cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 260 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS REMAJA DALAM PENANGGULANGAN STUNTING MELALUI PELATIHAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI KABUPATEN REJANG LEBONG TAHUN 2025: THE INCREASING ADOLESCENT CAPACITY IN OVERCOMING STUNTING THROUGH PREGNANCY DANGER SIGNS TRAINING IN REJANG LEBONG DISTRICT IN 2025 Buana, Chandra; Alamini, Alamini; Jaya, Meigo A; Susanti, Eva; Tarwoto, Tarwoto; Sridiany, Sridiany
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2700

Abstract

Organisasi kepemudaan di kecamatan Curup Tengah memiliki beberapa program kerja yang masih berputar dalam aspek sosial kemasyarakatan saja. Kegiatan penguatan kapasitas remaja dalam pencegahan stunting melalui deteksi dini tanda bahaya kehamilan di Kecamatan Curup diharapkan dapat menjadi kegiatan yang positif bagi remaja dalam mendukung program penanggulangan stunting. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas peran remaja melalui organisasi kepemudaan desa dan karang taruna dalam upaya pencegahan stunting dan kehamilan berisiko di kecamatan Curup Tengan Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2025. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan teoritis dan praktek terkait dengan teknik sosialisasi dan penyuluhan kesehatan tentang peran remaja dalam pencegahan dini stunting dan tanda bahaya kehamilan. Hasil; kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dapat meningkatkan peran pemuda dalam penanggulanagn stunting, meningkatkan keterampilan pemuda dalam melakukan penyuluhan kesehatan  dalam upaya pencegahan stunting. Kesimpulan ; kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan peran pemuda dalam sosialisasi tanda bahaya kehamilan dalam upaya pencegahan dini terjadinya stunting Kecamatan Curup Tengah. Saran; Pemuda yang telah dilatih sebagai kader kesehatan diharapkan dapat melakukan sosialisasi pengetahuan dan keterampilannya dalam penanganan kasus stunting dengan tetap berkoordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintahan setempat.
PENINGKATAN STATUS GIZI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN TARBIYATUL BANIN MELALUI PEMERIKSAAN TOTAL PROTEIN DARAH: IMPROVING THE NUTRITIONAL STATUS OF STUDENTS AT THE TARBIYATUL BANIN ISLAMIC BOARDING SCHOOL THROUGH BLOOD TOTAL PROTEIN EXAMINATIONS Sas, Oktafirani Al; Choliq, Rochman; Syaima, Nazwa Rachael
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2770

Abstract

Status gizi adalah salah satu faktor penting yang  dapat mempengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan tumbuh kembang santri, khususnya di lingkungan pesantren yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemenuhan nutrisi. Pemeriksaan kadar total protein darah menjadi indikator yang efektif guna menilai status gizi karena protein berperan vital dalam fungsi tubuh dan sistem imun. Oleh karena itu, evaluasi hubungan antara kadar total protein darah dan status gizi sangat diperlukan untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan santri. Kegiatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) bertujuan guna mengetahui hubungan antara pemeriksaan kadar protein total darah dengan status gizi santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar total protein darah menggunakan metode Biuret dengan Fotometer di laboratorium kimia klinik, serta pengisian kuesioner terkait data demografis dan status gizi. Data selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan SPSS dengan Uji Deskriptif.  Hasil pemeriksaan protein total pada 37 santri pondok pesantren tarbiyatul banin yang berumur 15-17 tahun didapatkan hasil 1 orang (2,7%) dengan kadar protein rendah, 15 orang (40,5%) dengan kadar protein total normal, dan 21 orang (56,8%) dengan kadar protein total tinggi. Kegiatan PKMD di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin, Sumber, Cirebon dilaksanakan dari tanggal 21 – 30 Agustus 2025. Kesimpulan kegiatan menunjukan pentingnya upaya untuk deteksi dini guna mencegah kekurangan gizi dan mendeteksi penyakit faal hati. Data yang diperoleh akan menjadi dasar pemerintah, pihak pondok pesantren, dan pisah terkait untuk Menyusun progam intervensi gizi yang lebih baik lagi, seperti pola makan yang teratur, pemberian suplemen jika perlu, dan pemantauan pertumbuhan santri secara berkala.
UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA SANTRI MELALUI SKRINING KADAR HEMOGLOBIN DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG: HEALTHY NUTRITION, STRONG STUDENTS: HEMOGLOBIN (HB) SCREENING AND NUTRITION EDUCATION FOR ANEMIA PREVENTION Choliq, Rochman; Al Sas, Oktafirani; Sari, Dede Linda
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2771

