cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2025): Desember" : 11 Documents clear
Hubungan tingkat stres dengan kesiapan ibu menghadapi menopause di Desa Batee Iliek Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Hasanah, Uswatun; Fitria, Irma; Raudhati, Sri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menopause merupakan proses biologis alami yang dialami oleh setiap wanita dan sering kali disertai dengan perubahan baik secara fisik maupun emosional, yang berpotensi menimbulkan stres dan memengaruhi kesiapan individu dalam menghadapinya. Berdasarkan data WHO tahun 2022, prevalensi menopause secara global tercatat sebesar 38.9%. WHO juga memprediksi bahwa pada tahun 2030, jumlah wanita berusia lebih dari 50 tahun yang mengalami menopause akan mencapai sekitar 1,2 miliar orang. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kesiapan ibu menghadapi menopause di Desa Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu berusia 45-55 tahun di Desa Batee Iliek, teknik pengambilan sampel total sampling yaitu 40 ibu. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner KPDS untuk mengukur stres dan kuesioner kesiapan menopause. Hasil: hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas ibu mengalami stres berat (65%) dan Sebagian berada dalam kategori siap menghadapi menopause (62,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat stres dengan kesiapan ibu menghadapi menopause (p-value 0,323). Simpulan: Tingkat stres tidak secara langsung memengaruhi kesiapan ibu dalam menghadapi menopause, dan faktor lain seperti pengetahuan, dukungan keluarga, dan sikap positif memiliki peran yang lebih besar.
Pemanfaatan pelayanan antenatal care terpadu 10T di Puskesmas Pinang Jaya Kota Bandar Lampung Aryastuti, Nurul; Yuliana, Eka; Yunita, Sri; Damayanti, Damayanti; Sari, Dwi Puspita
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Salah satu strategi penting untuk menurunkan AKI adalah melalui pelayanan antenatal care (ANC) secara komprehensif. Pemerintah telah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) ANC terpadu 10T, yaitu sepuluh jenis pemeriksaan dan tindakan yang wajib diberikan kepada setiap ibu hamil dalam setiap kunjungan ANC. Tujuan penelitian: Diketahuinya cakupan pemanfaatan pelayanan ANC terpadu 10T di Puskesmas Pinang Jaya Kota Bandar Lampung. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang ada di wilayah Kerja Puskesmas Pinang Jaya pada bulan Oktober 2022-Juni 2023. Sampel 108 ibu hamil yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner serta melihat rekam medik ibu pada buku KIA. Analisa data menggunakan deskriptif untuk melihat distribusi pemanfaatan pelayanan ANC terpadu 10T. Hasil: Ditribusi hasil pemanfaatan pelayanan antenatal care terpadu 10T yaitu ukur TB dan timbang BB, ukur tekanan darah dan LiLA 100%, ukur TFU 63,9%, imunisasi TT 70.4%, pemberian tablet Fe 69.4%, presentasi dan DJJ 93.5%, pemeriksaan laboratorium 50.9%, tatalaksana kasus 42.6% dan temu wicara atau konseling 60.2%. Simpulan: pemanfaatan pelayanan ANC terpadu 10T telah memenuhi sebagian besar komponen dasar, namun masih memerlukan peningkatan dalam aspek pelayanan pemeriksaan laboratorium, tatalaksana kasus serta temu wicara atau konseling untuk mencapai pelayanan ANC sesuai standar yang sudah ditetapkan.
