cover
Contact Name
Mastiah
Contact Email
mastiah2011@gmail.com
Phone
+6282150036515
Journal Mail Official
mastiah2011@gmail.com
Editorial Address
STKIP Melawi Jl RSUD Melawi Km .04 kecamatan nanga pinoh kabupaten melawi
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : 27468062     DOI : https://10.46368/bjpd
Jurnal ini memuat artikel hasil penelitian dan kajian yang berkaitan dengan kebijakan dan permasalahan pendidikan dan kebudayaan. Peneliti, dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat mengirimkan naskah kepada kami sesuai dengan Pedoman penulisan.
Articles 137 Documents
PERAN GURU GEOGRAFI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X MERDEKA B SMA NEGERI 1 BIREUEN Jannah, Rauzatul; A. Rahman, Aisyah; Muslihin
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4584

Abstract

This research aims to determine the role of geography teachers, the obstacles they face, and the solutions for improving students' learning motivation. This study employs a descriptive qualitative approach, with the research subjects including geography teachers as the primary respondents, while the school principal and students in class X Merdeka B are designated as supporting informants. Data was collected through observation, interviews, and document studies, and the validity of the data was tested for authenticity using source and technique triangulation. Subsequently, the data was analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The research findings confirm that geography teachers play an important role in motivating students, including by: (1) activating student participation through questions and answers about the material, (2) creating a conducive classroom environment, (3) utilizing various teaching methods and media, (4) providing rewards in the form of praise or grades, and (5) involving students in group work. The obstacle teachers face is the difference in students' ability to understand the lesson. As for the solution implemented by the teacher, it is through outdoor learning activities (field practice). Keywords: Role of Geography Teachers, Learning Motivation, Geography Learning
PENDAMPINGAN HOLISTIK TAHFIDZUL QUR'AN DALAM MEMBANGUN GENERASI QUR'ANI YANG BERAKHLAK MULIA DI SDIT ALAM TAHFIZ ADZIKRA Herlina Yusroh Nst; Martin Kustati; Gusmirawati; Idghom Mukholik
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4630

Abstract

Abstract: This mentoring aims to describe and analyze the holistic mentoring process of Tahfidzul Qur'an in forming a generation of Qur'anic students with noble morals at SDIT Alam Tahfiz Adzikra. This mentoring method is Participatory Action Research (PAR), involving teachers, parents, and students as active subjects in every stage of the activity. The mentoring is carried out comprehensively covering cognitive aspects (memorization of the Qur'an), affective (formation of morals), and psychomotor (practice of Qur'anic values ​​in daily life). Some of the procedures of the PAR method are planning aimed at seeing and analyzing the Qur'anic memorization program at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Next, the implementation aims to analyze the activities or tahfidz program at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Furthermore, the closing aims to see the results and evaluate the tahfidz al-Qur'anic program at SD IT Alam Tahfiz Adzikra. The results of this mentoring show that through a holistic mentoring model that is integrated with school programs and the role of teachers and active families, students experience significant improvements both in memorization achievements and in character formation. Keywords: Holistic mentoring, Tahfidzul Qur’an, Qur’anic generation, noble character.   Abstrak: Pendampingan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pendampingan holistik Tahfidzul Qur’an dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia di SDIT Alam Tahfiz Adzikra. Metode pendampingan ini adalah Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan guru, orang tua, dan peserta didik sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mencakup aspek kognitif (hafalan Al-Qur’an), afektif (pembentukan akhlak), dan psikomotorik (pengamalan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari). Beberapa prosesdur metode PAR adalah perencanaan yang betujuan untuk melihat dan menganalisis program tahfiz qur’an di SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Selanjutnya, pelaksanaan yang bertujuan untuk menganalisis kegiatan atau program tahfidz di SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Selanjutnya penutup dengan tujuan untuk melihat hasil dan mengevaluasi program kegiatan tahfiz al-qur’an di di SD IT Alam Tahfiz Adzikra. Hasil pendampingan ini menunjukkan bahwa melalui model pendampingan holistik yang terintegrasi dengan program sekolah dan peran guru serta aktif keluarga, peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan baik dalam capaian hafalan maupun dalam pembentukan karakter. Kata Kunci: Pendampingan Holistik, Tahfidzul Qur’an, Generasi Qur’ani, akhlak mulia.
PENGARUH MAKET (TIRUAN 3 DIMENSI) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PETUNJUK DENAH PADA KELAS 4 SDN KARANGJAYA 01 KECAMATAN PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI Hilyatunnisa, Hilyatunnisa; Sholeh, Abdul; Kusuma, Dewi
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4639

