cover
Contact Name
Muhammad Darma Halwi
Contact Email
muhammaddarmahalwi@gmail.com
Phone
+6285253587076
Journal Mail Official
muhammaddarmahalwi@gmail.com
Editorial Address
Persada Banten Blok A3, Kota Serang, Banten, Indonesia
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28302567     DOI : -
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia is a medium of information and socialization regarding the results of service from the entire academic community about various kinds of innovations, development efforts, and solutions to various problems in society. Scope: Health, nutrition, tropical diseases, and herbal medicine, Arts, literature and culture, as well as national integration and social harmony Human development and national competitiveness Poverty alleviation based on local resources Management of rural and coastal areas with local wisdom Economic Development, Entrepreneurship, Cooperatives, Creative Industries, and MSMEs Development of environmentally sound technology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pelatihan Smart Farming Berbasis Iot Untuk Budidaya Bawang Putih Di Dataran Rendah Kabupaten Majalengka: Increasing The Capacity of Farmers Through Iot-Based Smart Farming Training for Garlic Cultivation in The Lowlands of Majalengka Regency Nugraha, Dadan Ramdani; Sukmasari, Miftah Dieni; Prasetyo, Tri Ferga; Andayani, Sri Ayu; Yusuf, Muhamad Nurdin
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1115

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani bawang putih di dataran rendah melalui pelatihan teknologi inovasi pengairan dan pemupukan berbasis Internet of Things (IoT). Pelatihan di Desa Nunuk, Kabupaten Majalengka, melibatkan 25 petani dan mencakup konsep smart farming, penggunaan sensor tanah, serta sistem fertigasi otomatis. Peserta juga diajarkan praktik operasional perangkat IoT mulai dari tahap persiapan (survei dan rancangan), implementasi (pelatihan teori dan praktik), hingga pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan teknis petani sebesar 35%, disertai penerapan sistem irigasi dan pemupukan presisi yang menghemat air hingga 28% dan menurunkan biaya pemupukan sebesar 16,7%. Teknologi ini juga meningkatkan produktivitas, dengan kenaikan bobot umbi rata-rata 18%, ukuran umbi lebih besar, dan hasil lebih seragam. Selain itu, sistem ini membantu petani mencapai Kebutuhan Air Tanaman (KAT) secara tepat dan mengurangi pemborosan air. Secara umum, program PkM ini efektif dalam meningkatkan efisiensi produksi, kualitas hasil panen, serta kemandirian petani dalam mengelola teknologi berbasis IoT
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Nanggalo melalui Biokonversi Sampah Organik Larva Black Soldier Fly untuk Mendukung Ketahanan Pangan: Empowering Women Farmers Groups in Nanggalo District through Bioconversion of Organic Waste from Black Soldier Fly Larvae to Support Food Security Arlinda, Sari; Mukhlis, Mukhlis; Lindawati, Lindawati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1123

Abstract

Sampah organik masih menjadi permasalahan serius di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Padang yang menghasilkan sekitar 640 ton sampah per hari, dengan sebagian belum terkelola secara optimal. Teknologi biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu solusi inovatif karena mampu mereduksi hingga 80% sampah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa kompos (kasgot) dan pakan ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi larva BSF. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) melalui tahapan identifikasi aset komunitas, sosialisasi, pelatihan teknis, praktik lapangan, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 72,67%. Sebanyak 50 anggota KWT telah mampu mengimplementasikan budidaya larva BSF secara mandiri dan memanfaatkan produk biokonversi berupa larva segar dan kering sebagai pakan ternak serta kasgot sebagai pupuk organik untuk kebun mereka. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, serta mendorong pemberdayaan perempuan berbasis komunitas
Pelayanan Kesehatan Terpadu Untuk Mencegah Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Di Desa Bungbungan, Klungkung, Bali: Integrated Health Services to Prevent Non-Communicable Diseases in the Community in Bungbungan Village, Klungkung, Bali Sawitri, Ni Komang Ari; Yanti, Ni Luh Putu Eva; Karin, Putu Ayu Emmy Savitri; Krisnawati, Komang Menik Sri; Hasanah, Nurul Maulidatil
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1129

