cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,100 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Modifikasi Teknologi Air Purifier Berbahan Eco Enzyme Ramah Lingkungan Sebagai Disinfektan Alami di Kelurahan Banta-bantaeng Kota Makassar Zaenab Zaenab; Rafidah Rafidah; Siti Nurul Fajriah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1698

Abstract

Pencemaran udara dalam ruang merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama karena sebagian besar aktivitas manusia berlangsung di dalam ruangan. Kualitas udara dalam ruang yang kurang baik dapat dipengaruhi oleh berbagai sumber pencemar, termasuk mikroorganisme, asap rokok, dan kondisi ventilasi yang tidak memadai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar dalam pengendalian kualitas udara dalam ruang melalui pemanfaatan eco enzyme dan modifikasi teknologi air purifier berbahan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 dengan melibatkan 35 peserta, terdiri atas 12 laki-laki dan 23 perempuan. Pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, penyuluhan mengenai pencemaran udara dalam ruang dan dampaknya terhadap kesehatan, pelatihan pemanfaatan eco enzyme sebagai bahan disinfektan alami, serta demonstrasi dan praktik modifikasi air purifier menggunakan bahan bekas yang dapat dimanfaatkan kembali. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi terhadap keterampilan peserta dalam mengikuti praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai pengendalian kualitas udara dalam ruang, pemanfaatan limbah organik menjadi eco enzyme, serta penerapan teknologi sederhana dan ramah lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan praktik langsung dapat menjadi salah satu strategi promotif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara dalam ruang dan pemanfaatan bahan lokal secara berkelanjutan. Disarankan agar penerapan teknologi sederhana tersebut dilanjutkan melalui pendampingan dan pemantauan berkala sehingga dapat mendukung pengendalian kualitas udara dalam ruang secara berkelanjutan.
Optimalisasi Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) melalui Skrining Penyakit Kulit dan Edukasi Personal Hygiene pada Warga Binaan di Rutan Kelas IIB Purbalingga Riska Dwi Cahyaningsih; Murniati Murniati; Noor Yunida Triana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1721

Abstract

Warga binaan di rumah tahanan merupakan kelompok yang rentan mengalami penyakit kulit akibat kepadatan hunian, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya penerapan personal hygiene. Kondisi tersebut juga ditemukan di Rutan Kelas IIB Purbalingga sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui optimalisasi Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Kegiatan diawali dengan skrining terhadap 158 warga binaan melalui pemeriksaan kondisi kulit dan wawancara terstruktur yang dilakukan oleh petugas kesehatan rutan dengan pendampingan dokter dalam interpretasi hasil pemeriksaan. Hasil skrining menunjukkan 92 warga binaan (58,23%) mengalami penyakit kulit, terdiri atas pruritus sebanyak 80 kasus, tinea 11 kasus, dan skabies 1 kasus. Selanjutnya, 30 warga binaan yang termasuk kelompok berisiko mengikuti edukasi personal hygiene menggunakan media slide presentasi, video, poster, dan banner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 14,7 pada pre-test menjadi 18,9 pada post-test, atau meningkat 4,2 poin (28,6% dari skor maksimal). Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga binaan dalam menerapkan personal hygiene serta mendorong tindak lanjut kasus penyakit kulit melalui pelayanan kesehatan rutan. Optimalisasi Posbindu diharapkan dapat menjadi sarana deteksi dini sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan warga binaan secara berkelanjutan.
Pelatihan Pembuatan Water Kefir Berbasis Air Kelapa–Nanas untuk Pemberdayaan Ekonomi Kelompok PKK Desa Patoman Fina Khaerunnisa Frima; Indah Oktaviani; Yulistia Anggraini; Yoga Anjas Pratama; Erga Syafitri; Aditya Ayuwulanda; Hawa Purnama Celala Ary Cane; Ezra Gracia Sibarani; Kasih Dear Layakni Sinaga; Astri Silaban; Greace Febriani; Ashyfa Ramadhani; Petrus Nofrans Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1705

