cover
Contact Name
Muhammad Darma Halwi
Contact Email
muhammaddarmahalwi@gmail.com
Phone
+6285253587076
Journal Mail Official
muhammaddarmahalwi@gmail.com
Editorial Address
Persada Banten Blok A3, Kota Serang, Banten, Indonesia
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28302567     DOI : -
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia is a medium of information and socialization regarding the results of service from the entire academic community about various kinds of innovations, development efforts, and solutions to various problems in society. Scope: Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicine, Arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony Human development and national competitiveness Poverty alleviation based on local resources Management of rural and coastal areas with local wisdom Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and MSMEs Development of environmentally sound technology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
Implementasi Aplikasi Emosync dan Terapi Selaras Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Serta Generasi Anti Bunuh Diri Pada Remaja: Implementation of the Emosync Application and Selaras Therapy in an Effort to Improve Mental Health and Anti-Suicide Generation in Adolescents Pratama, Ari; Martasari, Ni Ketut Putri; Dewi, Mertyani Sari; Dewi, Putu Indah Sintya; Astriani, Ni Made Dwi Yunica
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1060

Abstract

Permasalahan kesehatan mental pada remaja saat ini menjadi isu yang semakin krusial, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan psikologis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dan mencegah perilaku berisiko melalui implementasi Aplikasi EMOSYNC serta Terapi SELARAS (Sehatkan Pikiran, Latih Emosi, Rangkul Asa) di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Metode pelaksanaan dilakukan selama tiga bulan (Oktober–Desember 2025) yang melibatkan tahapan edukasi, pelatihan, penerapan aplikasi, dan pendampingan komunitas bagi 40 remaja Karang Taruna Satya Kencana. Aplikasi EMOSYNC digunakan untuk mood tracking dan refleksi diri, sementara Terapi SELARAS diterapkan melalui sesi kelompok yang mencakup latihan relaksasi, regulasi emosi, dan penguatan motivasi hidup. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman kesehatan mental, kemampuan mengelola stres, serta peningkatan skor kesejahteraan psikologis berdasarkan kuesioner GHQ-12. Data menunjukkan pengetahuan penggunaan aplikasi meningkat dari 45% menjadi 90%, dan keterampilan penerapan Terapi Selaras meningkat dari 45% menjadi 84%. Selain itu, terbentuk komunitas pendamping sebaya (peer support group) sebagai wadah saling dukung antarremaja. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai pendekatan inovatif berbasis teknologi dan psikososial dalam membentuk generasi remaja sehat mental dan anti bunuh diri
Inovasi Olahan Pangan Lokal: Nugget Ikan Katombo Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita di Kelurahan Boneoge Suaib, Suaib; Waina, Waina; Wardana, Helmalia Putri; Mawadah, Afdiatul; Marsya S, Marsya S; Ferniyanti, Meylan; Aprilianti, Ni Luh Putri; Maorice, Istitah Ningrum; Yusriani, Yusriani; Ragi, Lintang Salwa Nadira; Farhat, Farhat
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1066

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di provinsi tersebut mencapai 27,2%. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Widya Nusantara Palu di Kelurahan Boneoge, Kecamatan Banawa, dilaksanakan dengan tujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK mengenai pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan kembung (katombo) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Behavior Change Communication (BCC) melalui kegiatan sosialisasi, demonstrasi video edukatif pembuatan nugget ikan kembung, serta pembagian makanan tambahan kepada keluarga yang memiliki balita stunting. Hasil wawancara menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan bagi peserta tentang kandungan gizi ikan kembung, khususnya omega-3, serta cara mengolahnya menjadi makanan bergizi yang menarik bagi anak. Kegiatan ini juga memperkenalkan inovasi olahan pangan lokal yang bernilai jual dan berpotensi mendukung ekonomi keluarga. Dengan demikian, edukasi berbasis kearifan lokal melalui pengolahan ikan kembung dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung pencegahan stunting di masyarakat.dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di masyarakat.
Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan dan Penurunan Prevalensi Stunting: Empowerment Strategy for Women Farmers' Groups in Utilizing Yards for Food Security and Reducing Stunting Prevalence Musdalipa, Musdalipa; Sulfiana, Sulfiana; Zaenal , Zaenal; Sessu, Andi Aso; Ariyani, Rini; Reski, Reski
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1067

