cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN MODEL OUTDOOR ACTIVITY BAGI GURU SD DI KOTA CILEGON BANTEN Hartman Nugraha; Hernawan; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.157 KB)

Abstract

Abstract This community service aims to provide training in making outdoor activity models for elementary school teachers in Cilegon City, Banten. Outdoor education involves cooperative learning in a democratic environment and emphasizes the interaction between teacher, student and experiential learning. In this learning experience, students learn well by doing activities. This learning involves changing the values, feelings, skills and knowledge that students acquire through the activities they do. With these activities, it is hoped that curriculum materials can be presented more attractively and have the flexibility of time to present all aspects of basic movements and sports movements to achieve aspects that are the goals and functions of coaching, activities are designed with various forms of presentation, namely games, individual and group work. , the application of discipline and simple rules. This activity was attended by 30 teachers in Cibeber District, Cilegon City, the activity was carried out at Mutiara Bunda School, Cilegon Banten. The implementation time of the activity starts from June 20 to October 28, 2021. This program consists of an outdoor activity model adapted to elementary school children that is fun, interesting and accessible to all without discrimination. The output target to be achieved is that elementary school teachers will be able to carry out outdoor learning activities (outdoor activities) in a fun way by following the forms of models developed, adding learning references for teachers. Abstak Pengabdian Kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan Pelatihan dalam Pembuatan model outdoor activity bagi guru SD di Kota Cilegon Banten. Pendidikan luar ruangan melibatkan pembelajaran kooperatif dalam lingkungan demokratis dan menekankan interaksi antara guru, siswa dan pengalaman belajar. Dalam pengalaman belajar ini, siswa belajar baik dengan melakukan aktivitas. Pembelajaran ini melibatkan perubahan nilai, perasaan, keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh siswa melalui kegiatan yang mereka lakukan. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat disajikan materi kurikulum dengan lebih menarik dan memiliki keleluasaan waktu untuk menyajikan seluruh aspek dalam gerak dasar dan gerak olahraga untuk mencapai aspek-aspek yang menjadi tujuan dan fungsi pembinaan, kegiatan dirancang bengan berbagai bentuk penyajian yaitu permainan, kerja individu dan kelompok, penerapan disiplin dan peraturan yang sederhana. Kegiatan ini diikuti oleh para guru di Kecamatan Cibeber Kota Cilegon berjumlah 30 guru, kegiatan dilaksanakan di Sekolah Mutiara Bunda Cilegon Banten. Waktu pelaksanan kegiatan dimulai tanggal 20 Juni sampai dengan 28 Oktober 2021. Program ini terdiri dari model outdoor activity yang disesuaikan dengan anak-anak SD yang menyenangkan, menarik dan dapat diakses untuk semua tanpa diskriminasi. Target luaran yang akan dicapai adalah guru SD akan dapat melakukan pembelajaran luar kelas (outdoor activity) secara menyenangkan dengan mengikuti bentuk-bentuk model yang dikembangkan, menambah referensi pembelajaran untuk para guru
PELATIHAN PENGHEMATAN PENGGUNAAN LISTRIK RUMAH TANGGA DI RW 02 KEL. CIPINANG BESAR KEC. JATINEGARA JAKARTA TIMUR Faried Wadjdi Wadjdi; Aris Sunawar; Massus Subekti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.61 KB)

