cover
Contact Name
Muhammad Yunus
Contact Email
puslitbang.siap@gmail.com
Phone
+628123216803
Journal Mail Official
comphijournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Simpang Dirgantara II B3/13 Malang u.p. Dr. dr. Febri Endra Budi Setyawan, M.Kes., FISPH., FISCM
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal
ISSN : -     EISSN : 27228169     DOI : https://doi.org/10.37148/comphijournal
Core Subject : Health,
CoMPHI Journal : Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal merupakan Jurnal Ilmiah bidang Ilmu Kedokteran Komunitas dan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dikelola dan diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia. CoMPHI Journal terbit 3 (tiga) kali dalam 1 tahun yaitu setiap bulan Juni, Oktober dan Pebruari. Cakupan dan Fokus Jurnal ini pada Bidang Ilmu Kedokteran Komunitas, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan atau yang serumpun dengannya seperti Kedokteran Keluarga, Kedokteran Industri, Biostatistik, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Gizi, Farmasi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Promosi Kesehatan, Rekam Medik dan lainnya yang masih serumpun dengan bidang Ilmu Kesehatan.
Articles 138 Documents
Treatment Compliance of Drug-Resistant Tuberculosis Patients in Compliance of Taking Medication Based on Peer Educator Characteristics at Muhammadiyah PKU Gamping Hospital Yogyakarta savitri, pitut; Afifah, Alidina Nur; Widayati, Nur
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.248

Abstract

Latar Belakang Indonesia menempati urutan ke 8 jumlah kasus TB-RO di dunia. Salah satu tantangan dalam pengobatan TB-RO adalah kurangnya kepatuhan pasien dalam minum obat yang dipengaruhi oleh banyak faktor yang menjadi penghambat utama keberhasilan pengobatan. Untuk mendukung dan menjamin kepatuhan pengobatan pasien, diperlukan pendampingan rutin oleh kader kesehatan dari komunitas yang dikenal dengan istilah Pendukung Pasien atau Pasien Suporter (PS). Tujuan Penelitian ini ingin mengetahui gambaran karakteristik PS yang paling cocok untuk mendampingi pasien sehingga dapat mendukung kepatuhan pengobatan yang berdampak optimal pada keberhasilan pengobatan. Metode Penelitian ini menggunakan metode observasi deskriptif yang melibatkan 100 pasien DR TB ditinjau dari tingkat kepatuhan pengobatan dikaitkan dengan gambaran karakteristik 26 peer pendidik yang dibagi dalam 4 kategori yaitu usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, dan pengalaman sebagai penderita TB. penyintas. Pengumpulan data penelitian dilakukan di PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Hasil observasi 100 pasien DR TB, 85% memiliki kepatuhan pengobatan dan 15% sisanya tidak patuh. Tingkat kepatuhan pengobatan pasien dipengaruhi oleh faktor 80% peer counselor mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan, 64% mempunyai umur yang sama dengan pasien, 54% berjenis kelamin sama, dan hanya 5% dipengaruhi oleh peer counselor yang mempunyai pengalaman. sebagai penyintas DR TB. Kesimpulan Latar belakang PS yang berpendidikan, paling tinggi tingkat kepatuhan pasien minum obat sedangkan PS yang mempunyai latar belakang penyintas TB-RO paling sedikit tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat.
Hubungan Antara Spritualitas Dengan Kesehatan Mental Wanita Usia Subur Tandoyo, Eric; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Hardianto, Reynaldi; Palloan, Glory Ta’bi; Octavia, Helen; Wahid, Ridzal; Wakas, Berlian Ester; Messakh, Billy Daniel; Kusumah , Irwin Prijatna
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.249

