cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
Suara Perempuan, Narasi Ketangguhan: Studi Sosio Legal atas Penanganan KDRT di Kelurahan Losari Singosari Anindita Purnama Ningtyas; Hanugrah Titi Habsari S.; Mohamad Rif’an; Luna Dezeana Ticoalu
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tetap menjadi persoalan serius di Indonesia, khususnya di wilayah dengan struktur sosial patriarkal dan akses terbatas terhadap layanan perlindungan korban. Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, menunjukkan dinamika sosial-budaya yang berpotensi memperkuat praktik KDRT terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan menyoroti pengalaman perempuan sebagai suara ketangguhan sekaligus menganalisis penanganan KDRT dari perspektif sosiolegal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), meliputi observasi awal, forum grup diskusi (FGD), survei masyarakat, dan sosialisasi hukum terkait UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memahami KDRT, namun cenderung mengidentikkan dengan kekerasan fisik, sementara bentuk kekerasan psikologis, seksual, atau ekonomi kurang dikenali. Melalui pendekatan partisipatif, perempuan bersama perangkat kelurahan berhasil merumuskan strategi intervensi, antara lain Penandatanganan pakta anti KDRT, pembentukankelompok perempuan, modul edukasi hukum keluarga, dan program pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi yang sensitif terhadap konteks sosial-budaya lokal serta perlunya kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah kelurahan dalam menekan praktik KDRT, sekaligus memperkuat narasi ketangguhan perempuan sebagai agen perubahan.AbstractDomestic violence (DV) remains a serious issue in Indonesia, particularly in areas with patriarchal social structures and limited access to victim protection services. Losari Village, Singosari Subdistrict, Malang Regency, exhibits socio-cultural dynamics that may reinforce DV practices against women. This study aims to highlight women’s experiences as voices of resilience while analyzing the handling of DV from a sociolegal perspective. The research employed Participatory Action Research (PAR), including initial observations, focus group discussions (FGDs), community surveys, and legal socialization regarding Law No. 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence. Findings indicate that women are aware of DV, but tend to equate it only with physical violence, while psychological, sexual, and economic forms of abuse are less recognized. Through a participatory approach, women together with local authorities developed intervention strategies, including signing of the anti-domestic violence pact, the establishment of women’s groups, family law education modules, and economic empowerment programs. This study emphasizes the importance of interventions sensitive to local socio-cultural contexts and the need for collaboration among academics, communities, and local governments to reduce DV, while strengthening women’s resilience narratives as agents of change.
Pengembangan Capacity Building Ulama Dalam Prespektif Keterampilan Mengajar Rudi M Barnansyah; Rihlah Nur Aulia; Yusuf Ismail; Ismi; Kamilah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan capacity building ulama khususnya dalam keterampilan mengajar melalui pelatihan di wilayah Jakarta Timur. Latar belakang program ini adalah kebutuhan untuk memperkuat moderasi beragama dan kompetensi pedagogik ulama, yang selama ini sering dipersepsikan hanya sebagai penceramah, padahal juga berperan sebagai pendidik. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, workshop, simulasi mengajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 36 peserta yang terdiri dari pengurus MUI kecamatan dan mahasiswa Pendidikan Dasar Ulama mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pedagogik, penyusunan kurikulum, pemanfaatan media ajar, serta kemampuan komunikasi. Sebanyak 94% peserta mengalami peningkatan nilai lebih dari 30% dari skor awal. Tingkat kepuasan peserta mencapai 87,9% yang menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dan dibutuhkan. Kesimpulannya, program ini berhasil memperkuat peran ulama sebagai pendidik sekaligus menanamkan nilai moderasi beragama di masyarakat.ABSTRACK This community service program aimed to enhance the capacity building of ulama, particularly in teaching skills, through structured training in Jakarta Timur. The background of this program is the need to strengthen religious moderation and pedagogical competence of ulama, who are often perceived only as preachers but also serve as educators. The method employed consisted of lectures, discussions, workshops, teaching simulations, and evaluation using pre-test and post-test. Thirty-six participants, including local MUI leaders and students of the Ulama Basic Education Program, joined the program. The results showed a significant increase in pedagogical competence, curriculum design, use of teaching media, and communication skills. Ninety-four percent of participants improved their test scores by more than 30%. Furthermore, participant satisfaction reached 87.9%, reflecting the relevance and urgency of this program. In conclusion, this program successfully contributed to strengthening the role of ulama as educators while fostering the values of religious moderation in society.