Abstract

Abstract: This research is motivated by the low ability to read floor plan instructions of fourth-grade students of SDN Karangjaya 01, Pebayuran District, Bekasi Regency. Students experience difficulties in navigating roads, understanding cardinal directions, determining locations, and interpreting symbols so that learning outcomes have not reached the Minimum Competency (KKM). This study aims to determine the effect of models (three-dimensional replicas) on floor plan reading abilities. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. The subjects of the study were 30 fourth-grade students who were selected using a saturated sampling technique. The instrument used was a multiple-choice test whose validity and reliability have been tested. Data analysis used normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, and N-Gain tests. The results showed that the average pretest score of 68.97 increased to 80.93 in the posttest, with a calculated t-value of 21.364 > t-table 2.042 (Sig. 0.000 < 0.05) and an N-Gain of 0.4629, categorized as moderate. Thus, mock-ups have a positive and significant effect on students' ability to read floor plan instructions. Keywords: Maket, Reading Floor Plan Instructions, Quantitative   Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca petunjuk denah peserta didik kelas IV SDN Karangjaya 01 Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Peserta didik mengalami kesulitan menelusuri jalan, memahami arah mata angin, menentukan lokasi, dan menafsirkan simbol sehingga hasil belajar belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media maket (tiruan tiga dimensi) terhadap kemampuan membaca denah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek berjumlah 30 peserta didik kelas IV yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Instrumen berupa tes pilihan ganda yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest 68,97 meningkat menjadi 80,93 pada posttest dengan thitung 21,364 > ttabel 2,042 (Sig. 0,000 < 0,05) serta N-Gain 0,4629 kategori sedang. Dengan demikian, maket berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca petunjuk denah peserta didik. Kata Kunci: Maket, Membaca Petunjuk Denah, Kuantitatif Abstract: This research is motivated by the low ability to read floor plan instructions of fourth-grade students of SDN Karangjaya 01, Pebayuran District, Bekasi Regency. Students experience difficulties in navigating roads, understanding cardinal directions, determining locations, and interpreting symbols so that learning outcomes have not reached the Minimum Competency (KKM). This study aims to determine the effect of models (three-dimensional replicas) on floor plan reading abilities. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. The subjects of the study were 30 fourth-grade students who were selected using a saturated sampling technique. The instrument used was a multiple-choice test whose validity and reliability have been tested. Data analysis used normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, and N-Gain tests. The results showed that the average pretest score of 68.97 increased to 80.93 in the posttest, with a calculated t-value of 21.364 > t-table 2.042 (Sig. 0.000 < 0.05) and an N-Gain of 0.4629, categorized as moderate. Thus, mock-ups have a positive and significant effect on students' ability to read floor plan instructions. Keywords: Maket, Reading Floor Plan Instructions, Quantitative   Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca petunjuk denah peserta didik kelas IV SDN Karangjaya 01 Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Peserta didik mengalami kesulitan menelusuri jalan, memahami arah mata angin, menentukan lokasi, dan menafsirkan simbol sehingga hasil belajar belum mencapai KKM. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media maket (tiruan tiga dimensi) terhadap kemampuan membaca denah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Subjek berjumlah 30 peserta didik kelas IV yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Instrumen berupa tes pilihan ganda yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest 68,97 meningkat menjadi 80,93 pada posttest dengan thitung 21,364 > ttabel 2,042 (Sig. 0,000 < 0,05) serta N-Gain 0,4629 kategori sedang. Dengan demikian, maket berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca petunjuk denah peserta didik. Kata Kunci: Maket, Membaca Petunjuk Denah, Kuantitatif.
MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Rifki Nuriza; Zulfa, Lailatul; Rohmaniyah, Alfiatur; Khasanah, Nur
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4641