Abstract

Anemia menjadi masalah kesehatan yang mengancam kekuatan dan konsentrasi santri. Dan dilakukan nya pemeriksaan skrining kadar hemoglobin (Hb) dan memberikan edukasi gizi sebagai upaya pencegahan anemia. Hasil skrining dan edukasi diharapkan meningkatkan kesadaran pola makan sehat sehingga menurunkan risiko anemia pada santri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb) dan memberikan edukasi gizi untuk mencegah anemia pada santri di lingkungan pondok pesantren dan mengetahui efektivitas pengguanaan alat spektrofotometer yang digunakan dalam pemeriksaan tersebut. Metode pelaksananan dengan penyuluhan dengan membagikan kuesioner kepada santri putri kemudian dilanjutkan dengan pengambilan darah sesuai target responden berdasarkan kriteria, dilakukan pemeriksaan Hb dan Analisa hasil menggunakan Uji Deskriptif dengan SPSS. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan metode CyanmetHb di laboratorium hematologic dan pengisian kuesioner terkait data demografis dan status gizi. Data selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS untuk mengetahui hubungan statistik antara variabel yang diteliti. Berdasarkan kegiatan ini didapatkan hasil dari analisis data sebanyak 28 orang dengan kadar hemoglobin normal dengan persentase 75,7% dan 9 orang dengan kadar hemoglobin dibawah normal dengan persentase 24,3%.Waktu kegiatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dimulai dari tanggal 21 Agustus hingga 30 Agustus 2025 bertempat di Pondok Pesantren Tarbiyatul Banin Kaliwadas Sumber Cirebon. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa telah berhasil melaksanakan pemeriksaan kadar hemoglobin dan menunjukan pentingnya skrinning hemoglobin dan edukasi gizi efektif untuk mendeteksi anemia dan mendorong perilaku hidup sehat pada santri.
PELATIHAN DOKTER KECIL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI DI SDIT ASSA’IDIYYAH KABUPATEN BANDUNG: TRAINING OF DENTAL HEALTH CADRES TO IMPROVE ORAL HEALTH KNOWLEDGE AND TOOTHBRUSHING SKILLS AT SDIT ASSA’IDIYYAH, BANDUNG REGENCY Fatikhah, Nurul; Fatimah, Siti; Restuning, Sekar
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2796

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi masih menjadi masalah utama kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah.Tingginya prevalensi karies pada anak usia sekolah salah satunya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak sekolah, namun pelaksanaannya di sekolah belum optimal, khususnya dalam pemberdayaan dokter kecil sebagai kader kesehatan gigi akibat keterbatasan kegiatan pelatihan kader. Sebagai upaya optimalisasi UKGS, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan kader dokter gigi kecil. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan serta membentuk perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDIT Assa’idiyyah Kabupaten Bandung pada Agustus–September 2025 dengan melibatkan 26 siswa sebagai kader dokter gigi kecil. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan skor pengetahuan dari 56,54 menjadi 79,62 dan skor keterampilan menyikat gigi dari 63,08 menjadi 98,08. Kader mampu melakukan penyuluhan, demonstrasi, dan pendampingan sikat gigi bersama kepada teman sebayanya. Pelatihan dan pendampingan kader dokter gigi kecil efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi serta memperkuat peran kader sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Pemberdayaan kader berkontribusi dalam pembiasaan perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mendukung optimalisasi pelaksanaan UKGS. Program ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah.
PELATIHAN DETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR SECARA MANDIRI PADA KADER DESA: EARLY DETECTION TRAINING OF NON-COMMUNICABLE DISEASE RISKS INDEPENDENTLY FOR VILLAGE CADRES Hidayat, Hidayat; Haderiah, Haderiah; Widyastuti, Nugraheni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2800