Abstract

Kelompok PKK Desa Patoman memiliki potensi bahan lokal berupa air kelapa dan nanas, tetapi pemanfaatannya sebagai produk fermentasi bernilai tambah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pelatihan pembuatan water kefir berbasis air kelapa–nanas yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan di Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Juli 2026 dan diikuti 15 peserta. Pendekatan yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pretest–posttest, penilaian organoleptik, penerimaan produk, dan evaluasi pascapelatihan. Secara deskriptif, skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 9,47 menjadi 9,87 dari skala 10. Sekitar hampir 100% peserta dinyatakan memahami proses pembuatan water kefir, sedangkan produk yang dihasilkan mencapai penerimaan 83–100% pada lima indikator penilaian. Profil organoleptik menunjukkan skor rata-rata sekitar 3,3–4,0 pada skala 1–5, dengan kesegaran dan aroma sebagai atribut yang relatif paling menonjol. Sebanyak 1 L produk berhasil dihasilkan selama pelatihan. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan learning by doing efektif sebagai transfer teknologi fermentasi sederhana dan membuka peluang pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada standardisasi formulasi, keamanan pangan, pengemasan, dan pengujian mikrobiologis sebelum produk diklaim sebagai minuman probiotik.
Penguatan Karakter Anak Usia Dini di PAUD Permata Bunda Melalui Pelatihan Storytelling Berbasis Cerita Rakyat Lili Ratnasari; Yunadil Husni; Isnaniah Isnaniah; Yosi Lara Jenita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1703

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam menerapkan storytelling berbasis cerita rakyat sebagai media pembelajaran dan sarana penguatan karakter anak. Kegiatan dilaksanakan di PAUD Permata Bunda Sungai Indarung, Nagari Lolo, Kabupaten Solok, dengan sasaran utama tiga orang guru serta melibatkan tiga orang tua dan dua puluh satu orang siswa pada tahap implementasi. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan kemampuan mendongeng, penguasaan teknik vokal, intonasi, ekspresi, gestur, kontak mata, dan pemanfaatan media pendukung, serta belum optimalnya penggunaan cerita rakyat lokal dalam pembelajaran. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, pelatihan, demonstrasi, diskusi, praktik peer teaching, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman konseptual guru dari skor 55,00 menjadi 85,00. Keterampilan praktik storytelling mencapai skor rata-rata 3,25 pada skala 1–4 dengan kategori baik. Pada implementasi pembelajaran, siswa menunjukkan perhatian dan partisipasi yang lebih aktif serta mampu mengidentifikasi tokoh, membedakan perilaku baik dan buruk, dan menyebutkan nilai moral cerita. Luaran kegiatan berupa peningkatan kompetensi guru, modul pelatihan, contoh cerita rakyat, dokumentasi, video pembelajaran, laporan kegiatan, dan artikel ilmiah. Kegiatan ini memberikan nilai tambah melalui integrasi kearifan lokal sebagai media pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya daerah.
Pendampingan Ibu-Ibu PKK Melalui Inovasi Creckers Ikan Tuna dan Daun Kelor Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis Muzayyana Muzayyana; Alhidayah Alhidayah; Fini Alvionita Umar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1712

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang memerlukan pendekatan berbasis pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK dalam memahami KEK serta mengolah ikan tuna dan daun kelor menjadi produk pangan inovatif. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bongkudai Induk dengan melibatkan Ibu-Ibu PKK. Metode kegiatan meliputi edukasi tentang KEK dan gizi ibu hamil, demonstrasi, praktik langsung pembuatan crackers ikan tuna dan daun kelor, serta pendampingan penggunaan teknologi tepat guna dalam proses produksi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner melalui pre-test dan post-test, sedangkan keterampilan produksi dinilai menggunakan lembar observasi dengan beberapa indikator penilaian. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Peserta juga berhasil mempraktikkan tahapan pengolahan ikan tuna dan daun kelor hingga menghasilkan prototipe crackers serta melakukan pengemasan menggunakan peralatan yang diperkenalkan dalam kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK dalam pemanfaatan pangan lokal dan proses produksi crackers. Produk yang dihasilkan merupakan prototipe yang berpotensi dikembangkan sebagai alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal, namun diperlukan pengujian lebih lanjut terhadap kandungan gizi, keamanan pangan, mutu, daya simpan, dan penerimaan produk sebelum direkomendasikan untuk konsumsi ibu hamil dengan KEK.
Peningkatan Pengetahuan dan Penurunan Kecemasan Pasien Melalui Edukasi Preoperatif Anestesi Spinal Berbasis Audiovisual di RS TK III Wijayakusuma Purwokerto Salsabila Amanda Dwi Damayanti; Septian Mixrova Sebayang; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1716