Pemanfaatan ChatGPT Untuk Membuat Evaluasi Pembelajaran Dalam Keterampilan Reseptif Bahasa Prancis Bagi Guru MGMP Bahasa Prancis DKI Jakarta Salman Al Farisi; Subur Ismail; Evi Rosyani Dewi; Muhammad Sulthan Fadhillah; Narendra Gagah Bideksa; Fidiatmoko Nugraha; Falisha Dinar Rustandi; Aninda Ayu Humaira
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTeknologi akal imitasi (AI) berkembang semakin pesat. Pekerjaan yang semula membutuhkan waktu lama dapat diselesaikan hanya dalam sekejap. Dalam bidang pendidikan, bagi beberapa orang, akal imitasi dapat menjadi ancaman karena banyak pemelajar menggunakannya dengan tidak bijak. Di sisi lain, teknologi ini justru sangat dapat diandalkan untuk pekerjaan yang mendadak dan memerlukan waktu singkat, bahkan saat memiliki banyak pekerjaan lain. Oleh sebab itu, para guru, terutama guru bahasa Prancis, seharusnya memanfaatkan kemudahan itu dan beradaptasi dengannya. Salah satu akal imitasi yang dapat meringankan pekerjaan guru adalah ChatGPT. Membuat soal evaluasi seringkali menguras banyak energi dan mengabiskan banyak waktu. Dengan ChatGPT, pembuatan soal evaluasi akan menjadi lebih cepat dan akurat selama disertai dengan permintaan (prompt) yang spesifik. Untuk itu, pengabdian dilakukan. Bentuk pengabdian ini adalah lokakarya pemanfaatan ChatGPT untuk membuat evaluasi pembelajaran keterampilan reseptif bahasa Prancis secara luring dengan modul berisi teori dan praktik. Peserta pelatihan adalah para guru MGMP Bahasa Prancis SMK se-DKI Jakarta. Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dan memberikan kiat yang sangat bermanfaat bagi mereka.AbstractArtificial intelligence (AI) technology is developing rapidly. Tasks that used to take a long time can now be completed in an instant. In the field of education, for some people, AI can be a threat because many learners use it unwisely. On the other hand, this technology is very reliable for sudden tasks that require a short time, even when there are many other tasks to do. Therefore, teachers, especially French teachers, should take advantage of this convenience and adapt to it. One type of artificial intelligence that can ease the work of teachers is ChatGPT. Creating evaluation questions often takes a lot of energy and time. With ChatGPT, creating evaluation questions will be faster and more accurate as long as specific prompts are provided. For this reason, the community service was carried out. This community service took the form of workshop on the use of ChatGPT to create evaluations of receptive French language skills, conducted offline with modules containing theory and practice. The training participants were teachers who are members of the French Language MGMP (Teacher Working Group) for vocational schools in DKI Jakarta. This activity received very positive responses and provided them with very useful insight.
Program “SEJIWA” Untuk Meningkatkan Mental Health Literacy Pada Masyarakat Di Kecamatan Limo Kota Depok Ernita Zakiah; Dr. Phil. Zarina Akbar; Mauna; Nanda Putri Adhiningtyas; Farisa Azzahwa; Keysa Saliha Aryani Budi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRendahnya literasi kesehatan mental yang dimiliki oleh masyarakat, termasuk stigma negatif yang diberikan kepada masyarakat diantaranya melihat bahwa gangguan mental adalah sesuatu yang aneh dan penderitanya harus dihindari. Selain itu, masih adanya stigma masyarakat yang buruk tentang gangguan mental dapat membuat penderita terhambat dalam mencari bantuan profesional. Permasalahan ini juga ditemukan pada warga perumahan De Fatmawati di Kecamatan Limo Kota Depok. Komplek perumahan De Fatmawati banyak diisi oleh para pekerja yang tentunya tidak lepas dari stres dan kecemasan akibat beban pekerjaan dan kehidupan urban. Selain itu, tidak jarang warga yang masih menganggap bahwa gangguan mental merupakan sesuatu yang tabu dan memalukan. Akibatnya, mereka menjadi tidak terbuka ketika memiliki masalah terkait kesehatan mental. Maka, hal ini cukup penting untuk dilakukan program psikoedukasi dalam bentuk program “Sejiwa” untuk meningkatkan mental health literacy pada masyarakat di kecamatan Limo kota Depok. Program psikoedukasi ini melibatkan sebanyak 22 peserta yang hadir dalam rangkaian kegiatan. Kegiatan ini dilakukan secara luring di pelataran masjid Az-zahra, Kecamatan Limo Kota Depok. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan masyarakat ini terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta terkait literasi kesehatan mental.AbstractThe low level of mental health literacy in community is often accompanied by negative stigma, such as perceiving mental disorders as strange and believing that those who suffer from them should be avoided. Furthermore, the persistent negative social stigma surrounding mental disorders can hinder sufferers from seeking professional help. Such issues were also identified among residents of the De Fatmawati in Limo, Depok. The residential area is largely inhabited by workers who are vulnerable to stress and anxiety due to occupational demands and the pressures of urban life. Moreover, many residents still regard mental disorders as taboo and shameful, resulting in a lack of openness when dealing with mental health concerns. To address this problem, a psychoeducation program called “Sejiwa” was implemented to improve mental health literacy among the community in Limo, Depok. The program engaged 22 participants and was held offline at the Masjid Az-Zahra. The success of this community activity can be seen from the increased understanding of participants regarding mental health literacy.