Abstract

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin meningkat dan memerlukan membebani negara, masyarakat, keluarga dan individu. Penyakit Tidak Menular adalah penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah, namun seringkali diabaikan, dan akhirnya kondisi sudah memburuk. Tindakan pencegahan dapat diawali dengan memahami tentang penyakit tidak menular dan penyebabnya, serta melakukan screening kesehatan agar dapat mengambil tindakan pencegahan lebih awal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga Desa Bungbungan akan penyakit tidak menular, dan melakukan screening keseahatan kepada warga. Metode kegiatan pengabdian adalah dengan memberikan edukasi kesehatan kepada warga mengenai manajemen hipertensi dan bahaya merokok, serta melakukan screening tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah warga desa Bungbungan yang berusia di atas 18 tahun, dengan jumlah 78 orang.  Hasil pemeriksaan kesehatan didapatkan warga yang hadir dalam pemeriksaan kesehatan sebagian besar wanita yaitu sebanyak 58%. Warga yang diperiksa sebagian besar mengalami peningkatan tekanan darah (63%), serta termasuk dalam kategori gemuk (49%) . Hasil pemeriksaan asam urat didapatkan sebagian besar memiliki kadar asam urat lebih dari batas normal (68%). Hasil pre test dan post test untuk penyuluhan didapatkan ada peningkatan pengetahuan warga tentang manajemen hipertensi dan bahaya merokok (dari rata-rata 67.38 menjadi 82.33). Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada warga dan perlu diadakan program pencegahan penyakit tidak menular secara komprehensif untuk warga desa
Strategi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Dalam Mengatasi Literasi Digital Gender Gap Pada Ekosistem UMKM Perempuan di Pekanbaru: Driving Team of Empowerment and Family Welfare Strategies to Overcome the Digital Literacy Gender Gap in the Women's MSME Ecosystem in Pekanbaru Yuanda, Landes; Ferly, Bobby; Kusuma, Febri; Widjiantoro, Surya Tegar
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1130

Abstract

Kesenjangan gender digital (digital gender gap) masih menjadi tantangan yang signifikan bagi perempuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi perempuan di Pekanbaru melalui pendampingan berbasis Community-Based Research (CBR) dengan melibatkan beberapa instansi seperti TP-PKK sebagai agent of change yang berperan dalam mobilisasi, pendampingan komunitas, dan penguatan partisipasi perempuan, serta PLUT-KUMKM sebagai mitra penyedia layanan teknis, konsultasi usaha, dan pendampingan manajerial UMKM. Kegiatan dilaksanakan melalui delapan sesi pendampingan yang mencakup aspek peningkatan keterampilan digital (pemasaran media sosial, pengembangan IT, pembukuan digital, pembuatan katalog website) dan aspek tata kelola usaha (legalitas/kerja sama, SDM, kemasan produk). Selain itu, program ini berhasil memfasilitasi perbaikan kemasan produk dan pengurusan sertifikasi halal serta P-IRT. Meskipun menghadapi kendala rendahnya literasi digital awal, pendekatan melalui coaching clinic dan modul praktis terbukti efektif. Program ini mengukuhkan peran TP-PKK sebagai agen perubahan dalam memperkecil jurang digital dan memperkuat kapasitas ekonomi perempuan dalam ekosistem UMKM
Optimalisasi Wakaf Uang untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Edukasi Hukum dan Peningkatan Kapasitas Nadzir di Kalimantan Selatan: Optimizing Cash Waqf for Economic Independence of Islamic Boarding Schools through Legal Education and Nazhir Capacity Building in South Kalimantan Budiman, Muhammad Arief; Sauqi, Muhammad; Lusiana
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1132

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan wakaf uang sebagai instrumen penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui edukasi hukum wakaf dan peningkatan kapasitas nadzir di Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel Grand Qin Banjarbaru dengan melibatkan 30 peserta yang merupakan perwakilan pengurus pesantren dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Tanah Laut. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta pendampingan konseptual. Materi yang disampaikan meliputi fikih wakaf, regulasi perwakafan nasional, peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam penguatan legalitas dan profesionalisme nadzir, serta strategi pengelolaan wakaf uang secara produktif dan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip syariah dan aspek hukum wakaf uang, tata kelola nadzir, prosedur legalisasi wakaf uang, serta model-model pengembangan ekonomi pesantren berbasis wakaf produktif. Selain itu, peserta mampu merumuskan rencana tindak lanjut pengelolaan wakaf uang di pesantren masing-masing sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pesantren serta membangun ekosistem wakaf produktif di Kalimantan Selatan
Edukasi Partisipatif Berbasis Modul PEKA KAKI DIABETES untuk Meningkatkan Self-Awareness Pasien Diabetes Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Lembang : Participatory Education Based on the PEKA KAKI DIABETES Module to Enhance Self-Awareness among Patients with Type 2 Diabetes in the Lembang Primary Health Care Area Harli, Kurnia; Irfan, Irfan
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1137