Abstract

Abstract This community service activity aims to provide counseling and share knowledge to the community related to the electricity sector, especially in the field of saving electrical energy. Because without realizing it, more and more electrical equipment owned without knowing how to optimize its use will make electricity consumption more wasteful. Coupled with the pandemic conditions where everyone works from home will result in a spike in electricity consumption at home. Therefore, it is necessary to carry out energy-saving procedures and patterns so that electricity consumption can be reduced. The methods used are lectures, questions and answers, and practice skills in Saving the Use of Household Electricity. The activity is carried out continuously by continuing to provide an understanding that saving electrical energy starts from small things and will feel the benefits if it is carried out continuously and repeatedly. The results of the service show that there is an average increase in understanding of energy saving by 11.62 points or 31% and a maximum value of 23% by 15 points to 80 points. This shows that people are increasingly understanding the importance of saving energy and knowing how to do it. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan serta sharing ilmu kepada masyarakat terkait bidang kelistrikan terutama bidang penghematan energi listrik. Karena dengan tidak disadarisemakin banyak peralatan listrik yang dimiliki tanpa mengetahui bagaimana mengoptimalkan pemakaiannya akan membuat pemakaian listrik menjadi lebih boros. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi dimana semua orang bekerja dari rumah akan mengakibatkan lonjakan pemakaian listrik dirumah. Oleh karena itu perlunya dilakukan prosedur dan pola hemat energi sehingga pemakaian listrik dapat ditekan. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan praktik keterampilan dalam Penghematan Penggunaan Listrik Rumah Tangga. Kegiatan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan terus memberikan pemahaman bahwa penghematan energi listrik dimulai dari hal kecil dan akan terasa manfaatnya jika dilaksanakan terus menerus dan berulang kali. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi rata-rata peningkatan pemahaman hemat energi sebesar 11,62 poin atau 31% dan nilai maksimal meningkat 23% sebanyak 15 poin menjadi 80 poin. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya hemat energi dan mengetahui cara untuk melakukannya.
PELATIHAN PEMBUATAN KIT KULIT BUAH NAGA SEBAGAI PENDETEKSI AWAL MAKANAN MENGANDUNG FORMALIN DI SMPIT AN-NAHLA AL ISLAMY Alifah Syahirah Syahirah; Wafiq Nur Azizah; Sekar Jatiningsih; Atikah Nur Rahmawati; Bagus Nur Listiyono; Mega Gladiani Sutrisno; Yussi Pratiwi; Neneng Siti Silfi Ambarwati; Setia Budi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.018 KB)

Abstract

Abstract The usage of Formaldehyde as a food additive is a common problem. It is used on food so it can preserve it and lessen the wastes to earn profit. The usage is high, around 26.6% from 517 samples that did not meet BPOM RI standard in 2019. There should be training about the dangers of Formaldehyde and the method of detecting it in foods. The methods used in this program include the distribution of food additives (including Formaldehyde), showing participants how to make simple test kits, with or without help. The instrument used is a Google Form questionnaire. Sixty students from SMPIT An-Nahla Al-Islamy attended this event. From sixty students, 76.27% of the respondents show interest and enthusiast about the event. 75% understood the information about the misuse of Formaldehyde as food additives. All respondents stated that they now know how to detect Formaldehyde. 88.9% of the respondents agreed on the effectiveness of the training method and understood it. Abstrak Penggunaan formalin sebagai bahan tambahan makanan jenis preservasi atau pengawet merupakan masalah yang masih marak dijumpai di lingkungan masyarakat. Penggunaan preservasi pada bahan konsumsi ditujukan agar makanan yang dijual mempunyai waktu jual yang panjang sehingga mengurangi frekuensi pembuangan barang jual yang meningkatkan keuntungan bagi para penjual. Penggunaan formalin pada barang konsumsi masih cukup tinggi yaitu sekitar 26.6% dari 517 sampel yang ditemukan tidak memenuhi syarat oleh BPOM RI. Mengetahui statistik ini maka diperlukan adanya pelatihan tentang bahaya bahan tambahan pangan formalin dan cara deteksi makanan yang mengandung formalin. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini adalah dengan memaparkan materi mengenai bahan tambahan pangan termasuk formalin, melakukan demonstrasi pembuatan kit uji formalin sederhana, terakhir partisipan membuat kit uji formalin dengan pendamping. Instrumen yang digunakan pada kegiatan ini yaitu angket yang diisi oleh partisipan melalui media Google Form. Kegiatan ini dihadiri oleh 60 orang siswa SMPIT An-Nahla Al-Islamy. Data yang diperoleh dari angket menunjukkan 76,27% responden antusias dan tertarik dengan kegiatan, dengan tingkat pemahaman sebesar 75% dalam informasi mengenai penyalahgunaan formalin dalam bahan tambahan pangan, 100% responden menyatakan mengetahui pendeteksian formalin setelah mengikuti kegiatan, dengan 88,9% responden menyatakan metode pelatihan efektif dan dapat dipahami dengan baik.
PENINGKATAN KAPASITAS TEKNISI PENDINGIN RUANGAN DALAM PENYIAPAN PROSES SERTIFIKASI Agung Premono; Darwin Rio Budi Syaka; Ahmad Lubi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.343 KB)

