cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
OPTIMALISASI KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL BERITA BUDAYA PADA MASYARAKAT KAMPUNG BUDAYA DI PETUKANGAN Gres Grasia; Eky Kusuma Hapsari; Siti Gomo Attas; Shela; Putri Reyna Listy Lubis; Fatin Riza Azizah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Kampung Budaya Petukangan is a tourism destination in Jakarta. Unfortunately, the existence of this place is not well known by public yet. Using the force of social media to make more people notice of this cultural place is considered the best low-cost activity. Nonetheless, the practitioners of Kampung Budaya Petukangan who are youth, considered relatively unskillful in writing articles, particularly about cultural news. Aware of this problem, we come into solution by organizing a training for practitioners to enhance their skills on how to write cultural news in three stages: pre-training (observation and training preparation), traning (theory and practice of writing cultural news), and post-training (evaluation). As the outcome of this training, 20 cultural news articles were written by the practitioners where the writing process was assisted by academics and journalistic practitioners. The final product of the training is a collection of cultural articles that can be disseminated in various mass media. Journalism training is an effective strategy to increase the writing skills of the community of cultural practitioners in Petukangan so that in the near future, Kampung Budaya Petukangan can be more popular and publicly well known. Abstrak Kampung Budaya Petukangan adalah sebuah destinasi wisata di Jakarta. Sayangnya keberadaan tempat ini kurang dikenal oleh masyarakat. Menggunakan kekuatan media sosial untuk membuat orang lebih menyadari keberadaan tempat budaya ini merupakan aktivitas terbaik yang berbiaya rendah. Namun demikian, praktisi Kampung Budaya Petukangan yang masih remaja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menulis artikel, khususnya artikel mengenai berita kebudayaan. Memahami permasalahan ini, kami memberikan solusi dengan mengadakan pelatihan untuk para praktisi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis berita kebudayaan. Pelatihan yang diselenggarakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap prapelatihan (observasi dan persiapan pelatihan), tahap pelatihan (teori dan praktek menulis berita kebudayaan), tahap pascapelatihan (evaluasi). Luaran dari kegiatan pelatihan ini berupa 20 artikel berita budaya yang ditulis oleh praktisi dimana dalam proses penulisannya dilakukan secara terbimbing oleh praktisi akademisi dan jurnalis. Produk akhir kegiatan ini berupa kumpulan berita budaya yang bisa didiseminasikan di berbagai media massa. Pelatihan jurnalistik merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis komunitas praktisi Kampung Budaya Petukangan. Dengan diadakannya kegiatan ini, Kampung Budaya Petukangan diharapkan bisa menjadi lebih popular dan dikenal luas dalam waktu dekat.
PELATIHAN PERENCANAAN EVENT FUTSAL BERBASIS MANAJEMEN STRATEGIK BAGI WARGA DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MEGA MENDUNG KABUPATEN BOGOR Dzulfiqar Diyananda; Nadya Dwi Oktafiranda; Sri Indah Ihsani; Fatah Nurdin
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sukamaju Village is located in the south of the city, Megamendung District, Bogor Regency, and is known for its beautiful scenery. Sukamaju Village, which is mostly located on slopes, has the potential to become a tourism center. Futsal is one of the popular sports in the community. Futsal is an alternative popular sport because it can be played by all ages, genders, and sexes. The community can use futsal events as one way to encourage tourism sports in Sukamaju Village. Community Service Activities are carried out through practice, case studies, lectures and discussion group forums (FGD) to members of Karang Taruna and Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sukamaju Village. Through the USG method (Urgency, Seriousness, and Growth) 3 Main factors were obtained that must be considered in planning futsal events, namely, five determining factors in strategic planning of futsal events, namely, Community Purchasing Power (15 points), Citizen Enthusiasm (10 points), and Infrastructure (7 points). Strategic management-based event planning can be conveyed well to participants and is expected to help local residents plan futsal activities by considering these factors. Abstrak Desa Sukamaju terletak di selatan Kota, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dan dikenal karena pemandangannya yang indah. Desa Sukamaju, yang sebagian besar terletak di lereng, memiliki potensi untuk menjadi pusat pariwisata. Futsal adalah salah satu olahraga populer di masyarakat. Futsal menjadi alternatif olahraga populer karena dapat dimainkan oleh semua usia, jenis kelamin, dan jenis kelamin. Masyarakat dapat menggunakan acara futsal sebagai salah satu cara untuk mendorong olahraga pariwisata di Desa Sukamaju.Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan melalui praktek, studi kasus, ceramah dan forum grup diskusi (FGD) kepada anggota Karang Taruna dan Ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sukamaju. Melalui metode USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) didaptkan 3 faktor Utama ang harus diperhatikan dalam perencanaan event futsal, yaitu,lima faktor penentu dalam perencanaan strategik event futsal, yaitu, Daya Beli Masyarakat (15 poin), Antusiasme Warga (10 poin), dan Infrastruktur (7 poin). Perencanaan event berbasis manajemen stratejik dapat disampaikan dengan baik kepada peserta dan diharapkan dapat membantu warga sekitar merencakanan kegiatan futsal dengan mempertimbangkan faktor tersebut.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENDUKUNG ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BAGI GURU DI KOTA SEMARANG Dewi Nilam Tyas; Sri Sukasih; Desi Wulandari; Eem Munawaroh