Abstract

Kecemasan praoperasi merupakan masalah psikologis yang lazim dialami pasien yang akan menjalani tindakan anestesi spinal akibat ketidakpastian mengenai prosedur pembedahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pasien praoperasi anestesi spinal melalui edukasi berbasis media audiovisual di RS TK.III Wijayakusuma Purwokerto. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan dan koordinasi, skrining peserta, pelaksanaan edukasi menggunakan video berdurasi kurang lebih 5 menit disertai leaflet, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 30 pasien praoperasi anestesi spinal dilibatkan sebagai peserta, dengan pengukuran pengetahuan dan kecemasan menggunakan kuesioner pengetahuan dan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari kategori kurang dan cukup menjadi mayoritas kategori baik (60,0%), serta penurunan kecemasan dari kategori berat menjadi kategori sedang (66,7%) dan ringan (33,3%) tanpa peserta berkategori berat. Kesimpulannya, edukasi preoperatif anestesi spinal berbasis audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Luaran kegiatan berupa video edukasi, leaflet, publikasi jurnal, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Penerapan Hatchery Mini untuk Meningkatkan Kemandirian Pembibitan Ayam Kampung dan Pemberdayaan Ekonomi Anak Panti Tampe Tuah Malem Ginting; Aji Prabowo; Karina Silaen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1702

Abstract

Ketergantungan terhadap pasokan day-old chick (DOC) dari luar menjadi salah satu kendala dalam pengembangan kegiatan produktif berbasis ayam kampung di Panti Asuhan St. Angela Deli Tua karena meningkatkan biaya pengadaan, menimbulkan ketidakpastian pasokan, dan membatasi keterlibatan anak panti pada tahap pembibitan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Hatchery Mini sebagai teknologi tepat guna untuk membangun kemandirian pembibitan ayam kampung sekaligus memperkuat keterampilan produktif, kapasitas kewirausahaan, dan fondasi pemberdayaan ekonomi anak panti. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan learning by doing melalui pelatihan seleksi telur tetas, candling, pengaturan suhu dan kelembapan, sanitasi dan biosekuriti, penanganan DOC, brooding, pengoperasian Hatchery Mini, serta pencatatan produksi dan biaya. Evaluasi terhadap 15 peserta menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 54,7 menjadi 83,3. Selama tiga siklus penetasan, 300 telur menghasilkan 188 DOC dengan fertilitas kumulatif 83,7%, daya tetas 74,9%, dan survival rate hingga umur 14 hari sebesar 94,1%. Penerapan sistem pencatatan menghasilkan estimasi HPP sebesar Rp6.250 per DOC, lebih rendah dibandingkan biaya pembelian DOC dari luar sebesar Rp8.000 per ekor, atau memberikan potensi efisiensi biaya sekitar 21,9%. Capaian ekonomi pada tahap ini terutama tercermin pada kemampuan peserta memahami biaya produksi, melakukan pencatatan usaha, dan menjalankan fungsi dasar unit pembibitan; karena itu, hasil program lebih tepat diposisikan sebagai pembentukan fondasi pemberdayaan ekonomi daripada peningkatan pendapatan yang telah terealisasi. Hatchery Mini dengan demikian tidak hanya menyediakan sarana pembibitan mandiri, tetapi juga membangun kapasitas teknis dan manajerial bagi pengembangan unit usaha ayam kampung yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Kotoran Ayam Sebagai Media Tanam Organik Di Desa Mapin Rea Imam Haqqul Yaqin; Ainun Ainun; Baiq Najaha Safari Uly; Nadia Putri Arafa; Aizah Aizah; Abdul Syukur; M Syahrul Alam; Putri Putri; Baiq Sayu Nurwana; Haifa Rif’atul Mufida; Andi Akhmad Almuqqaram; Baiq Putri Ayu Kumalasari; Alfian Dwi Saputra; Clarifi Cahaya Al Amnora; Jauhar Anshori; Sahrul Ramadhan; Inka Nusamuda Pratama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1707

