cover
Contact Name
Diah Ika Putri
Contact Email
jurnallifescience@gmail.com
Phone
+628112118750
Journal Mail Official
jurnallifescience@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Pahlawan No.32, RW.01, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Life Science
ISSN : 2655688X     EISSN : 29644704     DOI : -
Jurnal Life Science (JLS) adalah jurnal yang menerbitkan dan mempromosikan penelitian pendidikan sains ilmiah. Jurnal ini mengkaji pendidikan dasar, menengah, tinggi, dan informal yang berkaitan dengan pendidikan sains. Dalam menerbitkan artikel ilmiah, JLS mencari artikulasi prinsip dan praktik yang digunakan oleh para peneliti untuk membuat klaim yang valid tentang dunia dan kritik mereka terhadap pendidikan sains. Penelitian dapat mengambil banyak bentuk, metode kuantitatif, kualitatif dan mixed method. JLS tertarik untuk menghasilkan penelitian yang valid dan dapat dipercaya yang mengambil berbagai bentuk dan mencakup kemampuan baru yang ada, terutama seputar teknologi. Praktik inovatif dan bagaimana hal ini berhubungan dengan pendidikan sains. Karya ilmiah yang menarik yang diterbitkan dalam JLS perlu mencerminkan keragaman. Selain itu, karya tersebut juga harus mencakup keragaman bentuk. Beberapa kajian dalam jurnal ini meliputi: kajian kurikulum pendidikan sains, penerapan dan pengembangan model pembelajaran, pengintegrasian teknologi kedalam pembelajaran sains, dan temuan biologi murni.
Articles 155 Documents
Kajian Literatur Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Literasi Sains dan Sikap Biologi Siswa Sekolah Menengah Atas Kinanthi Anggraini; Lasinta Ari Nendra Wibawa
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/379yty14

Abstract

Kajian literatur ini menelaah efektivitas penerapan Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Biologi di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan 22 artikel penelitian periode 2021–2025. Fokus kajian mencakup dua domain utama, yaitu literasi sains (pemahaman konsep, keterampilan proses sains, berpikir kritis) dan sikap terhadap Biologi (motivasi, minat, keterlibatan). Analisis tematik dan deskriptif menunjukkan bahwa PBL secara konsisten meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Domain literasi sains menunjukkan peningkatan signifikan dengan kategori tinggi dan sangat tinggi mencapai 63%, sedangkan domain sikap terhadap Biologi mencapai 77%. PBL mendorong siswa membangun pengetahuan secara aktif melalui pemecahan masalah kontekstual, kerja kelompok, dan diskusi terbimbing. Efektivitas PBL dipengaruhi kesiapan guru, pengelolaan waktu, serta pemanfaatan media pembelajaran. Kajian ini menegaskan hubungan sirkular antara literasi sains dan sikap positif, di mana keterlibatan aktif memperkuat penguasaan konsep dan berpikir ilmiah, sementara literasi sains menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran. Disarankan agar PBL diterapkan secara terstruktur dengan dukungan media interaktif, pelatihan guru, dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi abad ke-21 siswa. Hasil kajian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan strategi pembelajaran aktif dan kontekstual dalam pembelajaran Biologi.
Pengaruh Kuliah Lapangan Ekologi Hewan terhadap Peningkatan Ecoliteracy Mahasiswa Pendidikan Biologi Aceng Ahmad Rodian Susila; De Budi Irwan Taofik; Irdam Denni; Leni Sri Mulyani
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/dkp2je92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kuliah lapangan ekologi hewan terhadap peningkatan ecoliteracy mahasiswa Pendidikan Biologi di Institut Pendidikan Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design, dengan melibatkan 20 mahasiswa sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal untuk mengukur pengetahuan ekologis mahasiswa sebelum dan setelah kuliah lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan mahasiswa, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 55,50 (SD = 9,305) dan post-test sebesar 79,75 (SD = 5,730). Uji paired sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa kuliah lapangan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ecoliteracy mahasiswa. Kuliah lapangan juga berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kuliah lapangan dalam kurikulum pendidikan biologi untuk meningkatkan ecoliteracy mahasiswa.
Efektivitas Metode Pembelajaran Hands-on Minds-on Activity terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Indera Indra Dodo; Tati Kristianti; Bunga Rahma Mutia; Rifaatul Muthmainnah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/539e8919