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai strategi ganda dalam peningkatan ekonomi keluarga dan pencegahan stunting di Desa Pallantikang, Kabupaten Jeneponto. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelatihan difokuskan pada budidaya tanaman menggunakan metode tanaman dengan metode hybrid yaitu kombinasi metode tanam sederhana dan sistem hidroponik serta edukasi gizi keluarga terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Penerapan teknologi tepat guna berupa sistem irigasi otomatis 360° mendukung efisiensi penggunaan air dan keberlanjutan budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dari 50% menjadi 90%, frekuensi konsumsi sayur meningkat dari 1–2 kali menjadi 5–6 kali per minggu, serta peningkatan keterampilan budidaya sebesar 25%. Selain itu, proporsi anak dengan status gizi baik meningkat dari 10% menjadi 60% pada sepuluh balita yang dipantau selama program berlangsung. Program ini berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Strategi Pencegahan Stunting di Desa Penyabangan: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Penyusunan Menu Gizi Berbasis Ikan: Stunting Prevention Strategy in Penyabangan Village: Empowering Housewives in the Preparation of Fish-Based Nutrition Menus Ani, Luh Seri; Utami, Ni Wayan Arya; Merdana, I Made; Arrya, I Gede Gawandhi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1079

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat dicegah. Pemberdayaan ibu rumah tangga (IRT) melalui peningkatan pengetahuan tentang makanan bergizi seperti ikan merupakan salah satu intervensi yang sudah terbukti efektif dalam menurunkan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas IRT melalui workshop penyusunan menu harian bergizi berbasis pangan lokal ikan untuk mencegah stunting di Desa Penyabangan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui workshop dengan tema “gizi cerdas anak sehat”. Kegiatan berlangsung di Kantor Balai Riset dan Penyuluhan Perikanan Gondol, melibatkan 20 IRT dari kelompok Poklaksar Ainun dan Bahagia. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, serta praktik merancang menu harian berbahan ikan. Evaluasi dilakukan melalui pre-posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, dengan rata-rata skor meningkat dari 47% pada pre-test menjadi 95% pada post-test (peningkatan rerata jawaban benar sebesar 9,6 poin). Seluruh peserta menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelaksanaan workshop. Kegiatan ini berhasil membekali IRT dengan keterampilan praktis dalam mengolah pangan lokal (ikan) menjadi menu bergizi sebagai upaya preventif stunting di tingkat keluarga.workshop. Untuk memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap penurunan stunting, maka disarankan untuk menyelenggarakan workshop secara berkala  serta memperluas sasaran ke desa- desa lainnya.
Peningkatan Kualitas Produksi dan Pemasaran Jamu Gendong Rumahan Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Digital Marketing di Sirampog, Brebes: Enhancing Production Quality and Marketing of Home-Based Jamu Gendong Through Integration of Appropriate Technology and Digital Marketing in Sirampog, Brebes Raharjo, Aditya; Cahyani, Arinda Nur; Fauziridwan, Meydy
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1082

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas usaha produsen jamu gendong rumahan “Kedawung” di Sirampog, Brebes melalui intervensi teknologi produksi dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan pembuatan jamu, pendampingan desain kemasan, implementasi mesin pencuci rimpang, pengering herba, dan pemeras, serta pelatihan WhatsApp Business. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi sebesar 80% (dari 4-5 jam menjadi 1 jam), penurunan AKK menjadi 286 CFU/mL yang sesuai dengan standar BPOM RI (<10³ CFU/mL), peningkatan pengetahuan peserta dari 71.07% menjadi 81.87%, dan terimplementasinya kemasan berlabel serta akun pemasaran digital. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan pendampingan lanjutan untuk optimalisasi digital marketing, diversifikasi produk berbasis metode infusa, serta pengembangan sistem kontrol kualitas terstandar. Model intervensi holistik ini terbukti efektif dan dapat direplikasi untuk usaha mikro, kecil dan menengah sejenis
Efektivitas Pendampingan Keluarga dan PMT Berbasis Pangan Lokal Terhadap Perilaku Ibu dan Status Gizi Balita Wasting di Puskesmas Kuala Lempuing: Effectiveness of Family Assistance and Local Food-Based Complementary Feeding on Maternal Behavior and the Nutritional Status of Wasting Toddlers at the Kuala Lempuing Health Center Simbolon, Demsa; Pradana, Daffa Arya; Nazilah, Desty Syaefatul; Hakiki, Eka Hariani; Nirmalasari, Fenti; Efita, Frischa; Walfitri, Khairunnisak; Rezki, Kurnia Dwi; Miftahurrohmah, Miftahurrohmah; Vykhanza, Nadia; Martcela, Sherly; Putri, Ulfa Oktaviani; Sari, Winda Regita Puspita
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1090

