cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 369 Documents
Pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis mata pelajaran Geografi siswa kelas XI IPS MA Tamammudin Istni; Dwiyono Hari Utomo; Sugeng Utaya
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning geography emphasizes students to have critical thinking skills. Students' critical thinking ability can be influenced by the PBL model. The advantage of PBL is that students will be more faced with real problems and train students to use their critical thinking skills in solving a problem. This study was conducted to determine the effect of the PBL model assisted by LKPD on the critical thinking skills of students in the geography subject of class XI IPS MA Bilingual Batu. This study is a quasi-experimental study using two classes, namely class XI IPS 1 as the experimental class and class XI IPS 2 as the control class which was selected by random sampling. The research design used is Posttest Only Control Group Design. The instrument used is five essay questions to determine students' critical thinking skills. Data analysis was carried out using a prerequisite test consisting of a normality test and a homogeneity test as well as a t test (t test). Based on the hypothesis test that has been carried out, it is known that the significance value is less than 0.05 so that the PBL model assisted by LKPD has an effect on the critical thinking ability of the Geography subject of class XI IPS MA Bilingual Batu students. Pembelajaran geografi menekankan siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat dipengaruhi dengan model PBL. Keunggulan PBL adalah siswa akan lebih dihadapkan dengan permasalahan nyata serta melatih siswa menggunakan kemampuan berpikir kritisnya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh model PBL berbantuan LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis siswa mata pelajaran geografi siswa kelas XI IPS MA Bilingual Batu. Penelitian ini termasuk dalam quasi eksperimen dengan menggunakan dua kelas, yaitu kelas XI IPS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah lima butir soal esai untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas serta uji t (t test). Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan diketahui nilai signifikansi kurang 0,05 sehingga model PBL berbantuan LKPD berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis mata pelajaran Geografi siswa kelas XI IPS MA Bilingual Batu.
Analisis wacana nilai pendidikan multikultural dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI sekolah menengah atas kurikulum merdeka Dwi Wahyu Ningtyas; Dewa Agung Gede Agung; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe and analyze the discourse on the value of multicultural education in the Indonesian History textbook for Class XI Senior High School Curriculum Merdeka. This article uses a qualitative approach using the critical discourse analysis method of Norman Fairclough's model. The source of the data in this study was the Indonesian History textbook Independent Curriculum for class XI published by the Center for Curriculum and Books (Kemendikbudristek). Collecting data in this study using documentation study techniques. The way to do this is by collecting qualitative documents, both in the form of public documents and private documents. Then the researcher conducted a text analysis by examining the implied meaning in the textbook. The data analysis technique in this study follows the critical discourse analysis technique of Norman Fairclough's model, which consists of textual analysis of description, interpretation, and explanation. The results obtained from this study, namely the fact that in the Indonesian History textbook for Class XI Senior High School Curriculum Merdeka, the value of multicultural education that most often appears is the responsibility of the world community with multicultural indicators, namely collaborating in social activities regardless of cultural differences. The percentage of multicultural education values that appear in the entire Indonesian History textbook are human values 29 percent, democratic values 28 percent, plurality values 18 percent, divine value 11 percent, justice values 9 percent, and tolerance values 5 percent. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis wacana nilai pendidikan multikultural dalam buku teks Sejarah Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Atas Kurikulum Merdeka. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana kritis dari model Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku teks Sejarah Indonesia Kurikulum Merdeka untuk kelas XI yang diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Kemendikbudristek). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi dokumentasi. Cara yang dilakukan yakni dengan mengumpulkan dokumen kualitatif, baik berupa dokumen publik maupun dokumen privat. Kemudian peneliti melakukan analisis teks dengan mengkaji makna yang tersirat dalam buku teks. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengikuti teknik analisis wacana kritis model Norman Fairclough, yang terdiri dari analisis teks deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni didapatkan fakta bahwa buku teks Sejarah Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Atas Kurikulum Merdeka, nilai pendidikan multikultural yang paling sering muncul adalah tanggung jawab masyarakat dunia dengan indikator multikultural yakni bekerjasama dalam kegiatan sosial tanpa memandang perbedaan budaya. Presentase jumlah nilai pendidikan multikultural yang muncul dalam keseluruhan buku teks Sejarah Indonesia nilai kemanusiaan 29 persen, nilai demokratis 28 persen, nilai pluralitas 18 persen, nilai keutuhan 11 persen, nilai keadilan 9 persen, dan nilai toleransi 5 persen.