Abstract

Kotoran ayam merupakan salah satu limbah peternakan yang tersedia di lingkungan masyarakat Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, namun pemanfaatannya sebagai bahan pendukung kegiatan pertanian masih belum optimal. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kotoran ayam sebagai media tanam organik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola kotoran ayam menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Juli 2026 pukul 09.00 WITA di rumah Kepala Desa Mapin Rea dengan melibatkan lebih dari 30 peserta. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung secara partisipatif. Media tanam dibuat menggunakan kotoran ayam, tanah, dedak, air, gula merah, dan larutan mikroorganisme efektif. Campuran difermentasi selama 14 hari dengan pengadukan pada hari ke-3 dan ke-7. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami manfaat kotoran ayam serta mengikuti tahapan pengolahan media tanam secara langsung. Luaran kegiatan berupa media tanam organik hasil fermentasi dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan kembali oleh masyarakat. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mengurangi limbah peternakan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Penguatan Komunitas Urban Farming melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Budidaya Jamur Tiram pada Remaja Masjid Al-Hijrah Kota Makassar Muh Ichwan Kadir; Nursuci Putri Husain; Awaluddin Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1725

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas Remaja Masjid AL-Hijrah di Kelurahan Parang Tambung, Kota Makassar, melalui budidaya jamur tiram sebagai bagian dari urban farming, pangan alternatif bergizi, dan peluang usaha rumah tangga. Permasalahan mitra meliputi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan budidaya, belum optimalnya pemanfaatan teknologi produksi, serta belum tersedianya media pemasaran yang terstruktur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan media tanam (baglog), penerapan teknologi tepat guna, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan usaha. Pada tahap pelaksanaan yang dilaporkan, mitra telah mengikuti sosialisasi, memperoleh keterampilan awal pembuatan baglog, serta mempraktikkan penggunaan mesin mixer, mesin press, dan alat sterilisasi. Pada aspek pemasaran, mitra telah menghasilkan akun Instagram “Sahabat Jamur – Daeng Tata Tri” sebagai media promosi digital. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan kapasitas awal pada pengetahuan budidaya, keterampilan produksi, penguasaan teknologi, dan kesiapan pemasaran. Namun, peningkatan produksi, penjualan, dan pendapatan belum dapat diukur secara penuh karena jamur masih berada pada tahap pertumbuhan dan belum memasuki masa panen. Program ini memberikan nilai tambah melalui integrasi teknologi hard dan soft serta pemasaran digital berbasis kebutuhan mitra.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa KKN dalam Penguatan Literasi Pencegahan Tuberkulosis di Kota Samarinda Nanda Arista Rizki; Gyta Krisdiana Cahyaningrum; Asyril Asyril; Hanis Kusumawati Rahayu; Muhammad Al Ghifari; Nabila Azzahra; Dinda Pratiwi; Lustin Oktaviani Putri; Maya Tri Wardani; Karinda Cintia Ranita; Nur Fadilah Maulidya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1740

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman kesehatan komunitas yang dipicu oleh keterbatasan literasi serta hambatan komunikasi pencegahan di tingkat akar rumput. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan model kolaborasi dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam meningkatkan literasi pencegahan TB pada masyarakat usia produktif di Kota Samarinda. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui pembagian peran terstruktur: dosen memegang kendali mutu materi dan pengawasan akademik, sementara mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator komunikasi dan pendamping lapangan. Rangkaian intervensi melibatkan 50 peserta usia produktif di Kecamatan Air Putih melalui edukasi interaktif dua arah, simulasi etika batuk, kuis, skrining mandiri risiko TB, pemeriksaan fisik dasar, serta diseminasi Modul Panduan Praktis. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan rerata skor literasi pencegahan TB dari 66,50 ± 11,24 menjadi 88,17 ± 8,63 (meningkat 32,59%), dengan 100% peserta teridentifikasi berada pada kategori risiko rendah. Sinergi ini terbukti menghapuskan jarak komunikasi sosial, memperluas intensitas pendampingan, dan menjamin validitas materi edukasi. Model kolaborasi terpadu ini memberikan kontribusi inovatif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang adaptif dan bernilai keberlanjutan tinggi dalam promosi kesehatan berbasis perguruan tinggi.