cover
Contact Name
Ari Apriyansa
Contact Email
snppm2020@unj.ac.id
Phone
+6289662901239
Journal Mail Official
snppm2020@unj.ac.id
Editorial Address
Gd. Ki Hajardewantara Lt. 6-7 Universitas Negeri, RT.7/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29853648     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.21009/snppm.041
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNPPM) merupakan kumpulan artikel ilmiah yang dipresentasikan pada kegaiatan Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPM) diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Tema dari seminar ini ialah "Membangun Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Masyarakat Menuju Indonesia Maju" dengan topik (1.) Pendidikan, (2.) Sosial dan Humaniora, (3.) Sains dan Teknologi, (4.) Ekonomi Kreatif, (5.) Lingkungan, dan (6.) Bidang Relevan Lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 855 Documents
LITERASI DIGITAL SEBAGAI MEDIA UNTUK MENUMBUHKAN LITERASI EKOLOGI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Dwi Linda Kusuma; Wiratri Anindhita; Nurina Azyyati; Ati Sumiati; Hasnini Hasra
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi ekologi menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan, terutama dalam membentuk kesadaran anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan. Dalam era modern ini, perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menjadi isu global yang membutuhkan perhatian khusus. Isu tentang lingkungan ini juga tidak sedikit dibahas melalui berbagai media sosial sebagai perantara dalam mengedukasi masyarakat. Salah satu peran media sosial  dalam ikut serta mengedukasi masyarakat ini juga dapat kita temui melalui beragam karya digital tentang cerita-cerita yang juga dinikmati anak-anak. Beragama cerita yang difungsikan untuk mengedukasi anak-anak dapat berupa cerita dongeng maupun cerita-cerita fabel yang dikemas menggunakan teknologi modern melalui platform media sosial seperti youtube ataupun tiktok. Media sosial tersebut juga berperan sebagai media yang efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai lingkungan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami. Dalam konteks ini, optimalisasi cerita-cerita anak pada social media seperti tiktok dan youtube juga sebagai sarana literasi ekologi perlu dilakukan melalui dukungan yang melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat. Optimalisasi cerita-cerita dalam platform media sosial seperti tiktok dan youtube dalam meningkatkan literasi ekologi merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan pendekatan yang kreatif dan edukatif, diharapkan anak-anak dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari. AbstractEcological literacy is a crucial aspect of education, particularly in fostering environmental awareness in children. In this modern era, climate change and environmental degradation are global issues requiring special attention. These environmental issues are also frequently discussed through various social media platforms, which serve as a means of educating the public. One of the roles of social media in this educational process can also be seen in the various digital works featuring stories that children enjoy. The diverse stories used to educate children include fairy tales and fables, packaged using modern technology through social media platforms like YouTube and TikTok. These social media platforms also serve as effective tools for enhancing children's understanding of the environment in an engaging and easy-to-understand manner. In this context, optimizing children's stories on social media platforms like TikTok and YouTube as a means of ecological literacy requires support from teachers, parents, and the community. Optimizing stories on social media platforms like TikTok and YouTube to increase ecological literacy is a strategic step towards instilling environmental awareness from an early age. With a creative and educational approach, it is hoped that children can understand and apply ecological values ​​in their daily lives.