Abstract

Abstract: The development of human resources (HR) in Madrasah Ibtidaiyah often faces challenges in improving the competence and motivation of educators. The transformational leadership model is considered an effective solution by emphasizing inspiration, motivation, and empowerment. The purpose of this study is to analyze the application of the transformational leadership model in HR development at Madrasah Ibtidaiyah and to evaluate its impact on enhancing the quality of teachers and staff. This study uses a qualitative method with a case study approach, involving in-depth interviews, observations, and documentation at several Madrasah Ibtidaiyah. The research steps include identifying the initial HR conditions, implementing transformational leadership by the head of the school, and evaluating changes in staff competence and motivation. The results indicate that the transformational leadership model successfully increases motivation, professionalism, and innovation in HR development. School leaders who apply this leadership style are able to create a shared vision, motivate positive change, and foster a supportive work environment for continuous learning. The main conclusion of this study confirms that transformational leadership is an effective strategy for HR development, which impacts the improvement of educational quality at Madrasah Ibtidaiyah Keyboard: Transformational Leadership, Human Resource Development, madrasah ibtidaiyah   Abstrak: pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Madrasah Ibtidaiyah seringkali menghadapi tantangan dalam meningkatkan kompetensi dan motivasi tenaga pendidik. Model kepemimpinan transformasional dianggap dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menekankan inspirasi, motivasi, dan pemberdayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model kepemimpinan transformasional dalam pengembangan SDM di Madrasah Ibtidaiyah serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik dan staf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di beberapa Madrasah Ibtidaiyah. Langkah penelitian mencakup identifikasi kondisi awal SDM, implementasi gaya kepemimpinan transformasional oleh kepala madrasah, serta evaluasi perubahan kompetensi dan motivasi staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kepemimpinan transformasional berhasil meningkatkan motivasi, profesionalisme, dan inovasi dalam pengembangan SDM. Kepala madrasah yang menerapkan kepemimpinan tersebut mampu menciptakan visi bersama, memotivasi perubahan positif, dan membangun lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa model kepemimpinan transformasional merupakan strategi efektif untuk pengembangan SDM yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Madrasah Ibtidaiyah
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM PENGUATAN MANAJEMEN KELEMBAGAAN SEKOLAH PENGGERAK: STUDI PADA SMA NEGERI 5 PINRANG muhammad alwi
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4644