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The implementation of differentiated learning in Gugus Kemuning Semarang City is less than optimal, one of the reasons is the minimal use of AI (Artificial Intelligence) in the assessment process. So it takes quite a long time to be able to find out the results and analysis of the assessment so that it can be interpreted and followed up. The purpose of this activity is to improve understanding and skills in utilizing AI for assessment in differentiated learning. Limited devices and the prohibition on bringing smartphones to school make their utilization less than optimal. To overcome these obstacles, the platform used in this activity is Quizizz paper mode because students only need to hold the QR code that will be scanned by the teacher. The subjects of this activity were 53 teachers of Gugus Kemuning teacher working group. The stages of implementing the activity include: 1) planning, 2) socialization of assessment principles and utilization of AI in compiling assessment instruments, 3) mentoring the development and presentation of the developed assessment instruments, 5) post-test. Based on the activities that have been carried out, it is known that there has been an increase in knowledge and skills in the use of AI for assessment in differentiated learning, as evidenced by the fact that 82% of participants were able to develop assessments by synchronizing learning plans, implementation and assessments and compiling assessment instruments to be more interesting and interactive using Quizizz. Abstrak Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasai di Gugus Kemuning Kota Semarang kurang optimal, salah satunya karena minimnya penggunaan AI (Artificial Intelligece) dalam prose penilaian. Sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat mengetahui hasil dan analisis penilaian untuk dapat diinterpretasikan dan ditindaklanjuti. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan AI untuk penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi. Keterbatasan gawai dan larangan membawa smartphone ke sekolah menjadikan pemanfatan AI kurang optimal. Untuk mengatasi kendala tersebut, maka platform yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Quizizz paper mode karena peserta didik cukup memegang QR code yang akan dipindai guru. Subjek kegiatan ini adalah 53 guru-guru KKG gugus Kemuning. Tahpan pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) perencanaan, 2) sosialisasi prinsip assessment dan pemanfaatan AI dalam penyusunan instrumen assessment, 3) pendampingan pengembangan dan presentasi instrument assessmen,, 5) post test. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa terjadi pengingkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan AI untuk assessment dalam pembelajaran berdiferensiasi, dibuktikan bahwa 82% peserta mampu mengembangkan assessment dengan mensinkronkan rencana, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran serta menyusun instrumen penilaian menjadi lebih menarik dan interaktif dengan menggunakan Quizizz.
PEMBERDAYAAN UMKM DI ERA DIGITAL: PENGELOLAAN TOKO ONLINE DAN PEMASARAN EFEKTIF MENGGUNAKAN PONSEL DARI RUMAH Niswah Baroroh; Heri Yanto; Indah Fajarini; Meilani Intan Pertiwi; Meldica Widya Ningrum; Tiara Dwi Lestari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Digital transformation has become an urgent need for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in facing increasingly fierce competition in the era of globalization. Community service activities aimed at increasing the marketing management capacity of MSMEs through the creation of online stores. This activity was carried out in Kalisalak Village, Batang, Central Java with a series of training and assistance on digital marketing strategies, utilizing e-commerce platforms, and managing online stores effectively. The results of this activity show that MSMEs who took part in this service program experienced increased understanding in managing online stores with digital marketing strategies, which contributed to increasing sales and business competitiveness. This article also discusses the challenges faced and recommendations for the sustainability of digitalization programs for MSMEs. Abstrak Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era globalisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen pemasaran UMKM melalui pembuatan toko online. Kegiatan ini dilakukan di Desa Kalisalak, Batang, Jawa Tengah dengan serangkaian pelatihan dan pendampingan tentang strategi pemasaran digital, pemanfaatan platform e-commerce, serta pengelolaan toko online secara efektif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa UMKM yang mengikuti program pengabdian ini mengalami peningkatan pemahaman dalam pengelolaan toko online dengan strategi pemasaran digital, yang berkontribusi pada peningkatan penjualan dan daya saing bisnis. Artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi serta rekomendasi untuk keberlanjutan program digitalisasi bagi UMKM.
PENGUATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH KEPULAUAN MELALUI BIMTEK MODEL IN-ON-IN SMPN SATU ATAP PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU Rihlah Nur Aulia; Faisal M. Jasin; M. Ridwan Effendi; Sari Narulita; Ismayati Afifah; Ummu Hani; Fitri Laila
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tujuan pengabdian ini untuk memberikan penguatan dalam peningkatan pemahaman dan penguasaan implementasi kurikulum merdeka (IKM) melalui model in-on-in. Implementasi Kurikulum Merdeka berupaya memulihkan pembelajaran demi mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Pada Kurikulum Merdeka, guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam guna menciptakan pembelajaran relevan. Namun IKM cukup menimbulkan kegagapan di lingkungan sekolah, khususnya bagi para guru. Metode yang digunakan adalah model pembelajaran in-on-in dengan kemasan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan dengan melibatkan multistakeholders. Hasil pengabdian adalah: (1)bimtek mampu meningkatkan pemahahaman IKM disekolah kepulauan. (2) bimtek bahkan mampu menyuguhkan sebentuk solusi perbaikan mutu pendidikan bentuk Implementasi kurikulum merdeka berbasis sekolah kepulauan (3)bimtek meningkatkan pemahaman dan penguasaan signifikan guru dalam implementasi kurikulum merdeka berbasis kearifan lokal sekolah kepulauan, dan (4) penyelenggaraan bimtek implementasi kurikulum merdeka berpengaruh positif kepala sekolah, guru dan tendik dalam berkolaborasi membuka wawasan dan kerjasama konkrit dalam meningkatkan pendidikan di masyarakat kepulauan, khususnya pulau pari kepulauan seribu dengan Pemerintah, swasta, serta NGO, seperti membuat modul ajar Masyarakat kepualauan.. Pengabdian memberikan rekomendasi penguatan implementasi IKM menggunakan model in-on-in dengan kolaborasi sejumlah sekolah, perguruan tinggi (PT), swasta, NGO layak terus dilakukan untuk peningkatan pemahaman penguasaan IKM dan peningkatan kinerja pendidik di sekolah kepulauan. Abstrak The purpose of this service is to provide reinforcement in increasing understanding and mastery of the implementation of the independent curriculum (IKM) through an in-on-in model. The implementation of the Independent Curriculum seeks to restore learning in order to realize the transformation of education in Indonesia for the better. In the Independent Curriculum, teachers can recognize the potential of students more deeply to create relevant learning. However, IKM is enough to cause stuttering in the school environment, especially for teachers. The method used is an in-on-in learning model with technical guidance packaging (technical guidance) which is held by involving multi-stakeholders. The results of the service are: (1) technical guidance is able to improve the understanding of SMEs in archipelagic schools. (2) technical guidance is even able to present a form of solution to improve the quality of education in the form of the implementation of the independent curriculum based on archipelagic schools (3) technical guidance increases teachers' understanding and significant mastery in the implementation of the independent curriculum based on local wisdom of archipelagic schools, and (4) the implementation of technical guidance for the implementation of the independent curriculum has a positive effect on school principals, teachers and staff in collaborating to open up insights and concrete cooperation in improving education in the island of the islands, especially the island of Pari Islands with the Government, the private sector, and NGOs, such as making teaching modules for the archipelago community. The service provides recommendations to strengthen the implementation of SMEs using an in-on-in model with the collaboration of a number of schools, universities (PT), the private sector, and NGOs that are feasible to continue to be carried out to increase understanding of IKM mastery and improve the performance of educators in archipelagic schools.