Abstract

Latar belakang : Penyakit Tidak Menular (PTM) atau biasa disebut sebagai penyakit degenerative merupakan jenis penyakit yang tidak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain. Jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko antara lain perilaku merokok, pola makan yang tidak seimbang, konsumsi makanan yang mengandung zat adiktif, kurang berolahraga serta kondisi lingkungan yang buruk terhadap kesehatan atau melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Deteksi dini merupakan upaya terbaik dalam pencegahan penyakit tidak menular. Tujuan : meningkatkan pengetahuan kader Kelurahan Banta-Bantaeng tentang pentingnya deteksi dini dan cara mendeteksi dini penyakit tidak menular. Metode : quasy experiment pretest dan posttest design sebanyak 20 kader dengan persiapan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan , dan evaluasi. Lokasi kegiatan di Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar dengan sasaran/target adalah kader. Hasil : tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan penyuluhan paling banyak ditemukan kategori sedang sebanyak 13 orang 65% dan setelah pelatihan menjadi kategori baik sebanyak 18 orang 90%. Kesimpulan : ada peningkatan signifikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Luaran pengabdian masyarakat ini adalah HKI dan jurnal.
GERAKAN DASAWISMA TUNTAS STUNTING (GENTAS) : PENGUATAN PERAN PEREMPUAN MELALUI SEKOLAH KOMUNITAS BERBASIS KESEHATAN KELUARGA: GENTAS (Dasawisma Movement to End Stunting): Strengthening the Role of Women through a Family Health–Based Community School Model Safaat, Hairuddun; Azzahra, Azzahra; Efrianti, Evi; Huda, Nuril; Niswanda, Niswanda; Pamantung, Jumardi; Dika, Dika; Lestari, Eka; Sabri, Ananta Suis; Darwin, Darwin; P, Desy Purnamasari; Ramadhani, Fauziah; Padatau, Andini Dwi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2811

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensional dan berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak. Di Desa Tiromanda, prevalensi stunting masih tergolong tinggi, yaitu 21,8%, yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi gizi, lemahnya pola asuh, terbatasnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga, minimnya pemanfaatan pangan lokal, rendahnya praktik PHBS, serta belum optimalnya sinergi Dasawisma, Posyandu, dan pemerintah desa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan Gerakan Dasawisma Tuntas Stunting (GENTAS) sebagai model pemberdayaan perempuan melalui Sekolah Komunitas berbasis kesehatan keluarga dengan pendekatan edukatif-partisipatif. Program dilaksanakan secara sistematis melalui tahap persiapan berupa survei kebutuhan, FGD, pemetaan sasaran, serta penyusunan dan validasi Modul Interaktif GENTAS; tahap pelaksanaan melalui kegiatan pre-test, penyelenggaraan Sekolah Komunitas dengan metode diskusi, simulasi, dan praktik lapangan, serta pembentukan Forum Komunitas Peduli Gizi Keluarga dan Pojok Literasi Gizi; serta tahap evaluasi melalui post-test, analisis deskriptif, dan uji statistik Paired t-test atau Wilcoxon untuk menilai peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta dengan nilai p<0,05, serta penurunan prevalensi stunting dari 21,28% menjadi 3,25% tanpa kasus baru. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan, edukasi gizi, dan penguatan komunitas merupakan determinan penting dalam keberhasilan intervensi stunting. GENTAS terbukti efektif sebagai model intervensi komunitas yang memperkuat kapasitas Dasawisma, meningkatkan perilaku kesehatan keluarga, serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya Zero Hunger, Good Health and Well-being, dan Gender Equality, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam perencanaan desa sebagai strategi keberlanjutan penanggulangan stunting berbasis komunitas.
PENCEGAHAN DINI PENYAKIT ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION (AMI) DI POSBINDU KELURAHAN BANYUANYAR : EARLY PREVENTION OF ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION (AMI) AT THE POSBINDU IN BANYUANYAR DISTRICT Kurnia Wulandari, Novita; Kanita, Maria Wisnu; Widyaningsih, Tri Sakti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2814

Abstract

Penyakit Infark Miokard Akut merupakan penyakit penyebab kematian utama secara global. Angka kematian di Indonesia cukup tinggi dengan berbagai tanda dan gejala yang terjadi pada masyarakat di seluruh lapisan terutama lansia. Tindakan mandiri perawat dalam upaya promosi, preventif inilah yang paling penting berupa upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam melakukan latihan rutin jalan kaki secara cepat (brisk walking exercise) guna deteksi dini terhadap faktor resiko penyakit tersebut. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Survey Forum Diskusi Group, observasi dan demonstrasi latihan brisk walking exercise, dengan sasaran 30 responden di Posbindu Banyuanyar. Adapun latihan rutin ini dilakukan selama 10 menit setiap 3x/minggu.  Hasil: Upaya pendampingan peran perawat dalam pemberian edukasi pada lansia sudah terlaksana dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan cek pemeriksaan gratis, penyuluhan menggunakan media power point dan leaflet yang dibagikan kepada masyarakat setempat. Hasil cek pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, nadi, respiratory rate, dan menanyakan pola kebiasaan hidup sehari-hari lansia setempat telah dilakukan dengan baik.
EDUKASI KERTAS PUTIH (KESADARAN PERAWATAN KESEHATAN REPRODUKSI DARI BAHAYA KEPUTIHAN) PADA REMAJA PUTRI: ‘KERTAS PUTIH’ EDUCATION (REPRODUCTIVE HEALTH CARE AWARENESS OF THE DANGERS OF VAGINAL DISCHARGE) FOR ADOLESCENT GIRLS Merdikawati, Ayut; Choiriyah, Muladefi; Yuliatun, Laily; Fevriasanty, Fransiska Imavike; Astari, Asti Melani
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2820