Abstract

Abstract Air Conditioner or often known as AC (Air Conditioner) is currently one of the main components in a room, both at home and in the office. This condition causes an increasing need for AC maintenance that is able to ensure the AC continues to work properly. In addition to being able to work according to maintenance procedures, AC technicians are currently also required to have certification so that there is quality assurance in carrying out the maintenance process. In order to prepare AC technicians who have the capacity as required in AC technician certification, Mechanical Engineering study program provides AC maintenance training to technicians who work in SMK. This training is intended to provide basic knowledge about air conditioners, diagnose AC malfunctions, and practice AC repair according to procedures. Vocational school technicians were chosen as participants because these technicians work as assistants in the AC learning process at SMK so that the knowledge possessed by training participants can be given to SMK students. Thus, this training also has an impact not only on technicians but also on vocational students in preparing themselves to become certified AC technicians. The results of the training which were measured qualitatively showed that the trainees gained additional knowledge about AC theory and also the diagnosis of AC disorders which can be used as additional knowledge in preparing for certification. Keywords:,, , Abstrak Pendingin ruangan atau yang sering dikenal dengan AC (Air Conditioner) saat ini menjadi salah satu komponen utama dalam sebuah ruang baik di rumah maupun kantor. Kondisi ini menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan perawatan AC yang mampu memastikan AC tetap bekerja dengan baik. Selain mampu bekerja sesuai dengan prosedur perawatan, teknisi AC saat ini juga dituntut memiliki sertifikasi sehingga ada jaminan kualitas dalam melakukan proses perawatan. Dalam rangka menyiapkan teknisi AC yang memiliki kapasitas sebagaimana yang disyaratkan dalam sertifikasi teknisi AC, maka program studi Teknik Mesin memberikan pelatihan perawatan AC kepada para teknisi yang bekerja di SMK. Pelatihan tersebut ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang AC, diagnosa kerusakan AC, serta praktik perbaikan AC sesuai dengan prosedur. Teknisi SMK dipilih sebagai peserta karena teknisi tersebut bekerja sebagai tenaga pendamping dalam proses pembelajaran AC di SMK sehingga pengetahuan yang dimiliki oleh peserta pelatihan dapat diberikan kepada para siswa SMK. Dengan demikian, pelatihan tersebut juga memiliki dampak tidak hanya kepada para teknisi tetapi juga kepada siswa SMK dalam menyiapkan diri menjadi teknisi AC yang tersertifikasi. Hasil pelatihan yang diukur secara kualitatif menunjukan bahwa peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan tambahan tentang teori AC dan juga diagnosa kerusakan AC yang dapat dijadikan tambahan pengetahuan dalam menyiapkan diri untuk mengikuti sertifikasi.
PEMANFAATAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna radiata) SEBAGAI SUMBER PROTEIN PADA PEMBUATAN OPAK KETAN KHAS TASIKMALAYA, JAWA BARAT Mirna Isyanti Isyanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.506 KB)