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa memiliki keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep biologi yang kompleks seperti sistem indera manusia. Hal ini ditingkatkan menjadi lebih parah dengan penggunaan metode pembelajaran konvensional yang membuat siswa kurang aktif saat proses pembelajaran. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode pembelajaran hands on minds on activity yang menekankan agar siswa aktif, mandiri, dan terlibat langsung dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran hands on minds on activity dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem indera manusia di kelas XI SMA Negeri 11 Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra experiment tipe one-group pretest-posstest terhadap 40 siswa, dengan pengumpulan data melalui tes pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan uji gain ternormalisasi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan signifikan hasil belajar siswa, dengan rata-rata gain berada pada kategori sedang dan tingkat ketuntasan mencapai 92,5%, melampaui ambang batas efektivitas sebesar 75%. Peningkatan ini dicapai melalui proses pembelajaran yang aktif dan sistematis, dimana metode pembelajaran hands on minds on activity memfasilitasi keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, metode pembelajaran hands on minds on activity efektif diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem indera manusia secara aktif dan bermakna.
Optimalisasi Konsentrasi Ammonium Sulfat terhadap Kandungan β-Karoten dan Acceptability Organoleptik Nata de Papaya Chevi Ardiana; Annisa; Sri Mulyaningsih; Lida Amalia; Dewi Hernawati
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/ya7yx786

Abstract

Pepaya, sebagai buah tropis yang melimpah dalam β-karoten, menghadapi kendala daya simpan yang minim pascapanen, sehingga mudah mengalami kerusakan. Mengubahnya menjadi nata de papaya menawarkan peluang untuk memperpanjang ketersediaan produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konsentrasi ammonium sulfat yang paling efektif sebagai sumber nitrogen bagi Acetobacter xylinum dalam produksi selulosa nata, dilihat dari dampaknya pada kandungan β-karoten dan kualitas organoleptik. Metodologi penelitian didasarkan pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang meliputi empat level perlakuan konsentrasi (0%; 0,25%; 0,5%; 0,7%) dengan enam ulangan. Pengujian organoleptik, meliputi aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, dilakukan oleh 30 panelis yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya, sementara penetapan kandungan β-karoten dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Analisis statistik menunjukkan bahwa konsentrasi ammonium sulfat berpengaruh secara signifikan (p < 0,05) terhadap seluruh aspek organoleptik. Perlakuan dengan konsentrasi 0,5% menghasilkan nilai tertinggi untuk warna dan rasa, sedangkan konsentrasi 0,7% optimal untuk tekstur dan mampu mencapai kadar β-karoten tertinggi sebesar 1,817 mg/100 g. Dengan demikian, konsentrasi 0,5% direkomendasikan sebagai kondisi yang paling optimal untuk mutu sensori yang unggul.
Analisis Hasil Uji Organoleptik dan Rendamen Selulosa Nata de Leri dari Leri Putih dengan Leri Merah Wilda Lidiani; Lida Amalia; Chevi Ardiana Rusmawan
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/b41z3p08

Abstract

Limbah cair rumah tangga, khususnya air cucian beras (leri), masih sering dianggap tidak berguna dan langsung dibuang, padahal mengandung karbohidrat, vitamin B kompleks, serta mineral seperti fosfor, mangan, dan zat besi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media fermentasi untuk menghasilkan nata yang bernilai gizi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil uji organoleptik dan rendemen selulosa Nata de Leri yang berasal dari air cucian beras putih dan beras merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan dua jenis leri yang berbeda (leri putih dan merah) masing-masing dengan 16 ulangan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji t (Independent Samples Test) untuk menguji perbedaan berdasarkan jenis leri. Uji organoleptik dilakukan pada 35 panelis menggunakan skala hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nata dari leri merah lebih disukai dalam aspek warna karena kandungan antosianinnya, sedangkan nata dari leri putih lebih unggul dalam aspek rasa, tekstur, dan aroma karena kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan proses fermentasi yang lebih optimal. Nata dari leri putih juga menghasilkan rendemen selulosa sebesar 22,61%, lebih tinggi dibandingkan nata dari leri merah. Dapat disimpulkan bahwa jenis leri sebagai substrat fermentasi berpengaruh terhadap hasil uji organoleptik dan rendemen selulosa nata yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan potensi pemanfaatan air cucian beras sebagai media fermentasi yang bernilai gizi dan ekonomi.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Akar Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik dengan Sistem Wick Dewi Hernawati; Diah Ika putri; Yuliani Fatimah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/2tkhn166

Abstract

Hidroponik adalah teknik cocok tanam yang mengoptimalkan penggunaan udara dan nutrisi dengan menyediakan lingkungan yang lebih stabil bagi pertumbuhan tanaman. Nutrisi alami pada penelitian ini yaitu ekstrak tanaman eceng gondok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ektrak akar tanmaan eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dan mengetahui konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby (Brassica rapa L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi dengan 5 perlakuan (AB Mix 1500 mL sebagai kontrol, Ekstrak akar eceng gondok 375 mL + AB Mix 1.125 mL, Ekstrak akar eceng gondok 750 mL+ AB Mix 750 mL,Ekstrak akar eceng gondok 1.125 mL + AB Mix 375 mL dan Ekstrak akar eceng gondok 1.500 mL) dan 5 pengulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman akar eceng gondok memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy. Dilihat dari parameter yang diteliti menggunakan beberapa uji statistik parametrik dan non parametrik, parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar menunjukan pengaruh yang signifikan. Konsentrasi ekstrak akar eceng gondok 50 % + AB Mix 50% merupakan konsentrasi yang paling optimal untuk pertumbuhan tanaman pakcoy dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Hubungan Penerapan Pendekatan Socio Scientific Issues (SSI) Dengan Kemampuan Literasi Kesehatan Reproduksi Siswa Diah Ika Putri; Nur Gustiani; Sri Mulyaningsih
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/ev574873