Penguatan kemampuan guru Sejarah di abad 21 melalui pelatihan penulisan sejarah publik untuk guru MGMP Sejarah di Kabupaten Boyolali Nanda Julian Utama; Syaiful Amin; Nugroho Bayu Wijanarko; Junaidi Fery Lusianto; Muhammad Hastya Refanza; Nur Dhuha Indah Paramesty; Nathanael Agung Kristanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability of 21st century teachers is a necessity that must be mastered by educators in order to be able to compete. Mastery of technology and various applications and the ability of teachers to conduct research must also develop so that there is no big gap between teachers and students in technology matters. In the field of history, the development of public history is an opportunity for teachers to develop a history learning base that refers to technology. In public history, a historian in this regard is a teacher who is free to explore a historical theme and present it as interestingly as possible. This training regarding the introduction and application of public history will be carried out in the environment of teachers in the History of Boyolali District Teachers' Meetings (MGMP). The purpose of this training is so that teachers understand what public history is, how it relates to learning in schools, and how to be actively involved in the development of history both based on education and for the community. Kemampuan Guru Abad 21 merupakan sebuah keniscayaan yang harus dikuasai oleh para pendidik agar mampu bersaing. Penguasaan teknologi dan berbagai aplikasi dan kemampuan guru dalam melakukan riset harus berkembang pula agar tidak terjadi gap yang jauh antara guru dan siswa dalam urusan teknologi. Dalam bidang sejarah, pengembangan sejarah publik menjadi sebuah peluang bagi guru untuk mengembangkan basis pembelajaran sejarah yang mengacu pada teknologi. Dalam sejarah publik juga seorang sejarawan dalam kaitan ini adalah guru bebas mengeksplor sebuah tema sejarah dan menyajikannya semenarik mungkin. Pelatihan ini mengenai pengenalan dan pengaplikasian sejarah publik ini akan dilakukan dilingkungan para guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Boyolali. Tujuan diadakan pelatihan ini agar para guru memahami apa itu sejarah publik, bagaimana hubungannya dengan pembelajaran di sekolah, dan bagaimana terlibat aktif dalam pengembangan sejarah baik yang berbasis Pendidikan maupun untuk masyarakat.
Pengembangan media pembelajaran komik digital Geografi pada materi persebaran flora dan fauna di Indonesia Mohammad Nur Widarto; Djoko Soelistijo; Nailul Insani
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current era of modern learning cannot be separated from the use of digital learning media. Teachers must be adaptable to the rapid advancement of information technology. Therefore, researchers in developing digital learning media in the form of digital comics that contain material on geography, especially material on the distribution of flora and fauna. This research aims to innovate learning media products in the form of digital comics, to simplify and increase the attractiveness of students' geography learning. Research and Development is the type of research carried out in this study. This research method uses the ADDIE method; Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data used in this study is a combination of qualitative and quantitative. Written suggestions and comments about learning media were used to collect qualitative data. The amount of data obtained from the evaluation and testing of students' media products. Small groups of 20 students were used for product trials. The research findings are divided into two categories, namely the validation of learning media products which include aspects of the assessment of material, language, and media display, which received a total evaluation of 90 percent and included in the very good predicate. The media validation results. The test results showed that they scored 89 percent on the media aspect and 92% on the material aspect. This study concludes that the learning media is suitable for learning geography, especially in the sub-material distribution of flora and fauna. Era pembelajaran modern saat ini tidak lepas dari penggunaan media pembelajaran digital. Guru harus mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Oleh karena sebab peneliti dalam ini mengembangkan media pembelajaran digital berupa komik digital yang memuat materi geografi, khusunya materi tentang persebaran flora fauna. Tujuan penelitian ini untuk melakukan inovasi produk media pembelajaran berupa komik digital, mempermudah dan meningkatkan daya tarik pembelajaran geografi siswa. Reseach and Development menjadi kategori jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini. Metode penelitian ini menggunakan metode ADDIE; Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar tertulis terhadap isi media pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh dari hasil evaluasi dan tes produk media siswa. Kelompok kecil yang terdiri dari 20 siswa digunakan untuk uji coba produk. Temuan penelitian dibagi menjadi dua kategori yaitu validasi produk media pembelajaran yang meliputi aspek penilaian isi materi, tinjauan bahasa, dan tampilan media, yang mendapat penilaian total 90 persen dan termasuk dalam predikat sangat baik. pada hasil validasi media. Hasil tes siswa menunjukkan bahwa mereka mendapat nilai 89 persen pada aspek media dan 92 persen pada aspek materi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu media pembelajaran cocok digunakan untuk media pembelajaran geografi, khususnya pada sub materi persebaran flora dan fauna.