Abstract

Abstract Sticky rice opak is a processed food product made from glutinous rice with a crunchy and savory texture, round and flat in shape, through drying and roasting processes, until it is slightly brown in color. Sticky rice opak industry is spread across West Java, one of which is Tasikmalaya. Research on the manufacture of sticky rice opak products has been carried out by utilizing mung bean flour as a source of vegetable protein. The addition of mung bean flour in the manufacture of sticky rice opak aims to increase the nutritional value of the product. Results based on the organoleptic assessment, the panelists preferred the sticky rice opak product with the addition of 10% mung bean flour. The addition of mung bean flour up to 40% is still acceptable from the parameters of taste, aroma, texture, and color. Proximate analysis of the sticky rice opak preferred by the panelists (10% mung bean flour) showed a moisture content value of 4.06% and the original glutinous opak product (100% glutinous rice) of 4.14%. The protein content of sticky rice opak with the addition of mung bean flour showed a greater content (11.0%) than the original glutinous opak (8.16%). The addition of mung bean flour to sticky rice opak showed a slightly higher fatcontent and ash content than the original sticky rice opak. The original sticky rice opak made from 100% glutinous rice shows a higher carbohydrate content. Utilization of mung bean flour can be used to increase the protein content of sticky rice opak and can be an alternative innovation in the development of Tasikmalaya sticky rice opak products.Abstrak Opak ketan merupakan produk pangan olahan berbahan dasar beras ketan dengan tekstur yang renyah dan gurih, berbentuk bulat dan pipih, melalui proses penjemuran, dan pemanggangan, hingga warnanya agak kecoklatan. Industri opak ketan tersebar di daerah Jawa Barat, salah satunya adalah Tasikmalaya. Penelitian pembuatan produk opak ketan telah dilakukan dengan memanfaatkan tepung kacang hijau sebagai salah satu sumber protein nabati. Penambahan tepung kacang hijau dalam pembuatan opak ketan bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi produk. Berdasarkan hasil penilaian organoleptik, produk opak ketan yang disukai panelis adalah dengan penambahan 10% tepung kacang hijau. Penambahan tepung kacang hijau sampai dengan 40% masih dapat diterima dari parameter rasa, aroma, tekstur, dan warna. Analisis proksimat produk opak ketan yang disukai oleh panelis (10% tepung kacang hijau) menunjukkan nilai kadar air sebesar 4,06% dan opak ketan original (100% beras ketan) sebesar 4,14%. Kadar protein opak ketan dengan penambahan tepung kacang hijau menunjukkan kandungan yang lebih besar (11,0%) dibandingkan opak ketan original (8,16%). Penambahan tepung kacang hijau pada opak ketan menunjukkan kadar lemak dan kadar abu sedikit lebih tinggi dibandingkan opak ketan original. Opak ketan original terbuat dari 100% beras ketan menunjukkan kandungan karbohidrat yang lebih tinggi. Pemanfaatan tepung kacang hijau dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan protein opak ketan dan dapat menjadi alternatif inovasi dalam pengembangan produk opak ketan khas Tasikmalaya.
RANCANG BANGUN DAN PELATIHAN SISTEM INFORMASI LABORATORIUM BAGI PENGELOLA LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RS XYZ Supraptoa Supraptoa; marji; Edy Santoso; Dian Eka R; Nurul Hidaya; Kenty Wantri A
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.614 KB)