PENINGKATAN WAWASAN LITERASI HALAL BAGI PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KECAMATAN SAWANGAN KOTA DEPOK Ahmad Marzuq; Andri Ilham; Khotimatun Nafi’ah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat literasi halal masyarakat masih sangat rendah dimana mereka hanya memahami kehalalan pada suatu produk hanya pada label halal saja tanpa memahami bagaimana proses produksinya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang sertifikasi halal, meningkatkan daya saing produk, mendukung ekonomi lokal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu kegiatan ini bertujuan agar meningkatnya jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memiliki pengetahuan mendalam tentang literasi halal dan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal, dan meningkatnya jumlah produk UMKM yang mendapatkan sertifikasi halal resmi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dengan Kantor Kecamatan Sawangan Kota Depok secara luring dan diikuti oleh 44 orang pegiat UMKM dari Komunitas UMKM SASUMA, 2 orang narasumber, 2 orang Dosen dan 6 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta. Abstract  The level of halal literacy among the public is still very low, as they only understand the halal status of a product based on the halal label without understanding the production process. This activity aims to raise awareness about halal certification, improve product competitiveness, support the local economy, and increase compliance with regulations. Additionally, this initiative seeks to increase the number of Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) with in-depth knowledge of halal literacy and awareness of the importance of halal certification, as well as the number of UMKM products obtaining official halal certification from the Halal Product Guarantee Agency (BPJPH). This activity was conducted in collaboration with the Arabic Language Education Program and the Sawangan Sub-District Office of Depok City, held offline, and attended by 44 UMKM practitioners from the SASUMA UMKM Community, 2 speakers, 2 lecturers, and 6 students from the Arabic Language Education Program at the University of Jakarta.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI JURI TARI UNTUK MENINGKATKAN OBJEKTIVITAS DAN TRANSPARANSI PENJURIAN DALAM KOMPETISI SENI TARI DI JAKARTA Nursilah; Leny Suryani; Sulistiani; Rines Onyxi Tampubolon
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetisi seni tari di Jakarta seringkali dihadapkan pada tantangan terkait objektivitas dan transparansi dalam penilaian, disebabkan oleh keragaman latar belakang juri dan kurangnya standar penilaian yang baku. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi juri tari melalui pelatihan terstruktur, dengan fokus pada peningkatan objektivitas dan transparansi dalam sistem penjurian. Pelatihan ini mencakup pengenalan teori penilaian tari berbasis validitas dan reliabilitas, serta penerapan metode penjurian yang objektif dan terstandarisasi. Selain itu, program ini juga menghasilkan modul pelatihan yang dapat dijadikan panduan oleh juri dalam kompetisi tari di tingkat pelajar. Pelatihan ini diikuti oleh juri dari beragam latar belakang, termasuk akademisi, praktisi tari, dan pelatih sanggar. Hasil dari program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman juri mengenai pentingnya penilaian yang sistematis dan transparan, serta mengurangi ketidakpuasan peserta dan penyelenggara yang sering timbul akibat ketidakjelasan dalam sistem penjurian. Program ini juga menghasilkan pedoman penilaian yang dapat diterapkan dalam kompetisi tari di Jakarta dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi hasil penjurian. Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetisi seni tari di Jakarta dan mendukung pengembangan bakat seni pelajar melalui sistem penjurian yang lebih kredibel dan objektif. Abstract  Dance competitions in Jakarta often face challenges related to objectivity and transparency in judging, caused by the diverse backgrounds of the judges and the lack of standardized evaluation criteria. This community service program aims to enhance the competence of dance judges through structured training, with a focus on improving objectivity and transparency in the judging system. The training includes an introduction to dance evaluation theory based on validity and reliability, as well as the implementation of objective and standardized judging methods. Additionally, the program produces a training module that can serve as a guide for judges in student-level dance competitions. The training is attended by judges from various backgrounds, including academics, dance practitioners, and studio coaches. The results of this program are expected to improve judges' understanding of the importance of systematic and transparent evaluation, as well as reduce participant and organizer dissatisfaction that often arises from unclear judging systems. This program also produces an evaluation guideline that can be applied in dance competitions in Jakarta and utilizes digital technology to enhance the transparency of the judging results. Overall, this program aims to improve the quality of dance competitions in Jakarta and support the development of student artistic talent through a more credible and objective judging system.