Implementasi femcare guide dalam edukasi kesehatan reproduksi: Studi kualitatif pencegahan PCOS pada santri putri KH. Sahlan Rosjidi Universitas Muhammadiyah Semarang Hawa, Ika Ismatul; Azzahra, Nurul Fatimah; Wangi, Sekar; Kurniawati, Novia; Puspitaningrum, Dewi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan salah satu gangguan endokrin yang paling banyak dialami wanita usia reproduksi dengan prevalensi global 6–10%. Kondisi ini berdampak pada siklus menstruasi, kesuburan, metabolisme, hingga kualitas hidup. Minimnya pengetahuan serta keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi, khususnya di lingkungan pesantren, meningkatkan risiko rendahnya kesadaran wanita muda terhadap pencegahan PCOS. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan dilakukan melalui wawancara terhadap 10 responden wanita muda. Produk divalidasi oleh ahli, lalu diuji coba pada 50 responden dengan desain pre-test dan post-test. Data dianalisis secara kualitatif (analisis tematik) dan kuantitatif (analisis deskriptif). Hasil: Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 70% responden belum pernah mengetahui PCOS, sedangkan 30% memiliki pemahaman terbatas. Produk Femcare Guide dikembangkan berisi definisi, faktor risiko, gejala, dan langkah pencegahan berbasis gaya hidup sehat. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pengetahuan responden dari 78% (kategori baik) pada pre-test menjadi 86% pada post-test. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran dalam menjaga pola hidup sehat dan pemantauan siklus menstruasi. Simpulan: Femcare Guide terbukti efektif sebagai media edukasi digital untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi wanita muda. Media ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi digital interaktif guna memperluas jangkauan pengguna.
Implementasi model of care praktik kebidanan dalam upaya mengurangi burnout di lingkungan kerja: Narrative review Rahmawati, Rahmawati; Ulfa, Farah Wardya; Astika, Astika; Umaroh, Viana Bari; Agreena, Tulus; Perwata, Alya Nursyifa; Lawo, Frederika Eufrasia; Guterres, Dulce Maria; Pratiwi, Cesa Septiana
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Burnout pada bidan adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres dan beban kerja tinggi, yang dapat menurunkan produktivitas serta kualitas pelayanan. Profesi ini rentan terhadap burnout, dengan prevalensi tinggi di berbagai negara, dan dapat menghilangkan motivasi serta menimbulkan pikiran negatif. Tujuan penelitian: Review ini bertujuan merangkum dan menganalisis secara kritis literatur yang relevan mengenai implementasi model of care praktik kebidanan dalam upaya mengurangi burnout di lingkungan kerja. Metode: Narrative Review dilakukan pada database PubMed, Research Rabbit, dan Wiley Library Online untuk periode 2020-2025. Kriteria inklusi mencakup studi kualitatif/kuantitatif, artikel 5 tahun terakhir, berbahasa Indonesia/Inggris, dan teks lengkap. Hasil: Faktor pemicu burnout meliputi lingkungan praktik tidak mendukung, beban kerja tinggi, konflik kebijakan, kurangnya kerja sama tim, karakteristik individu, serta masalah kesehatan mental. Model praktik kebidanan yang efektif mengurangi burnout adalah berbasis pemberdayaan, dukungan organisasi, koping/spiritualitas, dan caseload midwifery, karena meningkatkan otonomi, dukungan, ketahanan mental, dan kesejahteraan emosional. Kesimpulan: Burnout pada bidan adalah masalah kompleks yang berdampak serius. Penanganannya memerlukan pendekatan menyeluruh, mencakup reformasi sistem kerja (misalnya caseload midwifery), peningkatan dukungan organisasi, pelatihan resiliensi, dan pemantauan kesehatan mental berkala, guna menjamin pelayanan berkualitas dan kesejahteraan bidan.
