cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH Achmad Husen; Fauzi Abdillah; Dina Rahma Fadlilah; Rivaldo Sanjaya; Abraham Erlangga Renaldo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Currently, natural phenomena show a decline in quality and even environmental damage. This is a shared responsibility of all parties, namely the government, the business world and the industrial world, and society. Efforts to overcome this can be carried out both preventively (prevention) in the form of: being economical in the utilization and use of natural resources and the environment, being wise in the management of natural resources and being professional in environmental conservation, or repressively (remediation) in the form of: disaster mitigation, providing assistance, and psychological treatment as a result of trauma and giving sanctions to those who damage the environment. As part of society, schools cannot escape from this responsibility. The Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia has long directed and given awards to schools that consistently and continuously make efforts to develop pro-environmental attitudes and behaviors for their citizens, which are named Adiwiyata Schools. In relation to this, it is very necessary and strategic to carry out the Environmental Care and Culture Movement in Schools. The benefits of this activity are very important in developing a safe and comfortable environment, so that people can live their lives with better quality.  The activity was held on Thursday, July 11, 2024, attended by Supervisors, Principals, and Teachers of Elementary Schools in 4 Makasar District, East Jakarta, a total of 41 people. `Based on monitoring and evaluation of the activities and interviews conducted, participants showed enthusiasm and were very enthusiastic in participating in the activities, and they felt the enormous benefits for the school's efforts in realizing the Adiwiyata School in the future. Therefore, they hope that after this activity there will be a follow-up, either in the form of consultation or other forms of activities.   Abstrak   Saat ini fenomena alam menunjukkan terjadi penurunan kualitas dan bahkan kerusakan lingkungan. Hal ini merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, yaitu pemerintah, dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat. Upaya penanggulangannya dapat dilakukan baik preventif (pencegahan)  berupa: hemat dalam pemanfaatan dan penggunaan sumber daya alam dan  lingkungan, bijaksana dalam pengelolaan sumber daya alam dan profesional dalam pelestarian lingkungan, maupun represif (penanggulangan) berupa: mitigasi  bencana, pemberian bantuan, dan penanganan psikologis sebagai akibat trauma serta  pemberian sanksi bagi para perusak lingkungan. Sebagai bagian dari masyarakat, sekolah dengan demikian tidak dapat melepaskan  diri dari tanggung jawab tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik  Indonesia, sudah sejak lama mengarahkan dan memberikan penghargaan kepada  sekolah yang secara konsisten dan berkesinambungan melakukan upaya  mengembangkan sikap dan perilaku pro-lingkungan kepada warganya, yang  diberi nama Sekolah Adiwiyata. Terkait dengan hal ini maka sangat perlu dan strategis bila dilakukan kegiatan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan di Sekolah. Manfaat dari kegiatan ini sangat penting dalam mengembangkan  lingkungan yang aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupannya secara lebih berkualitas.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Kamis, 11 Juli 2024, diikuti oleh  Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru-guru Sekolah Dasar Binaan 4 Kecamatan  Makasar, Jakarta Timur, seluruhnya berjumlah 41 orang. Berdasarkan pantauan dan evaluasi terhadap kegiatan serta wawancara yang  dilakukan, peserta menunjukkan antusiasme dan sangat bersemangat dalam mengikuti  kegiatan, dan mereka merasakan manfaat yang sangat besar bagi upaya-upaya sekolah  dalam mewujudkan Sekolah Adiwiyata pada masa yang akan datang. Oleh karena itu  mereka berharap setelah kegiatan ini ada tindaklanjutnya, baik berupa konsultasi  maupun bentuk kegiatan lainnya.
Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Guru Madrasah Istiqlal Jakarta dalam Penulisan Kajian Pustaka Pembelajaran Berbasis Literasi Digital melalui Program Pendampingan Sri Sumarni; Ratna Dewanti; Ifan Iskandar; Siti Drivoka S; Rizdika Mardiana
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKajian pustaka merupakan hal mendasar dalam meneliti maupun menulis artikel ilmiah. Melalui kajian pustaka dapat ditemukan informasi terbaru bidang yang akan diteliti, celah penelitian, dan rujukan dasar teoritis untuk meneliti dan atau menulis artikel ilmiah. Namun demikian banyak guru memiliki kesulitan dalam menulis kajian pustaka yang mengakibatkan mereka enggan meneliti dan publikasi. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menulis kajian pustaka pembelajaran berbasis literasi digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan secara luring dan daring; dimulai dengan penyajian materi tentang menuliskan judul penelitian, pengetahuan tentang kajian pustaka, tujuan dan fungsi kajian Pustaka, serta cara membuat kajian Pustaka, dilanjutkan dengan pendampingan penulisan. Sasaran kegiatan adalah para guru di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Istiqlal Jakarta. Kegiatan menunjukkan hasil yang baik dengan indicator semua peserta menuliskan judul penelitian dan mendekonstruksi untuk menetapkan variable dan konteks penelitian, mengidentifikasi kata kunci sebagai dasar kajian pustaka, menyusun kerangka kajian pustaka untuk dikembangkan sesuai kebutuhan peserta. Kesimpulannya adalah program pendampingan dari perguruan tinggi bermanfaat bagi guru dalam menyelesaikan masalah penulisan kajian pustaka. AbstractReviewing works of literature is a basic need for researching and writing academic articles. Conducting a literature review will enable us to reveal the current information regarding to the topic to be studied, the research gap, and references for the theoretical bases. However, many teachers in Indonesia find difficulties in writing a literature review causing them to be reluctant to conduct research and produce academic articles. This community service aimed to improve teachers' knowledge and skills in writing literature reviews on digital literacy-based learning. Offline and online workshop and mentoring methods were employed during the service, carried out in two main phases; orienting and engaging teachers to get to know about literature review and research, engaging and mentoring teachers to search and conduct literature review. The target of this service were teachers of the Islamic Primary, Junior High, and Senior Schools in 2 Istiqlal Jakarta. The service showed good results in terms of the complete participation of the teachers in writing their research titles, deconstructing the title to decide the research focuses and context, identifying the keywords as the bases for the literature review, and composing the framework to be developed related to their needed literature reviews. It can be concluded that mentoring program from the faculty members can solve the teachers’ problems in writing literature reviews.
Pendampingan Pembuatan Peta Sebaran Mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jakarta Samadi; Fauzi Ramadhoan A’Rachman; Achmad Husen; Ma Wadhati Nuraini Ardhy; Muhammad Taufik Hermawan; Hamdan Adib Prihardian; Awalya Nuraini; Rifqi Bagas Satrio
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menanggapi masalah masih lemahnya aspek kepedulian masyarakat terhadap upaya pengelolaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan khususnya di Pulau Pari, maka dipandang penting dilakukan kegiatan pendampingan penyusunan peta sebaran mangrove untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilakukan melalui metode diseminasi yang dilanjutkan pelatihan pembuatan peta Sebaran Mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Jakarta kepada pengurus RW 04 di Pulau Pari Keoulauan Seribu DKI Jakarta pada tanggal 27 Juli 2024. Berdasarkan hasil kegiatan di lapangan, diperoleh beberapa hasil bahwa titik demplot di kawasan Pantai Bintang (bagian Barat Pulau Pari) ber-ekosistem mangrove jenis Rizhophora dan Avicennia (dominan) dengan luasan 36 m2 dengan nilai kerapatan 72%. Di kawasan Pantai Bintang ini masih memiliki kondisi alam dan lingkungan fisik di sekitar mangrove walaupun ada diantaranya merupakan ekosistem buatan atau budidaya. Untuk kondisi lingkungan fisik alamiahnya terdapat fenomena hayati yang unik karena terdapat wilayah pasang surut dan memiliki pasir putih alami. Kondisi mangrove dan lingkungan sekitar masih sehat karena masih terdapat banyak fauna seperti bintang laut, kepiting ungu pemanjat, dan ikan-ikankecil yang mudah diamati. Adapun data yang diperoleh pada kawasan Di titi amatan 1 Pantai Pasir Perawan (sebelah Utara-Timur Laut Pulau Pari) memiliki sebaran mangrove dai jenis RhizophoraMucronata pada titik dengan nilai kerapatan mangrove hanya 6% dinilai memiliki tingkat keanekaragaman (biodiversity) kawasan Pantai Pasir Perawan sangat rendah karena di sekitar kawasan mangrove Pantai Pasir Perawan hanya ditemukan 4 jenis tanaman penyusun habitat mangrove yaitu kepiting, kerang, gastropoda, dan kelomang. Sedangkan pada titik amatan 2 merupakan daerah pasang surut air lautdengan biota laut yang beragam karena berada di daerah pasang surut air laut. Mangrove di kawasan ini memiliki diameter rata-rata sekitar 28 meter.