Peran humas DPR RI dalam memperkuat literasi kewarganegaraan masyarakat Andi Wiratna; Siti Awaliyah; Rista Ayu Mawarti
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to discuss the roles, programs, obstacles faced and the efforts made by the Public Relations of the DPR RI in strengthening civic literacy. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions/verification. The Public Relations of the DPR RI has the role of communicator and facilitator. The program activities carried out are the parliamentary education program, the youth parliament program, the campus parliamentary program and the community visit program. The inhibiting factor in implementing the program is the lack of competent human resources (SDA) in their field, the lack of facilities and infrastructure as well as time allocation. Efforts to overcome obstacles are by conducting natural resource development by participating in training or collaborating with other work units, increasing the number of room capacities used, providing more contemporary innovations, and providing tokens in the form of regulations for the DPR RI, magazines and parliamentary bulletins. so that the information that has been carried out in the activity can be understood again by the community. Kajian ini bertujuan untuk membahas peran, program, kendala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan oleh Humas DPR RI dalam memperkuat literasi kewarganegaraan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Humas DPR RI mempunyai peran komunikator dan fasilitator. Program kegiatan yang dilakukan yakni program edukasi parlemen, program parlemen remaja, program parlemen kampus dan program kunjungan masyarakat. Faktor penghambat dalam pelaksanaan programnya ialah masih minimnya sumber daya manusia (SDA) yang kompeten dibidangnya, minimnya dari segi sarana dan prasarana maupun alokasi waktu. Upaya untuk mengatasi hambatan ialah dengan mengadakan pengembangan SDA dengan cara mengikuti pelatihan ataupun berkolaborasi dengan unit kerja lainnya, peningkatan jumlah kapasitas ruangan yang digunanakan, memberikan inovasi yang lebih kekinian, serta memberikan tanda mata berupa tata tertib DPR RI, majalah dan buletin Parlementeria. agar informasi yang sudah dilaksanakan dalam kegiatan dapat dipahami kembali oleh masyarakat.
Pengaruh model problem based learning berbantuan google classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Geografi Anita Nur Aini; Yuswanti Ariani Wirahayu; Budijanto Budijanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking skills are important to be mastered by every student. These skills can be developed by applying the Problem Based Learning model because the model is able to train their critical thinking skills through the steps of the Problem Based Learning model that uses real problems around students. The purpose of this study is to explain how the influence of the Google Classroom-assisted Problem Based Learning model on students' critical thinking skills. The research design used a quasi-experimental design with a posttest only control group design. The research subjects were class XII IPS 1 as the control class and XII IPS 2 as the experimental class. The assessment instrument uses an essay test with six questions arranged based on critical thinking indicators. The data analysis technique used independent sample t-test with a sig level of 0.05 and supported by IBM SPSS Statistics 25.0 x64. The results of the t-test analysis showed Sig (2-tailed) of 0.013 less than equal to 0.05. The results of these calculations show that the use of the Problem Based Learning model assisted by Google Classroom has an effect on students' critical thinking skills. Kemampuan berpikir kritis penting dikuasai oleh setiap siswa. Keterampilan ini dapat dikembangkan dengan menerapkan model Problem Based Learning karena model tersebut mampu melatih kemampuan berpikir kritis mereka melalui langkah-langkah model Problem Based Learning yang menggunakan permasalahan nyata di sekitar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengaruh model Problem Based Learning berbantuan Google Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan desain posttest only control group. Subjek penelitian adalah kelas XII IPS 1 sebagai kelas kontrol dan XII IPS 2 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penilaian menggunakan tes essay berjumlah enam pertanyaan yang disusun berdasarkan indikator berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan uji independent sample t-test dengan taraf sig 0,05 dan didukung oleh IBM SPSS Statistics 25.0 x64. Hasil analisis uji-t menunjukkan Sig (2-tailed) sebesar 0,013 kurang dari sama dengan 0,05. Hasil perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning berbantuan Google Classroom berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah Geografi siswa Khoirunnisa Hindiyati; Yuswanti Ariani Wirahayu; I Komang Astina; Hadi Soekamto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning Geography is contextual and focuses on problems related to the life of the environment around students. So, we need a learning model that can integrate student knowledge with problems that exist in the surrounding environment. The PBL learning model has the advantage of encouraging students to develop their knowledge in solving a problem individually. In addition, applying the model requires media to