by Andrea Hirata, (2) describe the most dominant types of exocentric phrases in the novel Guru Aini by Andrea Hirata, (3) describe the implications of exocentric phrases in the novel Guru Aini by Andrea Hirata regarding learning Indonesian review texts in class VIII of SMP Negeri 4 Medan. This type of research is qualitative. The object studied in this research is the exocentric phrase in the novel Guru Aini by Andrea Hirata and its implications for understanding the learning of Indonesian review texts. The data for this research are sentences in the novel Guru Aini by Andrea Hirata which contain exocentric phrases. The data collection technique in this research uses reading and note-taking techniques. Researchers in this study analyzed exocentric phrases, dominant exocentric phrases, and the implications for learning Indonesian review texts in class VIII. Exocentric phrases can be classified into two groups, namely directive exocentric phrases and non-directive exocentric phrases. The researchers found 1,295 directive exocentric phrases and 388 nondirective exocentric phrases. From this data, the most dominant exocentric phrases are directive exocentric phrases. The implications for understanding review text learning in class VIII SMP Negeri 4 Medan, students understand learning to review literary works, namely Teacher Aini's novel, and students can write review texts well.
Analisis RPP Kurikulum 2013 Dengan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Belajar Mata Pelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Kelas VII Di SMP Adhyaksa Medan Manurung, Florentina Br; S, Monalisa Frince; Saragih, Renita Br
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v4i2.882

Abstract

This research aims to provide data descriptions regarding the differences in content between the 2013 Curriculum RPP and the Independent Learning Curriculum Teaching Module for Class VII Indonesian Language and Literature Subjects at Adhyaksa Middle School Medan. This type of research is qualitative descriptive research. This approach is carried out by analyzing the words or text contained in the object to be studied. After analyzing the 2013 curriculum lesson plan and the independent curriculum teaching module, differences between the two were obtained. These differences cover several aspects, including identity, initial components, profile of Pancasila students, facilities and infrastructure, target students, learning models, assessments, meaningful understanding, trigger questions, enrichment and remedial, reading materials for educators and students, glossaries and lists. References. The Merdeka Curriculum Teaching Module emphasizes recognition of the intellectual contribution of learning material compilers, transparency, recognition of changes in learning approaches, deepening students' understanding, and active involvement of students in the learning process. These changes are based on government policies that face the latest educational challenges, such as adaptation during the COVID-19 pandemic and adjustment to updated competency standards. These differences indicate an evolution in approaches and priorities in preparing learning materials, as well as efforts to improve the overall quality of education.
Keterampilan Bersosialisasi Siswa Autis Di Sekolah Inklusi Sd Suryo Bimo Kresno Kota Semarang Bactiar, Fatimah Azzahra Putri; Aenika, Uti; Putri, Juliana Nur Amelia; Masfia, Irma; Fahmi, Zulfa
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v4i2.890

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kemampuan interaksi sosial anak-anak dengan spektrum autisme di lingkungan sekolah inklusif di Semarang. Melalui pendekatan Kualitatif Deskriptif studi kasus, dan partisipan penelitian dipilih secara purposive sampling, data dikumpulkan dengan observasi kepada siswa/i autis kelas 4 yang ada di sekolah suryo bimo kresno di Kota Semarang dengan usia 9-12 tahun dan metode wawancara semi struktur kepada wali kelas dan wali murid, serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keempat subjek dalam berinteraksi masih terbatas dilihat dalam dua hal dasar agar interaksi dapat terjadi: kontak mata dan komunikasi yang efektif, menurut Gilin (2010) dalam Christyastari (2023). Sedangkan keempat subjek ini dalam berkomunikasi secara verbal hanya sebatas pada menjawab pertanyaan yang ringan, untuk topik pembicaraan yang berat keempat subjek ini masih kesulitan sesuai dengan penelitian yang dilakukan (Waddington & Reed, 2017) (Iskandar & Indaryani, 2020) bahwa Kemampuan penderita autisme, seperti keterampilan sosial dan komunikasi, seringkali sangat terbatas. Sedangkan untuk komunikasi non verbal keempat subjek ini memiliki kontak mata yang sangat minim meskipun memang mereka mempertahankan kontak mata ini dalam rentang waktu yang berbeda-beda, selain itu untuk bahasa tubuh termasuk ekspresi wajah juga menjadi peran penting dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan dari keempat subjek memiliki ekspresi wajah yang cukup baik.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Karakter Peserta Didik SMKN 40 Jakarta Timur Ismail Mutaqin; Mugiyono, Mugiyono
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.893