Abstract

Keputihan adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Infeksi akibat keputihan dapat disebabkan oleh faktor kurangnya kesadaran mengenai perawatan perineal hygiene, pola makan yang buruk, dan stres akademik. Edukasi kesehatan yang tepat dapat mencegah keputihan patologis dan meningkatkan pengetahuan serta sikap remaja putri terkait pentingnya kebersihan reproduksi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan keputihan melalui media audiovisual (video) kepada remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan keputihan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan penayangan video pendidikan kesehatan tentang keputihan dan diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pengetahuan dan sikap siswi tentang pencegahan keputihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan (dari rata-rata pre-test 8,16 menjadi post-test 10,56) dan sikap (dari rata-rata pre-test 36,82 menjadi post-test 40,28). Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan SDGs, khususnya dalam hal kesehatan reproduksi yang baik untuk semua, dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi pada remaja perempuan.
PERBANDINGAN ANIMASI, LEAFLET, DAN DEMONSTRASI TERBADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI: COMPARISON OF ANIMATION, LEAFLET, AND DEMONSTRATION ON DENTAL CARE KNOWLEDGE AND SKILLS Siregar, Rawati; Nainggolan, Sri Junita; Dewi, Shiska Buwana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2882

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi yang rendah. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit gigi, dan berdampak pada aktivitas belajar serta mengurangi tingkat kehadiran di sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui edukasi menggunakan media leaflet, animasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi, serta demonstrasi teknik menyikat gigi. kegiatan ini dilakukan di D Swasta Orthodox Agia Sophia Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 40 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu untuk kelompok dengan media animasi dan kelompok leaflet untuk menilai tingkat pengetahuan. Setelah penyuluhan dilakukan pada setiap kelompok, dilanjutkan dengan pemberian demonstrasi menyikat gigi kepada seluruh responden pada kedua kelompok. Penilaian dilakukan melalui pretest–posttest untuk mengukur pengetahuan berdasarkan penyuluhan dengan media animasi dan leaflet serta penilaian keterampilan menyikat gigi sebelum dan sesudah diberikan demonstrasi menyikat gigi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kategori pengetahuan baik pada kelompok animasi meningkat signifikan dari 10% menjadi 70%, sementara pada kelompok leaflet meningkat dari 10% menjadi 35%. Selain itu, keterampilan menyikat gigi pada kedua kelompok juga menunjukkan peningkatan yang besar, di mana kategori baik naik dari 12,5% sebelum demonstrasi menjadi 50% setelah demonstrasi. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah media animasi memiliki persentase pengaruh lebih besar dibandingkan leaflet. Penguatan melalui demonstrasi menyikat gigi juga berperan dalam meningkatkan keterampilan siswa menyikat gigi. Program ini diharapkan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan gigi di sekolah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HALITOSIS MELALUI EDUKASI DENGAN MEDIA LEAFLET: INCREASING PUBLIC KNOWLEDGE ABOUT HALITOSIS THROUGH EDUCATION USING LEAFLET MEDIA Gunawan, Rezky Aditya; Kusdinar, Shafa Marwah Aurilla; Nurkhasanah, Isti; Rachmawati, Intan; Fatmasari, Diyah; Ningtyas, Endah Aryati Eko
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2887

Abstract

Halitosis merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dikeluhkan masyarakat dan berdampak terhadap aspek psikologis serta sosial. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyebab dan pencegahan halitosis menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai halitosis melalui edukasi menggunakan media leaflet. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Jami Baitul Mannan Trimulyo Kabupaten Demak pada masyarakat yang mengikuti bakti sosial pemeriksaan gigi gratis. Edukasi diberikan melalui ceramah interaktif disertai pembagian leaflet halitosis. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan pada seluruh responden setelah diberikan edukasi. Skor terendah meningkat dari 1 menjadi 8, sedangkan skor tertinggi mencapai 10. Media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan halitosis. Edukasi berbasis media cetak dapat menjadi alternatif promotif dan preventif yang sederhana, efektif, dan mudah diterapkan dalam upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.