Pendampingan Peningkatkan Kesehatan Mental PMI melalui Permainan Aut bound di Korea Selatan. Iwan Setiawan; Raharjo; Samsi Setiadi; Cesar Adi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRAK            Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan berupa Pendampingan  Untuk peningkatan Kesehatan  Mental PMI  melalui Permainan Aut bound di Korea Selatan. Pengabdian masyarakat Kolaboratif Internasional bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang  Kesehatan mental yang dapat dijaga  dengan melakukan aktivitas permainan aut bound bagi tenaga kerja Indonesia di Seoul dan Daejoan. Mitra dalam kegiatan  pengabdian pada Masyarakat ini  adalah  KBRI Seoul dan  komunitas Pekerja Migran Indonesia (IMNIDA) di Daejoan.           Metode pelaksanaan program ini dirancang secara sistematis dengan tahapan – tahapan  mencakup antara lain sosialisasi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program.           . Adapun manfaat yang diberikan dari pengabdian kepada Masyarakat internasional ini adalah mengaplikasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi  secara langsung dalam meningkatkan Kesehatan mental bagi pekerja migran Indonesia di korea Selatan. Hasil luaran yang dari pengabdian kepada Masyarakat internasional ini adalah publikasi artikel di jurnal Ber-ISSN atau Artikel Prosiding seminar nasional pengabdian verISBN/ISSN,  Publikasi artikel di media massa/media online, Publikasi Video kegiatan di Youtube LPPM, HKI dan  Poster kegiatan hasil pengabdian.ABSTRACK The community service activity carried out involves Mentoring for Improving the Mental Health of Indonesian Migrant Workers (PMI) through Aut Bound Games in South Korea. This international collaborative community service aims to provide knowledge about maintaining mental health through aut bound game activities for Indonesian workers in Seoul and Daejeon. The partners in this community service activity are the Indonesian Embassy in Seoul and the Indonesian Migrant Worker community (IMNIDA) in Daejeon. The program implementation method is designed systematically with stages including socialization, technology application, mentoring and evaluation, as well as program sustainability. The benefits provided by this international community service are the direct application of research results conducted by the university in improving the mental health of Indonesian migrant workers in South Korea. The output of this international community service includes publication of articles in journals with ISSN or proceeding articles in national seminars on community service with ISBN/ISSN, publication of articles in mass media/online media, publication of activity videos on the LPPM YouTube channel, intellectual property rights (HKI), and posters displaying the community service results.
