cover
Contact Name
Tarmiji Siregar
Contact Email
mijisiregar@gmail.com
Phone
+6285275356446
Journal Mail Official
assingkily27@gmail.com
Editorial Address
Jln. Willem Iskandar Ps. V, Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27769305     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat Aim and focus scope journal 1. Education 1. Community service and Digital Technology in Education
Articles 322 Documents
THE DEVELOPMENT OF AN ENGLISH TEACHING LESSON PLAN BASED ON MARRIOTT STANDARDS FOR THE FRONT OFFICE DEPARTMENT AT SMA KARYA WISATA Dewi, Komang Manik Listia; Juniarta, Putu Adi Krisna; Wahyuni, Luh Gede Eka
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2506

Abstract

This study developed an English teaching lesson plan based on Marriott Standards for eleventh grade students at SMA Karya Wisata Penarukan. The research addressed the gap between general English materials and the communicative needs of the hospitality industry, using an English for Specific Purposes (ESP) approach integrated with authentic Front Office SOPs from Marriott. The research adopted the Design and Development model by Richey and Klein (2007) through analysis, design, development, and evaluation stages. Needs analysis was conducted through classroom observations, document analysis, and teacher inteviews to identify students needs and learning challenges. The ESP-based lesson plan was then designed covering key Front Office topics such as Reservations, Check-in and Check-out, guest complaint handling using the LEARN model, and courtesy calls. The lesson plan was validate by two experts in ESP and Hospitality education using an expert validation rubric. The results showed an average score of 4.55 (excellent), demonstrating high relevance, language appropriatness, instructional quality, practicality, and alignment with Marriott Standards. The findings indicate that the developed lesson plan is feasible and effective in supporting English learning and improving students professional communication skills in Front Office contexts.
The Terms of Address Used by Local People in Sudaji Village North Bali Andreyana, I Komang; Budasi, I Gede; Juniarta, Putu Adi Krisna
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2644

Abstract

This study explores the use of terms of address by local speakers in Sudaji Village, Buleleng Regency. The research was motivated by a unique linguistic phenomenon in which Sudaji residents employ distinct address forms that differ from commonly used Balinese expressions. The study employed a descriptive qualitative design. Data were collected through observation, interviews, and audio recordings involving community members who fulfilled predetermined sociolinguistic criteria. All Balinese and Indonesian data were transcribed into English and analyzed using the Huberman qualitative model, including data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings revealed five main categories of address terms: personal pronouns, kinship terms, first names, power and hierarchy-based terms, and mockery terms. Each category performs specific pragmatic functions such as signaling politeness, maintaining social hierarchies, constructing identity, indicating familiarity, or expressing intimacy. The analysis also showed that the selection of address terms is influenced by social variables including age, kinship, caste, familiarity, and situational context. The study concludes that Sudaji terms of address constitute an important cultural-linguistic resource that reflects local values and social structures, yet remain vulnerable to language shift as Indonesian becomes dominant in daily communication. Preserving these linguistic forms is therefore essential for maintaining local identity and enriching sociolinguistic studies in Bali.
The Identification of Language Functions Based on Halliday’s Framework on Buleleng Regency Tourism Office Social Media Satwika, Ida Bagus Wiswanatha; Sari, Rima Andriani; Adnyani, Ni Luh Putu Sri
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2690

Abstract

This study aims to analyze the language functions in the posts of the Buleleng Regency Tourism Office on Instagram @visit.northbali to determine the linguistic functions used in digital tourism promotion. This study uses a qualitative descriptive method with content analysis techniques on posts from January to June 2025. The data were analyzed based on the seven functions of language according to M.A.K. Halliday, namely instrumental, regulatory, interactional, personal, informative, heuristic, and imaginative. The results showed that all functions of language were found, with the informative, instrumental, and imaginative functions dominating, while the regulatory, interactional, personal, and heuristic functions appeared less frequently. The informative function was used to convey clear information about destinations, the instrumental and regulatory functions to encourage audience action, and the personal and imaginative functions to build emotional closeness and a positive image. These findings indicate that the Buleleng Regency Tourism Office strategically combines various language functions to increase the effectiveness of messages and audience engagement in digital tourism promotion.
Pembentukan Digital Citizenship Berbasis Nilai Islam melalui Layanan Bimbingan Konseling dan Literasi Hukum Digital Lubis, Lailan Syafira Putri; Muda, Ishak Ali; Arif, Zuhri; Azzahra, Fatimah
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2702