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of transformational leadership of the school principal in strengthening institutional management within the Sekolah Penggerak program at SMA Negeri 5 Pinrang. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews with the principal and the vice principal for curriculum affairs, and analyzed thematically. The findings reveal that transformational leadership is reflected in moral exemplarity, inspirational motivation, teacher empowerment, and the cultivation of sustainable institutional values. Leadership strategies are directed toward fostering collaboration, strengthening governance, and developing a reflective culture that adapts to the Merdeka Curriculum policy. The impact is evident in the increased teacher motivation, the shift toward a collaborative learning culture, and the reinforcement of school managerial systems. This study emphasizes transformational leadership as both a moral and institutional force, offering a value-based model for strengthening school institutions amid the ongoing transformation of Indonesia’s educational landscape. Keywords: Transformational Leadership, Independent Curriculum, Institutional Management, Driving Schools. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam memperkuat manajemen kelembagaan pada program Sekolah Penggerak di SMA Negeri 5 Pinrang. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tercermin dalam keteladanan moral, motivasi inspiratif, pemberdayaan guru, dan penanaman nilai kelembagaan yang berkelanjutan. Strategi kepemimpinan diarahkan untuk membangun kolaborasi, memperkuat tata kelola, dan menumbuhkan budaya reflektif yang adaptif terhadap kebijakan Kurikulum Merdeka. Dampaknya terlihat pada meningkatnya motivasi guru, perubahan budaya organisasi menuju pembelajaran kolaboratif, serta penguatan sistem manajerial sekolah. Penelitian ini menegaskan kepemimpinan transformasional sebagai kekuatan moral dan institusional yang relevan bagi penguatan kelembagaan sekolah di era transformasi pendidikan nasional. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kurikulum Merdeka, Manajemen Kelembagaan, Sekolah Penggerak.
PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA SEBAGAI BASIS PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL DI TENGAH ARUS GLOBALISASI: Indonesia Aulia, Nurul; Najamuddin; Alwi, Alimin
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4648

Abstract

Abstract: This study aims to identify the role of intercultural education in strengthening national identity amid the flow of globalization. This research employs a descriptive qualitative method with data collected througliterature studies and in-depth interviews with lecturers and students involved in intercultural-based learning activities. Data analysis was conducted using a qualitative approach, presenting findings in descriptive form without the use of numerical data or statistical formulas. The results show that intercultural education plays a strategic role in fostering tolerance, openness, and appreciation for diversity, enabling students to adapt to global cultures without losing their national identity. This research contributes to curriculum development and character building for young generations who are globally minded yet firmly rooted in national values. Keywords: Intercultural Education, National Identity, Globalization, National Character   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pendidikan lintas budaya dalam memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara mendalam terhadap dosen serta mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis lintas budaya. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yaitu menyajikan temuan dalam bentuk uraian deskriptif tanpa menggunakan angka maupun rumusan statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lintas budaya berperan strategis dalam menumbuhkan toleransi, keterbukaan, dan apresiasi terhadap keberagaman, sehingga mahasiswa mampu beradaptasi dengan budaya global tanpa kehilangan jati diri nasional. Penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan kurikulum dan pembentukan karakter generasi muda yang berwawasan global namun tetap berakar pada nilai kebangsaan. Kata Kunci: Pendidikan Lintas Budaya, Identitas Nasional, Globalisasi, Karakter Bangsa
ANALISIS KEMAMPUAN DASAR TRIGONOMETRI MELALUI SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT Assegaf, Syf. Rizekia Zulaikha; Nurdiana, Riyanti; Suriyana, Suriyana
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4654

Abstract

Abstract: Based on observations in the Trigonometry course, many students still experience difficulties in solving problems related to trigonometric concepts, particularly in the ratios of sine, cosine, and tangent. These difficulties are reflected in the Trigonometry course grades from the previous semester. In addition, during the Geometry course, students also showed confusion in understanding the concepts of sine, cosine, and tangent. The purpose of this study is to describe students’ basic trigonometric abilities in solving problems related to trigonometry. By describing these basic abilities, it is expected that the factors causing students’ previous difficulties can be identified. This study employed a qualitative research method with a descriptive approach. The research sample consisted of one class from the Mathematics Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Nahdlatul Ulama University, in the 2025/2026 academic year, comprising four students. Based on the results of the study, it can be concluded that the students’ basic trigonometric ability falls into the low category. This indicates the need for improvements in the learning process, particularly in strengthening students’ understanding of basic trigonometric ratios. Keywords: Trigonometri, basic knowledge   Abstrak: Mata kuliah trigonometri masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan trigonometri terutama pada perbandingan sinus, kosinus dan tangen. Kesulitan ini terlihat dari  nilai mata kuliah trigonometri pada semester sebelumnya dan pada mata kuliah geometri pemahaman mahasiswa pada materi sinus, kosinus dan tangen masih banyak mahasiswa yang mengalami kebingungan. Tujuan penelitian ini secara khusus adalah untuk mendeskripsikan kemampuan dasar trigonometri mahasiswa dalam menyelesaikan masalah pada materi trigonometri. Dengan mendeskripsikan kemampuan dasar mahasiswa kita dapat mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan yang dialami mahasiswa sebelumnya. metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel penelitian yaitu satu kelas prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 4 orang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan dasar trigonometri mahasiswa baru masuk kedalam kategori rendah. Kata Kunci:Trigonometri, kemampuan dasar.
PERAN PENDIDIKAN LINTAS BUDAYA TERHADAP PENGUATAN KARAKTER MULTIKULTURAL SISWA : KAJIAN LITERATUR Syahruni, Nurul; Najamuddin; Alimin Alwi
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4660