Abstract

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas / kerohanian dapat berhubungan positif dengan pengurangan tingkat kecemasan dan depresi. Manfaat dari riset ini adalah untuk melihat apakah ada korelasi antara Spiritualitas / kerohanian dan Kesehatan Mental pada Wanita Usia Subur (WUS). Riset ini menggunakan studi epidemiologi analitik observasional dengan metode penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Penelitian ini dilakukan pada jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Desa Peniwen, Kabupaten Malang pada 34 WUS. Hubungan antara spiritualitas dan kesehatan mental dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman karena data terdistribusi dengan tidak merata. Hasil analisa data memperlihatkan korelasi yang berarti antara spiritualitas dengan tingkat stress (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.497 dengan nilai p 0.003 < 0.05). Ini berarti menunjukkan tingginya tingkat kerohanian responden maka akan semakin rendah pula tingkat stress. Selain itu didapatkan, terdapat hubungan (sangat lemah) yang tidak signifikan antara spiritualitas dengan tingkat depresi (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.177 dengan nilai p 0.316 > 0.05). Ini menunjukkan semakin tinggi derajat spiritualitas responden maka akan semakin rendah pula tingkat depresi. Riset ini juga mendapati korelasi yang berarti antara kerohanian dengan tingkat kecemasan (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.493 dengan nilai p 0.003 < 0.05) yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas responden maka akan semakin rendah pula tingkat kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang berarti antara spiritualitas dengan tingkat kecemasan dan stress namun terdapat hubungan (sangat lemah) yang tidak signifikan antara spiritualitas dengan tingkat depresi pada Wanita Usia Subur.
Ergonomic Factor Analysis of Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSD) in Bakery Industry Workers Alfisyahrin, Nabilah Fildzah; Wantu, Mehmed Mirzagalfary Kenan; Ekie, Nurfirah Dzakitushiddiqah
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.251

Abstract

Lingkungan kerja yang aman dan sehat sangat penting untuk pengembangan ekonomi dan sosial. Menurut ILO dan WHO, kecelakaan terkait kerja masih menyumbang 5% dari seluruh kematian di dunia pada tahun 2016. Di Indonesia sendiri, terjadi peningkatan kecelakaan kerja sebesar 55,2% dari tahun 2019 hingga 2020. Produksi roti merupakan sub-sektor perekonomian yang penting dan dapat menciptakan lapangan kerja, namun juga rentan terhadap bahaya kesehatan dan keselamatan kerja. Gangguan muskuloskeletal adalah penyebab umum dari kecacatan dan keterbatasan kerja, termasuk di sektor industri roti. Faktor risiko yang menyebabkan gangguan tersebut meliputi usia, jenis kelamin, postur tubuh yang salah, dan kurangnya pengetahuan tentang ergonomi. Ergonomi berperan penting dalam mencegah gangguan muskuloskeletal, dengan penyesuaian peralatan kerja dan sikap tubuh yang ergonomis. Analisis faktor risiko, terutama faktor ergonomi, diperlukan untuk mengurangi potensi gangguan muskuloskeletal pada pekerja industri roti. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis faktor ergonomi terhadap Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSD) pada pekerja industri roti. Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review berdasarkan jurnal 5 tahun terakhir dari database Google Scholars, Pubmed, Proquest dan Science Direct didapatkan bahwa faktor ergonomi berperan penting dalam menyebabkan WMSD yang mencakup faktor antropometri, faal kerja, biomekanika, dan psikologi kerja pada pekerja industri roti. Setelah dikaji dari empat risiko tersebut, faktor faal kerja dan biomekanika yang berhubungan signifikan dengan risiko terjadinya WMSD pada pekerja industri roti. Hal ini sesuai dengan tingginya prevalensi keluhan nyeri persendian bahu, leher, dan pergelangan tangan serta kejadian low back pain (LBP) pada pekerja industri roti.
Association Between Household Food Security And Nutritional Status Among Children Age Under 5 Years In Flood Prone Area, Sukolilo, Surabaya durry, fara disa; Handini, Laksmi Suci; Seliana, Irma; Febriawan, Zulfan; Sari, Lilik Nurindah; Santoso, Shaira Nadinda; Yudinda, Salsabilla Cathabell; Nahya, Fibran Aryan Nahya; Novendra, Gala; Syahbaa , Zebaa Basyaasyah Baarigh; Arianti, Novi Rahayu
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.253