Peningkatan Keahlian Penulisan di kalangan Siswa SMA dalam Meningkatkan Pengelolaan Website di SMA Negeri Jatibarang Indramayu Nugrahaeni Prananingrum; Firdaus Wajdi; Kurniawati; Aris Munandar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembuatan penulisan di media sosial digital sangat penting bagi siswa sekolah menengah atas dalam meningkatkan ketrampilan mereka. Dalam kegiatan pelatihan membuat penulisan di kalangan para siswa SMA Negeri Jatibarang di Indramayu, para siswa menampilkan program program sekolah dan mempublikasikan program tersebut. Walaupun masih sekolah menengah atas, kemampuan untuk berelasi dengan publik atau khalayak sangat diperlukan. Para siswa dilatih untuk membuat produk pembuatan produk digital dalam wujud penulisan website di media sosial sekolah. Ini merupakan kegiatan kehumasan yang sangat perlu dikenali oleh siswa sejak usia remaja. Kehumasan merupakan pihak yang sangat berperan dalam menjembatani relasi antara organisasi dan publik biasanya dilakukan oleh para bagian hubungan masyarakat atau yang sering disebut dengan nama Humas. Dengan menampilkan program tersebut melalui publikasi digital akan membuat para siswa SMA tersebut akan lebih memberikan dukungan pada masyarakat luas. Tantangan bagi para siswa tersebut mereka akan belajar untuk dapat bekerjasama dengan khalayaknya yang beragam. Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Negeri 1 Jatibarang Indramayu. Para siswa dilatih untuk menulis berbagai berita yang dapat memberikan citra positif sekolah. Pelatihan meliputi teknik penulisan, membuat produk desain digital dan etiket dalam penulisan. Tantangan dalam penulisan di media sosial khususnya website adalah kreativitas para siswa dalam menyampaikan hasil liputan mereka. Ternyata para siswa sangat kreatif dalam menulis dan mendesain tulisan mereka di website. AbstractWriting activities in digital and social media platforms are increasingly important for high school students in developing their skills and creativity. This study highlights a training program conducted at SMA Negeri 1 Jatibarang, Indramayu, which aimed to enhance students’ writing abilities through the publication of school programs on digital platforms. The initiative emphasized the importance of public communication skills, even at the high school level, as students were encouraged to create digital content in the form of website articles for the school’s social media. The training introduced students to the fundamentals of public relations, which plays a strategic role in bridging communication between organizations and the public. By engaging in digital publication, students not only showcased their school’s activities but also contributed to building a positive institutional image and fostering stronger ties with the wider community. The program covered key aspects such as news writing techniques, digital design production, and proper writing etiquette, all of which are crucial for effective communication in the digital age. One of the main challenges identified in this activity was encouraging students to express creativity in reporting and presenting their work. Nevertheless, the results demonstrated that students were highly capable of producing innovative and engaging digital content. Their ability to write, design, and publish school-related news indicates that such training can significantly support skill development and prepare students for broader communication roles in the future.
PENGUATAN KAPASITAS GURU SOSIOLOGI DKI JAKARTA DALAM PENELITIAN SOSIAL: MENGANALISIS PERILAKU MENYIMPANG DAN KONFLIK SOSIAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Ciek Julyati Hisyam; Nadiroh; Devi Septiandini; Galuh Wulandari; Mutiara Ramadhina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru Sosiologi di DKI Jakarta dalam melaksanakan penelitian sosial, khususnya dalam menganalisis fenomena perilaku menyimpang dan konflik sosial yang terjadi di lingkungan pendidikan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis projek dan konteks nyata, kemampuan guru untuk melakukan penelitian sosial menjadi krusial guna meningkatkan relevansi dan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pelatihan partisipatif yang dilaksanakan melalui lokakarya, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan praktik langsung penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru terkait konsep-konsep sosiologi, perumusan masalah penelitian, penyusunan instrumen, hingga analisis data sosial. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan kolaboratif dan kontekstual sangat efektif dalam membangun kepekaan sosial guru terhadap isu-isu nyata di sekolah, seperti perundungan, kenakalan remaja, serta konflik antar siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas penelitian guru bukan hanya meningkatkan kompetensi profesional, tetapi juga berdampak positif pada pembelajaran yang lebih kritis dan kontekstual di kelas.   Abstract This community service activity aims to strengthen the capacity of Sociology teachers in Jakarta to conduct social research, particularly in analyzing the phenomena of deviant behavior and social conflict occurring in educational settings. In the context of the Independent Curriculum, which emphasizes project-based learning and real-world contexts, teachers' ability to conduct social research is crucial to improving the relevance and quality of learning. The method used in this activity was participatory training, implemented through workshops, focus group discussions (FGDs), and hands-on field research practice. The results showed a significant increase in teachers' understanding and skills related to sociological concepts, research problem formulation, instrument development, and social data analysis. Furthermore, this study found that a collaborative and contextual approach was highly effective in building teachers' social sensitivity to real-world issues in schools, such as bullying, juvenile delinquency, and conflict between students. The implications of this research indicate that strengthening teachers' research capacity not only improves professional competence but also positively impacts more critical and contextual learning in the classroom.