PELATIHAN PENYUSUNAN SURAT DINAS BAGI PARA STAF KECAMATAN DAN DESA DI KECAMATAN CILEUNGSI Rahmaputri, Wita Septiani; Etsa Purbarani; Nadhifa Indana; Zahra Gayatri; Annisa Widya; Rasya Cesar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKompetensi administrasi merupakan aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif danpelayanan publik yang berkualitas. Namun, sejumlah besar aparatur kecamatan dan desa di Indonesia masih menghadapikendala dalam penyusunan surat dinas yang sesuai dengan standar administratif dan kebahasaan yang berlaku. Penelitianini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan staf administrasi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, melaluiprogram pelatihan terstruktur penyusunan surat dinas. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasispelatihan dengan enam tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan, pendataan awal, sosialisasi, pelatihan, pendampingan,serta evaluasi. Sebanyak 22 peserta dengan latar belakang pendidikan dan jabatan yang beragam mengikuti lokakaryasatu hari yang dilanjutkan dengan sesi pendampingan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatansignifikan dalam kemampuan peserta menyusun struktur surat, menggunakan bahasa formal yang baku, sertamerumuskan isi surat dengan tepat. Sebelum pelatihan, mayoritas peserta menilai pemahaman mereka masih cukup,sementara setelah pelatihan sebagian besar mampu mencapai kategori baik hingga sangat baik. Hasil survei menunjukkan81,8% peserta menilai pelatihan ini sangat penting, 63,6% menilai sangat bermanfaat, dan 90,9% menyebut isi surat sebagaibagian tersulit untuk disusun. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan terstruktur yang dilengkapi dengan praktiklangsung dan pendampingan dapat secara efektif meningkatkan kapasitas administrasi aparatur pemerintahan lokal.Program ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis penulisan tetapi juga membangun rasa percaya diri danprofesionalisme sehingga berkontribusi pada tata kelola yang lebih efisien serta pelayanan publik yang lebih baik ditingkat kecamatan dan desa. AbstractAdministrative competence is an important aspect in realising effective governance andquality public services. However, a large number of sub-district and village officials in Indonesia still faceobstacles in drafting official letters that comply with applicable administrative and linguistic standards. ResearchThis study aims to improve the skills of administrative staff in Cileungsi Sub-district, Bogor Regency, through astructured training programme on official letter writing. The programme uses a participatory training-based approachwith six main stages, namely needs analysis, initial data collection, socialisation, training, mentoring, andevaluation. A total of 22 participants with diverse educational backgrounds and positions attended a one-day workshopfollowed by mentoring and evaluation sessions. The results of the study showed a significant improvement in theparticipants' ability to structure letters, use standard formal language, and formulate the content of letters appropriately. Before the training, the majority of participants considered their understanding to be sufficient,while after the training, most were able to achieve a good to very good level. The survey results showed that81.8% of participants considered this training to be very important, 63.6% considered it to be very useful, and 90.9% said that the content of the letter wasthe most difficult part to compose. These findings confirm that structured training supplemented with hands-on practiceand mentoring
Ritme Kreatif: Peningkatan Ketrampilan Gerak Tari Lagu Tradisional 'Tak Tong-Tong' Di SMA Presiden B Kristiono Soewardjo; Selly Oktarini; Elindra Yetti; Ida Bagus Ketut Sudiasa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui kemitraan wilayah binaan fakultas, dengan fokus pada pelatihan tari Minang “Tak Ting-tong” di SMA Presiden Jababeka, Bekasi. Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya Minang serta memperkuat karakter melalui pendekatan seni yang edukatif, kreatif, dan terampil. Pelatihan dilakukan secara intensif dengan menerapkan metode penciptaan tari Alma M. Hawkins, yang terdiri atas enam tahapan: mengalami, melihat, merasakan, mengkhayalkan, mengejawantahkan, dan pembentukan. Metode pelatihan yang digunakan adalah gerak imitasi secara langsung, dipadukan dengan eksplorasi ritme kreatif antara musik marching band dan alat musik tradisional Minang, yaitu Talempong. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental siswa, sekaligus merespons tekanan akademik yang tinggi melalui penguatan psikomotorik dan ekspresi diri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan tari berbasis budaya lokal mampu meningkatkan apresiasi seni, memperkuat identitas budaya, serta membentuk karakter siswa secara kontekstual dan menyenangkan   AbstractThis community service activity was carried out through a faculty-led regional partnership, focusing on the training of Minang traditional dance “Tak Ting-tong” at SMA Presiden Jababeka, Bekasi. The primary objective of the program was to enhance students’ understanding of Minangkabau culture and to strengthen character development through an educational, creative, and skill-based artistic approach. The training was delivered intensively using Alma M. Hawkins’ dance creation method, which comprises six stages: experiencing, seeing, sensing, imagining, transforming, and forming. The instructional method employed direct imitation of movement, combined with creative rhythm exploration that integrates marching band music and traditional Minang instruments, particularly the Talempong. This approach was designed to foster physical and mental balance among students, while addressing academic stress through psychomotor stimulation and expressive engagement. The results indicate that culturally grounded dance training can effectively improve artistic appreciation, reinforce cultural identity, and support character formation in a contextual and enjoyable manner.
Bridging The Digital Gap Melalui Sosialisasi Etika Digital, Anti-Hoax, Dan Bijak Bermedia Sosial Bagi Masyarakat Perkotaan Di Skb 33 Jakarta Darmawan, Daddy; Karta Sasmita; Intan Purnama Dewi; Setiawan Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Bridging the Digital Gap di SKB 33 Jakarta berhasil meningkatkan literasi digital masyarakat perkotaan melalui pendekatan partisipatif berbasis tiga pilar: etika digital, kemampuan anti-hoaks, dan kecakapan bermedia sosial. Penelitian Participatory Action Research (PAR) ini melibatkan 45 peserta dengan metode workshop interaktif, simulasi verifikasi hoaks, FGD etika digital, dan role-play agen konten positif. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada: (1) kemampuan verifikasi informasi (92% peserta menguasai reverse image search), (2) pengelolaan privasi (100% mampu mengatur setidaknya 3 pengaturan keamanan), dan (3) pemahaman etika digital (naik 73%). Transformasi perilaku terlihat dari penurunan 87% penyebaran hoaks serta terbentuknya 5 kelompok pemantau mandiri di tingkat RT/RW. Keberhasilan program didukung oleh: (1) penggunaan studi kasus lokal (mis. isu banjir Jakarta), (2) pendekatan humanis oleh Intan Purnama Dewi yang menekankan dampak nyata interaksi digital, serta (3) kolaborasi antargenerasi melalui peran mahasiswa sebagai near-peer educators. Rekomendasi strategis mencakup replikasi model di 37 SKB/PKBM lainnya, integrasi modul "Bijak Medsos" dalam kurikulum pendidikan kesetaraan, dan pengembangan aplikasi "Detektif Hoaks Jakarta". Temuan ini membuktikan bahwa ruang pendidikan nonformal seperti SKB 33 dapat menjadi jembatan digital yang efektif untuk membentuk masyarakat urban yang kritis, beretika, dan tangguh menghadapi tantangan era digital. AbstractThe Bridging the Digital Gap program at SKB 33 Jakarta successfully enhanced urban community digital literacy through a participatory approach based on three pillars: digital ethics, anti-hoax competence, and social media literacy. This Participatory Action Research (PAR) involved 45 participants using interactive workshops, hoax verification simulations, digital ethics focus group discussions, and positive content agent role-plays. The results showed significant improvement in: (1) information verification skills (92% of participants mastered reverse image search), (2) privacy management (100% were able to set at least three security settings), and (3) understanding of digital ethics (increased by 73%). Behavioral transformation was evident from an 87% reduction in hoax dissemination and the formation of five independent monitoring groups at the neighborhood level (RT/RW). The program’s success was supported by: (1) the use of local case studies (e.g., Jakarta flood issues), (2) a humanistic approach led by Intan Purnama Dewi emphasizing the real impact of digital interactions, and (3) intergenerational collaboration through the involvement of university students as near-peer educators. Strategic recommendations include replicating the model in 37 other SKB/PKBM centers, integrating the “Bijak Medsos” (Wise Social Media) module into the equivalency education curriculum, and developing the “Jakarta Hoax Detective” app. These findings demonstrate that non-formal education spaces like SKB 33 can effectively serve as digital bridges to cultivate an urban society that is critical, ethical, and resilient in facing the challenges of the digital era.