IMPLEMENTATION OF KIDS ATHLETICS AT THE NATIONAL STUDENT SPORTS OLYMPIAD (O2SN) FOR PJOK ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS IN DUREN SAWIT DISTRICT Moch Asmawi; Samsudin; Iwan Setiawan; Mustara; Arifka Fadil Muhammad; Elly Diana Mamesah; Arisman
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract As physical education teachers at the elementary school level, we must understand about kids athletics because this is the basis for providing basic movements to students at school. Then physical education teachers must also understand the mechanism and techniques in organizing athletic sports competitions at the elementary school level. In addition, some coaches and physical education teachers have not been able to maximize training tools or simple training media to be given to athletes or students through training programs. Therefore, this community service program is an effort to disseminate knowledge from the University to the community, especially physical education teachers and sports coaches, especially athletics in East Jakarta City so that they have a lot of proper and fun physical activities. Abstrak Sebagai guru pendidikan jasmani tingkat sekolah dasar kita harus memahami tentang atletik anak karena ini merupakan dasar dalam memberikan gerak dasar kepada siswa di sekolah. Kemudian guru pendidikan jasmani juga harus memahami mekanisme dan teknik dalam penyelenggaraan pertandingan olahraga atletik di tingkat sekolah dasar. Selain itu, sebagian pelatih dan guru pendidikan jasmani belum mampu memaksimalkan alat latihan atau media latihan sederhana untuk diberikan kepada atlet atau siswa melalui program latihan. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan dari Universitas kepada masyarakat khususnya para guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga khususnya atletik di Kota Jakarta Timur agar banyak melakukan aktivitas jasmani yang baik dan menyenangkan.
PENGAJARAN BAHASA DAN BUDAYA INDONESIA UNTUK MAHASISWA KANDA UNIVERSITY JAPAN Komara Mulya; Frida Philiyanti; Viana Meilani Prasetio; Nia Setiawati; Eva Jeniar Noverisa; Asep Supriyana; Dian Herdiati; Muhammad Ali Hamdi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This Community Service (P2M) has the title: Teaching Indonesian Language and Culture for Kanda University Japan Students. The implementation of this service activity is a collaboration between the teaching staff of the Japanese Language, Indonesian Language and Music Education Study Program, Faculty of Languages ​​and Arts, Jakarta State University who collaborate with teaching staff at Kanda University International Studies (KUIS), especially those who teach in the expertise program Indonesian. The aim of P2M is to provide an understanding of the development and dynamics of the Indonesian language as well as the development of Indonesian culture. The methods used in this PPM are online seminars and direct face-to-face learning with Kanda University students. The results obtained from P2M are that in learning Indonesian, Kanda University students seem enthusiastic about learning Indonesian, but still seem to have difficulty understanding Indonesian language material in a song. This can be seen from the fact that there are still many who have not been able to fill in or answer the gap questions given. Meanwhile, when the traditional musical instrument angklung was introduced, the students were very enthusiastic about playing it and managed to play several songs with the angklung. During the first song, they couldn't realize the sound of the angklung he was playing because the song was in regional Indonesian. However, when playing Japanese songs, they began to realize that angklung could be played for Japanese songs. Abstrak Pengabadian pada Masyarakat (P2M) ini mengangkat judul: Pengajaran Bahasa dan Budaya Indonesia untuk Mahasiswa Kanda University Japan. Pelaksana kegiatan pengabdian ini adalah kolaborasi antara staf pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Bahasa Indonesia dan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta yang bekerja sama dengan staf pengajar di Kanda University International Studies (KUIS), khususnya yang mengajar pada program keahlian bahasa Indonesia. Adapun tujuan dari P2M ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang perkembangan dan dinamika bahasa Indonesia serta perkembangan budaya Indonesia. Metode yang digunakan dalam P2M ini adalah seminar online dan pembelajaran tatap muka langsung dengan mahasiswa Kanda University. Hasil yang didapat dari P2M ini adalah dalam pembelajaran bahasa Indonesia, para mahasiswa Kanda University terlihat antusian mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, namun masih terlihat kesulitan memahami materi Bahasa Indonesia dalam sebuah lagu. Hal ini terlihat dari masih banyak yang belum bisa mengisi atau menjawab soal rumpang yang diberikan. Sementara itu, saat diperkenalkan alat musik tradisional angklung, para mahasiswa pun sangat antusias memperagakannya dan berhasil memainkan beberapa lagu dengan angklung. Pada saat lagu pertama, mereka belum bisa menyadari bunyi angklung yang dimainkannya karena lagu berbahasa daerah di Indonesia. Akan tetapi, pada saat memainkan lagu Jepang, mereka mulai menyadari bahwa angklung dapat dimainkan untuk lagu Jepang.