make learning more meaningful and effective. The purpose of this study was to determine the effect of PBL learning model assisted by animation media on the problem solving ability of geography students at SMA Negeri 8 Malang. The subjects of this study were students of class X. Class X IPS 2 was chosen as the experimental class while class X IPS 1 was the control class. The results showed that there was an effect of PBL model assisted by animation media on students' problem solving ability. The calculation of the t-test of 0.001 which is less than 0.05 and the average experimental class has a value of 84 while the control class with an average value of 77. So it can be said that the treatment of the PBL model assisted by animation media affects the problem solving ability of class X students. Social Studies at SMA Negeri 8 Malang. Pembelajaran Geografi bersifat kontekstual serta berorientasi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan lingkungan sekitar siswa. Maka, diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat mengintegrasikan pengetahuan siswa dengan masalah yang ada di lingkungan sekitar. Model pembelajaran PBL memiliki keunggulan yaitu mendorong siswa untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki dalam memecahkan suatu masalah secara individu Selain itu, dalam menerapkan model tersebut diperlukan media agar pembelajaran lebih bermakna dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa di SMA Negeri 8 Malang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X. Kelas X IPS 2 dipilih sebagai kelas ekeprimen sedangkan kelas X IPS 1 sebagai kelas kontrol. Hasil mengenai penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model PBL berbantuan media animasi terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa. Perhitungan dari uji-t memiliki nilai 0,001 yaitu kurang dari 0,05 serta rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai 84 sedangkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 77. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan perlakuan model PBL berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah geografi siswa.
Estimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu menggunakan citra sentinel 2 di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Ayu Putri Wahyuni; Ike Sari Astuti; Purwanto Purwanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugarcane is the main raw material for sugar production. Estimation of the growth phase and sugarcane productivity is very important as input in the plantation management system and decision making. Estimating the growth phase and productivity of sugarcane using remote sensing technology is challenging because sugarcane is varies both spatially and temporally when compared to other crops. The utilization of Sentinel 2 imagery is expected to be an alternative in estimating sugarcane productivity. So, this study aims to estimate the growth and productivity of sugarcane using Sentinel 2 imagery in Dampit District, Malang Regency. The estimation of the sugarcane growth phase and productivity was carried out using the 10-day time-series NDVI parameter approach to determine the growth trend of sugarcane. NDVI extraction when it reaches 240 - 300 DAP is used to estimate sugarcane productivity. The estimation model was built using the random forest regression method. The results show that the sugarcane growth estimation model cannot accurately predict the sugarcane growth phase with low accuracy of -1.18 with RMSE 102 days, NRMSE 28 percent. While the productivity estimation model has a high accuracy of 0.94 with RMSE 7.23 Ton/Ha, NRMSE 18 percent, and an estimated productivity ratio of 1.02–1.05 which shows the average productivity of Sentinel 2 image is close to the productivity of the DTPHP. Tebu merupakan tanaman perkebunan yang menjadi bahan baku utama untuk produksi gula. Estimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu sangat penting sebagai masukan dalam sistem pengelolaan perkebunan dan pengambilan keputusan. Estimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu menggunakan teknologi penginderaan jauh memiliki tantangan karena tebu merupakan tanaman yang bervariasi baik secara spasial maupun temporal jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Pemanfaatan citra Sentinel 2 diharapkan mampu menjadi alternatif dalam estimasi produktivitas tebu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi fase pertumbuhan dan produktivitas tebu menggunakan citra Sentinel 2 di Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Estimasi fase pertumbuhan tebu dan produktivitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan parameter NDVI time series untuk mengetahui tren pertumbuhan tebu. Ekstraksi NDVI saat mencapai 240 - 300 HST digunakan untuk estimasi produktivitas tebu. Model estimasi dibangun menggunakan metode random forest regression. Hasil estimasi menunjukkan model estimasi pertumbuhan tebu tidak dapat melakukan estimasi fase pertumbuhan tebu secara akurat dengan akurasi yang rendah sebesar -1.18 dengan RMSE 102 hari, NRMSE 28 persen. Sedangkan, model estimasi produktivitas memiliki akurasi tinggi sebesar 0.94 dengan RMSE 7.23 Ton/Ha, NRMSE 18 persen, serta rasio produktivitas estimasi 1,02–1,05 yang menunjukkan rata-rata produktivitas citra Sentinel 2 mendekati produktivitas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP).