Abstract

Abstract The use of information systems in the medical world strongly supports the activities/work of medical personnel in hospitals. The laboratory information system is an application program system that supports access to the database system. So that patient data can easily be stored, integrated and displayed again when needed and the resulting information is more accurate and reliable. In this service activity, the design and training of laboratory information systems is carried out. The design of the laboratory information system is carried out using the Waterfall system development method. The Waterfall method is a simple method in describing the stages of software development consisting of phases: analysis, design, coding, testing and maintenance. After designing the laboratory information system, training is carried out. The training activity consists of 2 materials: Training on data management systems and transaction reporting. The training was attended by 5 participants from the Anatomical Pathology Laboratory, XYZ Hospital. The implementation of the training went well, this can be seen from the average value of feedback from the participants, which was 4.83. Abstrak Penggunaan sistem informasi pada dunia medis sangat mendukung aktifitas/pekerjaan para tenaga medis di rumah sakit. Sistem informasi laboratorium merupakan sebuah sistem program aplikasi yang memberi dukungan akses ke sistem database. Sehingga data pasien dengan mudah dapat disimpan diintegrasikan dan ditampilkan kembali saat diperlukan dan informasi yang dihasilkan lebih akurat dan dapat dipercaya. Pada kegiatanpengabdian ini dilakukan rancang bangun dan pelatihan system informasi laboratorium. Rancang bangun pembuatan system informasi laboratorium dilakukan dengan metode pengembangan system Waterfall. Metode Waterfall merupakan metode yang sederhana dalam menggambarkan tahapan pengembangan perangkat lunak yang terdiri fase: analisis, desain, pengkodean, pengujian dan pemeliharaan. Setelah rancang bangun sistem informasi laboratorium, maka dilakukan pelatihan. Kegiatan pelatihan terdiri dari 2 materi yaitu: Pelatihan tentang sistem manajemen data dan pembuatan pelaporan tansaksi. Pelatihan diikuti 5 peserta dari Laboratorium Patologi Anatomi RS XYZ. Pelaksanaan pelatihan berjalan dengan baik hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata umpan balik dari peserta yaitu 4,83.
PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN ANIMASI MENGUNAKAN ANIMAKER UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN LITERASI TEKNOLOGI PADA GURU SMP Nizlel Huda; Jefri Marzal; Novferma; Ari Frianto; Febbry Romundza; Wahyu Fitroh
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1291.375 KB)

Abstract

Abstract Advances in information and communication technology are developing very rapidly and cannot be dammed anymore. Technological developments are increasingly expanding to all aspects and fields of human life, one of which is in the aspect of education. One of the things that must be improved at this time is information and communication technology literacy, the application of technology in education is more about a person's ability to access, disseminate and communicate information effectively. Technological literacy skills are urgently needed by teachers today, because they are facing the constraints of the COVID-19 pandemic which has an impact on the education sector. This service activity aims to train junior high school teachers to make animated learning videos using animaker to improve technological literacy skills. The methods used in this service are expository, demonstration, question and answer, discussion. This service activity was attended by 35 participants who are teachers of all subjects at SMP N 11 Muaro Jambi. The instrument used to determine the level of success and achievement of this training is to use a questionnaire filled out by the participants. Based on the results of the training, it is known that the teacher's response to the technological literacy questionnaire following the training on making animated learning videos using animaker was obtained with an average category of very good. This response shows the satisfaction of the trainees with the activity of making learning videos using animaker. So that training on making animated learning videos using animakers provides excellent motivation for teachers and is very useful, especially in improving technological literacy skills during the Covid-19 pandemic. Abstrak Kemajuan Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat dan tidak dapat dibendung lagi. Perkembangan teknologi tersebut semakin meluas ke semua aspek dan bidang kehidupan manusia, salah satunya pada aspek Pendidikan. Salah satu yang harus ditingkatkan saat ini adalah pada literasi teknologi informasi dan komunikasi, implementasi teknologi di dunia Pendidikan lebih kepada kemampuan seseorang dalam mengakses, menyebarkan dan mengkomunikasikan informasi secara efektif. Kemampuan literasi teknologi sangat diperlukan oleh guru untuk saat ini, dikarenakan sedang menghadapi kendala pandemic covid-19 yang berdampak pada sektor Pendidikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih guru SMP untuk membuat video pembelajaran animasi menggunakan animaker untuk meningkatkan kemampuan literasi teknologi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini adalah menggunakan ekspositori, demonstrasi, tanya jawab, diskusi. Kegiatan Pengabdian ini diikuti oleh 35 orang peserta yang merupakan guru di semua matapelajaran di SMP N 11 Muaro jambi. Adapun instrument yang digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan ketercapaian pelatihan ini menggunakan angket yang di isi oleh peserta. Berdasarkan hasil pelatihan diperoleh bahwa respon guru terhadap angket literasi teknologi mengikuti pelatihan pembuatan video pembelajaran animasi mengunakan animaker diperoleh dengan rata-rata pada karegori sangat baik. Respon ini menunjukkan adanya kepuasan dari peserta pelatihan terhadap kegiatan pembuatan video pembelajaran menggunakan animaker. Maka pelatihan pada pembuatan video pembelajaran animasi mengunakan animaker memberikan motivasi yang sangat baik kepada guru dan sangat bermanfaat terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi teknologi di masa pandemi Covid-19 ini.
PELATIHAN INSTALASI DAN PENGGUNAAN APLIKASI IP CAMERA DI SMK NEGERI 1 CIBINONG Baso Maruddania Maruddania; Moch. Sukardjo; Widya Dara; Reza Ramadan; Rania Chairunisa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.215 KB)