Abstract

Remaja Indonesia kini selalu terhubung dengan internet. Tingginya ketergantungan pada akses digital ini membawa tantangan tersendiri berupa maraknya hoaks dan ancaman cyberbullying yang berdampak serius pada kesehatan mental mereka. Di SMA Al Washliyah 1 Kota Medan, siswa teridentifikasi memiliki ketergantungan tinggi terhadap gawai dengan intensitas komunikasi melalui grup-grup digital. Meski belum ditemukan kasus cyberbullying yang terverifikasi, pihak sekolah mencatat adanya isu-isu yang kerap muncul lalu menghilang tanpa penanganan memadai. Kondisi ini menegaskan perlunya upaya preventif untuk membentuk karakter digital siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini hadir sebagai respons atas permasalahan tersebut dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang digital citizenship yang dilandasi nilai-nilai Islam seperti kejujuran (shiddiq), kesabaran (shabr), dan tanggung jawab (amanah), sekaligus membekali mereka dengan literasi hukum digital khususnya UU ITE. Keunikan kegiatan ini terletak pada pendekatan interdisipliner yang memadukan perspektif bimbingan konseling, psikologi pendidikan, dan ilmu hukum dalam satu kerangka utuh. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif yang dikombinasikan dengan problem-based learning, di mana 150 siswa kelas X, XI, dan XII dibagi menjadi 15 kelompok untuk menganalisis kasus hoaks aktual yang beredar di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu memahami konsep literasi digital, tetapi juga berhasil mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam dan merumuskan komitmen nyata untuk menjadi warga digital yang lebih bijak. Kegiatan ini memberikan kontribusi sebagai model edukasi preventif berbasis nilai religius yang berpotensi direplikasi di sekolah-sekolah Islam lainnya.
Peningkatan Motivasi dan Kemampuan Belajar Anak Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Ujung Bandar, Langkat Putri, Cintiya Amelia; Amelia, Riska Suzana; Nurhayati, Nurhayati; Khadijah, Siti; Azhar, Rifqy; Syarqawi, Ahmad
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2722

Abstract

Motivasi dan kemampuan belajar anak memiliki peran penting dalam keberhasilan pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan pendampingan belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji upaya peningkatan motivasi dan kemampuan belajar anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ujung Bandar, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan adalah literature review yang dipadukan dengan pelaksanaan program pendampingan belajar, penguatan literasi, pendidikan keagamaan berbasis karakter, serta edukasi anti-bullying. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan menyenangkan mampu meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, serta partisipasi aktif anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak di daerah pedesaan.
Lomba Festival Anak Sholeh sebagai Media Edukasi Religius untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak di Desa Ujung Bandar Helvirianti, Eka; Harahap, Shela Putri Nadhilah; Ramadani, Novia; Novita, Wirda; Hutasuhut, Raihan Mahmud; Wahyuni, Sri
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2723

Abstract

Kegiatan Festival Anak Sholeh yang dilaksanakan sebagai bagian dari program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UIN Sumatera Utara di Desa Ujung Bandar bertujuan menjadi media edukasi religius sekaligus sarana peningkatan kepercayaan diri anak. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya keberanian anak untuk tampil di depan umum, kurangnya dukungan lingkungan belajar, serta terbatasnya media pembelajaran religius yang mendorong ekspresi diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengamati proses pelaksanaan lomba, keterlibatan peserta, serta perubahan perilaku anak sebelum dan setelah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa rangkaian lomba seperti adzan, hafalan surah pendek, fashion show islami, dan mewarnai mampu meningkatkan keberanian anak untuk tampil, memperbaiki kualitas interaksi sosial, serta menumbuhkan keyakinan terhadap kemampuan dirinya. Selain menumbuhkan kepercayaan diri, Festival Anak Sholeh juga berperan dalam menanamkan nilai religius, membentuk karakter, serta mengembangkan soft skills seperti kreativitas, komunikasi, dan kerja sama. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme anak, dukungan masyarakat dan orang tua, serta peran aktif panitia, sedangkan hambatan mencakup kurangnya waktu persiapan dan kesiapan mental peserta. Secara keseluruhan, Festival Anak Sholeh efektif menjadi media edukasi religius berbasis pengalaman yang berdampak positif terhadap perkembangan karakter dan kepercayaan diri anak di Desa Ujung Bandar.
Peningkatan Karakter dan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Edukasi dan Keagamaan di Desa Ujung Bandar, Langkat Jannah, Miftahul; Salsabila, Mifta; Siregar, Mifta Hurriska; Syahrin, M Alvin; Nurazizah, Nurazizah; Syarqawi, Ahmad
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2725