Abstract

Wasting (gizi kurus akut) pada balita merupakan salah satu indikator malnutrisi yang paling berisiko meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Analisis situasi di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing menunjukkan prevalensi wasting sebesar 0,97% dengan skor prioritas USG 4,0, sehingga membutuhkan intervensi segera. Pendekatan intervensi gizi konvensional sering kali kurang efektif karena tidak menyasar faktor perilaku dan praktik pengasuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk intervensi kombinasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dan pendampingan keluarga (homecare) terhadap perubahan status gizi serta peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan (PST) ibu balita wasting. Intervensi ini melibatkan 5 balita wasting di wilayah Puskesmas Kuala Lempuing pada tahun 2025. Intervensi dilakukan selama 7 hari, meliputi pemberian PMT 2 kali sehari (Puding, Nugget, Dimsum) dan pendampingan keluarga (konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak/PMBA). Keberhasilan kegiatan diukur dengan perbandingan pengukuran antropometri serta pre-test dan post-test, perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik (PSP) ibu. Intervensi menunjukkan peningkatan perilaku ibu, ditandai dengan kenaikan skor pengetahuan ibu hingga mencapai 100% pada post-test. Tindakan dan sikap juga meningkat pada seluruh responden. Namun ditemukan hasil pengukuran antropometri, dua dari lima balita mengalami penurunan berat badan. Dua balita mengalami penurunan berat badan yang diduga dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan ketidakpatuhan pemberian makan. Kombinasi PMT berbasis pangan lokal dan pendampingan keluarga efektif meningkatkan PST ibu dan berkontribusi positif terhadap pemulihan status gizi balita wasting. Intervensi jangka pendek ini menunjukkan potensi yang baik, namun diperlukan durasi pendampingan yang lebih panjang serta integrasi dengan upaya pencegahan penyakit untuk mencapai pemulihan gizi yang optimal dan berkelanjutan.
Pengembangan Computer Based Test Berbasis Web di Sekolah Menengah Kejuruan Sumatera Utara : Development of a Mobile-Based Computer Based Test for Vocational High Schools in North Sumatra Muliyana, Ana; Hutapea, Oppir; Nababan, Cynthia Deborah; Panjaitan, Ferdianty Mariany; Sinambela, Ruth Heppi Evelin; Tampubolon, Andika Parlinggoman; Gultom, Rino Jeremia Christopher; Manurung, Abet Bertand M.P; Hutahaean, Natan Obet Nego
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1102

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi serta kesiapan digital guru dan siswa melalui penerapan aplikasi Computer Based Test (CBT) sebagai solusi pengganti sistem ujian manual yang masih digunakan di salah satu SMK di Sumatera Utara. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan onsite, uji coba aplikasi, serta wawancara sebagai evaluasi. Pelatihan diberikan kepada lima guru dan empat puluh siswa, mencakup pengenalan fitur CBT, pendampingan teknis, serta praktik langsung di dua laboratorium komputer. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai digitalisasi ujian, efisiensi proses penilaian, serta meningkatnya integritas akademik melalui pemanfaatan sistem keamanan aplikasi. Guru dan siswa juga memberikan masukan konstruktif terkait fitur tambahan yang diperlukan. Kegiatan ini merekomendasikan pengembangan lanjutan berupa penambahan bank soal terpusat, peningkatan infrastruktur jaringan sekolah, serta implementasi CBT secara bertahap sebagai standar evaluasi pembelajaran.
Capacity Building for Traditional Market Traders through Sales Optimization and Financial Management Training in Watutumou-2 Village Soegoto, Agus Supandi; Lumanauw, Bode; Soeikromo, Deasy; Soegoto, Andini Pratiwi; Satriani, Andi Wiratama
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1107