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic that attacked the world, including Indonesia, made many changes in the social order in society. The effects of Covid-19 have an impact not only on how to socialize, but also on individuals. The increase in the unemployment rate due to dismissal can indirectly increase the chances of criminal acts in the community. However, there are many things that can be done as an anticipatory step as well as a solution for these crimes because in this era recently, increasing of developing technology provides convenience in almost all fields, including security. In an environment, which are campus, office or in the community, security is an absolute thing to ensure a sense of security and comfort. The Community Service Team, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Jakarta in collaboration with the Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cibinong held a training on how to install and how to use of IP camera applications which is the object are SMK teachers and the community around SMKN 1 Cibinong with goals to introduce and teach the public to use IP cameras as one tool of preventing and/or knowing the occurrence of criminal acts that occur around them by viewing the recordings on the IP camera. The training was carried out in a hybrid way (online and offline) using the Zoom application by presenting material and practices regarding IP cameras and their applications as well as a question and answer session with participants as well as consultation on the problems encountered in the installation and use of IP cameras. After participating in the training, participants are expected to be able to install IP cameras around them (home, school, or office) and understand how to use applications to monitor areas where IP cameras are Abstrak Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia, termasuk Indonesia, membuat banyak perubahan yang terjadi dalam tatanan sosial di masyarakat. Efek dari Covid-19 ini berimbas tidak hanya pada cara bersosialisasi, namun juga pada individu. Naiknya tingkat pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja secara tidak langsung dapat meningkatkan peluang terjadinya tindak kriminal di masyarakat. Namun banyak hal yang dapat dilakukan sebagai langkah antisipatif maupun langkah solutif untuk tindak kriminal tersebut karena dalam era teknologi yang semakin berkembang saat ini memberikan kemudahan hampir dalam semua bidang, tidak terkecuali dalam bidang keamanan. Dalam suatu lingkungan, baik itu kampus, kantor m upun di masyarakat, keamanan merupakan suatu hal yang mutlak untuk menjamin rasa aman dan nyaman. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta bekerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cibinong mengadakan pelatihan instalasi dan penggunaan aplikasi IP camera dengan sasaran guru-guru SMK dan masyarakat sekitar SMKN 1 Cibinong sebagai usaha memperkenalkan dan mengajarkan masyarakat untuk menggunakan IP camera sebagai salah satu sarana mencegah dan/atau mengetahui kejadian dari tindak pidana yang terjadi di sekitar mereka dengan melihat hasil rekaman pada IP camera. Pelatihan dilakukan secara hybrid (daring dan luring) menggunakan aplikasi Zoom dengan memaparkan materi dan praktik mengenai IP camera dan aplikasinya serta sesi tanya jawab dengan peserta sekaligus konsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi dalam instalasi dan penggunaan IP camera. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menginstalasi IP camera di sekitar mereka (rumah, sekolah, maupun kantor) dan mengerti menggunakan aplikasi untuk memonitoring area dimana IP camera terpasang.
PELATIHAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN STEM UNTUK PENCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU Sofyan; Firman; Ferdiaz Saudagar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.804 KB)