PELATIHAN GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN ABAD KE-21 BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU AR RAUDHAH Wahyu Tri Widyastuti; Yusi Asnidar; Yunilis Andika; Salma Fairus Taufiq; Dwi Anggraini; Mila Auli Hartantri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The integration of ICT in learning in the 21st century is necessary. In addition to improving students' digital literacy, learning using ICT can also motivate students to learn. One of the ways is through gamification. Gamification is a learning approach that uses games to increase students' motivation and interest in learning. By increasing students' motivation to learn, it is expected that students can achieve learning objectives optimally. Technology integration and gamification utilization for Ar Raudhah Integrated Islamic Elementary School teachers are still not optimal. For this reason, the French Language Education Community Service Team provided gamification training in 21st century learning for teachers at Ar Raudhah Integrated Islamic Elementary School located in Jatiasih, Bekasi. The method used was face-to-face training and tutoring. The training materials are slides and tutorials on making gamification for learning using Genially. After the training, teachers can create gamification for their lessons. Based on the post-test results, the gamification created can increase student motivation and activeness in the learning process. The training can also improve teachers' self-development. Abstrak Integrasi TIK dalam pembelajaran di abad ke-21 sangatlah diperlukan. Selain untuk meningkatkan literasi digital siswa, pembelajaran menggunakan TIK juga dapat memotivasi siswa dalam belajar. Salah satu caranya yaitu dengan gamifikasi. Gamifikasi merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan game atau permainan untuk meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa dalam belajar. Dengan meningkatknya motivasi belajar siswa, diharapkan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal. Integrasi teknologi dan pemanfaatan gamifikasi bagi guru-guru Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar Raudhah masih belum optimal. Dengan alasan itulah, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Pendidikan Bahasa Prancis memberikan pelatihan gamifikasi dalam pembelajaran abad ke-21 bagi guru-guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar Raudhah yang terletak di Jatiasih, Bekasi. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan tutotial secara tatap muka. Materi pelatihan yaitu salindia dan tutorial pembuatan gamifikasi untuk pembelajaran menggunakan Genially. Setelah mengikuti pelatihan, guru-guru diminta untuk membuat game sesuai dengan pembelajarannya masing-masing. Guru-guru lalu mempresentasikan hasil kerjanya dan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat meberikan saran dan masukan atas hasil kerja yang dibuat guru-guru. Setelah mengikuti pelatihan, guru-guru dapat membuat gamifikasi untuk pembelajaran yang diampu. Berdasarkan hasil post-test, gamifikasi yang dibuat dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Pelatihan yang dilakukan juga dapat meningkatkan pengembangan diri guru-guru.