Pelatihan Public Speaking Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Berbicara Di Depan Umum Bagi Siswa SMP dan SMA Di Kota Depok Zulham; Abdul Kholik; Masnur Ali
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Siswa SMP dan SMA yang terdapat di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, pada dasarnya belum memahami konsep dan praktek tentang apa itu Public Speaking dalam kegiatan komunikasi publik, baik di lingkungan sekolah maupun dengan warga masyarakat. Sebagai generasi masa depan yang diharapkan dapat menjadi generasi yang berkualitas dan berdaya saing, siswa SMP dan SMA membutuhkan kemampuan soft skill khususnya Public Speaking. Padahal, kegiatan komunikasi publik dengan para guru dan siswa lainnya di lingkungan sekolah dan Masyarakat, adalah sesuatu yang harus mereka kuasai. Sebab, kemampuan komunikasi publik dengan disertai kepercayaan diri yang baik adalah sesuatu yang harus dikuasai sedari awal sebelum mereka menjadi tenaga kerja yang terampil di suatu hari nanti. Ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik tentu saja akan mempersulit mereka dan akan mempengaruhi partisipasi aktif mereka, baik di lingkungan sekolah maupun ketika berinteraksi dengan warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki kemampuan Public Speaking yang baik akan mendukung sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi mereka, sehingga mereka mampu menyampaikan ide, gagasan atau pendapat dan sekaligus mempersuasi orang lain dengan cara dan Teknik yang sesuai dengan konteks dan kebutuhannya. Hasil pelatihan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Juli 2025 lalu dengan melibatkan 30 siswa SMP dan SMA di Kota Depok menunjukkan bahwa kepercayaan diri mereka untuk berani bicara di depan umum atau publik setelah mengikuti pelatihan. Testimoni yang mereka sampaikan secara bergantian mewakili siswa SMP dan SMA lainnya, menunjukkan bahwa mereka merasa beruntung dan bersyukur bisa hadir dalam pelatihan tersebut. Tips dan triks yang disampaikan selama pelatihan membuat mereka memiliki pengetahuan dan wawasan baru dalam mendorong dan membentuk kepercayaan diri mereka ketika harus berbicara di depan umum. Baik sebagai pribadi maupun sebagai siswa saat mewakili OSIS dalam sebuah kegiatan yang mereka ikuti, di dalam dan di luar sekolah. Abstract Junior high and senior high school students in Depok City, West Java Province, generally do not yet understand the concept and practice of public speaking in public communication activities, both within the school environment and with the community. As the future generation is expected to be a quality and competitive generation, junior high and senior high school students need soft skills, especially public speaking. In fact, public communication activities with teachers and other students in the school environment and the community are something they must master. This is because public communication skills accompanied by good self-confidence are something that must be mastered from the beginning before they become skilled workers one day. The inability to communicate well will certainly make it difficult for them and will affect their active participation, both in the school environment and when interacting with the community in everyday life. Having good Public Speaking skills will support and increase their self-confidence and communication skills, so that they are able to convey ideas, thoughts or opinions and at the same time persuade others in ways and techniques that are appropriate to their context and needs. The results of the training held on Wednesday, July 30, 2025, involving 30 junior high and high school students in Depok City showed that their confidence to dare to speak in public or public after participating in the training. The testimonies they delivered alternately representing other junior high and high school students, showed that they felt lucky and grateful to be able to attend the training. The tips and tricks conveyed during the training made them have new knowledge and insights in encouraging and building their confidence when having to speak in public. Both as individuals and as students when representing OSIS in an activity they participated in, inside and outside of school.