Abstract

Traditional markets face significant threats from modern markets and e-commerce due to superior management and technology. The decline in the number of buyers has resulted in a decrease in the number of traditional markets in various regions. This Community Partnership Program (PKM) aimed to enhance the competitiveness of traders in Watutumou-2 Village, North Minahasa, through Sales Optimization and Financial Management Training. The program involved 29 participants and utilized a multi-stage method: lectures/counseling, hands-on training, and intensive mentoring. Results indicated a significant success rate, with 95% of the 29 participants (including 25 traders and 4 stall owners) being able to understand and apply the materials. Notably, the mentoring stage encouraged in mindset shift and practice. Traders began rearranging product layouts to attract buyers and adopting digital financial recording via smartphones. This program proves that integrated training and mentoring can effectively transform traditional trading patterns into professional business management
Inovasi Sistem Electronic Oral Mucositis Care (e-OMc) Untuk Meningkatkan Kompetensi Caring dalam Deteksi Dini Oral Mukositis : Electronic Oral Mucositis Care (e-OMc) System Innovation to Improve Caring Competence in Early Detection of Oral Mucositis Kardiyudiani, Ni Ketut; Haryono, Rudi; Esha ND, Pramitha
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1108

Abstract

Oral mukositis merupakan komplikasi umum pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan sering tidak terdeteksi secara dini di layanan kesehatan primer. Keterbatasan kompetensi caring dan keterampilan asesmen petugas kesehatan menunjukkan perlunya intervensi edukasi yang terintegrasi dengan sistem pemantauan berbasis digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi caring, dan kemampuan deteksi dini oral mukositis pada petugas kesehatan melalui pemanfaatan Electronic Oral Mucositis Care (e-OMc) di Puskesmas Berbah. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, sosialisasi, demonstrasi, dan pendampingan penggunaan e-OMc. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–post test pengetahuan tentang oral mukositis dan asesmennya, serta observasi keterampilan asesmen menggunakan e-OMc. Sebanyak 26 petugas kesehatan mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan tentang oral mukositis (p = 0,001), dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 3,8% menjadi 61,5%. Pengetahuan tentang asesmen oral mukositis juga meningkat signifikan (p = 0,001), dari 26,9% menjadi 80,8%. Seluruh peserta (100%) mampu melakukan asesmen oral mukositis menggunakan e-OMc dengan baik. Program ini efektif meningkatkan kompetensi caring dan kemampuan deteksi dini oral mukositis serta mendukung penerapan praktik berbasis bukti dalam pelayanan kanker di puskesmas
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Hamil dalam Deteksi serta Pencegahan Anemia di Desa Karang Duwak, Bangkalan: Empowerment of Health Cadres and Pregnant Women in the Detection and Prevention of Anemia in Karang Duwak Village, Bangkalan Anisak, Siti; Wayanti, Sri; Irawati, Deasy
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1110

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Hamil dalam Deteksi dan Pencegahan Anemia' dilatarbelakangi oleh tingginya angka prevalensi anemia di kalangan ibu hamil di Desa Karang Duwak Bangkalan, yang merupakan salah satu desa binaan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Rendahnya pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil tentang anemia mengakibatkan rendahnya kepatuhan dalam konsumsi tablet zat besi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil mengenai anemia serta memberikan pendampingan kepada kader dalam edukasi kepada ibu hamil. Metode pengabdian mencakup persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan yang dimulai dengan pretest, pemberian materi, demonstrasi edukasi oleh pengabdi, simulasi edukasi oleh kader dan posttest. Tahapan selanjutnya adalah kegiatan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil oleh pengabdi dan dilanjutkan dengan pendampingan kader dalam edukasi kepada ibu hamil. Tapahan terakhir adalah inisiasi pembentukan grup komunikasi sebagai bentuk keberlanjutan program ini. Luaran kegiatan pengabdian ini meliputi peningkatan rata-rata pengetahuan kader kesehatan sebesar 33,31%, dari 53,35% menjadi 86,66% setelah mengikuti pelatihan. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia juga mengalami peningkatan sebesar 26,66%. Hasil pemeriksaan kadar Hb menunjukkan bahwa 60% ibu hamil menderita anemia, dengan rincian 13,33% kategori sedang dan 46,67% kategori ringan. Temuan ini mendorong terbentuknya jejaring komunikasi antara kader kesehatan, ibu hamil dan tenaga kesehatan, sehingga tercipta sistem pendampingan yang lebih terstruktur. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan program pengabdian dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat upaya penanganan anemia pada ibu hamil.