Penguatan Civic Skills Melalui Pelatihan Literasi Keuangan untuk Kader PKK di RW 03 Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur Yasnita; Raharjo; Chanisa Putri Tertia; Chiquitita Nikita Budi Putri; Fairus Jasmin; Sasha Andini; Peni Pinanditha
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This article is the result of a community service activity aimed at strengthening civic skills through financial literacy training for PKK cadres in RW03, Jatinegara Kaum Village, East Jakarta. The training activity was conducted in five stages: ice breaking and introductory material, simulation, group discussion, presentation, and review. An appreciative inquiry approach was employed, focusing on the best practices that PKK cadres can utilize to develop financial management skills. Data collection was carried out through observation and interviews with all participants involved in the activity. The data was then analyzed and presented in a descriptive narrative form. Data analysis was conducted using thematic analysis, confirmed by the opinions of key informants (Chairperson of PKK RW03). The results showed that participants were very enthusiastic about the activity, stating that it was easy to understand, enjoyable, applicable, and highly beneficial for housewives, who are the household financial managers. The learning approach used enhanced the knowledge and skills of PKK cadres in financial management, particularly in distinguishing between needs and wants. Additionally, this training activity fostered camaraderie and collaboration among all participants. Abstrak Artikel ini adalah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menguatkan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) melalui pelatihan literasi keuangan bagi kader PKK RW03 Kelurahan Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Kegiatan pelatihan ini dilakukan melalui 5 tahap, yaitu Ice breaking dan pemberian materi pengantar, simulasi, diskusi kelompok, presentasi dan review. Pendekatan yang dilakukan adalah appreciative inquiry. Melalui pendekatan ini, penguatan keterampilan kewarganegaraan difokuskan pada hal terbaik apa yang dapat dilakukan oleh Kader PKK agar memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan. Data kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk naratif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan analisis tema yang dikonfirmasi pada pendapat informan kunci (Ketua PKK RW03). Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta sangat antusias dengan kegiatan ini dan menyatakan bahwa kegiatan ini mudah dipahami, menyenangkan, aplikatif, dan sangat bermanfaat bagi Ibu rumah tangga yang merupakan manajer keuangan rumah tangga. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dalam mengelola keuangan dengan kecerdasan dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Di samping itu, kegiatan pelatihan ini juga dapat meningkatkan keakraban dan kolaborasi diantara seluruh peserta.Kegiatan ini berkontribusi dalam menguatkan civic skills warga negara, khususnya Ibu rumah tangga dalam mencapai kehidupan yang berkualitas dan sejahtera.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PENGURUS KARANG TARUNA Zulham; Abdul Kholik; Aan Wasan; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Karang Taruna management in Cibubuan Village, District Conggeang Sumedang does not understand the concept and practice of what Public Speaking is in public communication activities with citizens. As part of the front guard which is expected to be able to make various government programs successful at the village, sub-district and district/city levels of Sumedang, West Java Province so far. Public communication activities with communities that are the targets of development at the village, sub-district and district/city levels are fundamental things that make it easier or increase the community's involvement and active participation in the various programs being implemented. Public speaking skills will support and improve the communication skills of Karang Taruna administrators in persuading residents or the public to understand and be actively involved. Through this Public Speaking Training activity, it is hoped that Karang Taruna Management will not only be able to understand but also be able to implement or practice it directly in the community. The community has good communication skills with various elements of society in Cibubuan Village, it is hoped that the community will not only understand multiple government programs at the village, sub-district and district/city levels but also encourage their social attitudes and behavior to want to be involved and participate actively. The results of the training showed that the participants appreciated carrying out Public Speaking training activities for Karang Taruna Management in Cibubuan Village because they needed these soft skills to deliver various programs in the community, especially in Conggeang District, Sumedang Regency in West Java Province. Abstract Pengurus Karang Taruna yang terdapat di Desa Cibubuan Kec. Conggeang Sumedang pada dasarnya belum memahami konsep dan praktek tentang apa itu Public Speaking dalam kegiatan komunikasi publik dengan warga. Sebagai bagian dari garda terdepan yang diharapkan dapat mensukseskan berbagai program pemerintahan baik di level desa, kecamatan hingga kabupaten/kota Sumedang, Provinsi Jawa Barat selama ini. Padahal, kegiatan komunikasi publik dengan masyarakat yang menjadi target pembangunan di level desa, kecamatan hingga kabupaten/kota, adalah fundamental yang mempermudah atau justru mempersulit masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi aktif atas berbagai program yang dijalankan. Memiliki kemampuan Public Speaking maka akan mendukung sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi para pengurus Karang Taruna untuk mempersuasif warga atau masyarakat agar paham dan terlibat aktif. Melalui kegiatan Pelatihan Public Speaking ini diharapkan para Pengurus Karang Taruna tidak hanya mampu memahami, namun juga sekaligus dapat mengimplementasikan atau mempraktekannya secara langsung di masyarakat. Kemampuan komunikasi publik yang baik dengan berbagai elemen masyarakat yang terdapat di Desa Cibubuan tersebut, harapannya masyarakat tidak hanya paham atas berbagai program pemerintah baik di level desa, kecamatan hingga kabupaten/kota, namun juga terdorong sikap dan perilaku sosialnya untuk mau terlibat dan berpartisipasi aktif. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa para peserta sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan pelatihan Public Speaking untuk para Pengurus Karang Taruna di Desa Cibubuan karena kemampuan soft skill tersebut memang mereka butuhkkan guna menyampaikan berbagai program di Masyarakat, khususnya di Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang di Provinsi Jawa Barat ini.