Hands-On Training for Physics Teachers: Project-Based Learning with Solar Energy Systems Indrasari, Widyaningrum; Fauzi Bakri; Handjoko Permana; Dewi Muliyati; Ahmad Zatnika Purwalaksana; Dadan Sumardani; Achmad Fadhlih Saldy Saputra; Dila Sabila; Iip Wahyuni; Shak Rhuk Khan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This community service program was designed to enhance the pedagogical and technological competencies of physics teachers in MGMP Fisika Jakarta by introducing them to sensor and microcontroller-based learning media. The training consisted of eight structured sessions, beginning with an introduction to microcontroller fundamentals and various types of sensors, including their working principles and real-world applications in physics education. Participants then engaged in hands-on training on operating microcontrollers and constructing measurement instruments, such as temperature and distance sensors, integrated into microcontroller systems. Teachers were also guided through the process of developing simple, sensor-based educational devices tailored to classroom use. To support effective implementation, the training included the creation of a practical guidebook and the production of demonstration videos that could be used in future instruction. Futhermore, participants learned how to build and utilize a Learning Management System (LMS) using Moodle to digitize and manage learning content. The training was delivered through a collaborative, workshop-based approach that encouraged active participation and creativity. As a result, teachers not only improved their technical skills but also gained the ability to integrate technology into physics instruction in innovative ways. The program demonstrated that equipping teachers with skills in sensor and microcontroller technology can significantly enrich STEM-based teaching and learning experiences. AbstrakProgram pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan teknologi guru fisika di MGMP Fisika Jakarta melalui pengenalan media pembelajaran berbasis sensor dan mikrokontroler. Pelatihan terdiri dari delapan sesi terstruktur, dimulai dengan pengenalan dasar-dasar mikrokontroler serta berbagai jenis sensor, termasuk prinsip kerjanya dan penerapannya dalam pembelajaran fisika. Peserta kemudian mengikuti pelatihan praktik langsung mengenai pengoperasian mikrokontroler dan pembuatan alat ukur seperti sensor suhu dan jarak yang terintegrasi dengan sistem mikrokontroler. Para guru juga dibimbing dalam mengembangkan perangkat edukatif sederhana berbasis sensor yang disesuaikan untuk penggunaan di kelas. Untuk mendukung implementasi yang efektif, pelatihan mencakup pembuatan buku panduan praktis dan produksi video demonstrasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran di masa mendatang. Selain itu, peserta belajar cara membangun dan memanfaatkan Learning Management System (LMS) menggunakan Moodle untuk mendigitalisasi dan mengelola konten pembelajaran. Pelatihan ini diselenggarakan dengan pendekatan kolaboratif berbasis lokakarya yang mendorong partisipasi aktif dan kreativitas. Hasilnya, para guru tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperoleh kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran fisika secara inovatif. Program ini menunjukkan bahwa membekali guru dengan keterampilan teknologi sensor dan mikrokontroler dapat secara signifikan memperkaya pengalaman pembelajaran dan pengajaran berbasis STEM.