Abstract

Household food insecurity (HFI) is a significant issue that affects both developed and developing countries, leading to various health and nutritional problems. Particularly concerning is the impact of food insecurity on young children, who are highly vulnerable to malnutrition and stunting. Sukolilo is a flood-prone area, and flooding can cause changes in household food security and impact the nutritional status of children. This study to determine the association between household food security and the nutritional status of toddlers in Sukolilo. This study used a cross-sectional method by collecting data on household characteristics (parents' age, education, number of children, parents' employment status, and total income), measuring household food security through the Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) questionnaire, and measuring anthropometry (W/A) in toddlers to analyze nutritional status. The results showed that there is a significant relationship between mother education level (P = 0.03), number of children (P = 0.000), and mother employment status (P = 0.000) with household food security (p < 0.05). As well as there is an association between household food security and children's nutritional status (P<0.05) (AOR (95% CI) 0.86 (0.77 – 1.73)). It can be concluded that household food security has a strong relationship with the nutritional status of toddlers.
Hubungan Religiusitas Dengan Derajat Kecemasan Pada Ibu Hamil Primigravida Di Klinik Wirahusada Medical Center Kota Makassar Tahun 2021 Isna, Nur Isnaini; Trisnawaty; Dewi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.254

Abstract

Masa Kehamilan khususnya kehamilan pertama adalah pengalaman baru bagi seorang wanita sehingga terdapat banyak pengaruh yang berperan dari segi sosial, ekonomi dan utamanya psikologis salah satunya adalah kecemasan dalam kehamilan menjadi penting dikarenakan berbagai macam pemicu emosi yang dapat diirasakan oleh ibu hamil berkaitan dengan pengalaman pertama sebagai ibu baru ataupun hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil ini. Salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan kecemasan pada ibu hamil pertama ini adalah religiusitas dari ibu hamil mampu mempengaruhi dirinya dalam mengamalkan nilai agamanya sebagai pegangan dalam menghadapi kecemasan-kecemasan yang ada pada dirinya maupun berkaitan dengan lingkungan sekitarnya sehingga perlunya religiusitas yang baik untuk mengurangi angka mortalitas dan morbiditas primigravida. Tujuan penelitian ini untuk dapat memahami bagaimana hubungan antara religiusitas dengan kecemasan ibu hamil primigravida di Klinik Wirahusada Medical Center Kota Makassar 2021. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil adalah semua ibu hamil primigravida yang termasuk dalam kriteria inklusi. Data yang diambil adalah data primer berdasarkan wawancara dan pengisian kuesioner oleh 165 sampel. Analisis dan olah data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji korelasi spearman. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa adanya hubungan signifikan terkait religiusitas (p=0,015) dengan derajat kecemasan sehingga disimpulkan adanya hubungan antara religiusitas dengan derajat kecemasan ibu hamil primigravida.  
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Diabetes Melitus Terhadap Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru Lestari, Nining; Yaasiin, Putri Isa Maharani
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.255

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru di Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia setelah India dan Cina dengan angka morbiditas dan mortalitas yang meningkat tiap tahunnya. Pengendalian tuberculosis paru di Indonesia masih mengalami kendala karena deteksi dini yang belum optimal dan cakupan pengobatan tuberculosis yang masih di bawah target pemerintah. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesembuhan tuberculosis paru yaitu jenis kelamin, usia, status gizi, kepatuhan minum obat, kebiasaan merokok, kepatuhan berobat, dan faktor komorbid seperti obesitas, dan diabetes Mellitus. Status gizi dan diabetes mellitus menjadi faktor yang penting dalam kesembuhan pasien tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan indeks massa tubuh(IMT) dan diabetes melitus(DM) dengan kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik, dengan pendekatan case-control. Pengambilan sampel menggunakan metode fixed disease sampling dari data rekam medis penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Mojolaban pada kurun waktu 2019-2023. Analisis data mengunakan uji chi square dengan SPSS 25. Besar sampel yang digunakan sebanyak 68 subyek, terdiri dari 17 subyek sebagai kasus (pasien tuberculosis yang tidak sembuh)  dan 51 subyek sebagai kontrol (pasien tuberculosis yang sembuh termasuk pasien gagal, dan meninggal. Hasil chi square IMT dengan kesembuhan tuberculosis didapatkan OR=3,776, (p= 0,04 dengan 95% CI =1,201–11,865) sedangkan DM dengan kesembuhan tuberculosis paru didapatkan OR= 1,442 (p=0,759 dengan CI 95 %= 0,448-4,462). Kesimpulan: IMT secara signifikan berhubungan dengan kesembuhan tuberculosis paru, sedangkan DM tidak berhubungan dengan kesembuhan tuberkulosis paru. Pasien tuberculosis paru dengan IMT tidak normal berpeluang 3,7 kali tidak sembuh dibanding dengan IMT normal.  
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Buruh Tani Wanita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mumbulsari Jember Aisya, Meutia Citra; Jauhar Firdaus; Angga Mardro Raharjo; Aris Prasetyo; Irawan Fajar Kusuma; Ida Srisurani Wiji Astuti
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.256