Abstract

Abstract: Cross-cultural education, often referred to as PLB, is seen as strategic for developing students' multicultural character based on respect for diversity, equity, and inclusion. This article will present a literature review of national and international publications related to the role of PLB in strengthening students' multicultural knowledge, attitudes, and skills. Using a narrative review of published sources from 2015–2025, this paper identifies: (1) PLB's contribution to cultural literacy, empathy, and prejudice reduction; (2) effective implementation strategies at the curriculum, pedagogy, assessment, and school climate levels; and (3) supporting and inhibiting factors influencing success. This study also shows that PLB integrated into learning, cross-subject projects, and reflective practice effectively fosters multicultural character, especially when supported by school leadership, parent-community collaboration, and clear policies. Practical implications and recommendations are presented for curriculum developers, principals, and teachers. Keywords: cross-cultural education; multicultural character; diversity; inclusion; school Abstrak: Pendidikan lintas budaya atau sering kali di sebut dengan PLB di pandang strategis untuk membangun karakter multikultural siswa yang berlandaskan penghargaan terhadap keberagaman, keadilan, dan inklusi. Artikel ini akan menyajikan tentang kajian literatur terhadap publikasi nasional dan internasional terkait peran PLB itu sendiri dalam memperkuat dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan multikultural peserta didik. Menggunakan metode tinjauan naratif terhadap sumber-sumber terbitan 2015–2025, tulisan ini mengidentifikasi: (1) kontribusi PLB pada literasi budaya, empati, dan pengurangan prasangka; (2) strategi implementasi efektif di level kurikulum, pedagogi, asesmen, dan iklim sekolah; serta (3) faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi keberhasilan. Kajian ini juga menunjukkan bahwa PLB yang terintegrasi dalam pembelajaran, proyek lintas mata pelajaran, dan praktik reflektif efektif menumbuhkan karakter multikultural, terutama bila didukung kepemimpinan sekolah, kolaborasi orang tua–komunitas, dan kebijakan yang jelas. Implikasi praktis dan rekomendasi disajikan untuk pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan guru. Kata Kunci: pendidikan lintas budaya; karakter multikultural; keberagaman; inklusi; sekolah
ANALISIS NILAI-NILAI MASKULINITAS TOKOH PADA NOVEL BEKISAR MERAH KARYA AHMAD TOHARI TEORI JANET SALTZMAN CHAFETZ SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SMA Ardiana, Dikin; Sauri, Sopyan; Trisnawati
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4664