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi pada peran guru dalam menanamkan memot0ivasi siswa di SMKN 40 Jakarta Timur, yang memiliki peran penting dalam menanamkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran guru sebagai teladan dalam pengembangan karakter peserta didik dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karakter peserta didik di SMKN 40 Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama, wali kelas, dan Peserta didik SMKN 40 Jakarta Timur. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman yang meliputi langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai teladan ditunjukkan oleh tutur kata, sikap, dan kepribadiannya, seperti sopan santun, disiplin, tanggung jawab, toleransi, jujur, serta kepedulian terhadap peserta didik dan orang lain. Faktor yang mendukung pengembangan karakter peserta didik yaitu adanya komitmen warga sekolah, standar isi kurikulum, kepemimpinan kepala sekolah, kebersamaan. Faktor penghambat pengembangan karakter peserta didik meliputi terbatasnya sumber dana, kurangnya kepedulian orang tua, dan sikap apatis dari beberapa guru dan peserta didik.
Penerapan Metode Langsung Untuk Meningkatkan Keterampilan Kalam Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Taufik, Taufik; Mahmudah, Rif’atul; Azhari, Saefullah; Aliwafa, Aliwafa; Huda, Hisbullah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.910

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan keterampilan utama yang harus dikuasai siswa dalam menerapkan metode langsung dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa dengan menerapkan metode langsung. Metode artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan (library study), yaitu metode pengumpulan data dengan memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian. Penggunaan Metode Langsung dalam praktik pembelajaran bahasa Arab terbukti dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Teacher Challenges in Preparing Learning Plans in the Independent Curriculum at MI/SD Level Nadlir, Nadlir; nurulqolbi, Safira; Fardiya, Yuma
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.914

Abstract

This research aims to identify the challenges faced by teachers in preparing learning plans for the Merdeka Curriculum. The Independent Curriculum which was inaugurated by the Indonesian Ministry of Education and Culture through RI Decree No. 56/M/2022 provides flexibility in learning and requires significant adaptation from teachers. The main problems faced include teachers' lack of understanding of new concepts, difficulties in analyzing learning outcomes (CP), formulating learning objectives (TP), developing learning objective pathways (ATP), and developing teaching modules. The method used in this research is a qualitative approach with a type of library research, relying on data sources from literature such as articles, journals and books. The research results show that teachers still face obstacles in using technology to support learning, difficulties in linking lesson material with other knowledge, designing trigger questions, and providing effective feedback. Apart from that, the lack of clear assessment guidelines in formative and summative assessments is also an obstacle. Other obstacles are limited facilities and infrastructure, as well as the need for teachers to understand and implement differentiated learning. Greater support in the form of training and increased access to technological resources is needed to overcome these challenges. Thus, this research provides important insight into the obstacles faced in implementing the Merdeka Curriculum and steps that can be taken to increase teacher readiness in implementing this curriculum.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Media Video Animasi Terhadap Peningkatan Pemahaman Personal Safety Skills Siswa (Studi Pra Eksperimen Pada Siswa Kelas V SD Negeri Gerem I Kota Cilegon) Mahrani, Fawziyah Ikeyashah; Afiati, Evi; Muhibah, Siti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.922

Abstract

Tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak berdasarkan data KPAI tahun 2023 menunjukkan 3.000 kasus dari 3.547 aduan, menunjukkan kerentanan anak akibat kurangnya pemahaman seksual. Penelitian ini menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pemahaman personal safety skills siswa kelas V SD Negeri Gerem I Kota Cilegon. Penelitian pra eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest ini melibatkan 10 siswa dengan pemahaman rendah dan sedang berdasarkan pretest sebagai sampel. Siswa diberikan perlakukan berupa 6 sesi layanan bimbingan kelompok menggunakan media video animasi yang menekankan tiga aspek: recognize, resist, dan report. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman personal safety skills siswa, dengan rata-rata posttest 82,00 > pretest 55,60. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal > 0.05 (nilai sig. pretest 0,101 dan posttest 0,113). Uji paired sample T menunjukkan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Kesimpulannya, layanan bimbingan kelompok menggunakan media video animasi efektif terhadap peningkatan pemahaman personal safety skills siswa. Guru BK disarankan menggunakan penelitian ini sebagai referensi dalam program layanan BK, sekolah diharapkan mendukung peningkatan pemahaman personal safety skills siswa, dan penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan bimbingan kelompok dengan berbagai media, metode, serta teknik agar lebih optimal. Kata Kunci : Bimbingan Kelompok, Media Video Animasi, Personal Safety Skills
Peran Guru Kelas Dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di SD 106 Kota Bengkulu Nengseh, Esy Sapitri; Mardianti, Riska; Fransisca, Sherly; Monika, Zela; Sasmita, Ok Lusiana; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.923