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) terus meningkat secara global dan diikuti oleh tingginya risiko komplikasi kaki akibat rendahnya kesadaran diri pasien terhadap perawatan kaki mandiri. Kondisi serupa ditemukan pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Lembang, Kabupaten Majene, di mana praktik perawatan diri masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan self-awareness dan perilaku perawatan kaki mandiri melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis modul PEKA KAKI DIABETES. Program dilaksanakan pada periode Juli–Oktober 2025 dengan melibatkan 25 partisipan yang terdiri dari 20 pasien DM tipe 2 dan 5 kader kesehatan komunitas. Intervensi dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan edukasi partisipatif, demonstrasi perawatan kaki, distribusi modul edukatif bergambar, dan pendampingan kader. Evaluasi efektivitas program menggunakan desain pre–post test dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dari 12,88 menjadi 14,32 (p = 0,009), sedangkan skor sikap meningkat secara absolut namun belum signifikan secara statistik dari 38,88 menjadi 41,32 (p = 0,330). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif berbasis modul berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan dan mendorong praktik perawatan kaki mandiri pasien diabetes. Program ini berpotensi diintegrasikan ke dalam edukasi rutin Posbindu PTM untuk memperkuat keberlanjutan praktik perawatan kaki berbasis komunitas
Scale-Up Perilaku Sehat Remaja Melalui Penguatan Posyandu Remaja dan Peer Educator Terkait Germas, PTM, Imunisasi, dan Kesehatan Reproduksi: Scaling Up Adolescent Health Behavior Through Peer Educator-Based Youth Posyandu: A Focus on Germas, NCDs, Immunization, and Reproductive Health Ismiati, Ismiati; Darwis, Darwis; Sumaryono, Dino; Suryanti, Reny
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1158

Abstract

Rendahnya pengetahuan dan perilaku sehat remaja di Desa Sukasari terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pencegahan penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, dan kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya dukungan sosial, serta minimnya layanan kesehatan yang ramah remaja. Observasi awal menunjukkan bahwa 55,2% remaja belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi dan hanya 21,6% yang pernah mengakses layanan kesehatan sebelumnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku sehat remaja melalui pemberdayaan peer educator (pendidik sebaya) dan pembentukan Posyandu Remaja dengan model Integrasi Layanan Primer (ILP). Pengabdian ini menggunakan desain pra-eksperimental (one group pretest–posttest) yang melibatkan 16 remaja di Desa Sukasari. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan kader remaja sebagai peer educator, serta pembentukan Posyandu Remaja sebagai wadah layanan promotif dan preventif yang terintegrasi. Terdapat peningkatan signifikan pada rerata skor pengetahuan remaja, dari 20,53 sebelum edukasi menjadi 25,90 setelah edukasi. Selain itu, terbentuk kader remaja yang aktif berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada teman sebaya. Pendekatan pemberdayaan melalui peer educator dan Posyandu Remaja berbasis ILP efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan remaja, serta memiliki potensi besar untuk menjadi model promosi kesehatan yang berkelanjutan di Masyarakat
Penguatan Posyandu Mandiri melalui Digitalisasi Manajemen dan Edukasi Kesehatan Berbasis Aplikasi POSELIA: Strengthening Independent Posyandu through Digitalization of Management and Health Education Using the POSELIA Application Rum, Malihah Ramadhani; Hartono, Risky Kusuma; Ramadhan, Fenni Valianda Amelia
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1169