Abstract

Hipertensi pada pekerja pertanian di Indonesia menempati urutan ke-3 teratas berdasarkan Riskesdas, 2018. Tingginya angka tersebut, dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tingkat aktivitas fisik. Stigma mengenai tingginya aktivitas fisik pada pekerja pertanian sejatinya hanyalah aktivitas kerja, namun tidak untuk aktivitas lainnya, terlebih pekerja wanita yang memiliki peran ganda sehingga tidak ada waktu untuk berolahraga secara rutin. Padahal aktivitas olahraga  dapat mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan tekanan darah pada buruh tani wanita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah buruh tani wanita hipertensi primer yang tinggal dan pernah melakukan kunjungan di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari Jember. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling sebanyak 42 sampel. Data diambil melalui wawancara kuesioner aktivitas fisik Baecke dan juga pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Periode sampel yang diteliti adalah buruh tani wanita hipertensi yang melakukan kunjungan ke Posbindu PTM Puskesmas Mumbulsari Jember selama bulan November 2022. Data diolah menggunakan uji statistik regresi linear berganda dengan terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Hasil uji statistik didapatkan  p-value sebesar 0,01 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat korelasi signifikan dengan arah negatif antara aktivitas olahraga dengan tekanan darah sistolik pada buruh tani wanita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mumbulsari Jember.
Pengaruh Intervensi Psikososial terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien dengan Skizofrenia Nur, Saafitri; Ali, Rizma Azizah; Zakky, Dandy; Lufthansyahrizal, Muhammad Fauzi; Rosyidah, Qonita; Indrawanto, Iwan Sis; Cakrawati, Hanna
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental yang kompleks, dengan gejala khas yang muncul pada masa remaja akhir atau awal masa dewasa. Gejala psikotik akibat skizofrenia dapat ditangani dengan intervensi farmakologis dan psikososial. obat antipsikotik pada umumnya digunakan untuk pengobatan pada kasus skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Meskipun antipsikotik memainkan peran dominan dalam pengobatan skizofrenia, terdapat beberapa masalah dan keterbatasan dalam penggunaannya. Hal inilah yang dapat menyebabkan penurunan angka kepatuhan pengobatan pada pasien. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Science direct, dan Google Scholar menggunakan kata kunci peran intervensi psikososial dalam kepatuhan minum obat pasien skizofrenia. 31 jurnal yang diterbitkan setidaknya 5 tahun yang lalu diperoleh. Dari 61 artikel yang ditelaah didapatkan 31 artikel yang di review diketahui terdapat pengaruh faktor psikososial terhadap peningkatan angka kepatuhan minum obat pada pasien dengan skizofrenia. Beberapa bentuk terapi psikososial pada skizofrenia yang dapat berperan dalam meningkatkan status fungsional dan perbaikan gejala antara lain perawatan komunitas asertif, lingkungan, remediasi kognitif, FEP, intervensi keluarga, manajemen diri penyakit, psikoedukasi, pelatihan keterampilan sosial, dan terapi suportif. Mengingat keengganan dalam kepatuhan minum obat psikotik yang dipicu oleh insight yang buruk, jenis obat yang bermacam-macam, efek samping yang ditimbulkannya serta stigma yang ditimbulkan oleh konsumsi obat antipsikotik sehingga diperlukan intervensi psikososial untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan antipsikotik oral. Dari literature review artikel yang didapatkan, intervensi psikososial berperan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan antipsikotik oral. Terapi psikososial mempengaruhi keterlibatan (membangun hubungan saling percaya), fokus (menentukan target perilaku untuk perubahan), membangkitkan (memunculkan motif baik pasien dalam mendukung perubahan: “perubahan pembicaraan”), dan perencanaan (membantu untuk bergerak menuju perubahan yang sebenarnya).  