Manajemen Kelas Berbasis Teknologi dan Gamifikasi untuk Meningkatkan Motivasi Guru Sekolah Dasar di Gugus Harapan, Karanganyar, Kebumen sebagai Implementasi SDG’s 4 (Quality Education) Khairina Widya Primandari H; Lupi Yudhaningrum; Irma Rosalinda; Nazir Ultama Anugrah; Zubaedah Kuswani; Syaiful Arif; Andienna Putri Dakakris; Lucky Davri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru Sekolah Dasar (SD) dalam menggunakan teknologi berupa gamifikasi dalam manajemen kelas, melalui pelatihan bertajuk "Manajemen Kelas Berbasis Teknologi dan Gamifikasi". Kegiatan ini dilaksanakan di Gugus Harapan dan melibatkan 61 guru sebagai kelompok eksperimen dan 61 guru sebagai kelompok control. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok. Penilaian dilakukan menggunakan ‘one single question”: "Saya menggunakan teknologi berupa gamifikasi dalam mengajar", dengan skala dua poin (1 = Tidak, 2 = Ya). Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test (untuk mengukur perubahan dalam setiap kelompok) dan independent sample t-test (untuk membandingkan kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan). Selain itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali persepsi dan pengalaman guru setelah mengikuti pelatihan. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata dari 1,387 menjadi 1,839 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan penurunan skor dari 1,226 menjadi 1,097 (p = 0,045). Hasil uji beda antara kelompok pada post-test juga menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001), mengindikasikan bahwa pelatihan memberikan dampak positif terhadap penggunaan gamifikasi oleh guru. Selain itu, hasil FGD menunjukkan bahwa para guru merasa terbantu dalam pengelolaan kelas setelah memahami konsep gamifikasi. Mereka menyatakan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, menciptakan suasana yang lebih interaktif, serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Mayoritas guru menyampaikan komitmen untuk menerapkan gamifikasi dalam proses pembelajaran mereka ke depan. Dengan demikian, Pelatihan Manajemen Kelas Berbasis Teknologi dan Gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi guru SD untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Program ini selaras dengan roadmap penelitian UNJ 2025 yang menggarisbawahi pentingnya dukungan pembelajaran sejak dini melalui penyediaan modul elektronik yang memudahkan akses aplikasi dan implementasi di kelas. Inisiatif ini juga merefleksikan komitmen terhadap SDG 4 untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan setara bagi semua.   Abstract UNJ’s community service program aims to enhance the motivation of elementary school (SD) teachers to use technology in the form of gamification for classroom management, through a training program entitled "Technology- and Gamification-Based Classroom Management". The activity was conducted in the Gugus Harapan cluster and involved 61 teachers in the experimental group and 61 teachers in the control group. The method employed was a quasi-experimental design using a pre-test and post-test structure across two groups. The evaluation was based on a single-item question: "I use technology in the form of gamification in my teaching", rated on a two-point scale (1 = No, 2 = Yes). Quantitative data analysis was carried out using a paired sample t-test (to measure changes within each group) and an independent sample t-test (to compare post-test results between the experimental and control groups). Additionally, a qualitative approach was conducted through Focus Group Discussions (FGD) to explore teachers' perceptions and experiences after participating in the training. Quantitative analysis showed that the experimental group experienced a significant increase in the average score from 1.387 to 1.839 after the training (p < 0.001). In contrast, the control group showed a decrease in the average score from 1.226 to 1.097 (p = 0.045). The between-group comparison of post-test scores also revealed a statistically significant difference (p < 0.001), indicating that the training had a positive impact on teachers’ use of gamification. Furthermore, results from the FGD revealed that teachers felt supported in managing their classrooms after understanding the concept of gamification. They reported that gamification increased student motivation, created a more interactive learning environment, and supported the achievement of learning objectives. The majority of teachers expressed a strong commitment to applying gamification in their future teaching practices. Thus, the Technology and Gamification-Based Classroom Management Training proved effective in increasing elementary school teachers' motivation to use technology in learning. This program aligns with UNJ’s 2025 research roadmap, which emphasizes the importance of early support in learning through the provision of electronic modules that facilitate access to applications and classroom implementation. This initiative also reflects a strong commitment to SDG 4, in promoting inclusive, equitable, and quality education for all.