Abstract

Abstract The implementation of the learning process in the classroom is the spirit of education. The implementation of quality learning will produce quality education as well. However, several research results found that the learning design was not yet oriented to student-centered activities. The STEM-Approach is one of the learning approaches that orientation activates students in the learning process through science, technology, engineering, and mathematics. This community service aims to provide the understanding and good practice by teachers in designing STEM-Approach Learning. The training was given to teachers of SMAN 1 Tanjung Jabung Barat, Jambi Province. Thirty-six teachers from various subjects attended it. The training uses a Project-Based Learning (PjBL) model with in-service and on-the-job learning techniques. From the implementation of the training, 86.11% or 31 teachers understood and practiced designing a STEM-Based Approach for educational learning according to the criteria. This best-practice is carried out both individually and in collaboration. Training with the PjBL Model improved the pedagogical competence of teachers in designing learning with a STEM-Approach Abstrak Pelaksanaan proses pembelajaran di kelas merupakan ruh dari pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas akan melahirkan pendidikan yang berkualitas pula. Dari beberapa hasil riset menemukan, bahwa rancangan pembelajaran belum berorientasi kepada aktivitas yang berpusat kepada peserta didik. Pendekatan STEM merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang orientasinya mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran melalui prinsip-prinsip science, technology, engineering, and mathematics. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan praktik baik yang dilakukan guru dalam merancang pembelajaran dengan pendekatan STEM. Pelatihan diberikan kepada guru SMAN 1 Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pelatihan diikuti oleh 36 guru dari berbagai mata pelajaran. Pelatihan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan teknik in service dan on the job learning. Dari pelaksanaan pelatihan yang sudah dilakukan terdapat 86,11% atau 31 orang guru yang memiliki pemahaman dan praktik merancang pembelajaran dengan pendekatan STEM sesuai kriteria. Praktik baik ini dilakukan baik secara individu maupun berkolaborasi. Pelatihan dengan Model PjBL ternyata mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran dengan pendekatan STEM.
APLIKASI PENGGUNAAN ALAT PELONTAR PADA TIM BOLA VOLI DKI JAKARTA Tirto Apriyato Apriyato; Muhammad Ilham
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.756 KB)

Abstract

Abstract This community service aims to provide knowledge on how to apply a ball throwing device to the DKI Jakarta volleyball team. Many factors can affect the achievement of volleyball sports achievements, including the quality of training. Quality training needs to be supported by several activities, one of the activities in the exercise is drilling by the coach in the process of improving the skills of the athlete. Drilling in volleyball practice requires the supply of throwing balls as a medium in the game. The drilling process is often a problem for coaches because of their physical limitations (energy), while athletes often get inconsistent ball throws. Based on this description, there needs to be a solution in drilling activities when practicing using a ball throwing device so that the quality of the ball throw is objective and stable. The problem-solving method in this activity is to socialize in applying the ball throwing device through 2 stages; (1) Tool introduction stage (2) Tool use practice. This community service activity resulted in an understanding of how to implement the use of throwing tools in the training process properly and correctly. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan cara mengaplikasikan alat pelontar bola pada tim bola voli DKI Jakarta. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian prestasiolahraga bola voli diantaranya adalah kualitas Latihan. Latihan yang berkualitas perlu ditunjang oleh beberapa kegiatan, salah satu kegiatan dalam Latihan tersebut adalah drilling oleh pelatih dalam proses peningkatan keterampilan atletnya. Drilling dalam latihan bola voli membutuhkan pasokan/suplai lemparan bola sebagai media dalam permainan. Proses drilling sering menjadi masalah bagi pelatih karena keterbatasan fisik (energi) yang dimiliki, sementara untuk atlet sering mendapatkan lontaran bola yang tidak konsisten. Berdasarkan uraian tersebut, perlu adanya solusi dalam kegiatan drilling saat berlatih dengan menggunakan alat pelontar bola sehingga kualitas lontaran bola yang obyektif dan stabil. Metode pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah dengan sosialisasi dalam mengaplikasikan alat pelontar bola melalui 2 tahap; (1) Tahap Pengenalan alat (2) Praktik Penggunaan alat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan pemahaman bagaimana mengimplementasikan penggunaan alat pelontar dalam proses latihan secara baik dan benar.