Ekstensi local genius berbasis diseminasi pembelajaran dalam mengatasi krisis pendidikan karakter di era digital Farah Lailatul Nur Alifiyah
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cultural transformation caused the character of the youth to undergo a very significant change. it needs to get attention in learning because lifestyle changes in the era of society 5.0 affect the mindset and behavior of youth. Requires the dissemination of learning that leads to local genius in its principles and application. The research method used is to use library research with a narrative review design. Data analysis in this study used Miles and Huberman's interactive analysis model, namely data reduction, data analysis, and drawing conclusions. The results showed that the digital age affects the character of youth who are more focused on smartphones than the more realistic environment and social life. The crisis of character education is caused by learning that has been more focused on cognitive knowledge without paying attention to the local geniuses that exist in the environment and society. The crisis of character education can be overcome through the dissemination of learning that has a local genius point of view in constructing behavior. The presence of local genius in learning makes cultural acculturation can influence the character of youth in a better direction so that local cultural wisdom is not lost due to the influence of foreign cultures. Transformasi budaya menyebabkan karakter pemuda mengalami perubahan yang sangat signifikan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dalam pembelajaran, karena perubahan gaya hidup di era society 5.0 mempengaruhi pola pikir dan perilaku pemuda. Hal tersebut membutuhkan diseminasi pembelajaran yang mengarah ke local genius dalam prinsip dan penerapannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan library research dengan desain narrative review. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model analysis interactive Miles and Huberman yaitu reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital mempengaruhi karakter pemuda yang lebih terfokus pada smartphone daripada lingkungan dan kehidupan sosial yang lebih nyata. Krisis pendidikan karakter diakibatkan oleh pembelajaran yang selama ini lebih terfokus kepada pengetahuan kognitif tanpa memperhatikan local genius yang ada pada lingkungan dan masyarakat. Krisis pendidikan karakter dapat diatasi melalui diseminasi pembelajaran yang memiliki sudut pandang local genius dalam mengkonstruksi perilaku. Kehadiran local genius dalam pembelajaran menjadikan akulturasi budaya dapat mempengaruhi karakter pemuda ke arah yang lebih baik, sehingga kearifan lokal budaya tidak hilang akibat pengaruh budaya asing.
Konstruksi sosial wisata religi makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Ranu Eko Raharjo; Sukamto Sukamto; Siti Malikhah Towaf; I Nyoman Ruja; Devy Yuliana Putri
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe: (1) the characteristics of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (2) the process of carrying out the pilgrimage of religious tourists at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency, (3) social construction tourists to the meaning of religious tourism at the Sunan Bonang Tomb, Kutorejo Village, Tuban District, Tuban Regency. The approach and type of research used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that: (1) the characteristics of tourists who make pilgrimages are mostly male with an age range of 27-61 years. The tourists include working as entrepreneurs and the majority are currently studying at Senior High School (SMA). Religious tourists are dominated by people from outside Tuban; (2) the process of carrying out the pilgrimage includes taking ablution, greeting the tomb, sending Al-Fatihah prayers to Rasulullah and addressed to Sunan Bonang, reading the Qur'an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, and closing. with a personal prayer to God through the intermediary of the tomb of Sunan Bonang; (3) tourists interpret the tradition of pilgrimage at the tomb of Sunan Bonang due to the influence of parents (ancestors), culture, and the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ciri khas wisatawan religi di Makam Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, (2) proses pelaksanaan ziarah wisatawan religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, (3) konstruksi sosial wisatawan terhadap makna wisata religi di Makam Sunan Bonang Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ciri khas wisatawan yang berziarah sebagian besar memiliki jenis kelamin laki-laki dengan rentan usia antara 27-61 tahun. Para wisatawan diantaranya bekerja sebagai wiraswasta dan mayoritas sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Wisatawan religi didominasi oleh masyarakat yang berasal dari Luar Tuban; (2) adapun proses pelaksanaan ziarah diantaranya dimulai dengan mengambi wudhu, mengucapkan salam masuk makam, berikirim doa Al-Fatihah kepada Rasulallah dan ditujukan kepada Sunan Bonang, membaca Al-Qur’an, Al-Fatihah, Tahlil, Yasin, Sholawat, dan ditutup dengan do’a pribadi kepada Allah lewat perantara makam Sunan Bonang; (3) wisatawan memaknai tradisi ziarah di makam Sunan Bonang dikarenakan pengaruh dari orangtua (leluhur), budaya, dan lingkungannya.