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan karakter dan kreativitas anak melalui kegiatan edukasi dan keagamaan di Desa Ujung Bandar, Kabupaten Langkat. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter dan pengembangan kreativitas anak sejak usia dini sebagai bekal dalam perkembangan psikososial dan moral. Sasaran kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar yang berada di lingkungan desa dengan kondisi sosial religius yang cukup kuat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis Bimbingan dan Konseling Perkembangan, yang dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran akademik dasar, pembinaan keagamaan, serta kegiatan kreatif berupa Festival Anak Sholeh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta empati sosial pada anak. Selain itu, kreativitas anak juga berkembang melalui kegiatan perlombaan yang mendorong keberanian, imajinasi, dan kepercayaan diri. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam pembinaan karakter dan kreativitas anak serta dapat dijadikan model pengabdian masyarakat berbasis edukasi dan keagamaan di lingkungan pedesaan.
Peningkatan Motivasi Mengaji Anak Desa Ujung Bandar Melalui Program Bimbingan Mengaji Pengabdian Masyarakat (PEMA) Syarqawi, Ahmad; Ardian, Romi; Rambe, Tuti Ameliah; Ritonga, Qorina Syahbila Putri; Chofillah, Ismira; Damanik, Marlini Yulia Putri
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2726

Abstract

Rendahnya motivasi anak dalam mengikuti kegiatan mengaji menjadi salah satu permasalahan yang banyak dijumpai di lingkungan masyarakat, termasuk di Desa Ujung Bandar. Anak-anak cenderung kurang antusias mengikuti kegiatan mengaji karena pengaruh lingkungan, metode pembelajaran yang monoton, serta minimnya pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Program Bimbingan PEMA dalam meningkatkan motivasi mengaji anak melalui pendekatan yang humanis, interaktif, dan bernilai edukatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review atau kajian pustaka sistematis dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan motivasi belajar dan bimbingan keagamaan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa program bimbingan yang dirancang secara terstruktur, disertai metode pembelajaran yang variatif, pemberian motivasi, serta pendekatan emosional yang positif mampu meningkatkan minat, keaktifan, dan rasa percaya diri anak dalam kegiatan mengaji. Program PEMA juga berkontribusi dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia pada anak. Dengan demikian, Program Bimbingan PEMA dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam meningkatkan motivasi mengaji anak serta mendukung penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Dinamika Interaksi Sosial Peserta Didik SDIT Darul Hasanah Desa Ujung Bandar, Langkat Azzahra, T. Chantiqa Salsabilla; Irdha, Mitsaqy Fitria; Simamora, Miranda Syarianti; Rambe, Muhammad Malik Fajar; Manik, Nahliyah Septi Zahrah; Wahyuni, Sri
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika interaksi sosial peserta didik di SDIT Darul Hasanah Desa Ujung Bandar, Kabupaten Langkat. Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional peserta didik sekolah dasar, karena melalui interaksi tersebut peserta didik belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta memahami norma dan peran sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara dengan guru untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai bentuk, pola, serta faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik berlangsung dalam berbagai bentuk, yaitu interaksi individu–individu, individu–kelompok, dan kelompok–kelompok. Pola interaksi yang dominan adalah pola asosiatif, seperti kerja sama, toleransi, dan akomodasi, yang mendukung terciptanya lingkungan sosial yang harmonis. Namun, juga ditemukan pola disosiatif berupa persaingan, konflik ringan, dan kecenderungan eksklusivitas kelompok pertemanan. Dinamika interaksi sosial tersebut dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik serta faktor eksternal seperti peran guru, pola asuh orang tua, teman sebaya, dan penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif sekolah dalam mengelola dan mengarahkan interaksi sosial peserta didik agar berkembang secara sehat, inklusif, dan mendukung perkembangan sosial-emosional secara optimal.
Dinamika Peran Teman Sebaya Terhadap Perilaku Sosial Anak SD pada Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Ujung Bandar, Bahorok, Langkat Wahyuni, Sri; Panjaitan, Achfa Yusra; Siregar, Fauziah Amelia; Pranata, M. Galih Rian; Rahma, Nindy; Nurjannah, Nurjannah
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2746

Abstract

Masa sekolah dasar merupakan fase yang krusial bagi anak dalam mengembangkan keterampilan sosial di luar lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peran interaksi teman sebaya dalam membentuk perilaku sosial anak melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ujung Bandar, Langkat. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara, hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya berperan menjadi agen sosialisasi yang efektif. Melalui aktivitas kelompok, anak-anak terbukti lebih aktif bekerja sama dan memiliki rasa empati yang kuat. Interaksi teman sebaya yang positif dan didukung dapat membentuk karakter sosial anak yang baik dalam hal kepedulian, komunikatif dan bekal di masa depan.