Abstract

Masalah utama yang dihadapi Posyandu adalah penggunaan sistem pencatatan manual yang berisiko menyebabkan kehilangan data serta rendahnya literasi digital kader dalam pengelolaan layanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui digitalisasi manajemen layanan dan edukasi kesehatan berbasis aplikasi POSELIA. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, implementasi, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada kader Posyandu di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu mengoperasikan aplikasi POSELIA secara mandiri untuk pencatatan, pelaporan, dan penyebaran edukasi kesehatan ibu dan anak. Evaluasi pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rerata skor dari 13,375 pada pre-test menjadi 26,063 pada post-test (p < 0,01). Selain itu, terjadi peningkatan tingkat keberdayaan mitra yang mencakup aspek manajemen layanan dan sosial kemasyarakatan dari level dasar menjadi level mandiri. Program ini direkomendasikan sebagai model penguatan Posyandu berbasis digital yang efektif dan berpotensi direplikasi di wilayah lain guna mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pemberdayaan Komunitas melalui Pelatihan Pengolahan Keripik Pisang dan Singkong untuk Meningkatkan Pendapatan di Kampung Fafi: Community Empowerment through Training in Banana and Cassava Chip Processing to Increase Income in Fafi Village Riskawati, Riskawati; Febriadi, Ihsan; Sangadji, Zulkarnain; Mangallo, Bertha; Musaad, Ishak; Auri, Amilda; Fati, Keysa Worabay Mersedes
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1201

Abstract

Pelatihan pengolahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengelola potensi sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Fafi dengan fokus pada pelatihan pembuatan keripik pisang dan singkong sebagai bentuk pemberdayaan komunitas dalam pengembangan usaha pangan lokal. Pelatihan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung dan pendampingan teknis agar peserta mampu memproduksi produk yang berkualitas secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan produksi, yaitu dari 35% menjadi 90% untuk keripik pisang dan dari 25% menjadi 95% untuk keripik singkong. Pemahaman peserta terkait standar mutu pangan lokal juga meningkat dari kisaran 20–40% sebelum pelatihan menjadi 88–94% setelah pelatihan. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa metode pelatihan berbasis praktik sangat efektif dalam membangun keterampilan teknis masyarakat. Dalam pembahasan, hasil ini memperlihatkan bahwa kombinasi edukasi, demonstrasi, dan pendampingan intensif dapat mendorong masyarakat untuk lebih percaya diri dalam mengembangkan produk olahan lokal yang berdaya saing. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pemberdayaan dengan memperkuat kompetensi peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi komunitas Lingkar Edukasi Kampung Fafi dalam membangun usaha pangan lokal yang berkelanjutan sebagai sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan unit usaha Keripik perlu diperkuat melalui pengorganisasian kelembagaan sederhana, pembagian peran produksi dan pemasaran, serta pendampingan lanjutan terkait perizinan usaha dan strategi pemasaran produk. Penguatan aspek keberlanjutan ini penting agar unit usaha yang terbentuk tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha mikro berbasis komunitas yang stabil dan berdaya saing. Dengan demikian, keripik diharapkan dapat berfungsi sebagai model usaha pangan lokal berbasis pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Fafi secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Manajemen Diabetes Melitus Tipe 2 melalui Edukasi Interaktif Berbasis Quarter Card dan Skrining Berkala: Enhancing Health Cadre Competencies in Community-Based Type 2 Diabetes Mellitus Management through Interactive Quarterly Card-Based Education and Periodic Screening Sutandi, Aan; Manurung, Sondang; Ratnawati, Sri; Fikri, Nurul; Cinta, Anggiesta Junif Putri
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1203

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan dalam meningkatkan kemampuan pendampingan perawatan sehari-hari bagi pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) di tingkat komunitas . Program ini dilaksanakan di RW 05 Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur, dengan melibatkan 20 kader kesehatan aktif melalui teknik total sampling. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan edukasi interaktif menggunakan media Quarter Card, pelatihan teknis skrining kesehatan (pemeriksaan tekanan darah dan glukosa darah), serta penguatan kemampuan regulasi emosi untuk mendukung pengelolaan penyakit secara holistik. Evaluasi dilakukan dengan mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan instrumen baku Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24) serta lembar observasi untuk menilai keterampilan teknis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (p < 0,001) dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen’s d = 2,299). Sebelum intervensi, tidak ada kader yang masuk kategori 'baik', namun setelah pelatihan, 35% kader mencapai kategori 'baik', 55% kategori 'cukup', dan hanya 10% yang masih berada di kategori 'kurang'. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan keterampilan praktis dalam melakukan skrining kesehatan secara mandiri serta peningkatan kepercayaan diri dalam mendampingi pasien. Program ini dapat meningkatkan kompetensi kader untuk deteksi dini dan edukasi DMT2. Disarankan adanya keberlanjutan program melalui pendampingan berkala oleh Puskesmas setempat untuk menjaga kualitas layanan kader di Masyarakat