PEMBERDAYAAN PAGUYUBAN THRIFTING JAWA BARAT MELALUI PELATIHAN PEMASARAN DIGITAL DAN PENDAMPINGAN STRATEGI PENJUALAN ONLINE MENGGUNAKAN BUSINESS INTELLIGENCE Rahma Wahdiniwaty; Anna Dara Andriana; Gentisya Tri mardiani; Yani Syafei; Geraldi Catur Pamuji
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paguyuban Thrifting Jawa Barat merupakan komunitas yang berisi para pengusaha penjual barang bekas berkualitas yang beranggotakan 300 pengusaha. Berdasarkan hasil wawancara sekitar 80% anggota paguyuban  sudah memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce secara hanya saja belum optimal. Para anggota paguyuban thrifting mengalami kesulitan ketika akan menganalisis data penjualan dan menentukan strategi bisnis berbasis teknologi informasi. Program pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh pelaku usaha thrift melalui pelatihan pemasaran digital serta pendampingan strategi penjualan online dengan memanfaatkan teknologi Business Intelligence (BI). Metode yang dilakukan mencakup lima tahapan yakni sosialisasi, pelatihan pemasaran digital, pelatihan pemanfaatan dashboard BI dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan pemahaman peserta terkait pemasaran digital dan konsep Business Intelligence serta manfaat data penjualan untuk pengambilan keputusan bisnis. Penerapan BI membantu para anggota pelatihan dalam mengidentifikasi produk terlaris, hal ini diperlukan untuk memprediksi tren penjualan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing anggota paguyuban dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang terjadi serta mendukung pertumbuhan usaha thrift yang berkelanjutan. AbstractThe West Java Thrifting Association (Paguyuban Thrifting Jawa Barat) is a community of 300 entrepreneurs selling quality secondhand goods. Based on interviews, approximately 80% of members have utilized social media and e-commerce platforms, but not optimally. Members of the thrifting association experience difficulties analyzing sales data and determining IT-based business strategies. This community service program aims to provide knowledge to all thrifting business owners through digital marketing training and mentoring on online sales strategies utilizing Business Intelligence (BI) technology. The method used includes five stages: outreach, digital marketing training, BI dashboard utilization training, and evaluation of results. The results demonstrated an increased understanding of digital marketing and Business Intelligence concepts among participants, as well as the benefits of sales data for business decision-making. The application of BI helped members identify best-selling products, which is necessary for predicting sales trends. This program is expected to increase the competitiveness of association members in the face of current digital technology developments and support the sustainable growth of thrift businesses.