Abstract

Abstract: The aim of this research is to describe the masculinity values of the characters in the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari using Janet Saltzman Chafetz's theory and the use of masculinity values in the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari as learning material for literary appreciation in high school. Next, look for the relevance between the masculinity values in the novel Bekisar Merah and the masculinity values of the characters in real life. This research uses a qualitative descriptive method. The data collection technique used in this research is the reading and writing technique. The data analysis technique in this research uses content analysis techniques. The results of data analysis on masculinity values in the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari found 78 data, including 9 data on physical appearance, 13 data on functional, 12 data on sexual, 11 data on emotions, 11 data on intellectual, 10 data on interpersonal, and 13 data on personal character. The results of the discussion on the analysis of the masculinity values of the characters in the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari can be used as learning material for literary appreciation in high school, because this novel contains masculinity values that a man must have, especially in the aspect of a man's function. So it is important to learn masculinity values at school. Keywords: Masculinity Value, Relevance,Teaching Materials.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai maskulinitas tokoh pada novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari menggunakan teori Janet Saltzman Chafetz, dan pemanfaatan nilai-nilai maskulinitas pada novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari sebagai bahan pembelajaran apresiasi satsra di SMA. Selanjutnya, mencari relevansinya antara nilai-nilai maskulinitas tokoh pada novel Bekisar Merah dengan nilai-nilai maskulinitas tokoh pada kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik baca tulis. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Hasil analisis data nilai-nilai maskulinitas dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari yang ditemukan terdapat 78 data, diantaranya penampilan fisik 9 data, fungsional 13 data, seksual 12 data, emosi 11 data, intelektual 11 data, interpersonal 10 data, dan karakter personal 13 data. Hasil pembahasan pada analisis nilai-nilai maskulinita tokoh pada novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pembelajaran sastra di SMA, karena novel ini  mengandung nilai-nilai maskulinitas yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki terutama pada aspek fungsi seorang laki-laki. sehingga pentingnya mempelajari nilai-nilai maskulinitas di sekolah. Kata Kunci: Nilai-Nilai Maskulinitas, Relevansi, Bahan Pembelajaran
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MELALUI PEMBELAJARAN BINA DIRI PADA SISWA TUNAGRAHITA SEDANG DALAM MEMAKAI BAJU DI KELAS I SLB NEGERI NANGA PINOH Natalia; Eka Nugraha, Asep; Susilawati, Indria
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v6i2.4674

Abstract

Abstract : This research aims to increase the independence of moderately mentally retarded students in dressing through self-development learning in class I SLB Negeri Nanga Pinoh. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR), which was carried out in two cycles. Data collection in this research was carried out through observation sheets, questionnaires, field notes and test results. The stages in this research include observation, pre-action research, cycle 1 research and cycle 2 research. In the pre-action research, 55.66% of students were able to complete the task of dressing well. The results of the research in the first cycle showed an increase, namely 63.33% of students who were able to complete the task of dressing well, an increase of 7.67% from the pre-action research. After implementing improvements in the second cycle, including the use of more interactive learning media and practical exercises, the percentage of student success increased to 90% of students who were able to complete the task of dressing well, an increase of 22.67% from cycle 1 research. Students showed increased motivation and active participation in the process learning. Keywords: Independence, Self-Development Learning, Mentally Disabled Students   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian siswa tunagrahita sedang dalam berpakaian melalui pembelajaran bina diri di kelas I SLB Negeri Nanga Pinoh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dilakukan melalui lembar observasi, angket, catatan lapangan, dan hasil tes. Tahapan dalam penelitian ini meliputi pengamatan, penelitian pra Tindakan, penelitian siklus 1 dan penelitian siklus 2. Pada penelitian pra Tindakan memperolah hasil 55.66% siswa yang mampu menyelesaikan tugas berpakaian dengan baik. Hasil penelitian pada siklus pertama menunjukkan peningkatan yaitu 63.33% siswa yang mampu menyelesaikan tugas berpakaian dengan baik naik 7.67% dari penelitian pratindakan. Setelah menerapkan perbaikan pada siklus kedua, termasuk penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif dan latihan praktis, persentase keberhasilan siswa meningkat menjadi 90% siswa yang mampu menyelesaikan tugas berpakaian dengan baik naik 22.67% dari penelitian siklus 1. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: Kemandirian, Pembelajaran Bina Diri, Siswa Tunagrahita

Page 10 of 14 | Total Record : 137