Malnutrisi pada anak dari ibu remaja: Tinjauan faktor risiko Yunita, Sri; Aryastuti, Nurul; Sari, Dwi Puspita; Damayanti, Damayanti; Pratama, Rini Mustikasari Kurnia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Malnutrisi pada anak dari ibu remaja masih menjadi tantangan kesehatan global karena melibatkan interaksi faktor biologis, sosial, perilaku, dan lingkungan. Kondisi fisik ibu remaja yang belum matang serta keterbatasan akses terhadap gizi dan layanan kesehatan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak. Tujuan: Kajian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kejadian malnutrisi pada anak dari ibu remaja. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed dan Science Direct dengan kombinasi kata kunci berbasis MeSH. Dari 5.290 artikel yang disaring, sepuluh artikel memenuhi kriteria inklusi (2020–2025) dan dianalisis secara naratif. Hasil: Faktor biologis seperti anemia dan tinggi badan pendek ibu, disertai kemiskinan, pendidikan rendah, perilaku pemberian makan yang tidak optimal, serta kekerasan pasangan intim, terbukti meningkatkan risiko stunting dan berat badan lahir rendah. Faktor-faktor tersebut saling memperkuat dalam menciptakan kerentanan gizi anak. Simpulan: Malnutrisi anak dari ibu remaja merupakan hasil interaksi multidimensi yang memerlukan intervensi lintas sektor dengan pendekatan gizi, kesehatan reproduksi, pendidikan, dan perlindungan sosial secara terpadu.
Evaluasi pengetahuan ibu hamil primigravida tentang manfaat kolostrum melalui pemberian edukasi dengan media short video di Puskesmas Kelayan Timur Sari, Anita; Istiqamah, Istiqamah; Zulliati, Zulliati; Meldawati, Meldawati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan yang tidak tepat mengenai manfaat kolostrum pada awal pemberian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat menimbulkan kurangnya ketertarikan dan motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif. Persentase IMD terendah tahun 2023 di Kota Banjarmasin terdata di Puskesmas Kelayan Timur sebesar 36,4%. Short video sebagai media edukasi audiovisual dianggap paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Tujuan penelitian: Mengevaluasi pengetahuan ibu hamil primigravida tentang manfaat kolostrum melalui pemberian edukasi dengan media short video di Puskesmas Kelayan Timur. Metode: Penelitian pra-eksperimental one group pre test – post test ini dilakukan pada 15 ibu primigravida di Puskesmas Kelayan Timur dengan teknik accidental sampling dan dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil: Mayoritas responden berumur tidak beresiko sebanyak 12 dari 15 sampel (80%), berpendidikan menengah (SMA) dengan jumlah 7 dari 15 sampel (46,7%), tidak bekerja dengan jumlah 12 dari 15 responden (80%); berpengetahuan kurang sebelum intervensi dengan jumlah 7 dari 15 responden (46,7%); berpengetahuan baik setelah intervensi dengan jumlah 12 dari 15 responden (80,0%); serta ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,004). Simpulan: Media short video dapat meningkatkan pengetahuan ibu primigravida tentang manfaat kolostrum.
Efektivitas edukasi pencegahan stunting dengan media booklet dan CTJ tentang cs selor di Desa Pegadingan 2025 Adista, Nuria Fitri; Apriyanti, Ika; Muhida, Vega; Santia, Vera; Ariesta, Talla Nurbani
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi gizi yang efektif dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pencegahan stunting menggunakan media booklet dan CTJ (Cerita Tanya Jawab) tentang Cegah Stunting dengan Serba Daun Kelor (CS Selor) dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) di Desa Pegadingan, Kabupaten Serang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental (One Group Pretest–Posttest Design). Sampel penelitian terdiri atas 38 WUS yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu media booklet dan media CTJ. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok booklet dan CTJ dengan nilai p = 0,003 (p 0,05). Nilai mean rank booklet (24,71) lebih tinggi dibandingkan CTJ (14,29), menunjukkan bahwa media booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Booklet dinilai menarik secara visual, mudah dipahami, dan dapat dibaca berulang kali sehingga memperkuat daya ingat dan pemahaman. Kesimpulan: Media booklet terbukti lebih efektif dibandingkan CTJ dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Desa Pegadingan. Media booklet direkomendasikan untuk digunakan secara luas dalam kegiatan promosi kesehatan oleh bidan dan tenaga kesehatan masyarakat.