DIFFUSION OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE INNOVATION IN THE INDEPENDENT CURRICULUM THROUGH COMMUNITY SERVICE ACTIVITIES IN SCHOOLS Nadiroh; Latip, Asep Ediana; Yoyoi Kodama; Indriani Rachman; Shahibah Yuliani
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada difusi inovasi Profil Pelajar Pancasila di sekolah-sekolah yang berlokasi diKepulauan Seribu melalui kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun 2024. Profil Pelajar Pancasila,sebagai bagian integral dari Kurikulum Merdeka, bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan pengabdian masyarakat dipandang sebagai sarana yangefektif dalam menyebarluaskan dan mengadopsi inovasi pendidikan yang mendukung penerapan nilai-nilaiPancasila di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif denganmetode angket kepada beberapa partisipan dari berbagai sekolah yang telah mengikuti kegiatanpengabdian masyarakat terkait Profil Pelajar Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengabdianmasyarakat yang melibatkan guru, siswa, dan masyarakat sekitar dapat mempercepat proses difusi inovasiserta memperkuat integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Penelitian inimemberikan kontribusi penting dalam memahami inovasi Profil Pelajar Pancasila melalui kegiatanpengabdian masyarakat dalam mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Abstract This research focuses on the diffusion of the Pancasila Student Profile innovation in schools located in theThousand Islands through community service activities in 2024. The Pancasila Student Profile, as anintegral part of the Independent Curriculum, aims to develop students' character based on the values ofPancasila. Community service activities are seen as an effective means of disseminating and adoptingeducational innovations that support the implementation of Pancasila values in school environments. Thisresearch employs a descriptive quantitative approach using a questionnaire study of several participantsfrom various schools that have participated in community service activities related to the Pancasila StudentProfile. The results of the study show that community service involving teachers, students, and thesurrounding community can accelerate the process of innovation diffusion and strengthen the integrationof Pancasila values into students' daily lives. This research makes an important contribution tounderstanding the Pancasila Student Profile innovation through community service activities in optimizingthe implementation of the Independent Curriculum in Indonesia.
LITERASI BAHASA DAN BUDAYA PRANCIS PADA ANAK REMAJA DI KELAS TUMBUH BELAJAR PARUNG PANJANG BOGOR Subur Ismail; Wahyu Tri Widiastuti; Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi secara umum dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, dan memahami teks. Namun saat ini kata literasi memiliki makna yang lebih luas sejalan berkembangnya pengetahun dan teknologi terutama teknologi informasi dan komunikasi. Literasi tidak lagi hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis namun melibatkan kemampuan memahami, menafsirkan, dan menerapkan informasi dari berbagai sumber dan format. Ada beberapa hal terkait pentingnya meningkatkan literasi, yaitu: pemberdayaan individu, partisipasi sosial, pengembangan ekonomi, pengembangan budaya dan identitas. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Prodi Pendidikan Bahasa Prancis UNJ dilandasi pemahaman mengenai literasi yang berkembang saat ini. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat terutama pada anak remaja usia antara 15-19 tahun yang ada di daerah Parung Panjang Bogor. Selama kegiatan P2M, anak-anak remaja daerah Parung Panajng sangat antusias dan aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bahkan mereka merasa waktu pelaksanaan P2M masih sangat kurang sehingga mereka dengan berat hati harus menyelesaikan kegiatan ini. Proses belajar mengenal bahasa dan budaya Prancis mereka anggap sangat menarik dan memotivasi mereka untuk belajar. Mereka kini memahami potensi diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. Dalam proses belajar bahasa dan budaya Prancis mereka juga belajar memahami budaya lingkungannya dan budaya asing (Prancis). Abstract Literacy is generally understood as a person's ability to read, write, and understand text. However, the word literacy has a broader meaning in line with the development of knowledge and technology, especially information and communication technology. Literacy is no longer limited to the ability to read and write but involves the ability to understand, interpret, and apply information from various sources and formats. There are several things related to the importance of improving literacy, namely: individual empowerment, social participation, economic development, cultural and identity development. The Community Service (P2M) activities of the French Language Education Study Program at UNJ are based on the current understanding of literacy. This activity has a positive impact on the community, especially teenagers aged 15-19 years in the Parung Panjang area of Bogor. During the P2M activities, the teenagers in the Parung Panjang area were very enthusiastic and actively participated in all series of ctivities. In fact, they felt that the P2M implementation time was still very limited, so they reluctantly had to complete this activity. They found the process of learning about French language and culture very interesting and motivated them to learn. They now understand the potential of themselves and their environment. In the process of learning French language and culture, they also learn to understand the culture of their environment and foreign cultures (French).