STRENGTHENING SOCIAL AND CULTURAL RESILIENCE OF INDONESIAN MIGRANT WORKERS IN SOUTH KOREA THROUGH A COMMUNITY-BASED APPROACH Raharjo; Iwan Sugihartono; Etin Solihatin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The resilience of Indonesian migrant workers (PMI) in South Korea has become an important issue, particularly in the context of social and cultural adaptation. Many workers face challenges such as language barriers, cultural differences in the workplace, limited access to information about labor rights, and a lack of social networks, which often lead to stress, discrimination, and vulnerability to exploitation. This community service program aimed to strengthen the social and cultural resilience of Indonesian migrant workers through a community-based approach. The activities included cultural adaptation training, legal literacy workshops on labor rights and obligations, the development of conflict management skills, and the establishment of solidarity-based migrant worker communities. The program was carried out in collaboration with the Embassy of the Republic of Indonesia in Seoul, the IMNIDA community, and supported by six Indonesian universities under the ALPTKNI consortium. The methods applied encompassed socialization, mentoring, and ongoing community engagement. The outcomes of the program indicated an increased awareness of labor rights, improved cultural adaptation skills, and stronger social solidarity among participants. Furthermore, the establishment of long-term partnerships with local organizations ensured the sustainability of the program. This initiative not only contributed to the protection and empowerment of Indonesian migrant workers in South Korea but also served as a replicable model for similar interventions in other destination countries. The program also aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 3 (Good Health and Well-being) and SDG 17 (Partnerships for the Goals), highlighting the strategic role of higher education institutions in global community empowerment and cultural diplomacy. Keywords: Social and cultural resilience; Indonesian migrant workers; community empowerment; South Korea; labor rights; sustainability. Abstrak Ketahanan pekerja migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan telah menjadi isu penting, terutama dalam konteks adaptasi sosial dan budaya. Banyak pekerja menghadapi tantangan seperti hambatan bahasa, perbedaan budaya di tempat kerja, keterbatasan akses terhadap informasi tentang hak-hak ketenagakerjaan, dan kurangnya jaringan sosial, yang sering kali menyebabkan stres, diskriminasi, dan kerentanan terhadap eksploitasi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan sosial dan budaya pekerja migran Indonesia melalui pendekatan berbasis komunitas. Kegiatan yang dilakukan mencakup pelatihan adaptasi budaya, lokakarya literasi hukum tentang hak dan kewajiban tenaga kerja, pengembangan keterampilan manajemen konflik, dan pembentukan komunitas pekerja migran berbasis solidaritas. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, komunitas IMNIDA, dan didukung oleh enam universitas Indonesia di bawah konsorsium ALPTKNI. Metode yang diterapkan mencakup sosialisasi, pendampingan, dan keterlibatan komunitas yang berkelanjutan. Hasil dari program menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap hak-hak tenaga kerja, peningkatan keterampilan adaptasi budaya, dan penguatan solidaritas sosial di antara para peserta. Selain itu, pembentukan kemitraan jangka panjang dengan organisasi lokal memastikan keberlanjutan program. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi terhadap perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia di Korea Selatan, tetapi juga berfungsi sebagai model yang dapat direplikasi untuk intervensi serupa di negara tujuan lainnya. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menyoroti peran strategis lembaga pendidikan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat global dan diplomasi budaya. Kata kunci: Ketahanan sosial dan budaya; pekerja migran Indonesia; pemberdayaan komunitas; Korea Selatan; hak-hak ketenagakerjaan; keberlanjutan
PELATIHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH TINGKAT DASAR DI KECAMATAN GEGERBITUNG KABUPATEN SUKABUMI Ratna Widyati; Med Irzal; Ibnu Hadi; Mulyono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pelatihan untuk guru-guru sekolah tingkat dasar di kecamatan Geger Bitung kabupaten Sukabumi. Tujuan kegiatan pelatihan adalah untuk meningkatkan kemampuan kompetensi profesional Guru Sekolah Tingkat Dasar dalam pembelajaran matematika berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kompetensi profesional TIK adalah kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Kompetensi ini dapat menjadi penguat bagi kompetensi guru secara keseluruhan. Kompetensi TIK yang baik untuk guru adalah menguasai dasar-dasar TIK, mendalami pengetahuan tentang TIK, mampu mengkreasi pengetahuan