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke yang Mendapatkan Terapi Rehabilitasi Medik Anisya; Pasenda, Muhammad Jefri Pasenda; Fauzan, Nabil Ikraam; Aina, Qory; Barokah, Vernita; Bahrudin, Moch.; Nur Fajri, Devi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan neurologis yang disebabkan oleh terganggunya suplai darah ke bagian otak. Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di banyak negara.  Terjadinya disabilitas pasca stroke berhubungan dengan aktivitas sehari-hari pasien stroke, gejala fisik yang tiba-tiba berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari, dan pasien mengalami masalah psikologis yang signifikan akibat pengalaman tersebut, seperti depresi, pesimisme, dan kecemasan Rehabilitasi sangat penting untuk meminimalkan gejala sisa setelah stroke, dan pasien yang menjalani rehabilitasi profesional dan sistematis terus menerus setelah fase akut cenderung pulih dengan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien pasca stroke yang mendapatkan terapi rehabilitasi medik. Pencarian dilakukan melalui PubMed, Cochrane, Web of Science, dan Google Scholar menggunakan kata kunci gambaran kualitas hidup pasien pasca stroke post terapi rehabilitasi medik. 30 jurnal yang diterbitkan setidaknya 5 tahun yang lalu diperoleh. Jurnal memuat topik berbagai faktor risiko terjadinya kualitas hidup pasien pasca stroke post terapi rehabilitasi medik. Kriteria jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terakreditasi Scopus maupun non Scopus. Dari 30 artikel yang di review diketahui prosedur rehabilitasi yang diterapkan sejak dini setelah stroke secara signifikan meningkatkan hasil fungsional dan kualitas hidup terkait kesehatan bagi para penyintas stroke. Dari literature review artikel yang didapatkan, prosedur rehabilitasi yang diterapkan sejak dini setelah stroke secara signifikan meningkatkan hasil fungsional dan kualitas hidup terkait kesehatan bagi para penyintas stroke.
Karakteristik Pasien Kusta di RSUD Sumberglagah periode Januari - Agustus 2023 Lukito, Cynthia Deby; Wibowo , Prajogo; Prameswari, Renata; Hersana, I Dewa Made Widi
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hansen disease atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae dan sering dikenal sebagai “The Great Immitator Disease” karena gejalanya susah dibedakan dengan penyakit kulit lainnya. Menurut World Health Organization (WHO) penyakit kusta utamanya menyerang kulit, saraf perifer, mukosa saluran pernafasan bagian atas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien kusta di RSUD Sumberglagah periode Januari - Agustus 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Sampel dalam penelitian merupakan semua pasien kusta di RSUD Sumberglagah Mojokerto berdasarkan data yang tercatat di rekam medis periode Januari 2023- Agustus 2023. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebagian besar pasien kusta adalah laki-laki (67.70%), berusia > 15thn (98.39%), menjalani pekerjaan berat (64.50%) berpendidikan sampai tingkat SD (45.16%) masih menjalani pengobatan sampai saat ini (51.6%), tipe MB (100%) tidak mengalami reaksi kusta (46.8%) memiliki keluhan utama berupa luka di ekstremitas (24.2%) dan berasal dari kota Mojokerto (59.7%). Sesuai dengan 62 sampel dari data yang telah diambil, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien kusta adalah laki-laki, berusia lebih dari 15 tahun, mengerjakan pekerjaan berat, menjalani pendidikan sampai tingkat SD, masih menjalani pengobatan,tipe kusta MB, datang dengan keluhan utama luka di ekstremitas dan berasal dari kota Mojokerto.

Page 11 of 14 | Total Record : 138