Implementasi Peace Eduaction Untuk Membentuk Karakter Positif Remaja Di SMA YAPPENDA Jakarta Utara Mauna; Zarina Akbar; Ernita Zakiah; Ajeng Nurul Shabrina; Fressika Salsabila Riti Putri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja di SMA Yappenda Jakarta Utara menghadapi tantangan berupa tingginya perilaku agresif dan rendahnya keterampilan resolusi konflik, yang diperparah oleh faktor lingkungan perkotaan dan kondisi keluarga long distance marriage. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan program peace education guna meningkatkan karakter positif remaja, khususnya dalam aspek empati, pengelolaan emosi, dan penyelesaian konflik secara damai. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan: sosialisasi, pelatihan membangun hubungan sosial yang sehat, komunikasi asertif, penyelesaian masalah secara kreatif dan damai, dan tahap dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test, post-test, dan wawancara terhadap 49 peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 80,4 (pre-test) menjadi 88 (post-test). Wawancara pasca-pelatihan juga mengindikasikan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai perdamaian, kemampuan mengelola konflik secara mandiri, serta pola komunikasi yang lebih sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi peace education efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menyelesaikan konflik secara damai serta membentuk karakter positif.Abstract  Adolescents at Yappenda Senior High School in North Jakarta face challenges such as high levels of aggressive behavior and low conflict resolution skills, exacerbated by urban environmental factors and family conditions involving long-distance marriages. This community service initiative aims to implement a peace education program to enhance positive character development among adolescents, particularly in the areas of empathy, emotional regulation, and peaceful conflict resolution. The program was carried out in three phases: socialization, training focused on building healthy social relationships, assertive communication, and creative and peaceful problem-solving, followed by a documentation phase. Evaluation was conducted through pre-tests, post tests, and interviews with 49 participants. The results showed an increase in the average score from80.4(pre-test) to 88 (post test). Post-training interviews also indicated improved understanding of peace-related values, increased ability to manage conflict independently, and the development of healthier communication patterns. These findings demonstrate that the implementation of peace education is effective in improving adolescents’ understanding and skills in resolving conflict peacefully and in shaping positive character traits
Pengolahan Produk Kreatif Kebahasaan Berbasis Sintaksi Sebagai Promosi Cagar Budaya Jatinegara Kaum Miftahulkhairah Anwar; Nurbiana Dhinie; Helvy Tiana Rosa; Fajar A Nugroho; Muhammad Rayhan; Renadini Nurfitri; Annisa Dhea Nurbaity
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatinegara Kaum merupakan salah satu wilayah binaan unggulan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang terletak di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan bersejarah di Jakarta karena terdapat beberapa peninggalan benda cagar budaya, yaitu Masjid Assalafiyah, Makam Pangeran Jayakarta, dan Makam Pangeran Sanghyang yang berada dalam satu kawasan. Kesakralan cagar budaya ini membuat kawasan ini dijadikan sebagai tempat wisata rohani. Berdasarkan analisis situasi, ditemukan permasalahan prioritas, yaitu promosi cagar budaya dan literasi informasi yang belum optimal. Bidang promosi cagar budaya dan literasi informasi sangat berkaitan erat karena keduanya membutuhkan aspek kebahasaan sebagai media penguatan.  Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan aspek kebahasaan sebagai sarana untuk mengedukasi dan mempromosikan keberadaan serta nilai penting Cagar Budaya Jatinegara Kaum. Fokus kajian diarahkan pada pengolahan produk kreatif kebahasaan yang berbasis pada pemanfaatan struktur sintaksis sebagai landasan dalam menciptakan teks yang efektif, komunikatif, dan estetis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah pendekatan interdisipliner dan pemberdayaan sumberdaya lokal untuk mengembangkan produk kreatif.  Kegiatan ini menghasilkan sejumlah produk kebahasaan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya Jatinegara Kaum, tetapi berpotensi membuka peluang wirausaha berbasis bahasa. Abstract Jatinegara Kaum, located in Kecamatan Pulogadung, East Jakarta, has been designated as one of the flagship community development areas of Universitas Negeri Jakarta (UNJ). The area holds historical and cultural significance as it is home to several heritage sites, including Masjid Assalafiyah, Makam Pangeran Jayakarta, and Makan Pangeran Sanghyang, all of which are situated within one complex. The sacred character of these sites has elevated Jatinegara Kaum into a destination for spiritual tourism. However, a situational analysis revealed pressing challenges, particularly the limited promotion of cultural heritage and the inadequate development of information literacy. These two issues are interrelated since both rely heavily on linguistic dimensions as a medium for strengthening public awareness and engagement. In response, this program seeks to employ linguistic approaches as a strategic tool for educating communities and promoting the significance of Jatinegara Kaum’s cultural heritage. The focus is directed toward the creation of creative linguistic products that are grounded in syntactic structures, enabling the production of texts that are effective, communicative, and aesthetically engaging. The method adopted combines an interdisciplinary approach with the empowerment of local resources. The program generated various linguistic products that not only reinforce the cultural identity of Jatinegara Kaum but also open potential pathways for language-based entrepreneurship.