Hubungan pengetahuan dan sikap remaja tentang pemeriksaan payudara sendiri (sadari) dengan perilaku sadari di Desa Kedondong Kabupaten Demak tahun 2025 Irmawati, Onik
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2022 jenis kanker tertinggi pada perempuan di dunia adalah kanker payudara yaitu lebih dari 408.661 kasus baru dan hamper 242.099. Masih tingginya pravelensi kanker payudara di Indonesia disebabkan oleh terlambatnya penanganan pada stadium dini. Pemeriksaan payudara sendiri adalah suatu pemeriksaan yang paling murah dan mudah dilakukan untuk mendeteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan perilaku SADARI di desa Kedondong Kabupaten Demak tahun 2025. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasi menggunakan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 162 dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 52 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan 71,1% responden pengetahuan baik, 59,6% memiliki sikap negatif, dan 51,9% memiliki perilaku yang tidak mendukung. Dari hasil uji chi square didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku SADARI (p=0,004), OR= 0,698, dan ada hubungan antara sikap dengan perilaku SADARI (p=0,012), OR=3,802. Diharapkan agar pihak sekolah bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan mengenai SADARI untuk mendeteksi dini terjadinya kanker payudara.
Efektivitas poster edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan HIV pada pekerja tambang batubara di Pt. X Barito Utara Farlen, Marlika; Yunita, Laurensia; Yuliana, Fitri; Iswandari, Novita Dewi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan masalah kesehatan global. Jumlah kasus HIV Indonesia terdata sebanyak 503.261 dan di Kalimantan Tengah sebanyak 387 kasus. Jumlah kasus tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pengetahuan tentang pencegahan HIV penting dimiliki pekerja tambang yang berdekatan dengan lokalisasi. Poster pencegahan HIV oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 2024 bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan HIV dan perlu diuji efektivitasnya. Tujuan penelitian: Menganalisis efektivitas poster edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan HIV pada pekerja tambang Batubara di PT. X Barito Utara. Metode: Penelitian pra-eksperimental one group pre test – post test ini dilakukan pada 30 pekerja tambang secara accidental sampling menggunakan kuesioner online google form dan media poster pencegahan HIV dari IDI. Data penelitian dianalisa secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon dalam tabel silang. Hasil: Mayoritas responden teridentifikasi memiliki karakteristik umur dewasa muda (83,3%), SMA (60,0%), tidak pernah mendapatkan informasi pencegahan HIV (20,0%), berpengetahuan cukup saat pre test (43,3%), berpengetahuan baik saat post test (80,0%) dan p-value 0,000 sehingga terdapat efektivitas poster edukasi kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan HIV. Simpulan: Penggunaan Poster edukasi terbukti meningkatkan oengetahuan pekerja terhadap pencegahan HIV.
Hubungan pola makan dengan status gizi pada remaja Desa Babah Krueng Kecamatan Sawang Kabupaten Bireuen Suaibah, Suaibah; Malia, Anna; Raudhati, Sri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 2 (2025): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak-anak hingga masa awal dewasa, jadi pada masa remaja ini manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat juga disebut sebagai anak-anak. Menurut WHO di Inggris prevalensi gizi lebih dialami oleh remaja pria 22% dan 23% pada wanita. Prevalensi gizi seimbang sebesar (9,4%). Data Indonesia menunjukkan bahwa banyak remaja dan dewasa yang melewatkan sarapan sebesar 17% dan 13% tidak sarapan setiap hari. Tujuan penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi remaja di posyandu remaja desa Babah Krueng. Metode: penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja sebanyak 128 orang. Jumlah sampel sebanyak 85 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pola makan (food recall) dan pengukuran berat badan, tinggi badan berdasarkan IMT/U. Hasil: hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas remaja dengan pola makan kurang (44,7%) dengan status gizi kurus sebanyak 47 remaja (55,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi remaja (p-value 0,000). Simpulan: Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi remaja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin buruk pola makan yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi risiko mengalami status gizi kurang.

Page 1 of 2 | Total Record : 11