Abstract

Di sekolah dasar layanan bimbingan dan konseling tidak ditangani secara khusus oleh konselor atau guru BK. Karena itu, dibutuhkan sebuah layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh setiap guru kelas. Untuk dapat menjalankan peran tersebut, guru kelas harus memperhatikan tingkat perkembangan masing-masing siswanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling, pelaksanaan bimbingan dan konseling di SDN 106 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SDN Serang 106 Kota Bengkulu telah dilaksanakan dengan baik meskipun ada beberapa aspek yang belum tercapai secara optimal. Peranan dalam mendidik siswa yang telah dilakukan oleh guru kelas diantaranya ialah (1) senantiasa mengingatkan siswanya untuk berperilaku baik  dalam kehidupan sehari-hari, (2) memberikan arahan dan nasehat untuk membantu siswa tetap disiplin, terutama dalam menyelesaikan tugas dan mengumpulkan tugas secara tepat waktu, (3) memfasilitasi siswa melalui pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa meningkatkan kemampuan siswa dalam  bidang tertentu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran guru kelas dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling sangat diperlukan untuk membantu perkembangan peserta didik.
Pentingnya Layanan Bimbingan Konseling Bagi Peserta Didik Di SDN 106 Kota Bengkulu Khoirunnisa, Kurnia; Periska, Peli; Yuanra, Olin; Cahyani, Fitria Dwi; Pratiwi, Atika Mahdia; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.924

Abstract

Dalam penelitian ini penulis bermaksud untuk melihat betapa pentingnya layanan bimbingan konseling bagi siswa di SDN 106 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan observasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling pada siswa di SDN 106 Kota Bengkulu mempunyai peranan yang penting, karena peranannya yang krusial dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahannya. Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan potensi dirinya, memahami dirinya, dan mengatasi masalah sebelum masalah tersebut muncul. Di sekolah dasar, tidak ada guru bimbingan dan konseling khusus; guru kelas yang berperan sebagai guru bimbingan dan konseling. Hal ini seringkali mengakibatkan keterbatasan dalam memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa. Kurangnya dukungan orang tua juga berdampak pada pendidikan anak di sekolah. Layanan bimbingan dan konseling sangat penting di sekolah dasar untuk mendorong perkembangan siswa secara holistik. Untuk memberikan kesempatan terbaik kepada siswa dalam mengatasi hambatan perkembangan, diperlukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan implementasi layanan ini. Secara keseluruhan, layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar berperan penting dalam membantu siswa mencapai kesejahteraan holistik, termasuk aspek emosional, sosial, akademik, dan profesional dalam kehidupan mereka.
Pengaruh Konseling Kelompok terhadap Perkembangan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Dasar Negeri 60 Kota Bengkulu Hasanah, Elya; Putri, Astri Maisa; Ganarsih, Inggit; Delia, Lola; Azzahra, Anggun; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i1.925

Abstract

Given the significance of social skills in classroom interactions and the school environment, this research aims to investigate the impact of group counseling on the social skill development of primary school students. Students with this ability can effectively communicate their feelings and fit in with others. The State Elementary School 60 in Bengkulu City was seen to have deficient social skills, as evidenced by the children’s disorganized behavior, lack of empathy, and frequent confrontations. Descriptive qualitative approaches including observation, interviews, and questionnaires are used in this study. The findings indicate that group counseling improves students’self-esteem, self-control, and understanding of individual differences. The success of this program is largely due to the role that teachers and counselors play in setting a positive example, as well as the support of other instructors and school principals. Infrastructure and a variety of tactics can be used to get around constraints like time and resource limitations. Establishing an environment that fosters children’s social skills also requires parental assistance. All things considered, group therapy has shown to be successful in enhancing students’ social skills as a corrective and preventive measure, enhancing the standard of instruction and the personal growth of students.

Page 11 of 50 | Total Record : 491