dengan TIK, dan berbagi ilmu tentang TIK. Kegiatan pelatihan diutamakan pada bagaimana guru-guru sekolah tingkat dasar memanfaatkan TIK dalam pembelajaran matematika. Guru dapat memanfaatkan TIK untuk mempersiapkan proses pembelajaran dan atau ketika proses pembelajaran berlangsung. Dengan TIK guru dapat menambah bahan ajar dan mencari referensi tentang metode pembelajaran yang tepat untuk siswanya. Dalam pembelajaran guru dapat menyampaikan materi dengan lebih mudah diterima oleh siswa dengan bantuan pemanfaatan TIK. Adapun media pembelajaran yang disampaikan adalah Microsoft Sway yaitu aplikasi presentasi online yang dikembangkan oleh Microsoft, termasuk dalam rangkaian produk Microsoft 365. Sway termasuk dalam kategori Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu aplikasi presentasi interaktif dari Microsoft yang memungkinkan pengguna membuat dan berbagi berbagai jenis konten, seperti laporan, cerita pribadi, dan presentasi. Sway menggunakan TIK untuk memfasilitasi pembuatan dan penyebaran konten digital tersebut dan termasuk dalam kategori perangkat lunak (software) dalam TIK, karena merupakan program komputer yang berjalan di sistem operasi. Metode pelatihan yang dilakukan berupa pemaparan teori dan praktek yang dilakukan secara mandiri oleh guru-guru sekolah tingkat dasar.   AbstractCommunity service activities include training for elementary school teachers in Geger Bitung Subdistrict, Sukabumi Regency. The purpose of the training is to improve the professional competence of elementary school teachers in Information and Communication Technology (ICT)-based mathematics learning. Professional ICT competence is a teacher's ability to utilize information and communication technology for learning. This competency can strengthen a teacher's overall competency. Good ICT competencies for teachers include mastering the basics of ICT, deepening knowledge of ICT, creating knowledge with ICT, and sharing knowledge about ICT. The training focuses on how elementary school teachers utilize ICT in mathematics learning. Teachers can utilize ICT to prepare for and/or during learning. With ICT, teachers can add teaching materials and find references about appropriate learning methods for their students. In learning, teachers can deliver materials more easily understood by students with the help of ICT utilization. The learning media delivered is Microsoft Sway, an online presentation application developed by Microsoft, included in the Microsoft 365 product series. Sway is included in the Information and Communication Technology (ICT) category, an interactive presentation application from Microsoft that allows users to create and share various types of content, such as reports, personal stories, and presentations. Sway uses ICT to facilitate the creation and distribution of digital content. It is included in the ICT software category because it is a computer program that runs on an operating system. The training method used is theoretical and practical presentations carried out independently by elementary school teachers.
PENYULUHAN KESELAMATAN KEBAKARAN DI SMPN 199 JAKARTA Jafar Amiruddin; Hanif Farhan Yusdi Tanjung; Shifa Rahma Maritza; Sahara Adlia Mulyani; Imam Asyrafi Alfarisi; Muhammad Ridho Alfarizi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan kebakaran di lingkungan sekolah merupakan topik penting yang membutuhkan perhatian serius,terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Penyuluhan keselamatan kebakaran ini bertujuan untuk meningkatkankesadaran dan kesiapan siswa/i SMPN 199 Jakarta terhadap risiko kebakaran, termasuk penggunaan media sederhanadan alat pemadam api ringan (APAR) untuk pemadaman api, serta latihan prosedur evakuasi darurat bila terjadikebakaran. Kegiatan ini dilakukan melalui penyampaian materi, simulasi pemadaman api, latihan prosedur evakuasidarurat, serta pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatansignifikan dalam pemahaman siswa mengenai langkah langkah mitigasi kebakaran. Diharapkan, kegiatan ini dapatdilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian untuk penerapan keselamatan kebakaran di sekolah-sekolah.Fire safety in schools is a crucial topic that requires serious attention, especially in urban areas like Jakarta. This firesafety education program aims to increase students' awareness and preparedness for fire risks at SMPN 199 Jakarta,including the use of simple tools and portable fire extinguishers (APAR) for extinguishing fires, as well as practicingemergency evacuation procedures in the event of a fire. This activity involved delivering material, fire extinguishingsimulations, practicing emergency evacuation procedures, and conducting pre- and post-tests to assess participants'understanding. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of fire mitigationmeasures. It is hoped that this activity can be implemented continuously as part of the implementation of fire safety inschools.
KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DAN SEKOLAH: MENGATASI KETERBATASAN PEMBELAJARAN MELALUI PROGRAM PELATIHAN KREATIF DAN INOVATIF Muhamad Fadholi; Rugaiyah; Siti Zulaikha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keterbatasan sumber daya di sekolah dasar seringkali menjadi penghalang dalam penerapan pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan abad ke-21. Artikel ini memaparkan hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sekolah mitra, SDN Karanganyar 02. Menggunakan metode partisipatif, program bertajuk “SIAP (Smart, Inspiring, Active, Positive)” ini diimplementasikan secara sistematis melalui serangkaian kegiatan yang mencakup Focus Group Discussion (FGD), workshop, dan pendampingan intensif. Fokus utama program adalah peningkatan kapasitas guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran melalui pelatihan pembuatan media ajar interaktif menggunakan aplikasi Canva. Puncak dari program ini adalah penyelenggaraan "SIAP Creativity Day" yang menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan karya kreatif mereka. Evaluasi program dilakukan melalui observasi, wawancara, serta survei kepuasan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan digital guru dan siswa, serta tingginya antusiasme dan motivasi belajar siswa. Selain itu, data survei menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang sangat tinggi (mencapai 100%) terhadap aspek komunikasi, kenyamanan tempat, dan kebermanfaatan program secara keseluruhan. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan merupakan solusi efektif untuk memberdayakan sekolah dan dapat menjadi model praktik baik untuk direplikasi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar. Abstract Resource limitations in elementary schools often hinder the implementation of innovative learning required for the 21st century. This article describes a community service program aimed at overcoming this challenge through a strategic collaboration between a university and a partner school, SDN Karanganyar 02. Using a participatory method, the program, titled "SIAP (Smart, Inspiring, Active, Positive)," was systematically implemented through a series of activities, including Focus Group Discussions (FGD), workshops, and intensive mentoring. The program's main focus was on building the capacity of teachers and students in utilizing learning technology, specifically through training on creating interactive teaching media using the Canva application. The culmination of the program was the "SIAP Creativity Day," which provided a platform for students to showcase their creative work. Program evaluation was conducted through observation, interviews, and satisfaction surveys. The results indicated a significant improvement in the digital skills of teachers and students, as well as high levels of student enthusiasm and motivation. Furthermore, survey data revealed a very high level of participant satisfaction with communication, venue comfort, and the overall benefits of the program. This program demonstrates that synergy between academics and education practitioners is an effective solution for empowering schools and can serve as a replicable best practice model to improve the quality of primary education.
Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMA Di Bidang Logistik Melalui Pelatihan Model Bangkitan Perjalanan Menggunakan MS Excel Tri Mulyono; Intan Puspawangi; Nur Azisah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Logistik merupakan proses pengelolaan barang dan jasa dari pengadaan hingga pengiriman ke pelanggan, tepat waktu, tempat, dan biaya yang efisien, yang tentu memerlukan memerlukan tenaga SDM yang kompeten. Rendahnya kompetensi tenaga logistik, efektivitas penggunaan aplikasi komputer dan teknologi akan menurunkan produktivitas kerja yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia.. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat Wilayah Binaan Fakultas (PPM-WBF) dilakukan pelatihan dan mengenalkan spreadsheet software untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA/SMK di bidang logistik untuk pemodelan bangkitan perjalanan. Kegiatan PPM-WBF dilakukan di SMA Plus Putra Melati, Jl.Singasari-Cibodas Desa. Singasari Km 5 Kec. Jonggol Kab. Bogor KP.16830, Jawa Barat pada 22 Juli 2025. Metode yang digunakan dalam kegiatan berbentuk penyuluhan dan diskusi serta demonstrasi pemodelan. Evaluasi kegiatan diukur menggunakan instrumen tes pre-post yang terdiri dari 12 pertanyaan pada skala Likert, 1-Sangat Tidak Tahu sampai 4-Sangat Tahu, yang menunjukan: (1) pengetahuan akan fungsi-fungsi MS Excel umum meningkat sebesar 6,98% dari rata-rata 2,33 menjadi 2,50; (2) pengetahuan pemodelan transportasi secara umum meningkat rata-rata sebesar 20,98% dari rata-rata 2,04 menjadi 2,47. Abstract Logistics refer the process of managing goods and services from procurement to delivery to customers, on time, in place, and at efficient costs, which of course requires competent human resources. The low competence of logistics personnel, effectiveness of the use of computer applications and technology will reduce work productivity which in turn will reduce the quality of human resources. Through community service activities in Wilayah Binaan Fakultas (PPM-WBF), training and introducing spreadsheet software are carried out to improve the knowledge of SMA/SMK students in logistics for trip generation modeling. The PPM-WBF activity was carried out at SMA Plus Putra Melati, Jl. Singasari-Cibodas, Singasari Village, Km 5, Jonggol District, Bogor Regency, 16830, West Java on July 22, 2025. The method used in the activity is telling method and discussion as well as modeling demonstrations. Evaluation of activities was measured using a pre-post test instrument consisting of 12 questions on a Likert scale of 1-absolutely don't know to 4- Very knowledge, which shows: (1) knowledge of general MS Excel functions increased by 6.98% from an average of 2.33 to 2.50; (2) knowledge of general transportation modeling increased by an average of 20.98% from an average of 2.04 to 2.47.
Konsep Hidup Jepang Ikigai: Meningkatkan Kesadaran Diri Untuk Hidup Yang Lebih Bermakna Eky Kusuma Hapsari; Gres Grasia Azmin; Komara Mulya; Poppy Rahayu; Muhammad Ali Hamdi; Nadhira Shafa Humaira; Nuha Yus’ad Thalib; Anugrah Listanto Fadillah; Dea Puspitasari; Fildzah Izzuddin Syaifullah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) ini dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap diri sendiri dan lingkungannya sehingga tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin 1, 2, 3, 4, 8 bisa dicapai dalam skala yang lebih luas dengan mengenalkan konsep dan filosofi hidup Jepang yakni Ikigai dipandang sebagai kerangka reflektif yang mengintegrasikan passion, mission, vocation, dan profession sehingga mampu membantu individu menemukan makna hidup yang mendalam. Bekerja sama dengan TP PKK Kecamatan Pulo Gadung dimana permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Pulo Gadung adalah tekanan psikososial, ketidakpastian ekonomi, dan minimnya ruang interaksi sosial lintas generasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pre-test, seminar, diskusi interaktif, tanya-jawab, serta post-test (sebagai evaluasi). Hasil yang dicapai adalah terjadinya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terhadap konsep Ikigai, peningkatan dalam kesadaran diri, penataan ulang prioritas hidup, serta semakin tumbuhnya rasa percaya diri dan lebih termotivasi. Temuan ini membuktikan bahwa Ikigai dapat diadaptasi menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan psikologis, tetapi juga mendorong partisipasi sosial dan potensi kesejahteraan ekonomi warga. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam penguatan kapasitas masyarakat menuju kehidupan yang lebih bermakna, berdaya, dan berkelanjutan.Abstract This Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) program aimed to enhance public awareness of self and environment in support of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly points 1, 2, 3, 4, and 8. The program introduced the Japanese philosophy of Ikigai as a reflective framework integrating passion, mission, vocation, and profession to help individuals discover deeper meaning in life. Implemented in collaboration with Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kecamatan Pulo Gadung, East Jakarta, Indonesia, the activity addressed key community issues such as psychosocial stress, economic uncertainty, and limited intergenerational social interaction. Methods included a pre-test, seminar, interactive discussion, Q&A session, and post-test evaluation. Results indicated a significant increase in participants’ understanding of Ikigai, heightened self-awareness, reorganization of life priorities, and improved confidence and motivation. These findings suggest that Ikigai can be effectively adapted as a community empowerment strategy, contributing not only to psychological well-being but also to social participation and economic potential. Overall, this program strengthens community capacity toward a more meaningful, empowered, and sustainable life.