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan informasi terkait kesehatan reproduksi menjadi perhatian dalam pendidikan biologi. Literasi kesehatan reproduksi penting dimiliki remaja untuk membantu mereka mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI) dengan kemampuan literasi kesehatan reproduksi siswa kelas XI di SMA. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian yaitu 33 siswa kelas XI MIPA 5 yang mendapatkan pembelajaran dengan penerapan pendekatan SSI pada materi sistem reproduksi manusia. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda (25 soal) dan angket literasi kesehatan reproduksi (20 pernyataan). Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa 77,91 dan skor literasi kesehatan reproduksi 82,18. Analisis korelasi Product Moment menghasilkan koefisien korelasi 0,991 (p = 0,000) yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara penerapan SSI dengan kemampuan literasi kesehatan reproduksi siswa. Secara praktis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan SSI dapat dijadikan strategi pembelajaran Biologi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi. Guru dapat memanfaatkannya untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan pengambilan keputusan, sementara sekolah dapat mengintegrasikannya ke dalam kurikulum literasi kesehatan..
Dari Contoh ke Konsep: Peran Model Example–Non-Example dalam Membangun Pemahaman Klasifikasi Makhluk Hidup Rifaatul Muthmainnah; Asep Rohayat; Dita Aulia Pratiwi
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/cp7kvs33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran model pembelajaran Example–Non-Example dalam membangun pemahaman siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih dominannya penggunaan metode ceramah satu arah yang kurang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen berupa one-group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII di salah satu SMP negeri. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor awal siswa sebesar 31,40, yang mengindikasikan rendahnya pemahaman awal terhadap materi. Setelah penerapan model Example–Non-Example, rata-rata skor meningkat menjadi 73,77 dan telah melampaui kriteria ketuntasan minimal. Tingkat penguasaan siswa mencapai 73% dengan kategori sedang, serta persentase ketuntasan belajar sebesar 81%, di mana sebagian besar siswa telah mencapai ketuntasan. Temuan ini menunjukkan bahwa model Example–Non-Example berperan positif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep klasifikasi makhluk hidup. Oleh karena itu, model ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam pembelajaran IPA di tingkat sekolah menengah pertama.  
Belajar Aktif melalui Visualisasi: Pengaruh Model Gallery Walk Berbantuan Canva terhadap Pemahaman Sistem Indra Siswa Rifaatul Muthmainnah; Asep Rohayat; Salma Sakinah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/fc73rd43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Gallery Walk berbantuan media Canva terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem indra di SMAN 15 Garut. Latar belakang dari penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar siswa, yang ditunjukkan dengan 65% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran Biologi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel diambil menggunakan teknik Cluster Sampling sebanyak dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata pre-test siswa masih rendah, yaitu kelas eksperimen sebesar 51,87 sedangkan kelas kontrol 52,53. Setelah diberikan perlakuan berupa penerapan model Gallery Walk berbantuan Canva, hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 80,17 sedangkan kelas kontrol sebesar 75,33. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 lebih kecil daripada α = 0,05, maka Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan signifikan antara hasil post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulannya model yang digunakan di kelas eksperimen berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi sistem indra karena terdapat perbedaan nilai post-test yang bermakna.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik dalam Mendukung Kesiapan Mengajar Mahasiswa Tadris IPA Vifty Octanarlia Narsan; Naintyn Novitasari; Ismah Fathimah
Jurnal Life Science : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/gzzrcf08

Abstract

Mata kuliah Strategi Pembelajaran memiliki peran penting dalam membentuk kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru, khususnya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Namun, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola kelas, menyampaikan materi, memilih strategi pembelajaran, serta membangun rasa percaya diri saat praktik mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis praktik pada mata kuliah Strategi Pembelajaran serta menggambarkan kesiapan mengajar mahasiswa Tadris IPA setelah mengikuti kegiatan praktik mengajar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 45 mahasiswa semester V Program Studi Tadris IPA. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui praktik mengajar mikro di kelas dan praktik mengajar makro di sekolah secara langsung. Data penelitian diperoleh melalui nilai praktik mengajar, lembar observasi, dan angket respons mahasiswa terhadap pembelajaran yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat kesiapan mengajar yang baik setelah mengikuti pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyampaikan materi, mengelola kelas, memilih strategi pembelajaran, serta melakukan komunikasi pembelajaran secara efektif. Selain itu, mahasiswa memberikan respons positif terhadap penerapan praktik mengajar karena memberikan pengalaman nyata sebelum mengikuti KKL. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis praktik berkontribusi terhadap pembentukan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang relevan dalam mata kuliah Strategi Pembelajaran.